Layaknya Sebuah Pesta, Mari Merayakan Demokrasi dengan Gembira

Suasana politik negeri yang kian menghangat dengan dimulainya pendaftaran paslon peserta Pemilu rupanya menular di Bintaraloka tercinta. 

Betapa tidak? Bintaraloka juga sibuk mempersiapkan pemilihan Ketua OSIS atau Pilketos minggu-minggu ini.

Jika yang di pusat pemerintahan masih sibuk dengan pendaftaran paslon peserta pilpres,  Bintaraloka sudah mulai disibukkan dengan kampanye dan debat calon kandidat ketua OSIS. 

Suasana debat dan penyampaian program kandidat ketua OSIS, dokumentasi pribadi

Pilketos sendiri nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 24:Oktober 2023 bersamaan dengan pelaksanaan Lomba Bulan Bahasa.

Ada tiga kandidat yang beradu program hari ini. Berikut adalah kandidat dan rincian program mereka:

1. Pramesti -Kirana

Kandidat ini mengusung program unggulan Bintaraloka Science Day dan Bintaraloka Fun Writing untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP Negeri 3 Malang dalam bersains, juga menulis. Slogan Pramesti dan Kirana adalah: Melangkah Maju Pilih Nomor Satu

Kandidat 1 dan programnya, dokumentasi Jasmine

2. Sybia-Medinna

Dengan program unggulan Finding Talent, Bintaraloka Belajar Bersama, ECO Friendly day, juga voice box, Sybia dan Medinna ingin meningkatkan iklim belajar di Bintaraloka yang kondusif juga kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan sekitar.

Slogan kandidat ini adalah: Raih Cita dengan Cinta, Pilih Nomor Dua.

Kandidat 2:dan programnya, dokumentasi Jasmine

3. Ailsa-Fachri

Dengan slogan ‘Tunjukkan Inovasi, Gerakkan Aksi No 3 Berkolaborasi’, Ailsa dan Fachri mengusung program unggulan Pentas Seni Tahunan, Bintaraloka berbicara dan Bintaraloka Bersuara. Fachri adalah satu-satunya kandidat putra dalam Pilketos tahun ini.

Kandidat 3 dan programnya, dokumentasi Jasmine

Nah, itu adalah program dari masing-masing kandidat. Sangat menarik bukan? Semua pada intinya adalah untuk kemajuan sekolah kita tercinta SMP Negeri 3 Malang.

Program tidak hanya disampaikan lewat kampanye, tapi juga tempelan poster atau banner yang dipasang di jalan-jalan yang strategis di lingkungan sekolah.

Poster kandidat dipasang di dinding sekolah, dokumentasi pribadi

 Dalam acara debat pagi ini, para kandidat juga diminta menjawab pertanyaan dari Ibu Uci, mister Sony dan Pak Aksan berkaitan dengan disiplin, karakter dan kebersihan sekolah.

Dengan dipandu oleh MC Regan dan Amira, acara berlangsung gayeng dan seru.

Layaknya calon politisi mereka bisa menjawab dengan baik pertanyaan yang disampaikan. Ya, sebagai calon pemimpin mereka harus bisa mengambil langkah yang tepat dalam memecahkan suatu masalah.

Para pemberi pertanyaan, Bu Uci, Mr Sony dan Pak Aksan, dokumentasi pribadi

Pertanyaan tidak hanya datang dari guru namun juga dari siswa. Ya, layaknya sebuah pesta, pilketos adalah sebuah pesta demokrasi yang harus disambut dengan gembira dan penuh semangat.

Pembawa acara Regan dan Amira, dokumentasi pribadi

Semua pihak ikut terlibat dalam pilketos ini, baik panitia, calon maupun pemilih.

Bapak/Ibu guru pendamping siswa, dokumentasi pribadi
Bapak/Ibu guru PPG, dokumentasi pribadi

Karenanya ayo tentukan pilihanmu! Jangan golput. Karena bagaimanapun wajah Bintaraloka ke depan ditentukan oleh para calon pemimpin yang ada di dalamnya.

Salam Bintaraloka 😊

Baca juga:

Dari Arena Kemah Blok Bintaraloka di Merkusi Camping Ground Wagir

Tak seperti biasa hari di hari Jumat sekitar pukul 13.00 itu banyak siswa sudah berkumpul di lapangan volly Bintaraloka.

Mereka siap dengan seragam Pramuka lengkap, tas ransel yang berisi berbagai macam barang, juga tak ketinggalan tentunya tongkat pramuka.

Aha, adalah Kemah Blok Pramuka Kelas 3.5 dan 2.3 yang menjadi agenda kami hari itu.

Tentang Pramuka Blok

Apel pembukaan Perkemahan Pramuka Blok, dokumentasi pribadi

Pramuka blok adalah salah satu cara pelaksanaan kegiatan Pramuka di sekolah.

Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 12 ayat 1b menyatakan bahwa setiap siswa pada tingkat satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. 

Peserta yang datang dibriefing Kak Gerry, dokumentasi pribadi

Karenanya, di tiap satuan pendidikan terdapat kegiatan ekstrakurikuler untuk mewadahi minat dan bakat siswa. Dan Praja Muda Karana (Pramuka) mulai tahun pelajaran 2017/2018 ditetapkan sebagai ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik.

Ada tiga macam model penyelenggaraan kegiatan Pramuka di sekolah yaitu reguler, aktualisasi dan model blok.

Siap mengikuti Perkemahan Pramuka Blok, dokumentasi pribadi

Untuk siswa kelas 3.5 dan 2.3 di Bintaraloka penyelenggaraan Pramuka dilaksanakan dengan model blok.

Dengan model blok, berbagai macam kegiatan Pramuka dipadatkan dalam satu waktu tertentu sehingga sesudahnya tidak ada lagi kegiatan Pramuka setiap minggunya.

Kegiatan Kemah Blok Bintaraloka

Senam bersama, salah satu kegiatan Pramuka blok, dokumentasi Bintaraloka

Sebelum berangkat menuju lokasi perkemahan, pada siswa dilakukan pembekalan. Pembekalan berkisar tentang apa saja yang harus dilakukan peserta, dan berbagai kegiatan yang akan di lakukan di bumi perkemahan nantinya.

Pembekalan sebelum berangkat, dokumentasi pribadi

Sesudah pembekalan dirasa cukup, peserta berangkat dengan naik truk. Ada sekitar 300 lebih peserta dan pendamping yang mengikuti acara ini.

Jalanan yang berkelok naik membawa kami semua menuju satu tempat sore itu. Ada beberapa truk dan mobil yang berangkat bersama-sama dari Bintaraloka. Ya, Lembah Merkusi menjadi tujuan kami.

Tiba di lokasi perkemahan , dokumentasi pribadi
Semangat peserta perkemahan, dokumentasi pribadi
Peserta berdatangan, dokumentasi pribadi

Merkusi Camping Ground adalah bumi perkemahan yang berada di Jalan Raya Precet, Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Jika dari pusat Kota Malang, tempat tersebut dapat ditempuh dengan jarak sekitar 19,5 kilometer. 

Tiba di lokasi, dokumentasi pribadi

Letaknya yang berdekatan dengan Gunung Kawi membuat lembah Merkusi dipenuhi dengan pemandangan indah. Hal tersebut tampak dari panorama sekitar jalan yang kami lalui, juga saat siswa melakukan jelajah alam. 

Sekitar pukul setengah empat truk sampai di bumi perkemahan. Meski hari masih sore, udara mulai terasa dingin dan mendung yang agak tebal membuat suasana menjadi agak redup.

Pendamping kelas , dokumentasi pribadi

Setelah meletakkan seluruh barang bawaan, semua siap mengikuti apel. Apel dipimpin oleh Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dengan pratama Daffa dari kelas 3.5.6.

Dalam apel, Ibu Evy sebagai ketua penyelenggara melaporkan tentang persiapan, jumlah peserta juga kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam perkemahan blok ini.

Ibu Kepala Sekolah menyampaikan pada peserta agar mengikuti kegiatan sebaik-baiknya karena banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini.

Pendirian tenda putra, dokumentasi pribadi

Setelah apel, peserta mulai mendirikan tenda. Gerimis mewarnai kegiatan ini, sehingga banyak siswa yang mendirikan tenda dengan mengenakan jas hujan.

Mendirikan tenda di tengah gerimis, dokumentasi pribadi
Tetap semangat, dokumentasi pribadi
Tetap semangat meski gerimis, dokumentasi pribadi
Mendirikan tenda di tengah gerimis, dokumentasi pribadi

Meski beberapa peserta sempat mabuk atau masuk angin, tapi dengan kesigapan petugas kesehatan semua bisa segera diatasi dan peserta bisa mengikuti kegiatan kembali.

Ada banyak kegiatan yang diikuti siswa dalam perkemahan ini, di antaranya pemberian materi yang berkaitan dengan pemecahan masalah, ibadah bersama, api unggun yang diisi dengan berbagai kegiatan pensi, olah raga bersama, lomba memasak, lomba teknik kepramukaan juga jelajah alam. 

Api unggun , dokumentasi Bintaraloka

Saat api unggun adalah saat siswa unjuk kebolehan dalam bidang seni. Berbagai atraksi dipamerkan di sini. Bahkan dalam mempersiapkan pensi ini setiap hari siswa berlatih bersama sepulang sekolah.

Dari lomba memasak tampak sekali kreativitas peserta. Bisa dilihat resep yang disajikan sangat beraneka ragam. Sebutlah sop sosis dengan ayam goreng, nasi mawut, nasi goreng, cap cay, tempe tahu ayam asam manis dan banyak lagi.

Suasana lomba memasak , dokumentasi Bintaraloka
Makan bersama , dokumentasi Bintaraloka
Memasak bersama sebagai ajang kreativitas, dokumentasi Bintaraloka

Makan bersama hasil masakan sendiri bersama teman teman di alam terbuka, sungguh sebuah pengalaman yang tidak terlupakan.

Kegiatan jelajah alam adalah kegiatan yang tak kalah menyenangkan. Berjalan menikmati indahnya alam membuat hati dan pikiran terasa segar.

Jelajah alam, dokumentasi Bintaraloka
Jelajah alam, dokumentasi Bintaraloka
Jelajah alam, dokumentasi Bintaraloka
Jelajah alam, dokumentasi Bintaraloka

Ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari kegiatan perkemahan ini. Diantaranya adalah belajar untuk mandiri, disiplin, tangguh, trampil dan banyak lagi. Intinya semua tujuan tercantum dalam Dasa Dharma Pramuka yang diucapkan saat apel pembukaan sore itu.

Setelah berbagai kegiatan, sekitar habis Dhuhur kegiatan pembongkaran tenda dan apel penutupan dilakukan. 

Akhirnya selesailah kegiatan Kemah Blok Bintaraloka di Camping ground Merkusi Wagir.

Kegiatan yang melelahkan namun juga menyenangkan dan akan memberikan kenangan tersendiri di hati para siswa yang mengikutinya.

Sebagian pendamping, dokumentasi pribadi
Sebagian pendamping, dokumentasi pribadi

Selepas apel, siswa dan pendamping mulai menaiki truk. Perlahan truk beriringan meninggalkan bumi perkemahan menuju Bintaraloka. 

Truk terus melaju melalui jalan yang berkelok- kelok dengan berbagai pemandangan cantik di sekitarnya.

Akhirnya, sayonara Bumi Merkusi, kenangan bersamamu akan tetap terpatri indah di hati kami..

Meningkatkan Kesadaran Pelaksanaan Pola Hidup Sehat Melalui Gerakan Aksi Bergizi

Pagi itu siswa dengan bekal makanan yang sudah dibawa dari rumah sudah mengambil tempat di lapangan volley.

Yang menarik isi bekal mereka begitu beragam. Ya, sesuai arahan dari UKS sehari sebelumnya, bekal yang dibawa harus terdiri atas makanan yang mengandung karbohidrat, sayur, protein hewani dan nabati dan air minum.

Sedikit pengarahan dari kesiswaan dan UKS tentang pentingnya makanan bergizi membuka acara pagi itu. Sesudahnya siswapun membuka bekal dan sarapan pagi bersama.

Sarapan bersama, dokumentasi Galuh

Suasana terasa demikian gayeng. Di akhir acara, siswa putri diajak bersama-sama minum tablet tambah darah yang rutin dilaksanakan seminggu sekali.

Di atas adalah bagian dari kegiatan Aksi Bergizi yang dilaksanakan di Bintaraloka sejak beberapa bulan ini.

Tentang Gerakan Nasional Aksi Bergizi

Sumber gambar: Kemenkes RI

Gerakan Nasional Aksi Bergizi adalah kegiatan yang diprakarsai oleh Kemenkes RI.

Gerakan ini dilaksanakan untuk
meningkatkan kesadaran siswa siswi dalam membiasakan konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah), makan makanan dengan menu gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan dalam Gerakan Aksi Bergizi. Sebagai sekolah Lokus (Lokasi Khusus) Gerakan Aksi Bergizi, kegiatan yang dilakukan sekolah kami antara lain:

Satu : Makan Bersama

Sarapan bersama, dokumentasi Galuh

Makan bersama dilakukan dengan kegiatan sarapan bersama ataupun makan makanan bergizi dengan tema yang berganti-ganti. Seperti makan bubur kacang hijau bersama atau makan buah-buahan bersama.

Ya, keanekaragaman makanan sangat penting untuk diperhatikan demi perbaikan gizi sehari-hari.

Sarapan juga bukan hal yang bisa disepelekan. Betapa banyak manfaat dari kegiatan sarapan pagi. Sarapan bukan hanya bertujuan untuk menghilangkan rasa lapar, tapi juga memberikan asupan nutrisi yang optimal sehingga bisa meningkatkan kerja organ tubuh kita.

Sarapan pagi yang rutin juga bisa mengurangi keinginan kita untuk nyemil makanan yang kurang sehat, sehingga menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit

Dua : Senam Bersama

Senam bersama, dokumentasi pribadi

Senam bersama dilakukan secara bergiliran oleh kelas tujuh, delapan dan sembilan. Pelaksanaan senam adalah pagi hari sebelum pelajaran dengan dipandu oleh guru olah raga.

Dari berbagai sumber diperoleh informasi bahwa melakukan senam di pagi hari mempunyai banyak manfaat, diantaranya melancarkan sistem peredaran darah, mencegah perkembangan virus sehingga mengurangi resiko infeksi penyakit, memelihara kebugaran tubuh, meningkatkan fungsi jantung, menguatkan tulang dan banyak lagi.

Tiga : Minum Tablet Tambah Darah Untuk Siswa Putri.

Minum tablet tambah darah, dokumentasi Ami

Minum secara rutin tablet tambah darah setiap seminggu sekali bertujuan untuk menekan angka anemia di kalangan remaja.

Anemia terjadi karena kurangnya hemoglobin dalam sel darah sehingga produksi sel darah merah dalam tubuh kita mengalami penurunan.

Menurut data Kemenkes angka anemia di kalangan remaja masih cukup tinggi, yaitu sekitar 3-4 dari 10 remaja menderita anemia.

Sumber gambar: Indonesia Baik.id

Akibat jangka pendek dari anemia adalah mudah lelah, letih lesu juga menurunnya daya tahan tubuh dan konsentrasi.

Sedangkan akibat jangka panjangnya adalah remaja putri yang terkena anemia akan terbawa saat dia hamil nantinya.

Ibu hamil yang kekurangan zat besi bisa mengalami keguguran ataupun melahirkan bayi yang mengalami gangguan tumbuh kembang misalnya stunting ataupun gangguan neurokognitif.

Menurut penjelasan Suster Ratna Gerakan Aksi Bergizi ini difokuskan pada remaja karena remaja sedang mengalami masa pertumbuhan yang demikian pesat.

Sesuai dengan pesan kunci dari kegiatan Aksi Bergizi Nasional yaitu “Hidup Sehat Sejak Sekarang Untuk Remaja Kekinian”, diharapkan dengan gerakan ini kesadaran remaja atas pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga ke depannya akan tercipta generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Salam UKS…😊

Sebuah Cerita Pisah Kenang di Bumi Bintaraloka

Ada yang datang dan pergi. Semua selalu berganti karena itulah irama kehidupan..

Pagi itu suasana lapangan Bintaraloka begitu berbeda. Sesudah apel hari Senin, siswa duduk di lapangan volly, sementara bapak ibu guru berada di depan.

Sebuah hari yang istimewa. Ya, hari itu acara pisah kenang dari empat guru sekaligus yaitu Bu Maskunin, Bu Tjatur , Bu Wahyu dan Pak Muhaimin.

Bu Maskunin, Bu Tjatur dan Pak Muhaimin harus meninggalkan SMPN 3 karena sudah purna tugas, sementara Bu Wahyu harus melanjutkan tugas di tempat yang baru yaitu di sebuah SMP di Kabupaten Malang.

Suasana perpisahan di lapangan, dokumentasi pribadi

Pagi itu satu demi satu Ibu-ibu guru memberikan sambutan dan kata perpisahan pada anak-anak. Pada prinsipnya semua berpesan agar siswa selalu belajar sungguh-sungguh dan menjaga nama baik SMP Negeri 3 tercinta.

Sesudah di lapangan volly, acara pisah kenang dilanjutkan di ruang guru dengan pembawa acara Mister Sony.

Satu demi satu Bu Maskunin, Bu Tjatur, Bu Wahyu dan Pak Muhaimin memberikan sambutan dan kenangan ketika mengajar di SMP Negeri 3 Malang.

Bu Maskunin menceritakan bahwa saat mengajar di SMP Negeri 3 adalah saat yang membahagiakan bagi beliau. Banyak pelajaran dan kenangan manis saat beliau mengajar di Bintaraloka.

Bu Tjatur bercerita bahwa sejak masuk di SMP Negeri 3 Malang beliau langsung diminta menggantikan posisi Bu Ida sebagai bendahara, karena Bu Ida purna tugas.

Ya, di SMP sebelumnya Bu Tjatur adalah juga seorang bendahara. Saya melihat beliau sering tekun di depan laptop sehingga saya panggil Bu Arkas..😁🙏

Bu Wahyu mengungkapkan bahwa selama setahun di SMP Negeri 3 Malang beliau banyak mendapat pelajaran berharga. Ucapan terima kasih Bu Wahyu juga disampaikan pada Bu Anna yang merupakan senior sekaligus partner beliau dalam mengajar Bahasa Daerah.

Pak Muhaimin dalam pidatonya menceritakan tentang kerjasama team yang mengesankan di SMP Negeri 3 Malang.

Sambutan dan kata perpisahan dari Bapak/Ibu guru, dokumentasi pribadi

Kerjasama ini pernah memperjuangkan agar seragam siswa putra dari celana pendek beralih menjadi celana panjang karena berbagai macam pertimbangan.

Alhamdulillah, perjuangan ini berhasil dan akhirnya diikuti oleh SMP lain di kota Malang.

Acara pagi itu ditutup dengan sambutan dari Ibu Kepala sekolah dan bersalam- salaman. Suasana terasa hangat namun juga mengharukan. Hadirnya jajan pasar melengkapi kebersamaan kami saat itu.

Ada senyum, tawa juga pelukan hangat. Ada rasa gembira, haru dan sedih berbaur jadi satu.

Berfoto bersama di akhir acara, dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya selamat menikmati masa purna tugas pada Bu Maskunin, Bu Tjatur dan Pak Muhaimin.. semoga Bapak dan Ibu semua senantiasa sehat dan bahagia bersama orang-orang tercinta.

Juga selamat berjuang di tempat yang baru Bu Wahyu.. semoga semakin sukses dan berprestasi.

“Permisi Mbak, Kami Mau Naik Kuda dan Gajah…”

Jumat siang itu tiba-tiba saya mendapat untuk makan siang dari teman grup Sidohealing. Meski semula agak ragu menerima ajakan tersebut (takut kalau ada agenda tertentu sesudah sholat jumat, juga karena saya dititipi cucu), namun sungguh ajakan itu sangat menggoda.

Setelah ditimbang-timbang, akhirnya saya memutuskan untuk ikut bergabung dalam jalan-jalan siang hari itu.
Tujuan langsung ditetapkan setelah rapat sebentar di depan kelas 9.1. Matahari Food Court.

Aha, sudah lama sekali saya tidak ke sini.

Sekitar pukul setengah dua belas grab yang kami pesanpun datang. Berenam kami segera naik dan cuz…. langsung menuju lokasi.

Food court siang itu sudah mulai ramai. Saatnya kantor-kantor istirahat makan siang.

Kesibukan di berbagai stand tampak begitu nyata. Penjual berbagai makanan sibuk melayani pembelinya. Ada yang berjualan soto Lamongan, berbagai masakan China, lalapan, bakso dan banyak lagi.

Sambil pesan, saya memperhatikan keadaan sekitar. Rupanya persis di depan tempat duduk kami adalah lokasi bermain anak-anak, makanya suaranya ramai sekali.

Suara melodi dari berbagai alat permainan terdengar sangat menggoda, ditambah dengan warna-warni lampu yang ada. Melihat semua itu Si kecil Kimi sudah mulai gelisah.
“Ayo, main Uti…, ” bisiknya pada saya. Mula-mula saya menolak dengan alasan Kimi masih pakai seragam sekolah. Tapi demi
melihat Kimi terus- menerus melihat tempat bermain sayapun tidak tega.

“Bu, saya ke tempat bermain sebentar ya..,” kata saya sambil mengajak Kimi ke tempat permainan.

Teman-teman mengiyakan sambil meneruskan obolan sembari menunggu pesanan.

Melihat mobil- mobilan ataupun kendaraan dengan hiasan bermacam-macam binatang membuat mata Kimi berbinar.

Naik mobil mobilan, dokumentasi pribadi

“Boleh naik kuda, Uti?” pintanya.
“Boleh …,” jawab saya otomatis. Ketika mau saya naikkan , lho saya baru sadar kalau saya tidak pernah sama sekali masuk arena permainan semacam itu. Prosedur mainnya bagaimana saya tidak tahu. Mateng aku ..

Bergegas saya menuju Mbak penjaga mainan. “Mbak, mau naik kuda,” kata saya pada si Mbak.
Mbaknya melihat saya sejenak, lalu sambil menahan senyum ia berkata,
“Ibu beli coin dulu,”
“Oh, ya? Untuk naik kuda bayarnya berapa?” tanya saya lagi.
“Satu coin. Percoin harganya dua ribu,” jawab Si Mbak ramah.

Naik kuda kudaan, dokumentasi pribadi

“Oh, begitu ya, saya beli tiga coin ,” kata saya sambil mengeluarkan uang enam ribu.
“Mau naik kuda sama naik gajah Mbak,” lanjut saya

Setelah menerima tiga coin , Kimi segera saya naikkan ke atas kuda-kudaan. Ada masalah lagi, coinnya dimasukkan di mana?

Saya melihat ke Mbak Penjaga lagi. Mau tanya, tapi malu..
“Tunggu ya, Nduk,”kata saya sambil mencari di bagian mana dari kuda itu yang bisa dimasuki coin.
Tiba-tiba,
“Uti, coinnya masuk sini,” kata Kimi sambil menunjukkan lubang mirip celengan.
Aha, benar saja.. begitu coin masuk, klunting…. kuda langsung bergoyang naik turun selama sekian menit.

Setelah kuda berhenti bergoyang, kami masih punya dua coin. Buat mainan apa ini? batin saya.

Mulanya mau saya naikkan gajah. Tapi karena mainan gajah tidak ada pegangannya, Kimi segera saya naikkan mobil-mobilan.

Dua coin dimasukkan. Saya pikir mobilnya jalan, eh, ternyata gerakan mobil sama bergoyang-goyang seperti kuda, naik turun, tapi dengan durasi yang lebih lama.

“Uti,kok lama sih…?” kata Kimi mulai bosan. Lha iya, habis digoyang goyang kuda, kok sama mobil digoyang goyang lagi.

Sesudah tiga coin habis, kami segera menuju meja. Aha, sepiring bakmi, tiga porsi lalapan dan KFC buat Kimi telah tersedia. Tak ketinggalan sari jeruk sebagai penutup hidangan.

Subhanallah. Makan siang yang terasa menyenangkan. Tidak hanya lezat dan akrab, namun juga memberikan pengalaman yang lucu sekaligus memalukan.

Setiap membayangkan betapa culunnya saya saat bilang sama Si Mbak bahwa Kimi mau naik kuda dan gajah, saya tersenyum sendiri. Hadeeh, malu-maluin. Si Mbak mana peduli kita mau naik apa saja? Yang penting kan beli coin..