Doa Bersama, Pembentukan Karakter dan Adab yang Harus Diperhatikan

Rabu pagi di Bintaraloka. Seperti hari sebelumnya, hari ini siswa berkumpul di lapangan volley untuk melaksanakan doa bersama. 

Doa bersama adalah salah satu pembiasaan di SMP Negeri 3 Malang yang dilaksanakan untuk pembentukan karakter baik pada diri siswa. 

Jika hari Selasa kemarin doa bersama dilakukan oleh kelas 7, 8 dan 9, maka pagi ini yang melaksanakan adalah siswa kelas 7 dan 8, dengan dipandu oleh para guru agama.

Setelah doa bersama pagi ini ada sedikit pengarahan dari Ibu Utien dan Pak Herianto selaku wakasis SMP Negeri 3 Malang.

Pengarahan dari Bu Utien, dokumentasi pribadi

Dalam pengarahannya Ibu Utien menerangkan tentang perlunya kesungguhan dalam berdoa. Ya, bukankah semua doa yang kita lantunkan semua ditujukan pada Allah yang telah memberikan kita segalanya? 

Ia yang memberikan kita kehidupan, kesehatan, sanak famili juga teman-teman yang bisa membuat kita merasa bahagia menjalani kehidupan. 

Demikian banyak karunia Allah pada kita karenanya sudah menjadi kewajiban kita untuk senantiasa berdoa dan mendekatkan diri kepada Nya dengan cara yang baik.

Pengarahan dari Pak Herianto, dokumentasi pribadi

Lewat pengarahannya Pak Herianto mengibaratkan segala doa dan perbuatan kita adalah seolah file file yang kita simpan di dalam cloud. Saat diperlukan file itupun akan dibuka satu per satu. Dan supaya kita tidak sampai rugi atau menyesal kita harus mengisi file tersebut dengan hal -hal yang baik.

Tentang Doa dan Adabnya

Ilustrasi berdoa, sumber gambar: Pexels

Allah memerintahkan umat muslim untuk senantiasa rajin dalam berdoa . Dalam Surah  Al Baqarah ayat 186 Allah berfirman : 

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ada aturan atau adab yang harus selalu diperhatikan dalam berdoa, di antaranya adalah:

1. Memilih Waktu Terbaik

Waktu terbaik dinamakan juga  waktu yang  istijabah untuk berdoa. Waktu yang istijabah tersebut  misalnya sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, antara azan dan iqamah, saat azan berkumandang, sujud dalam salat, dan saat turun hujan. 

2. Menghadap Kiblat

Imam Al Ghazali juga menganjurkan muslim untuk berdoa menghadap kiblat. Hal ini tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 149-150,

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ – ١٤٩

Artinya: Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ .

3. Berdoa dengan Rendah Hati (tawadhu)

Ilustrasi berdoa, sumber gambar: berita satu

Selanjutnya, Imam Al Ghazali mengatakan agar muslim dapat berdoa dengan wajar, lembut dan merendahkan diri serta tidak menggunakan kata yang berlebih-lebihan. 

.

4. Berdoa dengan Rasa Harap

Adab berdoa selanjutnya yakni seorang muslim hendaknya berdoa dengan rasa harap dan cemas .

5. Yakin

Setiap muslim yang berdoa harus yakin  bahwa doa tersebut akan dikabulkan Allah SWT.  

6. Tidak Terburu-buru

Dalam berdoa kita tidak boleh  terburu-buru. Bahkan, Imam Al Ghazali menganjurkan untuk mengulang bacaan doa sebanyak tiga kali.

7. Didahului Asmaul Husna

Berdoa dengan rasa tawadhu’, Sumber gambar: Pexels

Terakhir, Rasulullah SAW dalam haditsnya pernah berkata, orang yang membaca doa dengan menyematkan Asmaul Husna di dalamnya akan diperkenankan doanya tersebut. 

Demikian adab-adab yang harus selalu di laksanakan dalam berdoa. Ya, adab yang harus selalu kita pegang karena kita akan memohon sesuatu pada Dia Sang Maha Pemberi . 

Karena jika berhadapan dengan sesama manusia saja kita harus selalu memegang adab dan kesopanan, apalagi saat menghadap Allah yang telah memberi kita segalanya.

Yuli Anita

Leave a Comment

Your email address will not be published.

74 views