Break the Limit! Sebuah kalimat yang tidak begitu panjang namun sarat makna. Makna yang berkaitan dengan motivasi untuk maju.
Break the Limit bisa diterjemahkan dengan ‘menembus batas’. Ya, betapa sebenarnya kita mempunyai banyak potensi namun kita sering memberi batasan- batasan yang tak perlu pada diri sendiri sehingga pada akhirnya potensi itu tidak bisa berkembang.
Pertandingan bola volley, dokumentasi pribadi
Tak jarang kita bahkan tidak tahu potensi yang kita miliki. Mengapa? Kurang eksplor! Akibatnya kita merasa tidak ‘bersinar’ seperti orang lain.
Siap memberikan semangat, dokumentasi pribadi Semangat classmeeting , dokumentasi pribadi
Break the Limit ! dijadikan jargon utama dalam event classmeeting semester gasal 2023 ini. Tentu harapannya agar semua siswa tanpa ragu terus berjuang untuk menunjukkan usaha terbaiknya guna meraih prestasi .
Siap classmeeting , dokumentasi pribadi Sebagian dari supporter , dokumentasi pribadi Sebagian dari supporter , dokumentasi pribadi
Diselenggarakan dalam waktu empat hari, yaitu tanggal 13, 14, 15 dan 18 Desember, classmeeting berjalan demikian seru. Banyak nomor pertandingan yang diadakan, mulai dari volly, basket, bulutangkis, kasti, futsal, hingga lompat tali.
Dalam classmeeting setiap kelas wajib mengirimkan kontingennya. Tidak ada siswa yang tidak mendapat tugas. Paling tidak jika mereka tidak ikut pertandingan, tugas sebagai supporter atau official sudah menanti.
Semangat para supporter , dokumentasi pribadi Supporter di tepi lapangan, dokumentasi pribadi Supporter di arena basket, dokumentasi pribadi
Gempita sorak terdengar dimana-mana. Sorak kegembiraan atau mungkin juga kecewa muncul sebagai reaksi atas serunya jalannya pertandingan. Gembira jika tim yang dijagokan menang dan kecewa ketika tim yang dijagokan kalah.
Break the Limit! , dokumentasi pribadi
Namun segala kekecewaan itu tak berlangsung lama. Karena masih ada pertandingan lain yang bisa diikuti. Dalam pertandingan selalu ada kalah atau menang, dan semua punya peluang.
Ya, pada prinsipnya terus fight! Tidak ada kata sedih atau kecewa yang berlama-lama. Break the Limit!, mari kejar prestasi dengan usaha dan semangat tiada henti.
Mobil yang kami tumpangi terus membelah keramaian lalu lintas kota Malang. Di kisaran jam satu siang kondisi lalu lintas lumayan ramai. Seramai diskusi kami di dalam mobil kali itu.
Ya, saat itu kami berada dalam perjalanan ke arah Bululawang. Biasalah, jika para ibu pergi bersama, materi diskusi seolah tak ada habisnya. Mulai diskusi tentang siswa, bak sampai molen
Nah, yang terakhir ini adalah topik yang paling menarik.
Bermula dari keinginan ibu-ibu untuk pesan molen Angkasa, akhirnya diskusi tentang molen dan pisang molenpun dimulai dan berjalan dengan seru.
Antara Molen dan Pisang Molen
Pisang molen dan kopi, hidangan pereda suasana ketika politik kian memanas dalam novel Putu Wijaya
Pisang molen adalah makanan yang memiliki cita rasa enak dan terdiri beragam tekstur. Paduan antara kelembutan pisang dan kulit molen yang renyah dan kriuk membuat sensasi yang berbeda dalam menikmatinya.
Kulitnya yang renyah mempunyai rasa gurih sedangkan pisang rasanya manis. Masih ditambah dengan kombinasi coklat atau keju yang membuat keseluruhan rasa kue ini begitu maknyus. ‘Kane lop’ pokoknya.
Pisang molen dibuat dalam berbagai ukuran. Ada yang kecil sekali, orang-orang mengatakannya sak emplokan (ukuran satu kali makan), ada yang agak panjang kira kira lima cm, ada pula yang agak besar lagi.
Pembuat kulit molen, sumber gambar: Tokopedia
Dinamakan pisang molen karena ada kaitannya dengan kata molen yang berarti berarti penggilingan, atau mill dalam bahasa Inggris. Ya, penganan ini dilapisi oleh adonan tepung yang ditipiskan dengan alat yang diputar atau molen.
Dari Historia.id, diperoleh informasi bahwa pisang molen hadir dalam dunia perkulineran sekitar tahun 90-an. Begitu terkenalnya, penganan ini dimasukkan dalam karya sastra novel ‘Perang” karya Putu Wijaya.
Dalam novel tersebut,diceritakan bahwa molen dan kopi adalah hidangan yang bisa mencairkan suasana politik yang sedang panas.
Sebuah teori lain mengatakan bahwa kue ini dinamakan pisang molen karena bentuknya seperti molen.
Yup..kata molen mengingatkan kita juga pada alat yang sering ada di bangunan. Alat yang berbentuk serupa silinder yang gendut di bagian tengahnya, bisa diputar dan dipakai sebagai pengaduk pasir.
Campuran pasir, batu dan semen harus terus diaduk agar kondisinya stabil, sehingga tidak pecah saat dilakukan pengecoran.
Molen bangunan, sumber gambar: Truelogs Group
Dilihat sekilas memang pisang molen bentuknya seperti pengaduk pasir ini.😁
Ada benang merah yang menghubungkan pisang molen dan molen. Ya, adanya putaran atau adukan untuk menciptakan sesuatu yang berkualitas. Dalam hal ini hasilnya adalah kulit pisang molen dan adukan pasir, batu dan semen.
Apa pelajaran yang bisa diambil dari diskusi kali ini? Molen mengajarkan pada kita bahwasanya kita tak perlu takut dengan segala ‘putaran’ atau cobaan kehidupan karena kita sedang ditempa untuk menjadi manusia yang lebih baik atau lebih berkualitas. Aha..
Sst, karena molen pesanan kami sudah hampir datang yuk..cari posisi paling wenak, ambil kopi atau tehnya, dan come on bestie.. mari nikmati molen bersama sambil melanjutkan obrolan di antara kita..
Seiring dengan berbunyinya bel tanda pulang, berakhir sudah PAS dan SAS Gasal tahun pelajaran 2023/2024.
Kegiatan akhir semester yang sangat penting ini dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 8 Desember 2023.
Peserta berbaris memasuki ruangan, dokumentasi pribadi Peserta berbaris memasuki ruangan, dokumentasi pribadi
Kegiatan PAS dan SAS dibagi dalam dua sesi yaitu pagi dan siang. Kegiatan pagi diperuntukkan kelas 3.5 dan 2.3, sedangkan kegiatan siang adalah untuk kelas 3.3 dan 3.1.
Yang istimewa untuk PAS dan SAS Gasal tahun ini adalah mapel matematika diletakkan di hari pertama dan jam pertama pula. Wow, amazing.
Pelaksanaan SAS, dokumentasi Bintaraloka
Meski banyak yang terkaget-kaget dengan penyusunan jadwal ini, namun tak masalah. The show must go on, jadwal harus tetap berjalan karena semua hanya masalah waktu.
Sebagai kegiatan yang sangat menguras pikiran, maka diperlukan ketenangan siswa dalam menghadapinya. Karenanya setengah jam sebelum masuk ruangan dilakukan doa bersama seluruh siswa peserta PAS pagi.
Siswa mengerjakan soal di ruangan, dokumentasi Bintaraloka
Dalam kegiatan tersebut dilantunkan pembacaan kitab suci Al Qur an, doa dan Asmaul Husna oleh siswa muslim dan pembacaan doa bersama oleh siswa Kristen dan Khatolik.
Doa pagi di lapangan volley dipimpin oleh para guru agama Islam, sedangkan doa siswa yang beragama Kristen dan Khatolik dipimpin oleh Pak Gerry.
Berkat kesigapan panitia juga para pengawas PAS dan SAS berjalan lancar, meski ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.
Peserta antre di depan ruang panitia, dokumentasi pribadi
Kendala masih tampak saat finish. Karena banyak yang finishnya tidak lancar, maka tiap selesai ujian didapati banyak siswa berbaris di depan ruang panitia untuk minta bantuan master web agar bisa segera bisa keluar dari aplikasi ujian.
Koordinasi panitia dan pengawas, dokumentasi pribadi
Tentunya diharapkan ke depan PAS dan SAS akan berjalan lebih lancar lagi.
Koreksi bersama mapel BIN, dokumentasi Bintaraloka
Sementara siswa mengerjakan soal, bapak ibu guru mapel malakukan koreksi bersama di sektretariat.
Akhirnya selamat tinggal PAS dan SAS, selamat datang pekan remidi.. Semoga kerja keras siswa selama ini bisa memberikan hasil yang maksimal dengan perolehan nilai yang bagus di rapor mereka nanti.
Hujan adalah titik-titik air yang jatuh dari langit, sering membuat genangan, kadang juga kenangan..(quotes hujan)
Sore itu langit begitu gelap. Bel pulang sudah berbunyi, tapi itu adalah tanda pulang bagi siswa. Guru baru bisa pulang 30 menit kemudian.
Suasana sekolah semakin sepi. Siswa sudah pulang dengan jalan kaki atau dijemput orang tua masing-masing.
Dan…satu gelegar guruh tiba- tiba datang dengan diikuti oleh turunnya hujan dari langit.
Dari gelapnya langit dan guruh yang bersahut-sahutan bisa ditebak, hujan pasti akan deras.
Hawa terasa agak segar. Hujan adalah rahmat. Kedatangannya begitu dinanti-nanti di kisaran bulan Oktober kemarin. Bulan yang seharusnya sudah dipenuhi curah hujan mamun tiba-tiba terasa begitu kering karena pengaruh El Nino yang membawa kekeringan di sana sini.
“Tidak ingin nulis tentang hujan?” tanya teman saya. Saya tertawa, karena siapa tidak tergoda oleh datangnya titik air yang datangnya selalu beramai-ramai ini?
Dalam berbagai pandangan ada bermacam-macam pelajaran yang bisa diambil dari hujan. Di antaranya adalah:
Hujan, dokumentasi pribadi
1. Hujan adalah kehidupan. Ya, hujan menyediakan air sebagai sumber kehidupan untuk tumbuhan, hewan, dan manusia. Karenanya manusia harus selalu bisa melestarikan kehidupan yang ada di sekitarnya.
2. Hujan adalah harapan. Hujan yang membawa begitu banyak curahan air pada akhirnya akan menghadirkan pelangi setelah mereda.
Hal ini memberikan gambaran pada kita bahwa dalam situasi terburuk sekalipun, selalu ada harapan untuk masa depan yang lebih baik.
3. Hujan sebagai simbol kesabaran. Dari pelajaran yang kita peroleh selama sekolah, ada proses yang panjang dari perjalanan air untuk menjadi hujan.
Proses terjadinya hujan membutuhkan waktu dan kesabaran.
Kiranya seperti itulah proses hidup manusia. Perlu kesabaran dan kegigihan untuk meraih apa yang diinginkannya.
4. Hujan adalah keindahan
Hujan, dokumentasi pribadi
Ya, hujan dapat menciptakan pemandangan yang begitu indah sekaligus syahdu. Hal yang semula tampak bias saja bisa menjadi lebih indah saat hujan turin. Maknanya mari kita belajar menikmati keindahan hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita
5. Hujan adalah perubahan. Hujan bisa mengubah lingkungan sekitar , bisa lebih baik artau lebih buruk.
Seperti halnya hidup manusia. Perubahan senantiasa terjadi, dan kita harus siap menghadapinya. Dalam hidup ini tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.
6. Hujan selalu membawa kenangan. Banyak quotes tentang hujan dan kenangan. Ada yang mengatakan bahwa hujan 1% diri atas air dan 99% adalah kenangan
Atau hujan adalah titik-titik air yang turun dari langit, yang menimbulkan genangan sekaligus kenangan. Aha….
Berjalan di tengah hujan, dokumentasi Ahfi
Mengapa kenangan sering timbul saat hujan?
Suara rintik air, udara yang sejuk, bau petrikor sering melemparkan kita kembali ke masa lalu.
Ada penelitian yang mengatakan bahwa langit menjadi gelap saat hujan turun dan menyebabkan kulit manusia mendapatkan lebih sedikit cahaya. Akibatnya, tubuh kekurangan vitamin D yang memengaruhi level serotonin di otak.
Serotonin adalah hormon yang mengatur perubahan mood dan ingatan. Saat hujan turun, kadar serotonin ikut menurun sehingga mood berubah dan membuat seseorang melamun dan menjadi melankolis.
Nah, suasana melankolis ini membuat banyak lagu yang berlatar belakang hujan yang tercipta.
Satu lagu favorit saya yang bercerita tentang hujan adalah Raindrops Keep Falling on My Head. Lagu ini diciptakan tahun 1969 dan dipopulerkan kembali oleh BJ Thomas tahun 2005.
Raindrops Keep Falling on My Head menggambarkan semangat seseorang yang mengatasi masalah dan kekhawatirannya dengan menyadari bahwa kebahagiaan akan datang mendekat padanya.
Ya, disamping rasa indah, sendu, membangkitkan kenangan, hujan ternyata bisa memberikan semangat dan kekuatan.
Kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup dan menikmati hidup itu sendiri. Bukankah ada quotes yang mengatakan : Life isn’t about waiting for the storm to pass, its about learning how to dance in the rain…?
Sekedar catatan ketika terhalang pulang karena hujan.
Pagi terasa demikian sejuk. Siswa putra dan putri duduk dalam barisan masing-masing di lapangan volley.
Di pangkuan mereka Al Quran dibuka, sambil dibaca dengan lagu dan tajwid sesuai arahan bapak /ibu guru pengajar Agama Islam.
Siswa mengikuti semua kegiatan dengan khusyuk. Mulai dari membaca Al Quran bersama, Asmaul Husna dan doa. Doa untuk orang tua, juga doa selamat dunia dan akhirat .
Arahan dari Ibu Utien, dokumentasi Vina
Ya, doa-doa terbaik dilangitkan untuk kebaikan dan kelancaran seluruh siswa utamanya dalam menempuh PAS dan SAS semester gasal tahun pelajaran 2023/2024.
Mengapa harus ada doa bersama? Menurut Ibu Utien ada banyak manfaat membaca Alquran dan berdoa bersama-sama. Di antara manfaat tersebut adalah:
Doa pagi, dokumentasi Vina
1. Untuk ketenangan hati. Pernahkah pembaca merasakan bahwa setelah kita membaca Al Qur’an hati menjadi lebih tenang?
Benyak penelitian yang menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an memberikan banyak manfaat, dan salah satunya untuk ketenangan jiwa.
Al-Qur’an memberikan ketenangan jiwa bagi siapapun yang membacanya, karena sejatinya, ia menjadi jalan untuk mengingat Tuhannya.
Sebuah studi di Universitas Salford, Inggris mengatakan bahwa orang-orang yang membaca dan melantunkan Al-Qur’an menjadi lebih rileks dan tenang dibanding mereka yang membaca buku biasa.
Seperti yang disebutkan dalam Surah Ar-R’ad ayat28 yang artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Ar-R’ad; 28).
2. Fokus. Hati yang tenang akan membuat kita lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu. Jika kita fokus mengerjakan sesuatu, diharapkan hasil sesuai yang diharapkan akan bisa diperoleh.
Doa pagi, dokumentasi Vina
Satu kebaikan akan menyimpan mutiara kebaikan-kebaikan yang lain. Ada satu catatan yang diperoleh dari kegiatan doa bersama ini, yaitu tidak adanya siswa yang terlambat mengikuti PAS di sesi pagi.
Akhirnya semoga kegiatan serupa akan lebih sering dilakukan di SMP Negeri 3 Malang.
Doa bersama, membaca Al Quran ataupun Asmaul Husna adalah satu cara untuk menjadikan sekolah sebagai ladang kebaikan, sehingga keberkahan tetap terlimpah pada seluruh warga Bintaraloka 😊.