Ketika Siswa Belajar Membuat Aransemen Musik Sederhana, Sebuah Cerita Tentang Pelaksanaan P5

Dalam tulisan kali ini saya akan menceritakan tentang praktik baik pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah kami.

Betapa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bisa berjalan dengan baik salah satunya dengan pelibatan masyarakat atau mitra dalam pelaksanaannya.

****

Denting gitar dan sape (alat musik tradisional dari Kalimantan) mengiringi siswa menyanyi bersama di siang itu. Lagu lagu berkumandang manis.

Kolaborasigitar dan sape, dokumentasi pribadi

Yamko Rambe Yamko, Cik cik Periok, Ayo Mama berkumandang manis.
Siswa tampak begitu menikmati lagu yang mereka nyanyikan sementara dua pemain musik di depan mengiringi dengan gembira.

Di atas adalah pemandangan saat siswa belajar tentang lagu-lagu daerah Nusantara dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema ketiga yaitu Konser Musik Nusantara

Tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam IKM

Yang membuat Kurikulum Merdeka berbeda dengan kurikulum sebelumnya adalah di dalam Kurikulum Merdeka terdapat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

P5 adalah upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yang meliputi:

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. Berkebhinekaan global,
  3. Gotong royong,
  4. Mandiri,
  5. Bernalar kritis
  6. Kreatif.
Sumber gambar: Kemdikbud

Dalam pelaksanaannya, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak diintegrasikan dalam tiap mata pelajaran, tetapi diberikan porsi khusus yaitu 20-25 % dari seluruh jam pelajaran yang ada.

Dalam pelaksanaannya, P5 perlu kejelian guru, utamanya dalam menyusun rencana dan modul projek. Meski demikian kelancaran pelaksanaan P5 juga sangat ditentukan oleh peran berbagai pihak, dan salah satunya peran masyarakat (orang tua,mitra).

Peran masyarakat dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yaitu:

  1. Membantu untuk menemukan atau mengidentifikasi permasalahan yang ada, memberi informasi sebagai narasumber maupun menyediakan bukti dari isu yang dibutuhkan siswa.
  2. Menjadi sumber belajar yang bermakna untuk siswa ketika terlibat dalam penugasan proyek pembuatan profil pelajar Pancasila.

Nah, bagaimana dengan pelaksanaan P5 di sekolah kami?

Sejak bulan Pebruari pelaksanaan P5 di sekolah memasuki tema 3 yaitu Konser Musik Nusantara. Dalam projek ini ada tagihan pada siswa berupa pembuatan majalah duduk dan melakukan konser atau pertunjukan musik Nusantara.

Pembuatan maduk berguna untuk lebih memahami daerah daerah di Nusantara dan ini sudah saya bahas di tulisan sebelumnya yang berjudul Lebih Memahami Daerah Nusantara Melalui Pembuatan Majalah Duduk

Maduk Propinsi Bali, dokumentasi pribadi

Sesudah membuat maduk, tahap berikutnya adalah melakukan konser musik Nusantara secara sederhana. Namun sebelum melakukan konser tersebut siswa diajak belajar bagaimana membuat aransemen musik sederhana.

Nah, saat belajar membuat aransemen musik ini kami melakukan pelibatan mitra dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu dengan mengundang musisi dari sebuah grup musik.

Pelaksanaan P5, dokumentasi pribadi

Sebuah hal yang sangat menguntungkan bagi kami, guru seni budaya kami adalah salah satu personil grup musik beraliran keroncong pop yang sering mengadakan pertunjukan di banyak kota.

Nama grupnya Kos Atos. Grup yang beranggotakan anak-anak muda ini sudah pernah membuat beberapa album, bahkan pernah masuk nominasi AMI award untuk kategori musik keroncong pada tahun 2022.

Benar- benar pas untuk dijadikan narasumber untuk tema kali ini.

Setelah dilakukan komunikasi ternyata ada satu orang yang bisa hadir sebagai narasumber. Alhasil pagi itu ada dua personil grup musik yang hadir untuk memberikan materi, yaitu guru seni budaya dan satu orang temannya.

Dalam paparan pagi itu, secara kolaborasi keduanya memaparkan tentang sejarah perkembangan musik di Indonesia, mengapa manusia memerlukan musik dan yang terakhir bagaimana cara membuat aransemen musik sederhana.

Menurut narasumber musik ada sejak zaman dahulu kala. Musik ada seiring dengan kehidupan manusia. Ia sudah ada dalam diri manusia. Hal ini bisa kita lihat dari irama detak jantung yang ada sejak kita lahir. Ya, hakekatnya detak jantung tersebut adalah musik.

Perkembangan musik di Indonesia terbagi atas lima periode yaitu

Satu : Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha

Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual sehari-hari. Instrumen musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Dua : Masa setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha

Pada masa ini, selain dipakai sebagai acara ritual musik mulai dipakai dalam kegiatan keistanaan. Saat ini mulai dikenal musik gamelan.

Tiga : Masa setelah masuknya pengaruh Islam

Selain berdagang dan menyebarkan agama Islam para pedagang Arab juga memperkenalkan alat musik mereka seperti gambus dan rebana. Dalam prosesnya muncul orkes- orkes gambus di nusantara sampai saat ini.

Empat : Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Mereka memperkenalkan alat musik dari Eropa misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele.

Mereka juga memperkenalkan sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Saat ini dimulai perkembangan musik modern di Indonesia

Lima : Masa Kini

Seiring dengan berkembangnya berbagai media elektronik, berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, R&B pun masuk dan berkembang di Indonesia.

Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia

Yang menarik, sesudah paparan beberapa lagu daerah dinyanyikan bersama lalu diulas oleh sang musisi.

Ya, penting sekali memahami makna lagu dikaitkan dengan budaya daerah asal lagu tesebut agar bisa lebih menghayati lagu Nusantara.

Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hari itu benar- benar menyenangkan. Tidak hanya menyanyi bersama, siswa juga diajak menonton bersama permainan musik angklung yang menyajikan lagu lagu daerah secara medley dari YouTube.

Di akhir acara kedua narasumber mengajak semua menyanyikan lagu Indonesia Tanah Airku, Indonesia Tanah Air Beta dan Ibu Pertiwi bersama-sama.

Suasana terasa syahdu dan hangat. Semua tampak begitu menikmatinya, baik siswa maupun guru.

Ya, hari itu semua belajar, bernyanyi dan gembira dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila .

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku merasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan…
(Lagu Tanah Airku – Ibu Sud)

Salam Pelajar Pancasila…:)

Catatan : artikel diikutkan lomba menulis di Kompasiana dengan tema kurikulum merdeka

Yuli Anita

Leave a Comment

Your email address will not be published.

56 views