Sebuah Cerita Pisah Kenang di Bumi Bintaraloka

Ada yang datang dan pergi. Semua selalu berganti karena itulah irama kehidupan..

Pagi itu suasana lapangan Bintaraloka begitu berbeda. Sesudah apel hari Senin, siswa duduk di lapangan volly, sementara bapak ibu guru berada di depan.

Sebuah hari yang istimewa. Ya, hari itu acara pisah kenang dari empat guru sekaligus yaitu Bu Maskunin, Bu Tjatur , Bu Wahyu dan Pak Muhaimin.

Bu Maskunin, Bu Tjatur dan Pak Muhaimin harus meninggalkan SMPN 3 karena sudah purna tugas, sementara Bu Wahyu harus melanjutkan tugas di tempat yang baru yaitu di sebuah SMP di Kabupaten Malang.

Suasana perpisahan di lapangan, dokumentasi pribadi

Pagi itu satu demi satu Ibu-ibu guru memberikan sambutan dan kata perpisahan pada anak-anak. Pada prinsipnya semua berpesan agar siswa selalu belajar sungguh-sungguh dan menjaga nama baik SMP Negeri 3 tercinta.

Sesudah di lapangan volly, acara pisah kenang dilanjutkan di ruang guru dengan pembawa acara Mister Sony.

Satu demi satu Bu Maskunin, Bu Tjatur, Bu Wahyu dan Pak Muhaimin memberikan sambutan dan kenangan ketika mengajar di SMP Negeri 3 Malang.

Bu Maskunin menceritakan bahwa saat mengajar di SMP Negeri 3 adalah saat yang membahagiakan bagi beliau. Banyak pelajaran dan kenangan manis saat beliau mengajar di Bintaraloka.

Bu Tjatur bercerita bahwa sejak masuk di SMP Negeri 3 Malang beliau langsung diminta menggantikan posisi Bu Ida sebagai bendahara, karena Bu Ida purna tugas.

Ya, di SMP sebelumnya Bu Tjatur adalah juga seorang bendahara. Saya melihat beliau sering tekun di depan laptop sehingga saya panggil Bu Arkas..πŸ˜πŸ™

Bu Wahyu mengungkapkan bahwa selama setahun di SMP Negeri 3 Malang beliau banyak mendapat pelajaran berharga. Ucapan terima kasih Bu Wahyu juga disampaikan pada Bu Anna yang merupakan senior sekaligus partner beliau dalam mengajar Bahasa Daerah.

Pak Muhaimin dalam pidatonya menceritakan tentang kerjasama team yang mengesankan di SMP Negeri 3 Malang.

Sambutan dan kata perpisahan dari Bapak/Ibu guru, dokumentasi pribadi

Kerjasama ini pernah memperjuangkan agar seragam siswa putra dari celana pendek beralih menjadi celana panjang karena berbagai macam pertimbangan.

Alhamdulillah, perjuangan ini berhasil dan akhirnya diikuti oleh SMP lain di kota Malang.

Acara pagi itu ditutup dengan sambutan dari Ibu Kepala sekolah dan bersalam- salaman. Suasana terasa hangat namun juga mengharukan. Hadirnya jajan pasar melengkapi kebersamaan kami saat itu.

Ada senyum, tawa juga pelukan hangat. Ada rasa gembira, haru dan sedih berbaur jadi satu.

Berfoto bersama di akhir acara, dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya selamat menikmati masa purna tugas pada Bu Maskunin, Bu Tjatur dan Pak Muhaimin.. semoga Bapak dan Ibu semua senantiasa sehat dan bahagia bersama orang-orang tercinta.

Juga selamat berjuang di tempat yang baru Bu Wahyu.. semoga semakin sukses dan berprestasi.

Yuli Anita

One Comment

  1. Tjatur Yuli

    Terima kasih Bu Yuli semoga silaturahmi selalu terjaga πŸ™ semangat πŸ’ͺ🏾πŸ’ͺ🏾 dengan tulisannya…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

63 views