Srimulat, Bahwa Melawak Memerlukan Kerjasama dan Kekuatan Karakter

Sumber gambar: IDN Times

Layar dibuka. Seorang pembantu rumah tangga dengan membawa kemoceng dan berkalung serbet sedang asyik bersih-bersih di ruang tamu. Tidak hanya tangannya yang bekerja,  mulutnya juga terus bekerja alias menggumam, mengeluhkan sikap majikannya (Bahasa Jawa: ngrasani).  Yang dibicarakan tentang kebiasaan-kebiasaan buruk majikannya.

Biasanya yang paling dijadikan bahan rasanan adalah sifat majikan yang pelit, atau suka bertengkar dengan istrinya.

Tak berapa lama ketika asyik ngomong sendiri tiba-tiba majikan perempuan datang.  Majikan perempuan ini biasanya cantik,  manis,  berkebaya dan bersanggul.  Diam diam pembantu ini naksir pada majikan perempuannya.  Dari sini muncul dialog yang ger- geran.  Baik ucapan ataupun tindakan selalu mengundang tawa.

Demikian sekilas pembukaan acara lawak Srimulat.  Acara yang menjadi favorit baik tua maupun muda.  Lawak yang pernah mengalami kejayaan di masanya. Acara lawak biasanya dibuka dengan instrumen yang begitu khas,  suara orang bertepuk tangan dan setting panggung yang menggambarkan ruang tamu. 

Srimulat adalah grup lawak yang didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo dan istrinya yang bernama Srimulat tahun 1950 di Surakarta dengan nama Gema Malam Srimulat.

Pada awalnya Gema Malam Srimulat adalah kelompok seni keliling yang melakukan pertunjukan dari satu kota ke kota lain dari Jawa Timur sampai Jawa Tengah. Srimulat memulai lawakan pertama mereka pada 30 Agustus 1951.

Pada tahun 1961 grup ini mulai menancapkan kakinya di THR Surabaya dengan nama Srimulat review. Meski  ada beberapa  grup  lain yang menyampaikan kritik social lewat lawak, Srimulat tidak ikut terbawa arus.  Dalam lawakannya Srimulat benar-benar hadir untuk menghibur dengan membawa subkultur Jawa. 

Dalam perkembangannya Srimulat akhirnya bisa mendirikan cabang-cabangnya di Jogja,  Semarang,  Surabaya dan Jakarta.

Srimulat mempunyai banyak pemain dan komposisinya selalu berganti-ganti.Walau demikian lawakannya selalu lucu dan mengena di hati. 

Sumber gambar: Kompaspedia.com

Meski materi lawakannya sering diulang-ulang , grup lawak yang dikomandani oleh Asmuni,  Bambang Gentolet,  Didik Mangkuprojo , Tarzan, Paimo , Tessy,  Isye dkk ini sangat sukses mengocok perut penonton dikarenakan para pemainnya yang memiliki karakter yang kuat.

Bambang Gentolet dengan gayanya yang ‘lholak-lholok’,  Didik Mangkuprojo yang sok ilmiah,  Asmuni dan Tarzan yang sok bijaksana , Isye yang genit dan menggemaskan dan Tessy yang wow,  sungguh merupakan perpaduan yang memberikan  hiburan hampir di setiap akhir pekan.

Selain masalah-masalah  dalam rumah tangga, Srimulat juga pernah mengangkat kisah horor.  Yang paling saya ingat ada satu episode horor yang berjudul Suntikan Darah Drakula dengan pemeran utamanya Paimo. Saat menonton acara tersebut kami anak-anak kecil sampai menjerit-jerit ketakutan tapi sambil tertawa terpingkal-pingkal. 

Bisa ditebak esok harinya cerita horror tersebut menjadi bahan pembicaraan yang ramai di sekolah.  Saat itu stasiun TV cuma satu,  sehingga kami pasti menonton di channel yang sama yaitu TVRI.

Di televisi biasanya acara Srimulat tampil sendiri,  atau sering juga disisipkan dalam acara Galarama. Acara hiburan musik dari TVRI Surabaya saat itu.

Ada masanya dimana Srimulat mengalami pasang surut. Namun sejak pentas kembali di sebuah stasiun televisi swasta Srimulat kembali lagi pada kejayaannya.

Beberapa pemain Srimulat bahkan ada yang menjadi selebriti.  Sebutlah Nunung, Gepeng,  Kadir, Doyok, Basuki jugaThukul.

Proses regenerasi dalam Srimulat berjalan terus. Seiring berjalannya waktu pelawak yang lama satu demi satu mulai pensiun.  Entah karena sudah tua atau meninggal dan digantikan oleh pelawak-pelawak baru yang tak kalah lucunya.

Berbeda dengan lawakan stand up komedi lawakan Srimulat mengandalkan kerjasama antar pemain si dalamnya.  Saling memberi umpan adalah cara untuk menciptakan dialog-dialog lucu di dalamnya.  Karena itu tak heran jika pemain Srimulat tampil solo tidak akan selucu saat tampil bersama.  Sebab kekuatan grup ini adalah pada kebersamaan yang bisa saling melengkapi.

Ya,  dari Srimulat bisa diambil pelajaran bahwa yang diperlukan dalam melawak tidak sekedar lucu,  tapi perlu juga adanya kerjasama dengan tetap menguatkan karakter masing-masing personil.

Di Balik Kegalakan Seorang Guru

Sumber gambar: detik.com

Masa sekolah selalu menyimpan banyak cerita. Ketika sekolah pasti ada guru yang memberikan kesan pada diri kita. Misal karena keramahannya, kelembutannya, kedisiplinannya bahkan ke’galak’annya. Berikut adalah kisah tentang satu guru saya yang termasuk galak dan membuat takut pada kami para siswanya. Tapi ternyata di balik kegalakannya ada pelajaran berharga dan hikmah yang bisa dipetik di kemudian hari.

******.

Bel panjang berbunyi menunjukkan datangnya saat istirahat. Kami menghela napas lega. Selesai sudah dua jam pelajaran matematika.

Bu Milah menata buku- buku besar di hadapannya lalu memandang kami.
“Ya, siapkan! “
Tanpa senyum, selalu seperti itu.

Tanpa banyak kata ketua kelas memberikan komando dengan lantang dan kami serempak mengikutinya.
Selesai mengucap salam, Bu Milah meninggalkan kelas, dan kamipun bertebaran ke luar kelas untuk memanfaatkan waktu istirahat yang hanya dua puluh menit.

Bu Milah adalah satu guru kami yang sangat disiplin. Tegas dalam menegakkan aturan dan tidak segan segan menegur kami yang melanggar. Karena sikapnya yang seperti itu kami anak anak SMP menafsirkannya sebagai kereng, galak bahkan jahat.

Nomor kode Bu Milah adalah 13. Lengkap sudah. Angka menakutkan untuk guru galak, pikir kami saat itu.

Bu Milah selalu mendapat jam pertama di kelas kami. Mungkin karena beliau mengajar matematika jadi diletakkan di jam jam awal saat pikiran masih segar.

Senin jam pertama sesudah upacara bendera adalah saat bertemu Bu Milah. Ya, karena beliau juga walikelas kami , saat itu juga dimanfaatkan untuk pembinaan wali kelas. Biasanya pembinaan berisi bagaimana belajar yang baik, mengatur waktu dengan benar dan yang paling banyak adalah tentang disiplin.

Bu Milah paling tidak suka jika kami datang terlambat, apapun alasannya. Juga pada siswa yang tidak masuk tanpa keterangan. Itu akan beliau usut sampai tuntas.

Pernah ada teman yang sedikit- sedikit tidak masuk sekolah. Melihat hal tersebut Bu Milah langsung melakukan home visit, dan hasilnya keesokan harinya teman saya langsung rajin masuk tiap hari. Tidak pernah membolos lagi sampai naik kelas dua.

Mulai dari hal yang paling kecil Bu Milah menerapkan aturan dalam kelasnya. Contohnya saat memulai pelajaran dimana pada mapel lain kami mengucap salam sambil duduk, di kelas matematika kami harus memberi salam sambil berdiri.

Saat itu Bu Milah akan berkeliling melihat kelengkapan seragam kami. Termasuk ikat pinggang , kaos kaki bahkan rambut. Apakah terlalu panjang untuk siswa putra atau tidak rapi untuk siswa putri. Jika semua sudah rapi baru memberikan salam dan pelajaran dimulai.

Masih tentang salam, saat mengucapkannya tidak boleh tolah toleh. Jika ada yang seperti itu salam harus diulang.

Ada lagi satu aturan dalam pembelajaran matematika yaitu jangan sampai waktu diterangkan kita mainan bolpoin. Mungkin karena saat itu anak anak banyak yang suka mainan bolpoin. Maklumlah saat itu pilot cetetan adalah barang mewah.

Suatu ketika, saat Bu Milah menerangkan, ada seorang teman bermain bolpoin dengan cara dicetet-cetet. Beliau langsung berhenti dan bolpoin diminta, untuk selanjutnya dikembalikan lewat orang tuanya saat rapor semesteran.

Untuk melibatkan pengawasan orang tua dalam pembelajaran, Bu milah selalu meminta kembali kertas ulangan yang sudah dibagikan dan harus sudah ditanda tangani orang tua. Nah, apa akibatnya? Sebelum ulangan kami belajar sungguh sungguh supaya bisa mengerjakannya dengan baik. Sebab jika hasil ulangan bagus tidak masalah.. Tapi kalau dapat jelek haduuuh. Takut sekali rasanya mau minta tanda tangan orang tua.

Tidak hanya ulangan yang ditandatangani, buku PR juga. Akibatnya dibandingkan buku pekerjaan mapel yang lain buku PR matematika kami paling lengkap dan rapi. Bagaimana tidak? Sebelum masuk tas harus ditandatangani bapak/ibuk lebih dahulu. Malu kalau pekerjaannya acak acakan.

Banyaknya aturan membuat kami takut juga saat menjelang pembelajaran matematika. Tapi semua itu membuat kami lebih berhati-hati dan mengerjakan tugas sebaik baiknya. Melihat Bu Milah tersenyum puas dengan pekerjaan kami adalah hal yang sangat membahagiakan.

Melalui aturan Bu Milah juga sebenarnya ada hal hal baik yang bisa diambil, seperti menghargai orang lain, menghormati guru juga menjaga etika dan kerapian.

Satu hal yang sangat saya rasakan adalah karena takut dengan pelajaran Bu Milah, buku pekerjaan matematika saya jadi begitu lengkap dan rapi. Saya berani maju ke depan kelas hingga akhirnya teman teman yang kurang paham banyak bertanya pada saya. Mungkin ini yang akhirnya menjadikan saya guru matematika sampai saat ini. He.. He..

Meskipun mengajar dengan metode seperti itu kurang relevan di masa sekarang, tapi saya yakin dibalik galaknya seorang guru ada banyak hikmah dan tujuan baik di dalamnya.

Pythagoras, Sejarah dan Peninggalannya

“Jangan katakan hal-hal kecil dengan banyak kata, tapi katakanlah sesuatu yang besar dengan sedikit kata”

(Pythagoras)

Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf besar dari Yunani. Beliaulah yang pertama kali mengenalkan istilah philosophia ( pecinta kebenaran). Pythagoras lahir di pulau Samos Yunani. Beliau adalah putera dari seorang pedagang permata.

Sebelum kelahirannya para pendeta sudah meramalkan akan lahir seorang anak yang menjadi panutan negara bahkan oleh dunia.

Sejak kecil Pythagoras sudah menunjukkan karakter suka belajar.  Berbagai macam ilmu dipelajari , di antaranya matematika, filsafat dan seni.

Setelah berguru ke mana-mana di usia40 tahun beliau kembali ke Samos. Dua tahun di Samos Pythagoras pergi ke Kroton karena penguasa Yunani saat itu Pericles tidak menyukainya. Pythagoras lalu mendirikan sekolah setengah lingkaran dan mendirikan aliran yang bernama Pythagorean.

Aliran Pythagorean berusaha menggabungkan sains, mistik dan matematika. Matematika dalam tradisi Pythagoras dipandang secara berbeda dengan matematika sekarang.Hal ini karena mereka menganggap angka adalah sesuatu yang sakral. Semboyan mereka adalah Number Rules the Universe.

Tentang Teorema Pythagoras

Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras.

Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras , namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena beliaulah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.

Teorema Pythagoras berbunyi kuadrat sisi miring segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi yang lain. Teorema tersebut bisa dituliskan sebagai berikut:

Sumber gambar: matematika 8 Kemdikbud

Teorema Pythagoras bisa dijelaskan dengan cara sebagai berikut:

Sumber gambar: Saintif

Pada gambar di atas luas persegi merah (25) sama dengan luas persegi biru(9) ditambah luas persegi kuning (16), atau 25 = 9 +16, atau 5^2 = 3^2+4^2.

Contoh penggunaan teorema Pythagoras:

Perhatikan dua soal berikut ini:

Dengan bantuan garis putus-putus bisa dibentuk segitiga siku- siku yang mempunyai tinggi 7 cm dan panjang hipotenusa 25 cm. Panjang alas segitiga siku-siku ( misal x)  bisa dicari dengan rumus sebagai berikut:

                    x2 =  252 – 72

                        = 625 – 49

                        = 576

                    x  = 24

Karena panjang alas segitiga siku-siku adalah 24 cm, panjang AB adalah 24-4 = 20 cm. Luas segitiga ABC adalah  ½ x 20 x 7 = 70 cm2.

Dari contoh soal no 1 dan 2 bisa disimpulkan bahwa 9,12,15 dan 7,24,25 adalah bilangan bulat –bilangan bulat yang merupakan sisi-sisi segitiga siku-siku. Bilangan semacam itu dinamakan triple Pythagoras.

Berikut adalah contoh triple Pythagoras yang lain:

Sumber gambar: tangkapan layar pribadi

Bagaimana menggunakan triple Pythagoras?

Contoh : Sebuah segitiga ABC siku-siku di B. Jika panjang AB adalah 15 cm dan BC adalah 20 cm, berapa panjang hipotenusanya?

Dari tabel di atas (tipe 1) bisa diperoleh triple Pythagoras 15,20,25. Karena panjang AB=15, BC= 20 maka AC = 25 cm.

Teorema Pythagoras banyak digunakan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari , misal saat menentukan ukuran bangunan. Dalam matematika teorema ini banyak digunakan saat kita belajar bangun datar maupun bangun ruang.

Contoh penggunaan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan masalah bangun ruang

Gambar berikut merupakan prisma tegak segitiga siku-siku. Tentukan luas permukaan prisma tersebut.

Penyelesaian

Untuk mencari luas permukaan prisma segitiga tersebut, terlebih dulu kita cari panjang semua alasnya, yaitu

AB2 = AC2+ BC2 = 42 + 32 = 16 + 9 = 25

Jadi panjang AB = 5

Sehingga diperoleh:

L = 2 × luas alas + keliling alas × tinggi

= 2 ×1/2 × 3 × 4 + (3 + 4 + 5) × 8

= 12 + (12) × 8

= 12 + 96

= 108 cm2

Jadi, luas permukaan prisma tegak segitiga siku-siku adalah 108 cm2.

Temuan lain yang ditemukan oleh Pythagoras adalah nisbah emas (golden ratio). Berdasarkan penemuan Pythagoras ternyata matematika memiliki banyak keindahan yang bisa ditemukan dari berbagai fenomena alam yang terjadi di dunia ini, yang mengarah pada golden ratio.

Lebih khusus lagi Pythagoras menyatakan bahwa keindahan matematika dapat dinyatakan lewat bilangan atau kuasa angka-angka. Pythagoras berprinsip bahwa segala sesuatu adalah angka, dan perbandingan emas adalah raja semuanya.

Sejarah kehidupan Pythagoras banyak diliputi oleh mitos.  Ada sebuah kisah suatu saat Pythagoras pergi ke laut dan bertemu dengan seorang nelayan yang membawa banyak tangkapan ikan. Pythagoras berkata pada nelayan tersebut bahwa ia bisa menyebut secara tepat jumlah ikan yang ditangkap. Namun dengan syarat jika tebakannya benar maka ikan ikan tersebut harus dimasukkan kembali ke laut.

Ternyata tebakan Pythagoras benar, ikan-ikan itupun dilepaskan lagi dan konon menurut cerita ikan –ikan itu hidup kembali.

Kehidupan Pythagoras berakhir tragis. Karena aliran Pythagorean dianggap sesat, pada suatu hari padepokan Pythagoras diserbu dan dibakar. Diceritakan Pythagoras meninggal dalam peristiwa itu.

Pythagoras telah tiada, tapi peninggalannya masih terus kita pelajari hingga sekarang.

Semoga bermanfaat, salam matematika 🙂

Disarikan dari berbagai sumber

Sebuah Kisah Tentang Si Burik

Ilustrasi Si Burik, sumber gambar : ayamkalkun.com

Mbak Menik menatap suaminya dengan dongkol. Betapa tidak? Sejak pagi hingga jam sudah menunjukkan pukul delapan Mas Marno masih berasyik-asyik dengan ayam -ayam katenya. Ayam ayam kecil itu benar benar membuatnya cemburu. Jealous kalau kata anak sekarang.

Yang memberi makanlah.. Memberi vitamin… Bahkan mengajak bicara. Ya ampuun. Gemes melihatnya.
Padahal bangun tidur yang pertama dilakukan Mbak Menik di dapur adalah membuatkan kopi suami tercinta.
Tapi sesiang ini ia tak juga disapa.

“Duh Mas, pitiiik ae, ” protesnya.
“Sik… Diluk.., ” kata Mas Marno tanpa menoleh. Mbak Menik menatap jam dinding. Duuh, Pak Mus penjual sayuran sudah hampir datang ini, pikirnya. Apalagi persediaan bumbu habis, minyak nipis, Tempe dan tahu apalagi.

Mas Marno kembali menghisap rokoknya. “Buriiik…, ” katanya sambil menjentikkan jarinya pada si ayam. Yang dipanggil seakan mengerti dan dengan genitnya mendekati Mas Marno.
Mas Marno tertawa senang sambil menyebarkan jagung halus yang langsung dipatuk oleh Si Burik.

“Ayo, kalian mau ikut? ” kata Mas Marno pada empat ayam yang lain. Semua langsung merubung ikut makan jagung halus yang disebar.

Dari kelima ayamnya Si Burik paling disayangi Mas Marno. Tubuhnya kecil montok dan bulu-bulu nya yang berwarna campuran hitam dan putih berkilauan tertimpa sinar matahari.

Sumber gambar: DuniaBelajar

“Mas, masak apa ini? ” tanya Mbak Menik sekali lagi.
Mas Marno menoleh sekilas. “Sembarang wes… Pokok ada sambel.., “jawabnya.
“Lha uangnya?” kata Mbak Menik gemas.
“Bon dulu sama Pak Mus.. Nyatet, ” jawabnya ringan.
Mbak Menik semakin jengkel. “Nyatet.. Nyatet.. Catetanku sudah banyak, Mas, ” katanya setengah menangis.

Tanpa banyak kata ia bergegas menuju pick up di jalan yang berisi aneka belanjaan. Bicara dengan suaminya saat seperti itu percuma. Hanya bikin naik darah saja.

“Pak Mus, nyatet nggeh.., “kata Mbak Menik sambil meraih bayam dan tempe.
“Lha monggo…, ” jawab Pak Mus ramah. Ia sudah lama menjadi langganan ibu-ibu di kampung Manggis. Tidak ada yang nakal saat berhutang, yang penting administrasi beres, tak ada masalah.

Mbak Menik menyodorkan belanjanya ke Pak Mus untuk dihitung. “Beres, duapuluh ribu, catet nggih? “
“Nggih Pak Mus,” jawab Mbak Menik sambil bergegas meninggalkan Pak Mus. Duuh, sungkan sebenarnya.. Tapi lha bagaimana lagi. Masak tidak makan, pikirnya.

“Mbak Menik, tunggu! ” sebuah suara tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Mbak Rena? Tumben?
Setelah berbasa-basi keduanya terlibat dalam pembicaraan yang serius. Sedikit berbisik-bisik dan…Cling, wajah Mbak Menik tiba-tiba berseri-seri.

“Nanti malam? ” tanya Mbak Rena memastikan.
“Beres.., ” senyum Mbak Menik menutup percakapan keduanya.

Pagi kembali merekah. Mas Marno sedang menikmati kopinya. Tak seperti biasanya istrinya tak banyak protes. Senyumnya tampak begitu manis.

“Mau dimasakkan apa? ” tanya Mbak Menik sambil duduk di depan suaminya.
“Aku kok kepingin lodeh ya? ” jawab Mas Marno senang. Pagi ini cuaca kelihatan begitu bersahabat.
“Lodeh, mendol, bakwan? “tanya Mbak Menik lagi.
“Wah, sip itu.., “

Dari kejauhan suara klakson pick up Pak Mus terdengar. Mbak Menik bergegas menuju jalan besar, apalagi ketika dilihatnya Mas Marno menuju kandang ayam-ayam katenya.

Di belokan jalan, Mbak Rena tersenyum menyapanya. ” Adikku seneng lho.. Katanya cantik barangnya.. Ini kurangannya semalam ya.. ,” katanya sambil menyodorkan uang seratusan ribu.
Mbak Menik segera memasukkan uang ke saku. Bergegas keduanya menuju pick up Pak Mus.

Ada senyum di wajah Mbak Menik.
Ya, seratus dua puluh lima ribu harga yang pantas untuk ayam kate secantik Burik.

Dan Bintaraloka Pun Bergoyang Pagi Itu

Pemandu senam Bintaraloka, dokumentasi Fabi

Wong ko ngene kok dibanding-bandingke
Saing-saingke yo mesti kalah
Tak oyak’o aku yo ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu

Lagu Farrel Prayoga yang sedang hits berkumandang dengan irama yang rancak di Bumi Bintaraloka pagi itu. Lapangan voli penuh dengan peserta. Semua bergoyang sekaligus senam. Bapak Ibu guru, staf TU juga siswa kelas delapan dan sembilan.

Setelah sekian lama vakum, kini senam bersama kembali dilaksanakan di Bintaraloka. Pemandunya? Tentu saja Pak Ardilah. Pemandu senam Bintaraloka yang sangat handal .

Kegiatan senam diawali pukul tujuh pagi. Oh ya, dalam kegiatan kali ini kelas tujuh dan beberapa guru tidak bisa bergabung karena harus mengikuti Perayaan Projek Tema Aku Bijak Berinternet yang diadakan di aula Bintaraloka 1.

Beberapa siswa kelas delapan dan guru yang terlibat dalam pembimbingan AKM juga tidak bisa ikut serta.

Peserta sangat bersemangat, dokumentasi Fabi

Kegiatan senam sendiri berlangsung menyenangkan. Wajah-wajah sumringah tampak di mana-mana. Bahkan ketika berakhir dan ditawarkan oleh Pak Ardilah apakah senamnya mau diulang sekali lagi? Dengan penuh semangat siswa berteriak, “Lagi… Lagi..! “

Sebenarnya apa saja manfaat dari kegiatan senam bersama ini?

Peserta senam, dokumentasi Fabi
  1. Untuk kesehatan. Menghindarkan obesitas karena senam bisa membakar lemak. Senam juga meningkatkan kerja jantung, menguatkan tulang dan otot juga memperbaiki fleksibilitas kerja tubuh.
  2. Menghilangkan stress, meningkatkan rasa bahagia. Menggerakkan badan sesuai irama bisa meningkatkan kerja hormon endorfin. Hormon endorfin berperan sebagai penghilang rasa sakit alami dan bertanggung jawab atas perasaan senang setelah melakukan aktivitas tertentu. Bahkan, hormon endorfin juga dapat memberikan energi positif dalam diri seseorang.
  3. Mengoptimalkan kerja otak. Senam dengan irama membuat otak harus bekerja untuk mengkoordinasikan gerakan tubuh dan irama musik.
  4. Meningkatkan rasa percaya diri.
    Bisa melaksanakan gerakan tubuh sesuai irama dari awal hingga akhir bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik sehingga rasa percaya diri akan meningkat.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari kegiatan senam bersama. Harapannya kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dengan penataan waktu yang lebih baik sehingga semua guru dan siswa bisa bergabung dalam kegiatan yang sangat menyenangkan ini.

Peserta senam, dokumentasi Fabi
Senam bersama, kegiatan yang sangat menyenangkan, dokumentasi Fabi

…Ku berharap engkau mengerti, di hati ini
Hanya ada kamu…

Referensi : https://www.gramedia.com/best-seller/manfaat-senam-irama/