Mari Bijak Berinternet, Sebuah Cerita Tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Gadget dan internet, kini menjadi hal yang sangat akrab dalam kehidupan kita. Indonesia memegang rekor atas penggunaan gadget dan pemanfaatan internet dalam keseharian kehidupan masyarakatnya.

Menurut laporan We Are Social, per Januari 2023 jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 213 juta orang. Sebuah angka yang sangat besar mengingat jumlah penduduk Indonesia sekitar 270 juta lebih.

Pembuatan infografik, dokumentasi Bintaraloka

Laporan itu juga menemukan, rerata orang Indonesia menggunakan internet selama 7 jam 42 menit dalam sehari. Wow, berarti hampir sepertiga dari kehidupan kita, kita pakai untuk berinternet!

Berkaitan dengan hal tersebut kiranya perlu ditekankan pemahaman UUITE terhadap siswa sejak dini. Ya, siswa juga bagian masyarakat yang banyak menggunakan gadget dan internet.

Pengambilan gambar, dokumentasi pribadi

Berkaitan dengan pemahaman tentang bagaimana menggunakan internet dengan baik, Projek Penguatan Profil  Pelajar Pancasila kelas tujuh tema dua kali ini mengambil tema Bijak Berinternet.

Diskusi kelompok , dokumentasi Bintaraloka

Ada berbagai kegiatan dalam projek ini. Di antaranya pemberian materi tentang UU ITE dan bijak bermedia sosial, pembuatan infografik, presentasi dan yang terakhir adalah pembuatan video tentang cyber bullying dan pelanggaran UU ITE.

Presentasi, dokumentasi Bintaraloka

Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) adalah undang-undang di Indonesia yang mengatur tentang penggunaan teknologi informasi dan transaksi elektronik. Undang-undang ini ditujukan untuk mengatur kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan internet, komputer, dan perangkat elektronik lainnya.

Pembuatan video, dokumentasi pribadi

Dengan adanya UUITE maka warga negara akan terjamin keamanannya dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan internet, karena dalam UUITE diterangkan perbuatan apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam menggunakan Internet.

Berbagai kegiatan yang tidak boleh dilakukan  di dunia maya adalah menyebar video asusila, menyebar hoax dan ujaran kebencian, pencemaran nama baik, judi online, teror online, bullying,  pemerasan dan banyak lagi.

Khusus tentang bullying, pembullyan lewat internet dinamakan cyber bullying. Contoh cyber bullying adalah mengolok olok seseorang di medsos, mengeluarkan komentar yang menyakitkan, memposting gambar atau video yang memalukan, melakukan ancaman dan lain sebagainya. Cyber bullying adalah perbuatan yang sedapat mungkin harus dicegah karena banyak merugikan terutama pada korbannya.

Agar siswa lebih memahami berbagai perbuatan yang melanggar UUITE sekaligus cyber bullying, di akhir kegiatan projek tema dua ini siswa diajak membuat video tentang kedua hal tersebut.

Pembuatan video, dokumentasi pribadi

Penyusunan skenario sekaligus take adegan dilakukan siswa secara berkelompok. Siswa melakukan kegiatan dengan penuh semangat. Meski tampaknya ada beberapa adegan harus diulang berkali-kali mereka tetap tidak putus asa. Ulang dan ulang sampai adegan sesuai dengan yang dikehendaki.

Pembuatannvideo di learning garden, dokumentasi pribadi
Di sela pembuatan video, dokumentasi pribadi

Sebuah semangat yang luar biasa. Harapannya semoga Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema dua kali ini membuat siswa semakin paham tentang UUITE, dan pada akhirnya mereka akan lebih bijak dalam berinternet dan bisa menggunakan gadget mereka untuk  hal- hal yang bermanfaat 

Dua Agenda Bintaraloka di Penghujung Oktober 2023

Bulan Oktober masih tersisa dua hari lagi, dan penghujung bulan ini ditandai dengan dua moment penting di Bintaraloka yaitu pelantikan pengurus OSIS dan MPK masa kerja 2023-2024 dan pengumuman juara lomba bahasa.

Aha, dua moment yang sangat menarik karena keduanya dilaksanakan di satu waktu yaitu hari Senin terakhir di bulan Oktober ini.

Pelantikan pengurus OSIS dan MPK dilakukan dengan upacara yang juga sekaligus upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Seperti biasa, upacara dimulai pukul 06.45 wib. Sehari sebelumnya disampaikan pada seluruh siswa agar menjaga kondisi tubuh tetap fit dan tidak lupa sarapan, karena upacara pelantikan pengurus OSIS baru seperti biasanya memerlukan waktu yang agak panjang.

Dalam upacara pagi itu Ibu Kepala sekolah menyampaikan bahwa penting bagi pengurus OSIS untuk memberikan teladan bagi seluruh siswa di SMP Negeri 3 Malang dalam berperilaku dan disiplin.

Ikrar pengurus OSIS dan MPK 2023-2024, dokumentasi Bintaraloka

Pelantikan pagi itu ditandai dengan pembacaan ikrar pengurus OSIS baru dan penandatanganan berita acara dan serah terima jabatan dari ketua OSIS lama Maharani kepada ketua OSIS terpilih Sybia Ainuha Zurayya.

Ketua OSIS lama dan yang baru, dokumentasi Bintaraloka

Sesudah upacara pelantikan, acara dilanjutkan dengan pengumuman siswa berprestasi juga para juara lomba bahasa.

Sesudah upacara, dokumentasi pribadi

Prestasi lomba yang diraih siswa dari kegiatan di luar sekolah adalah dari lomba catur, Pramuka dan Internasional Mathematics Olympic (IMO).

Suasana pengumuman juara lomba bulan bahasa, dokumentasi pribadi

Adapun para juara lomba Bulan Bahasa adalah sebagai berikut:

Lomba Poster Digital : Khansa Anaya 3.5.7, Muhammad Iqbal 2.3.1, Masyitah Kirana 3.5.2

Lomba Poster Manual: Aurelia Thalita 3.3.3, Eka Risma 3.5.1, Zahara Jihan 3.5.6

Lomba Pantomim:

Prayoga dan Rayhan 3.5.6, Imraan dan Nero 3.5.7, Rahardiyan dan Reihan 3.5.1

Lomba Broadcasting:

Ayudia dan Gathayu 3.3.8,  Alya Adriana dan Rainka 3.3.5, Adhly dan Danendra 3.5.4

Lomba Musikalisasi Puisi:

Maria, Jason dan Nauval 3.5.4 ; Almira, Maritza dan Rara 3.1.5; Annabella, Bianca dan Reva 3.5.7

Lomba Cipta dan Makna Puisi:

Safira 3.5.4, Salsabila Aricia 3.1.5 , Maureen Namira 3.1.9

Lomba drama:

Kelas 3.5.3, kelas 3.5.1, kelas 2.3.1

Lomba Majalah Dinding

Kelas 3.5.1, kelas 3.5.5, kelas 3.5.7

Lomba pidato bahasa Indonesia

Chiara 3.5.6, Ainay 2.3.1 , Aini Az-Zahra 3.1.2

Lomba MC Bahasa Indonesia

Vanya 3.1.8, Lintang 3.1.1, Aulia 3.3.2

Lomba mendongeng:

Ayu Putri 3.5.2, Voni 3.5.1, Naurah Mumtaz 2.3.1

Lomba Menulis Indah Aksara Jawa

Zahra Aghnia 3.3.8, Adzraa Alysia 3.3.5, Biru Prameswari 3.5.1

Lomba Geguritan:

Maulidya Hanifah 3.1.7, Favian Ahmad 3.5.1, Muhammad Irsyad 3.3.4

Lomba Story Telling:

Dirsanala Nararya 2.3.1, Kharida Eleana 3.1.5, Elisa Meidina 3.5.2

Speech Contest:

Sybia Ainuha Zurayya 3.3.4, Anindya Eikaningtyas 3.1.6, Yusuf Danendra 3.3.1

Para juara lomba bulan bahasa, dokumentasi Anggita

Luar biasa. Bintaraloka benar benar bertabur talenta pagi ini. Para juara maju ke depan, baik dari lomba di luar sekolah maupun bulan bahasa. Mereka berpose bersama sambil membawa piagam dan hadiah masing-masing bersama Ibu Eka ketua panitia Lomba Bulan Bahasa.

Akhirnya selamat untuk para juara, semoga prestasi yang diraih hari ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk mempersembahkan prestasi terbaik bagi sekolah.

Tak lupa juga terima kasih pada pengurus OSIS lama atas segala kerja dan dedikasinya selama ini, dan selamat bertugas pada para pengurus OSIS baru. Semoga kiprah kalian semua bisa membawa Bintaraloka semakin berjaya.

Salam Bintaraloka 😊

Gempita Peringatan Bulan Bahasa Bintaraloka 2023

Siang itu gazebo terasa lebih ramai dari biasanya. Beberapa anak memainkan alat musik sementara anak yang lain membacakan puisi. Kadang suasana terasa syahdu, namun juga kadang menghentak penuh semangat. Penonton di sekitar gazebo tampak begitu antusias menyimak tampilan demi tampilan. 

Musikalisasi puisi, dokumentasi Addin
Musikalisasi puisi, dokumentasi Addin
Juri musikalisasi puisi, dokumentasi Addin

Sementara itu di sekitar lab fisika beberapa siswa sudah siap dengan tampilan wajah putih dan bibir dicat merah. Sungguh, make up itu benar-benar menyembunyikan wajah asli mereka. Ini

Tampilan salah satu peserta lomba pantomim, dokumentasi Unzil

Dua hal di atas adalah gambaran dari lomba musikalisasi puisi dan pantomim yang merupakan kegiatan dari Peringatan Bulan Bahasa. Apakah hanya dua lomba itu saja? Tentu saja tidak. Masih banyak lomba-lomba menarik yang lain. 

Make up peserta pantomim, dokumentasi Addin
Siap mengikuti lomba, dokumentasi Addin

Peringatan Bulan Bahasa kali ini diadakan hari Selasa tanggal 24 Oktober 2023, bersamaan dengan pelaksanaan Pilketos. Peringatan dibuka dengan apel yang dilaksanakan pagi hari dengan pembina apel ibu Kepala SMPN3 Malang.

Mengapa Peringatan Bulan Bahasa selalu diadakan di bulan Oktober?

Sebagaimana kita ketahui bersama, Oktober adalah bulan yang istimewa . Dalam bulan Oktober ada satu peristiwa bersejarah yang selalu diperingati yaitu Sumpah Pemuda.

Lomba poster digital, dokumentasi Rama
Tampilan salah satu peserta lomba, dokumentasi Addin

Sumpah Pemuda adalah peristiwa di mana para pemuda Indonesia mengikrarkan diri pada satu pengakuan akan satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, satu tanah air yaitu tanah air Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Broadcasting, dokumentasi pribadi
Poster manual, dokumentasi Vina

Berdasarkan hal tersebut maka bulan Oktober juga diperingati sebagai Bulan Bahasa dan sastra.

Mengapa harus ada bulan bahasa? Tidak bisa dipungkiri bahwa kesantunan berbahasa adalah bagian dari proses pendidikan anak. Adalah penting untuk menanamkan kesantunan tersebut lewat berbagai media misalnya dongeng, drama dan lainnya. 

Peserta lomba pidato, dokumentasi pribadi
Salah satu karya peserta, dokumentasi pribadi
Lomba Mading, dokumentasi Addin

Bulan bahasa juga mengajak kita semua untuk peduli dan bangga pada karya sastra yang ada di negara kita.

Menurut penjelasan Bu Eka sebagai ketua panitia, dalam Peringatan Bulan Bahasa tahun ini Bintaraloka mengangkat tema “MENCIPTAKAN MAHA KARYA, MEMBANGUN INDONESIA CEMERLANG”

Ada 15 nomor lomba dalam Bulan Bahasa ini yaitu : mendongeng , cipta makna dan puisi, poster digital, poster manual , pantomim, broadcasting, musikalisasi puisi, drama, majalah dinding, pidato bahasa Indonesia, mc bahasa Indonesia,menulis indah aksara jawa, geguritan, speech contest dan story telling. 

Adapun yang menjadi juri adalah semua Bapak/Ibu guru pengajar SMP Negeri 3 Malang.

Menunggu giliran tampil, dokumentasi pribadi
Juri lomba pidato, dokumentasi Addin
Menunggu giliran tampil speech contest, dokumentasi pribadi
Juri speech contest , dokumentasi Addin

Wow, luar biasa ! Dengan banyaknya nomor lomba diharapkan semua siswa berpartisipasi aktif dalam lomba Bulan Bahasa. Diharapkan juga akan tercipta karya karya yang mengagumkan dari putra putri Bintaraloka.

Peserta lomba drama, dokumentasi Imroatul
Tampilan salah satu peserta, dokumentasi Addin
Juri lomba drama, dokumentasi Addin

Semangat siswa, kekompakan kelas, juga kesungguhan peserta tampak dari foto-foto yang ada di halaman ini. Lalu bagaimana hasilnya? He..he… Tunggu pengumuman dari panitia ya…

Salam Bintaraloka ..😃

Makan Bubur Kacang Hijau Bersama, Giat Jumat Sehat Bintaraloka

Kapan pembaca terakhir menikmati bubur kacang hijau? Kemarin? Seminggu yang lalu? Pas bulan puasa? Atau bahkan tidak pernah sama sekali?

Ah, rugi rasanya kalau kita tidak menyukai hidangan satu ini. Kenapa? Ada banyak  alasan pastinya.

Wali kelas dan paguyuban membagikan bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Pagi itu Bintaraloka kembali punya acara. Ya, bertepatan dengan penyelenggaraan Jumat Sehat, bersama UKS tim  kesiswaan mengadakan kegiatan makan bubur kacang hijau bersama.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menggandeng paguyuban ini dikhususkan untuk siswa kelas 7 dan 8, sementara kelas 9 ada kegiatan yang lain.

Mengapa harus bubur kacang hijau? , Kehadiran makanan satu ini rupanya sudah mulai tergerus oleh berbagai macam makanan kekinian sehingga banyak di antara siswa tidak menyukai bubur kacang hijau bahkan tidak mengenalnya.

Bu Hastuti dan Suster Ratna dari UKS, dokumentasi pribadi

Menurut Suster Ratna, siswa tidak mengenal bubur kacang hijau karena kacang hijau tidak pernah dimasukkan dalam menu makan sehari-hari.

Ketika ditanya mengapa siswa tidak suka kacang hijau? Beberapa siswa menganggap kacang hijau mempunya rasa yang aneh, sedikit beraroma tanah. He..he… padahal rasanya sedap sekali.

Dalam keseharian kacang hijau sering diolah menjadi isi dari bakpao, isi dari pia dan  roti, minuman kacang hijau, gulai kacang hijau dan bubur kacang hijau.

Bubur kacang hijau siap dibagikan, dokumentasi pribadi

Lalu apa sebenarnya manfaat dari mengkonsumsi bubur kacang hijau?

Berbagai sumber mengatakan bahwa bubur kacang hijau termasuk makanan tinggi kalori. 

Makanan tinggi kalori adalah makanan yang mengandung kira-kira 20% dari asupan kalori salam satu hari. Kalori semangkuk bubur hampir setara dengan 9 – 17% dari seluruh kalori harian kita. Bubur kacang hijau hampir mendekati angka 20% tersebut.

Berbagai macam zat yang terkandung dalam bubur kacang hijau adalah kalsium, zat besi, zinc, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin B, folat, vitamin C, vitamin E, dan vitamin, mangaan, selenium, magnesium, juga karbohidrat.

Ibu-ibu dari paguyuban membagikan bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Karena kandungan berbagai zat tersebut kacang hijau banyak manfaat bagi tubuh kita di antaranya bisa mencegah anemia dan resiko sakit jantung, menjaga kesehatan tulang dan pencernaan bahkan juga untuk melebatkan rambut.

Kacang hijau juga baik dikonsumsi untuk menjaga berat badan karena serat yang dimilikinya memberikan efek kenyang lebih lama sehingga bisa mengontrol nafsu makan dan mencegah kita dari makan berlebihan. 

Acara makan bubur kacang hijau bersama pagi itu dilaksanakan pukul 06.45. Meski demikian sejak pukul 6 lebih ibu- ibu dari paguyuban tiap kelas sudah berdatangan dengan membawa bubur kacang hijau hangat untuk dibagi-bagikan.

Menikmati bubur kacang hijau bersama-sama, dokumentasi pribadi

Ada yang buburnya dimasukkan dalam thinwall, ataupun dalam termos besar untuk nantinya dibagikan pada siswa yang sejak dari rumah membawa tupperware.

Acara diawali dengan sambutan dari UKS yaitu Bu Sri Hastuti dan Bu Ratna. Lewat sambutan pagi itu keduanya berpesan tentang pentingnya makan makanan yang bergizi dan beraneka ragam.

Pagi itu tak lupa juga diucapkan terima kasih pada paguyuban yang telah banyak berkontribusi dalam acara ini.

Menikmati bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Ya, bubur kacang hijau yang dibagikan pagi ini sepenuhnya adalah sumbangan dari paguyuban dan langsung dibagikan oleh paguyuban bersama wali kelas . 

Sesudah mendapatkan satu wadah berisi kacang hijau hangat, acara makan bersamapun dimulai. Ada bermacam reaksi dari siswa. Ada yang senang dengan cita rasa bubur kacang hijau , ada pula yang makan dengan ‘terpaksa’. Ini golongan yang tidak suka dan menganggap kacang hijau mempunyai rasa yang aneh..😃

Bersama ibu-ibu paguyuban, dokumentasi Iqbal

Hari yang sangat istimewa . Semoga dengan acara seperti ini sinergi antara sekolah- orang tua siswa semakin meningkat, dan  pada akhirnya nanti siswa  akan tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas dan berprestasi.

Salam UKS, dokumentasi Bu Maria

Salam UKS..sehat dimulai dari saya..😀

Ketika Bintaraloka Merayakan Hari Batik Nasional

Ada yang istimewa di Bintaraloka Senin pagi itu. Pakaian batik berwarna-warni dikenakan hampir seluruh warga. Warna hijau, kuning, coklat, merah membuat suasana upacara bendera begitu ceria.

Gembira berbusana batik, dokumentasi pribadi

Aha, hari itu kami memperingati Hari Batik Nasional bersama-sama.

Jika di istana negara Hari Batik Nasional dirayakan dengan fashion show bertajuk Istana Berbatik, maka kami cukup Bintaraloka Berbatik. Meski sederhana, nuansa kebanggaan kami akan batik sangat terasa. Lebih-lebih saat kami membuat video ucapan selamat Hari Batik Nasional di lapangan volley.

Batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Apa makna batik, sejarah dan filosofi yang ada di dalamnya? Berikut adalah penjelasannya.

Sejarah dan Ragam Motif Batik di Indonesia

Berbatik bersama, dokumentasi pribadi

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata batik  berasal dari bahasa Jawa yaitu tritik, kata batik berasal dari gabungan dari dua kata yaitu amba yang maknanya adalah menulis serta titik yang maknanya adalah titik.

Batik membuat pemakainya semakin menarik, dokumentasi Anggita

Batik mulai dikenal sejak abad ke 17. Saat itu, motif dari batik didominasi oleh bentuk binatang serta tanaman. Lama-kelamaan motif batik semakin berkembang dan beralih pada motif-motif yang menyerupai awan maupun relief candi.

Berfoto bersama di depan sekolah, dokumentasi pribadi buz

Kesenian batik berkembang semakin meluas di Indonesia setelah akhir abad ke 18 atau sekitar awal ke 19. Saat itu batik yang ada adalah batik tulis, sementara batik cap dikenal setelah perang dunia I selesai atau pada tahun 1920.

Bapak ibu guru PPG berbaju batik bersama, dokumentasi ppg

Kita memiliki banyak ragam motif batik, mulai dari motif-motif yang berbentuk seperti binatang, awan maupun arca-arca. 

Setiap ragam motif batik Indonesia, sebenarnya memiliki makna dan kekhasan tersendiri. Berbagai ragam motif batik di Indonesia, di antaranya adalah :

1. Batik Mega Mendung

Batik Mega Mendung , sumber gambar: Gramedia

Mega Mendung adalah satu jenis batik yang paling populer di Cirebon, Jawa Barat. Arti dari motif batik mega mendung salah satunya ialah nilai kesabaran yang harus ada di dalam di setiap manusia.

2. Batik Sogan

Batik sogan, sumber gambar : Gramedia

Batik ini berasal dari Solo dan Jogjakarta. Motif sogan sudah ada sejak zaman nenek moyang dan biasa digunakan oleh para raja di keraton maupun kesultanan. 

Motif sogan cukup populer, sebab motif ini memiliki warna yang elegan yaitu kombinasi dari hitam dan cokelat. Batik sogan adalah batik favorit dari presiden RI Bapak Joko Widodo.

3. Batik tujuh Rupa

Batik Tujuh Rupa, sumber gambar: Gramedia

Batik ini berasal dari Pekalongan. Ciri khas batik Pekalongan yaitu didominasi oleh motif tumbuh-tumbuhan serta hewan. 

Batik Pekalongan memiliki motif bunga yang cerah  motif garis serta titik-titik yang cukup mempesona.

Motif-motif serta warna batik Pekalongan sangat variatif. Ini menggambarkan ciri kehidupan dari masyarakat pesisir yang mudah beradaptasi dengan pengaruh dari budaya luar.

4. Batik Betawi

Batik Betawi, sumber gambar : Gramedia

Umumnya batik Betawi menonjolkan warna-warna cerah serta menampilkan nilai budaya dari masyarakat Betawi. Motif yang cukup dominan pada kain batik Betawi adalah  ondel-ondel, Monas, Sungai Ciliwung hingga Peta Ceila. 

5. Batik Malangan

Batik Malangan, Sumber gambar: Tirto.id

Motif khas batik Malangan disebut juga dengan Malang Kucecwara, terdiri dari tujuh simbol khas Malang seperti tugu malang, mahkota, rumbai singa, bunga teratai, arca, sulur-sulur, dan isen-isen belah ketupat.

Tugu berasal dari relief candi di Malang dan monumen kota Malang. Bunga teratai adalah bunga yang disukai kendedes dan tumbuh disekitar monument Tugu.

Singa merupakan simbolis penduduk Malang, salah satunya supporter bola Arema. Topeng Malang merupakan kebudayaan dan seni asli dari daerah Malang.

Masih banyak lagi motif batik yang ada di Indonesia. Lebih-lebih dalam perkembangannya setiap daerah memiliki batik khas masing-masing.

Bapak ibu guru berbatik bersama, dokumentasi pribadi

Mengapa tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional?

Batik Indonesia  didaftarkan untuk mendapatkan status Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada 2 September 2008.

Pengajuan tersebut diterima secara resmi pada 9 Januari 2009, dan dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi.

Untuk mengingat moment tersebut, melalui Kepress No. 33 Tahun 2009 akhirnya ditetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional.

Dengan berbusana batik, suasana terasa lebih egaliter. Tidak hanya indah dan penuh filosofi, batik adalah perekat bangsa dan simbol persatuan. Batik seolah menghapus strata sosial masyarakat karena nilai kebersamaan yang digaungkannya.

Semakin cantik dengan batik, dokumentasi Pribadi

Berbusana batik tidak hanya membuat pemakainya tampil semakin cantik, namun bangga berbatik adalah satu cara yang tepat untuk menjaga identitas bangsa.

Selamat Hari Batik Nasional..😊

Sumber bacaan :

Gramedia.com

Tirto.id