Bertabur Bintang di Malam Puncak Perayaan HUT Bintaraloka ke 75

Luar biasa! 

Kesan itu muncul ketika kita menyaksikan perayaan HUT sesi ke dua di malam hari Kamis (24/4).

Malam yang benar benar bertabur bintang dan talenta yang luar biasa. Hadirnya bintang tamu baik dari alumni maupun bukan membuat malam puncak perayaan HUT Bintaraloka ke 75 ini demikian semarak.

Acara yang dimulai sore hari ini langsung diisi dengan berbagai pagelaran. 

Pagelaran busana dari para siswa membuat suasana terasa glamour dan segar.

Fashion, dokumentasi pribadi

 Aksi para penari juga  begitu memukau. Gerakan-gerakan yang dinamis dan l enerjik benar-benar membuat mereka sukses mencuri perhatian para penonton.

Sekitar Maghrib sesudah sholat acara sempat terhenti sejenak karena hujan turun demikian derasnya.

Sekitar setengah tujuh acara kembali dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan. Dimulai dari aksi Band Halto yang merupakan gabungan dari siswa kelas delapan dan sembilan.

Penampilan tari, dokumentasi Bintaraloka

Grup band ini meski menurut informasinya baru sebentar berlatih, sudah bisa menunjukkan performanya yang cantik dan mengajak penonton bersenandung bersama lewat lagu- lagu yang mereka bawakan.

Penampilan Petrichor Band juga tak kalah menarik. Dengan didukung oleh Sybia, Alit, Noveno, Medina, Yersinia dan Kirana mereka membuat suasana malam itu kian terasa hangat lewat berbagai lagi yang dibawakan.

Para penonton , dokumentasi Bintaraloka

Penampilan dari alumni di bawah naungan grub band Project 75 membuat penonton ikut bergoyang. Stick light mulai tampak dimana mana.

Suasana semakin semarak ketika fire dance menunjukkan atraksi menariknya. Luar biasa. Di tangan orang orang yang sangat piawai, tongkat ataupun hulahoop berapi seakan barang mainan yang mudah diputar putar ke sana kemari.

Fire dance, sumber gambar, dokumentasi pribadi

Kehadiran Salwa Jasmine dan Addinda Sekar yang merupakan alumni Bintaraloka tahun 2015 membuat suasana terasa demikian akrab dan hangat. Apalagi ketika keduanya turun panggung dan mengajak ‘adik adiknya ‘ ikut bernyanyi.

Kehadiran Salwa dan Addinda memberikan inspirasi semuanya bahwa kecerdasan di bidang akademik maupun non akademik akan semakin bersinar jika kita selalu rajin mengasahnya.

Salwa dan Addinda, dokumentasi Bintaraloka

Acara malam itu ditutup dengan lagu lagu dari Mas Dut atau yang juga dikenal sebagai Pengamen Sukses. Ya, Pengamen Sukses malam itu sukses mengajak semua penonton bergoyang bersama.

Mas Dut, dokumentasi Bintaraloka

Sekitar pukul setengah sembilan acara berakhir. Penonton segera membubarkan diri. Malam yang luar biasa. Semoga kemeriahan perayaan malam ini bisa memberikan semangat dan inspirasi pada warga Bintaraloka untuk selalu mengukir prestasi demi kejayaan SMP Negeri 3 Malang 

Di Chatten Waktu Berhenti dan Obrolan Tak Pernah Usai

Chatten Koffie en Plaats , sumber gambar: Ajak Dolan

Mobil kami terus berjalan menembus lalu lintas kota Batu yang tidak begitu ramai untuk ukuran akhir pekan.

Sesudah melalui jalanan aspal juga makadam dan kadang berkelok-kelok, akhirnya kami sampai di tujuan. Chatten Koffie en Plaats, sebuah cafe yang terletak di daerah Bumiaji kota Batu.

Chatten. Sebuah kata dalam bahasa Belanda yang berarti ngobrol. Logo cafe  ada di mana mana bergambar tiga orang yang sedang mengobrol. Hal yang menggambarkan konsep cafe ini yang menyediakan tempat agar pengunjungnya bisa mengobrol dengan hangat.

Dari parkiran, kami segera menuju cafe. Sebuah bangunan berbentuk bulat unik dengan taman di sekitarnya ada di hadapan kami.

Gambar-gambar di dinding dengan nuansa vintage membawa kita merasakan nuansa tahun 1960 an. 

Depan Chatten Koffie en Plaats, dokumentasi Andre

Kami terus memasuki halaman cafe. Bunga bunga kecil yang bermekaran di sekitar taman seolah tersenyum menyambut kehadiran kami.

Kehadiran pohon botol dan Walisongo di depan cafe membuat keunikan Chatten kian terasa.

Diterangkan bahwa pohon botol adalah tanaman khas dari Queensland Australia. Pohon ini memiliki toleransi terhadap kekeringan dan tingginya bisa mencapai 25 meter.

Pohon botol dan Walisongo, dokumentasi pribadi

Sedangkan tanaman di sekitarnya dinamakan walisongo karena dalam setiap tangkai tanaman terdiri dari 9 helai daun.

Kami terus masuk ke cafe dan menuju tempat duduk di bagian luar. Suasana terasa demikian segar. Ada hijau di mana-mana. Mata seolah dimanjakan dengan keindahan pemandangan sawah, area kebun jeruk juga berbagai pepohonan di sekitar kami.

Suasana di Chatten, dokumentasi Andre

Dari kejauhan Gunung Panderman dan Arjuno tampak tegak berdiri kokoh.

Sesudah memesan makanan, kamipun memilih tempat di dalam cafe bagian atas. 

“Di atas pemandangannya lebih bagus,” kata Mbak yang menyambut kedatangan kami.

Berbeda dengan di bagian luar, di cafe bagian dalam suasana terasa sangat sejuk. Dan benar apa yang dikatakan Mbak tadi, di atas pemandangan  tampak begitu indah. 

Salah satu keistimewaan Chatten adalah, dari tingkat paling atas kita bisa melihat keindahan pemandangan kota Batu dengan view 360 derajat.

Pemandangan Batu dari ketinggian, dokumentasi pribadi

Suasana di atas begitu nyaman, pengunjung belum begitu banyak. Sengaja kami pilih tempat duduk di sofa karena kami datang berdelapan. Pertimbangannya dengan duduk- duduk di sofa ngobrol bisa lebih hangat sekaligus gayeng. He..he… serasa ngobrol di rumah sendiri.

Pesanan mulai datang. Capuccino, lemon tea, wedang uwuh, pisang goreng, kentang goreng dan hidangan yang lain.

Kombinasi lapar dan dingin membuat makan terasa demikian nikmat.

Suasana di lantai dua, dokumentasi pribadi

Sambil menikmati aneka hidangan berbagai cerita mengalir hangat, diiringi tawa dan canda di antara kami. 

Sesudah semua hidangan habis, kami segera  sholat dilanjutkan dengan berjalan-jalan di sekitar cafe untuk mencari spot- spot yang bagus buat berfoto.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah lima. Berarti sudah sekitar dua jam kami ada di Chatten.

Berfoto dengan latar belakang Chatten Koffie en Plaats (pengarah gaya dan dokumentasi Mbak Wiwin)

Aih, begitu cepat rasanya waktu berlalu. Lampu- lampu taman mulai dihidupkan, dan pengunjung semakin banyak yang datang.

Bergegas kami menuju parkiran. Mas Andre dari dolan 4six, teman setia kami sudah siap mengantar ke destinasi berikutnya.

“Sudah siap?” tanya Mas Andre ramah.

“Siyaap,” jawab kami hampir bersamaan. Sesudah ngobrol dan tertawa bersama, hati terasa begitu ringan.

Kian terasa betapa bahagia itu sederhana. Dari duduk, ngobrol dan ngopi bareng teman, ia akan tercipta dengan sendirinya .

Eufoni, Simfoni, Harmoni: Gempita Puncak Perayaan HUT  SMP Negeri 3 Malang ke 75

Hari Kamis (24/04) adalah hari yang sangat dinantikan oleh Bintaraloka. Betapa tidak? Hari itu adalah puncak acara perayaan HUT Bintaraloka yang ke 75. 

Acara yang bertajuk Eufoni, Simphoni , Harmony ini diadakan dengan berbagai kegiatan yang rangkaiannya sudah dimulai sejak tanggal 17 Maret 2025. 

Berbagai rangkaian acara HUT ini meliputi doa bersama dan istighotsah, lomba try out UKD, lomba olimpiade IPA SD, donor darah, pawai dan banyak lagi.

Pemotongan tumpeng HUT SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Naufal

Menurut Ketua panitia Bapak Mahmud Mushofa, tema Eufoni, Simfoni dan Harmoni diambil dengan harapan agar ada keseimbangan seluruh komponen yang ada di SMP Negeri 3 Malang, sehingga semua program bisa berjalan dengan baik dan SMP Negeri 3 Malang tetap menjadi barometer pendidikan yang terbaik di kota Malang.

Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, perayaan HUT kali ini diadakan dalam dua sesi yaitu sesi pagi dan sore.

Pemberangkatan peserta pawai, dokumentasi pribadi

Sesi pagi dimulai pukul 06.30 hingga 12.00 WIB, sedangkan sesi sore dimulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.

Puncak acara pagi ini ditandai dengan pawai yang dilepas oleh Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang Bapak Teguh Edy Purwanta. 

Dalam sambutan saat pelepasan peserta pawai, Bapak Teguh mengajak semua warga SMP Negeri 3 Malang untuk terus mempertahankan SMP  Negeri 3 Malang sebagai sekolah yang tetap berkualitas dan berkelas.

Peserta pawai, dokumentasi pribadi
Peserta pawai, dokumentasi Bintaraloka
Peserta pawai dengan tema Albert Einstein, dokumentasi pribadi
Peserta siap berangkat, dokumentasi pribadi

Acara pagi itu juga dihadiri Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Bapak Suwarjana SE. 

Dalam sambutannya pagi itu beliau berharap agar sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua tetap dipertahankan demi terlaksananya program program yang diadakan sekolah.

Salah satu stand pameran, dokumentasi Kevin
Salah satu stand pameran , dokumentasi pribadi
Salah satu stand Bazaar, dokumentasi pribadi
Penjual Bazaar proaktif menjual barang dagangannya , dokumentasi pribadi
Stand Bazaar kelas delapan, dokumentasi pribadi
Stand Bazaar kelas tujuh, dokumentasi pribadi

Gempita puncak acara pagi ini selain pawai juga dimeriahkan oleh pameran budaya kelas sembilan, bazar dari kelas 7 dan 8 , bazaar UMKM, donor darah juga tampilan peserta terbaik dari lomba tari, vokal solo juga band.

Para penari, dokumentasi pribadi

Dalam kemeriahan acara tersebut juga dilakukan peresmian ruang komite. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ibu Dwi alumni SMP Negeri 3 Malang.

Peresmian ruang alumni dan paguyuban, dokumentasi Bintaraloka

Dukungan komite dan paguyuban yang  luar biasa juga kerja keras panitia membuat acara yang juga dihadiri alumni, pengawas juga  para mantan guru hari ini bisa berjalan dengan lancar.

Akhirnya selamat ulang tahun Bintaraloka, semoga di usia yang ke 75 SMP Negeri 3 Malang tetap berjaya dan selalu berdiri di garda terdepan dalam usaha mencerdaskan anak bangsa.

Seleksi Persiapan Peringatan HUT Bintaraloka ke 75

Penulis : Andi Qonita Putri Haria / 8.7, Azka Aretha Tarmizi / 8.6, Erika Putri G. M. M. S / 7.6

Kamis pagi itu (10/04) suasana cerah menyelimuti Bintaraloka, menghadirkan semangat baru di tengah suasana Syawal yang penuh berkah. 

Satu per satu siswa berdatangan dengan wajah penuh antusias, membawa harapan dan energi untuk menyambut hari yang dipenuhi kreativitas dan kolaborasi.

Tari Kelompok D’ Reine , Dokumentasi Pribadi

Sejak pagi hari, suasana sekolah sudah hidup dengan berbagai aktivitas seni. Di satu sudut, para penari berlatih dengan penuh konsentrasi, melenturkan gerakan demi gerakan yang telah dipersiapkan dengan serius. 

Tak jauh dari sana, lantunan suara peserta lomba solo vokal mengalun syahdu, sementara denting alat musik dari para band peserta menambah semarak pagi itu.

Setelah apel pagi yang berlangsung khidmat, para peserta mulai bersiap di tempat yang telah disediakan. 

Aula dan gazebo sekolah pun perlahan dipenuhi oleh semangat persaingan yang sehat dan dukungan dari teman-teman yang hadir. 

Semua cabang lomba menunjukkan daya tariknya masing-masing—mulai dari tari, vokal, hingga band—semuanya membawa warna tersendiri dalam perayaan seni kali ini.

Lomba menyanyi solo, Dokumentasi Pribadi
Lomba Band, Dokumentasi Bintaraloka

Pada cabang seleksi band, meski terdapat beberapa kendala teknis dan ketidakhadiran peserta, acara tetap berlangsung meriah. Setiap grup tampil dengan karakter uniknya, membawakan lagu dan harmoni yang menunjukkan kekompakan serta kerja keras mereka selama masa persiapan.

Lomba Band, Dokumentasi Pribadi

“Aku nggak sabar lihat penampilan mereka di acara puncak nanti,” bisik seorang siswa penuh semangat. “Kalau sekarang saja sudah semeriah ini, pasti nanti akan jauh lebih keren!”

Juri lomba tari, dokumentasi pribadi

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, pagi itu menjadi cermin semangat, kekompakan, dan kreativitas seluruh warga sekolah. Setiap suara, gerakan, dan tepuk tangan menjadi bagian dari mozaik indah dalam rangka menyambut perayaan HUT Bintaraloka yang kian mendekat.

Persiapan Sumatif Akhir Tahun Kelas 9 (3)

Matematika bukan tentang angka, tapi tentang logika dan ketekunan. Semakin rajin kau belajar, semakin mudah kamu memahaminya (Quotes)

1.Perhatikan gambar bola berikut ini. Jika panjang BD adalah 50 cm dan BC 40 cm, maka panjang AC adalah ….

Tangkapan layar pribadi

2.Perhatikan gabungan bangun di bawah ini! Volume gabungan bangun limas dan balok di atas adalah ….

Tangkapan layar pribadi

3. Perbandingan antara panjang garis pelukis dan tinggi sebuah kerucut adalah 12 : 13. Jika panjang garis pelukis kerucut adalah 26 cm, maka keliling alas kerucut tersebut adalah ….

4. Titik B (10, -5) dicerminkan terhadap sumbu X, maka B’ adalah…

5. Titik C (a,b ) ditranslasikan oleh (8, 9) menghasilkan titik C’ (2, -7). Koordinat titik C adalah ….

6. Gambar di bawah ini  yang menunjukkan pasangan bangun datar dan hasil translasinya adalah…

Tamgkapan layar pribadi

7. Diketahui garis MN melalui titik M (6,2) dan N (7, 6). Garis MN dicerminkan terhadap sumbu x. Bayangan garis MN melalui titik M'(………..) dan N’ (………….) .

8.Sebuah bak mandi berbentuk balok dan mempunyai ukuran 60 cm x 80 cm x 100 cm. Jika bak mandi tersebut diisi air dengan debit 2 liter per menit, berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengisi bak mandi tersebut hingga. 3/4 nya?

Bak mandi, sumber gambar : Anitamath

9. Titik (2, 3a) direfleksikan terhadap sumbu X menghasilkan titik  ( b, -9).Hasil dari a + b adalah….

10. Sebanyak 10 kapur barus berbentuk bola dengan diameter 6 cm diletakkan dalam lemari. Beberapa hari kemudian, kapur barus menyublim sehingga jari-jari kapur barus tersisa 2/3 dari jari-jari mula-mula. Volume kapur barus yang menyublim adalah ….

Cocokkan jawabanmu di sini