Latihan PBB, Sebuah Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Bintaraloka

Matahari bersinar lembut. Hawa pagi terasa begitu dingin. Beberapa hari ini cuasa begitu dingin di Malang. 

Kata orang jika di daerah-daerah ada dua musim yaitu musim hujan dan kemarau, maka di Malang ada tiga musim yaitu kemarau, hujan dan bediding.

Ya, satu hal istimewa menjadi pelajar di kota Malang adalah tahun ajaran baru selalu ditandai dengan adanya bediding.

Meski begitu, dinginnya hawa tidak mengurangi semangat orang-orang yang  berkegiatan di area Rampal. Banyak orang berolah raga ataupun melakukan kegiatan yang lain. Seperti halnya siswa kelas sembilan yang akan melakukan kegiatan PBB pagi ini.

Mengikuti pengarahan dari Bapak TNI, dokumentasi pribadi Meiy

Selama siswa kelas tujuh melakukan MPLS, kelas delapan dan sembilan melakukan kegiatan  Pramuka aktualisasi dan penguatan pendidikan karakter.

PBB adalah salah satu dari rangkaian kegiatan Pembinaan Karakter bagi siswa kelas sembilan. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 07.00 hingga 11.30 wib ini diikuti seluruh siswa dengan  pelatih  dari TNI Dodik (Depo Pendidikan) Belanegara.

Setelah melakukan presensi dan mendapat sedikit pengarahan dari guru pendamping, kegiatan PBB dimulai. Seluruh siswa yang berjumlah kira-kira 280 orang dibagi dalam lima regu yaitu A,B, C, D dan E. Setiap regu dilatih oleh satu orang TNI.

Presensi, dokumentasi pribadi

Berbagai aba-aba dan petunjuk yang diberikan oleh Bapak bapak TNI membuat siswa begitu bersemangat. Rasa dingin yang menyergap sejak tadi langsung hilang begitu saja.

Pembagian regu, dokumentasi pribadi

Sebagai salah satu kegiatan yang di adakah sekolah di masa MPLS, PBB mempunyai banyak manfaat. Di antara berbagai manfaat kegiatan ini adalah:

Siap mengikuti kegiatan PBB, dokumentasi pribadi

1. Menumbuhkan rasa disiplin. Dengan baris-berbaris siswa bisa belajar disiplin karena harus mendengarkan dan menjalankan aba-aba yang diberikan. 

2. Menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas dan setia kawan. Pelatihan baris berbaris bisa menumbuhkan rasa kebersamaan di antara peserta karena mereka harus bekerja dan bergerak bersama dalam satu komando.

Para guru pendamping , dokumentasi pribadi

3.Meningkatkan daya konsentrasi. Baris berbaris membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi, mulai dari mendengarkan setiap instruksi yang diberikan hingga bergerak sesuai dengan aba-aba.

Ikut terlibat dengan kegiatan ini adalah para petugas dari OSIS yang stand by bersama para guru pendamping.

Bersama petugas dari OSIS , dokumentasi pribadi

Akhirnya semoga siswa kelas sembilan bisa mengikuti kegiatan PBB ini dengan sungguh-sungguh sehingga berbagai manfaat baik bisa mereka peroleh, utamanya untuk membina diri menjadi siswa yang disiplin dan berkarakter baik.

Pamer Karya Siswa, Wujud Sinergi Orang Tua dan Sekolah untuk Pembelajaran Bermakna

Akhir semester selalu ditandai dengan penerimaan rapor pada siswa oleh orang tua. Setelah belajar selama satu semester tentunya orang tua ingin mengetahui pencapaian dari putra putrinya, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Karenanya penerimaan rapor selalu disambut dengan antusias, lebih lebih rapor semester genap.

Persiapan pameran, dokumentasi paguyuban

Di masa penerapan kurikulum merdeka ini, gempita penerimaan rapor akhir semester banyak ditandai dengan perayaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. 

Saat itu dilakukan pameran berbagai macam produk yang dihasilkan selama pelaksanaan kegiatan projek. 

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila, yang meliputi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

Berbagai karya siswa, dokumentasi paguyuban

Pelaksanaan projek difokuskan pada pembentukan karakter siswa, dan berbagai produk yang dihasilkan adalah sarana untuk pembentukan karakter tersebut.

Ada hal yang menarik dari pelaksanaan pameran karya ini.

Dua hari yang laku saya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah satu orang tua siswa tentang pelaksanaan Pamer Karya siswa kelas satu SD Negeri Lowokwaru 2 Malang.

Pameran yang bertajuk Kreasi dan Inovasi Untuk Lestarikan Bumi ini menampilkan berbagai karya siswa setelah mengikuti kegiatan projek  di semester dua.

Pamer Karya dilaksanakan di halaman sekolah. Sejak pagi di sepanjang jalan menuju tempat pengambilan rapor sudah ditata meja-meja dengan taplak batik untuk display berbagai karya siswa. 

Berbagai karya siswa, dokumentasi paguyuban

Penataan tampak demikian cantik. Penataan dilaksanakan bersama oleh guru, siswa  juga  paguyuban orang tua.

Dimensi projek yang diambil adalah gaya hidup berkelanjutan dan difokuskan pada recycle sampah.

 Sebagaimana kita ketahui dalam pengelolaan sampah kita kenal adanya 4R yang meliputi reduce, reuse, replace dan recycle, dan projek kelas satu ini ditekankan pada pembuatan barang dari bahan bahan yang sudah tidak terpakai (recycle).

Produk yang ditampilkan tampak demikian cantik. Berbagai model tempat pensil dari kertas koran atau karton bekas ataupun bermacam macam bunga tampak di sana.  Setiap produk dikemas plastik dan diberi nama siswa.

Produk lumayan banyak karena yang didisplay adalah karya siswa kelas satu A, B dan C.

Pagi itu, pada setiap orang tua yang datang diberikan bunga yang terbuat dari kertas.  Setelah berkeliling melihat pameran karya, orang tua dipersilakan mengambil rapor dan konsultasi  ke wali kelas berkaitan dengan pembelajaran putra-putrinya di sekolah.

Bunga kertas, dokumentasi paguyuban

Sebelum pulang, orang tua mengambil karya putra- putrinya yang dipamerkan tadi untuk dibawa pulang. Sebuah ide yang sangat bagus, karena sering juga hasil karya siswa baik melalui kegiatan pembelajaran biasa maupun projek ‘numpuk’ di sekolah dan tidak terpakai.

Sebuah kerja yang luar biasa. Ada banyak pelajaran berharga dari penyelenggaraan pameran karya ini. Bagi siswa, selain bisa untuk meningkatkan kesadaran tentang pengolahan sampah, pameran ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan karena karya mereka diapresiasi.

Bagi orang tua dan guru, mereka bisa meningkatkan sinergi, saling mendukung guna terciptanya pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna di sekolah. 

Semoga bermanfaat dan salam edukasi..:)

Bintaside Out, Kompetisi, Gali Potensi dan Jalin Keakraban di Antara Siswa

Masa ujian telah usai. Masa perbaikan pun telah menyusul. Kini, tibalah masa yang paling dinantikan seluruh warga sekolah, masa classmeeting.

Jerit dan teriakan siswa baik sebagai pemain maupun suporter begitu mewarnai suasana. Siswa dengan baju kaos kelas berwarna warni tampak begitu bersemangat dengan keringat sehabis pertandingan. Luar biasa. 

Siswa siap mengikuti pertandingan basket, dokumentasi pribadi
Siswa dengan warna warni kaos kelasnya, dokumentasi pribadi

Sebagai guru saya biasanya sibuk dengan koreksi atau nilai rapor saat classmeeting. Tapi karena kelas sembilan sudah menerima SKL dan rapor kali ini saya bisa lebih leluasa melihat kegiatan ini bahkan mengadakan perbincangan dengan beberapa siswa.

Adapun berbagai lomba yang diselenggarakan adalah basket, futsal, kasti, badminton, tarik tambang dan voli.

Pertandingan volley, dokumentasi pribadi
Pertandingan kasti, dokumentasi OSIS
Badminton, dokumentasi OSIS
Futsal, dokumentasi OSIS

Classmeeting kali ini mengambil tema Bintaside out, yang artinya Bintaraloka inside out. Maknanya,  setiap siswa di Bintaraloka mempunyai sisi kelebihan atau potensi yang masih tersimpan dan bisa diekspresikan dalam acara classmeeting ini.

Briefing sebelum pertandingan, dokumentasi pribadi
Pertandingan basket, dokumentasi pribadi

Diungkapkan oleh Hasna dan Chalyza, tujuan Classmeeting ini disamping untuk menggali potensi siswa dalam berbagai bidang oleh raga, juga bisa menjadi sarana refreshing setelah sekian lama bergelut dengan berbagai macam ulangan dan SAS.

Di samping itu kegiatan ini juga bisa meningkatkan kekompakan, menjalin keakraban, meningkatkan sportifitas dan mengajak siswa berkompetisi secara sehat.

Panitia pertandingan, dokumentasi pribadi
Panitia dari OSIS, dokumentasi pribadi
Panitia pertandingan, dokumentasi pribadi

Panitia lomba dari OSIS tampak stand by di tepi lapangan pertandingan. Penonton yang melihat pertandingan dari atas juga begitu interest.

Petugas UKS, dokumentasi Adzraa

Yang  tidak bisa diabaikan di masa classmeeting juga adalah peran dari para petugas di UKS. Menurut keterangan Adzraa dan teman-temannya setiap hari ada sekitar 10-15 siswa yang datang ke UKS karena luka atau pusing, dan siswa yang bertugas siap melayani mereka.

Penonton pertandingan, dokumentasi pribadi

Matahari semakin naik, jam sudah menunjukkan pukul 11, tapi semangat pemain dan animo penonton masih begitu tinggi.

Ada teriakan pemberi semangat, ada pukulan genderang, termasuk juga jerit senang atau juga kecewa ketika regu yang dijagokan berhasil  atau gagal  mencetak poin nilai.

Penonton pertandingan, dokumentasi pribadi
Di tepi lapangan volley , dokumentasi pribadi
Siap menjadi supporter , dokumentasi pribadi

Akhirnya semoga classmeeting kali ini tidak hanya berhasil mencari bibit olahraga yang baru, tapi juga bisa menjadi sarana menanamkan kompetisi yang sehat dan menjalin keakraban di antara siswa.

Ayo, semangat Bintaraloka 😊 

Titah Gayatri, Sang Petarung di Atas Papan Hitam-Putih

Namanya Titah Gayatri. Jika melihat sekilas dari perawakannya saja, banyak orang mungkin akan berpikir ia hanya siswi SMP biasa, sedang berharap-harap cemas akan masuk SMA mana. Akan tetapi, tidak akan ada yang menyangka bahwa di balik tubuh gadis mungil tersebut, tersimpan segudang prestasi yang ia telah pupuk sejak dini, siap dituai sewaktu-waktu.

Berawal dari medali perunggu yang ia raih pada Kejuaraan Provinsi Jawa Timur untuk kelompok usia tujuh tahun di tahun 2015, karir siswi SMP Negeri 3 Malang tersebut melonjak drastis pasca Pandemi Covid-19 empat tahun silam. Berbagai penghargaan ia sabet, mulai dari medali emas Kejuaraan Provinsi Jawa Timur kelompok usia 13 tahun pada bulan September 2022, Juara 3 Festival Catur Pelajar Nasional kategori SMP putri sebulan setelahnya, hingga yang terbaru adalah Juara 3 JAPFA Chess festival 2023 kategori putri kelompok usia 14 tahun.

Dengan segudang prestasi di genggamannya, saya merasa sangat antusias ketika mendapatkan kesempatan untuk berbincang ringan dengan Titah Gayatri pada hari Selasa (04/06). Darinya, saya mendapatkan banyak pandangan tentang lika-liku perjalanan atlet catur muda dalam mengejar mimpinya.

Bincang ringan dengan Titah Gayatri, pecatur berprestasi SMP Negeri 3 Malang.

Pewawancara (P): Let’s start with a general question. Mengapa catur? Sejak kapan mengenal papan catur dan apa yang membuat seorang Titah Gayatri mulai tertarik bermain catur?

Titah Gayatri (TG): Saya mulai bermain catur dari umur lima tahun, Mas.

P: Lima tahun?!

Jujur, saya cukup terkejut mendengar jawaban Titah. Saya yang memiliki keponakan berusia sekitar lima menuju enam tahun tahu persis betapa sulitnya mengajak anak seusia tersebut untuk duduk diam dan berkonsentrasi selama lebih dari setengah jam, belum pula mengajarkan konsep catur yang bisa dibilang rumit bahkan untuk orang dewasa sekalipun.

Pujian tidak hanya layak dilayangkan kepada Titah dan bakat luar biasanya, melainkan juga kepada pihak keluarga dan pelatih yang mampu bersabar membimbing Titah sejak dini.

TG: Iya, Mas. Saya mulai bermain catur sejak umur lima tahun. Waktu itu, ayah dan kakek yang mengenalkan saya kepada permainan papan catur ini.

P: Kalau begitu, profesi kakek dan ayah Titah..?

TG: Keduanya adalah pelatih catur.

Setelah menggali lebih dalam, putri bungsu dari empat bersaudara ini mengungkapkan bahwa ia memang berasal dari keluarga catur. Selain ayah dan kakeknya, ketiga kakak Titah juga bergelut di bidang catur. Bahkan, kakak laki-lakinya, Nayaka Budhidharma (18) telah mendapatkan gelar master FIDE (FM) di tahun ini, bertengger nyaman di posisi 26 dalam jajaran pecatur terbaik nasional saat ini.

Nayaka Budhidharma, Kakak dari Titah Gayatri dan pecatur nasional bergelar Master FIDE. Source:FIDE.

Akan tetapi, bukan Nayaka yang menjadi tokoh utama di wawancara kali ini, melainkan Titah yang sedang berjuang mengikuti jejak keberhasilan sang kakak.

P: Lalu, apa catur di mata Titah Gayatri saat ini? Apakah sekedar hobi? Lifestyle? Atau sudah menjadi mimpi yang ingin dikejar?

TG: Saat ini, mungking lebih ke mimpi yang ingin dikejar. Saya bahkan sedang berada di posisi saya lebih bersemangat untuk bermain catur daripada belajar.

P: Lantas, adakah kesulitan di sekolah karena harus bergelut di bidang catur juga?

TG: Kesulitan sih ada. Tapi mungkin banyak yang berasal dari diri saya sendiri, seperti susah menghafal di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) atau tidak mengerti materi pelajaran menjelang ujian. Untungnya, hingga saat ini saya masih tidak pernah mengalami kesulitan di sekolah akibat terlalu focus di bidang catur.

Setelah bertanya pada ibu Yuli Anita, wali Kelas dari Titah Gayatri, beliau mengungkapkan bahwa Titah sendiri masuk dalam golongan siswa yang pintar. Meskipun berada di kelas empat semester dan harus menyelesaikan Pendidikan jenjang SMP hanya dalam waktu dua tahun, Titah masih selalu konsisten mendapat nilai di atas rata-rata. Hal ini membuktikan bahwa meskipun Titah sudah membulatkan tekad pada dunia catur, sekolah masih menjadi prioritas utamanya hingga kini.

P: Apa yang menyebabkan perubahan pola pikir tersebut? Sejak kapan Titah menganggap bahwa catur bukan hanya sekedar hobi saja?

TG: Mungkin sejak pandemi Covid-19 ya, Mas. Meskipun sebelumnya, saya juga sudah memiliki prestasi, tapi karena saya masih terlalu kecil, saya belum pernah membayangkan ingin menjadi apa ketika dewasa kelak. Akan tetapi, ketika sekolah berubah menjadi dari rumah, saya menggunakan banyak waktu luang saya untuk belajar lebih dalam tentang catur. Setelah sekian lama, saya mulai berpikir, kenapa tidak?

Ya, berbeda dari remaja lainnya yang banyak menghabiskan waktu mereka di kala pandemi dengan hanya bermain Tiktok atau aplikasi sejenisnya, Titah memutuskan untuk memanfaatkannya secara produktif dengan memperdalam ilmu catur yang ia miliki. Hal tersebut berbuah manis dua tahun pasca pandemi, ketika Titah baru saja menjadi siswi SMP Negeri 3 Malang. Ia berhasil menyabet medali emas pada Kejuaraan Provinsi Jawa Timur kelompok usia 13 tahun pada bulan September 2022 serta meraih Juara 3 pada Festival Catur Pelajar Nasional kategori SMP putri pada bulan Oktober di tahun yang sama, sebuah lonjakan prestasi yang luar biasa dalam kurun waktu dua tahun.

Titah Gayatri ketika memenangkan medali emas Kejuaraan Provinsi Jawa Timur 2022 kategori putri KU 13.
Titah Gayatri, peraih juara 3 ajang JAPFA Chess Festival 2023 kategori putri KU 14.

P: Adakah sesuatu yang Titah belajar banyak dari dunia catur dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

TG: Mungkin karena catur adalah olahraga yang menuntut akurasi tinggi dalam waktu terbatas, yang paling banyak diterapkan adalah manajemen waktu dan selalu berpikir untuk beberapa Langkah ke depan.

P: Dan mungkin ini akan menjadi pertanyaan terakhir saya hari ini. Apa target yang ditetapkan untuk diri sendiri di tahun ini dan apa harapan seorang Titah Gayatri untuk karir caturnya di masa depan?

TG: Untuk tiap tahun, target yang saya tetapkan selalu sama, yaitu memenangkan kejuaraan nasional. Karena jika saya berhasil berprestasi di kejuaraan nasional, besar kemungkinan bagi saya untuk diberangkatkan ke luar negeri (Untuk kompetisi internasional). Sedangkan untuk harapannya, saat ini saya masih tetapkan di gelar FIDE Master Wanita (WFM) terlebih dahulu. Setidaknya, gelar WFM ini adalah lower ceiling saya. Untuk harapan setelah itu, saya akan pikirkan lagi setelah satu (harapan gelar WFM) ini tercapai.

Kejuaraan nasional. Setelah memenangkan medali emas di kejuaraan provinsi Jawa Timur dua tahun silam, Titah mengalihkan targetnya menuju kejuaraan tertinggi di Indonesia. Dan benar katanya, mereka yang mampu meraih gelar di gelaran ini mendapatkan kesempatan besar untuk diberangkatkan oleh Persatuan Catur Indonesia (PERCASI) menuju kompetisi internasional.

Dan melihat dari perjalanan karirnya, memenangkan kejuaraan nasional bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Titah. Buktinya, ia mampu meraih 6 poin dari 9 permainan di kejuaraan nasional pertamanya tahun lalu, dimana Titah berhasil menduduki posisi 9 di klasemen akhir. Jika ia mampu lolos menuju kejuaraan nasional tahun ini di Gorontalo, pengalaman dari tahun lalu akan menjadi bekal berharga untuk meraih hasil yang lebih baik lagi.

Statistik akhir Titah Gayatri pada gelaran kejuaraan nasional 2023.

Selain berbincang masalah catur, saya juga sempat bertanya seputar pribadi Titah; mulai dari hobi, keseharian, hingga masalah sekolah. Dari pembicaraan tersebut, saya sedikit banyak dapat melihat seperti apa diri Titah Gayatri yang sebenarnya.

Meskipun bertubuh kecil dan agak pendiam, Titah Gayatri adalah sosok yang ambisius. Dan meskipun di dunia catur profesional, ia bukanlah sosok super jenius yang mampu menggemparkan jagat dunia layaknya para pecatur ulung India, Titah adalah seorang petarung. Demi mewujudkan mimpi-mimpinya, Titah adalah seorang petarung tangguh di atas papan hitam-putih yang siap membantai lawan-lawannya.

Penulis: Achmad Zulfikar.

Editor: Yuli Anita.

Doa Bersama, Pembentukan Karakter dan Adab yang Harus Diperhatikan

Rabu pagi di Bintaraloka. Seperti hari sebelumnya, hari ini siswa berkumpul di lapangan volley untuk melaksanakan doa bersama. 

Doa bersama adalah salah satu pembiasaan di SMP Negeri 3 Malang yang dilaksanakan untuk pembentukan karakter baik pada diri siswa. 

Jika hari Selasa kemarin doa bersama dilakukan oleh kelas 7, 8 dan 9, maka pagi ini yang melaksanakan adalah siswa kelas 7 dan 8, dengan dipandu oleh para guru agama.

Setelah doa bersama pagi ini ada sedikit pengarahan dari Ibu Utien dan Pak Herianto selaku wakasis SMP Negeri 3 Malang.

Pengarahan dari Bu Utien, dokumentasi pribadi

Dalam pengarahannya Ibu Utien menerangkan tentang perlunya kesungguhan dalam berdoa. Ya, bukankah semua doa yang kita lantunkan semua ditujukan pada Allah yang telah memberikan kita segalanya? 

Ia yang memberikan kita kehidupan, kesehatan, sanak famili juga teman-teman yang bisa membuat kita merasa bahagia menjalani kehidupan. 

Demikian banyak karunia Allah pada kita karenanya sudah menjadi kewajiban kita untuk senantiasa berdoa dan mendekatkan diri kepada Nya dengan cara yang baik.

Pengarahan dari Pak Herianto, dokumentasi pribadi

Lewat pengarahannya Pak Herianto mengibaratkan segala doa dan perbuatan kita adalah seolah file file yang kita simpan di dalam cloud. Saat diperlukan file itupun akan dibuka satu per satu. Dan supaya kita tidak sampai rugi atau menyesal kita harus mengisi file tersebut dengan hal -hal yang baik.

Tentang Doa dan Adabnya

Ilustrasi berdoa, sumber gambar: Pexels

Allah memerintahkan umat muslim untuk senantiasa rajin dalam berdoa . Dalam Surah  Al Baqarah ayat 186 Allah berfirman : 

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ada aturan atau adab yang harus selalu diperhatikan dalam berdoa, di antaranya adalah:

1. Memilih Waktu Terbaik

Waktu terbaik dinamakan juga  waktu yang  istijabah untuk berdoa. Waktu yang istijabah tersebut  misalnya sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, antara azan dan iqamah, saat azan berkumandang, sujud dalam salat, dan saat turun hujan. 

2. Menghadap Kiblat

Imam Al Ghazali juga menganjurkan muslim untuk berdoa menghadap kiblat. Hal ini tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 149-150,

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ – ١٤٩

Artinya: Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ .

3. Berdoa dengan Rendah Hati (tawadhu)

Ilustrasi berdoa, sumber gambar: berita satu

Selanjutnya, Imam Al Ghazali mengatakan agar muslim dapat berdoa dengan wajar, lembut dan merendahkan diri serta tidak menggunakan kata yang berlebih-lebihan. 

.

4. Berdoa dengan Rasa Harap

Adab berdoa selanjutnya yakni seorang muslim hendaknya berdoa dengan rasa harap dan cemas .

5. Yakin

Setiap muslim yang berdoa harus yakin  bahwa doa tersebut akan dikabulkan Allah SWT.  

6. Tidak Terburu-buru

Dalam berdoa kita tidak boleh  terburu-buru. Bahkan, Imam Al Ghazali menganjurkan untuk mengulang bacaan doa sebanyak tiga kali.

7. Didahului Asmaul Husna

Berdoa dengan rasa tawadhu’, Sumber gambar: Pexels

Terakhir, Rasulullah SAW dalam haditsnya pernah berkata, orang yang membaca doa dengan menyematkan Asmaul Husna di dalamnya akan diperkenankan doanya tersebut. 

Demikian adab-adab yang harus selalu di laksanakan dalam berdoa. Ya, adab yang harus selalu kita pegang karena kita akan memohon sesuatu pada Dia Sang Maha Pemberi . 

Karena jika berhadapan dengan sesama manusia saja kita harus selalu memegang adab dan kesopanan, apalagi saat menghadap Allah yang telah memberi kita segalanya.