Dari Mobil BYD hingga Hangatnya Silaturahmi di Pawon Ratu Roso

Jam sudah menunjukkan pukul dua lewat lima menit. Baru saja kami menyelesaikan kewajiban kami di akhir pekan yaitu finger pulang pukul 14.00 wib.

Jumat ini kami tidak langsung pulang sesuai rencana kami akan bersama sama menuju Pawon Ratu Roso untuk sebuah acara silaturahmi dan pembubaran beberapa panitia kegiatan.

“Grab saja ya?” tanya teman saya yang merupakan pelanggan setia kendaraan moda daring ini. Kami namakan teman ini artis Grab karena tiada hari tanpa nge grab,  alias setiap hari pulang pergi dari rumah ke sekolah beliau selalu naik Grab.

“Iya, ayo ngegrab saja,” jawab kami. Meski banyak di antara kami yang membawa sepeda motor, tapi untuk menjelajah daerah baru kami tidak berani bersepeda. Ya, dari pada kesasar.

Setelah pemesanan dilakukan kamipun mendapatkan driver. Dan menurut aplikasi driver akan datang sekitar 7 menit. Suasana depan sekolah yang crowded karena banyaknya penjemput membuat kami tidak begitu peduli pada jenis mobil apa yang akan menjemput kami. Yang penting ada, begitu seperti biasanya.

“Nomor berapa Bu?” tanya saya.

Teman saya menyebut sebuah nomor. Tumben plat L , pikir saya.

Tak berapa lama mobilpun datang. Platnya persis yang disebutkan teman tadi dan karena banyak sekali kendaraan di depan sekolah akhirnya mobil berhenti agak jauh dari pintu gerbang.

Bergegas kami menuju titik yang diinfokan. Dan taraa…, sebuah mobil berwarna hitam sudah menunggu kami. BYD, mobil listrik baru yang begitu cantik. Aha… sebuah kejutan yang sangat menyenangkan. Bayangkan selama bertahun- tahun menjadi pengguna angkutan moda daring, kami sama sekali belum pernah mendapat mobil listrik seperti ini.

Di dalam mobil BYD, dokumentasi Ahfi

“Permisi ya, Pak, ” ucap kami berempat sambil memasuki mobil. Drivernya sangat ramah, dan mempersilakan kami duduk.

“Wah, mantap ini Pak. Tumben juga kami dapat BYD,” kata teman kami senang.

Drivernya tersenyum ramah. Pak Slamet namanya. Rupanya Pak Slamet baru saja membawa penumpang dari Surabaya ke Malang, dan nyantol di aplikasi kami.

Mobilpun melaju. Aih.., anteng sekali rasanya. Mungkin karena pengalaman pertama naik mobil listrik, kami jadi begitu antusias. Berbeda dengan mobil biasa, naik mobil ini memang terasa lebih anteng.

Sekilas tentang BYD

Dari atap mobil kita bisa melihat pepohonan di luar, dokumentasi pribadi

BYD (Build Your Dreams) adalah perusahaan teknologi multinasional asal Tiongkok yang menjadi salah satu produsen kendaraan listrik dan baterai terbesar di dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1994 di Shenzhen, Tiongkok, dan berfokus pada solusi energi terbarukan serta transportasi tanpa emisi.

Meski baru masuk di Indonesia tahun 2024 mobil ini mengalami lonjakan penjualan yang luar biasa pesat. Hingga pertengahan 2026, BYD menguasai sekitar 35% hingga 40% pangsa pasar mobil listrik di Indonesia.

Berbagai komentar muncul dari kami berempat, dan suasana makin heboh ketika Pak Slamet sang driver membukakan penutup bagian atas mobil sehingga kap atas yang ada di atas berupa kaca  sehingga sinar matahari bisa masuk dan kami bisa melihat pepohonan lewat kaca atap mobil.

“Wuiiih, mantap…,” kata kami sedikit norak. Layaknya emak-emak kamipun berfoto mengabadikan pengalaman ini.

“Kalau nanti turunnya mau buat konten silakan, ibu-ibu biasanya kalau naik mobil saya ngonten juga,” kata Pak Slamet sambil tertawa. Waduh… Jadi malu. He..he…

Perjalanan dari sekolah hingga Araya terasa begitu singkat. Hingga akhirnya sampailah kami di halaman Pawon Ratu Roso. 

Suasana Pawon Ratu Roso yang asri dan lawas terasa begitu sejuk. Selain tempat makan di sini juga disediakan resort, tempat bermain dan persewaan kuda. Beberapa pengunjung tampak berfoto di sekitar area Pawon Ratu Roso.

Kami segera turun dan bergabung dengan teman- teman untuk mengikuti acara hari itu. 

Acara yang berlangsung kira- kira 1,5 jam diisi dengan pembubaran panitia HUT, Purnawiyata sekaligus kokurikuler, dan dilanjutkan dengan makan dan saling melempar tebak- tebakan berhadiah. 

Hangatnya suasana makan bersama, dokumentasi pribadi

Sedapnya sayur asem, bakwan jagung, tempe goreng, sambal dan pepes menjadi penghangat silaturahmi di sore itu.

Suasana kian hangat ketika tiap perwakilan dari MGMP harus memberikan pertanyaan pada para hadirin. Peserta yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar akan mendapat hadiah. 

Tebak- tebakan berhadiah, dokumentasi pribadi

Namanya saja tebak- tebakan. Pertanyaan yang diberikan kadang nyambung, kadang juga tidak. Yang penting seru.

Di bagian luar Pawon Ratu Roso, dokumentasi Ahfi

Sekitar jam setengah lima acara segera diakhiri. Pawon Ratu Roso mulai bersiap- siap untuk tutup. Ya, tempat makan ini ditutup pukul 17.00.

Satu demi satu kami meninggalkan Ratu Roso dengan segala ceritanya. 

Perjalanan sore itu memberikan pelajaran pada kami bahwa kebahagiaan sering datang dalam kemasan yang tak terduga. Seperti BYD dengan atap kacanya yang membuat kami bisa melihat pepohonan di atas tatkala mobil berjalan, juga keramahan Pak Slamet yang memperbolehkan kami sedikit heboh di dalam kendaraan.

Gayeng, dokumentasi pribadi

Tapi di atas semuanya hari itu kami juga belajar bahwa segala macam kepanitiaan bisa dibubarkan, tapi semangat silaturahmi dan kebersamaan akan selalu terpatri di hati kami.

Salam jalan-jalan 😊

Mengunjungi Jemaah yang Baru Pulang Haji, Sebuah Tradisi untuk Silaturahmi dan Motivasi

Berkunjung ke rumah sesama muslim yang baru pulang dari Ibadah haji adalah sebuah tradisi yang sering kita lakukan sejak dulu. Hal yang sangat menyenangkan, apalagi jika yang berhaji adalah famili ataupun teman dekat kita.  

Seperti yang kami lakukan pada hari Selasa (2/7) kemarin ketika orang tua teman kami (Ibu Ahfi)  baru pulang dari Ibadah Haji.

Berlima kami berangkat dari sekolah pagi itu. 

hujan gerimis yang mengguyur kota Malang  tidak mengurangi semangat kami untuk meneruskan perjalanan ke daerah Wagir Malang.

Kedatangan kami disambut dengan begitu hangat. Kami duduk di karpet. Berbagai macam kue terhidang manis  menemani obrolan yang mengalir tiada henti. 

Obrolan tentang apa saja, yang paling banyak adalah tentang pengalaman beliau yang berhaji selama di tanah suci, dan tentu saja disertai cerita yang kadang lucu namun sarat dengan pelajaran yang bermakna.

Tentang Tradisi Mengunjungi Orang yang Pulang dari Ibadah Haji

Suasana silaturahmi, dokumentasi pribadi

Sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia jika ada orang saudara, tetangga atau kenalan yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji maka kita akan bersilaturahmi kepadanya.

Ada bermacam-macam tujuan bersilaturahmi, bisa melepas rindu, ikut berbahagia dan meminta doa agar bisa segera ‘ketularan’ bisa melaksanakan ibadah haji.

Jamaah haji yang baru tiba tentunya menyambut kedatangan tamu yang hadir dengan penuh sukacita. 

Biasanya akan dihidangkan juga makanan khas dari Arab seperti kurma, kismis, dan yang lain. Satu yang tak boleh dilupakan adalah air zamzam.  Ya, meskipun disuguhkan dalam gelas mungil, kehadiran air zamzam seolah penyambung kerinduan dan harapan para tamu untuk bisa segera mengunjungi tanah suci.

Berfoto sebelum pulang, dokumentasi pribadi

Dari NU Online dalam artikel berjudul Tradisi Menyambangi Orang Baru Pulang Haji, dasar dari mengunjungi orang yang baru pulang dari ibadah haji adalah dari kitab Hasyiyah Qaliyubi yang ditulis oleh Syihabuddin al-Qaliyubi salah satu ulama kenamaan dari Madzhab Syafi’i.

Diterangkan dalam kitab itu bahwa  bagi orang yang berhaji dianjurkan mendoakan atau memintakan ampunan kepada orang yang tidak berhaji meskipun orang tersebut tidak memintanya.

Begitu pula sebaliknya, orang yang tidak berhaji disunahkan untuk meminta didoakan agar dosanya diampuni. Para ulama menyebutkan bahwa waktunya sampai 40 hari dihitung sejak kedatangannya.

Hujan di luar masih terus turun. Di tengah gayengnya perbincangan, semangkuk bakso disajikan dan membuat suasana di antara kami terasa semakin hangat.

Sekitar pukul setengah satu hujan mulai reda. Setelah didoakan oleh tuan rumah, kami segera berpamitan dan melakukan perjalanan kembali ke sekolah. 

Sungguh sebuah kunjungan yang indah. Kunjungan kali ini bukan hanya bermakna silaturahmi namun juga memberikan motivasi bagi kami agar segera bisa berkunjung ke Tanah Suci guna melaksanakan ibadah haji.

Keterangan: foto-foto by Aqilah

Silaturahmi Keluarga Besar Bani KH M. Abd. Hadi 1 Syawal 1444 H

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Laa Ilaha illallah huwallahu Akbar
Allahu Akbar walillahil hamd

Gema takbir bersahut-sahutan menandakan Hari Kemenangan telah tiba. Setelah satu bulan menjalani puasa Ramadhan kini saatnya kita kembali dipertemukan dengan bulan Syawal.

Suasana silaturahmi, dokumentasi pribadi

Ada rasa gembira sekaligus sedih.
Gembira karena saat kemenangan telah tiba, sedih karena berpisah dengan Ramadhan, bulan yang begitu mulia.

Lebaran identik dengan silaturahmi. Setelah sholat Id, pagi ini acara kami adalah silaturahmi. Pagi dengan tetangga, agak siang silaturahmi dengan saudara.

Doa bersama, dokumentasi Wachid

Silaturahmi berasal dari bahasa Arab yang berarti jalinan kasih sayang atau hubungan kasih sayang

Ada banyak manfaat dari silaturahmi, di antaranya adalah membawa kemudahan rezeki, umur yang panjang, serta limpahan kebaikan dan hidayah oleh Allah SWT.

Di tahun ini Silaturahmi Keluarga Besar Bani KH M. Abd. Hadi kembali digelar. Pertemuan dilaksanakan di Riverfront Resort blok A-21.

Undangan silaturahmi, dokumentasi Wachid

Silaturahmi kali ini terasa begitu menyenangkan sekaligus mengharukan. Tiga tahun kami tidak bisa menjalankan kegiatan ini dengan bebas. Pandemi membuat kami harus menahan diri.

Berjumpa kembali secara langsung dengan kerabat hari ini banyak membuat kami pangling. Banyak sekali perubahan yang terjadi selama dua tahun ini.
Lebih-lebih melihat keponakan yang semakin besar-besar.

Para keponakan, dokumentasi pribadi

Kerabat yang datang dari berbagai usia, cemilan dan makanan yang beraneka macam, membuat suasana terasa demikian hangat. Apalagi di antara hidangan tersebut ada juga bakso Malang yang tentu saja tak boleh dilewatkan.

Suasana silaturahmi, dokumentasi Wachid

Sekitar habis Ashar kami pamit pulang karena ada agenda lain yaitu mengunjungi keluarga di Bareng Kulon. Benar-benar hari yang melelahkan tapi menyenangkan.

Berbagai macam hidangan, dokumentasi Wachid

Akhirnya selalu ada banyak cerita dari Lebaran. Semoga Lebaran tahun ini memberikan berkah dan kebahagiaan pada kita semua, dan semoga Allah mengampuni semua dosa kita sehingga di hari yang Fitri ini kita kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H , mohon maaf lahir dan batin.

Baca juga: