Sore itu hujan deras mengguyur kota Malang. Halaman dan sekitar sekolah basah dilanda hujan yang tiada henti-hentinya. Meski demikian, semangat siswa untuk berkegiatan tidak pernah surut. Aula Bintaraloka 1 sejak bakda sholat Ashar sudah diramaikan oleh berbagai kesibukan siswa.
Ya, hari itu kita semua sudah hampir berada di penghujung bulan Ramadhan. Karenanya Badan Dakwah Islam (BDI) mengadakan acara Khotmil Quran dan kirim doa bersama.
Briefing, dokumentasi Bu Utien
Acara diikuti oleh sekitar 27 siswa dan 3 guru pendamping yaitu guru PAI SMP Negeri 3 Malang; Pak Muhaimin, Bu Utien dan Pak Abid.
Peserta kegiatan, dokumentasi Bu Utien
Acara yang dimulai pukul 16.00 ini diisi dengan pembuatan video ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, pelatihan publik speaking, pengisian materi seputar Ramadhan, sholat Maghrib berjamaah, buka bersama, sholat Isyak dan Tarawih berjamaah serta khotmil Quran.
Azan penanda waktu masuknya sholat, dokumentasi Bu Utien
Bertindak sebagai imam sholat Maghrib adalah Pak Abid, dan imam sholat Isyak dan Tarawih adalah Pak Muhaimin.
Yang membanggakan dalam acara pelatihan publik speaking dan pengisian materi, siswa bergantian tampil untuk menunjukkan kepiawaiannya memberikan ‘ceramah’ di depan teman-temannya.
Lily dan Naura, dokumentasi Bu Utien
Adapun judul yang diangkat dalam publik speaking dan pengisian materi sekitar Ramadhan adalah Kemuliaan di Bulan Ramadhan (Addin dan Nadia), Godaan Bulan Puasa (Lily Avisha dan Fashli), Silaturahmi dan Persaudaraan (Febri dan Naura).
Public speaking, dokumentasi Bu UtienPeserta kegiatan, dokumentasi Bu Utien
Acara berjalan dengan lancar. Sesudah Sholat Maghrib berjamaah, berbuka bersama,sholat Isyak dan Tarawih berjamaah, acara dilanjutkan dengan Khotmil Quran.
Buka bersama, dokumentasi Bu Utien
Bulan Ramadhan, bulan yang begitu mulia. Di bulan ini pertama kali diturunkannya Al Qur’an. Karenanya sudah sepatutnya kita mengisi bulan ini dengan banyak membaca Al Qur’an.
Ya, bukankah Al Qur’an yang kelak akan memberikan kita syafaat di yaumil qiyamah kelak?
Peserta kegiatan, dokumentasi Bu Utien
Harapannya semoga kita semua bisa menjadi generasi yang cinta Al Qur’an, dan ke depan kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan ini.
Lagu I Will Survive dari Gloria Gaynor terasa menghentak di siang itu mengiringi model- model yang berjalan dengan irama langkah kaki selaras irama.
Berbagai busana diperagakan. Yang perempuan terlihat cantik , gemulai dan anggun, sementara yang laki-laki berjalan dengan mantap dan penuh percaya diri.
Fashion, dokumentasi Mister Sony
Itu adalah gambaran dari acara fashion, salah satu pengisi acara gebyar seni peringatan HUT Bintaraloka ke 73.
Event Gebyar Seni sebenarnya sudah lama berlalu. Tapi kesannya sampai sekarang masih terasa. Tentu saja, bahkan di Instagram ataupun YouTube masih berseliweran unggahan tentang berbagai acara di HUT Bintaraloka ke 73 tersebut.
Fashion, dokumentasi Mister Sony
Di dua tulisan saya sebelumnya tidak disinggung sama sekali tentang pentas seni. Sengaja saya buat tulisan tersendiri karena acara ini sangat wow .. Ya, acara yang dihadiri oleh siswa, guru, komite, alumni , juga para undangan ini memang luar biasa.
Pengguntingan pita tanda acara dimulai, dokumentasi Mister Sony
Acara gebyar seni dilaksanakan sejak pagi. Setelah kami melaksanakan pawai, kami bisa langsung menonton berbagai hiburan di panggung yang didirikan di lapangan volley.
Pengisi acara adalah para finalis lomba tari, menyanyi solo, dan band, grup paduan suara , fashion juga yang tak kalah menarik adalah bintang tamu Kos Atos.
Kreativitas siswa benar benar luar biasa. Tampak pada suguhan berbagai tari yang sangat menonjolkan nuansa Indonesia, dan tentunya dengan tambahan sentuhan kekinian. Betapa perlu kekompakan dan kerjasama yang bagus untuk menyajikan tampilan tari yang seindah itu.
Tampilan finalis tari, dokumentasi pribadi
Berbagai grup band finalis juga tak kalah mantap. Lagu-lagu disajikan dengan begitu apik. Sebutlah lagu Don’t Look Back in Anger, What Makes You Beautiful , Anything You Want, Sesaat Kau Hadir juga lagu-lagu yang lain.
Anything You Want, dokumentasi pribadiDon’t Look Back in Anger, dokumentasi pribadi
Bintaraloka benar benar bertabur talenta. Tampilan menyanyi solo dari Kirana, Egita juga Graciella demikian merdu dan memukau.
What Makes You Beautiful, dokumentasi AppleSesaat Kau Hadir, dokumentasi Apple
Demikian juga Spenti Teenage Choir tampil begitu begitu manis dengan lagu-lagu dan kostum vintage mereka.
Paduan Suara, dokumentasi pribadi
Sesudah band dan tari acara dimeriahkan oleh fashion. Ada sekitar 30 model yang memperagakan busana-busana cantik dari kreasi Andi Sugi, Ivan , Farhan dan Rumah Kebaya.
Tim fashion, dokumentasi Mister Sony
Model- model yang tampil hari itu sudah melalui berbagai seleksi dan latihan yang begitu ketat di bawah bimbingan Mister Sony dan tim.
Dalam acara Gebyar Seni ini hadir juga alumni dari berbagai tahun. Hal yang menunjukkan betapa solidnya hubungan antara Bintaraloka dengan para alumninya.
Menjelang pukul dua belas siang tibalah acara yang ditunggu-tunggu. Tampilan bintang tamu dari Kos Atos. Grup musik ini membawakan berbagai lagu dalam irama keroncong kekinian dan membuat penonton ikut bergoyang juga bernyanyi bersama.
Kos Atos, dokumentasi pribadiPenonton ikut bernyanyi, dokumentasi pribadi Pak Gerry dan Kos Atos, dokumentasi pribadi
Benar -benar peringatan HUT yang sangat meriah di Bumi Bintaraloka. Harapannya semoga semakin bertambahnya usia, Bintaraloka semakin jaya, dengan melahirkan generasi yang multi talenta dan karakter yang membanggakan.
Akhir acara, dokumentasi Bintaraloka
Akhirnya , Yuk, bersama sama kita menikmati lagu berikut sambil membayangkan suasana HUT Bintaraloka ke 73..
Pagi itu jam hampir menunjukkan pukul setengah delapan. Lewat pengeras suara Bu Utin mengumumkan agar siswa segera mengambil air wudhu karena kegiatan sholat Dhuha akan segera dimulai.
Peserta Ponram dan Irama, dokumentasi pribadi
Bergegas siswa menuju tempat wudhu. Penampilan siswa tampak berbeda hari ini. Mereka mengenakan busana muslim yang berwarna warni. Ya, di hari Senin hingga Rabu semua siswa yang beragama Islam wajib mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan dan Ibadah Ramadhan atau disingkat Ponram dan Irama.
Tentang Pondok Ramadhan dan Ibadah Ramadhan (Ponram dan Irama)
Ponram bekerja sama dengan Ma’had UIN, dokumentasi Nesya
Ponram dan Irama adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan amal sholeh dan pengetahuan keislaman siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan pengaturan hari sebagai berikut: Hari Senin siswa yang mengikuti Ponram dan Irama adalah kelas 9, Hari Selasa siswa kelas 8 dan hari Rabu siswa kelas 7.
Peserta Ponram dan Irama, dokumentasi NesyaMateri di kelas, dokumentasi Anggita
Bagaimana dengan kelas yang bukan waktunya Pondok Romadhon? Tentu saja mereka harus menjalani pembelajaran biasa.
Ya, bulan Ramadhan adalah saat yang bagus untuk meningkatkan amal ibadah dan salah satu amal ibadah yang bisa dilakukan siswa adalah menuntut ilmu.
Pondok Romadhon dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Ma’had UIN Maulana Malik Ibrahim. Kegiatan yang dimotori oleh guru PAI SMP Negeri 3 Malang ini dibantu oleh 14 ustadz dan ustadzah yang siap memberikan berbagai materi pada siswa.
Guru PAI, Dokumentasi pribadiGuru PAI dan pemateri dari Ma’had UIN, dokumentasi pribadi
Berbagai materi yang dipelajari dalam kegiatan ini adalah fiqih, akidah, ahlaq, tahsin Qur an, taddarus Quran, pelaksanaan sholat wajib berjamaah, buka bersama juga sholat tarawih dan witir berjamaah.
Pada pagi hari materi diberikan di aula juga di kelas-kelas (Ponram). Setelah materi pagi sore siswa kembali ke sekolah untuk melaksanakan Ibadah Ramadhan (Irama) yang dimulai pukul setengah lima.
Jika kegiatan Ponram adalah pemberian materi, maka Irama adalah implementasi dari materi yang sudah didapatkan.
Taddarus, dokumentasi Anggita
Pelaksanaan Irama diawali dengan taddarus Qur an bersama, dilanjutkan dengan tausiyah jelang berbuka dan takjil bersama sebelum sholat Maghrib berjamaah.
Menyiapkan takjil, dokumentasi Anggita
Sesudah sholat berjamaah siswa berbuka puasa bersama . Di hari pertama karena hujan terus menerus turun, acara taddarus dan sholat dilaksanakan di aula dan buka dilaksanakan di kelas-kelas. Di hari kedua dan ketiga taddarus dan sholat dilaksanakan di masjid dan buka bersama dilaksanakan di aula.
Buka bersama di aula, dokumentasi AnggitaBuka bersama di kelas, dokumentasi pribadi Buka bersama di kelas, dokumentasi pribadi
Ada banyak hal yang bisa dipelajari siswa dari acara buka bersama ini. Di antaranya adalah belajar bertanggung jawab, bekerja sama, juga berbagi.
Mengapa demikian? Sebelum buka bersama dimulai siswa harus menyiapkan tempat, menata hidangan bersama teman -teman. Di akhir acara merekapun harus bersama-sama membersihkan kelas agar bisa dipakai pembelajaran keesokan harinya.
Menyiapkan buka bersama, dokumentasi pribadi
Selama berbuka kelas yang mempunyai kelebihan hidangan akan memberikan kepada yang lain. Di sini siswa belajar untuk berbagi.
Wali kelas dan panitia, dokumentasi AnggitaPendamping kegiatan siswa, dokumentasi Anggita
Selama kegiatan Ponram dan Irama, wali kelas dan panitia mendampingi siswa mulai pagi hingga malam hari.
Tentang Pondok Kasih
Pondok Kasih di Bintaraloka dua, dokumentasi Jojo
Sementara siswa yang beragama Islam melaksanakan Ponram dan Irama, siswa beragama Katholik dan Kristen yang bernaung di bawah Bintaraloka Persekutuan Kristiani (BPK) melaksanakan kegiatan Pondok Kasih.
Kegiatan Pondok Kasih, dokumentasi Jojo
Kegiatan Pondok kasih dilaksanakan di hari Senin dan Selasa. Di hari Senin siswa mendapatkan berbagai materi di aula Bintaraloka dua, sedangkan di hari Selasa siswa dan para guru pendamping melaksanakan kegiatan bakti sosial.
Bakti sosial di Panti Asuhan Oikos, dokumentasi Jojo
Kegiatan yang bertajuk Bakti Sosial BPK Berbagi ini dilaksanakan di Panti Asuhan Oikos Malang.
Kegiatan yang berintikan berbagi kasih dari Pra Paskah menuju Paskah ini diisi dengan peribadatan dengan anak-anak panti asuhan, game, juga Firman Tuhan yang disampaikan oleh Ibu Ita.
Kegiatan dalam bakti sosial, dokumentasi JojoIbu Ita, dokumentasi Jojo
Ibu Ita adalah ibu asuh anak-anak Panti Asuhan Oikos. Melalui berbagi kasih dan berbagi hadiah kegiatan bakti sosial ini diharapkan bisa mempererat silaturahmi antara siswa SMP Negeri 3 Malang dan anak anak Panti Asuhan Oikos.
Suasana jalan tidak begitu ramai pagi itu. Jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Berempat kami naik sepeda motor berputar-putar sekitar kota Malang.
Sehari menjelang Ramadhan adik dan keluarganya datang ke Malang. Di samping ada agenda mengunjungi teman -temannya, yang tak kalah penting adalah nyekar ke makam ibuk dan bapak.
Kami berboncengan dua dua. Jalan Kawi yang biasanya dipadati kendaraan tampak sepi. Sepeda motor kami melaju bebas, dan Kajoetangan menjadi tujuan utamanya.
Kawasan Kajoetangan, sumber gambar : Terrakota
Di dekat jembatan penyeberangan Kajoetangan sepeda motor kami parkir, dan kami berjalan sepanjang trotoar.
Lama sekali tidak merasakan hawa Kajoetangan bersama adik. Padahal Kajoetangan menyimpan ribuan kenangan bagi kami.
Kami pernah tinggal di daerah Kajoetangan sekitar tahun 1990 selama dua tahun. Jadi daerah daerah kampung Kajoetangan juga toko-toko yang berderet di sepanjang Kajoetangan terasa begitu akrab bagi kami.
Tentunya banyak yang berubah. Seperti Rajabally yang dulu menjadi ikon Kajoetangan sekarang berubah menjadi Cafe Lafayette.
Tempat berfoto yang asyik, dokumentasi pribadi
Kajoetangan semakin cantik. Dengan pembenahan di sana-sini kawasan ini menjadi tempat yang asyik untuk berfoto ria. Bahkan sering dipakai sebagai lokasi foto prewedding oleh pasangan yang akan menikah.
Berfoto di Kajoetangan, dokumentasi pribadi
Bangku-bangku dan lampu taman yang berjejer berpadu dengan kedai kopi atau tempat berjualan makanan yang ditata dengan apik membuat suasana heritage semakin terasa.
Berfoto di Kajoetangan, dokumentasi pribadi
Mengapa daerah ini dinamakan Kajoetangan?
Kawasan ini sebelumnya bernama Jl. Jend Basuki Rachmat. Dikembalikan lagi ke nama Kajoetangan sejak walikota Pak Sutiaji.
Ada empat alasan berbeda yang membuat daerah ini dinamakan Kajoetangan. Alasan tersebut adalah:
Pertama : daerah ini dinamakan Kajoetangan karena sebelum tahun 1914 terdapat petunjuk lalu lintas berbentuk telapak tangan dan terbuat dari kayu. Petunjuk tersebut berada disebelah timur pertigaan Jalan Oro-Oro Dowo dan Kajoetangan.
Penunjuk jalan yang dulunya dari kayu berbentuk tangan, sumber gambar: Malang Voice
Kedua : dinamakan Kajoetangan karena di kawasan ini banyak pohon berderet di sepanjang jalan yang menyerupai deretan tubuh manusia. Tangkai pepohonan seakan tangan yang menjulur ke arah jalan.
Ketiga: dinamakan Kajoetangan karena terdapat pohon yang menyerupai tangan di ujung jalan menuju arah Alun-Alun. Ketika itu kawasan Alun-Alun Jalan Merdeka mulai berkembang.
Keempat, menurut keterangan Oei Hiem Hwie, seorang warga asli Malang, sewaktu ia masih kecil, jalan-jalan di kawasan ini banyak ditanami pohon yang daunnya berbentuk aneh. Daun mirip telapak tangan yang mengembang.
Bahwa kayu tangan adalah nama tanaman, ternyata disebutkan di dalam buku botani ilmiah berbahasa Belanda berjudul Nieuw Plantkundig Woordenboek voor Nederlandsch Indiรซ.
Dalam buku tersebut diterangkan bahwa tanaman โkayu tanganโ memiliki nama ilmiah Euphorbia Tirucalli L.
Disebutkan pula bahwa masyarakat Jawa menamakan tanaman ini dengan kayu tangan dikarenakan ketika tanaman ini tumbuh bentuknya mirip dengan tangan.
Depan sebuah cafe, dokumentasi pribadi
Berempat kami bergantian foto di sepanjang jalan Kajoetangan. Hawa yang sejuk dan sangat bersahabat membuat jalan-jalan tak terasa melelahkan. Hanya sayang pagi itu tidak ada konser musik seperti yang kami harapkan.
Ya, Kajoetangan adalah salah satu tempat warga Malang unjuk seni. Karenanya di salah satu bagian Kajoetangan terdapat jadwal pagelaran musik di Kajoetangan.
Jadwal pagelaran musik di Kajoetangan, dokumentasi pribadi
Matahari semakin naik, ketika jam menunjukkan sekitar pukul setengah sepuluh jalan- jalan pun diakhiri.
Kami segera menuju parkiran mengambil sepeda. Lalu- lalang kendaraan mulai banyak. Kajoetangan terus berbenah. Perubahan terjadi di mana-mana. Pada kampung-kampungnya, juga toko-tokonya yang beberapa beralih usaha.
Ya, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada yang tidak berubah selain dari perubahan itu sendiri.
Marhaban yaa Ramadhan. Bulan yang penuh Rahmat. Bulan mulia dimana tersimpan banyak kebaikan di dalamnya. Bulan dimana pahala amal kebaikan dilipatgandakan.
Sungguh sebuah rahmat yang begitu besar kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini. Karenanya kedatangan Ramadhan tidak boleh kita sia-siakan begitu saja. Dalam bulan Ramadhan mari kita tingkatkan ibadah dan amal kebaikan dalam keseharian kita.
Salah satu ibadah yang bisa dilakukan dalam bulan Ramadhan adalah mencari ilmu. Ya, dalam bulan Ramadhan kita harus tetap bersemangat dalam mencari ilmu. Janganlah kiranya rasa lapar dan dahaga di bulan Ramadhan menjadikan kita malas mencari ilmu.
Agama Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu, dan tidak terikat oleh waktu dan tempat.
Menuntut ilmu kewajiban laki laki dan perempuan, dokumentasi pribadi
Bahwasanya kedudukan ilmu dalam Islam begitu mulia, bisa kita lihat bahwa ayat pertama diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah “Iqra'” yang artinya “Bacalah,” (Q.S. Al-Alaq: 1).
Membaca di sini tidak hanya bermakna membaca buku atau sejenisnya, namun secara luas membaca berarti mempelajari segala apa yang ada di sekitar kita.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah bersabda:
Artinya: “Barangsiapa yang menginginkan urusan dunia, maka wajiblah baginya berilmu. Dan barangsiapa yang ingin urusan akhirat (selamat di akhirat) maka wajiblah ia memiliki ilmu juga. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah ia memiliki ilmu tentangnya juga,โ (HR Bukhari dan Muslim).
Mengingat betapa mulianya menuntut ilmu, maka di bulan istimewa ini MGMP PAI mengadakan program kegiatan Kajian Jelang Buka (KALBU). Kegiatan ini merupakan wadah menyampaikan dan menerima ilmu.
Ustadzah Utien, salah satu pengisi KALBU, sumber gambar: tangkapan layar pribadi
Pengisi KALBU adalah guru Pendidikan Agama Islam SMP baik Negeri maupun Swasta se Kota Malang yg tergabung dalam MGMP PAI SMP Kota Malang.
Pelaksanaan KALBU dilaksanakan setiap sore pukul 17.25 secara live streaming YouTube. Jadi di siang hari guru PAI selalu mengingatkan para siswa untuk mengikuti KALBU di sore hari dan membuat resume.
Materi yang disajikan dalam KALBU bermacam- macam dengan judul yang sangat menarik, sepertiRamadhan Bulan Literasi, Mari Mengaji dan Mengkaji , Menempa Diri di Madrasah Ramadhan, Menghindari Permusuhan dengan Puasa Komen di Medsos, Puasa dan Semangat Anti Kekerasan, Jangan Buat Puasa Kita Prematurdan banyak lagi.
Semangat mencari ilmu, dokumentasi pribadi
Sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat. Melalui KALBU siswa diajak membahas berbagai masalah agama dan mengaitkan dengan isu kekinian di sekitar mereka.
Harapannya semoga di bulan Ramadhan ini siswa tumbuh menjadi generasi yang mencintai ilmu, dan ke depannya mereka akan menjadi manusia yang cerdas dan berakhlak mulia.