Menyajikan Data dalam Berbagai Bentuk Diagram

Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan, mengolah , menyajikan data dan mengambil kesimpulan dari data.

Dalam tulisan kali ini kita akan membahas tentang penyajian data dalam berbagai bentuk yaitu tabel frekuensi, diagram batang, diagram lingkaran dan diagram garis.

Berikut adalah contoh data berupa hasil ulangan matematika siswa satu kelas.

Data tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tabel frekuensi sebagai berikut:

Sumber gambar: Kompas.com

Dari tabel frekuensi tersebut bisa dibuat diagram batang sebagai berikut:

Sumber gambar: Kompas.com

Lalu bagaimana cara membuat diagram lingkarannya? Terlebih dahulu tentukan besar sudut untuk masing-masing nilai seperti berikut ini:

Nilai 5 = 5/32 x 360 = 56,25

Nilai 6 = 7/32 x 360 =78,75

Nilai 7 = 4/32 x 360 =45

Nilai 8 = 8/32x 360=90

Nilai 9= 6/32x 360 =67,5

Nilai 10 = 2/32 x 360 = 22,5

Dati hitungan tersebut kita bisa membuat diagram lingkaran sebagai berikut:

Sumber gambar : Kompas.com

Lalu bagaimana untuk menggambar diagram garis? Diagram garis cocok untuk data yang berkesinambungan. Untuk itu perhatikan contoh berikut ini:

Berikut adalah data tentang pengukuran berat badan seseorang pada tahun 2003 hingga 2007:

Sumber gambar: detik.edu

Dari data tersebut bisa kita buat diagram garis sebagai berikut:

Sumber gambar: detik edukasi

Kerjakan soal berikut ini:


Soal 1: Preferensi Media Sosial Siswa Kelas VIII

Media sosial, sumber gambar: pngtree

Sebanyak 120 siswa kelas VIII ditanya tentang media sosial favorit mereka. Data tersebut disajikan dalam diagram lingkaran berikut:

  • TikTok: 30%
  • Instagram: 25%
  • YouTube: 20%
  • Snapchat: 15%
  • Lainnya (Twitter, Facebook, dll.): 10%

Pertanyaan:

  1. Berapa banyak siswa yang memilih TikTok sebagai media sosial favorit?
  2. Jika 10% dari “Lainnya” adalah Twitter, berapa siswa yang memilih Twitter?
  3. Berapa selisih jumlah siswa yang memilih Instagram dan Snapchat?

Soal 2: Hobi Siswa di Era Digital

Hobby di era digital, sumber gambar: Shutter stock

Diagram lingkaran berikut menunjukkan hobi siswa kelas VIII selama liburan:

  • Bermain Game Online: 40%
  • Nonton Streaming (Netflix, dll.): 25%
  • Membuat Konten Kreatif (TikTok, YouTube): 20%
  • Olahraga: 10%
  • Membaca Buku Digital: 5%

Pertanyaan:

  1. Jika total siswa adalah 200 orang, berapa banyak yang hobi bermain game online?
  2. Berapa persen gabungan siswa yang hobi menonton streaming dan membuat konten?
  3. Bandingkan jumlah siswa yang hobi membaca buku digital dengan olahraga menggunakan rasio.

Soal 3: Metode Belajar Favorit

Belajar di era digital, sumber gambar : Flexi School

Sebuah survei menunjukkan preferensi metode belajar siswa:

  • Video Pembelajaran Online: 35%
  • Grup Diskusi via Zoom/Discord: 20%
  • E-Book dan Aplikasi Edukasi: 25%
  • Belajar Tatap Muka Langsung: 15%
  • Podcast Edukasi: 5%

Pertanyaan:

  1. Jika ada 160 siswa, berapa yang lebih suka belajar via e-book/aplikasi?
  2. Mana yang lebih banyak dipilih: video pembelajaran online atau gabungan diskusi online dan podcast?
  3. Berapa derajat sudut sektor “Belajar Tatap Muka” dalam diagram lingkaran?

Semoga bermanfaat, dan selamat belajar 😊

Bangun Ruang Sisi Lengkung

Dalam materi ini kalian akan mempelajari tentang unsur-unsur Tabung, Kerucut , Bola, serta cara menghitung luas permukaan dan volumenya.

Bangun Ruang Sisi Lengkung, Sumber gambar: Kompas.com

Tabung

Tabung adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki dua buah sisi yang berbentuk lingkaran dan satu buah sisi yang berbentuk persegi panjang yang melengkung.

Unsur-unsur tabung atau silinder meliputi alas dan tutup tabung, selimut tabung, jari-jari , diameter, dan tinggi tabung.

Unsur-unsur tabung. Tangkapan layar pribadi

Luas permukaan tabung adalah jumlah luas dari seluruh sisi tabung, termasuk sisi atas, sisi bawah, dan sisi samping.

Rumus Luas Permukaan Tabung

Luas permukaan tabung dapat dihitung menggunakan rumus:

L = 2Ï€r(t + r)

Dimana:

– L = luas permukaan tabung

– Ï€ (pi) = 3,14 atau 22/7

– r = jari-jari tabung

– t = tinggi tabung

Volume tabung adalah jumlah ruang yang ditempati oleh tabung.

Rumus Volume Tabung

Volume tabung dapat dihitung menggunakan rumus:

V = πr²t

Dimana:

– V = volume tabung

– Ï€ (pi) =  3,14 atau 22/7

– r = jari-jari tabung

– t = tinggi tabung

Contoh benda berbentuk tabung, sumber gambar: Hendra Math Blog

Contoh Soal

Sebuah tabung memiliki jari-jari 4 cm dan tinggi 6 cm. Berapa luas permukaan dan volume tabung tersebut?

Jawab:

– Luas permukaan = 2Ï€r(t + r) = 2 × 3,14 × 4(6 + 4) = 2 × 3,14 × 4 × 10 = 251,2 cm²

– Volume = Ï€r²t = 3,14 × 4² × 6 = 3,14 × 16 × 6 = 301,44 cm³

Dengan demikian, luas permukaan tabung adalah 251,2 cm² dan volume tabung adalah 301,44 cm³

Kerucut 

Kerucut adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki satu buah sisi yang berbentuk lingkaran dan satu buah puncak.

Unsur-unsur kerucut meliputi: jari-jari, tinggi, selimut, alas kerucut dan  garis pelukis.

unsur unsur kerucut, tangkapan layar pribadi

Luas permukaan kerucut adalah jumlah luas dari seluruh sisi kerucut, termasuk sisi samping dan dasar.

Rumus Luas Permukaan Kerucut

Luas permukaan kerucut dapat dihitung menggunakan rumus:

L = πr(r+ s)

Dimana:

– L = luas permukaan kerucut

– Ï€ (pi) =  3,14 atau 22/7

– r = jari-jari kerucut

– s = garis pelukis

Volume kerucut adalah jumlah ruang yang ditempati oleh kerucut.

Rumus Volume Kerucut

Volume kerucut dapat dihitung menggunakan rumus:

V = (1/3)πr²t

Dimana:

– V = volume kerucut

– Ï€ (pi) = 3,14 atau 22/7

– r = jari-jari kerucut

– t = tinggi kerucut

Contoh Soal

Sebuah kerucut memiliki jari-jari 3 cm, tinggi 6 cm, dan garis pelukis 6,71 cm. Berapa luas permukaan dan volume kerucut tersebut?

Jawab:

– Luas permukaan = Ï€r(s+ r) = 3,14 × 3(6,71 + 3) = 3,14 × 3 × 9,71 = 90,35 cm²

– Volume = (1/3)Ï€r²t= (1/3) × 3,14 × 3² × 6 = (1/3) × 3,14 × 9 × 6 = 56,52 cm³

Dengan demikian, luas permukaan kerucut adalah 90,35 cm² dan volume kerucut adalah 56,52 cm³.

Contoh benda berbentuk kerucut, sumber gambar : website gambar

Bola

Sumber gambar : Shutterstock

Bola adalah bangun ruang yang dibatasi oleh bidang lengkung, yang jaraknya ke titik pusat selalu sama. Bola mempunyai selimut dan tidak memiliki sudut. Bola tidak memiliki rusuk dan titik sudut, memiliki bidang sisi lengkung, yang disebut sisi atau selimut bola.

Sumber gambar: Orami

Jika jari-jari bola adalah r, maka diperoleh rumus sebagai berikut:

Luas Bola = 4 πr²

Luas  bola benda berongga = 2Ï€r

Luas  bola benda padat / pejal = 3Ï€r²

Volume bola 4/3 πr3

Contoh soal:

Sebuah bola memiliki jari-jari 14 cm. Hitunglah (Ï€ = 22/7)

a. Luas permukaan bola

b. Volume bola

Pembahasan:

Diketahui:  r = 14  cm,  Pi = 22/7

a. Luas permukaan bola:

L = 4. pi. r^2

L = 4 .22/7.14.14= 2464 cm ^2

b. Volume bola:

V = 4/3. pi .r.r.r

V =4/3.22/7.14.14.14 = 11498,67 cm^3

Soal 2

Luas permukaan sebuah bola adalah 616 cm². Tentukan volume bola tersebut. (π = 22/7)

Pembahasan:

Diketahui:  L = 616  cm²,  Pi = 22/7

Rumus luas permukaan bola:

L = 4. pi. r^2

616 = 4. 22/7. r^2

616 = 88/7. r^2

r^2 = 616 . 7/88 = 49, jadi r =7

Volume bola:

V = 4/3. pi . r.r.r

V = 4/3. 22/7. 7.7.7 = 1437 cm^3

Untuk menguji pemahaman kalian, coba kerjakan soal berikut ini:

1. Sebuah tabung memiliki jari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm. Berapa luas permukaan dan volume tabung tersebut?

2. Sebuah kerucut memiliki jari-jari 3 cm dan tinggi 4 cm. Berapa luas permukaan dan volume kerucut tersebut?

3. Sebuah bola diameternya 40 cm, tentukan luas permukaan dan volumenya!

Rangkuman

Selamat belajar..😊

Latihan Soal PAT 2025/2026

Pembahasan

Latihan Soal Lingkaran (1)

Untuk memperkuat pemahaman kalian tentang keliling dan luas lingkaran, kerjakan soal soal berikut ini:

Keliling Lingkaran

1. Sebuah roda sepeda memiliki diameter 63 cm. Berapakah keliling roda tersebut ?

2. Jika keliling lingkaran adalah 56 cm, berapakah diameternya?

3. Sebuah kolam lingkaran memiliki keliling 88 meter. Berapakah diameternya ?

Panjang Busur Lingkaran

1. Sebuah busur lingkaran memiliki panjang 15 cm dan sudut pusat 60 derajat. Berapakah radius lingkaran tersebut jika π = 3,14?

2. Jika panjang busur lingkaran adalah 20 cm dan sudut pusat 45 derajat, berapakah radius lingkaran tersebut?

3. Sebuah busur lingkaran memiliki panjang 30 cm dan sudut pusat 90 derajat. Berapakah diameternya jika π = 3,14?

Png tree

Gabungan Keliling dan Panjang Busur

1. Sebuah lingkaran memiliki diameter 40 cm. Berapakah keliling dan panjang busur dengan sudut pusat 60 derajat?

2. Jika keliling lingkaran adalah 100 cm dan panjang busur dengan sudut pusat 90 derajat adalah 25 cm, berapakah radius lingkaran tersebut?

3. Sebuah lingkaran memiliki keliling 120 cm. Berapakah panjang busur dengan sudut pusat 30 derajat?

Rumus yang diperlukan

– Keliling lingkaran: K = 2Ï€r atau K = Ï€d

– Panjang busur: L = (θ/360) × 2Ï€r atau L = (θ/360) × Ï€d

Petunjuk

Gunakan nilai π = 3,14 atau 22/7

Periksa satuan jawaban (cm, m, dll.).

Pastikan memperlihatkan langkah-langkah penyelesaian.

Jangan menggunakan kalkulator  atau aplikasi lain

Jika ada pertanyaan tentang soal, bisa tulis di kolom komentar.

Selamat belajar …😊

Mengenang Tokoh Matematika Srinivasa Ramanujan

Tahukah kalian bahwa tanggal 22 Desember juga merupakan Hari Matematika?

Ya, 22 Desember adalah hari ulang tahun matematikawan terkenal India Srinivasa Ramanujan, dan untuk mengenang jasanya yang telah banyak memberikan kontribusi di dunia matematika tanggal itu diperingati oleh negara India sebagai Hari Matematika (Mathematics Day).

Lahir pada tanggal 22 Desember 1887 di Tamil Nadu, India Ramanujan berasal dari keluarga yang sangat miskin. Tanpa pendidikan matematika formal Ramanujan tumbuh menjadi jenius matematika.

Srinivasa Ramanujan, sumber gambar: Alamy

Ramanujan mengenal matematika di usia 10 tahun, dan bakat alaminya pada matematika tampak ketika di usia 12 tahun ia bisa menguasai trigonometri tingkat mahir yang dikarang oleh S. L. Loney.

Pada usia 17 tahun Ramanujan melakukan penelitian dalam bilangan Bernoulli dan konstanta Euler-Macheroni.

Terobosan besar Ramanujan dilakukan pada tahun 1913 ketika dia memulai kemitraan dengan matematikawan Inggris, Godfrey Harold Hardy, dari Universitas Cambridge.

Ketika itu Ramanujan mengirimkan karyanya pada Hardy, dan pihak Cambridge mengakui karya yang telah dikirimkan Ramanujan itu sangat luar biasa. 

Langkah selanjutnya pihak Cambridge langsung mengatur perjalanan Ramanjuan dari India ke Inggris.

Catatan Ramanujan, sumber gambar: IndianetZone

Menurut Hardy karya Ramanujan adalah sebuah karya yang ditulis oleh seorang matematikawan dengan kualitas terbaik. Bahkan Hardy membandingkan Ramanujan dengan ahli matematika hebat dunia lain seperti Leonhard Euler dan Carl Gustav Jacob Jacobi.

Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Matematika Nasional di India sejak tahun 2012. 

Peringatan hari nasional tersebut diisi dengan berbagai acara-acara pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah dan universitas-universitas di seluruh negeri.

Pada tahun 2017, peringatan Hari Matematika ini ditingkatkan dengan pembukaan Taman Matematika Ramanujan di Kuppam, di Chittoor, Andhra Pradesh.

Patung Ramanujan, Sumber gambar: IndianetZone

Untuk menghormati jasa Ramanujan pemerintah India juga menerbitkan perangko dengan gambar Srinivasa Ramanujan pada tahun 2012.

Sejarah mencatat bahwa putra keluarga Tamil Brahmin Iyengar itu telah memberikan kontribusi yang besar untuk bidang analisis matematika, teori angka, deret angka dan pecahan berulang.

Perangko bergambar Srinivasa Ramanujan , sumber gambar: Wikipedia

Ramanujan secara mandiri mengumpulkan hampir 3.900 hasil penemuannya. Kebanyakan penemuannya berupa rumus. Rumus-rumus yang ditemukannya memiliki nama-nama unik seperti konstanta Landau-Ramanujan, bilangan prima Ramanujan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Perjalanan hidup Ramanujan diabadikan dalam film The Man Who Knew Infinity yang dibintangi oleh aktor Dev Patel (2015).

Ramanujan meninggal saat umur 32 tahun (1920) karena penyakit hepatic amebiasis, disentri dan kekurangan asupan vitamin.

Sungguh sebuah usia yang masih sangat muda. 

Dari sejarah hidup Ramanujan kita bisa belajar bahwa kemiskinan bukan penghalang seseorang untuk bercita -cita, dengan perjuangan dan kegigihan, pada akhirnya seseorang akan bisa mencapai  apa yang dicita-citakan.

Semoga bermanfaat, salam matematika 😊

Kesalahan yang Sering Dilakukan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika

Arin menunduk penuh rasa sesal. Sungguh, dalam  hatinya ada rasa jengkel , gemas jadi satu. Penilaian Tengah Semester baru saja berlalu. Dan dia mendapat nilai yang sama sekali tidak memuaskan. Kok bisa? pikirnya jengkel. Padahal dalam keseharian Arin sangat aktif, rajin mengerjakan. Hanya satu kekurangannya. Ia tak punya catatan.

Lha untuk apa mencatat? Apa yang diterangkan guru dia bisa tangkap semua. Buktinya nilai hariannya selalu bagus. Dalam beberapa materi misal perbandingan dan aritmatika sosial ia bahkan menjadi tutor baginteman-teman sebayanya.  Tapi entah mengapa kali ini justru di ulangan tengah semester, nilainya  tidak begitu bagus.

Ulangan semester, dokumentasi pribadi

Di atas adalah contoh hal yang sering terjadi pada siswa dalam pembelajaran matematika.  Nilai harian bagus , tapi saat ulangan nilai menjadi jeblok. Hal yang sangat mengecewakan. Baik bagi siswa maupun guru. Ya, pada beberapa siswa, kadang mereka  mendapat nilai ulangan yang jauh lebih rendah daripada yang diharapkan.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Ternyata dalam mengikuti pembelajaran matematika tanpa sadar siswa sering melakukan kesalahan. Kesalahan yang tampaknya sepele tapi memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa utamanya dalam memahami berbagai materi matematika. Kesalahan tersebut di antaranya adalah:

1. Malas mencatat

Pentingnya mencatat, sumber gambar: suara.com

Masalah ini seperti yang terjadi pada Arin di

atas. Banyak siswa yang merasa tidak perlu mencatat dengan alasan materinya mudah ataupun sudah jelas. Hal yang tidak boleh dilakukan. Bagaimanapun juga manusia punya keterbatasan ingatan. Jika materi sudah menumpuk, maka untuk membuka ingatan kita perlu membuka catatan.
Mencatat sangat diperlukan agar apa yang dipelajari lebih melekat dalam ingatan. “Ikatlah ilmu itu dengan mencatatnya,” demikian nasehat bijak dari Imam Syafi i ra.

2. Malas bertanya.

Bertanya saat pembelajaran, sumber gambar: Aku Pintar

Beberapa siswa  malas bertanya meskipun dia belum mengerti. Ada banyak alasan yang membuat siswa takut bertanya. Takut pada guru, atau malu jika terlihat bodoh. Padahal tidak ada pertanyaan yang bodoh dalam pembelajaran. Setiap pertanyaan pasti bermanfaat, baik untuk membuka ilmu bagi diri sendiri maupun siswa yang lain. Kadang pertanyaan yang dilontarkan bisa membantu siswa lain yang belum jelas pada masalah yang serupa.

3. Tidak memahami konsep dasar.

Karena malas bertanya akhirnya konsep dasar tidak dimengerti. Akibat tidak memahami konsep dasar, belajar materi berikutnya semakin sulit dan pada akhirnya siswa merasa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit.

4. Malas berlatih.

Nah, ini penyakit yang paling umum . Sesudah mempelajari satu konsep, latihan sangat diperlukan. Jika latihan soal yang mudah sudah lancar sebaiknya mengembangkan diri sendiri dengan mengerjakan soal sedang ataupun sulit. Mengerjakan soal dengan berbagai variasi akan membuat kemampuan memecahkan soal matematika semakin meningkat.

5. Suka menggunakan alat bantu hitung (kalkulator).

Menghitung dengan kalkulator, sumber gambar: Kumpulan rumus

Ini penyakit yang banyak dialami siswa setelah pandemi. Belajar dengan gadget di rumah membuat mereka mudah sekali menggunakan kalkulator saat memecahkan masalah hitungan. Matematika memang bukan hanya berhitung . Tapi tanpa kemampuan hitung yang baik siswa juga akan kesulitan dalam mengerjakan soal matematika.

6. Kurang sabar dan ulet
Jika mengalami kegagalan dalam mengerjakan soal matematika dengan satu cara, maka harus terus berusaha dengan cara lain.

Jika gagal coba lagi, begitu terus sampai berhasil. Ya, hakekatnya matematika mengajarkan pada kita untuk ulet dan sabar. 

Demikian beberapa kesalahan yang sering dilakukan siswa pada saat belajar matematika.

Berkaca dari kesalahan tersebut diperlukan peran guru untuk selalu mengingatkan siswa untuk mencatat atau mengerjakan latihan. Yang tak kalah penting juga membuat pembelajaran matematika yang menyenangkan agar siswa tidak takut untuk bertanya atau berpendapat.

Latihan soal bersama, dokumentasi pribadi

Hakekatnya matematika bukan pelajaran yang sulit. Asal kita sabar, telaten dan tahu bagaimana trik untuk mempelajarinya.

Ya, seperti yang dikatakan Maryam Mirzakhani seorang  matematikawan dari  Iran bahwasanya matematika akan menampakkan keindahannya pada para pengikutnya yang sabar.

Semoga bermanfaat,
Salam matematika:)