Selalu Ada Kenangan di Kayutangan

Willingly I’ll be yours…
Willingly I’ll wait for you….
All my love and all my life
I will give for you..
Only you..

Lagu Willingly yang pernah populer sekian puluh tahun yang lalu seolah menyambut kedatangan kami di Kayutangan malam itu.

Musisi jalanan, dokumentasi pribadi

Cuaca begitu bersahabat. Hujan yang tiap sore turun membasahi kota Malang malam itu tiada turun. Paling tidak untuk kawasan sekitar Kayutangan.

Berempat kami berjalan sepanjang trotoar Kayutangan. Meski pernah tinggal di Kayutangan saya benar-benar pangling dengan Kayutangan di waktu malam.

Tempat-tempat ngopi, atau untuk duduk -duduk santai dan berfoto benar-benar dibuat untuk memanjakan pengunjung yang ingin melepaskan penat di malam hari.

Jalan- jalan, dokumentasi pribadi

Tempat- tempat ngopi didesain bernuansa tempo dulu, juga orkes jalanan yang menyanyikan tembang-tembang lawas membuat jalan-jalan terasa gayeng dan menyenangkan.

Setelah jalan- jalan kami di mampir di kedai yang di dalamnya menjual aneka makanan dan minuman. Setelah pilih- pilih berbagai makanan akhirnya pilihan kami jatuh pada bakso, teh dan angsle.

Salah satu kedai di Kajoetangan, dokumentasi pribadi
Angsle, dokumentasi pribadi

Lagu-lagu terus dilantunkan. Dari Kopi Dangdut sampai lagu lagu Peter Pan. Terasa sedap dalam pendengaran.

Ah, perjalanan yang manis. Empat orang yang lama tidak bertemu saling menumpahkan cerita masa lalu. Bahkan dua di antara kami, Ika dan Ludi, mereka bersahabat ketika SMP, dan 40 tahun tidak pernah bertemu.

Depan Kajoetangan Heritage, dokumentasi pribadi

Perjalanan ke Kayutangan malam itu sungguh membuka kenangan lama dan menciptakan kenangan baru. Kami tertawa bersama, sambil mengingat kenangan lucu di masa lalu.

Malam semakin larut. Musisi jalanan terus beraksi dengan lagu lagu andalan mereka. Lalu lalang pengunjung Kayutangan datang dan pergi silih berganti.

Tukang ojek, penjual kopi sibuk di tepi jalan untuk mengais rezeki. Kayutangan terus berdenyut tiada henti.

Ya, selalu ada kenangan di Kayutangan.

Dari Arena Latihan Fashion Persiapan HUT Bintaraloka

Instrumen lagu yang lembut namun berenergi membawa langkah saya menuju aula satu. Tepat seperti yang saya duga. Ada kegiatan menarik di sana. Apa gerangan? Latihan fashion untuk siswa yang akan mengisi acara HUT Bintaraloka di bulan Maret 2023!

Acara ulang tahun yang bertajuk History, Story dan Memory ini salah satunya akan dimeriahkan dengan acara fashion. Model untuk pengisi acara ini adalah siswa kelas tujuh , delapan dan sembilan dan terdiri atas siswa putra dan putri.

Siswa yang mengikuti latihan ini dipilih dan diseleksi langsung oleh Mister Sony dan tim dari tiap kelas.

Briefing dari Mister Sony, dokumentasi pribadi

Latihan berlangsung dengan sungguh-sungguh. Melalui briefing yang berulang-ulang Mister Sony memberikan pengarahan cara berjalan, berpose ataupun berekspresi.

Meski kadang terjadi kesalahan di sana sini namun dengan sabar Mister dan tim mengarahkan siswa supaya bisa berjalan, berpose dan berekspresi dengan baik.

Latihan berjalan, dokumentasi pribadi
Pengarahan pada peserta latihan fashion, dokumentasi pribadi

Bergabung dalam latihan fashion membuat siswa tampil begitu beda. Dengan high heels dan cara berjalan yang demikian tertata membuat saya ‘pangling’ dengan penampilan siswa, terutama siswa putri.

Ada banyak manfaat dari latihan fashion bagi siswa, di antaranya adalah memupuk rasa percaya diri sehingga bisa membangun citra diri yang positif pada diri siswa.

Bapak /Ibu guru yang ikut mendampingi latihan fashion, dokumentasi pribadi

Hari semakin sore, musik masih mengalun dan briefing terus dilakukan. Berkali-kali ditekankan Mister Sony bahwa salah tidak apa-apa, yang penting semua harus selalu berusaha menjadi lebih baik lagi.

Suasana latihan fashion, dokumentasi pribadi

Semoga kerja keras hari ini bisa membuahkan penampilan yang cantik saat peringatan HUT Bintaraloka nanti.

Salam Bintaraloka😀

Sebuah Cerita Tentang Pertemuan Sore Itu

Sore itu sebuah pesan masuk hp saya. Aha, pesan yang begitu singkat. Hanya berupa foto tanpa kata-kata. Tapi itu sudah jelas menunjukkan bahwa saya ditunggu di Mie Jogja yang berlokasi di Jalan Arjuno.

Berkas- berkas persiapan ujian praktek di sekolah langsung saya beresi. Setelah berpamitan, saya menuju parkiran. Ya, Vario biru yang setia segera saya pacu menuju Mie Jogja.

Suasana Mie Jogja tidak begitu ramai. Saya segera menuju meja posisi tengah  Dua orang sudah menunggu di sana. Dua orang teman SMP. Yep, kami dulu bersekolah SMP Negeri 1 yang berlokasi di Jl. Lawu 12 Malang.

Depan Mie Jogja, dokumentasi pribadi

Betapa lama kami tidak bertemu. Teman saya yang satu ini sudah sejak lama merantau dan tinggal di Bandung sementara saya dan teman  satunya lagi setia tinggal di kota Malang.

Bagaimana rasanya bertemu dengan sahabat lama? Ah, sesuatu sekali. Pembicaraan mengalir tiada henti. Apalagi bawaan kami yang sama sama rame, alias suka ngomong.

Berbagai topik kami jelajahi. Mulai dari tanaman, topik kekinian, nostalgia SMP dan yang terakhir makanan.

Mengapa monstera dinamakan janda bolong? Aha, itu menjadi bahan diskusi kami yang menarik sore itu. Saya baru tahu ternyata  janda bolong berasal dari bahasa Jawa yaitu kata ron do (Podo) bolong atau daun daunnya pada bolong.

Kata rondo bolong akhirnya lebih dikenal dengan nama janda bolong. Wow, penjelasan yang mantap.

Hidangan yang tersaji berupa bakmie goreng dan teh panas membuat suasana sore itu semakin hangat dan akrab. Berkali kali ada gelak tawa di antara kami. Ya,  kekonyolan di masa lalu selalu menarik untuk diceritakan kembali.

Hasil praktik membuat kue, dokumentasi pribadi

Dari berbagai masalah, pembicaraan berakhir ke cara membuat kue. Wah, ini saya yang paling suka. Meski saya tidak pandai membuat kue, namun jika mereka praktek paling tidak pasti kebagian tester. He..he..

Bagaimana jika dua ahli membuat kue bertemu? Seru pastinya. Ada berbagai tips yang muncul. Bagaimana membuat kue gulung yang tidak pecah, menggunakan open tanpa api atas dan banyak lagi. Dan untuk lebih mantapnya hasil pembicaraan sore itu ditindaklanjuti dengan  praktek bersama esok hari. Nah, benar kan perkiraan saya? Tester…tester…

Ketika hari semakin sore pertemuan di Mie Jogja pun kami sudahi. Selesai? Belum. Acara dilanjutkan dengan pertemuan di Bareng. Pembicaraan tentang makanan dan kue terus berlanjut hingga sekitar jam delapan malam.

Aih, itulah jika emak- emak lama tidak bertemu. Segala kangen dan rindu ditumpahkan jadi satu dengan berbagai cerita yang tiada habisnya. Ramai pula.

Pertemuan yang ramai , dokumentasi pribadi

Ya, bukankah perempuan punya begitu banyak stock kosa kata setiap harinya? Satu perempuan mempunyai 20.000 kosa kata yang diucapkan tiap harinya. Jika hari ini ada 3 perempuan bisa dibayangkan bagaimana meriahnya.

He..he..

Antara Coklat dan Hari Kasih Sayang

Selasa pagi seperti biasanya saya ada jam mengajar matematika di kelas 9.7.
Tiga jam pelajaran di jam pertama adalah hal yang tak boleh disia-siakan karena kondisi siswa masih fresh sehingga banyak ilmu yang bisa tersampaikan.

Di tengah pelajaran tatkala seorang siswa saya minta maju ke depan ternyata ada kejutan dari anak anak. Aih… Dengan manisnya Marvel memberikan cokelat pada saya. Terkejut? Pasti. Saya baru paham bahwa hari ini tanggal 14 Februari dan banyak yang merayakannya sebagai hari kasih sayang atau Valentine day.

Kelas 9.7, dokumentasi pribadi

Apa hubungan antara hari kasih sayang dan coklat?
Dari history.com diperoleh informasi bahwa Hari Sayang identik dengan coklat dimulai sejak tahun 1840 an, dimana hari Kasih Sayang telah menyebar ke berbagai negara yang telah dijajah oleh Inggris.

Pada masa tersebut orang-orang merayakan Valentine dengan memberikan kartu ucapan dengan kata-kata yang indah dan hadiah yang rumit.

Melihat hal tersebut Richard Cadbury, seorang keturunan dari keluarga pengusaha cokelat Inggris yang bertanggung jawab atas penjualan coklat keluarga melihat peluang tersebut dan mulai menjual coklat dalam kotak dekorasi yang indah.

Saat itu, Cadbury baru saja meningkatkan teknik pembuatan coklatnya. Yaitu, dengan mengekstraksi mentega kakao murni dari biji utuh.

Sebuah teknik yang akhirnya menghasilkan cokelat minum yang lebih enak daripada yang pernah dicicipi oleh kebanyakan orang Inggris.

Proses tersebut menghasilkan mentega kakao dalam jumlah yang lebih banyak , dan oleh Cadbury digunakan untuk menghasilkan lebih banyak variasi makanan coklat yang dihasilkan.

Seiring berkembangnya waktu, coklat menjadi makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan menjadi favorit banyak orang

Dari sejarah tersebut, banyak yang menduga bahwa bungkus yang dibuat oleh Cadbury berbentuk hati itulah yang membuat hari Valentine identik dengan coklat.

Sumber gambar: Bukalapak

Pada hari Kasih Sayang biasanya coklat diberikan pada orang yang disayangi atau dihormati untuk menunjukkan respek pemberi pada yang diberi.

Tapi apakah cinta dan kasih sayang hanya diberikan saat Valentine Day? Tidak juga. Karena kasih sayang laksana air yang bisa memberikan kehidupan bagi alam raya. Tanpa kasih sayang mustahil kehidupan akan ada di muka bumi. Bukankah kita semua bisa eksis karena kasih sayang Nya?

Dalam konteks hubungan dengan sesama manusia bisa dibayangkan betapa hampanya hidup tanpa kasih sayang, baik dari teman, orang tua maupun orang orang yang berarti bagi diri kita.

Kasih sayang memberikan kita kekuatan untuk mengarungi hidup dengan segala liku-likunya.

Ya, mari kita jadikan tiap hari adalah hari kasih sayang. Hari dimana kita selalu menebar kasih pada orang orang di sekitar kita.

Ungkapan kasih sayang bukan sekedar menggunakan kata-kata, namun dengan tindakan nyata yang bisa memberikan makna.

NB: terima kasih coklatnya ya….🤗

Baca juga:

Al Khawarizmi, Bapak Aljabar Hingga Algoritma

Al-Khawarizmi memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Musa. Beliau dikenal dengan nama al-Khawarizmi karena berasal dari Khawarizm, sebuah daerah di timur laut Kaspia.

Al-Khawarizmi adalah muslim pertama dalam ilmu hitung matematika. Banyak kontribusi Al Khawarizmi dalam dunia ilmu pengetahuan, utamanya dalam bidang matematika dan astronomi.

Beliau adalah yang pertama kali memperkenalkan angka nol. Istilah aljabar, diambil dari judul karya matematika Al Khawarizmi terbesar, Hisab al-Jabr wa-al-Muqabala.

Buku ini dua kali diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, oleh Gerard dari Cremona dan Robert dari Chester pada abad ke-12 dan berisi beberapa ratus persamaan kuadrat sederhana dengan analisis dan juga dengan contoh geometris.

Al-Khwarizmi juga memperkenalkan angka Arab ke Barat, menggerakkan proses yang mengarah pada penggunaan sembilan angka Arab, bersama dengan tanda nol.

Sumber gambar: Banten Headline

Al-Khawarizmi  lebih dikenal di Barat dengan nama Algorisme. Ini yang menjadi asal mula istilah algoritma.  Algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah terbatas.

Selain terkenal di bidang matematika, Al-Khawarizmi juga ahli di bidang geografi dan praktisi astronomi. Bahkan, karyanya di bidang astronomi yang berjudul Zij al Shindhind adalah karya terpenting hingga saat ini, seperti yang dikutip dari buku “99 Tokoh Muslim Dunia for Kids” yang ditulis oleh Salman Iskandar.

Para ahli ilmu aljabar dunia, Leonardo Fibonacci dari Pisa pun mengaku berhutang pada al-Khawarizmi. Sementara, George Sarton, penulis sejarah matematika ternama, menyebut al-Khawarizmi sebagai salah seorang ilmuwan muslim terbesar dan terbaik pada masanya.

Sumber gambar: Kata Pengetahuan WordPress.com

Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi meninggal di tahun 850 dan dikenang sebagai salah satu pemikir ilmiah paling penting dalam kebudayaan Islam awal.

Nah, di atas adalah biografi dari Al Khawarizmi yang dikenal sebagai bapak Aljabar dan Algoritma. Sangat inspiratif bukan?

Bagaimana pendapatmu sendiri tentang matematika dan aljabar? Tuliskan komentarmu di kolom yang tersedia di bawah.

Salam matematika…..:)

Baca juga: