Catatan dari Penyelenggaraan Penilaian Akhir Tahun Kelas 3.6 dan 2.4

Pagi yang cerah di Bintaraloka. Siswa tampak berbaris di depan ruang kelas . Di dekat pintu masuk kelas, pengawas sesekali mengingatkan siswa yang kurang rapi. Ketua kelas memberikan komando pada teman-temannya.

Berbaris sebelum masuk kelas, dokumentasi pribadi

Setelah semua sudah siap, satu per satu siswa memasuki ruang kelas. Ya, hari itu Penilaian Akhir Tahun kelas 9 akan segera dimulai.

Warga Bintaraloka begitu bersemangat pagi itu. Bulan Ramadhan bukan alasan bagi kita semua untuk bermalas-malasan.

Tetap semangat, dokumentasi pribadi

Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah ulangan yang diadakan di setiap akhir semester genap. Untuk kelas sembilan jadwal PAT selalu lebih dahulu daripada kelas tujuh dan delapan.

Pengawas sebelum memasuki ruangan, dokumentasi pribadi
Pengarahan di hari pertama, dokumentasi pribadi

Mengapa demikian? Agenda akhir tahun kelas sembilan begitu padat. Mulai dari ujian praktik, PAT, dan diakhiri dengan ujian tulis.

Pelaksanaan PAT, dokumentasi pribadi
Pelaksanaan PAT, dokumentasi pribadi

Kegiatan PAT diikuti oleh 8 kelas program tiga tahun dan satu kelas program dua tahun. Total jumlah peserta adalah 289 siswa, dan tersebar di sembilan ruangan.

PAT yang dilaksanakan mulai tanggal 3 hingga 11 April 2023 kali ini dilaksanakan berbasis kelas. Maksudnya satu ruang berisi 32 siswa (satu kelas).

Scan barcode kehadiran, dokumentasi pribadi

Untuk pertama kali PAT dilaksanakan dengan menggunakan SIM sekolah. Karenanya sebelum pelaksanaan PAT beberapa kali uji coba dilaksanakan.
Koordinasi antara sekolah, pihak Web Master juga bagian jaringan dilaksanakan intensif agar PAT berjalan lancar.

Penanganan siswa yang mengalami kendala dalam pelaksanaan PAT, dokumentasi pribadi

Di hari pertama pelaksanaan PAT terdapat banyak kendala yang dijumpai. Maklumlah, sesuatu yang baru pastinya perlu waktu untuk penyesuaiannya. Siswa yang bermasalah segera menghubungi operator yang siap di ruang staf untuk dicarikan solusinya.

PAT berlangsung mulai pukul setengah delapan sampai sekitar pukul setengah sebelas. Sesudah PAT siswa kelas sembilan langsung pulang, sementara bapak/ibu guru mengoreksi PAT soal essay.

Koreksi soal essay, dokumentasi pribadi
Koreksi soal essay, dokumentasi Bu Utien
Koreksi soal essay, dokumentasi P. Vigil

Kelancaran PAT tidak lepas dari dukungan bapak/ibu guru pengawas, panitia , sarpras, juga pihak Master Web yang terus mendampingi pelaksanaan PAT dari awal hingga akhir. Ya, kerjasama dari berbagai pihak sangat diperlukan demi kelancaran event ini.

Panitia menyiapkan map, dokumentasi pribadi
Menyiapkan tab, dokumentasi pribadi
Panitia PAT, dokumentasi pribadi

PAT berakhir pada hari Selasa 11 April 2023 dan ditutup dengan acara evaluasi bersama wakakur dan kepala sekolah.

Acara evaluasi juga diisi dengan ucapan terima kasih atas kekompakan dan kerjasama yang baik dari seluruh panitia penyelenggara PAT.

Tidak ada gading yang tak retak, meski sudah diusahakan dengan bekerja sebaik-baiknya tentunya masih dijumpai kekurangan di sana-sini. Semoga kekurangan yang ada di PAT kali ini bisa dijadikan acuan untuk perbaikan penilaian-penilaian berikutnya.

Peserta PAT, dokumentasi Bu Utien
Peserta PAT, dokumentasi pribadi
Peserta PAT, dokumentasi Pak Imam

Dari kesalahan-kesalahan yang ada kita akan terus belajar dan belajar, harapannya semoga pelaksanaan event penilaian ke depan bisa lebih baik daripada PAT yang sudah berlalu.

Salam Bintaraloka 😊

Selamat Memasuki Masa Purna Tugas Ibu Ninik dan Pak Helmy

Pagi itu lapangan volly kembali dipenuhi siswa kelas tujuh sampai dengan kelas sembilan. Apakah ada upacara atau apel?Bukan. Hari itu akan diadakan sebuah acara istimewa yaitu perpisahan dengan Ibu Ninik dan Pak Helmy yang sejak bulan Maret ini memasuki masa purna tugas.

Acara perpisahan dimulai pukul tujuh seperempat, dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, karyawan juga Ibu komite sekolah.

Siswa bersiap di lapangan volly, dokumentasi pribadi

Ibu Ninik mulai mengajar di SMP Negeri 3 sejak tahun 1988. Luar biasa. Sampai sekarang beliau sudah bertugas selama 35 tahun 4 bulan di SMP Negeri 3 Malang

Jalannya acara perpisahan, dokumentasi pribadi

Karena itu perjalanan SMP Negeri 3 selama tiga dasawarsa lebih beliau kenal benar, karena beliau adalah bagian dari sejarah tersebut.

Demikian juga Pak Helmy mulai dinas di SMP Negeri 3 Malang sejak tahun 1994. Berbagai jabatan sudah pernah beliau pegang. Mulai dari wakasis, wakahumas, koordinator tatib dan banyak lagi. Karenanya beliau faham betul bagaimana kondisi SMP Negeri 3 Malang dari waktu ke waktu.

Pak Helmy memberikan sambutan, dokumentasi pribadi

Dalam acara perpisahan dengan siswa, Bu Ninik memberikan nasehat agar siswa SMP Negeri 3 tetap menjaga nama baik sekolah dengan terus berprestasi dan menunjukkan karakter yang baik.

Kepada siswa kelas tujuh dan delapan beliau berpesan supaya meninggalkan segala kebiasaan yang kurang baik dan segera bisa beradaptasi dengan budaya baik yang ada di SMP Negeri 3 Malang.

Khusus kepada siswa kelas sembilan, beliau berpesan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin guna menghadapi ujian yang kurang satu setengah bulan lagi.

Berfoto bersama, dokumentasi Pak Vigil

Acara berjalan meriah namun begitu mengharukan. Lagu Sampai Jumpa dari Endank Sukamti menemani kami berfoto pagi itu.

Beberapa siswa bahkan meneteskan air mata karena harus berpisah dengan sosok yang sangat dekat dengan mereka. Ya, Bu Ninik adalah guru BK, beliau sering menjadi ‘jujugan’ curhat siswa yang sedang ada masalah.

Ibu Kepala Sekolah menyerahkan cindera mata, dokumentasi Bu Any

Pada perpisahan dengan di ruang guru Bu Ninik dan Pak Helmy menceritakan secara singkat berbagai pengalaman sejak masuk SMP Negeri 3 hingga sekarang. Dari cerita tersebut pelajaran yang bisa diambil adalah tentang perjuangan, dedikasi juga loyalitas pada sekolah.

Diungkapkan beliau berdua bahwa SMP Negeri 3 bisa menjadi yang terbaik di kota Malang adalah karena komitmen guru gurunya yang tinggi terhadap kemajuan sekolah, dan sinergi yang baik di antara guru-gurunya.

Karenanya beliau berdua berharap guru guru tetap kompak menjaga kebersamaan demi kemajuan SMP Negeri 3 tercinta.

Berfoto bersama, dokumentasi Bu Any

Acara perpisahan ditutup dengan penyerahan cindera mata, bersalam salaman dan berfoto bersama.

Akhirnya selamat memasuki masa purna tugas Bu Ninik dan Pak Helmy. Semoga senantiasa sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta.

Teriring harapan semoga kami semua bisa meneruskan semangat, dedikasi dan terus bersinergi demi kemajuan SMP Negeri 3 tercinta.

Berfoto bersama, dokumentasi Bu Any

Datang akan pergi
Lewat kan berlalu
Ada kan tiada
Bertemu akan berpisah

Awal kan berakhir
Terbit kan tenggelam
Pasang akan surut
Bertemu akan berpisah

( Sampai Jumpa, Lagu : Endank Sukamti)

https://youtu.be/wYNqJtG1Sao

Gembira Sambut Datangnya Ramadhan, Bulan yang Penuh Berkah

Ramadhan hampir tiba. Bulan mulia itu datang kembali menghampiri kita.

Bulan Ramadhan selalu disambut gembira oleh kaum muslimin. Kedatangannya selalu dinanti, karena pada bulan tersebut pahala amal kebaikan akan dilipat gandakan.

Bu Utin memberikan penjelasan tentang Ponram dan Irama, dokumentasi pribadi

Kabar gembira mengenai datangnya Ramadhan diungkapkan dalam hadits berikut.

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad dalam Al-Musnad .

Pak Abid, dokumentasi pribadi

Amalan utama pada bulan Ramadhan adalah melaksanakan puasa. Puasa Ramadhan menjadi kewajiban yang sudah ditetapkan oleh Allah bagi hamba-Nya yang beriman.

Kewajiban puasa Ramadhan ini disebutkan dalam firman Allah SWT pada surat Al Baqarah ayat 183,

“Wahai orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaiman telah diwajibkan kepada umat sebelummu agar kamu bertaqwa.” (QS Al-Baqarah : 183.)

Kegembiraan menyambut datangnya Ramadhan diekspresikan dengan bermacam cara. Di kampung dilaksanakan kerja bakti membersihkan tempat ibadah seperti masjid atau langgar, sementara beberapa sekolah melaksanakan pawai menyambut datangnya Ramadhan.

Marhaban yaa Ramadhan, pawai di sekolah -sekolah, dokumentasi pribadi

Poster-poster bertuliskan Marhaban yaa Ramadhan tampak dibawa siswa yang mengikuti pawai hari itu.

Lalu bagaimana Bintaraloka menyambut datangnya bulan Ramadhan? Kali ini kami menyambut Ramadhan dengan doa bersama yang dilaksanakan di lapangan volly.

Acara yang dipandu oleh Bu Utien, Pak Muhaimin dan Pak Abid ini terasa demikian khusyuk. Acara diikuti seluruh siswa beragama Islam dengan didampingi oleh Bapak/Ibu guru.

Sekitar pukul tujuh pagi acara dimulai dengan tausiyah tentang makna puasa oleh Pak Abid.

Sesudahnya acara dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna, membaca Al Qur’an dan doa.

Guru pendamping, dokumentasi pribadi

Sesudah doa, Bu Utin menjelaskan tentang kegiatan Pondok Romadhon (Ponram) dan Ibadah Romadhon (Irama) yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 Maret 2023.

Acara pagi itu diakhiri dengan pengumuman hasil penilaian lomba bazaar dan pameran yang dilaksanakan pada saat Perayaan HUT sekolah ke 73.

Harapannya semoga warga Bintaraloka senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat melaksanakan ibadah Ramadhan sebaik- baiknya..

Selamat menunaikan puasa Ramadhan…:)

Ketika Siswa Belajar Membuat Aransemen Musik Sederhana, Sebuah Cerita Tentang Pelaksanaan P5

Dalam tulisan kali ini saya akan menceritakan tentang praktik baik pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah kami.

Betapa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bisa berjalan dengan baik salah satunya dengan pelibatan masyarakat atau mitra dalam pelaksanaannya.

****

Denting gitar dan sape (alat musik tradisional dari Kalimantan) mengiringi siswa menyanyi bersama di siang itu. Lagu lagu berkumandang manis.

Kolaborasigitar dan sape, dokumentasi pribadi

Yamko Rambe Yamko, Cik cik Periok, Ayo Mama berkumandang manis.
Siswa tampak begitu menikmati lagu yang mereka nyanyikan sementara dua pemain musik di depan mengiringi dengan gembira.

Di atas adalah pemandangan saat siswa belajar tentang lagu-lagu daerah Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema ketiga yaitu Konser Musik Nusantara

Tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam IKM

Yang membuat Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum sebelumnya adalah di dalam Kurikulum Merdeka terdapat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

P5 adalah upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yang meliputi:

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. Berkebhinekaan global,
  3. Gotong royong,
  4. Mandiri,
  5. Bernalar kritis
  6. Kreatif.
Sumber gambar: Kemdikbud

Dalam pelaksanaannya, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak diintegrasikan dalam tiap mata pelajaran, tetapi diberikan porsi khusus yaitu 20-25 % dari seluruh jam pelajaran yang ada.

Dalam pelaksanaannya, P5 perlu kejelian guru, utamanya dalam menyusun rencana dan modul projek. Meski demikian kelancaran pelaksanaan P5 juga sangat ditentukan oleh peran berbagai pihak, dan salah satunya peran masyarakat (orang tua,mitra).

Peran masyarakat dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yaitu:

  1. Membantu untuk menemukan atau mengidentifikasi permasalahan yang ada, memberi informasi sebagai narasumber maupun menyediakan bukti dari isu yang dibutuhkan siswa.
  2. Menjadi sumber belajar yang bermakna untuk siswa ketika terlibat dalam penugasan proyek pembuatan profil pelajar Pancasila.

Nah, bagaimana dengan pelaksanaan P5 di sekolah kami?

Sejak bulan Pebruari pelaksanaan P5 di sekolah memasuki tema 3 yaitu Konser Musik Nusantara. Dalam projek ini ada tagihan pada siswa berupa pembuatan majalah duduk dan melakukan konser atau pertunjukan musik Nusantara.

Pembuatan maduk berguna untuk lebih memahami daerah daerah di Nusantara dan ini sudah saya bahas di tulisan sebelumnya yang berjudul Lebih Memahami Daerah Nusantara Melalui Pembuatan Majalah Duduk

Maduk Propinsi Bali, dokumentasi pribadi

Sesudah membuat maduk, tahap berikutnya adalah melakukan konser musik Nusantara secara sederhana. Namun sebelum melakukan konser tersebut siswa diajak belajar bagaimana membuat aransemen musik sederhana.

Nah, saat belajar membuat aransemen musik ini kami melakukan pelibatan mitra dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu dengan mengundang musisi dari sebuah grup musik.

Pelaksanaan P5, dokumentasi pribadi

Sebuah hal yang sangat menguntungkan bagi kami, guru seni budaya kami adalah salah satu personil grup musik beraliran keroncong pop yang sering mengadakan pertunjukan di banyak kota.

Nama grupnya Kos Atos. Grup yang beranggotakan anak-anak muda ini sudah pernah membuat beberapa album, bahkan pernah masuk nominasi AMI award untuk kategori musik keroncong pada tahun 2022.

Benar- benar pas untuk dijadikan narasumber untuk tema kali ini.

Setelah dilakukan komunikasi ternyata ada satu orang yang bisa hadir sebagai narasumber. Alhasil pagi itu ada dua personil grup musik yang hadir untuk memberikan materi, yaitu guru seni budaya dan satu orang temannya.

Dalam paparan pagi itu, secara kolaborasi keduanya memaparkan tentang sejarah perkembangan musik di Indonesia, mengapa manusia memerlukan musik dan yang terakhir bagaimana cara membuat aransemen musik sederhana.

Menurut narasumber musik ada sejak zaman dahulu kala. Musik ada seiring dengan kehidupan manusia. Ia sudah ada dalam diri manusia. Hal ini bisa kita lihat dari irama detak jantung yang ada sejak kita lahir. Ya, hakekatnya detak jantung tersebut adalah musik.

Perkembangan musik di Indonesia terbagi atas lima periode yaitu

Satu : Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha

Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual sehari-hari. Instrumen musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Dua : Masa setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha

Pada masa ini, selain dipakai sebagai acara ritual musik mulai dipakai dalam kegiatan keistanaan. Saat ini mulai dikenal musik gamelan.

Tiga : Masa setelah masuknya pengaruh Islam

Selain berdagang dan menyebarkan agama Islam para pedagang Arab juga memperkenalkan alat musik mereka seperti gambus dan rebana. Dalam prosesnya muncul orkes- orkes gambus di nusantara sampai saat ini.

Empat : Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Mereka memperkenalkan alat musik dari Eropa misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele.

Mereka juga memperkenalkan sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Saat ini dimulai perkembangan musik modern di Indonesia

Lima : Masa Kini

Seiring dengan berkembangnya berbagai media elektronik, berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B pun masuk dan berkembang di Indonesia.

Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia

Yang menarik, sesudah paparan beberapa lagu daerah dinyanyikan bersama lalu diulas oleh sang musisi.

Ya, penting sekali memahami makna lagu dikaitkan dengan budaya daerah asal lagu tesebut agar bisa lebih menghayati lagu Nusantara.

Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hari itu benar- benar menyenangkan. Tidak hanya menyanyi bersama, siswa juga diajak menonton bersama permainan musik angklung yang menyajikan lagu lagu daerah secara medley dari YouTube.

Di akhir acara kedua narasumber mengajak semua menyanyikan lagu Indonesia Tanah Airku, Indonesia Tanah Air Beta dan Ibu Pertiwi bersama-sama.

Suasana terasa syahdu dan hangat. Semua tampak begitu menikmatinya, baik siswa maupun guru.

Ya, hari itu semua belajar, bernyanyi dan gembira dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila .

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku merasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan…
(Lagu Tanah Airku – Ibu Sud)

Salam Pelajar Pancasila…:)

Catatan : artikel diikutkan lomba menulis di Kompasiana dengan tema kurikulum merdeka

Menjadi Generasi yang Sehat, Cantik dan Cerdas Tanpa Anemia

Siang itu aula Bintaraloka kembali dipenuhi siswa putri. Ya, acara keputrian kali ini wajib diikuti seluruh siswa putri berkaitan dengan tindak lanjut hasil screening anemia yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Screening anemia yang dilaksanakan dengan mengambil sampel seluruh siswa putri kelas tujuh tersebut ternyata menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan, dimana banyak siswa yang ditengarai mengalami anemia. Karenanya sekolah mengambil langkah untuk memberikan penyuluhan tentang anemia pada seluruh siswa putri SMP Negeri 3 Malang.

Acara yang bertajuk Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Anemia pada Remaja Putri ini mengundang narasumber utama Ibu Della Kaulika, A.Md.Gz dari Puskesmas Rampal Celaket Malang.

Peserta tampak antusias, dokumentasi BDI

Ada banyak hal yang dikemukakan oleh narasumber pada hari itu, meliputi anemia dan gejalanya, mengapa anemia banyak terjadi pada remaja putri, cara pencegahan anemia, dan berbagai mitos tentang tablet tambah darah.

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin tubuh berada di bawah normal. Untuk usia remaja, kadar Hb tidak boleh kurang dari 12.

Hemoglobin adalah protein darah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh kita. Jika kadar hemoglobin kurang dari normal, maka kadar oksigen di dalam darahpun berkurang. Akibatnya orang yang menderita anemia akan menampakkan gejala 5L yaitu lemah, lesu, lelah, letih, dan lunglai.

Anemia banyak terjadi pada remaja putri karena mereka berada pada usia pubertas dimana pertumbuhan sedang pesat-pesatnya juga saat itu mereka sudah mulai menstruasi.

Peserta penyuluhan, dokumentasi BDI

Usia remaja juga usia dimana mereka sangat memperhatikan penampilan. Banyak remaja yang melakukan diet, namun sayangnya kadang dengan pola diet yang salah sehingga berakibat pada kurangnya asupan gizi yang masuk dalam tubuh kita.

Pencegahan anemia bisa dilakukan dengan meminum tablet tambah darah satu minggu satu kali, dan yang sangat penting adalah memperbaiki pola makan dan pola hidup sehat sesuai sepuluh pedoman gizi seimbang.

Narasumber, dokumentasi pribadi

Sepuluh pedoman gizi seimbang tersebut meliputi:

  1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
  2. Batasi konsumsi panganan manis, asin, dan berlemak
  3. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal
  4. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
  5. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir
  6. Biasakan sarapan pagi
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Banyak makan buah dan sayur
  9. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  10. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
Sepuluh pedoman gizi seimbang, sumber gambar: Kemenkes RI

Dalam penjelasan tersebut narasumber juga menjelaskan berbagai mitos tentang tablet tambah darah. Mitos yang beredar di masyarakat tentang tablet tambah darah adalah:

  1. Tablet tambah darah bisa membuat hipertensi
  2. Tablet tambah darah bisa membuat orang ‘kebanyakan’ darah
  3. Efek samping dari tablet tambah darah sangat berbahaya.

Ditekankan oleh Ibu narasumber bahwa mitos tersebut tidak benar. Karena tablet tambah darah tidak ada kaitannya dengan hipertensi atau kadar Hb yang terlalu tinggi, juga efek samping dari minum tablet tambah darah seperti mual akan hilang dengan sendirinya.

Pertanyaan siswa, dokumentasi pribadi

Meski tidak terlalu lama, siswa mengikuti acara dengan penuh semangat. Berbagai pertanyaan bermunculan misal apakah laki-laki juga bisa terkena anemia? Bagaimana gejala perubahan tingkah laku seseorang yang terkena anemia?

Aha.. pertanyaan yang sangat menarik dan semua dijelaskan dengan sabar oleh narasumber.

Antusias peserta juga ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh narasumber.

Akhirnya penting bagi remaja putri untuk lebih peduli pada kualitas kesehatan dirinya, karena kelak mereka akan menjadi wanita yang melahirkan generasi penerus bangsa.

Berfoto di akhir acara, dokumentasi Suster Ratna

Wanita yang sehat akan menurunkan generasi yang sehat pula.

Mari menjadi generasi yang sehat, cantik dan cerdas tanpa anemia..:)