Ratimaya of Papua, Cerita Tentang Sepotong Surga Bernama Papua

Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi

Seluas tanah sebanyak madu, adalah harta harapan

(Aku Papua – Frankie Sahilatua)

Salah satu bagian dari bumi Indonesia yang demikian kaya akan keindahan panoramanya adalah Bumi Papua. Bahkan lewat lagu yang berjudul Aku Papua Frankie Sahilatua mengibaratkam bahwa Papua ibarat surga kecil yang jatuh ke bumi.

***

Siap berangkat pawaii bersama wali kelas, dokumentasi 9.8

Dalam acara pawai dan pameran yang merupakan puncak perayaan HUT ke 74 SMP Negeri 3 Malang, keindahan dan kekayaan Bumi Papua dieksplor lebih jauh oleh kelas 9.7 lewat berbagai karya, busana adat juga berbagai perlengkapan pawai yang mereka laksanakan hari itu.

Adapun judul dari pameran kelas 9.7 ini adalah  Ratimaya Papua. Ratimaya diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya keindahan bayangan. 

Siap mengikuti pawai, dokumentasi 9.7

Istilah Ratimaya diambil setelah melalui  proses diskusi. Alasan pengambilan judul ini adalah untuk mencari kosa kata yang memiliki ciri khas dan jarang dipakai.

Ratimaya Papua bermakna keindahan yang begitu luar biasa dari Papua.

Persiapan pameran dilakukan sejak awal diberikan tugas. Dengan bimbingan dari Ibu Diana selaku guru seni budaya, juga saran dari wali kelas rapat -rapat diadakan.

Persiapan pawai, dokumentasi 9.7

Hal hal yang dibicarakan saat rapat adalah  pembagian tugas. Pembagian tugas dilakukan  berdasarkan kesadaran masing masing siswa untuk mampu bertanggung jawab pada job yang dipilih.

Suasana ruang pameran , dokumentasi 9.7

Maskot yang dipilih untuk pameran dan pawai adalah burung khas Papua yaitu cendrawasih.

Burung ini mendapat julukan Bird of paradise atau burung dari surga karena bulu yang dimiliki  sangatlah indah sehingga diibaratkan burung yang turun dari surga

Proses pembuatan maskot dimulai  pada hari Senin 22 April 2024. Mulai dari merancang, membuat kerangka sampai dengan finishing.

Saat pameran, dokumentasi 9.7

Sehari sebelum pelaksanaan pameran dilakukan pemasangan tenda termasuk dekorasi dan penataan karya oleh semua siswa kelas 9.7.

Persiapan yang demikian cermat membuat penampilan siswa kelas 9.7 dalam pameran dan pawai demikian menarik. 

Baju adat yang didominasi warna coklat dan rumbai-rimbai sangat menarik perhatian para penonton pawai. Demikian juga pengunjung yang mendatangi stand juga sangat banyak.

Akhirnya harapan dari kelas 9.7 pada para generasi muda berkaitan dengan kecintaan terhadap budaya Indonesia adalah agar generasi muda tetap menjaga budaya bangsa. 

Sebelum pameran, dokumentasi 9.7

Jangan menjadi generasi yang mudah terbawa arus budaya global sehingga lebih memahami  kebudayaan lain dan melupakan budaya Indonesia sendiri.

Salam Bintaraloka 😊

Yuli Anita

Leave a Comment

Your email address will not be published.

37 views