Ketika Saya Menjadi Peserta Kegiatan PembaTik

Berawal dari ajakan seorang teman, di sekitar bulan Juni 2023 kemarin akhirnya saya mendaftar untuk mengikuti kegiatan PembaTik atau  Pembelajaran Berbasis TIK.

Melalui kegiatan ini para guru akan belajar bagaimana memaksimalkan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.

Sebenarnya sejak lama saya dihimbau mengikuti program ini. Tapi mendengar kata TIK selalu menimbulkan rasa kurang percaya diri pada diri saya. Sehingga mengikuti program PembaTik selalu saya tunda-tunda.

He..he.. terus terang saya adalah pembelajar TIK yang tidak begitu cepat. Barangkali jika para guru muda perlu belajar materi satu kali, saya harus belajar dua atau tiga kali.

Selang beberapa bulan tawaran mengikuti pembaTik datang lagi. Kali ini yang mengajak adalah teman saya, guru IPA. Masih muda, pintar TIK dan tidak keberatan jika ditanya-tanya. Nah, yang terakhir inilah yang membuat saya berani mendaftar PembaTik.

“Aku nanti diajari ya, kalau tidak bisa,” tanya saya
“Beres, Bu, ” jawabnya semangat.
Singkat cerita akhirnya di awal tahun pelajaran 2023/2024 saya pun mendaftar kegiatan ini.

Teman yang memberikan semangat dan inspirasi, dokumentasi pribadi

Tentang PembaTik

Dikutip dari Kemdikbud.id, PembaTik adalah  Program peningkatan kompetensi pendidik dalam kegiatan belajar, mengajar dan berkarya untuk mendukung terciptanya Inovasi Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dengan mengedepankan pemanfaatan platform teknologi.

Ada empat level dalam program ini yaitu  level literasi, level  implementasi, level kreasi, dan level berbagi & berkolaborasi.

Hal yang dipelajari dari kegiatan PembaTik begitu beragam. Di antaranya tentang 
perangkat TIK untuk pembelajaran, perangkat pembelajaran kolaboratif dan
pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berteknologi digital, termasuk juga pembuatan vlog.

Presentasi dengan LCD, contoh pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, dokumentasi pribadi

Di setiap level terdapat modul-modul yang harus dipelajari dan diakhiri dengan tugas, ujian akhir dan evaluasi.

Meski materi begitu banyak, semua bisa teratasi dengan kolaborasi dan manajemen waktu yang baik. Hal yang sangat membantu adalah timeline kegiatan ini tersaji jelas, sehingga kita bisa menyesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kegiatan dimulai di bulan Juli. Berbagai  materi diberikan lewat google classroom ataupun zoom, sesudahnya diadakan ujian level satu kira-kira awal Agustus. Ujian berupa soal pilihan ganda yang dikerjakan secara daring.

Ada pengalaman lucu di sini. Biasalah, menjelang ujian selalu ada teman-teman yang ingin berbagi soal atau istilah lainnya memberikan bocoran. Bahkan lewat Kompasiana juga (ups).

Terus terang. Itu tawaran yang menggoda juga, apalagi saya tidak begitu pandai TIK.
Karenanya ketika ada artikel tentang bocoran ini saya juga ikut membukanya. Ya, harapannya soal yang keluar akan sama persis. He..he..

Tapi tentu saja hal tersebut tidak terjadi. Penyebaran bocoran tentunya sudah diantisipasi oleh penyelenggara. Apa buktinya? Soal ujian saya, ujian teman saya, juga bocoran sama sekali berbeda. Satupun tidak ada yang sama ..nah…

Di level dua ada tugas untuk membuat video pembelajaran dan hasilnya diupload di Platform Merdeka Mengajar.

Selain meningkatkan kompetensi diri, hal positif lain yang bisa diambil dari kegiatan ini adalah para guru bisa saling berbagi ilmu, dan berkolaborasi. Ya, di Platform Merdeka Mengajar kami bisa saling berkunjung dan memberikan komentar.

Karena belum pernah membuat sendiri video pembelajaran sebelumnya, maka saya mengamati dulu proses pembuatan video yang dilakukan teman.

Setelah pengamatan, saya membuat video dengan dibantu anak anak. Mulai dari pembuatan skenario, pengarah gaya  termasuk jadi modelnya juga. Wah, sesuatu sekali rasanya..

Diskusi dengan siswa sebelum pembuatan video, dokumentasi pribadi

Tentunya hasil video masih jauh dari sempurna. Tapi ini adalah pemicu agar saya terus belajar dan berkolaborasi untuk menciptakan karya yang lebih baik.

Dari level dua ternyata kami dinyatakan lulus setelah mengumpulkan tugas video, ujian akhir dan evaluasi. Berarti bulan ini kami menginjak level tiga. Aha..

Sungguh sebuah  pengalaman berharga bagi saya, mengapa? Akhirnya saya bisa membuktikan pada diri saya sendiri bahwa semua hal bisa dipelajari, bahkan yang tampaknya sulit sekalipun.

Tentunya di level berikutnya tantangan akan lebih berat, tapi saya tetap yakin dengan semangat yang tinggi dan kolaborasi semua kesulitan pasti akan dapat diatasi.

Siap untuk level berikutnya, dokumentasi pribadi

Akhirnya tetap semangat teman-teman yang mengikuti kegiatan PembaTik.

Semoga melalui kegiatan ini para guru bisa memaksimalkan penggunaan TIK dalam pembelajaran utamanya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Salam Edukasi 😊

Nusantara Bernyanyi, Menanamkan Rasa Cinta Negeri Melalui Indahnya Lagu dan Harmoni


Sekelompok anak bergerak selaras irama sambil menyanyikan lagu Bungong Jeumpa dari Aceh. Busana yang dikenakan didominasi oleh kombinasi warna hitam dan putih keperakan. Sanggul dan ikat kepala yang dikenakan anak puteri membuat penampilan mereka begitu cantik.

Senyum yang tak lepas dari wajah mereka membuat lagu yang dinyanyikan terasa semakin indah.

Di atas adalah suasana final Nusantara Bernyanyi yang diadakan pada hari Minggu kemarin.

Spenti Teenage Choir, siap mengikuti nomor paduan suara tingkat SMP, dokumentasi Bu Maria

Nusantara Bernyanyi adalah kompetisi bernyanyi yang mengangkat keanekaragaman budaya Nusantara bagi anak-anak usia SD dan SMP di wilayah Malang Raya.

Kompetisi ini di adakan oleh Museum Musik Indonesia yang berlokasi di Jalan Nusakambangan 19 Malang.

Sekilas tentang Museum Musik Indonesia

MMI, sumber gambar: Malang photo.com

Museum Musik Indonesia adalah satu-satunya museum seni musik di Indonesia dan terdapat di kota Malang.

Terbentuknya Museum Musik Indonesia berawal dari Kelompok Pecinta Kajoetangan yang ada sejak tahun 1970.

Kajoetangan adalah tempat berkumpulnya para organisator seni di Malang pada zaman dahulu, jadi kelompok ini berisi para pecinta musik yang rela menyumbangkan harta dan tenaganya untuk merawat warisan musik yang ada.

Seiring berjalannya waktu nama Kelompok Pecinta Kajoetangan berubah menjadi Galeri Malang Tarik (Bernyanyi) pada 2009 dan berubah lagi menjadi Museum Musik Indonesia pada 2015.

Babak penyisihan, dokumentasi Bu Maria

Dalam lomba Nusantara Bernyanyi ini Museum Musim Indonesia telah menyiapkan sepuluh lagu daerah dari Nusantara untuk dibawakan peserta.

Lagu tersebut adalah Bungong Jeumpa (Aceh), Mariam Tomong (Sumatera Utara) , Ampar Ampar Pisang (Kalimantan Selatan) , Manuk Dadali (Jawa Barat) , Jaranan (Jawa Tengah), Tanduk Majeng (Jawa Timur) , O Ina Nikeke ( Sulawesi Utara), Bolelebo (Nusa TenggaraTimur) , Sarinande (Maluku) dan Yamko Rambe Yamko (Papua).

Ada tiga kategori dalam lomba ini yaitu menyanyi solo, vocal group dan paduan suara. Titik berat penilaian adalah pada olah vokal, sementara musik pengiringnya disiapkan oleh panitia.

Babak penyisihan lomba Nusantara Bernyanyi diadakan di gedung MCC (Malang Creative Centre ) pada tanggal 20-21 Agustus dan diikuti oleh 84 peserta.

Babak final diadakan tanggal 25 Agustus 2023 di Malang Town Square Malang mulai dari pukul 14.00 hingga selesai.

Spenti Teenage Choir sebagai juara pertama nomor paduan suara SMP, dokumentasi Bu Maria

Adalah hal yang sangat menggembirakan ketika kelompok paduan suara kebanggaan sekolah kami Spenti Teenage Choir mendapatkan juara pertama paduan suara tingkat SMP.

Sungguh, ada rasa haru dan bangga mendengarkan anak-anak melantunkan lagu-lagu daerah Nusantara dengan penuh penghayatan ditambah koreografi yang indah.

Ya, betapa melalui lomba Nusantara Bernyanyi ini rasa cinta dan bangga pada negeri ditanamkan lewat nada-nada yang mengalun indah dan penuh harmoni.

Persiapan sebelum tampil, dokumentasi Bu Maria

Akhirnya selamat pada para pemenang, semoga lomba ini bisa menjadi inspirasi bagi anak bangsa untuk lebih mencintai dan menghargai budaya negeri sendiri.

Merdeka Berkreasi dalam Acara Karnaval Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 78

Hari masih menunjukkan sekitar pukul enam. Namun sepagi itu sudah tampak kesibukan yang demikian nyata di depan pintu masuk Perumahan Ijen Nirwana Malang.

Pria, wanita maupun anak-anak dengan kostum yang beraneka ragam sudah melakukan kegiatan masing-masing.

Ada yang menata bazaar, mempersiapkan gerak jalan, memasang rumbai-rumbai, bahkan juga menunggu teman.

Siap mengikuti karnaval, dokumentasi pribadi

Sebuah panggung didirikan di tempat yang strategis, dan di sepanjang jalan berjajar stand untuk para pedagang UMKM. Tampak semua bersiap dengan berbagai macam makanan yang akan dijual.

Suasana semakin meriah dengan adanya lagu-lagu diperdengarkan dari sound system yang diangkut oleh becak, bentor ataupun pick up. Ada yang menyetel lagu nasional ataupun lagu-lagu dangdut kekinian.

Bagian sound system , dokumentasi pribadi
Kreasi salah satu peserta, dokumentasi pribadi

Sungguh, kehadiran lagu-lagu tersebut membuat yang hadir semakin bersemangat mengikuti acara.

Di atas adalah gambaran suasana pelaksanaan Karnaval dan Bazaar peringatan HUT kemerdekaan RI yang ke 78. Acara tersebut diadakan oleh RW 03 Kelurahan Bareng Kota Malang.

Acara yang diikuti oleh 11 RT ini berjalan begitu meriah. Peserta merdeka berkreasi dengan mengenakan pakaian yang bertemakan bahan-bahan daur ulang. Ada yang mengenakan baju dari kresek, koran, plastik dan banyak lagi.

Peserta karnaval bapak-bapak, dokumentasi pribadi
Ibu-ibu peserta karnaval, dokumentasi pribadi
Kreativitas peserta karnaval, dokumentasi pribadi

Anak-anak kecil tampil dengan demikian lucu. Mereka mengenakan berbagai aksesoris yang sudah disiapkan oleh ibu-ibu PKK sebelumnya.

Kreasi warga dalam membuat aksesoris benar benar patut diacungi jempol. Dalam waktu yang tidak begitu lama dari kertas dan tali rafia tercipta hiasan dan baju- baju cantik untuk anak-anak kecil. Dari barang- barang bekas lain juga bisa tercipta aksesoris yang menarik.

Peserta anak anak, dokumentasi pribadi

Hari itu persiapan untuk mengikuti karnaval sudah dilakukan semenjak dini hari.

Bisa dibayangkan betapa repotnya memasang aksesoris dan rumbai-rumbai pada sekian banyak anak kecil, plus make up. Namun semua bisa teratasi berkat kekompakan ibu-ibu PKK.

Lalu bagaimana dengan kostum ibu-ibu?Penampilan ibu-ibu tampak demikian manis dengan kebaya, sembong dan celana panjang. Penampilan tersebut masih dilengkapi dengan caping sehingga semua tampak cantik.

Yel dan tarian sepanjang perjalanan, dokumentasi pribadi

Ada juga ibu-ibu yang mengenakan kembaran merah putih. Wow yel-yel dan gerakannya demikian mantap.

Peserta dengan kostum merah putih , dokumentasi pribadi

Kostum bapak- bapak juga beraneka ragam. Ada yang mengenakan baju dari goni dan wajah yang demikian seram. Heboh pokoknya.

Peserta bapak-bapak, dokumentasi pribadi

Kegiatan yang dilaksanakan setahun sekali ini tentunya memerlukan persiapan yang luar biasa. Kekompakan dan kesabaran benar-benar diperlukan, utamanya saat berlatih yel dan koreografi yang diadakan setiap hari menjelang karnaval.

Pukul setengah delapan peserta diberangkatkan. Satu- persatu peserta menunjukkan performance mereka di depan juri sekitar lima menit. Sesudahnya peserta berjalan sesuai rute yang ditentukan.

Sepanjang jalan musik diperdengarkan untuk mengiringi aksi masing-masing peserta. Suasana benar-benar meriah.

Semangat peserta karnaval, dokumentasi pribadi

Regu kami sendiri mendapatkan nomor urut 5 dengan jumlah peserta berkisar 35 orang yang terdiri atas ibu-ibu, bapak-bapak juga anak-anak

Sepanjang jalan kami melakukan berbagai gerak yang dipandu oleh koreografer yang membuat perjalanan terasa mengasyikkan.

Sekitar pukul setengah sepuluh kami mencapai finish. Acara dilanjutkan dengan mengunjungi bazaar UMKM dan berbagai hiburan.

Bazaar UMKM, dokumentasi pribadi

Acara undian untuk mendapatkan berbagai doorprize yang menarik membuat penonton tak beranjak dari lokasi lomba hingga acara usai.

Di akhir acara diumumkan para pemenang lomba karnaval. Juara pertama sampai ketiga berturut-turut adalah RT 04, RT08 dan RT 03.
Juara harapan satu dan dua adalah RT 02 dan RT 01, sedangkan juara favorit adalah RT 11.

Pengumuman juara, dokumentasi pribadi

Ada senyum gembira di mana-mana. Akhirnya kerja keras selama beberapa hari ini membuahkan hasil yang begitu manis.

Sebuah prestasi yang benar-benar membanggakan, karena penampilan dari semua peserta benar-benar bagus.

Akhirnya selamat pada para pemenang. Selamat ulang tahun negeriku tercinta, semoga semakin jaya, dan mari terus melaju untuk Indonesia maju.

Salam Merdeka 🇮🇩🇮🇩

Bertabur Prestasi di Apel Akbar Hari Ulang Tahun Pramuka ke 62

Sabtu pagi itu suasana begitu cerah. Ada yang berbeda di sekitar Balai Kota Malang hari itu. Jalan yang biasa satu arah, menjadi dua arah. Beberapa ruas jalan ditutup.

Suasana begitu ramai. Bendera merah putih yang berjajar rapi di sekitar alun-alun dan banyaknya siswa yang mengenakan seragam pramuka membuat Balai Kota didominasi oleh warna merah, putih dan coklat.

Aha, hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2023 adalah puncak perayaan Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke 62 di Kota Malang.

Setelah pengumuman juara, dokumentasi Gerry

Rangkaian perayaan HUT Pramuka ke 62 tahun ini diisi dengan berbagai acara. Salah satu acara yang sangat menarik adalah lomba gerak jalan kreasi yang diadakan di Jl Simpang Balapan satu minggu sebelumnya.

Acara yang dimeriahkan oleh sekitar 300 calon Pramuka Garuda ini berlangsung meriah. Gerakan yang rancak, juga yel-yel yang penuh semangat ditampilkan oleh masing-masing regu peserta.

Gerak jalan kreasi, dokumentasi Gerry

Puncak perayaan HUT Pramuka tahun ini ditandai dengan apel besar yang diadakan oleh Kwarcab Malang di halaman Balai Kota dengan dipimpin oleh Bapak Walikota Malang. Berbagai atraksi seni dan tekpram mewarnai acara pagi itu.

Tari oleh Pramuka siaga, dokumentasi Gerry
Tari topeng oleh pramuka siaga, dokumentasi Gerry

Dalam acara tersebut Kwarcab Pramuka Kota Malang juga memberikan lencana Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) dan melakukan pengukuhan bagi Pramuka Garuda tingkat Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega.

Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Untuk menjadi Pramuka Garuda ada banyak tahapan dan tes yang harus dijalani oleh anggota pramuka, di antaranya tes wawancara juga tes kecakapan.

Dari sekolah kami ada empat siswa dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda. Sungguh sebuah prestasi yang sangat membanggakan.

Hasil karya pionering, dokumentasi Gerry

Pagi itu juga diadakan lomba pionering yang diikuti oleh sekitar 15 pangkalan yang ada di Kota Malang.

Lomba pionering dengan tema Robot Bofort ini bertujuan untuk mengasah kekompakan dan ketelitian masung-masing pangkalan dalam membuat struktur bangunan.

Hasil karya pionering, dokumentasi Gerry

Kepiawaian regu pramuka dalam hal tali-temali dan merangkai tongkat benar-benar layak diacungi jempol, terbukti dengan terciptanya berbagai bentuk hasil pionering yang demikian mengagumkan.

Dalam amanat pagi itu Bapak Walikota berpesan pada para generasi muda yang merupakan tunas-tunas harapan bangsa, agar dapat mengisi kemerdekaan dengan segala bakti dan karya yang bermanfaat bagi banyak orang dengan berbagai bekal yang didapatkan melalui Pramuka.

Ya, lewat Pramuka mereka sudah belajar untuk pantang menyerah, tidak mudah putus asa, tetap rendah hati, dan selalu menghargai yang tua. Harapan besar ada di pundak generasi muda agar mampu menjaga dan menjunjung tinggi kebhinekaan bangsa.

Regu Bintaraloka, dokumentasi Gerry

Hari yang benar-benar menyenangkan. Apalagi ketika pengumuman pemenang, Bintaraloka mendapatkan juara satu lomba gerak jalan kreasi dan juara dua lomba pionering.

Senyum ceria benar-benar bertebaran di mana-mana.
Akhirnya Dirgahayu Pramuka Indonesia.., semoga bisa terus menyebarkan tunas-tunas kebaikan di masa sekarang dan yang akan datang.

Salam Pramuka…!

Baca juga:

Meningkatkan Kesadaran Pelaksanaan Pola Hidup Sehat Melalui Gerakan Aksi Bergizi

Pagi itu siswa dengan bekal makanan yang sudah dibawa dari rumah sudah mengambil tempat di lapangan volley.

Yang menarik isi bekal mereka begitu beragam. Ya, sesuai arahan dari UKS sehari sebelumnya, bekal yang dibawa harus terdiri atas makanan yang mengandung karbohidrat, sayur, protein hewani dan nabati dan air minum.

Sedikit pengarahan dari kesiswaan dan UKS tentang pentingnya makanan bergizi membuka acara pagi itu. Sesudahnya siswapun membuka bekal dan sarapan pagi bersama.

Sarapan bersama, dokumentasi Galuh

Suasana terasa demikian gayeng. Di akhir acara, siswa putri diajak bersama-sama minum tablet tambah darah yang rutin dilaksanakan seminggu sekali.

Di atas adalah bagian dari kegiatan Aksi Bergizi yang dilaksanakan di Bintaraloka sejak beberapa bulan ini.

Tentang Gerakan Nasional Aksi Bergizi

Sumber gambar: Kemenkes RI

Gerakan Nasional Aksi Bergizi adalah kegiatan yang diprakarsai oleh Kemenkes RI.

Gerakan ini dilaksanakan untuk
meningkatkan kesadaran siswa siswi dalam membiasakan konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah), makan makanan dengan menu gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Aksi Bergizi. Sebagai sekolah Lokus (Lokasi Khusus) Gerakan Aksi Bergizi, kegiatan yang dilakukan sekolah kami antara lain:

Satu : Makan Bersama

Sarapan bersama, dokumentasi Galuh

Makan bersama dilakukan dengan kegiatan sarapan bersama ataupun makan makanan bergizi dengan tema yang berganti-ganti. Seperti makan bubur kacang hijau bersama atau makan buah-buahan bersama.

Ya, keanekaragaman makanan sangat penting untuk diperhatikan demi perbaikan gizi sehari-hari.

Sarapan juga bukan hal yang bisa disepelekan. Betapa banyak manfaat dari kegiatan sarapan pagi. Sarapan bukan hanya bertujuan untuk menghilangkan rasa lapar, tapi juga memberikan asupan nutrisi yang optimal sehingga bisa meningkatkan kerja organ tubuh kita.

Sarapan pagi yang rutin juga bisa mengurangi keinginan kita untuk nyemil makanan yang kurang sehat, sehingga menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit

Dua : Senam Bersama

Senam bersama, dokumentasi pribadi

Senam bersama dilakukan secara bergiliran oleh kelas tujuh, delapan dan sembilan. Pelaksanaan senam adalah pagi hari sebelum pelajaran dengan dipandu oleh guru olah raga.

Dari berbagai sumber diperoleh informasi bahwa melakukan senam di pagi hari mempunyai banyak manfaat, diantaranya melancarkan sistem peredaran darah, mencegah perkembangan virus sehingga mengurangi resiko infeksi penyakit, memelihara kebugaran tubuh, meningkatkan fungsi jantung, menguatkan tulang dan banyak lagi.

Tiga : Minum Tablet Tambah Darah Untuk Siswa Putri.

Minum tablet tambah darah, dokumentasi Ami

Minum secara rutin tablet tambah darah setiap seminggu sekali bertujuan untuk menekan angka anemia di kalangan remaja.

Anemia terjadi karena kurangnya hemoglobin dalam sel darah sehingga produksi sel darah merah dalam tubuh kita mengalami penurunan.

Menurut data Kemenkes angka anemia di kalangan remaja masih cukup tinggi, yaitu sekitar 3-4 dari 10 remaja menderita anemia.

Sumber gambar: Indonesia Baik.id

Akibat jangka pendek dari anemia adalah mudah lelah, letih lesu juga menurunnya daya tahan tubuh dan konsentrasi.

Sedangkan akibat jangka panjangnya adalah remaja putri yang terkena anemia akan terbawa saat dia hamil nantinya.

Ibu hamil yang kekurangan zat besi bisa mengalami keguguran ataupun melahirkan bayi yang mengalami gangguan tumbuh kembang misalnya stunting ataupun gangguan neurokognitif.

Menurut penjelasan Suster Ratna Gerakan Aksi Bergizi ini difokuskan pada remaja karena remaja sedang mengalami masa pertumbuhan yang demikian pesat.

Sesuai dengan pesan kunci dari kegiatan Aksi Bergizi Nasional yaitu “Hidup Sehat Sejak Sekarang Untuk Remaja Kekinian”, diharapkan dengan gerakan ini kesadaran remaja atas pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga ke depannya akan tercipta generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Salam UKS…😊