From Zero to Hero, Pentingnya Kegigihan dalam Mengejar Mimpi (Alumni Mengajar di Bintaraloka)

Dalam rangka memperingati 50 tahun kelulusan dari SMP Negeri 3 Malang Arpilu mengadakan kegiatan motivasi di aula Bintaraloka 1.

Arpilu (Arek Pitu Telu) adalah alumni SMP Negeri 3 Malang tahun 1973.

Kegiatan bertajuk Motivasi From Zero to Hero ini berlangsung bersamaan dilaksanakannya perayaan HUT Bintaraloka73 yaitu hari Jumat, 17 Maret 2023.

Kegiatan diikuti sekitar 260 siswa dan dimulai setelah semua melaksanakan senam bersama di lapangan volly.
Kegiatan motivasi dimulai pukul delapan dengan berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing.

Sambutan Pak Aksan, dokumentasi BBC

Setelah sambutan dari Kepala sekolah yang diwakili oleh Wakakur Bapak Zaenal Aksan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari wakil alumni yang dalam hal ini disampaikan oleh Ibu Tjitjik.

Bersama alumni Bintaraloka 1973, dokumentasi alumni

Setelah sambutan wakil alumni sampailah pada acara inti yaitu motivasi dengan judul “From Zero to Hero”.
Bertindak sebagai narasumber adalah Bapak Ir Milawarma, M.Eng.

Semasa sekolah Bapak Ir Milawarma menempuh SD di SD Petra, SMP Negeri 3 dan SMA Negeri 3 Malang. Menempuh sarjana muda dan sarjana di UPN Veteran Jogjakarta dan S2 di Wollongong Australia.

Berbagai jabatan pernah beliau pegang, diantaranya dosen prodi teknik pertambangan UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA, senior advisor supervisor PT MULTICRANE PERKASA, komisaris indepen PT TIMAH TBK dan banyak lagi.

Demikian juga banyak penghargaan telah beliau raih seperti Oustanding
Contribution in Coal Mining Industry tahun 2018 yang diselenggarakan oleh APBI-ICMA,
The Best CEO tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Indonesia Leadership Award Versi Majalah SWA, dan berderet prestasi lainnya.

Motivasi dari alumni, dokumentasi BBC

Sebuah inspirasi dan motivasi yang luar biasa. Bapak Milawarma menceritakan perjuangan beliau sejak sekolah hingga akhirnya bisa mencapai berbagai keberhasilan.

Selain paparan materi, ada juga acara tanya jawab yang dimanfaatkan siswa untuk bertanya lebih jauh tentang kegigihan Bapak Milawarma dalam mencapai kesuksesan.

Pertanyaan siswa, dokumentasi BBC

Catatan penting yang bisa diambil dari motivasi pagi ini adalah:

  1. Jangan takut untuk bermimpi dan kejarlah mimpi itu dengan penuh kegigihan
  2. Pasang mata dan telinga, dan serap ilmu sebanyak- banyaknya dari sekitar kita.
  3. Jangan pernah merasa sudah pintar, jika seseorang merasa sudah pintar di titik itulah ia akan mengalami kemunduran karena tidak mau belajar.

Akhirnya satu nasehat yang terpenting adalah keberhasilan adalah hak setiap orang , sepanjang dia mau terus berusaha menggapai mimpinya.

Berfoto bersama, dokumentasi alumni

Acara hari itu ditutup dengan doa dan berfoto bersama. Harapannya motivasi pagi ini menjadi inspirasi siswa untuk lebih gigih berjuang meraih mimpi-mimpi mereka.

Salam Bintaraloka 😊

Baca juga:

Doa bersama dan Bakti Sosial Sambut Perayaan HUT Bintaraloka ke 73

Pagi itu matahari bersinar cerah. Seperti yang direncanakan, di Kamis pagi tanggal 16 Maret 2023 ini ada dua agenda penting berkaitan dengan perayaan HUT ke 73,  yaitu doa bersama dan bakti sosial.

Doa bersama dan istighotsah, dokumentasi BBC

Ketika jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang seperempat acara segera dimulai. Seluruh siswa mengambil tempat di lapangan volley sementara Bapak/Ibu guru di depan kelas 9.3 sampai 9.5 dalam posisi berhadap-hadapan dengan siswa.

Pembawa acara, dokumentasi pribadi

Bertindak dalam pembawa acara pagi itu adalah Ibu Utien,pemimpin istighotsah Pak Muhaimin dan pembacaan Yasin dipimpin oleh Pak Abid. Acara berjalan dengan begitu khusyuk , dan diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin Pak Aksan.

Pelaksanaan doa bersama tidak hanya dilakukan di lapangan volley, tapi juga dilaksanakan di aula Bintaraloka 2.

Doa bersama di aula Bintaraloka 2, dokumentasi BBC
Doa bersama di aula Bintaraloka 2, dokumentasi Bu Maria

Di aula Bintaraloka 2 doa bersama dilaksanakan oleh siswa Kristen dan Khatolik dengan panduan Ibu Maria, Pak Gerry dan Ibu Maria.

Setelah doa bersama, dokumentasi pribadi

Segala harapan dilantunkan dalam doa bersama pagi ini. Intinya agar kebaikan dan keberkahan senantiasa dilimpahkan pada seluruh warga SMP Negeri 3 Malang, dan agar SMP Negeri 3 Malang tetap bisa mempertahankan prestasi yang pernah diraih selama ini.

Ibu Kepala Sekolah dan ketua komite, dokumentasi Buz

Sesudah doa bersama ada acara lain yang telah menunggu yaitu bakti sosial yang dilaksanakan di lab fisika dan gazebo. Persiapan bakti sosial sudah dilaksanakan oleh panitia sejak beberapa hari sebelumnya. Mulai dari penyiapan paket bantuan juga persiapan ruangan.

Panitia Baksos, dokumentasi Buz

Panitia bakti social terdiri atas guru, staf TU juga OSIS.

Dalam bakti sosial pagi ini disalurkan 30 paket sumbangan, dimana 15 paket berasal dari komite, dan 15 paket yang lain adalah sumbangan dari wali murid. Penerima sumbangan berasal dari  warga sekitar sekolah dan warga sekolah.

Penyerahan sumbangan, dokumentasi Buz

Dalam kesempatan tersebut Ibu Kepala Sekolah memberikan sambutan dan menyerahkan sumbangan dengan didampingi Ibu Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang.

Penyerahan sumbangan, dokumentasi Buz

Ya, sudah sepantasnya di hari istimewa ini kita berbagi kebahagiaan pada sesama.  Sebuah nasehat bijak mengatakan , satu hal yang tidak pernah berkurang, bahkan terus bertambah meski dibagikan adalah kebahagiaan. Sebagaimana Ibu Kepala Sekolah yang menyerahkan sumbangan secara langsung, proses penyerahan lisensi perangkat lunak di www.drsdesigns.com juga mengedepankan kejelasan dan tanggung jawab.

Salam Bintaraloka 😊

History, Story dan Memory, Sejarah dan Cerita Manis di Bumi Bintaraloka

Dalam beberapa hari ini geliat kesibukan tampak begitu nyata di Bintaraloka. Pulang sekolah , tidak berarti pulang. Masih banyak kegiatan yang dilakukan siswa di berbagai ruang. Di aula, kelas, gazebo ataupun lapangan. Ya, semua sibuk mempersiapkan perayaan HUT Bintaraloka yang ke 73.

Ada banyak kegiatan dalam perayaan HUT Bintaraloka tahun ini, baik kegiatan keluar maupun kegiatan intern warga SMP Negeri 3 Malang.

Poster pameran, dokumentasi pribadi

Kegiatan keluar meliputi penyelenggaraan Try Out UKD SD, Olimpiade IPA SD juga Bakti Sosial, sementara kegiatan di dalam adalah doa bersama, lomba menari, menyanyi solo, band, penyelenggaraan bazaar dan pameran seni, jalan sehat dan pawai serta gebyar seni.

Wow, kegiatan yang begitu padat, hingga persiapan dilakukan secara intensif agar pada hari H semua berjalan seperti yang diinginkan.

Persiapan stand bazaar, dokumentasi pribadi
Persiapan stand bazaar, dokumentasi pribadi

Seperti yang terlihat hari ini persiapan tampak dimana-mana. Penempelan poster pameran, pembuatan hiasan stand Bazaar, latihan fashion dan mungkin latihan-latihan lain yang kebetulan tidak dilaksanakan di sekolah.

Di sore hari ini juga dilaksanakan rapat yang dihadiri seluruh guru dan OSIS untuk mematangkan rencana gebyar HUT yang hanya tinggal dua hari ini.

Latihan fashion, dokumentasi pribadi

Luar biasa. Semangat warga Bintaraloka dalam menyambut perayaan HUT selalu total dan maksimal.

Persiapan tampil menari, dokumentasi pribadi
Lomba menyanyi solo, dokumentasi pribadi
Lomba band, dokumentasi pribadi
Penonton lomba band, dokumentasi pribadi

Totalitas dan rasa cinta warga Bintaraloka terhadap sekolah tidak terlepas dari sejarah sekolah yang begitu panjang.

Sejarah SMP Negeri 3 Malang

SMP Negeri 3 Malang yang berdiri pada tanggal 17 Maret 1950 adalah sekolah warisan pemerintah Belanda.

Dahulu nama SMP Negeri 3 Malang adalah MULO WILHELMINA. Dinamakan demikian karena terletak di jalan Wilhelmina.

Apakah MULO itu?

MULO adalah sekolah pribumi setara SMP pada zaman kolonial Belanda.

MULO Wilhelmina, dokumentasi smpn3

Sejak dilaksanakannya politik etis ada dua macam sekolah yang didirikan pemerintah Belanda yaitu sekolah untuk orang Eropa dan sekolah untuk warga pribumi dan orang timur asing.

Sekolah untuk orang Eropa meliputi:

  1. ELS (Europeesche Lagere School) , setara SD dengan masa pendidikan 7 tahun.
  2. Hogare Burgerlijke School (HBS) setingkat SMP dan SMA dengan masa pendidikan 5 tahun

Sekolah untuk pribumi dan orang timur asing meliputi:

  1. HIS (Hollandsch-Inlandsche School),  setara SD dengan masa pendidikan 7 tahun.
  2. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang setara SMP dengan masa pendidikan tiga tahun. Bahasa pengantar yang digunakan di MULO adalah bahasa Belanda.
  3. Algemeene Middelbare School (AMS) alias SMA selama tiga tahun.

Pada tahun 1960, nama MULO Wilhelmina diubah oleh pemerintah Republik Indonesia menjadi SMP Negeri 3 Malang dengan semboyan Bina Taruna Adiloka (Bintaraloka)

Guru SMP Negeri 3 Malang tahun 1958, dokumentasi smpn3

Apa makna Bintaraloka? Bina Taruna Adiloka atau Bintaraloka diambil dari bahasa Sansekerta yaitu ‘bina’ yang berarti mendidik, ‘taruna’ yang berarti generasi muda, ‘adi’ yang berarti terbaik, dan ‘loka’ yang berarti sasana/tempat.

Jadi SMP Negeri 3 Malang ini adalah tempat generasi muda untuk menimba ilmu dengan seluas-luasnya dan siswa akan didik dengan sebaik mungkin.

Sejarah yang panjang telah dilalui SMP Negeri 3 Malang. Ada banyak cerita, juga berbagai prestasi telah diukir putera puterinya.

Prestasi yang membuat nama SMP Negeri 3 Malang sangat disegani baik di tingkat kota, provinsi maupun Nasional.

Prestasi yang begitu membanggakan , dan menjadi tanggung jawab semua warga Bintaraloka untuk tetap mempertahankannya.

Ya , sejarah panjang telah menciptakan banyak cerita juga kenangan manis di Bumi Bintaraloka tercinta.

Guru SMP Negeri 3 Malang tahun 2023, dokumentasi Bu Any

Seperti tema yang diangkat pada HUT Bintaraloka yang ke 73 yaitu History, Story, dan Memory, semoga pemahaman akan sejarah, cerita dan berbagai prestasi yang ada di SMP Negeri 3 membuat kita semakin bersemangat untuk mengukir prestasi manis demi nama baik sekolah kita tercinta.

Salam Bintaraloka:)

Referensi:

Wikipedia SMP Negeri 3 Malang

https://tirto.id/sekolah-sekolah-di-zaman-belanda-bXbV

Babak Semi Final dan Final Olimpiade IPA SD dalam Rangka Memperingati HUT Bintaraloka ke 73

Jam belum menunjukkan pukul setengah tujuh. Tapi sepagi itu beberapa siswa berseragam SD sudah mulai memasuki halaman Bintaraloka. Berseragam SD? Benar. Mereka adalah para peserta babak semifinal olimpiade IPA SD yang siap berlaga di hari Kamis pagi itu.

Sambutan Ibu Kepala Sekolah, dokumentasi Jojo

Sebelum babak semifinal dimulai acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang. Tampak panitia, baik dari guru maupun OSIS sudah siap untuk menyelenggarakan babak ini dengan sebaik-baiknya.

Olimpiade IPA adalah salah satu acara dalam peringatan HUT SMP Negeri 3 Malang ke 73 yang diperuntukkan bagi siswa SD.

Acara yang diadakan sejak awal bulan Maret ini diikuti oleh 85 regu, dimana tiap regu terdiri atas dua orang siswa. Peserta berasal dari berbagai SD di seputar kota Malang.

Dalam olimpiade IPA ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui siswa yaitu:

Satu : Babak penyisihan. Babak ini diikuti seluruh peserta secara daring. Dalam babak penyisihan tiap regu mengerjakan soal dari sekolah masing-masing namun harus menghidupkan kamera zoom.

Panitia olimpiade IPA, dokumentasi pribadi

Dari 85 regu yang mengikuti penyisihan ada 8 regu yang lolos ke semi final yaitu SD Sabilillah (2 regu), SD Bunulrejo 6 (2 regu), SD Sukun 3 (3 regu) dan SD Purwantoro 1 ( satu regu).

Dalam babak penyisihan ini panitia stand by di lab bahasa mengamati peserta lewat layar LCD.

Dua : Babak semifinal. Dalam babak ini tiap regu diminta mengerjakan soal essay dan rally games. Dalam rally games peserta diminta menuju pos-pos yang sudah ditentukan.

Mengerjakan soal essay, dokumentasi Jojo
Rally games, dokumentasi Jojo

Di sana akan ada panitia yang siap memberikan soal untuk dikerjakan. Sesudah selesai mengerjakan soal siswa harus pindah ke pos yang lain. Dalam babak semi final ini ada 6 pos yang harus didatangi tiap regu.

Dari delapan regu yang mengikuti semi final ada enam regu yang diambil. Tiga regu berhak masuk ke babak final sedangkan tiga regu yang lain sebagai juara harapan 1, 2 dan 3.

Bagaimana dengan dua regu yang belum berhasil? Aha, keduanya tetap mendapatkan hadiah hiburan berupa paket buku dari Gramedia.

Penyerahan hadiah hiburan, dokumentasi Jojo

Tiga : Babak Final. Nah, inilah yang paling dinanti- nanti. Babak final diikuti oleh tiga regu, dan regu yang lolos adalah dua regu dari SD Islam Sabilillah dan satu regu dari SD Purwantoro 1.

Babak final dilakukan di Bintaraloka dua dan ada dua sesi yaitu sesi Ampibi dan Siapakah Aku.

Babak final, dokumentasi Jojo

Bertindak sebagai pemberi pertanyaan dalam babak final adalah Ibu Ahfi dengan didampingi OSIS.

Babak semi final dan final Olimpiade IPA SD berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Sebuah kompetisi yang sangat menarik. Melalui Olimpiade IPA SD ini kesan olimpiade sebagai kompetisi yang menegangkan dimana tiap peserta harus duduk mengerjakan soal langsung hilang. Bagaimana tidak? Mereka harus berlari-lari mencari pos- pos guna mengerjakan soal yang sudah disiapkan.

Panitia dari OSIS, dokumentasi pribadi

Nah, siapakah pemenang Olimpiade IPA SD tahun ini? Sabar pembaca, karena pemenang akan diumumkan saat gebyar perayaan HUT SMP Negeri 3 pada hari Sabtu mendatang.

Salam Bintaraloka….:)

Bintaraloka Goes to Jember, Mengunjungi Resepsi Pernikahan Bu Cahya

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih sedikit ketika sepeda motor saya berhenti di halaman depan Bintaraloka.

Wih, terlambat ini.. pikir saya..Gara- gara menunggu zoom pagi anak saya selesai, saya jadi tergesa-gesa berangkat menuju sekolah.

Di seberang SMP 3 bus sekolah sudah menunggu dan di dalamnya teman-teman sudah siap berangkat. Ya, hari Minggu ini kami semua akan pergi ke Jember mengunjungi resepsi pernikahan Bu Cahya guru TIK kami.

Duduk di dekat Bu Hastuti, saya langsung disodori Aqua dan nasi kuning. Mantap sekali. Bu Has tahu kalau saya belum sarapan.

Setelah mengecek penumpang, bus siap-siap berangkat. Namun sebelumnya kami semua berdoa dengan dipimpin oleh Pak Muhaimin teriring harapan semoga perjalanan lancar dan kami semua diberikan keselamatan baik saat berangkat maupun saat pulang.

Bus perlahan meninggalkan Bintaraloka. Hari Minggu suasana lalu lintas tak begitu ramai sehingga perjalanan begitu lancar.

Suasana dalam bus, dokumentasi pribadi

Dalam bus suasana demikian akrab. Lagu-lagu mulai dikumandangkan, beberapa penumpang termasuk saya segera sarapan. Kudapan mulai berseliweran. Ada bentoel, pilus, lepet .. wah, pokoknya semua maknyus.

Ya, kebersamaan membuat makanan apapun terasa nikmat. Lebih-lebih tatkala Bu Any membagi bagikan satu gelas kecil minuman untuk masing- masing penumpang termasuk sopir dan dua orang crewnya.

Minuman penambah semangat, dokumentasi pribadi

Minuman penambah semangat, berupa Fanta dan susu Ultra. Luar biasa…sesudah minum, beliau kuat menyanyi satu album untuk menghibur kami semua.

Rest area Bangil, dokumentasi pribadi

Sekitar Dzuhur kami sampai di desa Semboro Jember. Sholat jama’ dan qoshor dilaksanakan di Masjid KUA desa Semboro.

Masjid KUA Semboro, dokumentasi Cyin Any

Sekitar pukul satu kami tiba di tempat berlangsungnya resepsi. Desa Rejoagung tepatnya. Karena undangan untuk kami adalah jam dua, kamipun dipersilakan beristirahat di rumah tak jauh dari tempat resepsi. Ya, saat itu ada undangan dari kloter tamu yang lain sehingga harus bergiliran.

Tiba di tempat resepsi, dokumentasi pribadi

Istirahat yang berlangsung kira kira 45 menit kami gunakan untuk ngobrol, atau berjalan- jalan di sekitar rumah. Beberapa teman yaitu Pak Vigil, Pak Zaki, Pak Gerry dan Pak Fabi sudah ada tempat acara pernikahan sehari sebelumnya.

Jalan-jalan dan dapat teman baru, dokumentasi Pak Aksan
Rehat sebentar, dokumentasi Cyin Any

Menjelang jam dua kami dipersilakan ke tempat resepsi. Ruangan begitu penuh undangan. Wajah -wajah bahagia tampak di mana- mana, terutama dari wajah kedua mempelai.

Kedua mempelai, dokumentasi pribadi

Sambil menikmati hidangan lagu- lagu mulai dilantunkan sehingga suasana terasa demikian hangat.

Pak Gerry in action, dokumentasi pribadi

Kira kira satu jam kemudian kami berpamitan pulang. Rencana untuk mampir ke pantai, Adira atau ke mall Kencong tidak jadi dilakukan karena perjalanan balik ke Malang memerlukan waktu yang lumayan lama.

Sebagai gantinya kami berbelanja ke pusat oleh-oleh. Banyak belanjaan yang dibawa setelah mampir pusat oleh oleh. Dan yang banyak dibeli oleh bapak/ibu guru adalah tape. Baik tape singkong ataupun proll tape.

Belanja oleh-oleh, dokumentasi pribadi

Hujan mengguyur deras sepanjang perjalanan pulang dari Jember ke Malang. Tapi semua itu tak masalah karena suasana dalam bus demikian hangat. Ya, konser musik yang dilakukan di dalam bus membuat perjalanan yang panjang tak terasa melelahkan.

Berfoto bersama, dokumentasi Cyin Any

(Tentang konser, saya tulis dalam tulisan saya yang lain)

Ah, sebuah perjalanan manis dari Malang ke Jember.

Akhirnya selamat berbahagia Bu Cahya, semoga senantiasa mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Tuhan, dan bapak/ibu guru yang akan menyusul semoga segera menyusul.. supaya kita semua bisa jalan-jalan lagi.. he..he…

Semoga segera menyusul, dokumentasi Cyin Any