Azan Dhuhur baru saja berkumandang ketika kami kembali menaiki sepur kelinci. Jelajah Penataran sudah selesai dan kini perjalanan Eksplor Blitar akan segera dilanjutkan.
“Sampun? Langsung Penangkaran Rusa?” kata Pak Ali ketika menghitung jumlah penumpangnya sudah lengkap, sepuluh orang.
“Sampun Pak, lanjut,” jawab kami hampir serempak.
Sepur kelinci mulai berjalan. Tidak seperti tadi saat berangkat, kali ini beberapa lagu disetel agar suasana lebih ceria. Lagu- lagu lawas dari Nike Ardilla mewarnai perjalanan kami siang itu.
Sepur terus berjalan melalui jalan-jalan yang tak begitu besar, dan di sebuah pelataran yang lumayan luas, kendaraan kami berhenti.
Setelah membayar tiket Rp12.000 per orang kamipun masuk dan mulai menjelajah Penangkaran Rusa atau Kesambi Trees Park Blitar.
Penangkaran Rusa Maliran atau Kesambi Trees Park Blitar
Tempat Penangkaran Rusa ini berada di Desa Jatilengger, Kec. Ponggok, Kab. Blitar. Wisata ini dulunya terkenal dengan nama Penangkaran Rusa Maliran, namun kini lebih dikenal dengan Kesambi Trees Park.
Sesuai namanya, tempat ini banyak ditumbuhi oleh pohon kesambi.
Dari Wikipedia diperoleh informasi bahwa kesambi atau kosambi (Schleichera oleosa) atau Malay Lac Tree dalam bahasa inggris adalah pohon dari Family Sapindaceae yang tumbuh agak lambat, dan dapat mencapai ketinggian 40 meter.
Pohon ini hidup di daerah tropis dan subtropis, biasanya di dataran rendah tetapi kadang-kadang bisa hidup sampai pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.
Selain obyek wisata penangkaran rusa, Kesambi Trees Park ini juga merupakan kawasan outbond dan tempat yang bagus untuk berfoto-foto. Saat kami datang di sana banyak didirikan kemah, rupanya sedang ada acara dari komunitas tertentu.
Kedatangan kami langsung disambut hangat oleh seorang bapak di dekat pintu gerbang. “Monggo, ngopi dulu. Gratis, bisa meracik sendiri,” kata Si Bapak.
Mendengar kata “ngopi” kami langsung semangat.
“Saestu, Pak?” tanya kami memastikan.
“Lho Monggo,”
Si Bapak segera mengajak kami ke semacam gubuk kecil yang di dalamnya disediakan dua buah toples. Satu berisi gula dan satunya kopi.
“Monggo ngracik piyambak,” katanya sambil menyodorkan beberapa gelas kosong. Sementara itu di atas kompor dekat meja kopi terdapat panci kecil berisi air mendidih, siap untuk dituangkan ke gelas-gelas berisi kopi.
“Monggo kalau mau memberi makan rusa,” kata bapak tadi sambil mengarahkan kami ke meja yang penuh berisi kangkung. Rupanya bapak ini tadi juga menjual pakan rusa berupa kangkung yang diikat kecil-kecil dengan harga dua ribu rupiah per ikat.
Kami segera membeli beberapa ikat dan menuju dekat pagar sebagai pembatas pengunjung dan tempat rusa.
Setelah mencari tempat duduk dan ngopi sejenak, kamipun memberi makan rusa- rusa tersebut.
Asyik sekali rasanya melihat rusa- rusa jinak tiba-tiba bermunculan dan berebut makan kangkung yang kami berikan.
“Ayo.. ayo jangan rebutan,” seru seorang teman sambil kembali membeli beberapa ikat kangkung. Senang sekali rasanya memberikan makan pada rusa-rusa itu. Melihat rusa yang begitu semangat makan membuat kami membeli dan membeli lagi kangkung di bapak yang memberi kami kopi tadi.
Suasana yang sejuk karena banyaknya pohon kesambi membuat kami betah berlama-lama di tempat ini. Setelah berfoto-foto (lagi dan lagi) kamipun bersiap untuk melanjutkan perjalanan
“Ayo ditunggu Pak Ali,” kata leader kami. Yap, tanpa menunggu lama kamipun menuju parkiran. Saatnya menuju destinasi terakhir yaitu Masjid Ar Rahman.
Perjalanan singkat kami di Penangkaran Rusa Kesambi Trees Park Blitar kali ini benar-benar meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya karena bisa berinteraksi langsung dengan rusa-rusa yang lucu, tapi juga karena keramahan bapak penjaga dan anak gadisnya yang menyuguhkan kopi gratis untuk kami .
Suasananya yang sejuk dan asri membuat kami enggan beranjak, meski waktu terus mendesak. Semoga suatu hari nanti kami bisa kembali lagi, atau barangkali pembaca tergoda untuk merasakan sendiri serunya memberi makan rusa dan menikmati teduhnya pepohonan tua di Blitar ini? Selamat jalan-jalan!