“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Akhir pekan minggu ini ditandai dengan sebuah kesibukan yang nyata di Bintaraloka. Sekitar 42 siswa sedang bersiap mengikuti LDK BDI yang pembukaannya dilakukan di aula Bintaraloka 1 sekitar pukul tiga sore hari.
Mengapa di aula? Hujan rupanya sedang rajin mengguyur kota Malang, sehingga apel harus dilakukan di dalam ruangan.
Materi dari Bapak Abid, dokumentasi BDI
Dalam apel tersebut Bapak Herianto selaku pembina apel membuka LDK yang akan diadakan sejak Jumat sore hingga hari Sabtu pagi keesokan harinya.
Pak Herianto berpesan agar siswa bisa mengikuti segala kegiatan dalam LDK dengan bersungguh sungguh.
Lewat berbagai kegiatan LDK seperti kepemimpinan, keorganisasian, moderasi beragama, kajian Qur’an, sholat berjamaah, diharapkan siswa mendapat banyak ilmu sebagai bekal calon pemimpin di masa depan.
Materi dari Ibu Utien, dokumentasi BDI
Yang menarik, LDK tidak hanya dihadiri oleh siswa SMP Negeri 3 Malang, tapi juga alumni yang dulunya pernah menjabat sebagai pengurus BDI.
LDK BDI juga dihadiri oleh Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang.
Pengarahan dari Bapak Teguh Edy Purwanta, dokumentasi BDI
Dalam kesempatan tersebut Bapak Teguh Edy Purwanta menyampaikan bahwa anak-anak BDI akan ikut mewarnai SMP Negeri 3 dengan menjadi teladan bagi siswa yang lain dalam hal berkarakter baik, beriman dan bertaqwa, berani mengingatkan temannya yang salah sehingga terwujud visi dan misi sekolah.
Senam, salah satu kegiatan LDK, dokumentasi BDI
Dengan pemateri dan pendamping LDK Ibu Utien, Ibu Ida, Ibu Laila, Pak Abid, Pak Mubin dan Pak Amin, LDK berjalan lancar dari awal hingga akhir.
Kesan positif muncul dari para siswa. “Menyenangkan dan sangat bermanfaat, ” komentar Adam siswa kelas 9.5
Harapan Ibu Utien ketua penyelenggara kegiatan ini adalah semoga kegiatan LDK BDI untuk tahun berikutnya bisa dilaksanakan dengan kolaborasi bersama sekolah lain di pesantren.
Game sebagai salah satu acara LDK, dokumentasi BDI
Akhirnya semoga lewat kegiatan ini nantinya akan tumbuh jiwa kepemimpinan dari para anggota BDI. Akan lahir para pemimpin yang mandiri, tanggungjawab dan penuh empati.
Foto bersama di akhir acara LDK, dokumentasi BDI
Karena pada dasarnya masing-masing individu adalah pemimpin dan kelak akan dimintai pertanggung jawaban akan hasil kepemimpinannya.
Pernahkah kalian berpikir mengapa roda sepeda harus berbentuk lingkaran ? Kenapa bukan segitiga atau segiempat?
Menurut ilmu fisika roda sepeda berbentuk lingkaran karena untuk mengurangi gesekan sehingga roda bisa menggelinding dengan cepat.
Seandainya roda sepeda tidak berbentuk lingkaran, sumber gambar : Kompas.com
Lingkaran memang sebuah bangunan datar yang istimewa. Banyak sekali benda benda di sekitar kita yang berbentuk lingkaran. Tapi apakah lingkaran itu?
Dalam bahasa Inggris, lingkaran disebut dengan circle serta memiliki kaitan yang erat dengan kata circus ataupun circuit. Sementara itu, lingkaran dalam bahasa Yunani adalah κίρκος/κύκλος (kirkos/kuklos) yang merupakan metatesis dari bahasa Yunani homerik yaitu κρίκος atau krikos artinya cincin, gelang, atau simpai.
Keberadaan lingkaran telah ada sejak zaman prasejarah, bahkan sejak penciptaan alam raya. Bukankah objek-objek alami seperti bulan dan matahari tahari memiliki bentuk lingkaran jika diamati?
Benda benda berbentuk lingkaran , sumber gambar: Super Prof
Penemuan bangun datar lingkaran juga telah menjadi dasar dari perkembangan cabang ilmu lainnya seperti geometri, astronomi, dan kalkulus, sementara sifat sifat lingkaran mulai dipelajari sejak penemuan roda.
Definisi dan Unsur-unsur Lingkaran
Lingkaran adalah tempat kedudukan titik titik yang mempunyai jarak sama terhadap satu titik tertentu, dan titik tersebut dinamakan titik pusat.
Adapun untuk-unsur lingkaran meliputi:
Sumber gambar : Ruang Guru
titik pusat, jari-jari, diameter, tali busur, busur, juring, tembereng, dan apotema. Mari kita bahas unsur unsur lingkaran tersebut satu persatu:
1. Titik Pusat
Titik pusat adalah titik yang berjarak sama dengan semua titik pada keliling lingkaran. Letaknya tepat di tengah-tengah lingkaran. Pada gambar di atas, titik O merupakan titik pusat lingkaran.
2. Jari-Jari
Jari-jari adalah ruas garis yang menghubungkan titik pusat dan satu titik pada lingkaran. Jari-jari dilambangkan dengan huruf r kecil.
Pada gambar di atas, ruas garisOA, OB, OC, dan OD merupakan jari-jari lingkaran. Panjang OA = OB = OC = OD.
3. Diameter
Diameter adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik pada keliling lingkaran dan melalui titik pusat lingkaran.
Diameter dilambangkan dengan huruf d kecil. Panjang diameter sama dengan 2 kali panjang jari-jari lingkaran. Pada gambar di atas, ruas garis BD merupakan diameter lingkaran. Panjang BD = 2OA = 2OB = 2OC = 2OD.
4. Tali Busur
Tali busur adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik pada lingkaran. Pada gambar di atas, ruas garisAB dan BD merupakan tali busur lingkaran.
5. Busur
Busur adalah garis lengkung yang menghubungkan titik-titik pada lingkaran lingkaran. Pada gambar di atas, garis lengkung AB, BC, CD, dan AD merupakan busur lingkaran. Jenis-jenis busur ada 3 yakni:
a. Busur Kecil (minor)
Busur kecil adalah busur yang panjangnya kurang dari setengah lingkaran.
b. Busur Setengah Lingkaran
Busur setengah lingkaran adalah busur yang panjangnya sama dengan setengah lingkaran.
c. Busur Besar. ( mayor)
Busur besar adalah busur yang panjangnya lebih dari setengah lingkaran.
6. Juring
Juring adalah daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua jari-jari dan satu busur lingkaran. Pada gambar di atas, daerah COD yang diarsir warna merah merupakan juring lingkaran. Jenis-jenis juring ada 3 yakni:
a. Juring Kecil
Juring kecil adalah juring yang luasnya kurang dari setengah lingkaran.
b. Juring Setengah Lingkaran
Juring setengah lingkaran adalah juring yang luasnya sama dengan setengah lingkaran.
c. Juring Besar
Juring besar adalah juring yang luasnya lebih dari setengah lingkaran.
7. Tembereng
Tembereng adalah daerah yang dibatasi oleh tali busur dan busur lingkaran. Pada gambar di atas, daerah AB yang diarsir warna biru merupakan tembereng. Jenis-jenis tembereng ada 3 yakni:
a. Tembereng Kecil
Tembereng kecil adalah tembereng yang luasnya kurang dari setengah lingkaran.
b. Tembereng Setengah Lingkaran
Tembereng setengah lingkaran adalah tembereng yang luasnya sama dengan setengah lingkaran.
c. Tembereng Besar
Tembereng besar adalah tembereng yang luasnya kurang dari setengah lingkaran.
8. Apotema
Apotema adalah ruas garis terpendek yang menghubungkan titik pusat dan satu titik pada tali busur. Pada gambar di atas tadi, ruas garis OE merupakan apotema.
Nah, untuk mengecek pemahaman kalian tentang unsur-unsur lingkaran, mari mengerjakan soal soal berikut ini!
Tangkapan layar pribadi
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut ini:
1. Diameter lingkaran adalah garis lurus yang melalui pusat lingkaran dan memotong lingkaran di dua titik.
2. Jari-jari lingkaran adalah setengah panjang diameter lingkaran.
3. Daerah yang dibatasi oleh dua jari jari dan satu tali busur dinamakan juring lingkaran
4. Pusat lingkaran adalah titik yang terletak pada lingkaran.
5. Busur lingkaran adalah bagian dari keliling lingkaran.
6. Tembereng lingkaran adalah daerah yang dibatasi oleh satu busur dan satu tali busur pada lingkaran
7. Lingkaran memiliki empat sumbu simetri.
8. Garis tengah lingkaran adalah tali busur terpanjang dalam sebuah lingkaran
Hari Kamis (09/01) usai sholat Dhuhur, aula Bintaraloka sudah dipenuhi siswa kelas sembilan. Ya, hari itu adalah hari kedua pelaksanaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Membangun Seniman Muda Topeng Malangan.
Salah satu agenda kegiatan projek ini adalah mengundang narasumber Bapak Gatot Kasujono, seorang seniman sekaligus pecinta seni topeng Malangan untuk belajar tentang sejarah topeng Malangan.
Foto bersama narasumber , dokumentasi Fabi
Tentang Topeng Malangan dan Sejarahnya
Membicarakan sejarah Topeng Malangan berarti kita membicarakan sejarah kota Malang. Mengapa? Topeng ini sudah ada sejak zaman kerajaan Kanjuruhan yang merupakan cikal bakal Kota Malang.
Pada masa itu topeng berfungsi sebagai sarana ritual yang terbuat dari batu, bahkan emas dan logam lain. Topeng dipakai sebagai sarana untuk memanggil arwah nenek moyang atau memuja dewa.
Kesenian topeng terus berkembang dan mencapai puncaknya pada masa kerajaan Majapahit.
Prabu Hayam Wuruk raja Majapahit yang terkenal itu adalah seorang seniman penari topeng.
Di Malang kesenian topeng ini di angkat kembali pada tahun 1890 oleh Bupati Malang, Raden Sjarip. Pada saat itu topeng Malangan sudah menyebar di berbagai daerah dan mulai berkembang pesat. Hingga tahun 1990 an, terdapat sekitar 33 grup topeng Malangan di daerah Malang raya.
Topeng Malangan sering ditampilkan dalam berbagai acara, sumber gambar : RRI
Semakin lama topeng tidak lagi dipakai untuk acara religius, tapi lebih sebagai acara seni dan budaya. Dalam perkembangannya topeng Malangan semakin sering ditampilkan dalam acara tertentu, misalnya pernikahan, selamatan, atau acara resmi menyambut tamu penting.
Topeng Malangan terbuat dari kayu dan memiliki lima warna dasar, yakni merah, hijau, kuning, putih, dan hitam, di mana setiap warna mempunyai makna tertentu .
Putih mewakili sifat jujur, suci, dan berbudi luhur. Kuning melambangkan kemuliaan, hijau menggambarkan kedamaian, merah melambangkan angkara murka, licik, atau keberanian, sedangkan hitam berarti kebijaksanaan.
Ada sekitar 76 karakter tokoh dalam topeng Malangan, dan di antaranya ada enam tokoh dengan karakter yang menonjol yaitu Panji Asmorobangun, Dewi Sekartaji, Ragil Kuning, Gunung Sari, Kelana Suwandhana dan Bapang.
Enam tokoh karakter menonjol dalam topeng Malangan, sumber gambar: Lingkar Sosial
Panji Asmoro Bangun, merupakan tokoh protagonis yang mengatur naik turunnya konflik dalam suatu cerita. Warna hijau pada wajahnya menunjukkan bahwa ia sosok yang baik hati.
Dewi Sekartaji, putri cantik ini memiliki alis nanggal sepisan, berhidung mancung dan memiliki titik emas di antara alisnya. Wajahnya berwarna putih menunjukkan bahwa ia seorang yang suci, lembut, dan baik hati.
Gunung Sari, sahabat Raden Panji ini memiliki mata sipit, berkumis panjang. Warna wajahnya sama seperti Dewi Sekartaji yaitu putih yang melambangkan seorang yang baik hati dan suci.
Dewi Ragil Kuning, adik dari Raden Panji ini bersifat aktif. Warna wajahnya yang kuning melambangkan kegembiraan, kelincahan.
Kelana Sewandana, adalah tokoh antagonis yang menjadi musuh dari Raden Panji. Tokoh ini memiliki mata besar, hidungnya berbentuk pagotan, mulutnya berbentuk jambe sinegar setangkep, jambang yang serupa ronce melati, serta jenggotnya yang brewok.
Wajah yang berwarna merah menunjukkan bahwa ia seorang pemarah dan juga pemberani.
Bapang, memiliki warna wajah merah, hidung panjang, dan mata yang besar. Warna wajah sahabat Kelana Sewandana ini melambangkan sifat pemarah dan pemberani.
Siswa mengajukan pertanyaan , dokumentasi Buz
Acara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila siang itu diikuti dengan antusias oleh para siswa. Hal ini ditandai dengan beberapa pertanyaan yang muncul. Pertanyaan siswa berkisar pada sanggar seni topeng yang ada di Malang.
Di akhir acara, Bapak Gatot Kasujono menyerahkan kenang-kenangan berupa topeng bapang pada warga SMP Negeri 3 Malang.
Menerima kenang kenangan dari Bapak Gatot, dokumentasi Fabi
Hari yang istimewa. Siswa belajar banyak hari ini, baik tentang sejarah maupun berbagai hal mengenai topeng Malangan.
Harapannya ke depan semakin banyak anak muda yang tertarik pada topeng Malangan, sehingga kesenian ini tetap lestari dan tak hilang ditelan perkembangan zaman.
Pada hari Kamis (02/01) sekitar pukul 12.00 telah dilaksanakan perpisahan dengan Bapak Hari Pantoko, S.H, satpam SMP Negeri 3 Malang yang telah memasuki masa purna.
Acara yang berlangsung khidmat ini diadakan di ruang guru dengan pembawa acara Ibu Tyas wakahumas SMP Negeri 3 Malang.
Dalam acara tersebut Bapak Hari menceritakan perjalanannya selama menjadi satpam di SMP Negeri 3 Malang.
Ibu Arie Susani menyerahkan kenang kenangan pada Bapak Hari Pantoko, dokumentasi Bintaraloka
Lahir di Malang, 26 Agustus 1966, Bapak Hari Pantoko mengabdi di SMP Negeri 3 Malang mulai tahun 2003 hingga 2024 , atau total selama 21 tahun.
Selain menjadi satpam menurut penuturan Bapak Hari Pantoko, beliau pernah mengajar di sebuah sekolah swasta.
Banyak cerita dan pelajaran kehidupan yang beliau peroleh selama mengabdikan diri di Bintaraloka. Sosok yang sangat religius ini mempunyai pandangan hidup bahwa seberat-beratnya orang bekerja masih lebih berat orang yang tidak mempunyai pekerjaan, karenanya jangan mudah mengeluh dan pandailah bersyukur apa yg kita punya.
Bapak Hari Pantoko bersama Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Bintaraloka
Dalam acara hari itu Bapak Teguh Kepala SMP Negeri 3 Malang mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak Hari selama ini, dan berharap Bapak Hari Pantoko senantiasa sehat dan bahagia dalam memasuki masa purnatugas.
Acara perpisahan hari itu diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan, bersalam salaman dan foto bersama.
Hawa pagi begitu sejuk. Jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Sepagi itu suasana lapangan Rampal sudah mulai ramai. Beberapa orang tampak berlari mengitari lapangan, senam, ada pula yang sedang volly atau basket.
Sementara itu di tepi lapangan Rampal banyak siswa dengan seragam olah raga siap mengikuti kegiatan. Bapak dan ibu guru juga siap di tepi lapangan untuk mendampingi anak anak.
Apel pembukaan latihan PBB, dokumentasi pribadi
Ya, hari itu siswa akan mengikuti latihan PBB sebagai kegiatan awal semester genap 2024/2025.
Kegiatan PBB ini adalah salah satu cara SMP Negeri 3 Malang untuk melakukan pembinaan mental siswa. Kegiatan dilaksanakan secara bergantian, hari Kamis kelas 7 dan 8 , hari Jumat kelas 9.
Apel pembukaan latihan PBB, dokumentasi pribadi
Ditekankan oleh wakasis, kegiatan ini disamping untuk menerapkan berbagai karakter baik juga bertujuan memperkuat semangat dan daya juang anak anak sebelum menghadapi pembelajaran di semester genap.
Siswa sebagai pemuda harapan bangsa adalah pemegang kunci kemajuan bangsa ini. Di tangan merekalah masa depan negeri tercinta kita Indonesia berada.
Pendamping kelas sembilan dan pelatih, dokumentasi Bintaraloka Pandamping kelas 7 dan 8, dokumentasi Bintaraloka
Mengapa PBB? Melalui kegiatan ini bisa ditanamkan berbagai karakter baik pada siswa seperti disiplin, konsentrasi, kekompakan juga rasa setia kawan.
Peserta menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti kegiatan wawasan kebangsaan, dokumentasi pribadi Peserta latihan PBB, dokumentasi pribadi Salah satu acara di lapangan Rampal, dokumentasi pribadi
Sementara sebagian siswa mendapatkan materi PBB di lapangan Rampal, siswa di sekolah mendapatkan materi tentang Wawasan Kebangsaan, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Manajemen Emosi pada Remaja.
Pelatih dan narasumber berbagai kegiatan ini tidak hanya berasal dari guru, tapi juga orang tua siswa.
Narasumber materi Wawasan Kebangsaan (Divisi Kostrad TNI), pelatih PBB ( Babinsa Klojen) dan pemateri Manajemen Emosi pada Remaja, semua berasal dari orang tua siswa sedangkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat diberikan oleh guru.
Melatih kesetiakawanan , dokumentasi pribadi
Dua hari yang luar biasa. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan diharapkan sekolah bisa menanamkan berbagai karakter baik pada siswa, melakukan manajemen emosi, sekaligus memberi bekal agar siswa lebih siap menghadapi hal-hal baru di semester genap ini.
Melalui kegiatan-kegiatan ini juga diharapkan kerjasama orang tua dan sekolah semakin meningkat guna keberhasilan proses belajar siswa ke depannya.