Ando & Ali: Dua Pemanah Ulung Bintaraloka yang Siap Menaklukkan Tantangan Baru

Cabang olahraga panahan mungkin bukanlah yang paling popular di Indonesia. Dibandingkan dengan sepak bola ataupun bulu tangkis, cabang olahraga ini tidak terlalu banyak memikat mata. Akan tetapi, masih banyak anak muda yang menekuni cabang olahraga ini dan terbukti mampu mendulang segudang prestasi, baik pada level terbawah hingga bahkan menaklukkan kompetisi level provinsi.

Pada momen kali ini, saya mendapatkan kesempatan berbincang dengan dua siswa SMP Negeri 3 Malang yang telah malang melintang di dunia panahan, memenangkan berbagai macam penghargaan dan menorehkan nama mereka sebagai dua orang rising star di kancah panahan provinsi Jawa Timur. Keduanya adalah Ando Juliant Chamelo (14) dan Gusti Muhammad Ali (14). Keduanya merupakan siswa kelas 9.7 SMP Negeri 3 Malang yang juga merupakan atlet panahan andalan Kota Malang di berbagai kejuaraan panahan selama beberapa tahun terakhir.

Bagaimana tidak, dalam rentang waktu mereka bersekolah di SMP Negeri 3 Malang, keduanya telah menorehkan berbagai prestasi, seperti Ando – Sapaan dekat Ando Juliant Chamelo – yang telah menyabet juara 1 individu Kejuaraan provinsi kelompok umur panahan Jawa Timur 2022, juara 2 individu Kejuaraan Panahan Piala Dankormar 2023, juara 2 individu SPA CUP 9 INDOOR ARCHERY TOURNAMENT 2024, dan masih banyak lagi.

Gambar 1. Deretan prestasi Ando Juliant Chamelo di dunia panahan selama duduk di bangku SMP.

Tak ingin kalah dari kompatriotnya, Ali – Sapaan dekat Gusti Muhammad Ali – juga kerap mendulang pundi prestasi, mulai dari Juara 1 Aduan Beregu Divisi Compound Putra Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIII Provinsi Jawa Timur 2022, JUARA 2 Mixteam Compound U-15 Kejuaraan Piala Danrindam V/Brawijaya tahun 2022, 6. Juara 2 Total Mix Team Compound U15 Pada Kejuaraan Panahan Piala Dankormar 2023, dan sejumlah prestasi lain yang akan terlalu banyak jika harus disebutkan satu persatu.

Gambar 2. Deretan prestasi Gusti Muhammad Ali di dunia panahan selama duduk di bangku SMP.

Deretan prestasi ini tentu melambungkan nama Ando dan Ali di dunia panahan kota Malang, dan mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai kedua siswa berprestasi tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi saya.

Pewawancara (P): Untuk memulai wawancara singkat kali ini, saya ingin bertanya sesuatu yang sederhana terlebih dahulu. Sejak kapan kalian tertarik dengan dunia panahan dan apa momen yang membuat kalian berdua terjun ke dalam dunia ini?

Ando: Saya memulai (latihan) sejak kelas 1 di sekolah dasar. Saat itu, saya inging menekuni olahraga yang disunnahkan Nabi (Muhammad SAW), dan setelah saya pikirkan dengan hati-hati, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba panahan.

Ali: Kalau saya baru tertarik memulai Latihan di kelas 2 sekolah dasar. Ketika itu, saya tidak sengaja melihat latihannya dan saya ingin mencoba karena panahan ini berbeda dengan olahraga lainnya.

Keduanya memiliki alasan yang cukup unik, dan hal tersebut mungkin cukup untuk menggugah rasa penasaran mereka untuk mencoba. Akan tetapi, memulai rutinitas yang baru dan menekuninya secara konsisten adalah kedua hal yang berbeda. Oleh karena itu, tak lupa saya menanyakan, apa hal pertama yang membuat mereka berdua ‘jatuh cinta’ terhadap dunia panahan.

Ando: Mungkin karena waktu pertama kali ikut kompetisi, saya berhasil naik (podium), jadi saya mungkin kecanduan terhadap panahan.

Ali: Kalau saya justru kebalikannya. Ketika saya pertama kali ikut kompetisi, saya justru gagal masuk podium, sementara kakak saya yang memulai lebih lambat justru berhasil masuk. Perasaan iri tersebut yang membakar semangat saya untuk menekuni panahan lebih lanjut.

Gusti Ali dalam sebuah event, dokumentasi Ali

Ya, Ali sendiri terlahir di keluarga pemanah, dimana kedua saudara kandungnya juga menekuni olahraga yang sama. Tak heran, jiwa kompetitif Ali sudah terbentuk semenjak ia memasuki kompetisi untuk pertama kalinya.

Berbicara tentang jiwa kompetitif, tentu saya tak lupa untuk bertanya persaingan mereka. Kedua siswa tersebut telah malang melintang di dunia panahan, tentu saya juga tertarik dengan rivalitas mereka berdua di atas lapangan. Sayangnya, hal tersebut tidak pernah terjadi, mengingat keduanya tidak tergabung dalam kategori yang sama.

Ando: Iya, kami tidak pernah bermain di satu kompetisi yang sama. Ali sendiri tergabung dalam kategori Compound, sedangkan saya ada di kategori Recurve.

Compound dan Recurve sendiri adalah dua dari banyaknya kategori di dunia panahan. Ando menjelaskan bahwa perbedaan mendasar dari kedua kategori tersebut terletak dari busur panah dan jarak targetnya.  Untuk kategori Compound, busur yang digunakan memiliki system katrol yang meringankan beban saat ditarik, sehingga tantangan yang diberikan pada kategori ini adalah untuk menembak target yang jauh lebih kecil. Sedangkan untuk kategori Recurve, busur yang digunakan jauh lebih sederhana, sehingga meskipun target diletakkan sedikit lebih jauh, diameter dari target sendiri memang lebih besar.

P: Di samping menjadi atlet panahan, kalian berdua kan juga berstatus sebagai siswa. Bagaimana cara kalian menyeimbangkan kegiatan sehari-hari antara panahan dan pembelajaran?

Ali: Berdasarkan pengalaman saya, untuk menjaga agar tidak terlalu tertinggal di dalam kelas, saya selalu bertanya teman atau guru terkait tugas yang telah diberikan dan ikut mengerjakannya ketika Latihan panahan saya selesai.

Ando: Kalau saya punya pendekatan berbeda. Saya tahu kalua dengan rutin latuhan panahan, saya akan tertinggal di bidang akademis dibandingkan dengan teman-teman saya. Karena itu, saya selalu membulatkan tekad untuk paling tidak harus masuk ke dalam podium di setiap kompetisi yang saya ikuti untuk membayar pengorbanan tersebut.

Ya, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda terkait dengan menyeimbangkan kehidupan mereka sebagai siswa dan atlet panahan. Namun, pada akhirnya, waktu telah membuktikan bahwa pendekatan mereka berdua jauh dari kata salah. Selain berhasil meraih berbagai prestasi di dunia panahan, kedua siswa yang telah lulus dari SMP Negeri 3 Malang sejak tanggal 3 Juni 2025 tersebut telah mendapatkan satu kursi di sekolah impian mereka masing-masing; Ando dengan satu kursi di MAN 2 Kota Malang dan Ali dengan satu kursi di SMA Taruna Nusantara Magelang, dua sekolah dengan tuntutan akademik tinggi.

Keduanya berhasil membuktikan bahwa status mereka sebagai atlet tidak menjadi penghalang bagi keduanya untuk berprestasi di bidang akademis.

P: Saya penasaran, menurut kalian berdua, apa Pelajaran terpenting yang dapat kalian peroleh dari dunia panahan dan kalian terapkan di sekolah?

Ando: Yang jelas nomor satu bagi saya adalah kesabaran. Hal ini (kesabaran) adalah kunci utama di dunia panahan, seperti halnya peran jantung dalam tubuh manusia. Tanpa kesabaran, mustahil seseorang bisa meraih kesuksesan di olahraga ini.

Wawancara dengan Ando dan Ali, dokumentasi pribadi

Ali: Di samping kesabaran, fokus juga menjadi kunci. Karena, pada akhirnya, di dalam pertandingan, yang paling penting adalah diri saya sendiri. Saya tidak akan pernah bisa mempengaruhi lawan saya untuk mendapatkan nilai yang lebih kecil dari saya, sehingga memusatkan pikiran saya untuk meraih hasil yang terbaik tanpa terdistraksi oleh pemain lainnya adalah kunci penting untuk memenangkan kompetisi.

Kesabaran adalah kunci utama di dunia panahan, seperti halnya peran jantung dalam tubuh manusia.

Ando Juliant Chamelo

Meskipun mereka berdua tidak menjelaskan bagaimana mereka menerapkan hal tersebut di sekolah, kedua konsep tersebut – sabar dan fokus – adalah hal yang penting dimiliki setiap orang, tidak hanya di dunia panahan ataupun sekolah, akan tetapi juga di semua lini kehidupan di Masyarakat.

P: Lantas, setelah memenangkan berbagai kompetisi, apa yang menjadi target kalian berdua di masa depan? Apa yang menjadi target untuk jangka pendek dan jangka panjang?

Ali: Untuk target jangka pendek, tentu saya ingin berprestasi di Kejurnas (Kejuaraan Nasional). Meskipun ini adalah sesuatu yang sulit karena saingannya adalah atlet terbaik seluruh negeri, saya tetap ingin berusaha untuk menjadi salah satu dari mereka.

Ando: Sama, saya juga mempunyai target untuk Kejurnas. Untuk jangka panjang sendiri, saya ingin masuk ke dunia hukum, antara kepolisian atau kejaksaan.

Ali: Oh, untuk jangka panjang, saya ingin menjadi dokter umum atau tentara.

Pada akhirnya, kedua siswa tersebut memang menyatakan bahwa mereka tidak mempunyai target jangka panjang di dunia panahan. Namun, saya tidak terlalu kecewa terhadap hal tersebut, karena pada akhirnya, keduanya telah dibentuk secara karakter di dunia panahan, dan saya juga yakin bahwa dimana pun mereka berada, kedua siswa tersebut, Ando dan Ali, akan mampu untuk tetap berprestasi sebagaimana mereka telah menaklukkan berbagai arena panahan hingga saat ini.  

Penulis : Achmad Zulfikar

Editor : Yuli Anita

Semangat Idul Adha di SMP Negeri 3 Malang, Refleksi Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail

Gema takbir yang bersahut sahutan sejak hari Kamis malam adalah tanda datangnya hari yang sangat dinanti- nanti. 

Seruan akan Maha Besar dan Maha Sucinya Allah menghiasi langit. Ya, Hari Raya Idul Adha tahun ini jatuh pada hari Jumat 6 Juni 2025.

Dalam perayaan Idul Adha kali ini  SMP Negeri 3 Malang kembali mengadakan sholat Id bersama di sekolah.

Jamaah sholat id, dokumentasi Naufal

Sholat kali ini diikuti oleh siswa kelas tujuh dan delapan, guru, Plt kepala sekolah, ketua komite beserta jajarannya juga beberapa orang tua.

Dalam sambutan pagi ini Bapak Teguh Edy Purwanta mengucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya.

Beliau juga menerangkan karena berbagai kegiatan yang sangat padat  tahun ini SMP Negeri 3 Malang tidak melaksanakan penyembelihan kurban, dan diharapkan tahun depan bisa melaksanakan kegiatan tersebut seperti tahun-tahun yang lalu.

Bertindak sebagai imam dan khotib sholat Id pagi ini adalah Ustadz Budi Sulistyo, S.Hi, M.Pd

Dalam ceramah pagi ini Ustadz Budi menjelaskan bahwa sebagai umat muslim kita harus selalu mengikuti teladan dari Nabi Muhammad SAW juga Nabi Ibrahim as.

Memperingati Kurban berarti kita mengingat kembali perjalanan hidup Nabi Ibrahim as dan mengambil hikmah dari segala peristiwa yang ada di dalamnya.

Menengok kembali kisah Nabiyullah Ibrahim, diiterangkan oleh Ustadz Budi bahwa Nabi Ibrahim dan Ibu Hajar sangat merindukan hadirnya anak dalam kehidupan mereka. Setelah menunggu bertahun-tahun akhirnya lahirlah Ismail.

Ketika Ismail masih bayi datang perintah Allah pada Nabi Ibrahim untuk uzlah, mengajak anak dan istrinya pindah ke daerah Mekkah dan meninggalkannya.

Jamaah putri , dokumentasi Anggita

Meski perintah itu terasa berat, tapi karena ketaatan manusia- manusia pilihan ini, perintah tersebut pun dijalani

Hingga ketika Ismail menginjak baligh perintah berikutnya datang, yaitu agar nabi Ibrahim menyembelih putranya, Ismail.

Sungguh sebuah perintah yang berat, namun karena ketaatan dan ketakwaan mereka,  Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melaksanakannya, dan ternyata Ismail diganti dengan domba.

Ketaatan yang sungguh luar biasa dari Nabi Ibrahim ini yang akhirnya membawa anak keturunan Nabi Ibrahim menjadi orang- orang besar dan beliau bergelar Abul Ambiya wal Mursalin, atau Bapak dari para nabi dan rasul.

Dari peristiwa di atas bisa diambil pelajaran tentang ketaatan, kesabaran dalam menjalankan perintah Allah, serta khusnudzon atas segala ketentuan Allah.

Jamaah putri, dokumentasi Bintaraloka

Diungkapkan oleh Ustadz Budi bahwa dengan taat dan khusnudzon dalam menegakkan agama Allah, maka Allah akan menjamin kehidupan kita.

“Marilah kita mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa Kurban ini untuk bisa diterapkan di era sekarang sehingga hidup kita diberkati oleh Allah SWT,” pungkas Ustadz Budi di akhir ceramahnya.

Foto bersama , dokumentasi Naufal

Setelah sholat Id, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan sarapan bersama siswa BDI yang sejak sehari sebelumnya melaksanakan kegiatan sholat berjamaah dan takbiran di Masjid Bintaraloka.

Sarapan bersama, dokumentasi Pak Imron

Akhirnya semoga dengan peringatan Kurban ini kita semua akan tumbuh menjadi manusia yang lebih baik, dan akan muncul “Ismail Ismail” baru yang rela berkorban demi ketaatan kepada perintah Allah SWT.

Langkah Awal Menuju Masa Depan, Cerita Penyerahan Kembali Siswa Kelas 9 SMP Negeri 3 Malang 

Suasana demikian ramai di depan Hotel Ijen Suite Malang hari Selasa pagi itu (03/06).

Matahari belum begitu tinggi. Para penjual bunga, tukang foto sudah banyak yang  berjajar di depan hotel. Mereka menawarkan dagangan ataupun jasa pada para pengunjung hotel yang hari itu didominasi oleh siswa SMP dan orang tuanya.

Siap mengikuti kirab, dokumentasi pribadi

Siswa putra berjas hitam rapi, sementara yang putri berkebaya cantik. Memang bukan hari biasa, karena pagi akan dilaksanakan acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas 9 SMP Negeri 3 Malang.

Siap mengikuti kirab, dokumentasi Pribadi
Siap di samping ruangan acara, dokumentasi pribadi

Setelah tiga tahun menuntut ilmu, kini saatnya  siswa dilepas untuk menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi. Acara yang sangat bermakna karena ini adalah pentas terakhir mereka di panggung SMP Negeri 3 Malang.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 270 siswa dengan didampingi para orang tua ini dimulai  pukul 07.30 wib.

MC Bapak Nur Rochmat dan Ibu Galuh, dokumentasi pribadi

Dengan dipandu MC Bapak Nur Rochmat, Ibu Galuh dan beberapa siswa, acara pagi itu dimulai dengan kirab siswa dan guru memasuki ruangan.

Iringan instrumen  lagu-lagu  daerah Nusantara membuat suasana terasa segar. Wajah peserta dengan baju yang berwarna warni sesuai kelas masing masing tampak begitu gembira.

Ada senyum di mana- mana.  Ya, hari ini adalah momen terakhir mereka berkumpul bersama teman- teman SMP Negeri 3 Malang.

MC dari siswa, dokumentasi pribadi

Acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas 9 kali ini juga dihadiri oleh Bapak Kadinas Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Pengawas, Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang serta Ikatan Alumni.

Dalam sambutan pagi itu ketua panitia Ibu Vivi Maksum mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah berkontribusi sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik.

Ditambahkan oleh Ibu Vivi bahwa moment ini bukan sekedar hura-hura namun juga momen untuk  memberikan apresiasi dan penghargaan pada para siswa atas kerja keras dan semangat mereka selama tiga tahun bersekolah SMP Negeri 3 Malang.

Bapak Kadinas, Kepsek, Ketua Komite, Ketua panitia dan pengawas menyanyi bersama, dokumentasi pribadi

Dalam sambutan pagi itu Bapak Kadin, Suwarjana SE mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas 9 ini. Beliau juga berharap agar  kekompakan , kerjasama dengan orang tua dalam menyelenggarakan event sekolah terus ditingkatkan.

Setelah berpidato pagi itu Bapak Kadinas juga berkenan untuk menyumbangkan suara emasnya yang disambut meriah oleh para hadirin.

Sesudah sambutan dari Bapak Kadinas, Bapak Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang juga memberikan sambutan. 

Selain berterima kasih pada ketua panitia dan semua pihak yang mendukung terlaksananya acara hari itu, Bapak Teguh berpesan pada siswa agar menjadi  pribadi yang bertanggung jawab dan lebih berhati-hati dalam era disrupsi dan distraksi.

“Teruslah berprestasi  agar index sekolah kita  semakin meningkat,” pesan beliau.

Tari Pesona Indonesia, dokumentasi pribadi

Bapak Natsir Pratomo Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang juga berpesan pada semua siswa bahwa sukses adalah target kita semua, dan harapannya anak-anak semua akan semakin sukses ke depannya.

Dalam acara pagi itu juga diumumkan sepuluh besar siswa dengan perolehan nilai terbaik. Nilai diakumulasikan dari nilai rapor semester satu hingga enam, ujian praktik dan ujian tulis.

Sepuluh peraih nilai tertinggi , dokumentasi pribadi

Selain prestasi akademik , juga diumumkan berbagai prestasi non akademik yang diperoleh siswa. Seperti karate, Taek won do, Pramuka dan banyak lagi. Sungguh hari yang bertabur prestasi.

Prosesi kelulusan siswa, dokumentasi pribadi

Selain prosesi kelulusan dan penyerahan siswa, acara pagi itu juga dihiasi dengan berbagai tampilan siswa. 

Tampilan tersebut meliputi tari Pesona Indonesia, alunan Lintang Asmoro dari Farin, lagu-lagu dari Petrichor, aksi memukau Rajendra dan Maureen dalam lagu The Prayer juga lagu-lagu keroncong.

Penampilan Farin, dokumentasi pribadi
Perichor, dokumentasi pribadi
The Prayer oleh Maureen dan Syahjendra, dokumentasi pribadi

Sesudah pembacaan ikrar, dua orang siswa maju ke depan sebagai perwakilan untuk menerima selempang alumni. Momen ini menandakan bahwa siswa sudah menjadi alumni Bintaraloka (B25).

Pemberian selempang alumni, dokumentasi Buz

Apresiasi setinggi- tingginya kepada tim panitia baik dari orang tua dan guru yang telah bekerja keras sehingga acara Pelepasan Siswa kali ini berjalan sukses dan meriah.

Panitia dari orang tua, dokumentasi Buz

Akhirnya selamat untuk anak-anak atas kelulusannya. Perlu diIngat bahwa hari ini  bukanlah akhir,  namun justru langkah awal untuk menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi.

Terus semangat, berjuang dan berprestasi serta jangan lupakan Bumi Bintaraloka.

Kami selalu menunggu kabar sukses kalian..

Kita Berbeda, Kita Bersama dalam Menjunjung Kebhinekaan

Pagi itu suasana gedung amphiteater 1 lantai 5 Malang Creative Centre (MCC) begitu ramai. Siswa dengan mengenakan baju adat dari berbagai daerah di Indonesia tampak memenuhi ruangan. 

Ada yang berjalan- jalan ke sana sini, bergurau dengan teman ataupun ngobrol dengan orang tua mereka.

Para penari siap tampil, dokumentasi pribadi

Ya,  Senin pagi (02/06) SD Muhammadiyah 9 Malang telah melaksanakan perayaan Projek Penguatan  Profil Pelajar Pancasila dengan tema Kita Berbeda, Kita Bersama dalam Menjunjung Kebhinekaan. 

Perayaan P5 kali ini berupa unjuk atraksi seni oleh seluruh siswa kelas satu. Di SD ini kelas satu ada empat kelas yaitu kelas Ibnu Khaldun,  Ibnu Sina, Ibu Rusyd dan Ibnu Haitam.

Acara pagi itu dimulai pukul 08.30 dengan pembacaan Ayat Suci Alquran oleh empat orang siswa. Dengan lantunan yang indah, secara bergantian keempatnya membaca Qur’an Surah An Naziat ayat 1-37.

Pembacaan ayat suci Al-Quran, dokumentasi pribadi

Sesudah pembacaan ayat suci Al-Quran , semua yang hadir diajak menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Sang Surya adalah lagu Mars Muhammadiyah.

Atraksi seni adalah acara yang sangat ditunggu.

Atraksi seni pagi itu dibuka dengan suara gamelan yang demikian dinamis, mengiringi para penari kecil dengan  busana oranye yang demikian menyala.

Formasi penari Angguk Jos, dokumentasi pribadi

Tari Angguk Jos, itu nama tarian yang mereka bawakan. Diterangkan oleh pembawa acara bahwa  Angguk Jos  adalah tarian tradisional yang berkembang di daerah pedesaan Kabupaten Kulon Progo. 

Tarian ini merupakan tarian unik yang dilakukan untuk mengajak masyarakat agar melakukan kebajikan dan menjauhi perilaku menyimpang.

Gerakan penari yang lincah membuat penonton berkali kali bertepuk tangan.

Sesudah menyaksikan tari, penonton dihibur dengan permainan pianika. Tampilan siswa tampak demikian lucu dengan busana adat Jawa yang dikenakan.

Tampilan pianika, dokumentasi pribadi

Lagu yang dibawakan kali ini adalah Gundul-gundul Pacul, sebuah lagu yang tampak jenaka tapi sebenarnya sarat akan nasehat.

Lagu Gundul-gundul Pacul mengajarkan tentang watak seorang pemimpin yang baik.

Menurut lagu ini pemimpin  harus menjaga amanahnya dengan baik, tidak menyombongkan diri, dan menghindari sikap congkak. Kesombongan dapat membuat amanah tersebut terguling,  sia-sia, dan akhirnya tidak memberikan manfaat bagi sesama.

Sesudah lagu Gundul-gundul Pacul, acara dilanjutkan dengan fashion show. Luar biasa. Meskipun masih kecil, para siswa sudah menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi.

Busana  yang cantik juga berwarna-warni  seolah menggambarkan keceriaan mereka saat itu.

Para pemain fashion show , dokumentasi pribadi

Lewat fashion show ini dijelaskan betapa kayanya negeri kita akan busana adat. Sebuah kekayaan yang harus dilestarikan bersama dengan cara bangga mengenakannya.

Sebuah tarian kembali disajikan. Kali ini   irama yang menghentak terasa menghangatkan suasana. Yamko Rambe Yamko. Tarian dari Papua ini dibawakan oleh para siswa putra dengan penuh semangat.

Sebelum acara berakhir penonton dihibur dengan duet vocal yang membawakan lagu Cinta untuk Mama, dan paduan suara yang membawakan lagu Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia.

Paduan suara, dokumentasi pribadi

Lambaian bendera-bendera kecil merah putih dari para anggota paduan suara adalah gambaran rasa nasionalisme pada diri siswa.

Hari yang luar biasa. Kesibukan tampak dimana-mana.

Perayaan kali ini tentunya bisa berlangsung karena kerjasama yang baik antara orang tua dengan sekolah. 

Perayaan P5 bukan hanya tentang bagaimana mengajarkan karakter Pancasila , tapi juga wujud sinergi positif antara orang tua dan sekolah dalam menciptakan pembelajaran  yang lebih bermakna.

Salam edukasi 😊

SPENTI Raih Kejuaraan dalam HEXA CUP TURNAMEN VOLI  Se Malang Raya

Tiada hari tanpa prestasi. Sepertinya itu budaya yang ada di SMP Negeri 3 Malang.

Ya, setelah berbagai prestasi diraih para siswa Bintaraloka dari berbagai bidang, kini cabang volly pun ikut unjuk gigi.

Ya, tim volly SPENTI pada tanggal 18/5 telah meraih juara ketiga dalam HEXA CUP TURNAMEN VOLI  Se Malang Raya yang diadakan oleh SMA Negeri 6 Malang.

Tim SPENTI , dokumentasi Voli

Dalam turnamen kali ini tim SMP Negeri 3 Malang  mengirimkan sembilan siswa yaitu Romi kelas 9.1, Aguero kelas 9.9, Taufiq kelas 9.7, Rido kelas 9.6, Vio kelas 9.9, Angga kelas 8 , Lila kelas 7, Aqeel kelas 9.2 dan Rizal kelas 9.4.

Total seluruh peserta dalam turnamen kali ini adalah 10 tim, dan pertandingan dilaksanakan salama dua hari yaitu 17-18 Mei 2025.

SPENTI in action, dokumentasi tim voli

Setelah pertandingan yang ketat melawan tim dari SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 10 Malang, akhirnya tim asuhan Moch Haris Sasongko ini berhak mendapatkan gelar juara tiga.

Wajah cerah tampak di mana-mana. Kerja keras dan perjuangan telah terbayar dengan sebuah kemenangan yang sangat membanggakan. 

Bersama piala kejuaraan, dokumentasi tim voli

Sungguh pengalaman yang mengesankan, terutama bagi siswa kelas sembilan yang sebentar lagi akan meninggalkan bangku SMP.

Akhirnya selamat pada tim bola volley SPENTI, semoga ke depan prestasi kalian akan semakin bersinar.