Manisnya Sehari Perjalanan di Bumi Bung Karno

Bagaimana jika emak- emak pergi mbolang bersama? He.. he.. rame pokoknya, bahkan kadang kadang mengalahkan ramainya anak kecil.. eh..😅

Mbolang, adalah istilah yang sering kami gunakan untuk bepergian. Mbolang  berasal dari kata bolang. Inspirasi kata ini berasal dari sebuah acara televisi yang  berjudul Si Bolang, artinya Bocah Petualang alias anak yang suka bepergian ke sana kemari dan menemukan kebahagiaan dalam petualangannya.

Pak Gito yang batal ikut, dokumentasi pribadi

Perjalanan mbolang kali ini diikuti oleh alumni SD  Bareng yang berjumlah sembilan orang. Seharusnya ada sepuluh. Tapi karena kesibukan yang tidak bisa ditinggal, Pak Gito salah satu teman kami batal ikut meski sudah terlanjur pesan tiket.

Tujuan utama kami  adalah ke kota Blitar. Makam Bung Karno, Istana Gebang dan Candi Penataran adalah destinasi utama kami. Namun karena keterbatasan waktu tujuan ke Penataran akhirnya tidak bisa terlaksana.

Suasana di stasiun, dokumentasi pribadi

Tiket sudah dipesankan seminggu sebelumnya. Lewat aplikasi seorang teman, sepuluh tiket pulang pergi Malang -Blitar berhasil dibeli dengan harga tiket sekali perjalanan Rp12.000,00.

Hari dan jam keberangkatan sudah ditentukan yaitu Sabtu, 3 Juni 2023 , kereta Penataran berangkat pukul 07.14.

Sebagai antisipasi supaya jangan sampai terlambat, kami berjanji untuk bertemu di Stasiun Kota Baru Malang pukul 06.30.

Maka demikianlah, sepagi itu kami sudah siap di depan stasiun dengan dresscode yang sudah ditentukan. Baju kotak-kotak, celana jeans dan bersepatu. Biar cantik saat dipotret. He..he..

Pak Gito mengantarkan sampai kereta, dokumentasi pribadi

Sebagai wujud perhatiannya, meski tidak jadi ikut Pak Gito mengantarkan kepergian kami di stasiun Kota Baru Malang sampai naik Kereta Api. Barangkali Pak Gito takut emak emak ini tidak tahu jalan ya…

Sekitar pukul tujuh kami menaiki kereta Penataran gerbong enam. Suasana begitu ramai. Libur panjang empat hari di awal bulan Juni ini membuat penonton melimpah di stasiun.

Tiba di Stasiun Blitar, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul sembilan lebih kami sampai di Stasiun Blitar. Setelah istirahat sejenak, agenda selanjutnya adalah mencari sarapan. Dari berbagai info yang masuk akhirnya pilihan kami jatuh pada Rumah Makan Padang Murah yang berlokasi di Jalan Mastrip Blitar.

Sarapan dulu, dokumentasi pribadi
Sarapan dulu, dokumentasi pribadi

Berbagai macam hidangan disediakan. Kami tinggal ambil, menunjukkan makanan yang ada di piring dan harga langsung ditentukan. Praktis sekali.

Lezatnya sayur singkong, ayam goreng dan sambel ijo, ditemani segelas teh hangat benar-benar  memberikan semangat pagi itu.

Setelah sarapan kami bergegas meneruskan perjalanan. Mulanya kami akan pesan gocar untuk pergi ke Makam
Bung Karno. Namun apa daya, sampai setengah jam kami tidak juga mendapatkan driver. Akhirnya rencana langsung diubah dengan menyewa becak.

Berkeliling Blitar dengan becak, dokumentasi pribadi

Karena ada sembilan orang dalam rombongan, maka ada lima becak yang disewa. Empat becak dinaiki dua penumpang, satu becak satu penumpang.

Setelah deal dengan ongkos dan perjalanan yang akan dilakukan dengan para penarik becak, perjalanan pun dilanjutkan menuju Makam Bung Karno.

Aha… Berkeliling Kota Blitar dengan becak sungguh mengasyikkan. Ritme kehidupan tiba tiba terasa begitu santai, jauh dari segala ketergesaan. Apalagi suasana jalanan kota Blitar yang jauh lebih sepi dibanding kota Malang.

Agenda haul Bung Karno, dokumentasi pribadi

Bulan Juni adalah bulannya Bung Karno. Begitu keterangan Pak penarik becak pada kami. Ada tiga event besar di kota Blitar dalam bulan Juni ini, yaitu tanggal 1, 6 dan 21 Juni.

Tanggal 1 Juni adalah hari lahirnya Pancasila dimana Bung Karno adalah penemu dan  penggagas Pancasila, tanggal 6 Juni adalah hari lahir Sang Proklamator, dan 21 Juni adalah hari wafatnya Bung Karno.

Setiap tanggal diperingati dengan perayaan khusus. Dengan tumpengan, brokohan ataupun peringatan haul.

Hal tersebut dipertegas dengan keterangan Mbak Nurin dari Perpustakaan Bung Karno. Perpustakaan yang berlokasi di bagian depan area Makam Bung Karno ini ditata demikian apik. Ada ruang koleksi buku juga memorabilia.

Salah satu koleksi memorabilia, Bung Karno, Dr Sama dan Mister Iskaq pendiri PNI, dokumentasi pribadi
Koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi
Riwayat Bung Karno, koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi
Teks proklamasi tulisan tangan Bung Karno, koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi

Memorabilia adalah tempat koleksi barang- barang kenangan tentang Bung Karno. Ada banyak foto-foto beliau mulai dari zaman sekolah, menjadi presiden hingga akhirnya wafat, juga barang -barang yang sering dipakai Bung Karno.

Menurut Mbak Nurin dalam bulan Juni ini banyak kesibukan yang dilakukan untuk memperingati jasa-jasa Sang Proklamator. Antusias warga pada bulan Bung Karno ini ditampakkan dengan banyaknya kunjungan ke makam Bung Karno di bulan Juni.

Para pedagang cinderamata di jalan menuju makam Bung Karno, dokumentasi pribadi

Banyaknya pengunjung adalah berkah rezeki bagi para pedagang di depan maupun di tempat pembelian oleh-oleh di bagian belakang makam.

Saat kami datang ke makam Bung Karno, banyak sekali peziarah, sehingga yang berdoa ataupun nyekar di makam dibuat bergantian.

Suasana ziarah di makam Bung Karno dibuat bergantian, dokumentasi pribadi

Adalah Pak Juni, petugas di area tersebut yang dengan sabar mengarahkan para peziarah, bahkan rela menjadi juru potret dari masing masing rombongan.

Ziarah di makam Bung Karno, dokumentasi pribadi

Lepas ziarah kami meninggalkan area makam lewat jalan keluar yang sudah ditata sedemikian rupa sehingga kami harus berputar di kawasan oleh-oleh.

Ada berbagai barang dagangan ditawarkan. baju-baju, aneka makanan khas Blitar seperti bumbu pecel, jenang dan dodol, beraneka ragam cindera mata, mainan dan banyak lagi. Saya sendiri membeli bros dan gelang dengan harga yang begitu murah. Lima belas ribu rupiah untuk tiga bros dan dua buah gelang.

Sesudah berputar- putar di pasar oleh-oleh kami menuju becak yang sudah menunggu di tempat parkir. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Istana Gebang, tempat kediaman Bung Karno di masa kecil dan remaja.

Tiba di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Balai Kesenian Istana Genbang, dokumentasi pribadi

Pak penarik becak melayani kami dengan ramah meski harus menunggu lama. Sambil menunggu teman lain yang berbelanja kami berbincang-bincang dengan bapak-bapak penarik becak.

Dari obrolan kami siang itu ternyata keberadaan becak sebagai kendaraan wisata yang dipakai berkeliling kota Blitar sudah mulai tergerus dengan berbagai angkutan online. Jika dulu mereka bisa mendapatkan beberapa order dalam satu hari , kini satu order saja sudah bagus.

Bagi saya pribadi, menggunakan becak berkeliling sekitar kota Blitar sangat nyaman. Ongkosnya tak begitu mahal, bapak-bapaknya sabar menunggu pula.

Kira-kira pukul satu kami tiba di Istana Gebang. Tampak nyata ada kesibukan di sana. Tenda-tenda didirikan dan pengunjung gedung kesenian begitu banyak.

Baliho event Bung Karno Run 2023, dokumentasi pribadi
Pendaftaran Bung Karno Run 2023, dokumentasi pribadi

Aha, rupanya kedatangan kami bertepatan dengan akan diadakannya Bung Karno Run 2023. Lomba lari ini diadakan tanggal 4 Juni 2023 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Blitar.

Meja dan kursi di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Salah satu sudut ruangan Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Foto-foto dan kamar tidur di Istana Gebang, dokumentasi pribadi

Memasuki Istana Gebang membuat kami seolah terlempar ke masa lalu. Suasana terasa demikian adem. Di ruang tamu sebuah lukisan besar Bung Karno di antara banyak orang seolah menyambut kedatangan kami.

Meja kursi kuno dengan taplak dan hiasan hiasan di tembok rumah seolah bercerita bagaimana keseharian kehidupan di rumah itu. Semua demikian cantik dan tertata apik.

Ramainya pengunjung di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Salah satu ruang di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Mobil Bung Karno, dokumentasi pribadi
Kayu bertuliskan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dalam bahasa Jepang di salah satu sudut istana Gebang, dokumentasi pribadi

Kami berkesempatan melihat kamar tamu, kamar pribadi Bung Karno, ruang dapur, ruang makan, juga mobil Bung Karno.

Halaman Istana begitu luas, menurut keterangan yang bertugas di sana, halaman rumah istana Gebang di masa lalu ada sekitar dua hektar. Wow, luas sekali.

Berfoto di istana Gebang, dokumentasi pribadi

Ada kesan yang begitu hangat di Istana ini. Ketika kami baru datang,  delapan gelas kopi menyambut kedatangan kami. Rupanya dari sponsor  penyelenggaraan event Bung Karno Run 2023.

Aih, nikmat sekali. Jam-jam sekian ngopi memang sangat mengasyikkan.

Setelah berfoto dan sholat di mushola Istana Gebang, kamipun melanjutkan perjalanan.

Segelas kopi penghangat suasana, dokumentasi pribadi

Stasiun Blitar menjadi tujuan utama. Ya, jam sudah menunjukkan hampir pukul tiga. Memang kereta kami baru berangkat menuju Malang jam 16.50 wib. Tapi jauh lebih aman berada di sekitar stasiun di jam-jam menjelang pukul empat.

Perjalanan dengan becak berakhir. Kami segera membayar ongkos perjalanan. Bapak-bapak penarik becak menerima pembayaran kami dengan wajah sumringah.

Siap balik kembali ke Malang, dokumentasi pribadi

Sebelum masuk stasiun kami menyempatkan diri dulu ke kedai bakso urat tak jauh dari situ. Hangatnya bakso dan manisnya minuman jeruk menutup perjalanan kami hari itu.

Ya, semua terasa hangat dan manis, semanis kesan sehari perjalanan kami di Bumi Bung Karno.

Salam….😊😊





Kajoetangan Heritage, Sebuah Perjalanan yang Tak Terlupakan

Kayutangan selalu menyimpan banyak cerita. Siang ini selepas Dhuhur kami menginjakkan kaki kembali di Kajoetangan. Salah satu destinasi wisata kebanggaan Arema ini kembali menyapa kedatangan kami.

Berfoto di Kajoetangan, dokumentasi pribadi

Sepeda motor kami parkir di depan Telkom dan… perjalanan pun dimulai. Berenam, kami teman satu alumni SD Bareng menuju Kampoeng Kajoetangan Heritage kota Malang.

Menuju Kampoeng Kajoetangan Heritage, dokumentasi pribadi

Di depan gang kami segera mengisi buku tamu. Ada tanda masuk yang harus dibayar. Tidak mahal, cukup lima ribu rupiah. Tapi sebagai gantinya kami mendapat foto bangunan di Kampoeng Kajoetangan tempo dulu.

Mengisi buku tamu, dokumentasi pribadi

Setelah mengisi buku tamu kamipun terus berjalan di gang besar yang membawa kami menuju tempat-tempat yang lain. Tiba-tiba seorang ibu dengan ramah mengajukan toples yang berisi kue kering. “Monggo, onbitjkoek,” kata Si Ibu.

Onbitjkoek, dokumentasi pribadi

Kami mengambilnya masing-masing satu. Aih, sambutan yang manis, pikir kami.

Di Kampoeng Kajoetangan Heritage, dokumentasi pribadi
Di Kampoeng Kajoetangan Heritage, dokumentasi pribadi

Berjalan di sepanjang Kampoeng Kajoetangan, melewati jembatan dekat sungai, melihat rumah tua dan pernak perniknya adalah sebuah pesona tersendiri. Di beberapa tempat selalu kami sempatkan berfoto bersama. Biasalah, emak-emak. Soal foto pasti nomor satu. Tak perlu ditanya lagi.

Berfoto ala emak emak, dokumentasi pribadi
Di sebuah rumah tua, dokumentasi pribadi

Kampung yang pernah mendapatkan penghargaan dari Menparekraf Sandiaga Uno sebagai salah satu dari 75 Desa Wisata Terbaik Indonesia Bangkit ini terus berbenah untuk menjadi destinasi wisata yang semakin menarik.

Penghargaan dari Menparekraf Sandiaga Uno untuk Kampoeng Kajoetangan Heritage, dokumentasi pribadi

Hanya sayang siang ini tidak begitu banyak yang bisa kami lihat. Seandainya kami datang sore atau lebih pagi mungkin banyak hal yang bisa kami eksplor. Seperti rumah Jacoeb, atau para penjual yang berada di Kampoeng Kajoetangan.

Rumah Jacoeb, salah satu rumah tua di Kampoeng Kajoetangan Heritage, dokumentasi pribadi

Lelah berkeliling Kampoeng, sekitar pukul setengah dua siang kami segera keluar. Namun sebelum pulang, kami sempatkan dulu mampir ke bakso Telkom yang berada tak jauh dari Kampoeng Kajoetangan.

Hangatnya bakso Telkom, dokumentasi pribadi Nor

Hmm, bakso yang lezat dan harga yang bersahabat menutup perjalanan kami siang itu.

Ya, sebuah perjalanan yang tak terlupakan. Perjalanan yang manis, semanis persahabatan dan keakraban yang terjalin di antara kami selama ini.

Hangatnya Ngopi Sore di Kajoetangan

Sebuah sore di Kajoetangan. Seperti biasa banyak yang lalu lalang di trotoar jalan ini. Ada yang pulang kerja, pulang sekolah atau bahkan baru berangkat bekerja.

Bangku- bangku yang ada mulai banyak terisi manusia.

Sore di Kajoetangan, dokumentasi pribadi

Ada yang tampak menunggu seseorang  dan yang banyak adalah duduk-duduk bersama teman.

Ya, setelah aktivitas seharian, duduk dan rehat sebentar bisa sedikit mengurai kepenatan yang ada di kepala juga di badan.

Lalu lalang kendaraan tidak mengganggu keasyikan para penikmat sore di Kajoetangan. Apalagi sejak diberlakukannya arus searah , yang membuat Kajoetangan menjadi tempat yang nyaman karena kendaraan yang lewat tidak begitu padat.

All About Koffie by Kawisari, dokumentasi pribadi

Sore itu seorang teman mengajak saya ngopi di Kajoetangan sepulang sekolah. Aha, ajakan yang menarik. Apalagi sudah lama sekali kami tidak pernah bertemu.

Dari banyak tempat ngopi di Kajoetangan, pilihan kami jatuh pada All About Koffie by Kawisari . Sebuah cafe bernuansa heritage dan begitu kental dengan budaya Jawa.

Kami memilih duduk di luar saja. Alasannya sederhana.  Biar sambil ngopi kami bisa merasakan kehangatan suasana Kajoetangan dengan melihat orang yang lalu lalang di sekitar kami.

Kami duduk di kursi dengan meja bundar kecil di antara kami. Tak lama menunggu,  pesananpun  datang.  Secangkir kopi tubruk untuk saya, dan teh serai untuk teman saya. Ditambah dengan singkong goreng dengan taburan keju yang garing dan terasa begitu gurih.

Kopi tubruk dan teh serai, dokumentasi pribadi

Harum kopi dan aroma teh serai menguar di antara kami. Aroma yang membuat suasana menjadi semakin  akrab hingga obrolan terus mengalir hangat. Obrolan tentang apa saja. Tentang sekolah, ujian, anak-anak dan banyak lagi.

Sesekali ada tawa di antara kami ketika obrolan berkisar pada hal-hal yang lucu. Biasalah, emak-emak selalu gayeng kalau sedang ngobrol.

Duduk di All About Koffie by Kawisari memang menimbulkan rasa yang berbeda. Cafe yang demikian unik dan cantik, bahkan sejak dari desain luarnya.

Suasana nostalgia di dalam cafe, dokumentasi pribadi

Suasana yang diusung cafe adalah Malang Tempo Doeloe. Dari berbagai sumber yang saya baca ternyata sebelum menjadi cafe, di sini dulu berdiri salon Madame Fung yang sangat berjaya di tahun 1935-an.

Belum banyak perubahan pada interiornya, demikian juga etalase-etalase yang dipakai sehingga suasana nostalgia sangat terasa saat kita memasuki cafe ini.

Sesuai dengan namanya, All About Koffie by Kawisari menyajikan kopi yang berasal dari perkebunan kopi Kawisari, milik Tugu Hotels di Desa Ngadirenggo, Wlingi, Jawa Timur. Ini bisa dilihat di keterangan yang ada di dekat pintu masuk.

Tentang perkebunan Kawisari, dokumentasi pribadi

Perkebunan ini ada sejak tahun 1870 dan berada pada ketinggian sekitar 1.000 mdpl.

Dengan lahan seluas kira kira 850 hektare, perkebunan ini selalu menjadi tonggak penghasil kopi Robusta dan Arabica premium di Jawa Timur.

Begitu juga dengan hasil kebun lainnya seperti sayur organik, buah-buahan, bahkan madu kopi. Semua bahan tersebut dibawa ke All About Koffie by Kawisari sehingga tercetus konsep “from farm to table”.

From farm to table, dokumentasi pribadi

Karenanya All About  Koffie by Kawisari tidak hanya menyediakan kopi, tapi juga makanan dan dessert dengan harga  yang cukup terjangkau, sehingga bisa menjadi tempat yang cocok bagi semua kalangan.

Yang unik, desain yang ditampilkan di tempat ini menggambarkan suasana kehidupan penduduk desa Kawisari . Penduduk desa ini dikenal dengan budaya kekeluargaan, kebersamaan, dan kesederhanaannya yang kuat.

Suasana bagian dalam cafe, dokumentasi pribadi

Senja mulai turun. Kopi di cangkir, dan singkongpun mulai tandas. Meski obrolan belum lagi berhenti, tapi sudah saatnya kami harus kembali.

Bergegas kami menuju tempat parkir dan mengambil sepeda untuk segera pulang.

Aha, duduk sebentar sambil ngopi bersama teman benar-benar bisa mengurai segala kekusutan yang ada di kepala.

Sore itu kami berpisah dengan satu pertanyaan yang sama. Kapan ngopi lagi?

He..he..

Sebuah Perjalanan Tilik Manten ke Tunjungan Surabaya

Bus Halokes lagi..!
Minggu pagi itu bus Halokes dengan warnanya yang hijau cerah telah stand by di depan SMP Negeri 3 Malang. Ya, perjalanan menuju Tunjungan ke pernikahan Pak Putera akan segera dimulai.

Siap berangkat ke Surabaya, dokumentasi Hertika
Siap berangkat ke Surabaya, dokumentasi pribadi

Bus berangkat dari SMP Negeri 3 Malang pukul delapan pagi. Meski demikian setengah jam sebelumnya, peserta buwuh sudah siap menunggu di halaman sekolah.

Ketika jam sudah menunjukkan pukul delapan, semua peserta segera naik bus dan duduk sesuai denah yang sudah dibuat beberapa hari sebelumnya.

Siap berangkat tilik manten, dokumentasi pribadi

Setelah berdoa bersama dipimpin oleh Pak Muhaimin, rombonganpun berangkat menuju Surabaya.

Bus Halokes melaju membelah lalu lintas kota Malang. Di dalam bus suasana akrab langsung terasa. Lagu lagu dari Happy Asmara dari layar televisi begitu menghangatkan suasana.

Bersamaan dengan itu, berbagai cemilan mulai beredar di dalam bus. Mulai dari pilus, bentul, pisang goreng hingga happy tos. Yang jelas cemilan selalu mengalir tak henti- hentinya.

Kira kira pukul setengah sepuluh bus berhenti di depan sebuah rumah makan yang cukup besar.
Ah, rupanya kami sudah sampai. Suasana pernikahan langsung terasa dan kami segera masuk lokasi resepsi.

Foto mempelai di depan resepsionis, dokumentasi pribadi

Di depan para penerima tamu, foto kedua mempelai tersenyum menyambut kedatangan kami.

Acara demi acara prosesi pernikahan disaksikan para tamu dengan khidmat. Suasana terasa begitu manis ketika peniup saxophone memainkan alat musiknya dengan merdu.

Nothings Gonna Change My Love for You by saxophone, dokumentasi pribadi

Nothings Gonna Change My Love for You berkumandang seirama langkah pasangan pengantin menuju pelaminan.

kedua mempelai, dokumentasi pribadi

Setelah prosesi pernikahan, dan menikmati hidangan kami pun kembali masuk bus. Pulang? Ternyata tidak. Acara masih dilanjutkan dengan jalan-jalan ke Tunjungan Plaza.

Disediakan waktu dua jam bagi kami untuk berjalan-jalan di area Tunjungan Plaza. Bangunan yang begitu luas itu sungguh menyimpan pesona yang luar biasa.

Tunjungan Plaza, dokumentasi pribadi
di Tunjungan Plaza, dokumentasi pribadi

Tentunya bagi mereka yang berkantong tebal berjalan-jalan di Tunjungan Plaza sangat menyenangkan, karena begitu banyak barang bagus ditawarkan di sana.

Lepas jalan-jalan di Tunjungan Plaza, rombongan menuju Rawon Setan. Kuliner khas Jawa Timur ini benar benar memanjakan lidah para pengunjungnya .

Rawon Setan, dokumentasi Cyin Any

Nasi hangat dengan rawonnya yang lezat dan pekat sungguh melibas rasa lapar kami di siang itu. Ditambah dengan sambal dan kerupuk yang membuat hidangan terasa begitu mantap.

Selesai menyantap hidangan di Rawon Setan perjalanan dilanjutkan langsung menuju Malang.

Sekitar pukul empat sore kami sampai di Bintaraloka. Beberapa penjemput sudah tampak berada di depan sekolah.

Ah, perjalanan yang begitu lancar dan menyenangkan.

Akhirnya selamat menempuh hidup baru pada Mas Putera dan istri tercinta, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

Baca juga:

Kegiatan Pasca Ujian, Pengarahan dan Berbagai Informasi pada Siswa Kelas Sembilan

Pagi ini kegiatan pasca ujian diisi dengan  pengarahan kepada siswa kelas sembilan SMP Negeri 3 Malang. Ada beberapa materi yang diberikan yaitu tentang sopan santun dan etika, motivasi, pelepasan siswa juga PPDB.

Dalam materi sopan santun dan etika Bu Any menjelaskan tentang perlunya siswa untuk menjaga tingkah laku, karena di manapun siswa berada, mereka harus tetap menjaga nama baik SMP Negeri 3 Malang.

Sesudah motivasi dari Pak Aksan, siswa mendapatkan pengarahan tentang PPDB SMA/SMK. Pengarahan diberikan oleh Ibu Yuliana Damayanti selaku staf kurikulum.

Pengarahan dari Mister Sony, dokumentasi Bu Any

Di akhir acara yang tak kalah penting adalah pengarahan dari  Mister Sony sebagai sie acara Pelepasan Siswa yang akan di adakan pertengahan Juni 2023.

Tentang PPDB SMA/SMK Propinsi Jawa Timur

Pengetahuan tentang PPDB adalah sangat penting bagi siswa kelas sembilan. Karena berkaca dari pengalaman PPDB setiap tahun, selalu ada masalah yang timbul di kalangan siswa pendaftar.

Masalah tersebut misalnya salah menginput nilai, salah melakukan verifikasi dan yang paling fatal adalah tidak membaca jadwal pelaksanaan PPDB.

Pada prinsipnya sebagian besar masalah timbul berkaitan dengan kurangnya pemahaman siswa terhadap juknis PPDB.

Berdasarkan Juknis PPDB Jawa Timur tahun 2023, ada lima jalur PPDB SMA /SMK yang meliputi:

1. JALUR AFIRMASI

Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa yag berasal dari keluarga kurang mampu, anak buruh dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.

Tujuan diadakannya jalur afirmasi adalah untuk memastikan masyarakat dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan pendidikan berkualitas

Pengarahan tentang PPDB, dokumentasi Bu Any

2. JALUR PERPINDAHAN TUGAS ORANG TUA/WALI

Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa baru yang orang tuanya pindah tugas ,anak guru/tenaga kependidikan, dan anak tenaga kesehatan.

3. JALUR PRESTASI HASIL LOMBA

Jalur ini ditujukan untuk calon siswa yang memiliki lomba bidang akademik dan lomba bidang non akademik secara berjenjang atau tidak berjenjang, yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau swasta di tingkat kabupaten/kota, provinsi, tingkat nasional serta tingkat internasional.

4. JALUR PRESTASI NILAI AKADEMIK

Pendaftaran lewat jalur ini sistem penilaiannya menggunakan gabungan rata-rata nilai rapor SMP/MTs mulai semester 1 sampai dengan semester 5, nilai akreditasi dan indeks sekolah asal yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Tujuan diadakan jalur prestasi akademik maupun non akademik adalah untuk membangun iklim kompetisi yang mendorong prestasi siswa.

5. JALUR ZONASI

Jalur Zonasi ditujukan bagi calon siswa calon yang berdomisili di dalam zona dan/atau luar zona berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran Tahap I PPDB 2023,yaitu  tanggal 19 Juni 2023.

Diadakannya jalur zonasi adalah untuk mendorong peran komunitas dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga masyarakat sekitar sekolah  mempunyai rasa memiliki terhadap penyelenggaraan pendidikan.

Jalur zonasi mempunyai prosentase terbesar dalam PPDB yaitu 50%.

Hal-hal yang harus dipersiapkan siswa dalam menghadapi PPDB adalah:

Satu : Baca juknis dengan teliti. Pada juknis diterangkan tentang syarat peserta PPDB, tahapan pendaftaran, macam-macam jalur dan prosentasenya dalam PPDB juga tata cara pendaftaran.

Dua : Siapkan berkas yang diperlukan, misal KK, Akte, rapor atau piagam dalam bentuk yang ditentukan.

Tiga : Pelajari profil sekolah yang akan dituju. Jangan sampai sudah diterima di sebuah sekolah, kemudian kecewa karena kegiatan yang ada di sekolah tidak seperti yang diharapkan. Kenali profil sekolah, lalu tentukan pilihan. Bukankah tak kenal maka tak sayang?

Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan siswa sebagai peserta PPDB.

Pada prinsipnya sebagai peserta PPDB, siswa maupun orang tua harus rajin berliterasi.

Jangan malas membaca, rajin-rajin membuka website PPDB supaya jangan sampai ketinggalan informasi.

Semoga bermanfaat dan tetap semangat 🙂