Gempita Peringatan Bulan Bahasa Bintaraloka 2023

Siang itu gazebo terasa lebih ramai dari biasanya. Beberapa anak memainkan alat musik sementara anak yang lain membacakan puisi. Kadang suasana terasa syahdu, namun juga kadang menghentak penuh semangat. Penonton di sekitar gazebo tampak begitu antusias menyimak tampilan demi tampilan. 

Musikalisasi puisi, dokumentasi Addin
Musikalisasi puisi, dokumentasi Addin
Juri musikalisasi puisi, dokumentasi Addin

Sementara itu di sekitar lab fisika beberapa siswa sudah siap dengan tampilan wajah putih dan bibir dicat merah. Sungguh, make up itu benar-benar menyembunyikan wajah asli mereka. Ini

Tampilan salah satu peserta lomba pantomim, dokumentasi Unzil

Dua hal di atas adalah gambaran dari lomba musikalisasi puisi dan pantomim yang merupakan kegiatan dari Peringatan Bulan Bahasa. Apakah hanya dua lomba itu saja? Tentu saja tidak. Masih banyak lomba-lomba menarik yang lain. 

Make up peserta pantomim, dokumentasi Addin
Siap mengikuti lomba, dokumentasi Addin

Peringatan Bulan Bahasa kali ini diadakan hari Selasa tanggal 24 Oktober 2023, bersamaan dengan pelaksanaan Pilketos. Peringatan dibuka dengan apel yang dilaksanakan pagi hari dengan pembina apel ibu Kepala SMPN3 Malang.

Mengapa Peringatan Bulan Bahasa selalu diadakan di bulan Oktober?

Sebagaimana kita ketahui bersama, Oktober adalah bulan yang istimewa . Dalam bulan Oktober ada satu peristiwa bersejarah yang selalu diperingati yaitu Sumpah Pemuda.

Lomba poster digital, dokumentasi Rama
Tampilan salah satu peserta lomba, dokumentasi Addin

Sumpah Pemuda adalah peristiwa di mana para pemuda Indonesia mengikrarkan diri pada satu pengakuan akan satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, satu tanah air yaitu tanah air Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Broadcasting, dokumentasi pribadi
Poster manual, dokumentasi Vina

Berdasarkan hal tersebut maka bulan Oktober juga diperingati sebagai Bulan Bahasa dan sastra.

Mengapa harus ada bulan bahasa? Tidak bisa dipungkiri bahwa kesantunan berbahasa adalah bagian dari proses pendidikan anak. Adalah penting untuk menanamkan kesantunan tersebut lewat berbagai media misalnya dongeng, drama dan lainnya. 

Peserta lomba pidato, dokumentasi pribadi
Salah satu karya peserta, dokumentasi pribadi
Lomba Mading, dokumentasi Addin

Bulan bahasa juga mengajak kita semua untuk peduli dan bangga pada karya sastra yang ada di negara kita.

Menurut penjelasan Bu Eka sebagai ketua panitia, dalam Peringatan Bulan Bahasa tahun ini Bintaraloka mengangkat tema “MENCIPTAKAN MAHA KARYA, MEMBANGUN INDONESIA CEMERLANG”

Ada 15 nomor lomba dalam Bulan Bahasa ini yaitu : mendongeng , cipta makna dan puisi, poster digital, poster manual , pantomim, broadcasting, musikalisasi puisi, drama, majalah dinding, pidato bahasa Indonesia, mc bahasa Indonesia,menulis indah aksara jawa, geguritan, speech contest dan story telling. 

Adapun yang menjadi juri adalah semua Bapak/Ibu guru pengajar SMP Negeri 3 Malang.

Menunggu giliran tampil, dokumentasi pribadi
Juri lomba pidato, dokumentasi Addin
Menunggu giliran tampil speech contest, dokumentasi pribadi
Juri speech contest , dokumentasi Addin

Wow, luar biasa ! Dengan banyaknya nomor lomba diharapkan semua siswa berpartisipasi aktif dalam lomba Bulan Bahasa. Diharapkan juga akan tercipta karya karya yang mengagumkan dari putra putri Bintaraloka.

Peserta lomba drama, dokumentasi Imroatul
Tampilan salah satu peserta, dokumentasi Addin
Juri lomba drama, dokumentasi Addin

Semangat siswa, kekompakan kelas, juga kesungguhan peserta tampak dari foto-foto yang ada di halaman ini. Lalu bagaimana hasilnya? He..he… Tunggu pengumuman dari panitia ya…

Salam Bintaraloka ..😃

Makan Bubur Kacang Hijau Bersama, Giat Jumat Sehat Bintaraloka

Kapan pembaca terakhir menikmati bubur kacang hijau? Kemarin? Seminggu yang lalu? Pas bulan puasa? Atau bahkan tidak pernah sama sekali?

Ah, rugi rasanya kalau kita tidak menyukai hidangan satu ini. Kenapa? Ada banyak  alasan pastinya.

Wali kelas dan paguyuban membagikan bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Pagi itu Bintaraloka kembali punya acara. Ya, bertepatan dengan penyelenggaraan Jumat Sehat, bersama UKS tim  kesiswaan mengadakan kegiatan makan bubur kacang hijau bersama.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menggandeng paguyuban ini dikhususkan untuk siswa kelas 7 dan 8, sementara kelas 9 ada kegiatan yang lain.

Mengapa harus bubur kacang hijau? , Kehadiran makanan satu ini rupanya sudah mulai tergerus oleh berbagai macam makanan kekinian sehingga banyak di antara siswa tidak menyukai bubur kacang hijau bahkan tidak mengenalnya.

Bu Hastuti dan Suster Ratna dari UKS, dokumentasi pribadi

Menurut Suster Ratna, siswa tidak mengenal bubur kacang hijau karena kacang hijau tidak pernah dimasukkan dalam menu makan sehari-hari.

Ketika ditanya mengapa siswa tidak suka kacang hijau? Beberapa siswa menganggap kacang hijau mempunya rasa yang aneh, sedikit beraroma tanah. He..he… padahal rasanya sedap sekali.

Dalam keseharian kacang hijau sering diolah menjadi isi dari bakpao, isi dari pia dan  roti, minuman kacang hijau, gulai kacang hijau dan bubur kacang hijau.

Bubur kacang hijau siap dibagikan, dokumentasi pribadi

Lalu apa sebenarnya manfaat dari mengkonsumsi bubur kacang hijau?

Berbagai sumber mengatakan bahwa bubur kacang hijau termasuk makanan tinggi kalori. 

Makanan tinggi kalori adalah makanan yang mengandung kira-kira 20% dari asupan kalori salam satu hari. Kalori semangkuk bubur hampir setara dengan 9 – 17% dari seluruh kalori harian kita. Bubur kacang hijau hampir mendekati angka 20% tersebut.

Berbagai macam zat yang terkandung dalam bubur kacang hijau adalah kalsium, zat besi, zinc, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin B, folat, vitamin C, vitamin E, dan vitamin, mangaan, selenium, magnesium, juga karbohidrat.

Ibu-ibu dari paguyuban membagikan bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Karena kandungan berbagai zat tersebut kacang hijau banyak manfaat bagi tubuh kita di antaranya bisa mencegah anemia dan resiko sakit jantung, menjaga kesehatan tulang dan pencernaan bahkan juga untuk melebatkan rambut.

Kacang hijau juga baik dikonsumsi untuk menjaga berat badan karena serat yang dimilikinya memberikan efek kenyang lebih lama sehingga bisa mengontrol nafsu makan dan mencegah kita dari makan berlebihan. 

Acara makan bubur kacang hijau bersama pagi itu dilaksanakan pukul 06.45. Meski demikian sejak pukul 6 lebih ibu- ibu dari paguyuban tiap kelas sudah berdatangan dengan membawa bubur kacang hijau hangat untuk dibagi-bagikan.

Menikmati bubur kacang hijau bersama-sama, dokumentasi pribadi

Ada yang buburnya dimasukkan dalam thinwall, ataupun dalam termos besar untuk nantinya dibagikan pada siswa yang sejak dari rumah membawa tupperware.

Acara diawali dengan sambutan dari UKS yaitu Bu Sri Hastuti dan Bu Ratna. Lewat sambutan pagi itu keduanya berpesan tentang pentingnya makan makanan yang bergizi dan beraneka ragam.

Pagi itu tak lupa juga diucapkan terima kasih pada paguyuban yang telah banyak berkontribusi dalam acara ini.

Menikmati bubur kacang hijau, dokumentasi pribadi

Ya, bubur kacang hijau yang dibagikan pagi ini sepenuhnya adalah sumbangan dari paguyuban dan langsung dibagikan oleh paguyuban bersama wali kelas . 

Sesudah mendapatkan satu wadah berisi kacang hijau hangat, acara makan bersamapun dimulai. Ada bermacam reaksi dari siswa. Ada yang senang dengan cita rasa bubur kacang hijau , ada pula yang makan dengan ‘terpaksa’. Ini golongan yang tidak suka dan menganggap kacang hijau mempunyai rasa yang aneh..😃

Bersama ibu-ibu paguyuban, dokumentasi Iqbal

Hari yang sangat istimewa . Semoga dengan acara seperti ini sinergi antara sekolah- orang tua siswa semakin meningkat, dan  pada akhirnya nanti siswa  akan tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas dan berprestasi.

Salam UKS, dokumentasi Bu Maria

Salam UKS..sehat dimulai dari saya..😀

Ketika Bintaraloka Merayakan Hari Batik Nasional

Ada yang istimewa di Bintaraloka Senin pagi itu. Pakaian batik berwarna-warni dikenakan hampir seluruh warga. Warna hijau, kuning, coklat, merah membuat suasana upacara bendera begitu ceria.

Gembira berbusana batik, dokumentasi pribadi

Aha, hari itu kami memperingati Hari Batik Nasional bersama-sama.

Jika di istana negara Hari Batik Nasional dirayakan dengan fashion show bertajuk Istana Berbatik, maka kami cukup Bintaraloka Berbatik. Meski sederhana, nuansa kebanggaan kami akan batik sangat terasa. Lebih-lebih saat kami membuat video ucapan selamat Hari Batik Nasional di lapangan volley.

Batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Apa makna batik, sejarah dan filosofi yang ada di dalamnya? Berikut adalah penjelasannya.

Sejarah dan Ragam Motif Batik di Indonesia

Berbatik bersama, dokumentasi pribadi

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata batik  berasal dari bahasa Jawa yaitu tritik, kata batik berasal dari gabungan dari dua kata yaitu amba yang maknanya adalah menulis serta titik yang maknanya adalah titik.

Batik membuat pemakainya semakin menarik, dokumentasi Anggita

Batik mulai dikenal sejak abad ke 17. Saat itu, motif dari batik didominasi oleh bentuk binatang serta tanaman. Lama-kelamaan motif batik semakin berkembang dan beralih pada motif-motif yang menyerupai awan maupun relief candi.

Berfoto bersama di depan sekolah, dokumentasi pribadi buz

Kesenian batik berkembang semakin meluas di Indonesia setelah akhir abad ke 18 atau sekitar awal ke 19. Saat itu batik yang ada adalah batik tulis, sementara batik cap dikenal setelah perang dunia I selesai atau pada tahun 1920.

Bapak ibu guru PPG berbaju batik bersama, dokumentasi ppg

Kita memiliki banyak ragam motif batik, mulai dari motif-motif yang berbentuk seperti binatang, awan maupun arca-arca. 

Setiap ragam motif batik Indonesia, sebenarnya memiliki makna dan kekhasan tersendiri. Berbagai ragam motif batik di Indonesia, di antaranya adalah :

1. Batik Mega Mendung

Batik Mega Mendung , sumber gambar: Gramedia

Mega Mendung adalah satu jenis batik yang paling populer di Cirebon, Jawa Barat. Arti dari motif batik mega mendung salah satunya ialah nilai kesabaran yang harus ada di dalam di setiap manusia.

2. Batik Sogan

Batik sogan, sumber gambar : Gramedia

Batik ini berasal dari Solo dan Jogjakarta. Motif sogan sudah ada sejak zaman nenek moyang dan biasa digunakan oleh para raja di keraton maupun kesultanan. 

Motif sogan cukup populer, sebab motif ini memiliki warna yang elegan yaitu kombinasi dari hitam dan cokelat. Batik sogan adalah batik favorit dari presiden RI Bapak Joko Widodo.

3. Batik tujuh Rupa

Batik Tujuh Rupa, sumber gambar: Gramedia

Batik ini berasal dari Pekalongan. Ciri khas batik Pekalongan yaitu didominasi oleh motif tumbuh-tumbuhan serta hewan. 

Batik Pekalongan memiliki motif bunga yang cerah  motif garis serta titik-titik yang cukup mempesona.

Motif-motif serta warna batik Pekalongan sangat variatif. Ini menggambarkan ciri kehidupan dari masyarakat pesisir yang mudah beradaptasi dengan pengaruh dari budaya luar.

4. Batik Betawi

Batik Betawi, sumber gambar : Gramedia

Umumnya batik Betawi menonjolkan warna-warna cerah serta menampilkan nilai budaya dari masyarakat Betawi. Motif yang cukup dominan pada kain batik Betawi adalah  ondel-ondel, Monas, Sungai Ciliwung hingga Peta Ceila. 

5. Batik Malangan

Batik Malangan, Sumber gambar: Tirto.id

Motif khas batik Malangan disebut juga dengan Malang Kucecwara, terdiri dari tujuh simbol khas Malang seperti tugu malang, mahkota, rumbai singa, bunga teratai, arca, sulur-sulur, dan isen-isen belah ketupat.

Tugu berasal dari relief candi di Malang dan monumen kota Malang. Bunga teratai adalah bunga yang disukai kendedes dan tumbuh disekitar monument Tugu.

Singa merupakan simbolis penduduk Malang, salah satunya supporter bola Arema. Topeng Malang merupakan kebudayaan dan seni asli dari daerah Malang.

Masih banyak lagi motif batik yang ada di Indonesia. Lebih-lebih dalam perkembangannya setiap daerah memiliki batik khas masing-masing.

Bapak ibu guru berbatik bersama, dokumentasi pribadi

Mengapa tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional?

Batik Indonesia  didaftarkan untuk mendapatkan status Warisan Budaya Tak Benda UNESCO pada 2 September 2008.

Pengajuan tersebut diterima secara resmi pada 9 Januari 2009, dan dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi.

Untuk mengingat moment tersebut, melalui Kepress No. 33 Tahun 2009 akhirnya ditetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional.

Dengan berbusana batik, suasana terasa lebih egaliter. Tidak hanya indah dan penuh filosofi, batik adalah perekat bangsa dan simbol persatuan. Batik seolah menghapus strata sosial masyarakat karena nilai kebersamaan yang digaungkannya.

Semakin cantik dengan batik, dokumentasi Pribadi

Berbusana batik tidak hanya membuat pemakainya tampil semakin cantik, namun bangga berbatik adalah satu cara yang tepat untuk menjaga identitas bangsa.

Selamat Hari Batik Nasional..😊

Sumber bacaan :

Gramedia.com

Tirto.id

Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita

Sebuah cerita tentang pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema lingkungan.

****

Sekelompok anak tampak sibuk berkutat dengan poster di hadapan mereka. Ada yang menulis dengan spidol, membuat hiasan kupu-kupu dari kertas origami, menempel hiasan-hiasan lainnya. 

Membuat atribut kampanye, dokumentasi pribadi

Sementara itu di bagian lain beberapa siswa membuka hp mencari ide untuk membuat lagi dan yel untuk kampanye tentang pengelolaan sampah demi menjaga bumi tercinta. Ada yang mengadaptasi lagu ataupun membuat pantun.

Semua begitu sibuk. Guru pendamping berkeliling sambil mengecek apakah semua kegiatan berjalan baik. Ya, semua harus dipersiapkan dengan matang sebelum penilaian akhir projek yang akan diadakan sehari lagi.

Materi cara membuat kampanye yang baik, dokumentasi pribadi

Itu adalah gambaran pelaksanaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di kelas tujuh yang hampir selesai dalam beberapa hari ini. 

Tahun ini Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah saya dilaksanakan oleh kelas tujuh dan delapan dengan tema berbeda. 

Jika kelas delapan mengambil tema demokrasi, maka kelas tujuh mengambil tema lingkungan, tepatnya tentang pengelolaan sampah. 

Mengapa yang diambil adalah masalah sampah?

Membuat atribut kampanye, dokumentasi pribadi

Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang begitu besar (nomor 4 di dunia setelah India, Cina dan Amerika ) sampah merupakan masalah serius di negara kita

Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022, jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton. 

Belajar di TPA Supit Urang, dokumentasi Bintaraloka

Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65.71% (13.9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik. Input data diperoleh dari 202 kab/kota se Indonesia. 

Melihat produksi sampah yang begitu besar, pola tradisional pengelolaan sampah yaitu  kumpul – buang – angkut harus dilengkapi dengan upaya pilah pilih sampah di rumah hingga penerapan gaya hidup 4R (reduce, reuse,replace,  recycle).

Berkaitan dengan masalah tersebut maka kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema 1 kelas tujuh mengambil judul Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita.

Mendapat materi pengolahan sampah di TPA Supit Urang, dokumentasi Bintaraloka

Melalui proyek ini, diharapkan siswa dapat memiliki kebiasan peduli sampah dan lingkungan sekitar dengan memilah sampah, meminimalisir produksi sampah dan memproses sampah menjadi barang yang berguna.

Dimensi yang diambil dalam projek ini adalah Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Gotong Royong dan kreatif.

Beriman dan bertaqwa pada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlak mulia maksudnya menanamkan pada diri siswa tentang akhlak terhadap alam yang ditunjukkan dengan menjaga kelestarian lingkungan sekitar kita.

Gotong royong,  siswa diajak belajar bekerja sama dan saling memberikan semangat untuk mencapai tujuan bersama yaitu kelestarian alam sekitar kita.

 Kreatif, siswa diajak berinisiatif untuk menyelesaikan masalah lingkungan dengan mengajukan alternatif solusi baik melalui tindakan nyata ataupun kampanye.

Berbagai kegiatan P5 kali ini meliputi: 

Bersama produk infografik yang sudah jadi, dokumentasi pribadi

1. Paparan materi dari berbagai narasumber. Narasumber diambil dari dalam sekolah dan dari luar. Materi yang diberikan pada siswa adalah tentang sampah dan cara pemilahannya, serta bagaimana cara membuat kampanye yang baik.

2. Aksi nyata, setelah mendapatkan berbagai materi siswa diajak melakukan aksi nyata dengan melakukan pemilahan sampah yang ada di sekolah. 

3. Outdoor Learning ke TPA Supit Urang. Di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah  yang berlokasi di  Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun ini siswa diajak belajar tentang  pengolahan sampah dan pemrosesan sampah menjadi barang yang berguna, misalnya kompos. 

Materi cara membuat kampanye, dokumentasi pribadi

4. Diskusi persiapan kampanye tentang sampah.  Diskusi di lakukan secara berkelompok di kelas. Tiap kelompok wajib membuat infografik tentang sampah dan melakukan kampanye tentang apa yang harus dilakukan terhadap sampah di sekitar kita

5. Kampanye. Kampanye dilakukan di aula secara bergantian sementara bapak ibu guru melakukan penilaian.

Siswa mengikuti semua kegiatan dengan antusias. Terbukti dari banyaknya infografik yang bagus, maupun yel dan pantun yang menarik. 

Bersama produk infografik , dokumentasi pribadi

Namun yang perlu diingat tujuan akhir dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bukanlah produk, namun perubahan karakter siswa agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Pembawa acara saat kampanye, dokumentasi pribadi
Kampanye satu kelompok, dokumentasi pribadi

Akhirnya semoga setelah mengikuti rangkaian kegiatan ini kesadaran siswa untuk peduli pada lingkungan sekitar akan semakin meningkat.

Ya, Selamatkan Bumi Dimulai dari Kita, jadi jika bukan kita yang peduli pada bumi, lalu siapa lagi?

Mengajak Siswa Belajar Berdemokrasi dengan Gembira

Pemilihan Umum telah memanggil kita

Seluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi Pancasila

Hikmah Indonesia Merdeka.. 

(Lagu Mars Pemilu-Marius Ramis Dajoh, Ismail Marzuki, GWR Tjok Sinsu)

Lagu yang sering diputar tiap menjelang Pemilu itu berkumandang di aula sekolah  pagi itu. 

Dengan penuh semangat siswa ikut menyanyi dengan iringan musik dari YouTube. Sementara siswa dan guru menyanyi, satu orang bertindak sebagai dirijen memandu di depan.

Suasana kampanye , dokumentasi pribadi

Sesudah menyanyi acarapun dimulai. Pembawa acara memanggil satu kelompok yang terdiri atas kira kira 10 anak. 

Sementara beberapa siswa maju, yang lain menjadi penonton.

Di depan, seorang siswa berorasi sementara siswa yang lain berdiri di bagian belakang dengan mengenakan aksesoris atau membawa atribut atribut tertentu. Bando, atau pamflet atau poster. 

Mengenakan bando sebagai atribut, dokumentasi pribadi
Poster dan pamflet, dokumentasi pribadi

Mereka  melakukan gerakan gerakan tertentu sambil menyanyi dan dilengkapi  dengan yel yel penyemangat.

Isi yel adalah mengajak para audiens memilih calon yang dijagokan. Siapa yang dijagokan? Yang sedang berorasi tentu saja. 

Di atas adalah gambaran menarik pelaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan topik  Demokrasi Untuk Semua di Bintaraloka. 

Diskusi kelas, dokumentasi Bintaraloka

Kegiatan ini mulai dilaksanakan awal bulan Agustus, menyesuaikan dengan  dilaksanakannya pesta demokrasi di sekolah yaitu Seleksi Calon Pengurus OSIS yang diadakan di sekitar bulan September dan Oktober.

Ada banyak kegiatan dalam P5 kali ini, yaitu:

1. Paparan dari narasumber tentang demokrasi. Narasumber diambil dari dalam dan luar sekolah. Dari dalam sekolah yaitu guru PKN dan dari luar sekolah adalah ketua  KPU dan Bawaslu yang terdekat dari sekolah.

2. Diskusi yang diadakan dalam kelompok kelompok kecil dan kelompok besar.

3. Simulasi pemilihan ketua OSIS. 

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS meliputi pencalonan, kampanye, pemungutan suara dan pelantikan.

Menempelkan poster calon yang didukung, dokumentasi pribadi

Kegiatan P5  ini mengambil dimensi Berkebhinekaan Global dan Bernalar Kritis. Bagaimana penjelasannya?

Berkebhinekaan Global, karena semua diajak menghargai keanekaragaman di sekitar kita termasuk di antaranya perbedaan pendapat 

Bernalar Kritis karena siswa diajak berani berpendapat, juga bertanya tentang hal- hal yang dikemukakan oleh siswa yang lain. 

Tim projek tema 1, dokumentasi pribadi

Hal ini sangat tampak saat diadakan simulasi kampanye calon ketua OSIS. Ya, sesudah Calon Ketua OSIS memaparkan programnya audiens boleh mengajukan pertanyaan.

Sejak awal sudah ditekan kan oleh para guru pendamping bahwa penyampaian pendapat atau pertanyaan harus dilakukan dengan santun.

Diterangkan oleh narasumber dari sekolah bahwa Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat , oleh rakyat dan untuk rakyat. 

Salah satu Pasangan calon ketua OSIS, dokumentasi pribadi
Salah satu pasangan calon ketua OSIS , dokumentasi pribadi

Penerapan demokrasi di Indonesia memberikan peluang kepada rakyat untuk bebas melakukan beragam aktivitas, salah satunya adalah menyuarakan pendapatnya. 

Setiap warga Indonesia berhak untuk mengungkapkan pemikiran, menyampaikan gagasan, dan mengambil keputusan yang melibatkan dirinya namun tetap dilakukan dengan cara yang santun, beretika dan penuh tanggung jawab.

Melalui projek ini, siswa belajar keterampilan dalam menyuarakan pendapat, menghadapi perbedaan, dan mengambil keputusan. 

Setiap kegiatan dalam projek ini ditujukan untuk membangun nilai saling menghormati, toleransi, dan kedamaian serta kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak dan kebebasan untuk berpendapat. 

Simulasi menjelang pelantikan , dokumentasi pribadi
Simulasi menjelang pelantikan, dokumentasi pribadi

Di akhir kegiatan P5 ini nantinya siswa akan diminta mempresentasikan kegiatannya dalam bentuk visual dan atau audiovisual yang akan disajikan di media sosial.

 Akhirnya ada banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini, di antaranya adalah :

1. Siswa belajar menyalurkan aspirasi dan mengajukan gagasan atau pendapat secara santun dan bijak. 

2. Siswa menyadari bahwa perbedaan pendapat atau pilihan adalah sesuatu yang biasa.

3. Siswa belajar menggunakan sosial medianya untuk meng-upload hal hal yang bermanfaat.

Simulasi pelantikan ketua OSIS, dokumentasi pribadi

Akhirnya adalah penting mengajarkan demokrasi pada siswa sejak dini. Karena melalui pembelajaran tersebut siswa semakin menyadari peran, tugas dan kewajibannya sebagai warga negara dalam berdemokrasi. 

Melalui kegiatan ini siswa diajak untuk lebih jauh belajar sekaligus praktek berdemokrasi dengan sehat dalam suasana  gembira.

Semoga bermanfaat dan Salam Edukasi:)

Baca juga :