Sebuah Catatan Tentang Perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 H di Bumi Bintaraloka

Pagi ini udara terasa begitu dingin. Bulan Juni dan Juli seperti biasa selalu diwarnai dengan adanya ‘bedhidhing’ di Kota Malang. Sisa hujan yang turun semalam membuat banyak ruas jalan menjadi basah.

Jam masih menunjukkan pukul enam kurang sepuluh. Meski demikian, sudah banyak orang berada di jalanan dengan mengenakan busana muslim, atau mengenakan mukenah yang akan digunakan untuk sholat. Ya, hari ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1444 H.

Seperti halnya perayaan Hari Raya Idul Fitri, perayaan Idul Adha tahun ini juga tidak bersamaan. Sebagian teman kami melaksanakan sholat Id kemarin, dan sebagian lagi hari ini.

Tak apa, perbedaan adalah hal yang biasa, karena masing-masing punya dasar dan alasan sendiri.

Malam takbiran Idul Adha, Dokumentasi BBC SMP3

Perayaan Idul Adha di Bintaraloka hari ini diawali dengan pelaksanaan sholat Id di aula Bintaraloka satu. Sholat Id diikuti oleh sebagian Bapak/Ibu guru yang beragama Islam dan siswa kelas 7 dan 8.

Mengapa sebagian bapak/ibu guru? Ya, sebagian Ibu /Bapak guru melaksanakan sholat Id di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang.

Sholat Id di Kantor Dinas Pendidikan, dokumentasi Anna

Di tahun sebelumnya, sholat Id di sekolah selalu dilaksanakan di lapangan, tapi karena kondisi lapangan hari ini basah, sholat dilaksanakan di aula. Bertindak sebagai imam dan Khotib adalah Ustadz Dedi Novianto, S.PdI, M.PdI.

Dalam ceramahnya selain mengajak jamaah untuk selalu meningkatkan iman dan takwa, Ustadz Dedi juga mengajak semua untuk mengikuti teladan Nabi Ibrahim.

Ustadz Dedi Novianto, S.PdI, M.PdI, dokumentasi Bu Any

Sebagaimana kita ketahui bersama, peristiwa Qurban sangat erat kaitannya dengan sejarah Nabi Ibrahim Sang Khalilullah.

Ada dua hal yang harus kita teladani dari sejarah Nabi Ibrahim yaitu keberanian untuk menyatakan dirinya muslim sementara orang-orang sekitarnya masih memegang keyakinan paganisme, dan keberanian untuk berkata tidak pada ajakan orang-orang sekitarnya untuk menyembah berhala.

Sudah saatnya bagi kaum muslimin yang selalu menyebut nama Nabi Ibrahim setiap membaca sholawat melakukan renungan, sudahkah kita melaksanakan teladan Nabiyullah Ibrahim as?

Sesudah sholat Id, acara pagi itu dilanjutkan dengan ramah tamah di ruang guru. Ya, Ustadz Dedi adalah mantan guru PAI SMP Negeri 3 Malang dan sekarang beliau adalah pengawas PAI Kemenag Kota Malang.

Berfoto bersama sesudah sholat Id, dokumentasi BBC SMP3

Sekitar pukul sembilan acara penyembelihan hewan qurban dimulai. Tahun ini ada lima ekor sapi dan tiga ekor kambing yang disembelih di SMP Negeri 3 Malang.

Sesudah disembelih, daging kurban dipotong -potong, dikemas dalam tas kresek dan dibagi-bagikan pada yang berhak menerima.

Memotong daging qurban, dokumentasi Bu Any
Mengemas daging qurban, Dokumentasi Bu Any

Hampir semua guru dan TU terlibat dalam kepanitiaan Idul Adha. Ada yang bertugas di bagian penyembelihan dan pengemasan daging kurban, bagian distribusi, kebersihan , keamanan, konsumsi dan lainnya.

Sie konsumsi, Dokumentasi pribadi
Panitia dari perwakilan kelas, dokumentasi pribadi
Sarapan pagi anggota BDI, dokumentasi pribadi
Siap mengantar es goder, dokumentasi pribadi

Siswa yang terlibat dalam kepanitiaan berasal dari OSIS, BDI juga perwakilan masing-masing kelas 7 dan 8.

Banyak juga di antara panitia, terutama BDI, menginap di sekolah untuk melaksanakan takbiran di malam hari raya Idul Adha.

Sie konsumsi, dokumentasi pribadi

Kelancaran acara perayaan Idul Adha adalah berkat kerjasama yang sangat solid dari semua seksi yang ada.

Makan siang, dokumentasi pribadi
Makan siang, dokumentasi pribadi

Ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari sebuah perayaan Idul Adha,c mulai dari takbiran, sholat, penyembelihan, sampai pada pembagian daging qurban.

Melalui perayaan qurban kita tidak hanya diajak untuk melakukan ritual ibadah pada Allah SWT, namun juga lebih peduli pada orang-orang sekitar kita.

Dalam agama Islam ada dua macam kesalehan yang harus dimiliki oleh seorang muslim, yaitu kesalehan individual dan kesalehan sosial.

Bersama Amira dan Lili, panitia dari OSIS dan BDI, dokumentasi pribadi

Kesalehan individual atau ritual berkaitan dengan ibadah atau pengabdian diri kita pada Allah, sedangkan kesalehan sosial meliputi bagaimana kita membina hubungan baik dengan sesama manusia.

Dan dalam perayaan Idul Adha, kita semua diajak untuk lebih menghayati kedua kesalehan tersebut.

Semoga bermanfaat, salam Bintaraloka 😊

Classmeeting, Kegiatan Pasca PAT Bintaraloka Tahun Pelajaran 2022/2023

Apa kegiatan yang paling ditunggu siswa pasca ulangan semester?  Classmeeting tentu saja! Kegiatan yang paling disukai siswa di tiap akhir semester. Lewat kegiatan ini siswa bisa unjuk diri dan prestasi.

Kegiatan satu ini memiliki daya tarik yang begitu besar bagi siswa. Ya, semua anggota kelas pasti dilibatkan dalam classmeeting. Ada yang menjadi pemain, official ataupun supporter. Apalagi nomor-nomor yang dilombakan dalam classmeeting tahun ini cukup beragam.

Dari arena pertandingan basket, dokumentasi BBC

Geliat persiapan classmeeting sudah terasa sejak Minggu sore tanggal 18 Juni 2023. Hal tersebut bisa dilihat dari kedatangan beberapa pengurus OSIS ke sekolah sore itu. Menurut salah seorang dari pengurus OSIS, hari itu mereka hendak  mengecat papan skor untuk pelaksanaan classmeeting esok hari.

Kesibukan panitia classmeeting, Dokumentasi BBC

Nomor-nomor lomba maupun pertandingan yang diadakan dalam classmeeting tahun ini  adalah:
1. Futsal
2. Bulu tangkis
3. Basket
4. Volley
5. Tarik tambang
6. Supporter
7. Kelompen raksasa
8. Kebersihan kelas

Dari nomor bulutangkis, dokumentasi BBC
Pertandingan bulutangkis nomor ganda, dokumentasi BBC

Classmeeting berlangsung meriah. Siswa mengenakan kaos kelas masing masing sehingga suasana lapangan tampak berwarna-warni.

Nomor tarik tambang, dokumentasi BBC

Jerit maupun sorakan penonton berpadu jadi satu di lapangan. Ada yang gembira, juga ada yang kecewa. Namun demikian, sportivitas tetap jadi nomor satu. Ya, tidak ada kemenangan yang berarti tanpa kejujuran dan sportivitas.

Lomba kelompen, dokumentasi BBC
Lomba kelompen, dokumentasi BBC

Selama classmeeting berlangsung,  kesibukan panitia dari OSIS maupun pembina tampak demikian nyata. Mereka menjadi juri, juga membantu penyelenggaraan lomba.

Futsal, dokumentasi BBC

Sebenarnya apa saja manfaat yang bisa diambil dari kegiatan classmeeting? Banyak, di antaranya adalah:

1. Menurunkan ketegangan. Sesudah kegiatan Penilaian Akhir Tahun yang melelahkan, classmeeting adalah sarana yang murah dan menyenangkan untuk sekedar mengendorkan urat syaraf karena tegang selama PAT.

2. Menyalurkan bakat dan minat siswa. Tidak bisa dipungkiri banyak di antara siswa yang punya bakat di bidang-bidang tertentu namun belum bisa menampakkan bakat tersebut. Nah, classmeeting adalah salah satu wadah penyaluran minat dan bakat siswa.

3. Mencari bibit olahragawan yang berprestasi. Melalui berbagai pertandingan olah raga bisa diperoleh bibit-bibit yang berprestasi dalam bidang olah raga.

4. Meningkatkan keakraban antar siswa. Tentunya harus ada chemistry yang bagus antara pemain, official dan supporter dalam satu kelas. Dengan classmeeting keakraban antar siswa dalam satu kelas akan semakin meningkat. Tidak hanya dalam satu kelas, siswa antar kelas pun lebih bisa saling mengenal karena adanya classmeeting.

5. Melatih siswa untuk bersaing secara sehat. Melalui classmeeting ditanamkan jiwa persaingan yang sehat. Sportivitas dan kejujuran benar-benar dijunjung tinggi dalam pelaksanaan classmeeting.

Basket, dokumentasi BBC
Meriahnya supporter classmeeting, dokumentasi BBC
Supporter di lapangan basket, dokumentasi pribadi

Sesudah melalui beberapa tahap pertandingan, berikut adalah para pemenang classmeeting akhir tahun pelajaran 2022/2023 Bintaraloka :

1. Pertandingan Futsal (8)
    Juara 1  : 8.8
    Juara 2 : 8.4
    Pertandingan Futsal (7)
    Juara 1  : 7.4
    Juara 2 : 7.6
   
2. Pertandingan Basket (8)
    Juara 1  : 8.4
    Juara 2 : 8.7
   Pertandingan Basket (7)
    Juara 1  : 7.8
    Juara 2 : 7.5
   
3. Pertandingan Volley (8)
    Juara 1  : 8.4
    Juara 2 : 8.7
   
4. Pertandingan Tarik Tambang (8)
    Juara 1  : 8.6
    Juara 2 : 8.3
     Pertandingan Tarik Tambang (7)
    Juara 1  : 7.4
    Juara 2 : 7.9

5.  Pertandingan Bulutangkis (8)
    Juara 1  : 8.1
    Juara 2 : 8.8
     Pertandingan Bulutangkis (7)
    Juara 1  : 7.2
    Juara 2 : 7.1

6. Lomba Kelompen (8)
    Juara 1  : 8.7
    Juara 2 : 8.1
    Lomba Kelompen (7)
    Juara 1  : 7.8
    Juara 2 : 7.2
   
7.  Lomba Supporter 
    Juara 1  : 8.6
    Juara 2 : 7.1
   
8. Lomba Kebersihan kelas 
    Juara 1  : 8.7
    Juara 2 : 7.6

Akhirnya selamat kepada para pemenang.  Semoga bibit-bibit olah raga yang berprestasi akan semakin banyak tumbuh di Bintaraloka dan ke depan prestasi kalian semua akan semakin gemilang.

Salam Bintaraloka

Gelar Penyerahan Kembali Siswa Kelas 3.6 dan 2.4 SMP Negeri 3 Malang Tahun Pelajaran 2022/2023

Jam sudah mulai menunjukkan pukul tujuh. Sepagi itu, Hotel Harris yang berlokasi di Riverside ini sudah mulai diramaikan oleh kedatangan siswa, guru, panitia maupun undangan.

Ya, Minggu pagi itu tanggal 18 Juni 2023 diadakan acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas 3.6 dan 2.4 SMP Negeri 3 Malang (wisuda siswa) tahun pelajaran 2022/2023.

Sebagian panitia wisuda, dokumentasi pribadi

Sebuah acara yang demikian meriah. Persiapan pelaksanaan wisuda sudah dilaksanakan dengan cermat beberapa hari sebelumnya. Dan puncak persiapan adalah gladi bersih wisuda yang dilaksanakan pada hari Sabtu sore hingga malam hari di Hotel Harris pada tanggal 17 Juni 2023.

Suasana gladi bersih wisuda, dokumentasi pribadi
Suasana gladi bersih, dokumentasi pribadi
Gladi bersih paduan suara, Dokumentasi pribadi

Karena lokasi Hotel yang lumayan jauh, saat gladi bersih untuk menuju lokasi disediakan beberapa bus.

Bus menjemput siswa dari SMP Negeri 3 Malang, mengantar ke Hotel Harris, dan kembali lagi ke sekolah usai gladi bersih.

Acara wisuda pagi itu diawali dengan kirab semua bapak/ibu guru pengajar dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dipimpin Ibu Maria

Ibu Maria memimpin lagu Indonesia Raya, dokumentasi Bu Any

Dalam acara wisuda pagi itu tampak benar taburan talenta bintang- bintang Bintaraloka dan alumninya. Hal tersebut bisa dilihat dari tampilan olah vokal dari Kirana, Andin, Egita, Falasifa, Gabrily, Graciela, juga beberapa grup band baik dari kelas 3.2, 3.4 maupun 3.6.

Lagu Anganku dan Anganmu, Dokumentasi pribadi
Kirana, Andin dan Jason, dokumentasi pribadi
Penampilan Falasifa, dokumentasi pribadi
Penampilan Gabrily, Dokumentasi pribadi
Tampilan salah satu band, dokumentasi pribadi

Tampilan tari juga tak kalah menarik. Adalah tari Padma Kembang Tugu yang dibawakan demikian lincah namun gemulai oleh tiga orang siswa, juga tari Wonderful Indonesia yang demikian enerjik.

Tari Padma Kembang Tugu, dokumentasi pribadi
Tari Wonderful Indonesia, dokumentasi Bu Maria

Selain kirab Bapak/ibu guru, yang sangat menarik adalah kirab lima belas besar dari kelas 3.6.1 hingga 3.6.8 , juga kelas 2.4. Peraih lima belas besar mendapatkan penghargaan juga hadiah dari sekolah dan panitia penyelenggara wisuda.

Parade 15 besar, dokumentasi pribadi

Wajah-wajah bahagia terpancar dari para siswa yang diwisuda juga para orang tua yang hadir pagi itu.

Pembawa acara Mister Sony dan Ibu Galuh juga membacakan berbagai prestasi non akademik yang diperoleh siswa.

Mister Sony dan Bu Galuh pembawa acara, dokumentasi pribadi

Pagi itu berbagai sambutan juga disampaikan. Di antaranya adalah sambutan Bapak Kadinas Pendidikan, Bapak Pengawas, Kepala SMP Negeri 3 Malang, Ibu Ketua Komite, Perwakilan orang tua, Perwakilan kelas 9 juga perwakilan kelas 3.2 dan 3.4.

Dalam sambutannya ketua panitia wisuda Ibu Nuke Limanov, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua wali murid. Karena tanpa dukungan dan partisipasi tersebut wisuda tidak akan berjalan lancar.

Sambutan Ibu Ketua Panitia tampak dari layar LCD, depan LCD adalah tim paduan suara, dokumentasi pribadi
Sambutan perwakilan kelas 3.6 oleh Dinar, dokumentasi pribadi
Ibu Ketua Komite sebelum memberikan sambutan, dokumentasi pribadi

Sedangkan Bapak Pengawas menerangkan
tentang pentingnya mengenali potensi diri. Dengan mengetahui potensi diri siswa akan bisa berkembang lebih baik dan mencapai prestasi yang diharapkan.

Cara mengetahui potensi diri adalah fokus pada kelebihan kita dan berusaha terus mengembangkannya.

Sambutan perwakilan kelas 3.2 dan 3.4 oleh Amirah, Dokumentasi pribadi

Prosesi wisuda dilaksanakan dengan pengalungan gordon oleh ibu Kepala Sekolah, lalu foto bersama antara Ibu Kepala Sekolah, siswa dan wali kelas. Prosesi diiringi oleh paduan suara dan karawitan secara bergantian.

Pengalungan Gordon oleh Ibu Kepala Sekolah, dokumentasi Bu Catur
Berfoto bersama, dokumentasi pribadi
Karawitan mengiringi acara prosesi, dokumentasi pribadi

Usai prosesi wisudawan dan wisudawati mengucapkan janji, kemudian menyanyikan lagu Mars SMP 3 dan Hymne Guru.

Imraan memimpin lagu Mars SMP3 dan Hymne guru, dokumentasi Bu Maria

Dalam acara pagi itu, penyerahan kembali siswa dari sekolah kepada orang tua diwakili oleh Khuluqin kelas 3.6.7 dan Azaria kelas 3.6.3.

Hadir juga dalam wisuda adalah Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Malang yang memberikan selempang pada dua orang siswa angkatan 2023, sebagai tanda bahwa siswa kelas 3.6 sejak hari itu resmi menjadi anggota alumni Bintaraloka atau B23.

Mendapat selempang alumni, dokumentasi pribadi

Acara wisuda diakhiri dengan penayangan video Rectoverso dan flashmob bersama semua siswa dan guru.

Acara yang begitu meriah dan penuh warna Suksesnya acara wisuda adalah berkat sinergi yang begitu manis antara pihak sekolah dan orang tua, juga kerja keras panitia baik dari orang tua, guru maupun siswa.

Panitia dari siswa, dokumentasi pribadi
Siswa dan orang tua, dokumentasi pribadi
Guru berfoto sesudah wisuda, dokumentasi Bintaraloka

Harapan semuanya semoga setelah wisuda semua siswa bisa melanjutkan ke sekolah yang diinginkan, dan ke depan mereka bisa mengukir prestasi yang membanggakan.

Salam Bintaraloka 😊

Rectoverso, sebuah tayangan di akhir wisuda


Sensasi dan Misteri Bedengan di Malam Hari

Mobil kami terus menembus malam yang mulai pekat. Jalanan berkelok-kelok menuju Bedengan hanya diterangi oleh sinar lampu mobil.

Di dalam mobil, Mas Andre, driver, guide sekaligus fotografer kami menerangkan tentang daerah sekitar kami dengan sabar.

Sejak awal perjalanan Mas Andre selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Pertanyaan yang berkaitan dengan jalan-jalan yang kami lalui. He..he.. maklumlah, ibu-ibu kemanapun selalu mempunyai banyak pertanyaan juga cerita.

Perjalanan dimulai, dokumentasi pribadi

Perjalanan kami kali ini sebenarnya sudah direncanakan dua hari sebelumnya. Perjalanan untuk besuk adik dari Bu Ahfi di RS Batu. Tapi karena yang dibesuk sudah diperbolehkan pulang akhirnya kami besuk ke kediaman di daerah Sidorahayu Wagir.

Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh keluarga Bu Ahfi. Perbincangan yang begitu hangat terjadi seolah ibu Bu Ahfi sudah lama mengenal kami.

Berbagai hidangan melengkapi pertemuan kami sore itu. Hingga kami berseloroh pastinya pulang dari Sidorahayu kami akan jadi Sidolemu..😃

Di kediaman Bu Ahfi, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul empat lebih seperempat kami berpamitan teriring harapan semoga adik dari Bu Ahfi cepat sehat kembali.

“Ini lanjut ke mana?”tanya Mas Andre ketika kami sudah masuk mobil.
“Cari tempat yang bagus, Mas,” jawab kami. Ya, setelah suntuk oleh berbagai kesibukan kegiatan akhir semester, sepertinya kami butuh sekedar jalan-jalan untuk refreshing.

“Ke Bedengan saja ya? Ada tempat bagus untuk berfoto di sana,” tawar Mas Andre.
Foto? Boleh juga .. apa yang dicari oleh orang seusia kami dalam bepergian? Refreshing, makan, dan berfoto…😅

“Boleh, jauh ya?” tanya Bu Ari.
“Kira kira sepuluh kilometer,” jawab Mas Andre.

Tanpa banyak tanya kamipun setuju. Intinya sebenarnya pokok dolen sebentar.

Mobil terus melaju. Jalanan dan lalu lintas sekitar Sidorahayu dipenuhi oleh pekerja pabrik rokok Gandum. Ya, jam itu adalah saat mereka pulang bekerja.

Satu hal yang mungkin luput dari perhitungan kami (saking senangnya pergi jalan-jalan) adalah hari semakin mendekati senja. Sehingga ketika mobil kami terus melaju menuju Bedengan suasana semakin gelap.

Agak serem juga rasanya. Tapi untungnya Mas Andre selalu banyak cerita tentang daerah yang kami lewati. Baik itu tentang Petung Sewu, wisata petik jeruk ataupun beringin-beringin besar yang ada di tepi jalan.

Mengagumkan. Mas Andre begitu faham atas daerah- daerah yang kami lalui. Di Dusun Krajan, kami berhenti sebentar di sebuah mushola untuk menunaikan sholat Maghrib.

Musholah di Dusun Krajan, dokumentasi pribadi

Memasuki Bumi Perkemahan Bedengan mobil kami berjalan melintasi sungai jernih untuk menuju lokasi. Banyak tenda didirikan. Lapangan parkir penuh kendaraan. Meski gelap, ternyata banyak juga yang berkemah di situ.

Bedengan di malam hari terasa penuh misteri dan ada sedikit sensasi ketika kami turun sebentar untuk berfoto, sementara dari kejauhan ada suara monyet bersahut- sahutan.

Berfoto dengan latar kelap-kelip kota Malang di malam hari, dokumentasi pribadi
Bumi Perkemahan Bedengan, dokumentasi pribadi

Menurut cerita Mas Andre, di bagian atas Bedengan masih banyak monyet berkeliaran.

Aih, di pagi atau siang hari tentunya perjalanan ini sangat menarik, pikir saya. Ada sungai, bumi perkemahan dan hutan pinus juga kabarnya.

Malam semakin larut. Ketika ditawari mau kemana lagi, kami memutuskan untuk pulang.

Ya, meski mengasyikkan perjalanan ini juga melelahkan. Maklumlah, kami meninggalkan rumah mulai pukul setengah tujuh pagi hingga jam setengah tujuh malam. Bahkan saya masih berkebaya, he..he…

Sensasi Bedengan di malam hari, dokumentasi pribadi

Mobil kami segera meninggalkan Bedengan untuk menuju rumah masing-masing. Cemilan dalam mobil setia menemani perjalanan kami.

Cemilan yang setia menemani, dokumentasi pribadi

Sungguh sebuah petualangan yang mengasyikkan.

Terima kasih untuk perjalanan hari ini. Ada satu tekad dalam hati kami, Bedengan.., kami akan kembali..😊

Cakra Muda Jiwa Bhinneka, Sebuah Cerita Tentang Kerja Keras dan Kegigihan Tim Paskibra

Bintaraloka sudah mulai sepi siang itu. Bergegas saya menuju gazebo karena ada janji bertemu dengan beberapa siswa di sana.

Enam kursi dalam posisi melingkar sudah siap di gazebo. Saya duduk di salah satunya.

Wajah-wajah segar dan penuh semangat ada di hadapan saya siang ini. Meski beberapa kelihatan berkeringat sehabis classmeeting namun janji untuk bertemu tetap ditepati. Ya, mereka adalah sebagian anggota Paskibra Kradika Bintaraloka.

Berbincang-bincang di gazebo bersama sebagian anggota Paskibra Kradika, dokumentasi pribadi

Paskibra Kradika atau Cakra Muda Jiwa Bhinneka adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler di Bintaraloka. Ekstrakurikuler yang satu ini sangat rajin berlatih. Banyak event-event mereka ikuti.

Di samping rajin mengikuti event lomba, Paskibra Kradika juga sering diminta tampil ketika ada acara-acara khusus di SMP Negeri 3 Malang. Acara tersebut misalnya penyambutan tamu juga acara penyerahan kembali siswa kelas sembilan.

Aksi ketika lomba Pra5assti, dokumentasi Nasywa

Sebuah prestasi yang baru saja diraih oleh Paskibra Kradika adalah pada hari Sabtu kemarin mereka mendapatkan gelar juara Mula dua dalam lomba Pra5assti.

Pra5assti adalah lomba baris-berbaris yang diadakan oleh SMK Negeri 3 Malang. Lomba ini diikuti oleh tim dari SD, SMP dan SMA , dengan total jumlah peserta lebih dari 120 tim.

Dalam mengikuti lomba ini tim Paskibra Kradika mengirimkan satu regu yang terdiri atas 13 orang siswa.

Persiapan dilakukan hanya dalam waktu satu Minggu, karena berbarengan dengan pelaksanaan PAT di sekolah.

Membawa trophy dari lomba Pra5assti, dokumentasi Nasywa

Meski singkat, ternyata kesungguhan tim Paskibra Kradika dengan pembina Bang Yudhi, Bang Bayu dan danton Adhly ini akhirnya berhasil mendapat juara Mula kedua.

Ternyata ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan siswa setelah mengikuti ekstrakurikuler Paskibra.

Danton Adhly, dokumentasi Nasywa

Dari lima siswa yang saya ajak berbincang siang ini manfaat yang mereka dapatkan setelah mengikuti ekstrakurikuler ini adalah :

  1. Bisa lebih disiplin dalam mengatur waktu. Ya, kebiasaan disiplin dalam baris-berbaris ternyata berdampak pada pola kebiasaan sehari-hari siswa baik di rumah maupun di sekolah.
  2. Lebih percaya diri. Dengan sering berinteraksi dalam kelompok dan melakukan segala sesuatu bersama-sama ternyata membuat mereka lebih percaya diri dalam pergaulanaupun dalam pembelajaran.
  3. Lebih berani mengungkapkan pendapat dan meningkatkan kemampuan berorganisasi.

Hal yang menarik, para siswa yang mengikuti Paskibra di SMP ini ternyata sebagian besar juga mengikuti ekstrakurikuler Paskibra saat SD. Jadi rasa cinta pada Paskibra sudah tertanam sejak mereka masih SD, dan di SMP tinggal meneruskan saja.

Pesan penting yang didapatkan dari perbincangan siang ini adalah selagi muda jangan takut mencoba, selalu berusaha mendapatkan prestasi yang lebih baik daripada yang sudah dicapai hari ini.

Setelah wawancara, dokumentasi pribadi

Akhirnya selamat pada Paskibra Kradika, semoga dengan kegigihan dan semangat pantang menyerah yang kalian miliki, ke depan prestasi yang diperoleh akan semakin gemilang.

Salam Paskibra