Mengapa Kehidupan di Dunia Bisa  Diibaratkan  Air Hujan? 

Pada hari Rabu (14/03), kembali dilaksanakan pengajian pagi di ruang guru. Kali ini giliran Ustadzah Lilik Mufida yang menyampaikan butiran mutiara hikmah di bulan Ramadhan yang mulia ini.

Dalam tausiyah pagi ini Ustadzah Lilik menyampaikan tentang kehidupan dunia yang bisa diibaratkan air.

Air adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Tanpa air kita manusia bahkan mahluk hidup yang lain pasti tak akan bisa bertahan hidup.

Tapi mengapa kehidupan di dunia bisa diibaratkan air?

Ustadzah Lilik Mufida, dokumentasi pribadi

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Kahfi ayat 45 Allah Ta’ala berfirman :

وَاضۡرِبۡ لَهُمۡ مَّثَلَ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا كَمَآءٍ اَنۡزَلۡنٰهُ مِنَ السَّمَآءِ فَاخۡتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الۡاَرۡضِ فَاَصۡبَحَ هَشِيۡمًا تَذۡرُوۡهُ الرِّيٰحُ‌ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ مُّقۡتَدِرًا

Artinya: “Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Kahfi ayat 45)

Dijelaskan dalam Tafsir Al-Qurtubi bahwa orang-orang bijak berkata: Sesungguhnya Allah menyerupakan dunia dengan air, karena:

1. Air tak akan pernah menetap dalam satu tempat (selalu bergerak menuju ke tempat yang lebih rendah). Demikian juga dunia, tidak pernah tetap pada satu orang.

2. Air tak akan pernah tetap pada satu kondisi, situasi dan keadaan. Ia akan selalu berubah. Demikian juga dunia.

3. Air akan pergi dan tidak tetap ada. Demikian juga dunia, akan sirna dan tidak kekal.

4. Siapapun tidak akan mampu masuk ke dalam air dengan tanpa basah. Demikian juga dunia, siapapun tidak akan selamat dari fitnah dan wabahnya.

5. Air ketika digunakan sekadarnya saja, ia akan bermanfaat dan menumbuhkan. Tapi ketika melebihi kadar itu, ia akan membahayakan dan merusak. 

Air selalu bergerak mencari tempat yang lebih rendah, sumber gambar: Pngtree

Demikian juga dengan dunia, secukupnya darinya akan bermanfaat, dan lebih dari cukup akan membawa mudharat.

Pada ayat lain, Allah mengingatkan bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau belaka.

Demikian gambaran kehidupan dunia yang diibaratkan air dalam Al Qur an. Betapa Allah memberikan banyak pelajaran dan hikmah dari apa-apa yang ada di sekitar kita. Bahkan dari hal-hal yang kita anggap begitu sederhana.

Salam Ramadhan 😊

Senandung Al I’tirof di Pagi Itu

Selasa pagi itu (12/03) sesudah tausiyah dari Ustadz Nur Rohmat, acara pengajian pagi di ruang guru diisi dengan pembacaan puisi dan menyenandungkan sholawat Al I’tirof bersama-sama dengan dipandu oleh Ustadzah Ratri.

Suara Ustadzah Ratri yang begitu lembut membuat senandung I’tirof pagi itu terasa begitu syahdu.

Al I’tirof adalah sebuah syair terkenal karya Abu Nawas. Seperti judulnya yang berarti pengakuan, syair ini bercerita tentang pengakuan dosa dari seorang hamba pada Tuhannya.

Ustadzah Ratri, dokumentasi Galuh

Tentang Abu Nawas

Beberapa di antara kita mungkin mengenal Abu Nawas sebagai tokoh yang lucu dan banyak akal. Tapi lebih dari itu Abu Nawas seorang penyair sufi terkenal  hidup di kota Bagdad pada abad ke-8 Masehi di masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Khalifah Al-Amin.  

Abu Nawas atau Abu Nuwas memiliki nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami. Ia lahir di Kota Ahvaz di negeri Persia. Dalam tubuhnya mengalir darah Arab dan Persia.

Di masa mudanya, Abu Nawas menyukai kehidupan hura-hura, menyukai pesta pora dan dekat dengan minum minuman. Karena itu syair-syairnya di masa itu banyak bertemakan tentang anggur dan cinta.

Kepiawaiannya membuat syair tak perlu diragukan, buktinya dalam kondisi mabuk ia bisa membuat syair yang tidak ada tandingannya saat itu.

Syairnya mulai berubah tema ketika ia semakin tua dan suatu saat ia harus dipenjara. Sejak itu tema syair Abunawas semakin religius seperti tema pertaubatan dan masa penantian di hari tua.

Abu Nawas atau Abu Nuwas, sumber gambar: Kompas.com

Berikut adalah  syair terkenal dari Abu Nawas yang berjudul Al I’tirof atau pengakuan:

إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً # وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ

Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka.

فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ # فَإِنَّكَ غَافْرُ الذَّنْبِ العَظِيْمِ

Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku. Sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar.

ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ # فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ

Dosaku bagaikan bilangan pasir. Maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.

وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ # وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

Umurku ini setiap hari berkurang. Sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.

إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ

Wahai, Tuhanku! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu.

فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ # فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ

Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah ahli pengampun. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

Beberapa kalangan mengatakan bahwa syair itu adalah gambaran kecerdikan Abu Nawas yang berusaha merayu Tuhan karena takut akan dosa-dosa yang pernah diperbuat di masa lalu, sementara kian hari ajal semakin dekat.

Syair yang sungguh sarat makna dan sering disenandungkan hingga saat ini, seperti yang kami lakukan di pagi itu.

Ya, setiap hari kita terus berjalan menuju kembali kepada-Nya, lalu kepada siapa kita mengharap belas kasih dan ampunan selain pada Dia Sang Pemilik Segala?

Wallahu a’lam bissawab

Referensi : pengajian filsafat KH Fahruddin Faiz

Tingkatkan Kualitas Ibadah di Bulan Ramadhan, Bintaraloka Selenggarakan Pesram dan Irama

Hari Kamis 6 Maret 2025 bertepatan dengan 6 Ramadhan 1445 H telah dilaksanakan pembukaan Pesantren Ramadhan (Pesram) dan Ibadah Ramadhan (Irama) di Bumi Bintaraloka. 

Kegiatan yang dilaksanakan selama enam hari ini terbagi menjadi dua hari untuk masing masing kelas. Kelas sembilan tanggal 6-7 Maret, kelas delapan tanggal 10-11 sedangkan kelas tujuh pada tanggal 12-13 Maret 2025.

Peserta Pesram dan Irama, dokumentasi Ahfi

Kegiatan terbagi menjadi dua yaitu Pesantren Ramadhan (Pesram) selama dua hari, dimana pada hari kedua diikuti dengan kegiatan Ibadah Ramadhan (Irama).

Adapun tema kegiatan kali ini adalah “Puasaku Totalitas, Ramadhanku Berkualitas, Ibadahku Tuntas”.

Dijelaskan oleh Ibu Utien bahwa Irama adalah penerapan dari materi yang sudah didapatkan siswa di sesi Pesram atau Pesantren Ramadhan.

Pembukaan Pesram dan Irama , dokumentasi Ahfi

Kegiatan Pesram dan Irama secara resmi dibuka oleh  Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang Bapak Teguh Edy Purwanta pada hari Kamis (06/03).

Dalam sambutan pagi itu beliau berpesan agar siswa melaksanakan segala kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mendapatkan berkah sebanyak banyaknya.

Berbagai materi yang diberikan dalam Pesram dan Irama ini dituangkan dalam buku kegiatan Ramadhan. Buku kegiatan yang dikemas dengan begitu menarik dan membuat materi materi kekinian, seperti sholat dan kesehatan mental, sekolah moderasi beragama, penggunaan gadget untuk kebaikan dan banyak lagi.

Buku Pesantren Ramadhan, dokumentasi pribadi

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, sekolah bekerja sama dengan Ma’had UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ada sekitar sebelas pengajar dari Ma’had UIN yang menjadi Narsum sekaligus pendamping anak anak belajar.

Bersama para pengajar dari Ma’had UIN, dokumentasi Ma’had UIN

Jika acara Pesram diisi dengan pemberian materi, maka acara Irama diisi dengan praktik langsung dengan pendampingan para pemateri dan bapak/ ibu guru agama Islam.

Acara Irama diisi dengan taddarus, buka bersama dan sholat tarawih di Masjid Bintaraloka.

Yang menarik, di sore hari saat taddarus, sebagian siswa bertugas membagikan takjil gratis bagi  para pejalan kaki atau pengendara di depan sekolah.

Pembagian takjil, dokumentasi Ahfi
Persiapan pembagian takjil gratis, dokumentasi Ahfi

Acara Pesram dan Irama secara umum berjalan sangat baik, materi tersampaikan dan siswa begitu “enjoy” dalam mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan.

“Menyenangkan, materi mudah diterima,” demikian tanggapan dari Riyani dan April kelas 9.2.

Menanti saat berbuka , dokumentasi Ahfi
Buka bersama, dokumentasi Ahfi

“Harapannya ke depan pelaksanaan Pesram dan Irama bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pesantren, agar siswa bisa ikut merasakan bagaimana rasanya kehidupan pesantren,” demikian diungkapkan Ibu Utien selaku ketua pelaksana Pesram dan Irama tahun 2025.

Buka bersama, dokumentasi Ahfi

Kegiatan ini ditutup pada hari Kamis malam (13/03) oleh Bapak Teguh Edy Purwanta dengan harapan semoga siswa bisa meningkatkan ibadah mereka sekaligus  meraih keberkahan di bulan yang mulia ini.

Berbagai Manfaat Puasa bagi Kesehatan (Tausiyah Ramadhan 2)

Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat” HR Abu Hurairah

Tak terasa sudah sepuluh hari kita bersama sama menjalani bulan Ramadhan yang mulia ini. Bulan yang penuh keutamaan karena banyak hikmah yang terkandung di dalamnya.

Untuk lebih menghayati hikmah yang terkandung dalam Bulan Ramadhan, Selasa pagi (11/02) Ustadz Nur Rohmat memberikan sedikit tausiyah tentang Manfaat Puasa Bagi Kesehatan.

Ustadz Nur Rohmat, dokumentasi Galuh

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita semua diwajibkan untuk berpuasa, seperti firman Allah dalam QS Al Baqarah 183 :

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Diterangkan oleh Ustadz Nur Rohmat bahwa banyak sekali manfaat puasa bagi kesehatan. Dengan background biologi yang demikian kental, beliau menjelaskan manfaat puasa bagi kesehatan dengan begitu gamblang

1. Puasa adalah kesempatan bagi tubuh kita untuk melakukan detoksifikasi, selama puasa tubuh akan mengalami pengurangan beban pencernaan dan mengalihkan energinya untuk membuang sampah dan sisa metabolisme. Disini tubuh melakukan proses autofagi yaitu proses pembersihan diri dengan membuang sel sel yang rusak atau tidak berguna.

Proses autofagi dalam sel, sumber gambar : hellosehat

2. Berkurangnya nutrisi yang masuk dalam tubuh membuat kita merasa lapar. Para ahli mengatakan bahwa saat lapar stem sel akan banyak memproduksi leukosit yang akan memakan zat-zat asing yang memasuki tubuh ( antigen). Dengan demikian tubuh akan terangsang untuk membentuk antibodi sehingga meningkatkan kekebalan tubuh.

3. Puasa akan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Selama berpuasa, ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan energi diperoleh dari pembakaran cadangan lemak. Lemak berlebihan dalam tubuh akan merusak sistem keseimbangan dan kekebalan.

4. Puasa membantu proses penurunan berat badan.

Wasana kata, jika tubuh manusia diibaratkan mesin, maka saat puasa ini Sang Pembuat Mesin sedang ingin melakukan perbaikan dan pemeliharaan di sana-sini. 

Bersama Ustadz Nur Rohmat, dokumentasi pribadi Soni

Karenanya marilah kita laksanakan puasa di bulan Ramadhan ini sebaik- baiknya agar bisa mendapatkan banyak berkah, di mana salah satunya yang sangat penting adalah berkah kesehatan. Seperti Hadits yang berbunyi: 

“Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat”

Semoga bermanfaat dan Salam Ramadhan.

Perlunya Melakukan Ruqyah Diri Sendiri (Tausiyah Ramadhan 1)

Pernahkah pembaca merasa berangkat ke tempat kerja dengan tergesa-gesa? Anak di rumah tidak bisa cepat, ada yang makannya rewel, baju lupa belum disetrika, kaos kaki si kecil hilang … Ditambah lagi jalanan macet, ketemu pengemudi yang seenaknya sendiri.. duh…, benar benar membuat jengkel.

Berbagai peristiwa pagi yang sering membuat suntuk. Belum masuk kelas, hati sudah demikian sumpek rasanya.

Jika rasa marah terus terpendam di dada, bukan mustahil siswa kita yang akan terkena getahnya.

 Entah dengan penyajian pembelajaran yang jadi kurang menarik, atau guru jadi baper, tidak bisa menahan emosi dan lain sebagainya.

Tausiyah di hari Kamis pagi, dokumentasi Galuh

Berkaca dari hal tersebut maka perlu bagi para guru untuk meruqyah diri sendiri sebelum masuk ke kelas bertemu dengan para siswa agar hati menjadi tenang. Karena bukan mustahil, siswa juga datang ke sekolah dengan membawa berbagai masalah mereka dari rumah.

Tentang Ruqyah dan Manfaatnya

Ruqyah, dalam konteks Islam, berfungsi sebagai terapi penyembuhan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa untuk meredakan gangguan atau penyakit, baik fisik maupun non-medis seperti gangguan jin atau sihir. 

Berbagai manfaat dari ruqyah adalah untuk penyembuhan dari penyakit, perlindungan dari berbagai gangguan baik yang bersifat fisik maupun non medis, penyembuhan spiritual dari gangguan jin, sihir dengan memanfaatkan ayat ayat Al-Qur’an dan doa doa.

Ruqyah bisa dilakukan oleh ustadz, orang tua ataupun orang orang yang sholeh dan bertaqwa. Meski demikian tidak menampik kemungkinan bahwa ruqyah bisa dilakukan oleh diri sendiri.

Peserta tausiyah, dokumentasi Galuh

Ruqyah pada diri sendiri bisa dilakukan dengan membaca Alfatihah, QS Al Falaq, QS An Nas, QS Al Ikhlas, dan doa-doa yang ada dalam Al Quran.

Ya, membaca doa-doa yang ada dalam Al Qur’an akan menimbulkan ketenangan hati. Seperti firman Allah dalam QS (Ar-Ra‘d [13]:28)

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram 

Dengan sering melakukan ruqyah pribadi diharapkan hati kita bisa menjadi lebih tenang, sabar dan siap menghadapi siswa yang sudah menunggu siraman ilmu para guru mereka. 

Yang perlu kita ingat keberhasilan ruqyah sangat bergantung pada keimanan dan ketakwaan orang yang diruqyah dan orang yang meruqyah, serta keyakinan bahwa kesembuhan berasal dari Allah SWT. 

Ya, bukankah segala kebaikan hanya bersumber pada Dia Sang Pemilik alam semesta?

Keterangan:

Disarikan dari tausiyah Ramadhan hari pertama oleh Bapak Teguh Edy Purwanta