Santerra de Laponte, Indahnya Hamparan Bunga dan Pesona Replika Bangunan Mancanegara

Pagi itu sebuah pesan singkat masuk ke WhatsApp saya.
“Bu, saya sudah dapat dua penumpang, dan sekarang otw Mbareng,”
Aha, akhirnya jadi juga apa yang sudah kami rencanakan beberapa hari ini. Healing-healing  bersama pesonatrans_dolan4six.

Sebelumnya kami sudah pernah melakukan perjalanan bersama pesonatrans_dolan4six, tepatnya ke Bedengan.

Indahnya bunga berbadu dengan replika bangunan Eropa, dokumentasi Buz
Replika berbagai bangunan mancanegara, dokumentasi pribadi

Nah, karena penasaran ingin healing lagi, berempat kami kembali menggunakan jasa biro perjalanan ini untuk jalan-jalan. Kali ini destinasi kami adalah ke daerah Pujon.

Bu Ari berperan sebagai guide. Ya, Bu Ari sangat faham dengan daerah Batu dan Pujon, dan sering mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah sana.

Bahkan sambil bergurau kami mengatakan beliau adalah penguasa daerah Batu dan Pujon.

Bu Ari, sangat memahami daerah Batu dan Pujon, dokumentasi pribadi

Setelah melakukan perbincangan lewat grup WhatsApp, akhirnya diputuskan tujuan wisata adalah Santerra de Laponte, Cafe Sawah, Paralayang dan Taman Langit.

Setelah barang sejam perjalanan, sekitar pukul sepuluh mobil kami mulai memasuki kawasan wisata Santerra de Laponte.  Kami segera turun , sementara driver sekaligus fotografer kami Mas Rudy lebih memilih menunggu dengan sabar di mobil.

Bunga begonia yang berjajar rapi di kiri kanan jalan seakan menyambut kedatangan kami. Warnanya yang merah sedikit oranye menyala tertimpa sinar matahari.

Indahnya bunga begonia di kiri kanan jalan, dokumentasi pribadi
Deretan bunga lili , dokumentasi pribadi

Aih, bunga yang begitu cantik. Saya tiba-tiba ingat di masa kecil, saya dan teman-teman sering bermain-main bunga ini karena banyak tumbuh di kampung kami. Tapi tentu saja tidak secantik begonia yang kami lihat pagi ini.

Bunga lili dan tapak dara juga berjajar indah. Warnanya yang merah menyala dan oranye benar benar memanjakan penglihatan kami.

Tapak dara oranye, Dokumentasi pribadi

Kami segera masuk menuju tempat pembelian tiket. Di antara bunga-bunga yang ada di sekitar kami banyak dipasang peringatan-peringatan ataupun peraturan bagi para pengunjung Santerra de Laponte.

Membeli tiket, dokumentasi pribadi

Setelah membeli tiket masing masing Rp30.000,00 kamipun masuk lokasi wisata. Ah ya, harga tiket termasuk vocher untuk membeli minuman dan bunga di Santerra de Laponte.

Papan peringatan pengunjung, dokumentasi pribadi
Papan peringatan pengunjung, dokumentasi pribadi

Cantik dan menarik, itu kesan saya begitu terus masuk semakin jauh lokasi wisata ini.
Ya, konsep dari Santerra de Laponte adalah taman rekreasi beribu bunga yang dipadu dengan replika bangunan mancanegara. Ada sekitar 700 jenis tanaman bunga di sini. Luar biasa. Semua tertata dengan rapi dan indah.

Semua sudut tertata rapi dan indah di Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi
Satu sudut Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi

Di Santerra de Laponte juga terdapat  banyak replika bangunan dengan nuansa Korea, Jepang dan Eropa terutama  Belanda. Ya, hal tersebut tampak pada bangunan kincir angin, banyaknya pohon sakura dan replika bangunan rumah dan pertokoan yang berwarna-warni.

Di antara replika bangunan, dokumentasi Buz

Di tempat ini juga disediakan persewaan baju bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berfoto dengan mengenakan pakaian dari Jepang, Belanda atau Korea. Aha, sangat menarik. Banyak pengunjung yang antri ataupun berfoto di lokasi tersebut.

Berfoto dengan latar belakang pertokoan Korea, dokumentasi Buz

Tempat rekreasi yang terletak di Jalan Truno Joyo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon ini tidak hanya menyajikan hamparan bunga yang begitu cantik dan spot foto yang menarik.
Santerra de Laponte  juga menyediakan berbagai wahana permainan seperti Rainbow Slide, Virtual Reality, Perahu Putar, Mini Outbound, Trampolin, Istana Balon, Mini Flying Fox, Santerra Flight, House Of Terror, Mobil Golf, Cinema 7D, Ontang-Anting, Robot Electric, Komedi Putar juga Bombom Car.

Rainbow Slide, dokumentasi pribadi

Karena areanya yang begitu luas yaitu sekitar 4ha, Santerra de Laponte juga menyediakan sewa sepeda dan mobil golf untuk berkeliling lokasi.

Berkeliling dengan mobil di Santerra de Laponte, dokumentasi pribadi

Jika kita lelah berkeliling, disediakan cafe sekaligus tempat rehat sambil melihat keindahan Gunung Banyak sebagai view-nya. Benar-benar tempat yang indah dan mengesankan.

Rehat, di belakang adalah view Gunung Banyak, dokumentasi pribadi

Sesudah azan Dhuhur berkumandang kami bersiap untuk kembali ke mobil. Tapi sebelumnya kami menggunakan voucher untuk membeli empat gelas minuman. Dua minuman coklat, satu lemon tea dan satu lychee tea

Sebenarnya kami juga hendak menggunakan voucher pembelian tanaman. Tapi tidak jadi karena kami pikir akan kesulitan meletakkannya di dalam mobil.

Tempat pembelian tanaman, dokumentasi pribadi
Menuju pintu keluar, dokumentasi pribadi

Seiring dengan mentari yang semakin naik kami meninggalkan Santerra de Laponte. Sepanjang perjalanan menuju tempat parkir bunga-bunga di kiri kanan kami seolah memberikan senyum yang terindah.

Ya, dengan perawatan dan kasih sayang yang baik, dengan senang hati tanaman akan mempersembahkan keindahannya bagi semesta.

Santerra de Laponte dilihat dari atas, dokumentasi pribadi

Akhirnya selamat tinggal Santerra de Laponte. Keindahan dan kecantikanmu akan senantiasa terpatri dalam ingatan kami.

Salam bunga…🤗

Sebuah Pagi di Car Free Day

Rungkad……Entek entekan
Kelangan kowe sing paling tak sayang
Stop mencintaimu
Gawe aku ngelu

Lagu dari Happy Asmara menghentak semangat kami pagi itu. Pertigaan Jalan Semeru dan Ijen sudah dipenuhi manusia. Ada yang menggunakan kostum komunitas masing-masing, banyak pula yang tidak. Tiap orang mengambil jarak sekitar dua lengan agar tidak saling bertabrakan ketika melakukan gerakan.

Pas di pertigaan ada sebuah panggung kecil untuk para pemandu senam.

Suasana Car Free Day, dokumentasi pribadi

Aha, itu adalah suasana Car Free Day di kawasan Semeru dan Ijen pagi ini.

Suasana Car Free Day kota Malang seperti biasa selalu ramai. Event yang di adakan setiap hari Minggu itu sungguh sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Semua bergerak ( atau bergoyang?) selaras irama mengikuti sang pemandu senam. Ada sekitar lima orang yang menjadi pemandu senam di atas panggung. Gerakannya lincah, gemulai namun bertenaga.

Bergerak bersama , bergoyang bersama, dokumentasi pribadi

Wajah ceria tampak di mana-mana. Sedikit berlawanan dengan cuaca kota Malang pagi ini yang begitu mendung.

Selesai lagu Rungkad, irama mulai sedikit selow. Lagu Malang Seger berkumandang. Peserta senam semakin banyak, semua bergoyang sesuai irama. Saya dan dua orang teman menjadi bagian dari semuanya

Ketika irama beralih lebih keras, mulai dilakukan senam aerobik. Nah, ini…. Gerakan kami mulai tak karuan.

Ya, kami jarang ikut senam bersama seperti ini, jadi gerakannya jadi sering salah. Kami berpandangan sejenak lalu tertawa.

Jalan-jalan di CFD, dokumentasi pribadi

“Gak apa-apa… yang penting keluar keringat..,” kata teman saya menghibur diri, dan kamipun terus bergerak dengan penuh semangat.

Setelah empat lagu dan berkeringat, kamipun beranjak meninggalkan tempat senam. Jalan-jalan, itu agenda kami pagi itu.

Bagi kami warga Malang, Car Free Day selalu memiliki magnet tersendiri. Di kawasan itu tua, muda, anak kecil ikut bergembira bersama. Ada yang berjalan-jalan bersama keluarga, bertemu komunitas, bermain, mencari hiburan, promosi kegiatan, dan yang lainnya.

Berdatangan ke CFD, dokumentasi pribadi

Begitu banyaknya yang datang di CFD dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjajakan dagangannya. Dagangan bisa berupa makanan, baju, aksesoris juga mainan.

Penjual mainan di CFD, dokumentasi pribadi

Pedagang mainan ada di mana-mana. Persewaan mainan juga. Ada persewaan scooter yang mematok harga Rp10.000 tiap15 menit pemakaian. Wah, sangat menarik. Apalagi saya lihat penyewa scooter selalu datang silih berganti.

Persewaan scooter anak anak, dokumentasi pribadi

Di CFD kita juga bisa naik dokar (delman). Ongkosnya Rp10.000 perorang untuk satu kali naik. Sebenarnya kami ingin juga naik, tapi saat itu penumpang didominasi anak kecil, akhirnya kami mundur dulu.

Dokar dengan tarip Rp10.000,00 per orang, dokumentasi pribadi

Setelah sekian tahun tidak ke CFD, ada banyak yang berbeda. Salah satunya yang sangat mencolok adalah makanan yang dijual.

Satu stand makanan yang begitu laris adalah stand yang menjual makanan kekinian. Nama makanannya banyak yang menggunakan bahasa asing sehingga kami tidak berani mampir.

Makanan kekinian, dokumentasi pribadi

He..he.. benar benar kurang update. Masalahnya sebenarnya cuma takut tidak cocok di lidah saja.

Setelah berputar-putar di lokasi perbelanjaan yang berada di halaman Museum Brawijaya, kami memutuskan untuk istirahat dan makan soto ayam di pujasera. Menurut informasi dari teman- teman, pujasera ini selalu buka meski tidak pas penyelenggaraan CFD.

Soto ayam maknyus, dokumentasi pribadi

Nah, di pujasera ini makanan yang dijual cukup akrab dengan lidah kami. Seperti rawon, ayam geprek, soto ayam, soto daging dan lain-lain. Minumnya? Kami pilih es degan saja. Tapi esnya sedikit, maklum, hari masih pagi.

Duduk di pujasera sambil mengamati lalu lalang orang-orang sungguh mengasyikkan. Kebetulan di dekat Pujasera adalah stand mainan anak berupa kolam tempat memancing. Banyak sekali anak kecil yang duduk di situ dengan didampingi orang tuanya.

Kolam pemancingan anak anak, dokumentasi pribadi

Tak lama menunggu, soto ayam yang kami pesan datang. Wow, satu mangkuk penuh. Nasi, soto ayam, telur, sambel dan kerupuk. Benar-benar hidangan pagi yang mantap.

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan. Pulang, itu tujuan utama. Ya, jam sudah hampir menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi. Saatnya kami melakukan kegiatan yang lain di rumah.

Dalam perjalanan pulang saya menyempatkan diri mampir ke pedagang aksesoris. Biasalah, emak-emak, selalu tidak tahan melihat barang-barang cantik. Di situ kami membeli beberapa jepit dan karet pengikat rambut.

Membeli aksesoris, dokumentasi pribadi

Menuju tempat parkir, kami harus melewati tempat kami senam tadi. Di lokasi senam pengunjung semakin banyak, irama lagu semakin menghentak dan tampak pesertanya banyak yang masih muda. Aih, cocok sekali dengan iramanya.

Di tempat parkir bergegas kami mengambil sepeda. Setelah mengucapkan terima kasih pada Mas parkir sepeda kami melaju keluar lokasi CFD di sepanjang jalan Semeru.

Tampak banyak pengunjung yang berdatangan, demikian pula yang pulang seperti kami. Ada yang sekedar berkeringat seperti kami, banyak pula yang pulang dengan membawa banyak belanjaan.

Ada yang datang dan pergi, di CFD. Ada yang datang untuk berkegiatan ataupun rehat dari segala kegiatan yang sudah dilakukan selama satu minggu.

Ya, meski banyak yang berubah dari waktu ke waktu, CFD tetap menjadi tempat rekreasi yang murah meriah bagi warga Malang setiap hari Minggu.

Semoga bermanfaat, salam Minggu pagi…😊

Sebuah Catatan Tentang Perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 H di Bumi Bintaraloka

Pagi ini udara terasa begitu dingin. Bulan Juni dan Juli seperti biasa selalu diwarnai dengan adanya ‘bedhidhing’ di Kota Malang. Sisa hujan yang turun semalam membuat banyak ruas jalan menjadi basah.

Jam masih menunjukkan pukul enam kurang sepuluh. Meski demikian, sudah banyak orang berada di jalanan dengan mengenakan busana muslim, atau mengenakan mukenah yang akan digunakan untuk sholat. Ya, hari ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1444 H.

Seperti halnya perayaan Hari Raya Idul Fitri, perayaan Idul Adha tahun ini juga tidak bersamaan. Sebagian teman kami melaksanakan sholat Id kemarin, dan sebagian lagi hari ini.

Tak apa, perbedaan adalah hal yang biasa, karena masing-masing punya dasar dan alasan sendiri.

Malam takbiran Idul Adha, Dokumentasi BBC SMP3

Perayaan Idul Adha di Bintaraloka hari ini diawali dengan pelaksanaan sholat Id di aula Bintaraloka satu. Sholat Id diikuti oleh sebagian Bapak/Ibu guru yang beragama Islam dan siswa kelas 7 dan 8.

Mengapa sebagian bapak/ibu guru? Ya, sebagian Ibu /Bapak guru melaksanakan sholat Id di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang.

Sholat Id di Kantor Dinas Pendidikan, dokumentasi Anna

Di tahun sebelumnya, sholat Id di sekolah selalu dilaksanakan di lapangan, tapi karena kondisi lapangan hari ini basah, sholat dilaksanakan di aula. Bertindak sebagai imam dan Khotib adalah Ustadz Dedi Novianto, S.PdI, M.PdI.

Dalam ceramahnya selain mengajak jamaah untuk selalu meningkatkan iman dan takwa, Ustadz Dedi juga mengajak semua untuk mengikuti teladan Nabi Ibrahim.

Ustadz Dedi Novianto, S.PdI, M.PdI, dokumentasi Bu Any

Sebagaimana kita ketahui bersama, peristiwa Qurban sangat erat kaitannya dengan sejarah Nabi Ibrahim Sang Khalilullah.

Ada dua hal yang harus kita teladani dari sejarah Nabi Ibrahim yaitu keberanian untuk menyatakan dirinya muslim sementara orang-orang sekitarnya masih memegang keyakinan paganisme, dan keberanian untuk berkata tidak pada ajakan orang-orang sekitarnya untuk menyembah berhala.

Sudah saatnya bagi kaum muslimin yang selalu menyebut nama Nabi Ibrahim setiap membaca sholawat melakukan renungan, sudahkah kita melaksanakan teladan Nabiyullah Ibrahim as?

Sesudah sholat Id, acara pagi itu dilanjutkan dengan ramah tamah di ruang guru. Ya, Ustadz Dedi adalah mantan guru PAI SMP Negeri 3 Malang dan sekarang beliau adalah pengawas PAI Kemenag Kota Malang.

Berfoto bersama sesudah sholat Id, dokumentasi BBC SMP3

Sekitar pukul sembilan acara penyembelihan hewan qurban dimulai. Tahun ini ada lima ekor sapi dan tiga ekor kambing yang disembelih di SMP Negeri 3 Malang.

Sesudah disembelih, daging kurban dipotong -potong, dikemas dalam tas kresek dan dibagi-bagikan pada yang berhak menerima.

Memotong daging qurban, dokumentasi Bu Any
Mengemas daging qurban, Dokumentasi Bu Any

Hampir semua guru dan TU terlibat dalam kepanitiaan Idul Adha. Ada yang bertugas di bagian penyembelihan dan pengemasan daging kurban, bagian distribusi, kebersihan , keamanan, konsumsi dan lainnya.

Sie konsumsi, Dokumentasi pribadi
Panitia dari perwakilan kelas, dokumentasi pribadi
Sarapan pagi anggota BDI, dokumentasi pribadi
Siap mengantar es goder, dokumentasi pribadi

Siswa yang terlibat dalam kepanitiaan berasal dari OSIS, BDI juga perwakilan masing-masing kelas 7 dan 8.

Banyak juga di antara panitia, terutama BDI, menginap di sekolah untuk melaksanakan takbiran di malam hari raya Idul Adha.

Sie konsumsi, dokumentasi pribadi

Kelancaran acara perayaan Idul Adha adalah berkat kerjasama yang sangat solid dari semua seksi yang ada.

Makan siang, dokumentasi pribadi
Makan siang, dokumentasi pribadi

Ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari sebuah perayaan Idul Adha,c mulai dari takbiran, sholat, penyembelihan, sampai pada pembagian daging qurban.

Melalui perayaan qurban kita tidak hanya diajak untuk melakukan ritual ibadah pada Allah SWT, namun juga lebih peduli pada orang-orang sekitar kita.

Dalam agama Islam ada dua macam kesalehan yang harus dimiliki oleh seorang muslim, yaitu kesalehan individual dan kesalehan sosial.

Bersama Amira dan Lili, panitia dari OSIS dan BDI, dokumentasi pribadi

Kesalehan individual atau ritual berkaitan dengan ibadah atau pengabdian diri kita pada Allah, sedangkan kesalehan sosial meliputi bagaimana kita membina hubungan baik dengan sesama manusia.

Dan dalam perayaan Idul Adha, kita semua diajak untuk lebih menghayati kedua kesalehan tersebut.

Semoga bermanfaat, salam Bintaraloka 😊

Classmeeting, Kegiatan Pasca PAT Bintaraloka Tahun Pelajaran 2022/2023

Apa kegiatan yang paling ditunggu siswa pasca ulangan semester?  Classmeeting tentu saja! Kegiatan yang paling disukai siswa di tiap akhir semester. Lewat kegiatan ini siswa bisa unjuk diri dan prestasi.

Kegiatan satu ini memiliki daya tarik yang begitu besar bagi siswa. Ya, semua anggota kelas pasti dilibatkan dalam classmeeting. Ada yang menjadi pemain, official ataupun supporter. Apalagi nomor-nomor yang dilombakan dalam classmeeting tahun ini cukup beragam.

Dari arena pertandingan basket, dokumentasi BBC

Geliat persiapan classmeeting sudah terasa sejak Minggu sore tanggal 18 Juni 2023. Hal tersebut bisa dilihat dari kedatangan beberapa pengurus OSIS ke sekolah sore itu. Menurut salah seorang dari pengurus OSIS, hari itu mereka hendak  mengecat papan skor untuk pelaksanaan classmeeting esok hari.

Kesibukan panitia classmeeting, Dokumentasi BBC

Nomor-nomor lomba maupun pertandingan yang diadakan dalam classmeeting tahun ini  adalah:
1. Futsal
2. Bulu tangkis
3. Basket
4. Volley
5. Tarik tambang
6. Supporter
7. Kelompen raksasa
8. Kebersihan kelas

Dari nomor bulutangkis, dokumentasi BBC
Pertandingan bulutangkis nomor ganda, dokumentasi BBC

Classmeeting berlangsung meriah. Siswa mengenakan kaos kelas masing masing sehingga suasana lapangan tampak berwarna-warni.

Nomor tarik tambang, dokumentasi BBC

Jerit maupun sorakan penonton berpadu jadi satu di lapangan. Ada yang gembira, juga ada yang kecewa. Namun demikian, sportivitas tetap jadi nomor satu. Ya, tidak ada kemenangan yang berarti tanpa kejujuran dan sportivitas.

Lomba kelompen, dokumentasi BBC
Lomba kelompen, dokumentasi BBC

Selama classmeeting berlangsung,  kesibukan panitia dari OSIS maupun pembina tampak demikian nyata. Mereka menjadi juri, juga membantu penyelenggaraan lomba.

Futsal, dokumentasi BBC

Sebenarnya apa saja manfaat yang bisa diambil dari kegiatan classmeeting? Banyak, di antaranya adalah:

1. Menurunkan ketegangan. Sesudah kegiatan Penilaian Akhir Tahun yang melelahkan, classmeeting adalah sarana yang murah dan menyenangkan untuk sekedar mengendorkan urat syaraf karena tegang selama PAT.

2. Menyalurkan bakat dan minat siswa. Tidak bisa dipungkiri banyak di antara siswa yang punya bakat di bidang-bidang tertentu namun belum bisa menampakkan bakat tersebut. Nah, classmeeting adalah salah satu wadah penyaluran minat dan bakat siswa.

3. Mencari bibit olahragawan yang berprestasi. Melalui berbagai pertandingan olah raga bisa diperoleh bibit-bibit yang berprestasi dalam bidang olah raga.

4. Meningkatkan keakraban antar siswa. Tentunya harus ada chemistry yang bagus antara pemain, official dan supporter dalam satu kelas. Dengan classmeeting keakraban antar siswa dalam satu kelas akan semakin meningkat. Tidak hanya dalam satu kelas, siswa antar kelas pun lebih bisa saling mengenal karena adanya classmeeting.

5. Melatih siswa untuk bersaing secara sehat. Melalui classmeeting ditanamkan jiwa persaingan yang sehat. Sportivitas dan kejujuran benar-benar dijunjung tinggi dalam pelaksanaan classmeeting.

Basket, dokumentasi BBC
Meriahnya supporter classmeeting, dokumentasi BBC
Supporter di lapangan basket, dokumentasi pribadi

Sesudah melalui beberapa tahap pertandingan, berikut adalah para pemenang classmeeting akhir tahun pelajaran 2022/2023 Bintaraloka :

1. Pertandingan Futsal (8)
    Juara 1  : 8.8
    Juara 2 : 8.4
    Pertandingan Futsal (7)
    Juara 1  : 7.4
    Juara 2 : 7.6
   
2. Pertandingan Basket (8)
    Juara 1  : 8.4
    Juara 2 : 8.7
   Pertandingan Basket (7)
    Juara 1  : 7.8
    Juara 2 : 7.5
   
3. Pertandingan Volley (8)
    Juara 1  : 8.4
    Juara 2 : 8.7
   
4. Pertandingan Tarik Tambang (8)
    Juara 1  : 8.6
    Juara 2 : 8.3
     Pertandingan Tarik Tambang (7)
    Juara 1  : 7.4
    Juara 2 : 7.9

5.  Pertandingan Bulutangkis (8)
    Juara 1  : 8.1
    Juara 2 : 8.8
     Pertandingan Bulutangkis (7)
    Juara 1  : 7.2
    Juara 2 : 7.1

6. Lomba Kelompen (8)
    Juara 1  : 8.7
    Juara 2 : 8.1
    Lomba Kelompen (7)
    Juara 1  : 7.8
    Juara 2 : 7.2
   
7.  Lomba Supporter 
    Juara 1  : 8.6
    Juara 2 : 7.1
   
8. Lomba Kebersihan kelas 
    Juara 1  : 8.7
    Juara 2 : 7.6

Akhirnya selamat kepada para pemenang.  Semoga bibit-bibit olah raga yang berprestasi akan semakin banyak tumbuh di Bintaraloka dan ke depan prestasi kalian semua akan semakin gemilang.

Salam Bintaraloka

Gelar Penyerahan Kembali Siswa Kelas 3.6 dan 2.4 SMP Negeri 3 Malang Tahun Pelajaran 2022/2023

Jam sudah mulai menunjukkan pukul tujuh. Sepagi itu, Hotel Harris yang berlokasi di Riverside ini sudah mulai diramaikan oleh kedatangan siswa, guru, panitia maupun undangan.

Ya, Minggu pagi itu tanggal 18 Juni 2023 diadakan acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas 3.6 dan 2.4 SMP Negeri 3 Malang (wisuda siswa) tahun pelajaran 2022/2023.

Sebagian panitia wisuda, dokumentasi pribadi

Sebuah acara yang demikian meriah. Persiapan pelaksanaan wisuda sudah dilaksanakan dengan cermat beberapa hari sebelumnya. Dan puncak persiapan adalah gladi bersih wisuda yang dilaksanakan pada hari Sabtu sore hingga malam hari di Hotel Harris pada tanggal 17 Juni 2023.

Suasana gladi bersih wisuda, dokumentasi pribadi
Suasana gladi bersih, dokumentasi pribadi
Gladi bersih paduan suara, Dokumentasi pribadi

Karena lokasi Hotel yang lumayan jauh, saat gladi bersih untuk menuju lokasi disediakan beberapa bus.

Bus menjemput siswa dari SMP Negeri 3 Malang, mengantar ke Hotel Harris, dan kembali lagi ke sekolah usai gladi bersih.

Acara wisuda pagi itu diawali dengan kirab semua bapak/ibu guru pengajar dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dipimpin Ibu Maria

Ibu Maria memimpin lagu Indonesia Raya, dokumentasi Bu Any

Dalam acara wisuda pagi itu tampak benar taburan talenta bintang- bintang Bintaraloka dan alumninya. Hal tersebut bisa dilihat dari tampilan olah vokal dari Kirana, Andin, Egita, Falasifa, Gabrily, Graciela, juga beberapa grup band baik dari kelas 3.2, 3.4 maupun 3.6.

Lagu Anganku dan Anganmu, Dokumentasi pribadi
Kirana, Andin dan Jason, dokumentasi pribadi
Penampilan Falasifa, dokumentasi pribadi
Penampilan Gabrily, Dokumentasi pribadi
Tampilan salah satu band, dokumentasi pribadi

Tampilan tari juga tak kalah menarik. Adalah tari Padma Kembang Tugu yang dibawakan demikian lincah namun gemulai oleh tiga orang siswa, juga tari Wonderful Indonesia yang demikian enerjik.

Tari Padma Kembang Tugu, dokumentasi pribadi
Tari Wonderful Indonesia, dokumentasi Bu Maria

Selain kirab Bapak/ibu guru, yang sangat menarik adalah kirab lima belas besar dari kelas 3.6.1 hingga 3.6.8 , juga kelas 2.4. Peraih lima belas besar mendapatkan penghargaan juga hadiah dari sekolah dan panitia penyelenggara wisuda.

Parade 15 besar, dokumentasi pribadi

Wajah-wajah bahagia terpancar dari para siswa yang diwisuda juga para orang tua yang hadir pagi itu.

Pembawa acara Mister Sony dan Ibu Galuh juga membacakan berbagai prestasi non akademik yang diperoleh siswa.

Mister Sony dan Bu Galuh pembawa acara, dokumentasi pribadi

Pagi itu berbagai sambutan juga disampaikan. Di antaranya adalah sambutan Bapak Kadinas Pendidikan, Bapak Pengawas, Kepala SMP Negeri 3 Malang, Ibu Ketua Komite, Perwakilan orang tua, Perwakilan kelas 9 juga perwakilan kelas 3.2 dan 3.4.

Dalam sambutannya ketua panitia wisuda Ibu Nuke Limanov, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua wali murid. Karena tanpa dukungan dan partisipasi tersebut wisuda tidak akan berjalan lancar.

Sambutan Ibu Ketua Panitia tampak dari layar LCD, depan LCD adalah tim paduan suara, dokumentasi pribadi
Sambutan perwakilan kelas 3.6 oleh Dinar, dokumentasi pribadi
Ibu Ketua Komite sebelum memberikan sambutan, dokumentasi pribadi

Sedangkan Bapak Pengawas menerangkan
tentang pentingnya mengenali potensi diri. Dengan mengetahui potensi diri siswa akan bisa berkembang lebih baik dan mencapai prestasi yang diharapkan.

Cara mengetahui potensi diri adalah fokus pada kelebihan kita dan berusaha terus mengembangkannya.

Sambutan perwakilan kelas 3.2 dan 3.4 oleh Amirah, Dokumentasi pribadi

Prosesi wisuda dilaksanakan dengan pengalungan gordon oleh ibu Kepala Sekolah, lalu foto bersama antara Ibu Kepala Sekolah, siswa dan wali kelas. Prosesi diiringi oleh paduan suara dan karawitan secara bergantian.

Pengalungan Gordon oleh Ibu Kepala Sekolah, dokumentasi Bu Catur
Berfoto bersama, dokumentasi pribadi
Karawitan mengiringi acara prosesi, dokumentasi pribadi

Usai prosesi wisudawan dan wisudawati mengucapkan janji, kemudian menyanyikan lagu Mars SMP 3 dan Hymne Guru.

Imraan memimpin lagu Mars SMP3 dan Hymne guru, dokumentasi Bu Maria

Dalam acara pagi itu, penyerahan kembali siswa dari sekolah kepada orang tua diwakili oleh Khuluqin kelas 3.6.7 dan Azaria kelas 3.6.3.

Hadir juga dalam wisuda adalah Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Malang yang memberikan selempang pada dua orang siswa angkatan 2023, sebagai tanda bahwa siswa kelas 3.6 sejak hari itu resmi menjadi anggota alumni Bintaraloka atau B23.

Mendapat selempang alumni, dokumentasi pribadi

Acara wisuda diakhiri dengan penayangan video Rectoverso dan flashmob bersama semua siswa dan guru.

Acara yang begitu meriah dan penuh warna Suksesnya acara wisuda adalah berkat sinergi yang begitu manis antara pihak sekolah dan orang tua, juga kerja keras panitia baik dari orang tua, guru maupun siswa.

Panitia dari siswa, dokumentasi pribadi
Siswa dan orang tua, dokumentasi pribadi
Guru berfoto sesudah wisuda, dokumentasi Bintaraloka

Harapan semuanya semoga setelah wisuda semua siswa bisa melanjutkan ke sekolah yang diinginkan, dan ke depan mereka bisa mengukir prestasi yang membanggakan.

Salam Bintaraloka 😊

Rectoverso, sebuah tayangan di akhir wisuda