Dari Arena Masa Orientasi Pramuka Bintaraloka 2023

Jumat siang itu terasa lebih sibuk dari biasanya. Beberapa siswa datang ke sekolah dengan seragam pramuka lengkap, ransel dan tak lupa tongkat.

Yap, hari itu akan dilakukan kegiatan Masa Orientasi Pramuka di Bintaraloka.

Pengarahan Kak Gerry pada para peserta, dokumentasi Gerry

MOP adalah kegiatan pramuka yang dilakukan setiap awal tahun pelajaran. Lewat MOP dilaksanakan pembinaan terhadap siswa dalam membentuk watak kepramukaan, sehingga akhirnya akan terbentuk sikap, mental, dan perilaku yang kondusif untuk menancapkan visi serta
misi sekolah di dalam kehidupan mereka sehari-hari, sehingga akhirnya akan menjadi insan yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.

Petugas MOP dari Dewan Galang, dokumentasi pribadi

Tema MOP  tahun pelajaran 2023/2024 ini adalah Membangun
Jiwa Pramuka yang sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka, yaitu Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, Patriot yang sopan dan kesatria, Patuh dan suka bermusyawarah, Rela menolong dan tabah, Rajin, terampil dan gembira, Hemat, cermat, dan bersahaja, Disiplin, berani, dan setia, Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Peserta MOP kelas tujuh, dokumentasi pribadi
Peserta MOP putri, dokumentasi pribadi

MOP tahun ini dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu 21-22 Juli , dan diikuti oleh 280 peserta pramuka kelas 7, 36 orang  dewan galang, 3 orang pembina serta 27 orang guru pendamping.

Apel pembukaan MOP, dokumentasi pribadi

Apel pembukaan MOP dilaksanakan sekitar pukul 14.00 dengan pembina Kak Herianto. Setelah pembukaan acara acarapun mulai dilaksanakan. Mulai dari pendirian tenda, pemberian materi, kegiatan rohani,  pentas seni, jelajah malam, senam pagi dan tapak sehat, serta ketangkasan.

Para guru pendamping, dokumentasi Bintaraloka

Dalam acara MOP juga diadakan berbagai lomba. Di antaranya adalah lomba ketangkasan, penampilan pensi terbaik, yel-yel, tenda terbaik juga student of the scout.

Suasana makan malam, dokumentasi Ahfi

Nuansa gembira, keakraban, gotong royong benar benar terasa. Ya, kekompakan dan kebersamaan dalam satu regu benar benar tampak. Utamanya saat makan bersama, mendirikan tenda, juga berbagai kegiatan yang lain.

Salah satu tenda putra, dokumentasi Ahfi

Hari Sabtu siang MOP diakhiri dengan apel penutupan. Bertindak sebagai pembina apel adalah Kak Hertika.
Setelah dipastikan kondisi sekolah sudah bersih seluruh peserta bisa meninggalkan sekolah untuk kembali ke rumah masing-masing.

Dalam tenda putri, dokumentasi Ahfi
Dalam tenda putri, dokumentasi Ahfi

Dua hari yang penuh kesan. Semoga dengan kegiatan MOP tercipta generasi yang berjiwa Pramuka dan menghayati serta mengamalkan Dasa Dharma dalam perilaku keseharian mereka.

Salam Pramuka…😊

Gebyar Ekstrakurikuler, Pentas Aksi yang Selalu Dinanti

Kegiatan apa yang paling menarik siswa dari seluruh rangkaian kegiatan MPLS? Gebyar Ekstrakurikuler pastinya!

Ya, kegiatan satu ini memang sangat dinanti. Kegiatan yang merupakan ajang bagi setiap ekstrakurikuler untuk menunjukkan performa terbaiknya di depan para siswa baru.

Aksi ekstrakurikuler band, dokumentasi Gusti Ali

Tujuannya jelas. Untuk menarik minat dan memberikan gambaran pada siswa baru kegiatan apa yang kiranya bisa dipilih sesuai dengan minat bakat mereka.

Kegiatan gebyar ekstrakurikuler dilaksanakan di akhir kegiatan MPLS. Di samping untuk menarik minat siswa, sekaligus untuk mencairkan segala ketegangan ataupun rasa lelah yang mungkin timbul saat MPLS.

Pembawa acara gebyar Ekstrakurikuler, dokumentasi pribadi

Dalam kegiatan gebyar ekstrakurikuler yang dilaksanakan Kamis siang itu, tampak bahwa tiap ekstra sudah melakukan latihan sungguh-sungguh dan mengirimkan personil-personil terbaik mereka.

Persiapan gebyar Ekstrakurikuler, dokumentasi pribadi
Jelang gebyar Ekstrakurikuler , dokumentasi pribadi

Kegiatan gebyar ekstrakurikuler dilaksanakan di lapangan basket juga lapangan volly. Kegiatan dikoordinir oleh kesiswaan dengan dibantu oleh para pengurus OSIS.

Aksi Pramuka, dokumentasi pribadi

Penonton tampak antusias melihat tampilan dari peserta gebyar. Penonton tidak hanya dari kelas tujuh, tapi juga kelas delapan dan sembilan.

Beberapa kali terdengar applaus, apalagi sesudah tampilan memikat dari berbagai ekstrakurikuler seperti pramuka, PMR, paduan suara, karate, teater, tari , paskibra, band dan yang lain.

Penonton tampak antusias, dokumentasi pribadi
Aksi paskibra, dokumentasi pribadi
PMR, dokumentasi pribadi

Harapannya sesudah menyaksikan gebyar ekstrakurikuler ini siswa sudah tidak ragu lagi menentukan kegiatan ekstrakurikuler yang akan ditekuni.

Lantunan indah paduan suara, dokumentasi pribadi

Ya, jangan menganggap remeh kegiatan ekstrakurikuler. Sebagai salah satu kegiatan di pembelajaran di sekolah ekstrakurikuler memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah:

  1. Membentuk Karakter
    Dengan mengikuti ekstrakurikuler, siswa dilatih untuk bertanggung jawab, bisa mengatur waktu, mandiri, kerja keras , juga mampu bekerja sama.
  2. Melatih bersosialisasi
    Melalui ekstrakurikuler, siswa bisa berkenalan dengan siswa dari kelas lain bahkan dari sekolah lain juga.
  3. Mengasah Bakat dan Minat Siswa
    Setiap siswa pasti mempunyai bakat san minat yang berbeda satu dan yang lain
    Melalui ekstrakurikuler bisa dilakukan asah minat dan bakat siswa pada bidang tertentu.
  4. Refreshing
    Melalui kegiatan ekstrakurikuler suswa bisa berkenalan dengan siswa yang lain dan melakukan kegiatannyang disenangi bersama-sama. Sebuah cara sederhana untuk melakukan refreshing.
  5. Meningkatkan Prestasi
    Lewat kegiatan ekstrakurikuler, siswa mempunyai kesempatan untuk mengikuti berbagai event lomba dan selalu meningkatkan prestasi yang dimiliki.
Aksi basket, dokumentasi Gusti Ali
Aksi futsal, dokumentasi Gusti Ali

Nah, bagaimana? Sudahkah kalian memilih kegiatan ekstrakurikuler yang akan diikuti? Ayo semangat berlatih, bersenang-senang dan meraih prestasi lewat ekstra yang akan kalian ikuti..

Salam Bintaraloka 😊

Taman Langit, Keindahan di Ketinggian Berbalut Dongeng dan Fantasi

Usai berjalan- jalan dan mengamati para penerbang paralayang, kami segera melanjutkan perjalanan ke Taman Langit.
Apa yang tergambar dalam benak kita saat mendengar nama Taman Langit? Benar.. sebuah keindahan di tempat yang begitu tinggi.

Menuju Taman Langit, dokumentasi Buz

Taman Langit yang merupakan destinasi terakhir jalan-jalan di Pujon ini menyimpan keindahan yang luar biasa. Istimewanya disamping indah dan banyak spot foto menarik, Taman Langit mempunyai keunikan yaitu pengunjung diajak masuk dalam dunia fantasi atau dunia dongeng.

Yang khas dari Taman Langit adalah banyaknya patung besar yang di dalamnya menyimpan kisah-kisah tertentu.

Gapura Taman Langit, dokumentasi Buz
Dua Garuda besar yang siap ‘mengawal’ perjalanan kami, dokumentasi Buz

Tidak jauh dari gapura, ada dua patung garuda di kiri kanan kami. Keduanya seolah siap mengawal kami untuk mengeksplor keindahan di dalam Taman Langit.

Jalan berpaving dengan kiri kanan penuh dengan bunga benar- benar terasa menyejukkan mata. Semua tertata apik dan cantik.

Semua tertata apik dan cantik di Taman Langit, dokumentasi pribadi
Duduk menikmati keindahan Taman Langit, dokumentasi Buz

Kami mulai berfoto dengan back ground patung patung yang ada di Taman Langit. Ya iyalah… Berfoto adalah acara wajib saat dolan kemana saja.

Tidak semua tempat bisa kami eksplor. Ya, hari semakin sore. Ini juga destinasi ketiga, tentunya kaki sudah terasa pegal-pegal. Ini bisa ditandai dengan berkali-kali kami duduk menikmati alam sekitar dan menyesap keindahan Taman Langit yang luar biasa.

Menyesap keindahan Taman Langit dalam diam, dokumentasi pribadi
Mas Rudy, driver dan fotografer kami menikmati keindahan Taman Langit, dokumentasi pribadi

Dari sekian banyak patung yang ada, beberapa di antaranya yang sempat kami kunjungi adalah :

Satu : Tigan Sigar Menga (Telur Pecah), yang menggambarkan tentang kelahiran Sanghyang Antaga (Batara Togog), Sanghyang Ismaya (Batara Semar) dan Sanghyang Manikmaya (Batara Guru). Kisah yang sangat akrab dengan masyarakat Nusantara.

Cerita tentang Tigan Sigar Menga, dokumentasi pribadi
Berfoto di Tigan Sigar Menga, dokumentasi Buz

Dua : Dwala Hamsaria (Angsa Putih yang Anggun). Kehadiran angsa di sini adalah pengingat bahwa zaman dahulu di sekitar gunung ini banyak terdapat angsa. Dalam berbagai dongeng disebutkan bahwa angsa putih adalah binatang surgawi yang dicintai para dewa. Kepak sayap angsa putih melambangkan perjalanan ke surga menuju alam keabadian.

Bersama angsa putih , dokumentasi Buz

Tiga: Batari Lengleng Mulat (Dewi Lengleng Mandanu). Patung ini menceritakan salah satu bidadari dalam cerita Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari. Bidadari ini demikian cantik dan penuh pesona sehingga di Kahyangan pun ia menjadi rebutan para dewata.

Menari bersama Batari Lengleng Mulat, dokumentasi Buz

Selain cantik Batari Lengleng Mulat juga penuh perhatian dan kasih sayang pada sesama. Ini ditunjukkan dengan gerakan tangannya menyapa burung dan tangan satunya seolah siap mengajak bergandengan tangan siapa saja.

Masih banyak patung yang lain. Bukan dari khazanah dongeng Nusantara saja, bahkan dari luar negeri, seperti adanya patung Tinker Bell di Taman Langit.

Berfoto bersama di salah satu sudut Taman Langit, dokumentasi Buz
Sudut yang sayang untuk tidak diabadikan, dokumentasi Buz

Kami terus menyusuri jalan berpaving. Berfoto dan berfoto. Semua tampak begitu indah dan sayang jika tidak diabadikan.

Kabut mulai turun, dokumentasi pribadi

Menjelang pukul empat kabut mulai muncul. Bergegas kami akhiri perjalanan di Taman Langit, dan kami langsung menuju mobil.

Hmm, perjalanan sehari yang begitu manis

Selamat tinggal Santerra, Cafe Sawah, Paralayang Batu dan Taman Langit… Insya Allah kami akan segera remidi..

Salam jalan-jalan…😀

Baca juga:

Paralayang, Melihat Keindahan Kota Batu dari Atas Ketinggian

Masih dalam rangkaian jalan-jalan bersama dolan_4six, tulisan kali ini akan menceritakan pengalaman jalan-jalan kami ke Paralayang Batu.

Perjalanan yang sangat berkesan, karena mata benar-benar dimanjakan oleh berbagai pemandangan alam yang indah menakjubkan.

********

Azan Ashar baru saja berkumandang ketika mobil kami memasuki tempat parkir Paralayang Batu yang terletak di kawasan Gunung Banyak. Hawa terasa demikian sejuk dan bersama sama kami terus menyusuri tangga naik menuju lokasi

Dari berbagai sumber diperoleh keterangan bahwa tempat wisata ini berada di ketinggian 1315 mdpl, sehingga hawanya begitu sejuk.

Menuju Paralayang Batu, Dokumentasi pribadi

Paralayang Batu adalah salah satu tempat paralayang terbaik di Indonesia. Yang menjadi ciri khasnya adalah lintasannya yang panjang dan pemandangan yang begitu indah di sekitarnya.

Berfoto dekat Paralayang Batu, dokumentasi pribadi

Ya, dari atas ketinggian kita bisa melihat panorama pegunungan yang mengelilingi kota Batu. Benar-benar menakjubkan.

Persiapan terbang, dokumentasi pribadi

Karena tidak puas melihat dari jauh kami mencoba melihat para wisatawan yang mencoba naik paralayang ini. Wih, benar-benar sebuah olah raga yang memerlukan keberanian tinggi.

Terbang dengan didampingi tandem, dokumentasi pribadi

Betapa tidak? Bergantungan sendiri di angkasa dengan badan terombang-ambing oleh angin. Sementara arah paralayang hanya bisa dikendalikan oleh gerakan dua tangan kita.

Melihat dari dekat persiapan para penerbang paralayang membuat kami tahu betapa rumit dan hati-hati persiapan yang harus dilakukan sebelum terbang dengan paralayang.

Persiapan salah seorang penerbang paralayang, dokumentasi pribadi

Dilansir dari IDN Times ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum terbang dengan paralayang. Hal tersebut adalah:

  1. Perhatikan cuaca. Yang harus dicermati meliputi kecepatan angin dan awan. Kecepatan angin yang ideal untuk olahraga paralayang antara 0 s.d. 25 km per jam. Melalui kondisi awan bisa dilihat apakah akan terjadi hujan atau badai. Semakin berawan, harus semakin hati-hati berparalayang.
  2. Perhatikan parasut. Ada berbagai macam ukuran parasut. Pilih ukuran parasut sesuai dengan berat badan.
  3. Lakukan manuver sesuai kemampuan.
  4. Perhatikan kondisi kesehatan. Penerbang paralayang harus dalam kondisi sehat dan tidak boleh berada di bawah pengaruh minuman beralkohol

Bagi wisatawan yang berani mereka bisa terbang sendiri, sedangkan bagi yang tidak berani (pemula) disediakan tandem yang menemani mulai dari terbang sampai mendarat lagi.

Berfoto di jalan menuju Paralayang Batu, dokumentasi pribadi

Aha……Berani coba? 😀

Baca juga :

Cafe Sawah, Sensasi Makan Bersama di antara Cantiknya Hamparan Sawah

Waktu kira- kira menunjukkan pukul setengah satu siang ketika mobil kami memasuki kawasan Cafe Sawah. Langit mulai meredup, tidak sepanas tadi ketika kami meninggalkan Santerra de Laponte.

Berfoto dekat pintu masuk Cafe Sawah, dokumentasi pribadi

Cafe Sawah Pujon Kidul berlokasi di Desa Wisata Pujon Kidul, Pujon, Malang, Jawa Timur. Kawasan ini termasuk wilayah Desa Wisata Pujon Kidul.

Jalan menuju kawasan Cafe Sawah dipenuhi oleh pedagang yang menjual aneka baju, cindera mata, aneka sayur, buah, hasil bumi juga aneka makanan.

Pintu masuk Cafe Sawah, dokumentasi pribadi

Ya, Pujon yang terletak di dataran tinggi terkenal sebagai penghasil sayuran dan buah-buahan. Karenanya di kiri kanan jalan banyak dijual brokoli, wortel, jeruk, sawi, kentang, terong, cabe, tomat, bahkan bentul dan jahe.

Penjual pohon keju, dokumentasi pribadi

Sebelum masuk Cafe Sawah kami mampir untuk membeli pohong keju dan tahu. Mbak penjual pohong bercerita bahwa Cafe Sawah dibuka sampai sekitar jam setengah enam sore. Dan selama liburan ini pengunjung demikian banyak.

Perjalanan dilanjutkan. Kami melewati tempat wisata petik sawi. Tampak di situ beberapa anak dengan dipandu para petani diajak untuk memetik sawi.

Wisata petik sawi, dokumentasi pribadi

Sampai di bagian dalam Cafe Sawah, kami langsung menuju tempat makan. Berbagai hidangan disajikan di sini dengan nuansa yang begitu akrab.

Wisata petik sawi, dokumentasi pribadi
Menuju tempat makan, dokumentasi pribadi

Kami bisa mengambil sendiri hidangan yang sangat familiar dengan keseharian kami. Nasinya ada tiga macam, nasi putih, nasi jagung dan nasi empog. Sementara pendamping nasi adalah urap, karedok, sayur pedas, sayur tewel, sayur belalo, bakwan, mendol , ayam goreng dan banyak lagi. Pendeknya semua lezat dan sedap.

Aneka hidangan yang akrab di lidah, dokumentasi pribadi

Saya sendiri mengambil nasi empog, tewel, belalo, mendol, telor dan sambal. Subhanallah.. mantap sekali rasanya. Ditambah dengan minumnya sari jeruk hangat.

Pemandangan cafe sawah dari tempat makan, dokumentasi pribadi

Makan siang kali ini benar benar terasa beda. Tentu saja, makan bersama sambil melihat hamparan sawah di kaki gunung memiliki sensasi tersendiri. Aih, sungguh nikmat Tuhan yang mana yang akan kamu dustakan?

Kolam dengan ikan yang besar dan jinak, dokumentasi

Setelah makan kami berfoto foto sebentar. Sejuknya hawa, indahnya sawah dan kecipak ikan di kolam, sungguh pemandangan yang menyegarkan mata.

Dekatvkolam ikan Cafe Sawah , dokumentasi pribadi

Acara terakhir adalah … belanja. Nah, ini acara yang sangat menyenangkan. Segarnya sayuran dan aneka hasil bumi membuat kami ingin membeli apa saja.

Penjual bentul, dokumentasi pribadi
Berbelanja aneka sayuran, dokumentasi pribadi
Puas berbelanja, dokumentasi pribadi

Di antara teman-teman ada yang membeli tomat, sawo, bentul, klampok, mangga dan slada. Saya sendiri membeli tomat dan terong. Wah, bisa dibayangkan bagian belakang mobil langsung penuh usai belanja di kawasan Cafe Sawah.

Matahari semakin turun ke barat. Explore di Cafe Sawah berakhir, dan saatnya kami meneruskan perjalanan ke Paralayang dan Taman Langit…

Salam jalan-jalan…😀

Baca juga :