Seiring dengan berbunyinya bel tanda pulang, berakhir sudah PAS dan SAS Gasal tahun pelajaran 2023/2024.
Kegiatan akhir semester yang sangat penting ini dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 8 Desember 2023.
Peserta berbaris memasuki ruangan, dokumentasi pribadi Peserta berbaris memasuki ruangan, dokumentasi pribadi
Kegiatan PAS dan SAS dibagi dalam dua sesi yaitu pagi dan siang. Kegiatan pagi diperuntukkan kelas 3.5 dan 2.3, sedangkan kegiatan siang adalah untuk kelas 3.3 dan 3.1.
Yang istimewa untuk PAS dan SAS Gasal tahun ini adalah mapel matematika diletakkan di hari pertama dan jam pertama pula. Wow, amazing.
Pelaksanaan SAS, dokumentasi Bintaraloka
Meski banyak yang terkaget-kaget dengan penyusunan jadwal ini, namun tak masalah. The show must go on, jadwal harus tetap berjalan karena semua hanya masalah waktu.
Sebagai kegiatan yang sangat menguras pikiran, maka diperlukan ketenangan siswa dalam menghadapinya. Karenanya setengah jam sebelum masuk ruangan dilakukan doa bersama seluruh siswa peserta PAS pagi.
Siswa mengerjakan soal di ruangan, dokumentasi Bintaraloka
Dalam kegiatan tersebut dilantunkan pembacaan kitab suci Al Qur an, doa dan Asmaul Husna oleh siswa muslim dan pembacaan doa bersama oleh siswa Kristen dan Khatolik.
Doa pagi di lapangan volley dipimpin oleh para guru agama Islam, sedangkan doa siswa yang beragama Kristen dan Khatolik dipimpin oleh Pak Gerry.
Berkat kesigapan panitia juga para pengawas PAS dan SAS berjalan lancar, meski ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.
Peserta antre di depan ruang panitia, dokumentasi pribadi
Kendala masih tampak saat finish. Karena banyak yang finishnya tidak lancar, maka tiap selesai ujian didapati banyak siswa berbaris di depan ruang panitia untuk minta bantuan master web agar bisa segera bisa keluar dari aplikasi ujian.
Koordinasi panitia dan pengawas, dokumentasi pribadi
Tentunya diharapkan ke depan PAS dan SAS akan berjalan lebih lancar lagi.
Koreksi bersama mapel BIN, dokumentasi Bintaraloka
Sementara siswa mengerjakan soal, bapak ibu guru mapel malakukan koreksi bersama di sektretariat.
Akhirnya selamat tinggal PAS dan SAS, selamat datang pekan remidi.. Semoga kerja keras siswa selama ini bisa memberikan hasil yang maksimal dengan perolehan nilai yang bagus di rapor mereka nanti.
Oktober adalah bulan yang istimewa. Bulan yang kental dengan nuansa Sumpah Pemuda ini dipenuhi dengan berbagai agenda sekolah, dan salah satunya adalah Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos).
OSIS adalah wadah bagi peserta didik di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan siswa yang sesuai dengan visi-misi sekolah.
Pengurus OSIS adalah peserta didik yang dipilih berdasarkan prestasi, dan keaktifan peserta didik di lingkungan sekolah. Menjadi pengurus OSIS harus mempunyai wawasan yang luas, pandai berinteraksi.
Persiapan Pilketos , dokumentasi Addin
Melalui OSIS jiwa kepemimpinan seorang peserta didik atau siswa bisa dikembangkan.
Betapa pentingnya memiliki jiwa kepemimpinan bagi seorang generasi muda, karena dengan jiwa kepemimpinan, para pemuda akan mampu mengarahkan dan menggerakkan kehidupannya ataupun kehidupan orang-orang di sekitarnya untuk mencapai visi, misi, dan tujuan yang akan dicapai.
Karena tidak mudah untuk mencetak seorang pemimpin maka pemilihan ketua OSIS melalui sebuah proses yang lumayan panjang.
Mulai dari seleksi wawancara, hingga LDK, dan kemudian dilanjutkan dengan penentuan kandidat, kampanye dan debat sampai akhirnya pemilihan.
Pemilihan ketua OSIS untuk masa jabatan 2023-2024 kali ini dilaksanakan pada hari Selasa 23 Oktober 2023. Ada tiga kandidat yang mengikuti yaitu Pramesti-Kirana, Sybia -Medinna dan Ailsa -Fachri.
Proses pemilihan, dokumentasi AddinProses pemilihan, dokumentasi Addin
Sebagai perwujudan demokrasi, Pemilihan Ketua OSIS dilaksanakan di lapangan volley secara bergiliran dengan menggunakan akun dari SIM Bintaraloka.
Semua memberikan suara, tak terkecuali Bapak/Ibu guru. Setelah memilih, seperti layaknya pemilu tangan pemilih distempel. Stempel memberikan makna bahwa yang bersangkutan sudah melaksanakan hak pilihnya dengan baik.
Pemberian stempel , dokumentasi pribadi Bapak dan Ibu guru juga ikut memilih, dokumentasi pribadi
Proses pemilihan selesai kira-kira pukul delapan pagi. Sesudah memilih banyak yang menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan memberikan senyum manisnya. Ciiiz…..π
Bau lilin yang dipanaskan menguar ke mana- mana. Kain mori putih dibeber di atas meja yang sudah dilapisi spon berair dan ditutup plastik kaca.
Dengan hati-hati, narasumber mencelupkan alat pembuat cap dengan motif tertentu ke dalam lilin panas, lalu segera meletakkan cetakan tadi dengan agak menekan ke atas kain.
Membuat batik cap, dokumentasi pribadi
Cetakan dibuka, dan taraa.. motif cantik langsung tercipta di atas kain tadi.
Sekelompok anak memperhatikan keterangan narasumber, sementara yang lain memvideo ataupun mencatat segala keterangan yang disampaikan.
Proses pewarnaan, dokumentasi pribadi
Beberapa pertanyaan yang muncul dijawab dengan sabar oleh Pak Afaf, sang narasumber hingga siswa merasa puas.
Di atas adalah gambaran suasana ketika siswa SMP Negeri 3 Malang melakukan Outdoor Learning ke SMKN 7 Malang. Outdoor Learning ini bertujuan untuk mengajak siswa praktek membuat batik topeng Malang.
Pengarahan dari Pak Vigil dan Bu Ari, dokumentasi pribadi
ODL dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Oktober 2023 dengan diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri atas siswa dan guru pendamping.
Siap berangkat ODL, dokumentasi pribadi
Pemberangkatan peserta dari SMP Negeri 3 ke SMKN 7 dilaksanakan pukul tujuh pagi dengan menggunakan 25 buah mikrolet. Sebelum berangkat, ketua projek tema dua yaitu Pak Vigil memberikan arahan pada siswa di aula Bintaraloka bersama Ibu Ari Susani.
Di dalam mikrolet , dokumentasi pribadi Di dalam mikrolet , dokumentasi pribadi Di dalam mikrolet , dokumentasi pribadi
Menurut Pak Afaf, bukan hanya SMP Negeri 3 Malang, bahkan siswa dari negeri Jiran kita Malaysia, juga tertarik belajar pembuatan batik di SMKN 7 Malang.
Belajar membuat batik topeng Malang adalah salah satu kegiatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema kedua yaitu Batik Topeng Malangan Karya Cipta Bintaraloka.
Projek ini mengambil dimensi berkebhinekaan global, kreatif, mandiri dan gotong royong
Mengapa harus batik?
Berbagai motif batik hasil karya SMKN 7, dokumentasi pribadi
Batik sebagai karya Bangsa Indonesia harus kita hargai dan kita lestarikan keberadaannya.
Batik merupakan perpaduan antara seni dan teknologi leluhur bangsa Indonesia.
Hal yang membuat batik memiliki daya tarik dibanding motif kain yang lain adalah karena corak motifnya banyak mengandung makna dan penuh dengan filosofi yang erat akan adat dan budaya dalam kehidupan manusia.
Motif batik yang lain, dokumentasi pribadi
Indonesia memiliki beragam motif batik yang memiliki fislosofinya masing-masing. Sebutlah batik kawung yang merupakan motif batik yang bentuknya berupa bulatan mirip buah kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai aren atau kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris.
Motif kawung bermakna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian. Motif kawung menyimbolkan kekosongan nafsu dan hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna.
Ada juga motif batik truntum. Batik ini menggambarkan cinta yang selalu bersemi, karenanya saat upacara pernikahan, mempelai biasanya mengenakan batik truntum.
Indonesia memiliki banyak batik khas karena hampir tiap daerah memiliki corak khasnya masing-masing. Ada batik Blitar, Tulungagung, Madura, Solo, Jogja bahkan Malangan.
Topeng sebagai motif khas batik Malangan, dokumentasi pribadi
Lalu apa ciri khas batik Malangan? Batik Malangan sering menggunakan ornamen topeng, tugu, singa, dan bunga teratai sebagai motif utama.
Tugu berasal dari relief candi di Malang dan monumen kota Malang. Bunga teratai adalah bunga yang disukai Kendedes dan tumbuh disekitar monumen Tugu.
Singa merupakan simbol yang sering digunakan penduduk Malang sebagai supporter kesebelasan Arema, sedangkan topeng Malang merupakan kebudayaan dan seni asli dari daerah Malang.
Berkaitan dengan usaha melestarikan batik dan kebudayaan seni asli Malang inilah siswa diajak belajar membuat batik topeng Malang.
Dalam ODL ini siswa mendapat paparan tentang cara membuat batik tulis dan batik cap. Karena tingkat kesulitan batik tulis lebih tinggi, saat praktik siswa diajak membuat batik cap.
Alat untuk membuat batik cap, dokumentasi IqbalLilin dan canting, dokumentasi Iqbal
Ada tiga tahap utama dalam pembuatan batik cap yaitu pembuatan motif, pewarnaan dan ngelorot atau penghilangan lilin.
Penyempurnaan motif dengan menggunakan canting, dokumentasi pribadi Proses ngelorot, dokumentasi pribadi
Proses pembuatan motif dan pewarnaan dilaksanakan di SMKN 7 sedangkan ngelorot dilaksanakan di SMP Negeri 3 Malang.
Kegiatan yang luar biasa. Siswa tampak begitu antusias. Apalagi batik-batik cantik yang tercipta adalah hasil desain mereka sendiri.
Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka Batik karya siswa , dokumentasi Bintaraloka Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka Batik karya siswa , dokumentasi Bintaraloka Batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka
Akhirnya semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kecintaan siswa pada batik, sehingga mereka akan semakin menghargai batik sebagai karya cipta asli anak negeri yang penuh filosofi.
Suasana politik negeri yang kian menghangat dengan dimulainya pendaftaran paslon peserta Pemilu rupanya menular di Bintaraloka tercinta.
Betapa tidak? Bintaraloka juga sibuk mempersiapkan pemilihan Ketua OSIS atau Pilketos minggu-minggu ini.
Jika yang di pusat pemerintahan masih sibuk dengan pendaftaran paslon peserta pilpres, Bintaraloka sudah mulai disibukkan dengan kampanye dan debat calon kandidat ketua OSIS.
Suasana debat dan penyampaian program kandidat ketua OSIS, dokumentasi pribadi
Pilketos sendiri nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 24:Oktober 2023 bersamaan dengan pelaksanaan Lomba Bulan Bahasa.
Ada tiga kandidat yang beradu program hari ini. Berikut adalah kandidat dan rincian program mereka:
1. Pramesti -Kirana
Kandidat ini mengusung program unggulan Bintaraloka Science Day dan Bintaraloka Fun Writing untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP Negeri 3 Malang dalam bersains, juga menulis. Slogan Pramesti dan Kirana adalah: Melangkah Maju Pilih Nomor Satu
Kandidat 1 dan programnya, dokumentasi Jasmine
2. Sybia-Medinna
Dengan program unggulan Finding Talent, Bintaraloka Belajar Bersama, ECO Friendly day, juga voice box, Sybia dan Medinna ingin meningkatkan iklim belajar di Bintaraloka yang kondusif juga kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan sekitar.
Slogan kandidat ini adalah: Raih Cita dengan Cinta, Pilih Nomor Dua.
Kandidat 2:dan programnya, dokumentasi Jasmine
3. Ailsa-Fachri
Dengan slogan ‘Tunjukkan Inovasi, Gerakkan Aksi No 3 Berkolaborasi’, Ailsa dan Fachri mengusung program unggulan Pentas Seni Tahunan, Bintaraloka berbicara dan Bintaraloka Bersuara. Fachri adalah satu-satunya kandidat putra dalam Pilketos tahun ini.
Kandidat 3 dan programnya, dokumentasi Jasmine
Nah, itu adalah program dari masing-masing kandidat. Sangat menarik bukan? Semua pada intinya adalah untuk kemajuan sekolah kita tercinta SMP Negeri 3 Malang.
Program tidak hanya disampaikan lewat kampanye, tapi juga tempelan poster atau banner yang dipasang di jalan-jalan yang strategis di lingkungan sekolah.
Poster kandidat dipasang di dinding sekolah, dokumentasi pribadi
Dalam acara debat pagi ini, para kandidat juga diminta menjawab pertanyaan dari Ibu Uci, mister Sony dan Pak Aksan berkaitan dengan disiplin, karakter dan kebersihan sekolah.
Dengan dipandu oleh MC Regan dan Amira, acara berlangsung gayeng dan seru.
Layaknya calon politisi mereka bisa menjawab dengan baik pertanyaan yang disampaikan. Ya, sebagai calon pemimpin mereka harus bisa mengambil langkah yang tepat dalam memecahkan suatu masalah.
Para pemberi pertanyaan, Bu Uci, Mr Sony dan Pak Aksan, dokumentasi pribadi
Pertanyaan tidak hanya datang dari guru namun juga dari siswa. Ya, layaknya sebuah pesta, pilketos adalah sebuah pesta demokrasi yang harus disambut dengan gembira dan penuh semangat.
Pembawa acara Regan dan Amira, dokumentasi pribadi
Semua pihak ikut terlibat dalam pilketos ini, baik panitia, calon maupun pemilih.
Bapak/Ibu guru pendamping siswa, dokumentasi pribadi Bapak/Ibu guru PPG, dokumentasi pribadi
Karenanya ayo tentukan pilihanmu! Jangan golput.Β Karena bagaimanapun wajah Bintaraloka ke depan ditentukan oleh para calon pemimpin yang ada di dalamnya.
Pramuka blok adalah salah satu cara pelaksanaan kegiatan Pramuka di sekolah.
Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 12 ayat 1b menyatakan bahwa setiap siswa pada tingkat satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
Peserta yang datang dibriefing Kak Gerry, dokumentasi pribadi
Karenanya, di tiap satuan pendidikan terdapat kegiatan ekstrakurikuler untuk mewadahi minat dan bakat siswa. Dan Praja Muda Karana (Pramuka) mulai tahun pelajaran 2017/2018 ditetapkan sebagai ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik.
Ada tiga macam model penyelenggaraan kegiatan Pramuka di sekolah yaitu reguler, aktualisasi dan model blok.
Siap mengikuti Perkemahan Pramuka Blok, dokumentasi pribadi
Untuk siswa kelas 3.5 dan 2.3 di Bintaraloka penyelenggaraan Pramuka dilaksanakan dengan model blok.
Dengan model blok, berbagai macam kegiatan Pramuka dipadatkan dalam satu waktu tertentu sehingga sesudahnya tidak ada lagi kegiatan Pramuka setiap minggunya.
Kegiatan Kemah Blok Bintaraloka
Senam bersama, salah satu kegiatan Pramuka blok, dokumentasi Bintaraloka
Sebelum berangkat menuju lokasi perkemahan, pada siswa dilakukan pembekalan. Pembekalan berkisar tentang apa saja yang harus dilakukan peserta, dan berbagai kegiatan yang akan di lakukan di bumi perkemahan nantinya.
Pembekalan sebelum berangkat, dokumentasi pribadi
Sesudah pembekalan dirasa cukup, peserta berangkat dengan naik truk. Ada sekitar 300 lebih peserta dan pendamping yang mengikuti acara ini.
Jalanan yang berkelok naik membawa kami semua menuju satu tempat sore itu. Ada beberapa truk dan mobil yang berangkat bersama-sama dari Bintaraloka. Ya, Lembah Merkusi menjadi tujuan kami.
Tiba di lokasi perkemahan , dokumentasi pribadi Semangat peserta perkemahan, dokumentasi pribadi Peserta berdatangan, dokumentasi pribadi
Merkusi Camping Ground adalah bumi perkemahan yang berada di Jalan Raya Precet, Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Jika dari pusat Kota Malang, tempat tersebut dapat ditempuh dengan jarak sekitar 19,5 kilometer.
Tiba di lokasi, dokumentasi pribadi
Letaknya yang berdekatan dengan Gunung Kawi membuat lembah Merkusi dipenuhi dengan pemandangan indah. Hal tersebut tampak dari panorama sekitar jalan yang kami lalui, juga saat siswa melakukan jelajah alam.
Sekitar pukul setengah empat truk sampai di bumi perkemahan. Meski hari masih sore, udara mulai terasa dingin dan mendung yang agak tebal membuat suasana menjadi agak redup.
Pendamping kelas , dokumentasi pribadi
Setelah meletakkan seluruh barang bawaan, semua siap mengikuti apel. Apel dipimpin oleh Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dengan pratama Daffa dari kelas 3.5.6.
Dalam apel, Ibu Evy sebagai ketua penyelenggara melaporkan tentang persiapan, jumlah peserta juga kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam perkemahan blok ini.
Ibu Kepala Sekolah menyampaikan pada peserta agar mengikuti kegiatan sebaik-baiknya karena banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini.
Pendirian tenda putra, dokumentasi pribadi
Setelah apel, peserta mulai mendirikan tenda. Gerimis mewarnai kegiatan ini, sehingga banyak siswa yang mendirikan tenda dengan mengenakan jas hujan.
Mendirikan tenda di tengah gerimis, dokumentasi pribadi Tetap semangat, dokumentasi pribadi Tetap semangat meski gerimis, dokumentasi pribadi Mendirikan tenda di tengah gerimis, dokumentasi pribadi
Meski beberapa peserta sempat mabuk atau masuk angin, tapi dengan kesigapan petugas kesehatan semua bisa segera diatasi dan peserta bisa mengikuti kegiatan kembali.
Ada banyak kegiatan yang diikuti siswa dalam perkemahan ini, di antaranya pemberian materi yang berkaitan dengan pemecahan masalah, ibadah bersama, api unggun yang diisi dengan berbagai kegiatan pensi, olah raga bersama, lomba memasak, lomba teknik kepramukaan juga jelajah alam.
Api unggun , dokumentasi Bintaraloka
Saat api unggun adalah saat siswa unjuk kebolehan dalam bidang seni. Berbagai atraksi dipamerkan di sini. Bahkan dalam mempersiapkan pensi ini setiap hari siswa berlatih bersama sepulang sekolah.
Dari lomba memasak tampak sekali kreativitas peserta. Bisa dilihat resep yang disajikan sangat beraneka ragam. Sebutlah sop sosis dengan ayam goreng, nasi mawut, nasi goreng, cap cay, tempe tahu ayam asam manis dan banyak lagi.
Suasana lomba memasak , dokumentasi Bintaraloka Makan bersama , dokumentasi Bintaraloka Memasak bersama sebagai ajang kreativitas, dokumentasi Bintaraloka
Makan bersama hasil masakan sendiri bersama teman teman di alam terbuka, sungguh sebuah pengalaman yang tidak terlupakan.
Kegiatan jelajah alam adalah kegiatan yang tak kalah menyenangkan. Berjalan menikmati indahnya alam membuat hati dan pikiran terasa segar.
Ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari kegiatan perkemahan ini. Diantaranya adalah belajar untuk mandiri, disiplin, tangguh, trampil dan banyak lagi. Intinya semua tujuan tercantum dalam Dasa Dharma Pramuka yang diucapkan saat apel pembukaan sore itu.
Setelah berbagai kegiatan, sekitar habis Dhuhur kegiatan pembongkaran tenda dan apel penutupan dilakukan.
Akhirnya selesailah kegiatan Kemah Blok Bintaraloka di Camping ground Merkusi Wagir.
Kegiatan yang melelahkan namun juga menyenangkan dan akan memberikan kenangan tersendiri di hati para siswa yang mengikutinya.
Sebagian pendamping, dokumentasi pribadiSebagian pendamping, dokumentasi pribadi
Selepas apel, siswa dan pendamping mulai menaiki truk. Perlahan truk beriringan meninggalkan bumi perkemahan menuju Bintaraloka.
Truk terus melaju melalui jalan yang berkelok- kelok dengan berbagai pemandangan cantik di sekitarnya.
Akhirnya, sayonara Bumi Merkusi, kenangan bersamamu akan tetap terpatri indah di hati kami..