Tinggal berapa lama lagikah kelas sembilan ‘menikmati’ pembelajaran di SMP Negeri 3 Malang? Tidak lama, karena sesudah ujian mereka akan belajar di rumah dan datang ke sekolah pada saat-saat tertentu saja hingga saat pengumuman kelulusan tiba.
Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi
Sesudah ujian tentunya nanti siswa disibukkan dengan pendaftaran ke jenjang sekolah berikutnya, sehingga berkumpul bersama teman akan sulit dilakukan.
Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi
Sesudah doa bersama hari itu, siswa kelas sembilan menunggu saat dilaksanakannya sholat Dhuhur dan Sholat Jumat dengan duduk dan bercengkrama dengan teman-teman di kelas maupun halaman sekolah.
Dokumentasi pribadi Dokumentasi pribadi
Ya, bukankah saat kebersamaan seperti ini hanya tinggal beberapa hari saja?
Dokumentasi pribadi
Selamat menjalani ujian semuanya..semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran 🤗
Pagi itu aula Bintaraloka sudah kembali menunjukkan kesibukannya. Jam masih menunjukkan pukul tujuh lebih. Namun siswa kelas sembilan sudah memenuhi Bintaraloka satu.
Peserta doa bersama, dokumentasi pribadi
Di bagian depan bapak ibu guru, demikian juga wali murid telah siap dengan acara pagi itu. Ya, menjelang ujian sekolah, SMP Negeri 3 Malang mengadakan acara doa bersama dan motivasi bagi seluruh siswa kelas 9.
Beberapa wali kelas, dokumentasi pribadi
Permainan grup Al-Banjari dengan lagu-lagu sholawat membuka acara pagi itu. Permainan mereka yang begitu rancak membuat suasana terasa demikian hangat. Nampak persiapan dilakukan di mana-mana. Demikian juga bapak ibu guru wali kelas mengawasi putera-puterinya.
Al-Banjari, dokumentasi Bintaraloka
Pagi itu pra acara diisi dengan pembacaan Asmaul Husna dan membaca surah Al Insyiroh. Sedangkan acara inti adalah pembacaan ayat suci Alquran, sambutan dari Ibu Kepala sekolah, istighotsah sekaligus motivasi dan muhasabah oleh Ustadz Budi Sulistyo, S.Hi,M.Pd.
Sesudah motivasi semua kembali dihibur dengan lantunan sholawat dari grup Al-Banjari.
Acara pagi itu dipandu oleh Ibu Utien Kustianing, M.Pd dari awal hingga akhir. Di samping bisa diikuti secara langsung, orang tua juga bisa mengikuti doa bersama secara live streaming dari YouTube.
Dalam acara tersebut, Ibu Utien juga mengemukakan beberapa tips sukses ujian. Di antara tips sukses ujian adalah:
Pembawa acara, dokumentasi Bintaraloka
1. Meminta doa restu orang tua 2. Membaca doa sebelum mengerjakan ujian 3. Mengerjakan ujian dengan sungguh-sungguh dan teliti 4. Mengerjakan ujian dengan jujur 5. Senantiasa beryukur dan menyerahkan sepenuhnya hasil ujian pada Allah SWT.
Bertugas sebagai pembaca gema wahyu Ilahi pagi itu adalah Rava kelas 3.2.9.
Sesudah sambutan Ibu Kepala Sekolah, acara dilanjutkan dengan Istighotsah, motivasi dan muhasabah.
Sambutan kepala sekolah, dokumentasi Bintaraloka
Dalam motivasi yang disampaikan, Ustadz Budi Sulistyo mengemukakan dua hal yang harus dilakukan agar kita senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti ujian.
Ustadz Budi Prasetyo, dokumentasi Bintaraloka
Dua hal tersebut adalah: 1. Selalu meminta kepada Allah, dengan cara rajin berdoa utamanya dengan memperbaiki sholat kita. Jika kita ingin sukses, mintalah pada Dzat yang bisa memberikan kesuksesan yaitu Allah SWT. 2. Berbuat baik kepada orang tua dan selalu minta doa pada keduanya. Ya, doa orang tua sangat makbul sebagai pengantar anak- anaknya menuju kesuksesan.
Bersalaman, dokumentasi Bintaraloka
Di akhir acara, semua bapak ibu guru juga orang tua dan siswa bersalam- salaman untuk saling memaafkan. Harapannya dengan leburnya dosa antar sesama manusia siswa akan diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan ujian sehingga pada akhirnya bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Doa bersama di Bintaraloka dua, dokumentasi Bu Maria
Selain diadakan di Bintaraloka satu, acara doa bersama pagi ini juga diadakan di Bintaraloka dua dan perpustakaan.
Doa bersama di Bintaraloka dua, dokumentasi Bu Maria
Di Bintaraloka dua doa bersama dilaksanakan oleh seluruh siswa beragama Kristen dan Katholik, sedangkan di perpustakaan doa dilakukan oleh siswa beragama Hindu.
Doa bersama berjalan begitu khusyuk. Ya, doa hakekatnya adalah ungkapan kerendahan hati manusia. Betapa manusia tak punya arti apa-apa tanpa pertolongan Sang Maha Segala yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kampuang nan jauah di mato Gunuang sansai ba kuliliang Den takana jo kawan-kawan lamo Sangkek basuliang-suliang
Panduduaknyo nan elok Nan suko bagotong royong Sakik sanang samo-samo di raso Den takana jo kampuang
Takana jo kampuang Induak, Ayah, Adiak sadonyo Raso maimbau-imbau Den pulang Den takana jo kampuang…
Lagu Kampuang nan Jauh di Mato mengalir merdu siang itu. Siswa menyanyi bersama dengan iringan gitar dari Pak Vigil.
Dialog Pak Vigil dengan siswa, dokumentasi Bu Cahya
Dengan petikan gitarnya, Pak Vigil mengiringi lagu- lagu daerah yang dinyanyikan oleh para siswa. Tidak hanya Kampuang nan Jauh di Mato. Ada juga lagu Suwe Ora Jamu, Rek Ayo Rek, Ampar-ampar Pisang yang dinyanyikan dengan begitu manis.
Aha.. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memang selalu membawa keceriaan tersendiri.
Setelah sempat terhenti di bulan puasa, mulai minggu pertama bulan Mei kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan kembali di Bintaraloka.
Masih dengan tema tiga, yaitu Konser Musik Nusantara, projek kali ini dilaksanakan dengan memberikan pemantapan materi tentang lagu dan tarian Nusantara.
Menari bersama, dokumentasi Bu Cahya
Seperti biasa, sebelum pemberian materi siswa diajak menari bersama dengan panduan Bu Novi, Bu Ami dan Bu Dani.
Pemberian materi sangat penting karena nantinya akan menjadi bekal bagi siswa untuk melakukan konser di akhir kegiatan projek tema tiga ini.
Jika di hari Rabu siswa diajak menyanyi bersama, di hari Kamis siswa diajak belajar tentang seni tari.
Kak Yeshinta, dokumentasi pribadi
Narasumber tari di siang ini adalah Kak Yeshinta atau Kak Y. Dengan gayanya yang luwes dan ceria Kak Y yang berprofesi sebagai penari dan sekaligus guru tari di SMK negeri 1 Malang menerangkan pada siswa tentang makna seni tari, juga semua unsur-unsur pendukungnya.
Kak Yeshinta memberikan penjelasan tentang seni tari, dokumentasi pribadi Buz
Menurut Kak Y ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam seni tari yaitu wiraga, wirama dan wirasa. Wiraga berkaitan dengan gerak olah tubuh, wirama dengan irama , sedangkan wirasa berkaitan dengan perasaan. Kolaborasi yang pas antara ketiganya bisa menciptakan sebuah tarian yang bagus.
Menari bersama, dokumentasi Bu Sherly
Siswa mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Lebih-lebih di akhir acara, Kak Y mengajak siswa menarikan tari Pelajar Pancasila bersama. Beberapa siswa diminta menari di depan bersama dengan Kak Y.
Siswa yang menari di depan, dokumentasi Bu SherlyPengarahan di akhir acara projek, dokumentasi pribadi
Sekitar pukul setengah tiga, acara projek berakhir. Sebelum kembali ke kelas Bu Ari memberikan pengarahan tentang hal- hal yang harus diperhatikan siswa di acara projek selanjutnya.
Dua hari yang penuh cerita. Semua menari juga menyanyi. Ada tawa dan ceria di mana-mana. Ya, berbagi ceria sambil melestarikan budaya Nusantara tercinta.
Hari Pendidikan Nasional adalah peringatan akan jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai peletak dasar pendidikan Nasional di Indonesia. Melalui pendirian Taman Siswa di tahun 1922 Ki Hadjar Dewantara memperjuangkan hak untuk mendapatkan pendidikan bagi semua kalangan , utamanya kalangan pribumi.
Sebuah perjuangan yang sangat besar, karena harus berhadapan dengan pemerintah kolonial yang melakukan diskriminasi terhadap hak untuk memperoleh pendidikan.
Latihan selama libur, dokumentasi pribadi
Berkaitan dengan upacara peringatan Hardiknas 2023, petugas upacara yang berasal dari anggota ekstrakurikuler paskibra telah melakukan latihan beberapa hari di sekolah bahkan saat hari libur.
Hasil dari latihan tampak ketika mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik pada upacara Hardiknas pagi itu.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Bapak Zaenal Aksan. Dalam sambutannya Bapak Zaenal Aksan mengemukakan tentang berlangsungnya transformasi pendidikan di tanah air yang dilakukan melalui Gerakan Merdeka Belajar.
Ada yang istimewa dari rangkaian upacara hari itu. Selain Indonesia Raya dan Mars SMPN 3 Malang, kami juga menyanyikan lagu Wajib Belajar. Lagu yang mengingatkan kita semua tentang pentingnya belajar dan memajukan pendidikan untuk masa depan yang lebih cemerlang.
Persiapan Halal Bihalal, dokumentasi pribadi
Setelah upacara, acara di lapangan volley dilanjutkan dengan halal bihalal. Ya, senyampang masih bulan Syawal, saatnya kita saling memaafkan dan membersihkan dosa kita antara sesama manusia.
Persiapan Halal Bihalal, dokumentasi pribadi
Bukankah agama mengajarkan pada kita, bahwa di samping memperhatikan hablumminallah kita juga harus memperbaiki hablumminanas?
Suasana Halal Bihalal, dokumentasi pribadi
Setelah halal bihalal ada jeda istirahat sebentar sambil menunggu pelajaran jam pertama dimulai. Jeda dimanfaatkan oleh para guru untuk menikmati nasi urap lengkap dengan lauknya yang sudah dimasak sebelumnya oleh Ibu Ahfi, Ibu Utin dan Pak Gerry.
Sarapan pagi, dokumentasi pribadi
Hmm, benar-benar pagi yang ceria. Bertemu kembali dengan teman-teman setelah libur sekian lama, bercanda bersama dan menikmati sarapan pagi bersama.
Maka nikmat Tuhan yang mana yang akan engkau dustakan?
Hari itu langit terasa lebih cerah dari biasanya. 2 Mei 2023. Hari pertama masuk sekolah bagi siswa sesudah libur lebaran tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Memperingati Hari Pendidikan Nasional berarti kita memperingati jasa- jasa Ki hadjar Dewantara.Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hadjar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Pada masa kolonial beliau sangat dikenal karena keberaniannya menentang kebijakan pendidikan saat itu.Saat itu hanya anak-anak keturunan Belanda yang diperbolehkan duduk di bangku pendidikan.
Petugas upacara Hardiknas, dokumentasi pribadi
Kritik yang berulang kali membuat pemerintah kolonial gerah dan akhirnya beliau diasingkan sampai ke negeri Belanda.
Kembali dari pengasingan ternyata semangat beliau semakin menyala untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Terbukti beliau mendirikan Taman Siswa, sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang kurang mampu.
Prinsip yang diterapkan dalam pendidikan di Taman Siswa adalah kebebasan, kemandirian, dan demokrasi. Ya, dasar dari prinsip Merdeka Belajar sudah diterapkan oleh Ki Hadjar Dewantara sejak berdirinya Taman Siswa pada tahun 1922.
Tentang Merdeka Belajar dan Transformasi Pendidikan
Merdeka belajar, dokumentasi pribadi
Sejak diluncurkannya episode-episode merdeka Belajar ( kini sudah sampai pada episode ke 24) nuansa belajar terasa demikian berbeda di dunia sekolah. Ya, sangat terasa adanya transformasi dalam dunia pendidikan kita.
Banyak perubahan yang terasa. Dalam pengamatan penulis suasana perubahan sangat terasa dalam pembelajaran di sekolah, hubungan antar guru, juga hubungan antar sekolah dengan orang tua dan masyarakat sekitar.
Dalam kelas, siswa maupun guru kini lebih leluasa mengembangkan diri dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan .
Guru merancang proses pembelajaran yang menyenangkan sesuai kreativitasnya dengan selalu memperhatikan perbedaan dalam diri siswa, atau dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi.
Diharapkan dengan pembelajaran berdiferensiasi siswa akan lebih semangat belajar karena mereka merasa terlayani dengan baik.
Belajar dari narasumber Kominfo, dokumentasi pribadi
Ya, guru bisa diibaratkan petani. Jika petani bisa mengolah tanah dan merawat bibit tanaman dengan baik, pada akhirnya nanti bibit akan tumbuh dan memberikan hasil yang baik pula.
Meski begitu petani tidak bisa mengubah bibit tersebut agar tumbuh menjadi tanaman lain. Jika petani menanam padi, maka akan tumbuh tanaman padi. Demikian juga jika petani menanam jagung, maka akan tumbuh tanaman jagung.
Demikian juga siswa. Tiap anak bagaikan benih yang punya potensi berbeda. Karenanya ia butuh tangan trampil petani dalam hal ini guru agar bisa tumbuh maksimal sesuai kodratnya.
Lalu bagaimana guru bisa merancang berbagai proses pembelajaran yang menyenangkan? Selalu belajar dan berbagi, dan untuk ini disediakan sebuah platform yaitu Platform Merdeka Mengajar.
Platform Merdeka Mengajar bisa membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka.
Platform ini juga disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya.
Indonesia kita yang terhampar dari Sabang sampai Merauke memiliki kondisi alam dan geografis yang sangat berbeda. Sehingga sangat mungkin terjadi kesenjangan dalam banyak hal antara satu daerah dengan daerah lain termasuk di antaranya kesenjangan mutu pendidikan.
Melalui platform ini harapan besar digantungkan agar kesenjangan mutu pendidikan antara satu daerah dengan daerah lain di Indonesia perlahan mulai bisa diatasi.
Platform Merdeka Mengajar membuat guru satu dan yang lain terkoneksi dalam nafas selalu belajar dan berbagi agar bisa memberi layanan yang terbaik bagi para siswa.
Satu ciri yang membedakan Kurikulum Merdeka dengan yang lain adalah adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Belajar dari lingkungan, dokumentasi pribadi
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila
Melalui projek ini berbagai kegiatan dilakukan untuk memperkuat karakter pelajar Pancasila yang meliputi enam dimensi yaitu
1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia
2. Mandiri;
3. Bergotong-royong;
4. Berkebinekaan global;
5. Bernalar kritis;
6. Kreatif.
Dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diharapkan siswa tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tapi juga mengalami sendiri ilmu pengetahuan itu dengan cara mempelajari isu isu yang dekat dengan kehidupan mereka.
Seperti yang pernah dilakukan di sekolah penulis , berangkat dari keprihatinan pemakaian gadget yang berlebihan pada siswa,maka salah satu tema yang diambil dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah Bijak Berinternet.
Dalam tema tersebut siswa diajak untuk menggunakan gadgetnya secara lebih bijak. Pelaksanaan projek dilakukan dengan belajar dari guru dan berbagai narsum dari luar, misalnya kepolisian, dinas Kominfo, tokoh agama, juga mengundang content creator agar siswa bisa menggunakan gadgetnya untuk hal hal yang bermanfaat.
Belajar menjadi konten kreator, dokumentasi pribadi
Dengan adanya kegiatan projek, siswa menjadi lebih berani berekspresi juga berinovasi dalam kelompok-kelompok kerjanya dengan kegiatan yang tetap difokuskan untuk penanaman karakter Profil Pelajar Pancasila.
Sejalan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah nasehat Ki hadjar Dewantara yang berbunyi:
“… perlulah anak-anak (Taman Siswa) kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri , dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.”
Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sekolah bisa memberikan kontribusi kepada komunitas dan masyarakat lingkungan sekitarnya, juga lebih terbuka terhadap partisipasi masyarakat sekitarnya.
Sesuai tema Hari Pendidikan Nasional 2023, mari terus Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar, karena melalui gerakan ini transformasi pendidikan terus dilaksanakan secara masif.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila, Kemdikbud
Transformasi pendidikan yang sudah dilakukan diharapkan bisa semakin memperkuat sinergi sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar.
Ya, seperti yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara, keberhasilan pendidikan bergantung pada sinergi yang baik antara Tripusat Pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat.
Semoga bermanfaat, dan majulah pendidikan Indonesia.
Catatan: naskah diikutkan dalam lomba menulis di Kompasiana