Pagi ini kegiatan pasca ujian diisi dengan  pengarahan kepada siswa kelas sembilan SMP Negeri 3 Malang. Ada beberapa materi yang diberikan yaitu tentang sopan santun dan etika, motivasi, pelepasan siswa juga PPDB.
Dalam materi sopan santun dan etika Bu Any menjelaskan tentang perlunya siswa untuk menjaga tingkah laku, karena di manapun siswa berada, mereka harus tetap menjaga nama baik SMP Negeri 3 Malang.
Sesudah motivasi dari Pak Aksan, siswa mendapatkan pengarahan tentang PPDB SMA/SMK. Pengarahan diberikan oleh Ibu Yuliana Damayanti selaku staf kurikulum.
Pengarahan dari Mister Sony, dokumentasi Bu Any
Di akhir acara yang tak kalah penting adalah pengarahan dari Mister Sony sebagai sie acara Pelepasan Siswa yang akan di adakan pertengahan Juni 2023.
Tentang PPDB SMA/SMK Propinsi Jawa Timur
Pengetahuan tentang PPDB adalah sangat penting bagi siswa kelas sembilan. Karena berkaca dari pengalaman PPDB setiap tahun, selalu ada masalah yang timbul di kalangan siswa pendaftar.
Masalah tersebut misalnya salah menginput nilai, salah melakukan verifikasi dan yang paling fatal adalah tidak membaca jadwal pelaksanaan PPDB.
Pada prinsipnya sebagian besar masalah timbul berkaitan dengan kurangnya pemahaman siswa terhadap juknis PPDB.
Berdasarkan Juknis PPDB Jawa Timur tahun 2023, ada lima jalur PPDB SMA /SMK yang meliputi:
1. JALUR AFIRMASI
Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa yag berasal dari keluarga kurang mampu, anak buruh dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.
Tujuan diadakannya jalur afirmasi adalah untuk memastikan masyarakat dari keluarga ekonomi tidak mampu dan anak penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan pendidikan berkualitas
Pengarahan tentang PPDB, dokumentasi Bu Any
2. JALUR PERPINDAHAN TUGAS ORANG TUA/WALI
Jalur ini diperuntukkan bagi calon siswa baru yang orang tuanya pindah tugas ,anak guru/tenaga kependidikan, dan anak tenaga kesehatan.
3. JALUR PRESTASI HASIL LOMBA
Jalur ini ditujukan untuk calon siswa yang memiliki lomba bidang akademik dan lomba bidang non akademik secara berjenjang atau tidak berjenjang, yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau swasta di tingkat kabupaten/kota, provinsi, tingkat nasional serta tingkat internasional.
4. JALUR PRESTASI NILAI AKADEMIK
Pendaftaran lewat jalur ini sistem penilaiannya menggunakan gabungan rata-rata nilai rapor SMP/MTs mulai semester 1 sampai dengan semester 5, nilai akreditasi dan indeks sekolah asal yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Tujuan diadakan jalur prestasi akademik maupun non akademik adalah untuk membangun iklim kompetisi yang mendorong prestasi siswa.
5. JALUR ZONASI
Jalur Zonasi ditujukan bagi calon siswa calon yang berdomisili di dalam zona dan/atau luar zona berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran Tahap I PPDB 2023,yaitu tanggal 19 Juni 2023.
Diadakannya jalur zonasi adalah untuk mendorong peran komunitas dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga masyarakat sekitar sekolah mempunyai rasa memiliki terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Jalur zonasi mempunyai prosentase terbesar dalam PPDB yaitu 50%.
Hal-hal yang harus dipersiapkan siswa dalam menghadapi PPDB adalah:
Satu : Baca juknis dengan teliti. Pada juknis diterangkan tentang syarat peserta PPDB, tahapan pendaftaran, macam-macam jalur dan prosentasenya dalam PPDB juga tata cara pendaftaran.
Dua : Siapkan berkas yang diperlukan, misal KK, Akte, rapor atau piagam dalam bentuk yang ditentukan.
Tiga : Pelajari profil sekolah yang akan dituju. Jangan sampai sudah diterima di sebuah sekolah, kemudian kecewa karena kegiatan yang ada di sekolah tidak seperti yang diharapkan. Kenali profil sekolah, lalu tentukan pilihan. Bukankah tak kenal maka tak sayang?
Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan siswa sebagai peserta PPDB.
Pada prinsipnya sebagai peserta PPDB, siswa maupun orang tua harus rajin berliterasi.
Jangan malas membaca, rajin-rajin membuka website PPDB supaya jangan sampai ketinggalan informasi.
Dalam rangka pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah non formal/ kesetaraan serta menambah wawasan, pada hari Selasa 16 Mei 2023 Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri mengadakan studi tiru ke Dinas Pendidikan Kota Malang.
Salah satu sekolah yang menjadi tujuan studi tiru ini adalah SMP Negeri 3 Malang.
Menurut rencana, dalam studi tiru yang diadakan mulai tanggal 14-16 Mei 2023 tersebut Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri akan mengadakan diskusi dan sharing berkaitan dengan berbagai masalah yang meliputi:
Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di kota Malang
Pendidikan Inklusi di Kota Malang
Peran serta Dewan Pendidikan kota Malang
Sinergitas stakeholder dunia pendidikan dengan Dewan Pendidikan di Kota Malang
Akseptabilitas penganggaran Dewan Pendidikan di Kota Malang
Mekanisme pengaduan masalah pendidikan
Pengelolaan media komunikasi
Pendanaan Dewan Pendidikan yang PNS
Sistem PPDB di Kota Malang
Pola komunikasi Dewan Pendidikan dengan Pemkot Malang/wali kota
Solusi mengatasi blank spot zonasi pada PPDB di Kota Malang
Dalam kunjungan di SMP Negeri 3 Malang , rombongan diterima oleh Ibu Dra Mutmainah Amini, M.Pd, selaku kepala sekolah, Ibu Nuke selalu ketua komite juga para guru dan staf.
Menyambut kedatangan tamu, dokumentasi Bu Any
Sesudahnya acara dilanjutkan di aula dengan diskusi dan sharing, utamanya tentang Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 3 Malang.
Selain IKM juga dibahas tentang Sekolah Ramah Anak juga berbagai pembiasaan yang diterapkan di SMP Negeri 3 Malang.
Berdiskusi dan sharing IKM di SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Bu AnyPaparan dari koordinator P5, dokumentasi pribadi
Bertindak sebagai pembicara adalah Ibu Kepala Sekolah, Bapak Zaenal Aksan, S.Pd Waka Kurikulum dan Ibu Ari Susani, M.Pd selalu koordinator kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 3 Malang.
Dalam paparan tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Bu Ari menjelaskan tentang latar belakang pemilihan tema, pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila juga dampak yang bisa dirasakan pada siswa dari pelaksanaan Projek ini.
Berangkat dari keprihatinan akan ketergantungan siswa pada gadget, kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan dan kurangnya pengetahuan dan kebanggaan siswa pada lagu daerah Nusantara, maka ditetapkan tiga tema dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tema tersebut adalah:
Aku Milenial Bijak Berinternet
Aku Keren dengan 4R
Konser Musik Nusantara
Diskusi dan tanya jawab berlangsung dalam suasana yang akrab. Harapannya lewat acara ini semua bisa saling menimba ilmu, saling membagikan hal- hal bermanfaatyang bisa diterapkan di daerah masing-masing.
Sekitar pukul 10.20 acara diskusi dan sharing berakhir, dan rombongan Dewan Pendidikan Kabupaten Kediripun meninggalkan SMP Negeri 3 Malang untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.
Akhirnya,
Kembang sepatu kembang kertas Mari tetap bersatu untuk meraih prestasi yang teratas.
Setelah enam hari akhirnya Ujian Tulis pun usai dilaksanakan. Ujian tulis yang merupakan salah satu rangkaian ujian sekolah ini sudah dilaksanakan tanggal 8 hingga 15 Mei 2023. Ada 11 mapel yang diujikan dengan durasi waktu 90 menit dan 120 menit.
Kunjungan Bapak Pengawas ke kelas, dokumentasi Bu Any
Ujian dimulai pukul 07.30 dan diakhiri pukul 11.00 atau 11.30. Meski demikian pengawas dan panitia harus sudah datang sebelum pukul tujuh pagi karena pukul tujuh dilaksanakan briefing dari Ibu Kepala Sekolah dan ketua panitia ujian sekolah.
Briefing sebelum ujian, dokumentasi pribadiQR code untuk masuk aplikasi ujian, dokumentasi pribadi
Ujian berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir. Penggunaan SIM dan perangkat tidak ada kendala yang berarti karena operator dan pihak Web Master siap membantu siswa yang mengalami masalah. Hanya yang menjadi catatan adalah wifi yang kadang macet sehingga beberapa siswa harus tethering.
Beberapa siswa dibantu operator, dokumentasi pribadi
Di awal pelaksanaan ujian ada dua kunjungan yang dilakukan di SMP Negeri 3, yaitu kunjungan dari Bapak Kadinas Suwajana, SE,MM dan Bapak Pengawas Drs Sutikno, M.Pd. Apresiasi positif diberikan oleh Bapak Kadinas dan Pengawas pada pelaksanaan ujian di SMP Negeri 3 Malang.
Kunjungan Bapak Kadinas dan Pengawas, dokumentasi Bu AnySiswa mengerjakan ujian, dokumentasi pribadi
Ujian telah berlalu. Kini tinggal berdoa dan menunggu hasilnya. Adalah hal yang membanggakan karena siswa menjalani ujian dengan kesungguhan dan kejujuran. Harapannya, selaras dengan kesungguhan tersebut, siswa akan mendapatkan nilai yang maksimal.
Beberapa ibu tampak duduk di depan sebuah taman kanak kanak. Sambil menunggu anak-anak keluar dari ruang kelas, mereka mengobrol bersama.
Salah satu ibu menceritakan betapa anaknya yang sudah duduk di TK B sudah pintar membaca, menulis dan berhitung (calistung), sementara beberapa ibu yang lain tampak begitu resah. Betapa tidak? Anak-anak mereka yang juga duduk di TK B belum juga bisa membaca. Lalu bagaimana tes masuk SD nya nanti?
Di atas adalah gambaran keresahan orang tua murid ketika anaknya menginjak TK B atau nol besar.
Betapa orang tua dikejar-kejar rasa khawatir. Sebentar lagi PPDB Sekolah Dasar. Jika anaknya tidak bisa membaca ataupun berhitung bagaimana bisa masuk SD sesuai keinginan? Ya, untuk masuk SD, banyak sekolah yang mensyaratkan calon siswa harus sudah bisa calistung.
Belajar karakter baik cinta pada binatang, dokumentasi pribadi Ima
Tapi itu tahun-tahun kemarin. Angin perubahan mulai terjadi berkaitan dengan tes masuk SD ini.
Baru-baru ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menghapus tes calistung pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SD/MI.
Kebijakan ini adalah bagian dari program Merdeka Belajar episode 24 tentang Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dan diluncurkan akhir Maret lalu.
Para pakar pendidikan sangat mengapresiasi kebijakan Kemdikbudristek tersebut. Mengapa? Alasannya jelas. Calistung belum waktunya diberikan pada anak usia 0-6 tahun.
Jika untuk masuk SD harus ada tes calistung, maka guru akan lebih fokus mengajarkan calistung daripada memaksimalkan aspek pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini yang meliputi enam aspek yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.
Belajar tentang lingkungan, dokumentasi pribadi Ima
Selama ini ada anggapan yang salah bahwa TK atau PAUD yang hebat adalah yang siswanya sudah bisa calistung. Padahal TK dan PAUD bukan usia yang tepat untuk mengajarkan calistung. TK dan PAUD adalah saat yang tepat untuk menanamkan berbagai pendidikan karakter pada siswa.
Berbagai hal yang perlu ditanamkan pada siswa TK dan PAUD adalah:
Anak mulai dikenalkan dengan dunia sekolah. Belajar di PAUD dan TK membuat mereka lebih siap dalam menerima pelajaran di jenjang selanjutnya yaitu SD atau MI.
Membiasakan anak terhadap kegiatan terstruktur. Dengan belajar di PAUD atau TK anak dibiasakan dengan rutinitas kegiatan yang terstruktur. Misal baris sebelum masuk kelas, berdoa sebelum pelajaran dimulai dan lain-lain.
Mengajari anak disiplin dan mengikuti peraturan Jika di rumah anak terbiasa bermain sesuka hatinya, di sekolah ia harus belajar mengikuti aturan yang ada. Mengikuti aturan yang ada bisa membantu anak untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Merangsang imajinasi dan kreativitas. Anak usia TK belajar dengan cara bermain. TK merupakan tempat terbaik untuk memfasilitasi gaya belajar anak usia dini. Sebab jika anak belajar dalam suasana yang menyenangkan, ia akan lebih mudah untuk memahami berbagai pembelajaran yang diberikan, juga mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya.
Belajar ketrampilan dasar membaca dan menulis melalui berbagai macam permainan. Namun perlu diingat, pada usia ini yang lebih penting daripada belajar membaca adalah belajar cinta membaca. Belajar cinta membaca bisa ditanamkan lewat bercerita atau bermain peran.
Belajar berinteraksi dengan orang lain melalui berbagai macam permainan. Anak belajar bagaimana menghormati orang lain, sopan santun, berbagi, saling memaafkan dan sebagainya.
Sopan santun saat makan, dokumentasi pribadi Ima
Pada fase golden years ini (1-6 tahun), otak anak mengalami perkembangan sangat pesat. Berbagai pengalaman yang diperoleh anak pada fase ini akan terekam dan membentuk kepribadiannya yang akan terus dibawa hingga kelak mereka dewasa nanti.
Karenanya pada usia dini yang lebih penting adalah menanamkan pendidikan karakter baik pada diri anak, bukan sekedar mengajarkan kemampuan kognitif saja.
Semoga dengan adanya kebijakan penghilangan calistung dari PPDB SD dan MI, anak-anak akan belajar dalam suasana gembira tanpa dibebani sesuatu yang tidak sesuai untuk usianya.
Belajar berinteraksi dengan sesama, dokumentasi pribadi Ima
Bermain dengan gembira membuat mereka belajar dengan gembira. Karena di usia anak-anak dalam bermain itu hakekatnya mereka sedang belajar.
Kegiatan sekolah sebagai sumber konten, dokumentasi pribadi
Membacalah maka kamu akan mengenal dunia, dan menulislah maka kamu akan dikenal dunia.
***
Siang itu saya dan seorang teman mendapat tugas menjemput narasumber di lobby sekolah untuk mengajak beliau ke aula.
Sementara itu di aula guru yang lain sedang sibuk menyiapkan siswa kelas tujuh untuk mendapatkan materi hari itu. Dalam persiapan tersebut siswa diajak menari dan bergerak bersama sesuai irama lagu.
Aha, sesuai rencana hari itu, dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, siswa akan diajak belajar untuk menjadi konten kreator. Narasumber yang dihadirkan adalah seorang youtuber asal Malang.
Sekitar pukul delapan tamu yang ditunggupun datang. Kami saling memperkenalkan diri dan sejenak berbasa- basi.
“Ini konten kreator kami, Mas ..,” kata teman saya, ketika saya bersalaman dengan Sang Konten Kreator. “Ibu ini konten kreator dalam bidang tulis menulis, dan sering menulis di Kompasiana..,” Sesaat saya terkejut.
Eh, konten kreator? Saat itu saya baru sadar bahwa dunia tulis menulis membawa saya menjadi seorang konten kreator.
Kesadaran menjadi seorang konten kreator makin terasa ketika dalam berbagai acara, ketika saya sibuk motret teman-teman berseloroh, “Dibuat tulisan ya.. Wah, rajin ngonten , nih..,” He..he..
Konten kreator, dokumentasi pribadi
Menjadi konten kreator saya jalani sejak tahun 2019, tepatnya ketika pandemi melanda. Ketika itu pembelajaran dilakukan secara daring sehingga setiap hari saya harus berakrab-akrab dengan laptop.
Nah, sesudah mengajar, duduk di depan laptop membuat semangat menulis datang lagi. Menulis adalah dunia saya sejak kuliah. Saat itu saya sering menulis cerita dan dikirim ke majalah anak-anak.
Langkah pertama yang saya lakukan saat itu adalah membuat blog pribadi. Membuat blog dilakukan sesudah saya mengikuti pelatihan daring bagaimana menjadi seorang blogger.
Sesudah mempunyai blog pribadi, setiap selesai mengajar selalu saya sempatkan membuat tulisan. Luar biasa, ternyata menulis selalu memberikan kepuasan tersendiri bagi saya.
Inspirasinya dari mana? Dari pembelajaran yang dilakukan, berbagai masalah siswa, juga cerita sehari-hari. Segala peristiwa, sekecil apapun selalu saya coba menuliskannya.
Singkat kata akhirnya kegemaran menulis semakin menjadi. Apalagi ketika saya masuk Kompasiana.
Membaca karya dan berdiskusi bersama Kompasianer adalah media belajar yang tak ada habisnya. Selalu ada inspirasi menarik yang bisa ditulis. Dan akhirnya tulisan demi tulisan terus mengalir.
Menjadi Guru dan Konten Kreator
Semenjak Ujian Nasional berubah menjadi Asesmen Nasional saya selalu menjadi tim yang bertugas menyiapkan anak-anak untuk menghadapi Asesmen Nasional (AN).
Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam meningkatkan mutu pendidikan yang mengacu pada input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.
Assesmen Nasional meliputi Asesmen Literasi Membaca dan Survei Karakter, sedangkan hari kedua untuk Asesmen Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar. Assesmen Literasi Membaca dan Numerasi termasuk dalam AKM.
Ciri dari soal AKM adalah aplikatif, jadi konteks yang diambil sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Soal AKM juga memiliki sifat integratif sehingga memungkinkan kolaborasi antar mata pelajaran.
Kedua ciri tersebut membuat sebagian besar soal AKM memiliki stimulus bacaan yang panjang.
Nah, di sinilah masalah mulai timbul. Banyak siswa yang menganggap soal AKM sulit. Sebenarnya bukan sulit. Hanya saja ketahanan membaca dan kemampuan siswa dalam memahami bacaan sangat kurang.
Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan pembiasaan membaca baik lewat buku ataupun lewat gadget yang dimiliki siswa.
Saat melakukan pembinaan siswa peserta AKM saya mulai sering mengirimkan artikel yang berkaitan dengan matematika dari blog pribadi saya. Setelah artikel dikirim, pada pertemuan esok harinya artikel akan dibahas. Pembahasan terutama ditekankan pada aspek numerasinya.
Kegiatan sekolah sebagai sumber konten, dokumentasi pribadi
Penggunaan blog dalam pembinaan siswa peserta AKM ternyata sangat membantu. Dalam sehari bisa saya mengirimkan dua atau tiga artikel untuk stimulus soal yang akan dibahas esok hari.
Seiring berjalannya waktu pembuatan konten terus berlanjut. Konten yang saya buat berkisar pada masalah matematika, tips menghadapi ujian, tips belajar matematika juga kegiatan istimewa di sekolah.
Setiap kegiatan di sekolah bisa dijadikan konten yang menarik. Mulai dari berbagai kegiatan kesiswaan, pembelajaran, menerima tamu, ulang tahun sekolah, lomba sekolah ataupun kegiatan keagamaan.
Kegiatan Projek sebagai sumber konten, dokumentasi pribadi
Sesudah menjadi artikel, link akan saya sebar ke siswa lewat ketua kelas. Hal yang menggembirakan adalah siswa sangat antusias , terbukti statistik blog menunjukkan jumlah pembaca yang semakin meningkat.
Sejak saat itu hampir tidak ada peristiwa yang luput dari bidikan kamera untuk kemudian saya buat tulisan. “Yeay…, masuk majalah online,” kata siswa setiap habis saya potret. Aha…
Pernah suatu kali saya lupa share link tulisan dari sebuah event sekolah. Esok hari saat masuk kelas, ada siswa yang langsung bertanya kepada saya. “Bu, kok tidak ada link ya?” “Link apa?” tanya saya heran. “Kan habis kegiatan biasanya ada link yang berisi cerita ?” kata siswa lagi. “Oke …, Nanti,” jawab saya sambil tersenyum. Eh, ternyata mereka juga menunggu tulisan saya..
Btw, apa saja yang harus dilakukan oleh seorang konten kreator agar bisa menghasilkan konten yang berisi dan menarik?
Satu : Fokus Pada Topik yang menjadi ciri khas Adalah penting untuk fokus pada topik yang spesifik dan menjadi ciri khas kita. Topik dan ciri khas akan membentuk branding kita.
Dua : Mempelajari Audiens Karena audiens saya yang banyak adalah siswa, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa yang sederhana dan populer. Siswa juga lebih tertarik jika dalam konten banyak terdapat foto, lebih -lebih foto mereka. Karenanya, di artikel saya foto yang ditempel lebih banyak.
Tiga : Konsisten membuat konten Sering mengunggah postingan yang bermanfaat bisa memperbanyak audiens dan pada akhirnya memperkuat branding kita di depan audiens.
Dengan sering mengunggah konten kita juga bisa lebih tahu tipe konten yang disukai oleh audiens.
Empat : Selalu mengembangkan pengetahuan. Agar konten kita semakin berbobot, kita harus banyak membaca dan menambah pengetahuan sehingga konten yang dibuat bisa lebih berisi dan tidak ‘garing’.
Ilustrasi mencari pengetahuan lewat internet, Sumber gambar: Kompas.com
Berkaitan dengan hal di atas, maka seorang konten kreator sangat memerlukan koneksi internet yang bagus, baik untuk akses pengetahuan ataupun mengupload karyanya, dan Indihome adalah jawabannya.
Keluarga saya berlangganan internet di Telkom mulai tahun 2010, ketika itu masih bernama Speedy. Tujuan awal berlangganan internet adalah untuk mencegah anak-anak bermain di warnet.
Ya, saat itu era keemasan warnet. Warnet yang berlokasi tak jauh dari rumah saya setiap hari dipenuhi anak kecil, dan itu sangat mengkhawatirkan saya karena biasanya anak anak akan lupa waktu jika keasyikan bermain.
Tahun 2016 Speedy berubah menjadi Indihome. IndiHome memberikan layanan Internet, Usee TV Cable, dan telepon rumah.
Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari berlangganan Indihome. Di samping anak-anak lebih krasan di rumah, akses pengetahuan menjadi lebih mudah, juga sinyal Indihome yang bagus membuat pengupload an karya bisa berjalan lancar tanpa kendala apapun.
Menjadi guru dan merangkap sebagai konten kreator benar-benar hal yang mengasyikkan. Melaluinya kita bisa mengajak siswa untuk lebih rajin membaca, memberi inspirasi pada mereka untuk mencoba menulis, dan mencermatyapa saja yang ada di sekitar mereka.
HUT Sekolah sebagai sumber konten, dokumentasi pribadi
Oh ya.. sekarang saya dalam tahap merintis pembuatan blog rame-rame bersama siswa sekelas, meski kegiatan ini terpaksa terhenti sementara karena ujian.
Akhirnya betapa pentingnya mengajak siswa suka membaca dan menulis. Melalui membaca dan menulis kita bisa menikmati khazanah ilmu pengetahuan yang terbentang luas di hadapan kita.