Kunjungan Rombongan Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri ke SMP Negeri 3 Malang

Dalam rangka pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah non formal/ kesetaraan serta menambah wawasan, pada hari Selasa 16 Mei 2023 Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri mengadakan studi tiru ke Dinas Pendidikan Kota Malang.

Salah satu sekolah yang menjadi tujuan studi tiru ini adalah SMP Negeri 3 Malang.

Menurut rencana, dalam studi tiru yang diadakan mulai tanggal 14-16 Mei 2023 tersebut Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri akan mengadakan diskusi dan sharing berkaitan dengan berbagai masalah yang meliputi:

  1. Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di kota Malang
  2. Pendidikan Inklusi di Kota Malang
  3. Peran serta Dewan Pendidikan kota Malang
  4. Sinergitas stakeholder dunia pendidikan dengan Dewan Pendidikan di Kota Malang
  5. Akseptabilitas penganggaran Dewan Pendidikan di Kota Malang
  6. Mekanisme pengaduan masalah pendidikan
  7. Pengelolaan media komunikasi
  8. Pendanaan Dewan Pendidikan yang PNS
  9. Sistem PPDB di Kota Malang
  10. Pola komunikasi Dewan Pendidikan dengan Pemkot Malang/wali kota
  11. Solusi mengatasi blank spot zonasi pada PPDB di Kota Malang

Dalam kunjungan di SMP Negeri 3 Malang , rombongan diterima oleh Ibu Dra Mutmainah Amini, M.Pd, selaku kepala sekolah, Ibu Nuke selalu ketua komite juga para guru dan staf.

Menyambut kedatangan tamu, dokumentasi Bu Any

Sesudahnya acara dilanjutkan di aula dengan diskusi dan sharing, utamanya tentang Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 3 Malang.

Selain IKM juga dibahas tentang Sekolah Ramah Anak juga berbagai pembiasaan yang diterapkan di SMP Negeri 3 Malang.

Berdiskusi dan sharing IKM di SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Bu Any
Paparan dari koordinator P5, dokumentasi pribadi

Bertindak sebagai pembicara adalah Ibu Kepala Sekolah, Bapak Zaenal Aksan, S.Pd Waka Kurikulum dan Ibu Ari Susani, M.Pd selalu koordinator kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 3 Malang.

Dalam paparan tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Bu Ari menjelaskan tentang latar belakang pemilihan tema, pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila juga dampak yang bisa dirasakan pada siswa dari pelaksanaan Projek ini.

Berangkat dari keprihatinan akan ketergantungan siswa pada gadget, kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan dan kurangnya pengetahuan dan kebanggaan siswa pada lagu daerah Nusantara, maka ditetapkan tiga tema dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tema tersebut adalah:

  1. Aku Milenial Bijak Berinternet
  2. Aku Keren dengan 4R
  3. Konser Musik Nusantara

Diskusi dan tanya jawab berlangsung dalam suasana yang akrab. Harapannya lewat acara ini semua bisa saling menimba ilmu, saling membagikan hal- hal bermanfaatyang bisa diterapkan di daerah masing-masing.

Sekitar pukul 10.20 acara diskusi dan sharing berakhir, dan rombongan Dewan Pendidikan Kabupaten Kediripun meninggalkan SMP Negeri 3 Malang untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

Akhirnya,

Kembang sepatu kembang kertas
Mari tetap bersatu untuk meraih prestasi yang teratas.

Semoga bermanfaat dan salam Pendidikan….:)

Mengapa Tes Calistung Perlu Dihapus dari PPDB SD dan MI?

Beberapa ibu tampak duduk di depan sebuah taman kanak kanak. Sambil menunggu anak-anak keluar dari ruang kelas, mereka mengobrol bersama.

Salah satu ibu menceritakan betapa anaknya yang sudah duduk di TK B sudah pintar membaca, menulis dan berhitung (calistung), sementara beberapa ibu yang lain tampak begitu resah. Betapa tidak? Anak-anak mereka yang juga duduk di TK B belum juga bisa membaca. Lalu bagaimana tes masuk SD nya nanti?

Di atas adalah gambaran keresahan orang tua murid ketika anaknya menginjak TK B atau nol besar.

Betapa orang tua dikejar-kejar rasa khawatir. Sebentar lagi PPDB Sekolah Dasar. Jika anaknya tidak bisa membaca ataupun berhitung bagaimana bisa masuk SD sesuai keinginan? Ya, untuk masuk SD, banyak sekolah yang mensyaratkan calon siswa harus sudah bisa calistung.

Belajar karakter baik cinta pada binatang, dokumentasi pribadi Ima

Tapi itu tahun-tahun kemarin. Angin perubahan mulai terjadi berkaitan dengan tes masuk SD ini.

Baru-baru ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menghapus tes calistung pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SD/MI.

Kebijakan ini adalah bagian dari program Merdeka Belajar episode 24 tentang Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dan diluncurkan akhir Maret lalu.

Para pakar pendidikan sangat mengapresiasi kebijakan Kemdikbudristek tersebut. Mengapa? Alasannya jelas. Calistung belum waktunya diberikan pada anak usia 0-6 tahun.

Jika untuk masuk SD harus ada tes calistung, maka guru akan lebih fokus mengajarkan calistung daripada memaksimalkan aspek pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini yang meliputi enam aspek yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.

Belajar tentang lingkungan, dokumentasi pribadi Ima

Selama ini ada anggapan yang salah bahwa TK atau PAUD yang hebat adalah yang siswanya sudah bisa calistung. Padahal TK dan PAUD bukan usia yang tepat untuk mengajarkan calistung. TK dan PAUD adalah saat yang tepat untuk menanamkan berbagai pendidikan karakter pada siswa.

Berbagai hal yang perlu ditanamkan pada siswa TK dan PAUD adalah:

  1. Anak mulai dikenalkan dengan dunia sekolah. Belajar di PAUD dan TK membuat mereka lebih siap dalam menerima pelajaran di jenjang selanjutnya yaitu SD atau MI.
  2. Membiasakan anak terhadap kegiatan terstruktur. Dengan belajar di PAUD atau TK anak dibiasakan dengan rutinitas kegiatan yang terstruktur. Misal baris sebelum masuk kelas, berdoa sebelum pelajaran dimulai dan lain-lain.
  3. Mengajari anak disiplin dan mengikuti peraturan
    Jika di rumah anak terbiasa bermain sesuka hatinya, di sekolah ia harus belajar mengikuti aturan yang ada. Mengikuti aturan yang ada bisa membantu anak untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
  4. Merangsang imajinasi dan kreativitas.
    Anak usia TK belajar dengan cara bermain. TK merupakan tempat terbaik untuk memfasilitasi gaya belajar anak usia dini. Sebab jika anak belajar dalam suasana yang menyenangkan, ia akan lebih mudah untuk memahami berbagai pembelajaran yang diberikan, juga mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya.
  5. Belajar ketrampilan dasar membaca dan menulis melalui berbagai macam permainan. Namun perlu diingat, pada usia ini yang lebih penting daripada belajar membaca adalah belajar cinta membaca. Belajar cinta membaca bisa ditanamkan lewat bercerita atau bermain peran.
  6. Belajar berinteraksi dengan orang lain melalui berbagai macam permainan. Anak belajar bagaimana menghormati orang lain, sopan santun, berbagi, saling memaafkan dan sebagainya.
Sopan santun saat makan, dokumentasi pribadi Ima

Pada fase golden years ini (1-6 tahun), otak anak mengalami perkembangan sangat pesat. Berbagai pengalaman yang diperoleh anak pada fase ini akan terekam dan membentuk kepribadiannya yang akan terus dibawa hingga kelak mereka dewasa nanti.

Karenanya pada usia dini yang lebih penting adalah menanamkan pendidikan karakter baik pada diri anak, bukan sekedar mengajarkan kemampuan kognitif saja.

Semoga dengan adanya kebijakan penghilangan calistung dari PPDB SD dan MI, anak-anak akan belajar dalam suasana gembira tanpa dibebani sesuatu yang tidak sesuai untuk usianya.

Belajar berinteraksi dengan sesama, dokumentasi pribadi Ima

Bermain dengan gembira membuat mereka belajar dengan gembira. Karena di usia anak-anak dalam bermain itu hakekatnya mereka sedang belajar.

Majulah pendidikan Indonesia..
Salam Edukasi

Berbagi Ceria Melestarikan Budaya Nusantara

Kampuang nan jauah di mato
Gunuang sansai ba kuliliang
Den takana jo kawan-kawan lamo
Sangkek basuliang-suliang

Panduduaknyo nan elok
Nan suko bagotong royong
Sakik sanang samo-samo di raso
Den takana jo kampuang

Takana jo kampuang
Induak, Ayah, Adiak sadonyo
Raso maimbau-imbau Den pulang
Den takana jo kampuang…

Lagu Kampuang nan Jauh di Mato mengalir merdu siang itu. Siswa menyanyi bersama dengan iringan gitar dari Pak Vigil.

Dialog Pak Vigil dengan siswa, dokumentasi Bu Cahya

Dengan petikan gitarnya, Pak Vigil mengiringi lagu- lagu daerah yang dinyanyikan oleh para siswa. Tidak hanya Kampuang nan Jauh di Mato. Ada juga lagu Suwe Ora Jamu, Rek Ayo Rek, Ampar-ampar Pisang yang dinyanyikan dengan begitu manis.

Aha.. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memang selalu membawa keceriaan tersendiri.

Setelah sempat terhenti di bulan puasa, mulai minggu pertama bulan Mei kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan kembali di Bintaraloka.

Masih dengan tema tiga, yaitu Konser Musik Nusantara, projek kali ini dilaksanakan dengan memberikan pemantapan materi tentang lagu dan tarian Nusantara.

Menari bersama, dokumentasi Bu Cahya

Seperti biasa, sebelum pemberian materi siswa diajak menari bersama dengan panduan Bu Novi, Bu Ami dan Bu Dani.

Pemberian materi sangat penting karena nantinya akan menjadi bekal bagi siswa untuk melakukan konser di akhir kegiatan projek tema tiga ini.

Jika di hari Rabu siswa diajak menyanyi bersama, di hari Kamis siswa diajak belajar tentang seni tari.

Kak Yeshinta, dokumentasi pribadi

Narasumber tari di siang ini adalah Kak Yeshinta atau Kak Y.
Dengan gayanya yang luwes dan ceria Kak Y yang berprofesi sebagai penari dan sekaligus guru tari di SMK negeri 1 Malang menerangkan pada siswa tentang makna seni tari, juga semua unsur-unsur pendukungnya.

Kak Yeshinta memberikan penjelasan tentang seni tari, dokumentasi pribadi Buz

Menurut Kak Y ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam seni tari yaitu wiraga, wirama dan wirasa.
Wiraga berkaitan dengan gerak olah tubuh, wirama dengan irama , sedangkan wirasa berkaitan dengan perasaan. Kolaborasi yang pas antara ketiganya bisa menciptakan sebuah tarian yang bagus.

Menari bersama, dokumentasi Bu Sherly

Siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Lebih-lebih di akhir acara, Kak Y mengajak siswa menarikan tari Pelajar Pancasila bersama. Beberapa siswa diminta menari di depan bersama dengan Kak Y.

Siswa yang menari di depan, dokumentasi Bu Sherly
Pengarahan di akhir acara projek, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul setengah tiga, acara projek berakhir. Sebelum kembali ke kelas Bu Ari memberikan pengarahan tentang hal- hal yang harus diperhatikan siswa di acara projek selanjutnya.

Dua hari yang penuh cerita. Semua menari juga menyanyi. Ada tawa dan ceria di mana-mana.
Ya, berbagi ceria sambil melestarikan budaya Nusantara tercinta.

Upacara Hardiknas dan Halal Bihalal, Giat Hari Pertama Setelah Libur Hari Raya

Pagi yang cerah di Bintaraloka. Setelah libur sekitar Hari Raya selama hampir dua minggu, tepat tanggal 2 Mei 2023 siswa masuk sekolah kembali.

Sebuah hal yang istimewa di mana hari pertama masuk sekolah bertepatan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional.

Banner peringatan Hardiknas 2023, dokumentasi pribadi

Hari Pendidikan Nasional adalah peringatan akan jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai peletak dasar pendidikan Nasional di Indonesia. Melalui pendirian Taman Siswa di tahun 1922 Ki Hadjar Dewantara memperjuangkan hak untuk mendapatkan pendidikan bagi semua kalangan , utamanya kalangan pribumi.

Sebuah perjuangan yang sangat besar, karena harus berhadapan dengan pemerintah kolonial yang melakukan diskriminasi terhadap hak untuk memperoleh pendidikan.

Latihan selama libur, dokumentasi pribadi

Berkaitan dengan upacara peringatan Hardiknas 2023, petugas upacara yang berasal dari anggota ekstrakurikuler paskibra telah melakukan latihan beberapa hari di sekolah bahkan saat hari libur.

Hasil dari latihan tampak ketika mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik pada upacara Hardiknas pagi itu.

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Zaenal Aksan. Dalam sambutannya Bapak Zaenal Aksan mengemukakan tentang berlangsungnya transformasi pendidikan di tanah air yang dilakukan melalui Gerakan Merdeka Belajar.

Ada yang istimewa dari rangkaian upacara hari itu. Selain Indonesia Raya dan Mars SMPN 3 Malang, kami juga menyanyikan lagu Wajib Belajar. Lagu yang mengingatkan kita semua tentang pentingnya belajar dan memajukan pendidikan untuk masa depan yang lebih cemerlang.

Persiapan Halal Bihalal, dokumentasi pribadi

Setelah upacara, acara di lapangan volley dilanjutkan dengan halal bihalal. Ya, senyampang masih bulan Syawal, saatnya kita saling memaafkan dan membersihkan dosa kita antara sesama manusia.

Persiapan Halal Bihalal, dokumentasi pribadi

Bukankah agama mengajarkan pada kita, bahwa di samping memperhatikan hablumminallah kita juga harus memperbaiki hablumminanas?

Suasana Halal Bihalal, dokumentasi pribadi

Setelah halal bihalal ada jeda istirahat sebentar sambil menunggu pelajaran jam pertama dimulai. Jeda dimanfaatkan oleh para guru untuk menikmati nasi urap lengkap dengan lauknya yang sudah dimasak sebelumnya oleh Ibu Ahfi, Ibu Utin dan Pak Gerry.

Sarapan pagi, dokumentasi pribadi

Hmm, benar-benar pagi yang ceria. Bertemu kembali dengan teman-teman setelah libur sekian lama, bercanda bersama dan menikmati sarapan pagi bersama.

Maka nikmat Tuhan yang mana yang akan engkau dustakan?

Senam Sehat dan Sarapan Bersama, Giat Pasca Libur Lebaran

Rungkad
Entek entek an
Kelangan kowe sing paling tak sayang
Stop mencintaimu
Gawe aku ngelu…

Lagu Rungkad berkumandang di halaman Bintaraloka hari Jumat pagi ini.

Di depan ada pemandu senam dan kami membuat barisan di belakang pemandu. Semua bergerak mengikuti arahan Pak Ardillah, Sang Pemandu senam.

Pak Ardillah pemandu senam, dokumentasi pribadi

Gerakan dilakukan sesuai irama lagu Rungkad dengan irama yang menghentak namun terasa gayeng.

Hari ini adalah hari ketiga masuk sekolah pasca Lebaran.
Tiga hari masuk sekolah pasca Lebaran memang tanpa kehadiran siswa, namun itu tak membuat para guru jadi mati gaya..😃

Senam sehat bersama, dokumentasi pribadi
Senam sehat bersama, dokumentasi pribadi

Banyak kegiatan yang kami lakukan di hari-hari itu. Di antaranya adalah halal bihalal dan penyusunan perangkat, persiapan akreditasi, pembuatan soal US, juga senam sehat sekaligus bersama seperti yang dilakukan pagi ini.

Hari ini senam sehat diikuti oleh para guru juga staf TU dan dimulai pukul 07.15 wib.

Berfoto bersama, dokumentasi pribadi

Gerakan senam begitu bersahabat dalam artian mulai dari gerakan pemanasan, inti dan pendinginan, mudah diikuti oleh semua guru.

Lebih-lebih di bagian akhir dimana kami bersenam sekaligus bergoyang. Selalu ada senyum di mana-mana tatkala mengikuti gerakan-gerakan lucu Sang Pemandu.

Senam diakhiri dengan acara wajib yaitu foto bersama. Di era seperti ini sebuah acara rasanya kurang afdhol tanpa berfoto ria.

Berfoto bersama, dokumentasi pribadi
Berfoto bersama, dokumentasi pribadi
Berfoto bersama, dokumentasi pribadi

Setelah senam, nasi jagung komplit sudah tersedia di meja ruang guru. Nasi jagung, sayur lodeh, sambal goreng ikan, bakwan, mendol, urap-urap, peyek dan kerupuk membuat makan pagi terasa ramai.

Nasi jagung komplit, dokumentasi Bu Utien
Sarapan pagi, dokumentasi pribadi

Ya, sarapan pagi bisa memulihkan kembali stamina yang terkuras karena senam sehat hari ini.

Sarapan pagi, dokumentasi pribadi
Ramainya sarapan pagi, dokumentasi pribadi

Pagi yang ceria sekaligus menyehatkan hari ini semoga semakin mempererat kebersamaan dan silaturahmi semua warga Bintaraloka.

Salam Bintaraloka:)