Catatan dari Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun Kelas Tujuh dan Delapan

Yeay .. teriakan gembira siswa terdengar begitu bel akhir PAT berbunyi. Akhirnya selesai sudah Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas 7 dan 8 yang diadakan sejak hari Senin 28 Mei hingga Rabu 7 Juni 2023.

PAT yang terasa begitu panjang, karena ada libur empat hari di dalamnya. Tepatnya libur Hari Lahir Pancasila dan cuti bersama di hari Jumat menjelang Hari Raya Waisak.

Masuk ruang PAT, dokumentasi pribadi
Belajar sebelum PAT, dokumentasi pribadi

PAT kelas 7 dan 8 kali ini dilaksanakan serempak. Semua siswa masuk pagi. Ruangan ditata sedemikian rupa sehingga kelas delapan berisi 20 orang per ruangan sementara kelas tujuh berisi 30 siswa per ruangan.

Pelaksanaan PAT untuk kelas delapan menggunakan tab sekolah, dan kelas tujuh menggunakan perangkat siswa.

Berbaris sebelum masuk ruang PAT, dokumentasi pribadi
Belajar saat istirahat, dokumentasi pribadi

Karena menggunakan tab sekolah, maka salah satu kerja panitia adalah memastikan daya tab terisi penuh sehingga siswa bisa mengerjakan PAT dengan baik.

Memeriksa daya tab, dokumentasi pribadi
Panitia PAT, dokumentasi pribadi
Kesibukan panitia PAT, dokumentasi pribadi

Seperti PAT kelas 9, penilaian dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi yang ada di Masterweb. Karenanya dalam pelaksanaan PAT kali ini masih ada pendampingan dari Masterweb .

Ada banyak catatan dari penyelenggaraan PAT kali ini. Satu yang sangat penting adalah masalah jaringan dan aplikasi yang belum begitu lancar. Hal yang harus segera diatasi karena keduanya sangat berperan penting untuk kelancaran PAT.

Siswa yang mengalami kendala dalam pelaksanaan PAT, dokumentasi pribadi

Catatan positif dari PAT ini adalah meski beberapa masalah timbul, panitia sigap dan cepat tanggap untuk menenangkan peserta maupun pengawas PAT sementara jaringan dan web dalam proses pengecekan.

Ya, kesigapan panitia yaitu Bu Ahfi dan Pak Ardillah dkk patut diacungi jempol.

Belajar saat istirahat, dokumentasi pribadi

Catatan penting lain dari PAT ini adalah menurut pengamatan, semangat belajar siswa mulai menunjukkan peningkatan dari ujian- ujian sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya siswa yang belajar serius menjelang PAT baik di depan kelas maupun di halaman sekolah.

Akhirnya semoga berbagai masalah yang yang timbul dari penyelenggaraan PAT kali ini bisa menjadi masukan untuk perbaikan penyelenggaraan ujian- ujian berikutnya.

Suasana PAT di ruang kelas, dokumentasi pribadi
Suasana PAT di ruang kelas, dokumentasi Bu Wahyu

Dengan proses ujian yang lancar diharapkan hasil penilaian yang valid dan siswa akan mendapatkan nilai yang maksimal.

Salam Bintaraloka 😊

Cerita Tentang Si Cantik Zinia

Warna- warni bunga di Poetoek Soeko tersenyum ramah menyambut kedatangan kami pagi itu. Sejauh mata memandang lautan bunga ada di mana-mana. Bunga kenikir, Iler, bunga matahari, juga zinia.

Aih , bunga yang terakhir ini benar- benar saya suka.

Beberapa kali kami berfoto dengan latar bunga yang memikat ini. Bagi saya warna warni zinia seolah memberikan energi dan kesegaran tersendiri.

Lautan zinia di Poetoek Soeko, dokumentasi pribadi

Perkenalan saya dengan zinia berawal ketika saya masih kecil. Saat itu di halaman rumah kami ada tanaman bunga yang berjajar cantik. Rupanya tanaman itu tumbuh karena benihnya yang disebar memanjang di dekat jemuran.

Suatu pagi tiba-tiba saya melihat bunga-bunga mulai mekar, meski ada beberapa yang masih kuncup.

“Wah, cantiknya,” kata saya dengan kagum.
Kupu-kupu yang hinggap di atas bunga  langsung terbang. Mungkin kaget dengan teriakan saya.

“Buk, ini bunga apa?” tanya saya pada ibuk yang sedang menjemur cucian.
Ibuk tersenyum.

“Kembang kertas.. bagus ya .,”kata Ibuk.
“Wah, warna- warni ya.. seperti kertas lipat,” cetus saya.

Benar, dalam pandangan saya bunga itu dinamakan kembang kertas pasti karena berwarna- warni seperti kertas lipat.

Ibuk tertawa sambil terus melanjutkan pekerjaannya. Dialog yang singkat, tapi cukup membuat saya terus memperhatikan zinia di depan rumah tiap hari.

Warna zinia di depan rumah bermacam-macam. Ada pink, merah, putih dan ungu. Karena warna yang beraneka itulah tiap hari saya selalu berharap zinia yang lain segera berbunga dan menerka-nerka warna apa lagi yang akan muncul.

Sekilas tentang Zinia

Warna-warni zinia, sumber gambar: Dunia Tumbuhan.com

Zinia  adalah bunga berupa semak dan perdu kecil yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Zinia memiliki mahkota bunga yang sangat tipis dan kaku mirip dengan lembaran kertas, karenanya ia banyak dikenal sebagai kembang kertas.

Bunga ini memiliki ciri bunga majemuk yaitu terdiri dari beberapa bunga kecil yang disebut floret dan tersusun rapat pada dasar bunga.

Ada berbagai warna bunga zinia yaitu putih dan krim hingga merah muda, merah, ungu, hijau, kuning, aprikot, jingga, salmon, dan perunggu.

Tidaklah sulit menanam bunga zinia karena bunga cantik ini  bisa tumbuh meski hanya ditebar saja di atas tanah.

Dari berbagai sumber selain berwarna cantik, zinia juga menyimpan banyak manfaat. Di antaranya bisa untuk mengatasi bisul, gatal, hepatitis dan banyak lagi.

Berfoto di sekitar zinia di Poetoek Soeko, dokumentasi pribadi

Di balik kesederhanaannya tersimpan keindahan dan berbagai manfaat dari Si Cantik Zinia.

Namun satu hal yang membuat saya menyukai zinia adalah bunga ini selalu mengingatkan saya pada taman di depan rumah saya di masa lalu.

Taman yang tak begitu luas, namun  menyimpan berbagai kenangan tentang keindahan dan kehangatan masa kecil kami.

Manisnya Sehari Perjalanan di Bumi Bung Karno

Bagaimana jika emak- emak pergi mbolang bersama? He.. he.. rame pokoknya, bahkan kadang kadang mengalahkan ramainya anak kecil.. eh..😅

Mbolang, adalah istilah yang sering kami gunakan untuk bepergian. Mbolang  berasal dari kata bolang. Inspirasi kata ini berasal dari sebuah acara televisi yang  berjudul Si Bolang, artinya Bocah Petualang alias anak yang suka bepergian ke sana kemari dan menemukan kebahagiaan dalam petualangannya.

Pak Gito yang batal ikut, dokumentasi pribadi

Perjalanan mbolang kali ini diikuti oleh alumni SD  Bareng yang berjumlah sembilan orang. Seharusnya ada sepuluh. Tapi karena kesibukan yang tidak bisa ditinggal, Pak Gito salah satu teman kami batal ikut meski sudah terlanjur pesan tiket.

Tujuan utama kami  adalah ke kota Blitar. Makam Bung Karno, Istana Gebang dan Candi Penataran adalah destinasi utama kami. Namun karena keterbatasan waktu tujuan ke Penataran akhirnya tidak bisa terlaksana.

Suasana di stasiun, dokumentasi pribadi

Tiket sudah dipesankan seminggu sebelumnya. Lewat aplikasi seorang teman, sepuluh tiket pulang pergi Malang -Blitar berhasil dibeli dengan harga tiket sekali perjalanan Rp12.000,00.

Hari dan jam keberangkatan sudah ditentukan yaitu Sabtu, 3 Juni 2023 , kereta Penataran berangkat pukul 07.14.

Sebagai antisipasi supaya jangan sampai terlambat, kami berjanji untuk bertemu di Stasiun Kota Baru Malang pukul 06.30.

Maka demikianlah, sepagi itu kami sudah siap di depan stasiun dengan dresscode yang sudah ditentukan. Baju kotak-kotak, celana jeans dan bersepatu. Biar cantik saat dipotret. He..he..

Pak Gito mengantarkan sampai kereta, dokumentasi pribadi

Sebagai wujud perhatiannya, meski tidak jadi ikut Pak Gito mengantarkan kepergian kami di stasiun Kota Baru Malang sampai naik Kereta Api. Barangkali Pak Gito takut emak emak ini tidak tahu jalan ya…

Sekitar pukul tujuh kami menaiki kereta Penataran gerbong enam. Suasana begitu ramai. Libur panjang empat hari di awal bulan Juni ini membuat penonton melimpah di stasiun.

Tiba di Stasiun Blitar, dokumentasi pribadi

Sekitar pukul sembilan lebih kami sampai di Stasiun Blitar. Setelah istirahat sejenak, agenda selanjutnya adalah mencari sarapan. Dari berbagai info yang masuk akhirnya pilihan kami jatuh pada Rumah Makan Padang Murah yang berlokasi di Jalan Mastrip Blitar.

Sarapan dulu, dokumentasi pribadi
Sarapan dulu, dokumentasi pribadi

Berbagai macam hidangan disediakan. Kami tinggal ambil, menunjukkan makanan yang ada di piring dan harga langsung ditentukan. Praktis sekali.

Lezatnya sayur singkong, ayam goreng dan sambel ijo, ditemani segelas teh hangat benar-benar  memberikan semangat pagi itu.

Setelah sarapan kami bergegas meneruskan perjalanan. Mulanya kami akan pesan gocar untuk pergi ke Makam
Bung Karno. Namun apa daya, sampai setengah jam kami tidak juga mendapatkan driver. Akhirnya rencana langsung diubah dengan menyewa becak.

Berkeliling Blitar dengan becak, dokumentasi pribadi

Karena ada sembilan orang dalam rombongan, maka ada lima becak yang disewa. Empat becak dinaiki dua penumpang, satu becak satu penumpang.

Setelah deal dengan ongkos dan perjalanan yang akan dilakukan dengan para penarik becak, perjalanan pun dilanjutkan menuju Makam Bung Karno.

Aha… Berkeliling Kota Blitar dengan becak sungguh mengasyikkan. Ritme kehidupan tiba tiba terasa begitu santai, jauh dari segala ketergesaan. Apalagi suasana jalanan kota Blitar yang jauh lebih sepi dibanding kota Malang.

Agenda haul Bung Karno, dokumentasi pribadi

Bulan Juni adalah bulannya Bung Karno. Begitu keterangan Pak penarik becak pada kami. Ada tiga event besar di kota Blitar dalam bulan Juni ini, yaitu tanggal 1, 6 dan 21 Juni.

Tanggal 1 Juni adalah hari lahirnya Pancasila dimana Bung Karno adalah penemu dan  penggagas Pancasila, tanggal 6 Juni adalah hari lahir Sang Proklamator, dan 21 Juni adalah hari wafatnya Bung Karno.

Setiap tanggal diperingati dengan perayaan khusus. Dengan tumpengan, brokohan ataupun peringatan haul.

Hal tersebut dipertegas dengan keterangan Mbak Nurin dari Perpustakaan Bung Karno. Perpustakaan yang berlokasi di bagian depan area Makam Bung Karno ini ditata demikian apik. Ada ruang koleksi buku juga memorabilia.

Salah satu koleksi memorabilia, Bung Karno, Dr Sama dan Mister Iskaq pendiri PNI, dokumentasi pribadi
Koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi
Riwayat Bung Karno, koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi
Teks proklamasi tulisan tangan Bung Karno, koleksi ruang memorabilia, dokumentasi pribadi

Memorabilia adalah tempat koleksi barang- barang kenangan tentang Bung Karno. Ada banyak foto-foto beliau mulai dari zaman sekolah, menjadi presiden hingga akhirnya wafat, juga barang -barang yang sering dipakai Bung Karno.

Menurut Mbak Nurin dalam bulan Juni ini banyak kesibukan yang dilakukan untuk memperingati jasa-jasa Sang Proklamator. Antusias warga pada bulan Bung Karno ini ditampakkan dengan banyaknya kunjungan ke makam Bung Karno di bulan Juni.

Para pedagang cinderamata di jalan menuju makam Bung Karno, dokumentasi pribadi

Banyaknya pengunjung adalah berkah rezeki bagi para pedagang di depan maupun di tempat pembelian oleh-oleh di bagian belakang makam.

Saat kami datang ke makam Bung Karno, banyak sekali peziarah, sehingga yang berdoa ataupun nyekar di makam dibuat bergantian.

Suasana ziarah di makam Bung Karno dibuat bergantian, dokumentasi pribadi

Adalah Pak Juni, petugas di area tersebut yang dengan sabar mengarahkan para peziarah, bahkan rela menjadi juru potret dari masing masing rombongan.

Ziarah di makam Bung Karno, dokumentasi pribadi

Lepas ziarah kami meninggalkan area makam lewat jalan keluar yang sudah ditata sedemikian rupa sehingga kami harus berputar di kawasan oleh-oleh.

Ada berbagai barang dagangan ditawarkan. baju-baju, aneka makanan khas Blitar seperti bumbu pecel, jenang dan dodol, beraneka ragam cindera mata, mainan dan banyak lagi. Saya sendiri membeli bros dan gelang dengan harga yang begitu murah. Lima belas ribu rupiah untuk tiga bros dan dua buah gelang.

Sesudah berputar- putar di pasar oleh-oleh kami menuju becak yang sudah menunggu di tempat parkir. Perjalanan pun dilanjutkan menuju Istana Gebang, tempat kediaman Bung Karno di masa kecil dan remaja.

Tiba di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Balai Kesenian Istana Genbang, dokumentasi pribadi

Pak penarik becak melayani kami dengan ramah meski harus menunggu lama. Sambil menunggu teman lain yang berbelanja kami berbincang-bincang dengan bapak-bapak penarik becak.

Dari obrolan kami siang itu ternyata keberadaan becak sebagai kendaraan wisata yang dipakai berkeliling kota Blitar sudah mulai tergerus dengan berbagai angkutan online. Jika dulu mereka bisa mendapatkan beberapa order dalam satu hari , kini satu order saja sudah bagus.

Bagi saya pribadi, menggunakan becak berkeliling sekitar kota Blitar sangat nyaman. Ongkosnya tak begitu mahal, bapak-bapaknya sabar menunggu pula.

Kira-kira pukul satu kami tiba di Istana Gebang. Tampak nyata ada kesibukan di sana. Tenda-tenda didirikan dan pengunjung gedung kesenian begitu banyak.

Baliho event Bung Karno Run 2023, dokumentasi pribadi
Pendaftaran Bung Karno Run 2023, dokumentasi pribadi

Aha, rupanya kedatangan kami bertepatan dengan akan diadakannya Bung Karno Run 2023. Lomba lari ini diadakan tanggal 4 Juni 2023 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Blitar.

Meja dan kursi di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Salah satu sudut ruangan Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Foto-foto dan kamar tidur di Istana Gebang, dokumentasi pribadi

Memasuki Istana Gebang membuat kami seolah terlempar ke masa lalu. Suasana terasa demikian adem. Di ruang tamu sebuah lukisan besar Bung Karno di antara banyak orang seolah menyambut kedatangan kami.

Meja kursi kuno dengan taplak dan hiasan hiasan di tembok rumah seolah bercerita bagaimana keseharian kehidupan di rumah itu. Semua demikian cantik dan tertata apik.

Ramainya pengunjung di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Salah satu ruang di Istana Gebang, dokumentasi pribadi
Mobil Bung Karno, dokumentasi pribadi
Kayu bertuliskan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dalam bahasa Jepang di salah satu sudut istana Gebang, dokumentasi pribadi

Kami berkesempatan melihat kamar tamu, kamar pribadi Bung Karno, ruang dapur, ruang makan, juga mobil Bung Karno.

Halaman Istana begitu luas, menurut keterangan yang bertugas di sana, halaman rumah istana Gebang di masa lalu ada sekitar dua hektar. Wow, luas sekali.

Berfoto di istana Gebang, dokumentasi pribadi

Ada kesan yang begitu hangat di Istana ini. Ketika kami baru datang,  delapan gelas kopi menyambut kedatangan kami. Rupanya dari sponsor  penyelenggaraan event Bung Karno Run 2023.

Aih, nikmat sekali. Jam-jam sekian ngopi memang sangat mengasyikkan.

Setelah berfoto dan sholat di mushola Istana Gebang, kamipun melanjutkan perjalanan.

Segelas kopi penghangat suasana, dokumentasi pribadi

Stasiun Blitar menjadi tujuan utama. Ya, jam sudah menunjukkan hampir pukul tiga. Memang kereta kami baru berangkat menuju Malang jam 16.50 wib. Tapi jauh lebih aman berada di sekitar stasiun di jam-jam menjelang pukul empat.

Perjalanan dengan becak berakhir. Kami segera membayar ongkos perjalanan. Bapak-bapak penarik becak menerima pembayaran kami dengan wajah sumringah.

Siap balik kembali ke Malang, dokumentasi pribadi

Sebelum masuk stasiun kami menyempatkan diri dulu ke kedai bakso urat tak jauh dari situ. Hangatnya bakso dan manisnya minuman jeruk menutup perjalanan kami hari itu.

Ya, semua terasa hangat dan manis, semanis kesan sehari perjalanan kami di Bumi Bung Karno.

Salam….😊😊





Dari Arena Latihan Persiapan Wisuda Siswa Bintaraloka 2023

Siang itu setelah penyelenggaraan PAT kelas 7 dan 8, tampak lagi geliat kesibukan di aula Bintaraloka satu.

Pengisi acara tari, dokumentasi Bu Sherly

Lagu-lagu mengalun merdu dari para vokalis Bintaraloka, diiringi musik band yang begitu mantap. Selain itu suara gamelan yang mengiringi tarian atau pager ayu dan pager bagus membuat suasana terasa begitu manis.

Salah satu pengisi acara vokal, dokumentasi Bu Sherly

Ya, dalam beberapa hari ini dilakukan latihan untuk para pengisi acara pelepasan siswa kelas sembilan atau wisuda yang rencananya akan diadakan pada pertengahan bulan Juni 2023.

Sie acara wisuda, dokumentasi pribadi
Arahan dari Mister Sony, dokumentasi pribadi

Sie acara tampak begitu sibuk. Berbagai arahan diberikan pada siswa yang akan tampil. Berkali-kali Mister Sony dan tim mengingatkan siswa, baik tentang ekspresi, tampilan, penghayatan, juga posisi saat tampil di panggung nanti.

Sebagian pengisi acara wisuda dari paski, dokumentasi pribadi
Salah satu band pengisi acara, dokumentasi pribadi
Salah satu band pengisi acara, dokumentasi pribadi

Siswa pengisi acara yang berasal dari kelas tujuh, delapan dan sembilan, memperhatikan berbagai arahan itu dengan sungguh sungguh.

Jason, salah satu pengisi acara wisuda, dokumentasi pribadi

Ada berbagai latihan yang dilakukan meliputi : latihan pembawa bendera, pager ayu dan pager bagus, band, tari, puisi, juga vokal.

Yang membuat siswa lebih bersemangat, latihan siang itu juga dihadiri oleh panitia wisuda yang berasal dari orang tua.

Panitia wisuda dari orang tua, dokumentasi pribadi
Penabuh gamelan, dokumentasi Bu Sherly

Harapannya dengan latihan yang sungguh-sungguh, nantinya semua siswa yang bertugas bisa mempersembahkan tampilan yang maksimal di acara wisuda nanti.

Selamat berlatih dan tetap semangat….!

Antara Cwi Mie Mas Rizal dan Mie Burung Dara Inul Daratista

Siapa tidak kenal cwi mie Malang? Hmm, hidangan lezat yang sangat menggugah selera ini memang tiada duanya. Dari aromanya yang menggoda sudah terbayang bagaimana kelezatannya.

Cwie mie atau kami sering juga menyebutnya dengan pangsit mie banyak disebut sebagai salah satu kuliner asli Malang.

Cwie mie biasanya disajikan dengan taburan ayam yang dicincang halus dan dilengkapi oleh daun sawi.

Rasa bumbu mie dan kuahnya gurih serta lezat. Perpaduan antara kaldu rebusan ayam, cincangan bawang putih, seledri, daun bawang, bawang goreng, membuat cwie mie benar-benar maknyus rasanya.

Di Bintaraloka ada kedai yang selalu menyajikan cwi mie yang lezat yaitu kedai Mas Rizal.

Kedai ini juga menyediakan siomay Wonton juga jamur krispi. Tapi yang paling saya suka adalah cwi mienya.

Kedai Mas Rizal di kantin Bintaraloka, dokumentasi pribadi

Ada sebuah cerita unik dalam dua hari ini Ternyata ada hubungan di antara cwi mie Mas Rizal dan Mie Burung Dara. Iya, benar.. Mie Burung Daranya Inul Daratista.
Tidak percaya? Simak terus ceritanya..😊

Setiap hari kedai mie Mas Rizal selalu menaburkan bau yang menggoda bagi kami. Setiap aroma cwi mie menguar rasanya perut langsung berontak. Cacing-cacing dalam perut menari-nari minta segera diberi mie.

Cwi mie mentah dalam kemasan, dokumentasi pribadi

Nah, suatu hari saya ingin sekali membeli cwi mie. Sesudah menyelesaikan sedikit pekerjaan, laptop saya sleep dan bergegas menuju kantin. Cwi mie Mas Rizal jadi tujuan utama saya.

Aih, ternyata karena istirahat PAT lebih panjang daripada biasanya, cwi mie dan makanan yang lain sudah ludes diserbu anak-anak. Saya hanya menjumpai kursi dan meja kosong, demikian juga banyak dari para penjual sudah pada pulang.

“Mau cari apa, Bu?” tiba-tiba seorang teman menyapa saya.
“Mau cari pangsit, Bu, kehabisan,” jawab saya. Saya biasa menamakan cwi mie dengan pangsit.

Bumbu dan topping cwi mie, dokumentasi pribadi

Teman saya langsung menawarkan sesuatu yang menarik.
“Bu Yuli mau pangsit? Tapi dimasak sendiri?”
Aha, pangsit tapi dimasak sendiri? Sesuatu yang baru bagi saya.
“Lha , Ibu bagaimana?” saya balik bertanya.
“Saya beli dua, yang satu buat Bu Yuli, satu buat saya..,”
Alhamdulillah….Saya tersenyum lebar. Rezeki ini namanya.

Ternyata selain dalam bentuk matang, Mas Rizal juga menjual cwi mie dalam bentuk mentah.

Setelah mengucapkan terima kasih sebuah kotak dus kecil saya terima dengan hati gembira. Asyik, pulang mau buat pangsit, pikir saya.

Sampai di rumah, saya langsung mengecek magic jar. Nasi habis. Tak apa.. saya punya pangsit, pikir saya.

Kompor saya nyalakan, di atasnya saya beri panci kecil dengan air setengah panci. Kotak dus saya buka, dan mangkuk saya siapkan di sampingnya.
Tapi lho….kok isinya bumbu-bumbu dan topping ya?
Ada kecap, kuah, bawang daun, bawang goreng, pangsit , cabe, daging ayam giling, dan krupuk .

“Kok tidak ada mie nya ya, Buk?” tanya anak saya.
Saya juga heran.
“Mungkin paketannya begitu ya, Le? Pakai mie Burung Dara di kulkas saja wes,” jawab saya memutuskan.

Cwi mie Burung Dara yang Mak nyus, dokumentasi pribadi

Tanpa banyak tanya, mie Burung Dara saya rebus dan dicampur dengan bumbu-bumbu yang ada di kotak tadi. Rasanya? Hmm, wenak.. saya makan berdua dan langsung habis.

Selesai makan tiba-tiba ada pesan masuk lewat WhatsApp saya. Walah, dari teman yang mentraktir mie tadi.

Intinya beliau minta maaf karena sesampai di rumah dan membuka dosnya, ternyata isinya cuma mie. Topping dan bumbunya ada pada saya.

He..he.. kami tertawa. Mungkin ada miskomunikasi sehingga ketika mie dijadikan satu dengan mie, dan bumbu dengan bumbu oleh Mas Rizal, hal tersebut tidak disampaikan pada pembeli, sehingga kami berpikir bahwa satu dos kecil itu isinya lengkap; mie, bumbu dan toppingnya.

“Besok saya ganti ya, Bu..,” kata teman saya.
Waduh, mana ada ceritanya orang mentraktir merasa bersalah dan mentraktir lagi. Saya langsung menolak.

Tapi begitulah, besok menjelang pulang sudah ada dos kecil cwi mie di meja saya. Dua pula.
“Bu, pangsitnya sudah tak letakkan di meja, tadi sama Mas Rizal sudah ditulisi biar tidak salah ,” kata teman saya menjelang pulang.

“Terima kasih, Bu,” jawab saya.
Duh, tidak enak juga.. tapi lha sudah dibelikan mau bagaimana lagi?

Pulang sekolah, seperti kemarin kompor langsung saya hidupkan dan merebus air setengah panci. Mau masak pangsit, pikir saya.

Tas berisi pangsit saya buka. Dua kotak tersaji manis di sana dengan tulisan yang begitu rapi : “1 porsi lengkap cwi mie mentah”.
Aha, mantap ini, pikir saya. Ketika air mendidih, kotak saya buka… dan .. alamak… mie nya tidak ada lagi.

Saya tertawa geli. Salah lagi ini. Kompor segera saya matikan dan lari ke warung beli Mie Burung Dara lagi.. he..he…

Ada WhatsApp masuk lagi. Tanpa saya buka saya sudah tahu isinya. Pasti teman saya di rumah sedang masak mie, dan bumbunya katut di kotak saya.

Sore itu saya kembali makan cwi mie yang spesial. Bumbu racikan Mas Rizal, plus Mie Burung Dara.

Nah, benar ‘kan, ada hubungan tertentu antara cwi mie Mas Rizal dan Mie Burung Dara punya Inul Daratista?

Mie Burung Dara…
Enaknya nyambung terus ….

NB: terima kasih traktirannya Bu Ari ..😀🙏