Dalam sebuah barisan aritmatika dengan banyak suku ganjil, suku tengah adalah rata-rata dari suku pertama dan suku terakhir.
Uₜ = (a + Uₙ)/2
Diketahui barisan aritmatika: 2, 5, 8, …, 59.
Tentukan suku tengah dari barisan tersebut.
4. Suku ke-4 dan suku ke-9 suatu barisan aritmatika berturut-turut adalah 17 dan 37.
a. Tentukan suku pertama (a) dan beda (b).
b. Tentukan jumlah 20 suku pertama deret tersebut.
5. Soal Cerita (Penerapan dalam Kehidupan)
Seorang anak sedang menumpuk batu bata. Pada baris paling atas ada 15 batu bata, baris di bawahnya 18 batu bata, baris berikutnya 21 batu bata, dan seterusnya. Jika terdapat 20 baris tumpukan batu bata, tentukan:
a. Banyak batu bata pada baris paling bawah.
b. Total seluruh batu bata yang ditumpuk.
6. Tiga bilangan membentuk barisan aritmatika. Jika jumlah ketiga bilangan itu 24 dan hasil kalinya 384, tentukan ketiga bilangan tersebut.
Peta konsep pola bilangan, barisan dan deret aritmatika, dokumentasi pribadi
Untuk lebih memahami masalah pola bilangan, barisan dan deret aritmatika, kerjakan soal berikut ini:
Sebuah dadu bersisi enam dilempar sekali. Tentukan peluang munculnya: a)Mata dadu bilangan prima b)Mata dadu lebih dari 4
Soal 2: Konteks Pengambilan Bola (Kombinasi)
Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah, 3 bola hijau, dan 2 bola kuning. Jika diambil satu bola secara acak, berapakah peluang terambilnya bola berwarna hijau?
Soal 3: Konteks Pemilihan Hari
Hari ini adalah hari Rabu. Jika suatu hari dipilih secara acak dari tujuh hari dalam seminggu, berapakah peluang terpilihnya hari yang huruf awalnya bukan “S”?
Soal 4: Konteks Pelemparan Dua Koin
Dua keping uang logam dilempar bersama-sama sekali. Tentukan peluang munculnya: a)Sisi gambar pada kedua koin b)Paling sedikit satu sisi angka
Soal 5: Konteks Kartu Remi
Sebuah kartu diambil secara acak dari satu set kartu bridge (52 kartu). Tentukan peluang terambilnya: a)Kartu bernomor (As bukan termasuk nomor) b)Kartu Jack (J) berwarna hati
Soal 6: Konteks Pemilihan Siswa (Data)
Di sebuah kelas terdapat 15 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Jika satu siswa dipilih untuk menjadi ketua kelas, berapakah peluang terpilihnya siswa perempuan?
Soal 7: Konteks Pengetikan (Kesalahan)
Seorang sekretaris memiliki peluang melakukan kesalahan mengetik adalah 0,05. Berapakah peluang dia tidak melakukan kesalahan dalam mengetik suatu dokumen?
Soal 8: Konteks Perlombaan (Perkiraan)
Dalam 100 kali percobaan melempar sebuah peniti, ujungnya yang runcing menghadap ke atas sebanyak 45 kali. Berdasarkan percobaan ini, berapakah peluang peniti tersebut jatuh dengan ujung runcing menghadap ke atas?
Soal 9: Konteks Dadu dan Koin
Sebuah dadu dan sebuah koin dilempar bersama-sama satu kali. Berapakah peluang munculnya sisi gambar pada koin dan mata dadu genap pada dadu?
Dalam sebuah kotak terdapat 4 kelereng biru dan 6 kelereng putih. Jika diambil dua kelereng satu per satu tanpa pengembalian, berapakah peluang terambilnya kedua kelereng berwarna biru?
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar pada beberapa tahun terakhir menimbulkan beberapa permasalahan. Permasalahan muncul terutama pada situasi ketika perbandingan capaian akademik murid yang berasal satuan pendidikan dilakukan, seperti pada proses seleksi. Pada situasi seleksi yang didasarkan pada data dari hasil penilaian masing-masing satuan pendidikan misalnya data rapor, menimbulkan masalah dalam hal objektivitas dan keadilan.
Untuk lebih memahami tentang TKA dan mencoba mengerjakan simulai soal TKA, kalian bisa membaca link : https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/
Berikut adalah link soal yang bisa kalian gunakan untuk latihan menghadapi TKA.
Teori peluang, yang mempelajari kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, lahir dari pertanyaan-pertanyaan seputar permainan judi pada abad ke-17. Matematikawan seperti Blaise Pascal dan Pierre de Fermat mulai merumuskan prinsip-prinsip dasar teori peluang setelah terdorong oleh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Chevalier de Méré tentang permainan dadu.
Blaise Pascal, sumber gambar: i Stock
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan peluang, seperti :
Melihat suasana mendung seperti ini, besar peluang nanti sore akan hujan. Melihat lawan yang berat, kecil kemungkinan kesebelasan kita akan menang, dan lain sebagainya.
Dalam matematika peluang sebuah kejadian mempunyai nilai 0 sampai dengan 1. Kejadian yang tidak mungkin terjadi mempunyai peluang 0, yang pasti terjadi peluangnya 1, sedangkan kejadian yang mungkin terjadi peluangnya antara 0 dan 1.
Konsep peluang bukan hanya penting untuk matematika di kelas, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan dalam pengambilan keputusan sehari-hari.
Kita mengenal ada dua macam peluang yaitu peluang empirik dan peluang teoritik.
Peluang empirik adalah perbandingan antara berapa kali suatu kejadian muncul dalam serangkaian percobaan dibandingkan dengan jumlah total percobaan yang dilakukan. Rumus untuk peluang empirik adalah :
Misal kita melemparkan uang logam sebanyak 100 kali dan muncul angka 52 kali , maka peluang empirik munculnya angka atau P(A) = 52/100, dan peluang empirik munculnya gambar atau P(G) = 48/100.
Semakin banyak percobaan yang dilakukan, semakin mendekati nilai peluang empirik dengan peluang teoretik.
Peluang teoretik adalah perbandingan atau rasio antara hasil yang diinginkan dengan semua kemungkinan hasil yang dapat terjadi dalam satu eksperimen tunggal.
Peluang teoritik dirumuskan dengan:
Dimana S adalah himpunan semua kejadian yang mungkin muncul (ruang sampel) dan A adalah kejadian yang kita kehendaki.
Matri kita lihat pada peristiwa pelemparan koin, satu dadu dan dua dadu.
Masalah Pelemparan Koin
Tangkapan layar pribadi
Jika sebuah koin ditos (dilempar), ada dua kemungkinan kejadian yang keluar yaitu muncul angka (A) atau gambar (G). Maka himpunan ruang sampelnya adalah {A,G}
Peluang munculnya angka atau P(A) adalah 1/2, karena kejadian munculnya angka banyaknya 1, dan banyak semua kejadian yang mungkin terjadi adalah 2. Demikian juga peluang munculnya gambar atau P(G) adalah 1/2.
Masalah Pelemparan Satu Dadu dan Dua Dadu
Tangkapan layar pribadi
Pada pelemparan sebuah dadu himpunan semua kejadian yang mungkin adalah S = {1,2,3,4,5,6}, jumlah anggota S adalah 6, atau ditulis n(S) = 6
Peluang munculnya mata dadu 1 atau P(1) = 1/6, karena banyak angka 1 adalah satu, dan jumlah semua kejadian yang mungkin adalah 6.
Peluang munculnya mata dadu genap adalah P(genap) = 3/6, karena mata genap ada tiga yaitu 2, 4 dan 6 dan jumlah semua kejadian yang mungkin adalah 6.
Pada peristiwa pelemparan dua dadu kejadian yang mungkin terjadi bisa digambarkan sebagai berikut:
tangkapan layar pribadi
Dari tabel tersebut bisa diketahui banyak anggota ruang sampel adalah 36, maka P(jumlah dua) adalah 1/36, P ( jumlah 10) adalah 3/36 dan seterusnya.
Masalah Spin
Pada peristiwa pemutaran spin berikut, peluang panah menunjuk Choji atau P (Choji) = 1/15, P (Sasuke) = 1/15 juga.
Sumber gambar: spin the wheel
Mengapa? Coba diskusikan hasilnya dengan teman-temanmu!
Agar lebih memahami materi ini, coba kerjakan soal berikut, lalu cek jawabannya di bawah:
Soal 1: Peluang Teoritis
Sebuah koin dilempar undi sebanyak 80 kali. Berapa frekuensi harapan munculnya sisi angka? (frekuensi harapan diperoleh dengan mengalikan peluang munculnya angka dengan banyak percobaan)
Soal 2: Peluang dengan Dadu
Sebuah dadu dilempar sekali. Berapakah peluang munculnya mata dadu yang merupakan faktor dari 10?
Soal 3: Peluang Komplemen
Dari seperangkat kartu bridge diambil satu kartu secara acak. Berapa peluang terambilnya kartu yang bukan King?
Soal 4: Peluang Dua Kejadian (Koin)
Dua buah koin dilempar bersama-sama. Berapakah peluang munculnya satu angka dan satu gambar?
Soal 5: Frekuensi Harapan
Dalam percobaan melempar sebuah dadu sebanyak 120 kali, berapa frekuensi harapan munculnya mata dadu ganjil?
Soal 6: Peluang Empiris
Dari 60 kali pengundian dengan memutar sebuah roda angka, angka 5 muncul sebanyak 9 kali. Berapakah peluang empiris munculnya angka 5?
Soal 7: Peluang dengan Bola
Sebuah kantong berisi 4 bola kuning, 6 bola biru, dan 5 bola merah. Sebuah bola diambil secara acak. Berapa peluang terambilnya bola kuning atau merah?
Soal 8: Peluang dengan Kartu Remi
Seorang siswa mengambil satu kartu dari satu set kartu bridge. Berapakah peluang terambilnya kartu bernomor genap? (As bukan angka genap, Jack=11, Queen=12, King=13)
Soal 9: Masalah Dadu Ganda
Dua buah dadu dilempar bersama-sama. Berapakah peluang munculnya jumlah mata dadu 7?
Soal 10: Penerapan dalam Soal Cerita
Dalam sebuah kelas yang terdiri dari 12 laki-laki dan 18 perempuan, akan dipilih satu orang sebagai ketua kelas. Berapakah peluang terpilihnya seorang siswa perempuan?
Sebelum mengerjakan soal-soal berikut ini, perhatikan rumus tentang cara mencari mean, median dan modus dari sekumpulan data tunggal berikut ini:
Mean atau rata-rata diperoleh dengan menjumlahkan semua data dibagi dengan banyak data.
Median adalah nilai tengah data setelah diurutkan.
Modus adalah data yang paling sering keluar
Selamat mengerjakan 😊
Soal 1
Seorang guru mencatat nilai ulangan matematika dari 10 siswa, yaitu 78, 82, 76, 88, 84, 90, 78, 82, 84, 90. Berapakah nilai rata-rata dari ulangan matematika tersebut?
A. 82
B. 83
C. 84
D. 85
Soal 2
Perpustakaan sekolah melakukan survei terhadap 40 siswa mengenai jumlah buku yang mereka baca dalam satu bulan. Hasilnya adalah sebagai berikut:
5 siswa membaca 1 buku
10 siswa membaca 2 buku
15 siswa membaca 3 buku
10 siswa membaca 4 buku
Soal 3
Jika diketahui data berikut: 7, 8, 5, 9, 6, 8, 7, 8. Berapakah nilai median dari data tersebut?
A. 7
B. 7,5
C. 8
D. 8,5
Soal 4
Dalam sebuah percobaan, diamati bahwa frekuensi tertinggi dari sebuah data adalah 10. Apakah nama ukuran pemusatan data yang menggambarkan nilai ini?
A. Mean
B. Median
C. Range
D. Modus
Sumber gambar: ABT.UZ
Soal 5
Dari data berikut: 12, 15, 14, 16, 14, 13, 15, 14, 16. Berapakah rentang data yang ditemukan?
A. 4
B. 3
C. 2
D. 5
Soal 6
Seorang siswa mencatat suhu harian selama seminggu sebagai berikut: 28°C, 30°C, 29°C, 28°C, 31°C, 30°C, 29°C. Berapakah suhu rata-rata selama seminggu tersebut?
A. 28,5°C
B. 29,5°C
C. 29°C
D. 30°C
Soal 7
Jika terdapat dua set data yang memiliki nilai mean yang sama tetapi salah satu set memiliki variasi yang lebih besar, manakah pernyataan yang dapat dikatakan tentang kedua set data tersebut?
A. Kedua set data identik
B. Set data dengan variasi lebih besar memiliki range yang lebih kecil
C. Set data dengan variasi lebih besar lebih tersebar
D. Set data dengan variasi lebih kecil lebih tersebar
Soal 8
Nilai ulangan matematika siswa dalam sebuah kelas adalah sebagai berikut: 85, 90, 75, 80, 90, 85, 75, 90. Berapakah nilai median dari data tersebut?
A. 80
B. 85
C. 87,5
D. 90
Soal 9
Diketahui data yang terkumpul tentang berat badan sekelompok karyawan adalah 50, 60, 70, 60, 50, 70, 80. Berapakah nilai modus dari data tersebut?
A. 50
B. 80
C. 70
D. 60
Soal 10
Ibu secara rutin mengukur tinggi 5 tanaman dengan hasil 15 cm, 18 cm, 20 cm, 22 cm, 20 cm. Berapakah nilai rata-rata dari tinggi tanaman tersebut?
A. 18,5 cm
B. 19 cm
C. 19,5 cm
D. 20 cm
Soal 11
Carilah modus dari data 23, 25, 23, 28, 27, 25, 26, 23!
A. 23
B. 25
C. 26
D. 28
Soal 12
Sebuah tim peneliti mengukur tinggi badan 10 siswa dengan hasil 150 cm, 155 cm, 152 cm, 150 cm, 154 cm, 156 cm, 155 cm, 153 cm, 152 cm, 151 cm. Berapakah nilai rata-rata dari tinggi badan siswa tersebut?
A. 152 cm
B. 153 cm
C. 154 cm
D. 155 cm
Soal 13
Berapakah nilai median dari data 45, 47, 49, 51, 47, 50, 48?
A. 47
B. 51
C. 49
D. 48
Sumber gambar: HMPS Statistika FMIPA UNM
Soal 14
Hasil rapor semester 1 adik mendapatkan nilai terbanyak yang muncul adalah 7. Nilai tersebut disebut sebagai …
A. Mean
B. Median
C. Modus
D. Range
Soal 15
Terdapat data sebagai berikut: 60, 65, 70, 65, 68, 72, 75, 68. Berapakah rentang dari data tersebut?
A. 10
B. 12
C. 14
D. 15
Soal 16
Nilai ulangan sejarah dari 8 siswa adalah 75, 80, 85, 80, 90, 75, 85, 80. Berapakah nilai modus dari nilai ulangan tersebut?
A. 75
B. 80
C. 85
D. 90
Soal 17
Seorang siswa mencatat tinggi lima pohon dengan data ketinggian 4 m, 5 m, 6 m, 5 m, 4 m. Berapakah median dari data tersebut?
A. 5 m
B. 4 m
C. 5,5 m
D. 6,5 m
Jawaban: A. 5 m
Soal 18
Suatu penelitian dilakukan terhadap 20 siswa mengenai waktu yang mereka habiskan untuk belajar setiap hari. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut (dalam jam): 1, 2, 1, 3, 2, 3, 4, 2, 2, 1, 3, 2, 4, 3, 2, 1, 2, 3, 4, 2. Tentukan mean, median, dan modus dari data tersebut.
A. Mean: 2, Median: 2, Modus: 2
B. Mean: 2,5, Median: 2, Modus: 2
C. Mean: 2, Median: 2,5, Modus: 2
D. Mean: 2,5, Median: 2,5, Modus: 3
Soal 19
Dari sebuah survei, didapatkan data berat badan 15 siswa dalam kilogram, yiatu 50, 52, 49, 54, 53, 55, 51, 52, 50, 54, 52, 53, 51, 50, 52. Berapakah rata-rata, median, dan modus dari data tersebut?
A. Rata-rata: 51,5, Median: 51, Modus: 52
B. Rata-rata: 51,5, Median: 52, Modus: 52
C. Rata-rata: 52, Median: 52, Modus: 53
D. Rata-rata: 52, Median: 52, Modus: 52
Soal 20
Dina memiliki 6 tanaman dalam pot. Ia mengukur tinggi tanaman tersebut selama 6 bulan terakhir dan mendapatkan hasil 15 cm, 18 cm, 20 cm, 17 cm, 22 cm, 19 cm.
Dina ingin mengetahui apakah tanaman-tanamannya tumbuh dengan kecepatan yang sama. Bagaimana Dina dapat menentukan apakah tanaman-tanamannya memiliki pertumbuhan yang seragam?
A. Dengan mencari rata-rata dan membandingkannya dengan median.
B. Dengan menghitung range dan modus dari data tersebut.
C. Dengan mencari nilai rata-rata dan membandingkannya dengan range.
D. Dengan menghitung median dan melihat apakah ada outlier.