Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaha illallah huwallahu Akbar Allahu Akbar walillahil hamd.
Gema takbir bersahut sahutan menandakan hari Kemenangan telah tiba. Setelah satu bulan menjalani puasa Ramadhan kini saatnya kita kembali dipertemukan dengan bulan Syawal.
Persiapan sholat Id, dokumentasi pribadi
Ada rasa gembira sekaligus sedih. Gembira karena saat kemenangan telah tiba, sedih karena berpisah dengan Ramadhan, bulan yang begitu mulia.
Pagi ini kami berangkat bersama-sama menuju masjid Quba’ yang lokasinya tak jauh dari rumah. Berjalan kaki saja. Ya, dengan berjalan kaki kami bisa saling tersenyum dan menyapa tetangga yang berangkat menuju arah yang sama.
Perjalanan ke masjid, dokumentasi pribadi
Para lelaki dengan baju koko dan berkopyah, juga para wanita yang beberapa sudah bermukena memenuhi jalan. Semua berjalan cepat. Tentu saja, jangan sampai kami terlambat mengikuti sholat Id yang diadakan setahun sekali ini.
Sekitar pukul enam pagi sholat Id dimulai. Jamaah meluber sampai keluar masjid saking banyaknya. Jamaah pria , wanita, anak anak memenuhi jalan depan masjid Quba’.
Sholat dilanjutkan dengan khotbah dan doa yang diikuti jamaah dengan tenang. Kecuali anak -anak kecil yang mulai gelisah dan mengajak orang tuanya untuk segera pulang.
Pulang dari masjid, dokumentasi pribadi
Berbeda dengan saat berangkat dimana banyak yang berjalan kaki, dalam perjalanan pulang berbaur antara pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Jalanan begitu penuh.
Pedagang makanan di sekitar masjid, dokumentasi pribadi
Para pedagang sudah siap di tepi jalan. Pedagang pecel, gado-gado, soto , siomay siap melayani pembeli. Yang antrepun banyak. Lebaran adalah saat yang bagus untuk mengais rezeki.
Pedagang mainan, dokumentasi pribadi
Pedagang lain yang juga mendapatkan ‘berkah’ di hari Raya Idul Fitri ini adalah pedagang mainan. Ya, banyak anak kecil yang minta mampir untuk membeli mainan dulu sebelum pulang.
Hangatnya Silaturahmi
Suasana silaturahmi , dokumentasi pribadi
Silaturahmi berasal dari bahasa Arab yang berarti jalinan kasih sayang atau hubungan kasih sayang
Ada banyak manfaat dari silaturahmi, di antaranya adalah membawa kemudahan rezeki, umur yang panjang, serta limpahan kebaikan dan hidayah oleh Allah SWT.
Bertemu kerabat, dokumentasi pribadi
Lebaran identik dengan silaturahmi. Setelah sholat Id, pagi ini acara kami lanjutkan dengan silaturahmi. Pagi dengan tetangga, agak siang silaturahmi dengan saudara.
Silaturahmi kali ini terasa begitu menyenangkan sekaligus mengharukan. Dua tahun kami tidak bisa menjalankan kegiatan ini dengan bebas. Pandemi membuat kami harus menahan diri.
Mengunjungi kerabat, dokumentasi pribadi
Pertemuan dengan kerabat hari ini banyak membuat kami pangling. Banyak sekali perubahan yang terjadi selama dua tahun ini. Yang jelas kami merasa semakin tua. He..he.. Lebih-lebih melihat keponakan yang semakin besar-besar.
Kerabat yang datang dari berbagai usia, cemilan dan makanan yang beraneka macam, anak -anak kecil yang membawa angpao, membuat suasana terasa demikian hangat. Apalagi di antara hidangan tersebut ada juga bakso Malang yang tentu saja tak boleh dilewatkan.
Suasana silaturahmi, dokumentasi pribadi Silaturahmi bersama keluarga KH M.Abd Hadi, dokumentasi WachidNgopi dulu, dokumentasi Wachid
Sekitar pukul setengah lima sore acara silaturahmi selesai. Kami kembali masuk rumah. Hari yang benar-benar melelahkan.
Para keponakan, dokumentasi pribadi Suasana silaturahmi di depan rumah, dokumentasi Wachid
Akhirnya selalu ada banyak cerita dari Lebaran. Semoga Lebaran tahun ini memberikan berkah dan kebahagiaan pada kita semua, dan semoga Allah mengampuni semua dosa kita sehingga di hari yang Fitri ini kita kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.
Selamat Idul Fitri 1444 H , mohon maaf lahir dan batin.
Pagi yang cerah di Bintaraloka. Siswa tampak berbaris di depan ruang kelas . Di dekat pintu masuk kelas, pengawas sesekali mengingatkan siswa yang kurang rapi. Ketua kelas memberikan komando pada teman-temannya.
Berbaris sebelum masuk kelas, dokumentasi pribadi
Setelah semua sudah siap, satu per satu siswa memasuki ruang kelas. Ya, hari itu Penilaian Akhir Tahun kelas 9 akan segera dimulai.
Warga Bintaraloka begitu bersemangat pagi itu. Bulan Ramadhan bukan alasan bagi kita semua untuk bermalas-malasan.
Tetap semangat, dokumentasi pribadi
Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah ulangan yang diadakan di setiap akhir semester genap. Untuk kelas sembilan jadwal PAT selalu lebih dahulu daripada kelas tujuh dan delapan.
Pengawas sebelum memasuki ruangan, dokumentasi pribadiPengarahan di hari pertama, dokumentasi pribadi
Mengapa demikian? Agenda akhir tahun kelas sembilan begitu padat. Mulai dari ujian praktik, PAT, dan diakhiri dengan ujian tulis.
Pelaksanaan PAT, dokumentasi pribadiPelaksanaan PAT, dokumentasi pribadi
Kegiatan PAT diikuti oleh 8 kelas program tiga tahun dan satu kelas program dua tahun. Total jumlah peserta adalah 289 siswa, dan tersebar di sembilan ruangan.
PAT yang dilaksanakan mulai tanggal 3 hingga 11 April 2023 kali ini dilaksanakan berbasis kelas. Maksudnya satu ruang berisi 32 siswa (satu kelas).
Scan barcode kehadiran, dokumentasi pribadi
Untuk pertama kali PAT dilaksanakan dengan menggunakan SIM sekolah. Karenanya sebelum pelaksanaan PAT beberapa kali uji coba dilaksanakan. Koordinasi antara sekolah, pihak Web Master juga bagian jaringan dilaksanakan intensif agar PAT berjalan lancar.
Penanganan siswa yang mengalami kendala dalam pelaksanaan PAT, dokumentasi pribadi
Di hari pertama pelaksanaan PAT terdapat banyak kendala yang dijumpai. Maklumlah, sesuatu yang baru pastinya perlu waktu untuk penyesuaiannya. Siswa yang bermasalah segera menghubungi operator yang siap di ruang staf untuk dicarikan solusinya.
PAT berlangsung mulai pukul setengah delapan sampai sekitar pukul setengah sebelas. Sesudah PAT siswa kelas sembilan langsung pulang, sementara bapak/ibu guru mengoreksi PAT soal essay.
Koreksi soal essay, dokumentasi pribadiKoreksi soal essay, dokumentasi Bu UtienKoreksi soal essay, dokumentasi P. Vigil
Kelancaran PAT tidak lepas dari dukungan bapak/ibu guru pengawas, panitia , sarpras, juga pihak Master Web yang terus mendampingi pelaksanaan PAT dari awal hingga akhir. Ya, kerjasama dari berbagai pihak sangat diperlukan demi kelancaran event ini.
PAT berakhir pada hari Selasa 11 April 2023 dan ditutup dengan acara evaluasi bersama wakakur dan kepala sekolah.
Acara evaluasi juga diisi dengan ucapan terima kasih atas kekompakan dan kerjasama yang baik dari seluruh panitia penyelenggara PAT.
Tidak ada gading yang tak retak, meski sudah diusahakan dengan bekerja sebaik-baiknya tentunya masih dijumpai kekurangan di sana-sini. Semoga kekurangan yang ada di PAT kali ini bisa dijadikan acuan untuk perbaikan penilaian-penilaian berikutnya.
Peserta PAT, dokumentasi Bu UtienPeserta PAT, dokumentasi pribadiPeserta PAT, dokumentasi Pak Imam
Dari kesalahan-kesalahan yang ada kita akan terus belajar dan belajar, harapannya semoga pelaksanaan event penilaian ke depan bisa lebih baik daripada PAT yang sudah berlalu.
Pagi itu lapangan volly kembali dipenuhi siswa kelas tujuh sampai dengan kelas sembilan. Apakah ada upacara atau apel?Bukan. Hari itu akan diadakan sebuah acara istimewa yaitu perpisahan dengan Ibu Ninik dan Pak Helmy yang sejak bulan Maret ini memasuki masa purna tugas.
Acara perpisahan dimulai pukul tujuh seperempat, dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, karyawan juga Ibu komite sekolah.
Siswa bersiap di lapangan volly, dokumentasi pribadi
Ibu Ninik mulai mengajar di SMP Negeri 3 sejak tahun 1988. Luar biasa. Sampai sekarang beliau sudah bertugas selama 35 tahun 4 bulan di SMP Negeri 3 Malang
Jalannya acara perpisahan, dokumentasi pribadi
Karena itu perjalanan SMP Negeri 3 selama tiga dasawarsa lebih beliau kenal benar, karena beliau adalah bagian dari sejarah tersebut.
Demikian juga Pak Helmy mulai dinas di SMP Negeri 3 Malang sejak tahun 1994. Berbagai jabatan sudah pernah beliau pegang. Mulai dari wakasis, wakahumas, koordinator tatib dan banyak lagi. Karenanya beliau faham betul bagaimana kondisi SMP Negeri 3 Malang dari waktu ke waktu.
Pak Helmy memberikan sambutan, dokumentasi pribadi
Dalam acara perpisahan dengan siswa, Bu Ninik memberikan nasehat agar siswa SMP Negeri 3 tetap menjaga nama baik sekolah dengan terus berprestasi dan menunjukkan karakter yang baik.
Kepada siswa kelas tujuh dan delapan beliau berpesan supaya meninggalkan segala kebiasaan yang kurang baik dan segera bisa beradaptasi dengan budaya baik yang ada di SMP Negeri 3 Malang.
Khusus kepada siswa kelas sembilan, beliau berpesan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin guna menghadapi ujian yang kurang satu setengah bulan lagi.
Berfoto bersama, dokumentasi Pak Vigil
Acara berjalan meriah namun begitu mengharukan. Lagu Sampai Jumpa dari Endank Sukamti menemani kami berfoto pagi itu.
Beberapa siswa bahkan meneteskan air mata karena harus berpisah dengan sosok yang sangat dekat dengan mereka. Ya, Bu Ninik adalah guru BK, beliau sering menjadi ‘jujugan’ curhat siswa yang sedang ada masalah.
Ibu Kepala Sekolah menyerahkan cindera mata, dokumentasi Bu Any
Pada perpisahan dengan di ruang guru Bu Ninik dan Pak Helmy menceritakan secara singkat berbagai pengalaman sejak masuk SMP Negeri 3 hingga sekarang. Dari cerita tersebut pelajaran yang bisa diambil adalah tentang perjuangan, dedikasi juga loyalitas pada sekolah.
Diungkapkan beliau berdua bahwa SMP Negeri 3 bisa menjadi yang terbaik di kota Malang adalah karena komitmen guru gurunya yang tinggi terhadap kemajuan sekolah, dan sinergi yang baik di antara guru-gurunya.
Karenanya beliau berdua berharap guru guru tetap kompak menjaga kebersamaan demi kemajuan SMP Negeri 3 tercinta.
Berfoto bersama, dokumentasi Bu Any
Acara perpisahan ditutup dengan penyerahan cindera mata, bersalam salaman dan berfoto bersama.
Akhirnya selamat memasuki masa purna tugas Bu Ninik dan Pak Helmy. Semoga senantiasa sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta.
Teriring harapan semoga kami semua bisa meneruskan semangat, dedikasi dan terus bersinergi demi kemajuan SMP Negeri 3 tercinta.
Berfoto bersama, dokumentasi Bu Any
Datang akan pergi Lewat kan berlalu Ada kan tiada Bertemu akan berpisah
Awal kan berakhir Terbit kan tenggelam Pasang akan surut Bertemu akan berpisah
Ramadhan hampir tiba. Bulan mulia itu datang kembali menghampiri kita.
Bulan Ramadhan selalu disambut gembira oleh kaum muslimin. Kedatangannya selalu dinanti, karena pada bulan tersebut pahala amal kebaikan akan dilipat gandakan.
Bu Utin memberikan penjelasan tentang Ponram dan Irama, dokumentasi pribadi
Kabar gembira mengenai datangnya Ramadhan diungkapkan dalam hadits berikut.
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad .
Pak Abid, dokumentasi pribadi
Amalan utama pada bulan Ramadhan adalah melaksanakan puasa. Puasa Ramadhan menjadi kewajiban yang sudah ditetapkan oleh Allah bagi hamba-Nya yang beriman.
Kewajiban puasa Ramadhan ini disebutkan dalam firman Allah SWT pada surat Al Baqarah ayat 183,
“Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaiman telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqarah : 183.)
Kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan diekspresikan dengan bermacam cara. Di kampung dilaksanakan kerja bakti membersihkan tempat ibadah seperti masjid atau langgar, sementara beberapa sekolah melaksanakan pawai menyambut datangnya Ramadhan.
Marhaban yaa Ramadhan, pawai di sekolah -sekolah, dokumentasi pribadi
Poster-poster bertuliskan Marhaban yaa Ramadhan tampak dibawa siswa yang mengikuti pawai hari itu.
Lalu bagaimana Bintaraloka menyambut datangnya bulan Ramadhan? Kali ini kami menyambut Ramadhan dengan doa bersama yang dilaksanakan di lapangan volly.
Acara yang dipandu oleh Bu Utien, Pak Muhaimin dan Pak Abid ini terasa demikian khusyuk. Acara diikuti seluruh siswa beragama Islam dengan didampingi oleh Bapak/Ibu guru.
Sekitar pukul tujuh pagi acara dimulai dengan tausiyah tentang makna puasa oleh Pak Abid.
Sesudahnya acara dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna, membaca Al Qur’an dan doa.
Guru pendamping, dokumentasi pribadi
Sesudah doa, Bu Utin menjelaskan tentang kegiatan Pondok Romadhon (Ponram) dan Ibadah Romadhon (Irama) yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 Maret 2023.
Acara pagi itu diakhiri dengan pengumuman hasil penilaian lomba bazaar dan pameran yang dilaksanakan pada saat Perayaan HUT sekolah ke 73.
Harapannya semoga warga Bintaraloka senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat melaksanakan ibadah Ramadhan sebaik- baiknya..
Dalam tulisan kali ini saya akan menceritakan tentang praktik baik pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah kami.
Betapa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bisa berjalan dengan baik salah satunya dengan pelibatan masyarakat atau mitra dalam pelaksanaannya.
****
Denting gitar dan sape (alat musik tradisional dari Kalimantan) mengiringi siswa menyanyi bersama di siang itu. Lagu lagu berkumandang manis.
Kolaborasigitar dan sape, dokumentasi pribadi
Yamko Rambe Yamko, Cik cik Periok, Ayo Mama berkumandang manis. Siswa tampak begitu menikmati lagu yang mereka nyanyikan sementara dua pemain musik di depan mengiringi dengan gembira.
Di atas adalah pemandangan saat siswa belajar tentang lagu-lagu daerah Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema ketiga yaitu Konser Musik Nusantara
Tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam IKM
Yang membuat Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum sebelumnya adalah di dalam Kurikulum Merdeka terdapat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
P5 adalah upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yang meliputi:
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Berkebhinekaan global,
Gotong royong,
Mandiri,
Bernalar kritis
Kreatif.
Sumber gambar: Kemdikbud
Dalam pelaksanaannya, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak diintegrasikan dalam tiap mata pelajaran, tetapi diberikan porsi khusus yaitu 20-25 % dari seluruh jam pelajaran yang ada.
Dalam pelaksanaannya, P5 perlu kejelian guru, utamanya dalam menyusun rencana dan modul projek. Meski demikian kelancaran pelaksanaan P5 juga sangat ditentukan oleh peran berbagai pihak, dan salah satunya peran masyarakat (orang tua,mitra).
Peran masyarakat dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yaitu:
Membantu untuk menemukan atau mengidentifikasi permasalahan yang ada, memberi informasi sebagai narasumber maupun menyediakan bukti dari isu yang dibutuhkan siswa.
Menjadi sumber belajar yang bermakna untuk siswa ketika terlibat dalam penugasan proyek pembuatan profil pelajar Pancasila.
Nah, bagaimana dengan pelaksanaan P5 di sekolah kami?
Sejak bulan Pebruari pelaksanaan P5 di sekolah memasuki tema 3 yaitu Konser Musik Nusantara. Dalam projek ini ada tagihan pada siswa berupa pembuatan majalah duduk dan melakukan konser atau pertunjukan musik Nusantara.
Pembuatan maduk berguna untuk lebih memahami daerah daerah di Nusantara dan ini sudah saya bahas di tulisan sebelumnya yang berjudul Lebih Memahami Daerah Nusantara Melalui Pembuatan Majalah Duduk
Maduk Propinsi Bali, dokumentasi pribadi
Sesudah membuat maduk, tahap berikutnya adalah melakukan konser musik Nusantara secara sederhana. Namun sebelum melakukan konser tersebut siswa diajak belajar bagaimana membuat aransemen musik sederhana.
Nah, saat belajar membuat aransemen musik ini kami melakukan pelibatan mitra dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu dengan mengundang musisi dari sebuah grup musik.
Pelaksanaan P5, dokumentasi pribadi
Sebuah hal yang sangat menguntungkan bagi kami, guru seni budaya kami adalah salah satu personil grup musik beraliran keroncong pop yang sering mengadakan pertunjukan di banyak kota.
Nama grupnya Kos Atos. Grup yang beranggotakan anak-anak muda ini sudah pernah membuat beberapa album, bahkan pernah masuk nominasi AMI award untuk kategori musik keroncong pada tahun 2022.
Benar- benar pas untuk dijadikan narasumber untuk tema kali ini.
Setelah dilakukan komunikasi ternyata ada satu orang yang bisa hadir sebagai narasumber. Alhasil pagi itu ada dua personil grup musik yang hadir untuk memberikan materi, yaitu guru seni budaya dan satu orang temannya.
Dalam paparan pagi itu, secara kolaborasi keduanya memaparkan tentang sejarah perkembangan musik di Indonesia, mengapa manusia memerlukan musik dan yang terakhir bagaimana cara membuat aransemen musik sederhana.
Menurut narasumber musik ada sejak zaman dahulu kala. Musik ada seiring dengan kehidupan manusia. Ia sudah ada dalam diri manusia. Hal ini bisa kita lihat dari irama detak jantung yang ada sejak kita lahir. Ya, hakekatnya detak jantung tersebut adalah musik.
Perkembangan musik di Indonesia terbagi atas lima periode yaitu
Satu : Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha
Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual sehari-hari. Instrumen musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.
Dua : Masa setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha
Pada masa ini, selain dipakai sebagai acara ritual musik mulai dipakai dalam kegiatan keistanaan. Saat ini mulai dikenal musik gamelan.
Tiga : Masa setelah masuknya pengaruh Islam
Selain berdagang dan menyebarkan agama Islam para pedagang Arab juga memperkenalkan alat musik mereka seperti gambus dan rebana. Dalam prosesnya muncul orkes- orkes gambus di nusantara sampai saat ini.
Empat : Masa Kolonialisme
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Mereka memperkenalkan alat musik dari Eropa misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele.
Mereka juga memperkenalkan sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Saat ini dimulai perkembangan musik modern di Indonesia
Lima : Masa Kini
Seiring dengan berkembangnya berbagai media elektronik, berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B pun masuk dan berkembang di Indonesia.
Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia
Yang menarik, sesudah paparan beberapa lagu daerah dinyanyikan bersama lalu diulas oleh sang musisi.
Ya, penting sekali memahami makna lagu dikaitkan dengan budaya daerah asal lagu tesebut agar bisa lebih menghayati lagu Nusantara.
Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hari itu benar- benar menyenangkan. Tidak hanya menyanyi bersama, siswa juga diajak menonton bersama permainan musik angklung yang menyajikan lagu lagu daerah secara medley dari YouTube.
Di akhir acara kedua narasumber mengajak semua menyanyikan lagu Indonesia Tanah Airku, Indonesia Tanah Air Beta dan Ibu Pertiwi bersama-sama.
Suasana terasa syahdu dan hangat. Semua tampak begitu menikmatinya, baik siswa maupun guru.
Ya, hari itu semua belajar, bernyanyi dan gembira dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila .
Walaupun banyak negeri kujalani Yang masyhur permai di kata orang Tetapi kampung dan rumahku Di sanalah ku merasa senang Tanah ku tak kulupakan Engkau kubanggakan…(Lagu Tanah Airku – Ibu Sud)
Salam Pelajar Pancasila…:)
Catatan : artikel diikutkan lomba menulis di Kompasiana dengan tema kurikulum merdeka