Matematika Realistik, Sebuah Alternatif Pelaksanaan Ujian Praktik Matematika 

Suatu hari di ruang kelas. Siswa duduk dengan kelompoknya, berpasang-pasangan dan tampak asyik berdiskusi. Ada dua bungkusan permen di hadapan mereka. Di setiap bungkusan tertera harga, dan keduanya sedang menghitung berapa harga satuan tiap permen.

“Permen jenis pertama kita misalkan x ya?” kata anak pertama dalam sebuah kelompok. Temannya mengangguk langsung menulis di buram

“Berarti permen kedua kita misalkan y,” tambah anak kedua sambil meneruskan hitungan. Dua buah persamaan matematika terbentuk dan keduanya langsung menyelesaikannya dengan berbagai metode yang pernah dipelajari yaitu eliminasi, subtitusi , campuran dan metode grafik.

Siswa mengerjakan ujian praktik matematika, dokumentasi pribadi

Diskusi terus berlangsung dan senyum kelegaan tampak ketika penyelesaian diperoleh. “Berarti harga permen jenis pertama lima ratus, jenis kedua tiga ratus,” kata mereka setengah berbisik supaya jangan sampai mengganggu peserta yang lain.

“Yes, ayo gambar grafiknya,”

Selembar kertas milimeter dikeluarkan, penggaris, pensil spidol mulai ikut berbicara. Ya, tugas mereka sekarang membuat grafik penyelesaian soal yang ada.

“Bu, apakah permen boleh dikeluarkan dari plastik?” tanya seorang anak pada guru pengawas ujian. “Tidak boleh, karena kalau salah masuk, nanti kalian akan mendapatkan hasil pecahan,” jawab Bu Guru.

“Walah..,” tangan yang sudah hendak membuka kantong plastik  tempat permen langsung batal. Daripada mendapat hasil pecahan, pikirnya.

Di atas adalah suasana ujian praktik matematika yang kami adakan di dalam satu minggu ini.  Ujian  dilaksanakan di bulan Pebruari supaya sesudahnya kami bisa lebih fokus untuk persiapan TKA juga  ujian tulis sekolah.

Jika di ujian praktek sebelumnya kami menguji ketrampilan siswa  dalam menggunakan alat alat matematika seperti jangka, busur, penggaris dan meminta siswa untuk menggambar transformasi, kali ini kami mencoba menerapkan  matematika realistik dalam ujian praktik.

Apakah matematika realistik itu?

Matematika Realistik adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan matematika sebagai aktivitas manusia yang harus dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari atau situasi nyata. 

Pendidikan Matematika Realistik atau Realistic Mathematics Education (RME) dicetuskan pertama kali oleh Prof. Hans Freudenthal di Belanda pada tahun 1971. 

Di Indonesia, pendekatan ini diterapkan lewat program Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) sekitar tahun 1998-1999 dan dipelopori oleh tim dosen dari berbagai LPTK yang belajar langsung di Belanda. 

Unsur- utama dalam Matematika Realistik adalah penggunaan masalah kontekstual sebagai titik awal, pengembangan model sendiri oleh siswa (modelling), kontribusi aktif siswa, interaktivitas, dan keterkaitan antar topik matematika. Pendekatan ini menekankan bahwa matematika adalah aktivitas manusia, bukan sekadar rumus. 

Materi yang kami ambil dalam ujian praktik kali ini adalah penggunaan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel untuk memecahkan masalah. 

Dalam pelaksanaannya pada siswa diberikan dua buah bungkusan yang berisi permen. Tiap bungkus berisi dua jenis permen dengan jumlah yang berbeda dengan bungkusan yang lain, dan ada harga yang tertera di setiap bungkus.

Media ujian praktik matematika, dokumentasi Fathim

Contoh: bungkus pertama berisi permen A lima buah dan permen B dua buah dengan harga Rp 1900,00, sedangkan bungkusan kedua berisi empat permen A dan tiga permen B seharga Rp 1800,00. Pada siswa diminta mencari harga tiap butir permen, menjawab beberapa pertanyaan serta menggambar grafik penyelesaian soal tersebut di atas.

Soal dikerjakan dalam waktu 120 menit secara berkelompok.

Nah, mengapa pelaksanaan ujian praktik matematika di atas bisa dikatakan menggunakan pendekatan matematika realistik?

1. Konteks Nyata dan Bermakna

Penggunaan permen adalah merupakan konteks nyata dan sangat familiar bagi siswa. Masalah menghitung harga satuan adalah masalah yang sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Modelling Matematika

Dalam ujian ini untuk mencari harga satuan siswa diajak untuk mentransformasi situasi nyata (dua paket permen dengan harga berbeda) menjadi model matematika berupa sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV).

· Contoh:

    Paket A: 5 permen A dan  2 permen B harga Rp 1900

    Paket B: 4 permen A dan 3 permen B= harga Rp  1800

 dengan memisalkan x = harga permen A dan y = harga permen B akan  muncul persamaan:

  5x + 2y = 1900

  4x+ 3y =  1800

3. Kontribusi aktif siswa dalam proses penemuan dan penyelesaian

Di sini siswa bisa menggunakan berbagai strategi sendiri (coba-coba, eliminasi, substitusi, grafik atau campuran.

4. Interaktivitas dan Diskusi

Aktivitas mencari harga satuan yang dilaksanakan berkelompok akan mendorong diskusi untuk menemukan hubungan antara paket permen dan persamaan, juga grafik yang sudah dibuat.

5. Keterkaitan antar topik matematika 

Dalam proses mencari harga satuan siswa akan banyak menggunakan prinsip aljabar, ataupun persamaan garis lurus ketika mereka menggunakan metode grafik.

Dengan matematika realistik siswa bisa diajak untuk  ‘merasakan’ matematika dalam konteks nyata, sehingga pemahaman mereka lahir dari pengalaman, bukan hafalan

Sesudah satu soal selesai, setiap kelompok bisa saling bertukar media untuk menyelesaikan soalBu Bu. Waktu dua jam cukup untuk mengerjakan dua soal, dan yang paling menyita waktu adalah saat pembuatan grafik.

Suasana ujian praktik, dokumentasi pribadi

“Tidak sulit, kami harus teliti saja, “

“Menyenangkan, tidak begitu tegang,” komentar beberapa siswa tentang ujian yang baru saja dilaksanakan.

Akhirnya penerapan matematika realistik dalam ujian praktik tidak hanya bisa menjadi alternatif yang menarik, tapi juga membuka kesadaran siswa bahwa matematika  sangat dekat dengan kehidupan kita. 

Dengan matematika realistik siswa bisa diajak untuk  ‘merasakan’ matematika dalam konteks nyata, sehingga pemahaman mereka lahir dari pengalaman, bukan hafalan, dan inilah yang akan membuat matematika konsep tertanam kuat dalam benak mereka.

Semoga bermanfaat, salam matematika 😊 

Kunjungan Perpustakaan Keliling: Permudah Akses Literasi, Tingkatan Minat Baca

Sebuah mobil berwarna biru memasuki area sekolah. Setelah parkir di tempat yang strategis, dua orang turun sambil tersenyum ramah. 

“Selamat pagi, kami dari perpustakaan kota,”

Aha.., tanpa penjelasan tersebut sebenarnya kami sudah tahu siapa yang berkunjung dari berbagai tulisan yang ada di mobil.

Ya,  hari ini sekolah kami mendapatkan kunjungan dari Perpustakaan Umum Kota Malang dalam bentuk Perpustakaan Keliling.

Mobil layanan perpustakaan keliling, dokumentasi pribadi

Perpustakaan Keliling Kota Malang adalah sebuah layanan dari Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang dengan menggunakan mobil operasional untuk mendekatkan akses buku ke masyarakat, khususnya anak-anak. 

Kader pustaka siap menyambut kedatangan perpustakaan keliling

Sebuah layanan jemput bola, dimana selain melakukan kunjungan, perpustakaan ini juga beroperasi rutin di beberapa lokasi seperti Alun-Alun Kota Malang dan Taman Merjosari.

Setelah beramah-tamah sejenak, kami langsung menuju perpustakaan sekolah, dan di sana sudah ditunggu oleh siswa dan kader pustaka.

Acarapun dimulai. Dari berkenalan, petugas perpustakaan menjelaskan tentang cara menjadi anggota Perpustakaan Umum Kota Malang. Beberapa pertanyaan muncul dari siswa yang menunjukkan antusias mereka salam mengikuti acara ini.

Membaca bersama, dokumentasi pribadi
Membaca bersama , dokumentasi pribadi

Sekitar sepuluh menit kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran film dan peminjaman buku untuk dibaca di tempat.

Adalah sebuah pemandangan menarik ketika melihat siswa duduk bareng di atas karpet sambil menonton film yang diputar di televisi. Ya, generasi sekarang pasti belum tahu sensasinya nonton TV rame- rame seperti yang sering dilakukan para generasi terdahulu (termasuk saya).

Nonton film bareng, dokumentasi pribadi

Begitu film berakhir siswa segera menuju mobil yang berisi penuh buku dan memilih sekaligus membacanya. Sangat menyenangkan. Bukunya begitu beragam mulai dari fiksi maupun non fiksi. 

Satu hal membuat saya surprise. Ya, tiba-tibasaya menemukan buku serial Little House on the Prairie karya Laura Ingalls Wilder. Buku yang lama saya cari dan sudah tidak ada di toko buku manapun.

Tentang Little House on the Prairie, ini adalah serial yang pernah diputar di TVRI di kisaran tahun 1980 an, dan saya adalah salah satu penggemarnya.

Buku Laura Ingalls Wilder, dokumentasi pribadi

Serial klasik Amerika ini  mengisahkan kehidupan keluarga Ingalls, Charles, Caroline, dan anak-anak mereka yang berjuang, bertahan hidup, dan membangun kehidupan di Walnut Grove, Minnesota pada tahun 1870-an hingga 1880-an. Serial yang sarat dengan nilai persahabatan, kasih sayang dan kegigihan berjuang.

“Bukunya bagus-bagus,”

“Nonton filmnya asyik,” ungkap beberapa siswa. 

Hari yang luar biasa. Lewat kegiatan ini siswa mendapatkan pengalaman baru, sekaligus lebih memahami program-program perpustakaan umum kota Malang yang belum diketahui.

Berfoto bersama di akhir acara, dokumentasi Dwikaa

“Sekarang di perpustakaan juga ada kitab kuning dan bacaan dalam huruf Braille,” ungkap Pak Ichwan yang menjadi narasumber pagi itu.

Ketika saya bertanya ada berapa sekolah yang harus dilayani  Perpustakaan Keliling ini, Pak Ichwan menjawab bahwa ada 400 sekolah dan kelurahan yang akan dikunjungi perpustakaan keliling ini, dan armada yang dikerahkan ada lima buah.

Menurut informasi, perpustakaan keliling ini akan berkunjung setiap satu semester sekali.

Semoga kehadiran perpustakaan umum sebagai sumber literasi yang terpercaya bisa semakin dirasakan masyarakat kota Malang.

Hari yang luar biasa. 

Semoga dengan kegiatan perpustakaan keliling ini minat baca masyarakat semakin meningkat karena akses baca yang semakin mudah, serta kehadiran perpustakaan umum sebagai sumber literasi yang terpercaya bisa semakin dirasakan masyarakat kota Malang.

Nasi Gegok, Sebuah Kelezatan dalam Balutan Kesederhanaan

“Bu, tidak usah bawa bekal, karena sudah saya pesankan nasi gegok di teman saya,”

Sebuah pesan tiba tiba masuk WhatsApp saya.

Nasi gegok? Wah, saya baru tahu ini. 

“Wah, terima kasih. Nasinya yang bagaimana se itu?”

Asli, saya belum pernah tahu nasi gegok ini. Mendengar namanya juga baru kali ini.

“Nanti bisa dilihat kalau sudah datang,” kata teman saya. Jawaban yang bikin penasaran, apalagi di bagian belakang pesan masih ditambah dengan emoticon senyum sambil mengedipkan mata.

Kira-kira jam setengah tiga saya diberitahu bahwa nasi sudah datang dan diletakkan di meja.  Aha, sambil bersiap- siap pulang saya segera membuka kresek putih yang ada di meja. 

Sebuah bungkusan daun pisang dengan aroma sedap ada di dalamnya. Ooh, ini rupanya nasi gegok itu. Baunya cukup menggoda apalagi bungkusannya padat berisi dengan balutan daun pisang yang sepertinya habis dipanggang.

Nasi gegok, nasi dalam balutan daun pisang, dokumentasi Buz

Tanpa menunggu lama kresek putih saya masukkan tas untuk nanti saya nikmati bersama anak anak di rumah.

Penasaran dengan nasi yang satu ini akhirnya saya browsing ke sana sini.

Apakah nasi gegok itu?

Ternyata nasi gegok yang punya nama lain sego gegog ini  adalah kuliner khas Trenggalek yang berasal dari Kecamatan Bendungan sekitar tahun 1970-an. 

Sego gegog adalah hasil kreativitas warga setempat untuk membuat bekal petani agar mudah dibawa ke sawah agar praktis dan tahan lama.

Sego gegog adalah akronim dari “sega genem godhong gedhang” (nasi yang dibungkus daun pisang), kuliner ini populer karena perpaduan nasi yang gurih, sambal teri pedas, dan aroma khas daun pisang yang dikukus. 

Karena pengucapan konsonan g dan k di akhir kata hampir sama sego gegog sering dinamakan juga Sego gegok atau nasi gegok.

Nah, bagaimana cara membuatnya? Menurut teman yang pandai memasak cara membuatnya mirip cara membuat arem-arem. Hanya jika arem- arem berisi   sambal goreng atau ayam suwir, nasi gegok ini  berisi sambal teri.

Bahan yang diperlukan adalah nasi aron (setengah matang), teri, jahe, sereh, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, garam dan penyedap rasa secukupnya.

Cara membuat nasi aron cukup cuci bersih beras masak dengan magic com sampai seten, lalu masak dengan magic com hingga setengah matang.

Isinya dibuat dengan cara menghaluskan bumbu yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, cabe rawit, garam dan penyedap, lalu ditumis. Saat menumis masukkan lengkuas, jahe dan sereh supaya harum.

Nasi gegok disajikan dengan dipotong-potong, dokumentasi Buz

Sambil diaduk aduk, ke dalam bumbu tersebut dimasukkan teri yang sudah digoreng dulu sebelumnya.

Jika sudah, siapkan daun pisang untuk membungkus. Agar tidak mudah pecah, daun pisang sebaiknya dijemur atau dibakar di atas kompor dengan api kecil.

Letakkan nasi aron di daun pisang, lalu tambahkan bumbu yang ditumis tadi, kemudian lalu tutup lagi dengan nasi aron dan bungkus yang rapi. Terakhir, kukus kira kira 15 menit.

Nah, nasi gegok atau sego gegog siap untuk dinikmati. Bisa ditambah tumis sayur supaya lebih maknyus, atau dipotong-potong seperti yang ada di foto.

Sekilas seperti lemper tampilannya. Rasanya sedap, pedas, enak dinikmati hangat- hangat.

Sumber gambar: cookpad

Ada paduan kesederhanaan dan kelezatan dalam sajian nasi gegok atau sego gegog. Saya membayangkan bagaimana para petani dahulunya menikmati hidangan ini sambil ngobrol saat istirahat menggarap sawah. Pasti nikmat sekali.

Nah, bagaimana pembaca ? Ingin mencoba? 

Salam Kompasiana 😊

Uji Coba KRL Solo Balapan–Palur

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng) bersama dengan Direktorat Prasarana Ditjen Perkeretaapian, PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta dan PT KAI Commuter menggelar uji coba perjalanan KRL di lintas Solo Balapan–Stasiun Palur. 

Uji coba itu dilakukan selama dua hari pada pekan ini, yaitu Selasa (5/4) dan Rabu (6/4). Kegiatan testing and commissioning itu dilakukan hingga 3 kali perjalanan pergi dan pulang dalam setiap harinya. Pengujian dilakukan terhadap keseluruhan sistem dari sarana KRL dan prasarana yang meliputi jaringan listrik aliran atas (LAA) dan gardu traksi.

Sumber gambar: Bisnis Style

Pengujian pertama dilakukan pada hari Selasa, kecepatan sarana KRL ditingkatkan secara bertahap, mulai 40 km/jam, 60 km/jam, sampai kecepatan maksimal 90 km/jam. Uji coba kedua dilakukan dengan memacu KRL dengan kecepatan 90 km/jam. Uji coba di hari kedua dilakukan dengan kecepatan 90 km/jam di tiga perjalanan. Hasilnya, semua sudah bisa berfungsi seperti yang diharapkan. Uji coba serupa akan dilakukan pada pekan depan.

Sumber: 

https://www.detik.com/jo/iteng/bisnis/d-6020677/uji-coba-krl-solo-balapan-palur-segini-kecepatannya-dikeses-tangggal-10 Mei 2022 dengan penyesuaian

Pertanyaan 1

Berdasarkan stimulus di atas, beri tanda centang (✓) pada kotak di depan pernyataan-pernyataan yang benar.

⬜ Jarak tempuh kereta api dipengaruhi waktu tempuh.
 

⬜ Grafik antara jarak dengan waktu membentuk suatu garis lurus dengan gradien positif.
 

⬜ Grafik antara jarak dengan waktu membentuk suatu garis lurus dengan gradien negatif.
 

⬜ Semakin besar kecepatan, semakin besar gradien garis lurus yang menunjukkan hubungan antara jarak dan waktu.

Sumber gambar: Solopos

Pertanyaan 2

Pilihlah satu jawaban yang tepat.

Uji coba KRL Solo Balapan–Palur di hari kedua dilakukan dengan memacu KRL dengan kecepatan 90 km/jam di tiga perjalanannya. Grafik antara jarak dan waktu yang sesuai pernyataan tersebut adalah ….

Sumber : Matematika Erlangga 8

Selamat mengerjakan , salam matematika 😊

Bukan Sekedar Jalan-jalan, Cerita Kami Merajut Kebersamaan di Kota Batu 

“Mari sejenak lupakan segala kesibukan di sekolah, karena hari ini siapa yang paling bahagia, itulah pemenangnya,” demikian kata-kata motivasi yang membuka kegiatan hari itu. Ya, hari Sabtu (31/01) kami para guru sekaligus karyawan SMP Negeri 3 Malang melakukan kegiatan outbond di Kusuma Agrowisata Batu.

Mengapa Batu? Di samping terkenal akan keindahannya, Batu adalah tetangga sendiri. Hanya sekitar satu jam naik bus dari sekolah.

Menjelang berangkat ke Batu, dokumentasi Bintaraloka

Outbond sendiri adalah salah satu rangkaian acara Gathering Bintaraloka yang melibatkan seluruh karyawan dan guru SMP Negeri 3 Malang.

Dengan tujuan Kusuma Agrowisata Batu, peserta berangkat dengan menggunakan Bus Bagong pukul 07.15,  dan sampai di tempat tujuan sekitar sejam kemudian.

Perjalanan berlangsung lancar, gayeng sekaligus menyenangkan. Suasana akrab demikian terasa, apalagi di dalam bus banyak peserta menyumbangkan suaranya ataupun hanya mendengar lantunan lagu lagu lawas maupun kekinian. 

Suasana dalam bus, dokumentasi pribadi

Ya, ditilik dari usia peserta gathering sangat beragam, mulai dari yang yunior sampai senior, sehingga selera musiknyapun bermacam-macam.

Bersama Ibu Ahfi, dokumentasi Ahfi

Tentang Kusuma Agrowisata, tempat ini berlokasi di Jl. Abdul Gani, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Area wisata ini berada pada ketinggian kurang lebih  1000 mdpl sehingga mempunyai hawa yang sejuk dan nyaman.

Kusuma Agrowisata berdiri sejak tahun 1991, dan merupakan salah satu pelopor wisata agro di Indonesia.

Menuju lokasi outbound, dokumentasi pribadi

Sesampai di lokasi peserta diajak menuju area outbond dan berbagai permainan sudah disiapkan oleh penyelenggara.

Sepanjang perjalanan ke area outbond mata benar benar dimanjakan dengan pemandangan yang begitu cantik. Aneka pohon, tanaman bunga maupun buah ternyata demikian indah.

Sampai di lokasi, dokumentasi pribadi

Semua permainan dalam outbond dirancang untuk menciptakan rasa bahagia, mempererat keakraban, kekompakan sekaligus solidaritas.

Setelah lebih kurang dua jam merayakan keceriaan dalam outbond peserta diajak menuju area wisata petik jambu. Hamparan tanaman jambu seolah tersenyum manis menyambut kedatangan kami hari itu.

Di area ini kesabaran dan ketelatenan peserta diuji untuk mencari jambu yang masak dan besar guna dipetik. Setiap peserta boleh memetik tiga buah jambu untuk dibawa pulang. Oh ya, selain jambu, di sini kita bisa melakukan wisata petik apel, strawberry, jeruk, sayuran hidroponik juga buah naga.

Petik jambu, dokumentasi pribadi

Dari kebun jambu kami kembali naik mobil untuk menuju de Tjangkul guna makan siang bersama. Rasa lelah, hawa yang sejuk serta suasana yang  gayeng adalah perpaduan yang pas untuk segera menyantap hidangan yang ada, sebutlah nasi goreng Madras, bakmi, oseng sayur, ayam mentega dan tidak ketinggalan es teler. Mantap nian.

Makan siang yang gayeng, dokumentasi pribadi

Selesai? Belum.. sekitar pukul setengah tiga, bus meninggalkan Agrowisata dan peserta diajak jalan-jalan eksplor Alun-alun Batu .

Alun-alun Batu di akhir pekan terasa demikian ramai. Pasar Laron, berbagai permainan di alun-alun, Bakso Iga, ramainya suara penjual tahu bulat, teriakan penjual buah-buahan berpadu menciptakan suasana seru.

Satu hal lagi, di sini banyak dijual berbagai produk olahan susu, dan ini yang banyak diburu untuk oleh-oleh.

Para peserta gathering segera berbelanja, ataupun sekedar jalan- jalan, menikmati es puter dan melaksanakan sholat Ashar di Masjid Jami’ Batu. Aih, sungguh hari yang manis, semanis es puter yang kami nikmati hari itu.

Di sekitar alun-alun kami sempat berkenalan dengan ibu penjual apel manalagi. 

“Yuswa pinten, Bu?” tanya teman saya di sela-sela obrolan dengan Ibu tersebut.

 Dengan senyum lebar, Si Ibu menjawab,” Delapan dua, Jeng,”

Luar biasa, di usia 82 beliau masih tampak segar dan begitu semangat menjajakan barang dagangannya. 

Ketika jam sudah menunjukkan pukul empat sore semua peserta kembali memasuki bus. Ya, semanis apapun perjalanan ini harus segera diakhiri. Kini kami bersiap-siap untuk kembali ke Malang.

Membeli es puter , rasa yang pernah ada, dokumentasi Buz

Jika di Batu cuaca terang, tidak demikian halnya dengan di Malang. Sejak Karanglo hujan turun dan lama-kelamaan semakin deras. 

Bus Bagong yang kami naiki terus berjalan menembus macetnya lalu lintas kota Malang. Matahari semakin meredup. Karena hari yang semakin sore, juga mendung yang begitu tebal.

Gathering bukan sekedar bersenang-senang.  Melalui acara ini diharapkan kerja sama tim, komunikasi, kepercayaan diri masing masing individu akan semakin meningkat

 Selamat tinggal Batu, selamat tinggal gathering. Semoga ke depan acara seperti ini lebih sering lagi diadakan.

Di Kusuma Agrowisata, dokumentasi Buz

Akhirnya gathering bukan sekedar bersenang-senang.  Melalui acara ini diharapkan kerja sama tim, komunikasi, kepercayaan diri masing masing individu akan semakin meningkat. Dan yang paling penting stress berkurang, energi positif bertambah, serta siap mengerjakan berbagai tugas yang sudah menanti.

Salam jalan-jalan ..😀