Aksi Bergizi, Rujak Buah Sebagai Alternatif Jajanan Sehat

Pagi itu ada kesibukan yang nyata di ruang kelas 2.3.1. Siswa menata meja dan kursi, lalu  tikar berwarna hijau digelar di dekat papan tulis. Aha, ada yang beda hari ini. Kami akan makan rujak buah bersama-sama.

Mengapa makan bersama? Salah satu kegiatan dari Aksi Bergizi di sekolah adalah makan makanan dengan menu seimbang.

Oh ya, kegiatan aksi bergizi di sekolah meliputi tiga hal yaitu  membiasakan konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah), makan makanan dengan menu gizi seimbang dan aktivitas fisik.

Kegiatan minum tablet tambah darah secara rutin dilakukan oleh siswa putri setiap satu minggu sekali, olah raga sebagai aktivitas fisik dilakukan dengan senam bersama dan makan dengan menu seimbang dilaksanakan bergantian oleh masing-masing kelas dengan menu berbeda-beda.

Salah satu kegiatan aksi bergizi , dokumentasi pribadi

Beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan ini, Suster Ratna sebagai penggerak UKS memberikan berbagai pilihan menu makanan pada kelas 2.3.1, dan ternyata rujak buah menjadi pilihan anak anak.

Rujak Buah dan Jajanan Sehat

Rujak buah, dokumentasi pribadi

Di samping memperhatikan makanan sehat, kita juga harus memperhatikan jajanan sehat. 

Dikutip dari Alodokter, snack atau jajanan sehat adalah jenis camilan yang rendah kalori, tetapi banyak mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral. 

Menyiapkan rujak buah, dokumentasi pribadi

Selain itu, jajanan dikatakan sehat apabila rendah lemak dan tidak banyak mengandung gula, termasuk pemanis buatan.

Berkaitan dengan keterangan di atas, maka rujak buah adalah salah satu contoh jajanan sehat. Mengapa? Disamping mengandung banyak vitamin dari buah buahan segar, rujak buah tidak mengandung pemanis buatan ataupun pengawet.

Acara aksi bergizi pagi itu terselenggara atas kerjasama dengan paguyuban. Ya, paguyuban yang menyiapkan rujak buah dan makanan pendamping lainnya dengan dibantu oleh warga kelas.

Setelah semua siap, Suster Ratna memberikan sedikit pengarahan tentang pentingnya jajanan sehat. 

Suster Ratna sesudah memberikan arahan, dokumentasi pribadi

Menurut Suster Ratna sudah seharusnya kita membiasakan makan jajanan sehat di tengah gempuran berbagai makanan kekinian yang kadang kurang memperhatikan aspek kesehatan.

Setelah beberapa saat, taraaa…..acara makanpun dimulai.

Hmm, makan bersama dalam suasana yang demikian hangat sungguh menimbulkan kebahagiaan tersendiri.

Makan rujak bersama, dokumentasi pribadi

Ada tawa dan canda berbalut keakraban. Semua tampak senang. Suasana terasa begitu manis, semanis rujak buah yang kami nikmati bersama pagi itu..😃

Salam UKS.., Sehat dimulai dari saya..!

Baca juga:

Peringatan Hari Guru Nasional, Dari Prank, Konser, Hingga Puisi dan Surat Cinta

Pagi itu suasana kelas tidak seperti biasanya. Ketika ibu guru masuk kelas tiba-tiba ada konser mini. Ada pemain gitar , saxophone juga para penyanyi dengan menyalakan senter HP sebagai penyemarak suasana. Kangen,  itu lagi yang mereka bawakan.

Konser mini, dokumentasi Buz

Sementara itu di kelas lain cerita tak kalah menarik. Setelah guru masuk, ada lagu Hymne Guru, ditambah puisi yang dibawakan dengan demikian syahdu. Suasana sempat mengharu biru.

Bagaimana di kelas lain ? Prank! Hal satu ini sempat membuat bapak ibu guru marah sungguhan, tapi suasana langsung berubah menyenangkan ketika siswa memberikan ucapan selamat hari guru.

Benar-benar hari yang penuh cerita. Penuh kejutan dan tawa bersama. Apalagi ketika siswa berfoto bersama wali kelas ataupun guru-guru pengajar mereka.

Bersama wali kelas, dokumentasi 9.2

Itu adalah gambaran betapa manisnya peringatan Hari Guru Nasional yang diadakan tanggal 27 November 2023. Seharusnya Hari Guru diperingati setiap tanggal 25 November. Tapi karena tanggal 25 November jatuh pada hari Sabtu, peringatan dilaksanakan di hari Senin.

Berfoto bersama wali kelas, dokumentasi Ahfi

Peringatan ditandai dengan pelaksanaan upacara yang dimulai sekitar pukul tujuh kurang seperempat.

Adapun petugas upacara hari ini adalah Pak Gerry sebagai pemimpin, pembawa acara Mister Sony, pembawa teks Pancasila Pak Imam, pembaca sejarah PGRI Pak Aksan , pembukaan UUD 1945 Bu Maria dan doa Ibu Utin.

Bertindak sebagai pembina upacara kali ini adalah Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang.

Bapak/Ibu guru lain bertugas sebagai tim paduan suara.

Teacher Awards, dokumentasi Bintaraloka

Upacara berjalan khidmat. Dalam sambutannya Ibu Kepala Sekolah menyampaikan perlunya terus maju untuk mewujudkan Merdeka Belajar.

Layaknya upacara hari guru, semua berjalan istimewa. Sesudah upacara dilakukan pengumuman teacher award bagi berbagai kategori untuk bapak/ibu guru. Ada guru terdisiplin, terhumble, terkreatif, terkeren, juga penghargaan Teacher of The Year.

Seru-seruan di peringatan HGN, dokumentasi pribadi

Hal yang sangat menarik adalah karena yang menjadi penilai adalah siswa sendiri melalui voting sehari sebelumnya.

Untuk tahun ini penghargaan Teacher of The Year diraih oleh Ibu Ahfi Husniah, pengajar Ilmu Pengetahuan Alam. 

Satu kotak berisi ‘surat Cinta’, dokumentasi pribadi

Hari yang sangat istimewa. 

Ada buket bunga, bunga mawar, kue, puisi, lagu bahkan surat cinta. 

Bersama Ibu Uci, dokumentasi 9.5
Bersama 2.3.1 dan 3.5.6, dokumentasi pribadi
Berfoto bersama wali kelas, dokumentasi Buz

Aih, hari yang terasa begitu manis. Mari sejenak lupakan berbagai kesibukan bahkan mungkin juga ulangan.

Akhirnya terima kasih pada anak- anak semua atas berbagai kejutan yang begitu manis. Jika kalian mengatakan para Bapak dan Ibu Guru adalah penerang dalam gulita, maka kami mengatakan kalian adalah sumber inspirasi yang tiada habisnya.

Foto bersama Mister Sony, dokumentasi pribadi
Bersama bapak/ibu guru PPG, dokumentasi Vina

Selamat Hari Guru Nasional 2023. Semoga Bapak/Ibu guru Bintaraloka senantiasa diberikan kesehatan dan kesabaran untuk mendidik para tunas bangsa dengan sepenuh rasa cinta.

Baca juga:

Pelopor Pendidikan Berkualitas: Mahasiswa UM Kembangkan Pribadi Siswa SMP Islam Al-Maarif Singosari 2

Pengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun.

Secara umum program ini dirancang oleh berbagai universitas atau institut yang ada di Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kelompok Pengabdian Masyarakat di bawah kepemimpinan mahasiswa S1 bimbingan dan konseling FIP UM, Ilham Lahia telah  menyelenggarakan program pengabdian masyarakat di SMP Islam Al Maarif 02 Singosari.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di minggu ketiga bulan November 2023.

Dengan diikuti oleh sepuluh anggota, yang delapan diantaranya adalah mahasiswa S1 Bimbingan dan Konseling (BK) dan dua mahasiswa S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), kelompok ini mengeksekusi rangkaian kegiatan yang mendalam selama tiga hari di SMP Islam Al-Maarif Singosari yang beralamatkan di Jl. Candirawan No.03, Sumberawan, Toyomarto, Kec. Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kegiatan pengabdian ini melibatkan 38 siswa yang tersebar dalam setiap tingkatan kelas.

Hari pertama diisi dengan kegiatan need assessment dan permainan indoor yang tidak hanya membangun kedekatan antar siswa, tetapi juga melibatkan aspek edukatif dengan teknis token ekonomi yang menjanjikan hadiah menarik di akhir acara.

“Kami ingin memotivasi mereka melalui pendekatan yang kreatif,” kata Nizar Sufi, salah satu anggota kelompok pengabdian masyarakat tersebut.

Pada hari kedua, fokus dialihkan ke bimbingan dengan metode sinema edukasi, menangani isu pencegahan bullying dan empati siswa. Kegiatan ini berlanjut dengan sesi konseling kelompok, menciptakan ruang aman untuk berbagi dan mendukung pertumbuhan psikososial siswa.

Hari terakhir, momentum berpindah ke Lokasi Wisata Sumberawan dengan outbond kompetitif dalam suasana kelompok.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi kerjasama tim dan kepemimpinan. Acara ditutup dengan penguatan melalui pemberian hadiah kepada kelompok dan individu yang berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pengumpulan kartu token.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi tantangan di sekolah dan kehidupan sehari-hari,” ujar Angga Yudha Adi Nugraha yang berperan sebagai pemandu outbond dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Nikmatul Kholidah, M.Pd, kepala sekolah SMP Islam Al Maarif 02 Singosari, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Beliau menegaskan, “Pendidikan berkualitas tak hanya berpusat pada akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepedulian sosial.”

Tujuan kegiatan ini adalah membentuk siswa yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki keterampilan sosial dan emosional yang kuat. Pesan pentingnya adalah mendorong pertumbuhan holistik siswa melalui pendekatan kreatif dan interaktif.

Diskusi bersama siswa , dokumentasi BKUM

Sebagai penutup, Ilham Lahia menyampaikan, “Pendidikan berkualitas adalah investasi jangka panjang bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap mampu menyentuh hati dan memberikan inspirasi positif kepada setiap siswa yang kami dampingi.”

Pendidikan bukan sekadar kelas dan buku, melainkan perjalanan kolaboratif untuk membentuk pribadi yang tangguh dan peduli akan sesama.

Rayakan Rezeki dengan Secangkir Kopi

Kami terus berjalan sepanjang Jl Tenes. Acara peringatan Hari Guru belum lagi berakhir. Tapi hawa sudah terasa begitu gerah. 

Menunggu undian doorprize, ah, sebuah acara yang sangat menjemukan. Lagipula jika dihitung secara matematika, peluang untuk dapat hadiah kecil sekali.

Bisa dibayangkan, seandainya ada 100 hadiah yang disediakan, dan peserta apel hari ini adalah 7000 menurut Pak Kadinas, maka peluang kita mendapat hadiah adalah 100/7000 atau 1/70. 

Daripada menunggu, lebih baik cari acara lain sajalah. 

Lantas kemana acara hari ini? Ngopi of course! Energi perlu dicas kembali. 

Depan Kopi-O, dokumentasi pribadi

Beberapa sumber mengatakan kopi dapat membuat kita lebih bahagia dan produktif karena kopi dapat meningkatkan energi.

Ya, kopi memang identik dengan kafein, stimulan yang dapat meningkatkan energi seseorang.

Pada mulanya Kayutangan menjadi rencana tujuan kami, namun karena ternyata dekat Gajayana terdapat tempat ngopi, yaitu Kopi-O, akhirnya tujuan bergeser ke sana.

Nuansa kedai Kopi-O demikian nyaman. Ada yang tempat duduknya di setting berdua-dua, berempat, juga di sofa. Karena kami berenam tentunya kami pilih sofa. Biar gayeng ngobrolnya, eh…

Snack Time Kopi O, dokumentasi pribadi

Ruangan yang didominasi warna hitam dengan berbagai ornamen di sana- sini membuat suasana ‘muda’ kian terasa. Ada sebuah bagian yang berisikan alat musik. Bayangan saya mungkin di malam hari ada live music yang membuat suasana menjadi lebih gayeng.

Tak lama menunggu, pesanan kamipun datang. Kopi Nanyang kosong, lemon tea, kopi susu dan Milo. Eh, apa artinya kopi kosong? Ternyata gula dan kopinya dipisah, tapi tidak boleh terlalu jauh, karena itu bikin rindu..😅

Masih tentang pesanan, supaya jagongan lebih gayeng masih ada sepiring pisang goreng menemani kami. 

Pesanan kami, dokumentasi pribadi

Kata Mbaknya ada 20 potong pisang goreng dalam sebuah piring besar. Tidak seperti yang biasa dijumpai, kali ini pisang goreng dilengkapi susu dan keju parut. Ah, so sweet..

Begitu kopi datang diskusipun dimulai. Ya, sebuah diskusi penting tentang masa depan, masa kini dan masa lalu. Betapa kita yang berpijak di masa kini harus punya visi ke masa depan dengan cermin peristiwa masa lalu. Aha.. melip dikit ….

Tak terasa Azan Dhuhur berkumandang. Sebuah pengingat bahwa diskusi harus segera diakhiri. Pekerjaan rumah di akhir pekan sudah menanti. 

Berfoto di lobby, dokumentasi Ahfi

Setelah berfoto sebentar di lobby, kamipun beranjak pergi. Terima kasih atas rezeki hari ini. Bahagia adalah rezeki, bertemu teman dan ngobrol adalah rezeki. Dan kata Joko Pinurbo sastrawan kondang itu, “Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi.”

Selamat berakhir pekan…😉

Dari Arena Peringatan Hari Guru Nasional 2023

Mentari sudah mulai  menyapa. Titik air sisa hujan semalam masih banyak menempel di pepohonan.

Jam belum lagi menunjukkan pukul tujuh, namun sepagi itu kami sudah siap di depan stadion Gajayana. Nuansa merah putih mewarnai suasana. Ya, pagi ini kami akan mengikuti apel peringatan Hari Guru Nasional tahun 2023.

Menjelang masuk stadion, dokumentasi pribadi

Apel peringatan Hari Guru Nasional tahun ini dipimpin langsung oleh Bapak Pj Walikota Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM dan dimulai sekitar pukul delapan lebih.

Menurut laporan Bapak Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Suwadjana, SE , upacara kali ini diikuti oleh sekitar 7000 orang yang terdiri atas guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK dari lima kecamatan di kota Malang.

Persiapan apel, dokumentasi pribadi

Sesudah apel, acara pagi ini  dimeriahkan oleh senam Pelajar Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta apel, bazaar yang diikuti oleh berbagai sekolah, dan bermacam-macam atraksi seni termasuk dari siswa inklusi.

Senam bersama, dokumentasi pribadi
Bazaar, dokumentasi pribadi
Lagu-lagu yang dibawakan siswa SD Bandulan 1 dokumentasi pribadi
Gelar seni siswa inklusi, dokumentasi pribadi

Dalam sambutannya Bapak Pj Walikota menekankan pentingnya bagi para guru untuk berani berinovasi.

Ya, Kurikulum Merdeka telah memberikan wadah seluas-luasnya bagi para guru untuk mengembangkan pembelajaran mereka demi mencerdaskan anak bangsa.

Sesudah apel, dokumentasi pribadi
Siap jalan jalan ke Bazaar, dokumentasi pribadi
Setelah apel, dokumentasi pribadi
Jelang apel, dokumentasi pribadi

Tentang Logo Peringatan Hari Guru Nasional 2023

Logo HGN 2023, Kemdikbud

Logo peringatan hari guru tahun ini mempunyai warna yang ceria. Kombinasi dari warna biru, pink dan warna cerah yang lain. Adapun makna logo ini adalah:

1. Figur pak guru, ibu guru, serta siswa dan siswi tampak dinamis dan ceria dalam menjalankan pembelajaran.

2. Pemanfaatan teknologi digambarkan dengan simbol-simbol WiFi, laptop, handphone, serta aplikasi zoom yang memiliki relevansi kuat sebagai alat penunjang kegiatan belajar mengajar.

3. Bentuk hati menggambarkan seluruh komponen pendidikan mulai dari guru, peserta didik, hingga orang tua yang bersinergi menciptakan semangat belajar yang merdeka dan penuh cinta guna memberikan hasil yang terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia.

Berfoto sesudah acara, dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya sesuai tema hari guru nasional tahun ini, semoga semua semua guru senantiasa diberikan kekuatan agar bisa selalu meningkatkan kapasitas diri untuk Bergerak Bersama Wujudkan Merdeka Belajar