Apa guna keluh kesah Apa guna keluh kesah Pramuka tidak kenal bersusah Apa guna keluh kesah
Lagu-lagu penyemangat diperdengarkan pagi itu di kawasan Jl. Simpang Balapan Malang. Meski pagi begitu dingin, wajah wajah tampak begitu berseri di area CFD Malang.
Siswa SD, SMP dan SMA memenuhi jalan dengan berbagai atribut pramuka mereka. Tanda-tanda kecakapan khusus, juga aksesoris tertentu membuat penampilan mereka kali ini begitu istimewa.
Suasana persiapan peserta, dokumentasi pribadi
Ya, hari ini diadakan Lomba Gerak Jalan Kreasi yang yang diadakan Kwarcab Kota Malang sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka di Kota Malang
Menurut penjelasan Kak Herry Ka. Kwarcab Kota Malang, lomba ini diikuti sekitar 300 calon Pramuka Garuda yang terbagi dalam regu regu sesuai sekolah masing-masing.
Suasana pemberangkatan peserta oleh Kak Herry, dokumentasi pribadi
Dalam lomba kali ini regu Bintaraloka mendapat nomor peserta 10.
Peserta terdiri atas pramuka putera dan puteri dengan dipimpin oleh pratama Yoga Bara Putra, siswa kelas 9 SMP Negeri 3 Malang.
Penampilan Bintaraloka pagi ini begitu luar biasa. Atraksi dengan menggunakan bendera Morse, gerakan-gerakan yang menghentak dan asyik membuat penonton berkali-kali memberikan applaus untuk tampilan mereka.
Aksi Pramuka Bintaraloka, dokumentasi pribadi
Sesudah atraksi di hadapan dewan juri, peserta melakukan gerak jalan di area Car Free Day. Penilaian terhadap peserta juga dilakukan di sepanjang jalan yang dilalui peserta.
Penampilan salah satu peserta , dokumentasi pribadi
Sebuah kerja keras akan memberikan hasil yang manis. Itulah yang terjadi pagi ini. Hasil kerja keras Pramuka Bintaraloka akhirnya membuahkan gelar juara satu dalam Lomba Gerak Jalan Kreasi pagi ini.
Para pendamping, dokumentasi Hertika
Akhirnya selamat tim Bintaraloka. Baik pada peserta maupun pendamping. Semoga gelar juara kali ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa yang lain untuk lebih berprestasi.
Dia berhak punya cita-cita, berhak punya impian, berhak belajar mandiri.. (Deddy Mizwar sebagai kakek Tegar)
Pagi yang istimewa. Hari belum lagi menunjukkan pukul setengah delapan. Tidak seperti biasanya, pagi itu sepeda motor saya melaju menuju MATOS (Malang Town Square). Ya, hari itu saya bersama beberapa teman guru bertugas mendampingi siswa menonton film Tegar.
Suasana di MATOS bagian depan sudah penuh pengunjung. Semua didominasi oleh siswa. Tampak dari seragam yang dikenakan. Ada yang berseragam Pramuka, ada pula yang berseragam olah raga.
Setelah baris dan melakukan presensi kami masuk ke bioskop Cinepolis, di Malang Town Square lantai atas.
Presensi, dokumentasi pribadi
Semua begitu antusias. Tentu saja, menonton film bersama rasanya sudah lama sekali tidak kami laksanakan. Lebih-lebih selama pandemi.
Siap menonton film Tegar, dokumentasi pribadi
Sesuai edaran Dinas Pendidikan tujuan diadakannya nonton bioskop film Tegar ini adalah untuk sosialisasi pendidikan karakter pada siswa. Kebetulan yang mendapat giliran untuk menonton adalah seluruh siswa kelas 8 dengan didampingi wali kelas masing- masing.
Tentang Film Tegar
Poster film Tegar, sumber gambar Detik hot
Film Tegar digarap oleh Anggi Frisca yang berperan sebagai penulis skenario sekaligus sutradara. Film ini diproduksi tahun 2022 oleh Rumah produksi Aksa Bumi Langit dan Citra Sinema.
Film Tegar berkisah tentang perjuangan seorang anak penyandang disabilitas untuk bisa sekolah.
Lahir dari keluarga kaya, Satria Tegar Kayana kurang mendapat perhatian dari ibunya. Ayahnya sendiri sudah meninggalkan Tegar. Dalam keseharian Tegar selalu ditemani kakek dan pengasuhnya.
Siap menonton film Tegar, dokumentasi pribadi
Mama Tegar selalu mencegah Tegar bergaul dengan orang banyak karena khawatir ia akan mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan karena kondisi tubuhnya.
Pada hari ulang tahunnya yang ke sepuluh Tegar meminta hadiah pada kakeknya agar diperbolehkan sekolah. Kakek Tegar menyanggupinya. Hanya sayangnya takdir berkata lain ketika tiba-tiba kakeknya meninggal.
Suatu ketika mama Tegar harus meninggalkan Tegar selama satu Minggu karena ada urusan pekerjaan. Bertepatan dengan itu pengasuh Tegar mendapatkan kabar bahwa ibunya sakit sehingga diam diam meninggalkan Tegar.
Sepeninggal keduanya Tegar banyak belajar tentang mengurus diri sendiri. Hingga suatu saat ketika ia merasa bosan karena tidak punya teman, Tegar meninggalkan rumah.
Dalam perjalanannya lari dari rumah Tegar bertemu dengan Pak Akbar yang juga penyandang disabilitas.
Melalui Pak Akbar dan Imam anak Pak Akbar Tegar menemukan apa yang dicari selama ini yaitu mempunyai teman dan bisa bersekolah.
Tokoh utama dari film ini adalah aktor cilik Muhammad Aldifi Tegarajasa sebagai pemeran Tegar. Film ini juga menggandeng nama nama terkenal seperti Deddy Mizwar sebagai kakek Tegar dan Ine Febriyanti sebagai ibu Tegar.
Selain M. Aldifi, terdapat aktor lain penyandang disabilitas yaitu Prihartono Mirsaputra yang berperan sebagai penyanyi cafe dan tukang parkir.
Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari film Tegar ini. Di antaranya adalah :
Mensyukuri keadaan, jangan mudah mengeluh. Jika ada kekurangan dalam diri kita, pasti Allah memberikan kelebihan lain pada diri kita. Seperti yang digambarkan dalam film ini, meski penyandang disabilitas Tegar memiliki kemampuan membuat lukisan.
Melalui film ini juga didapatkan pelajaran bahwa anak disabilitas mempunyai keinginan yang sama dengan anak- anak yang lain. Mereka ingin bermain sambil merasakan kegembiraan, keceriaan dan kesenangan berkumpul dengan teman-temannya. Hal tersebut kadang kurang dipahami orang tua. Karena terlalu melindungi anaknya, tidak sengaja orang tua justru mengucilkan anaknya.
Anak disabilitas juga berhak mempunyai mimpi dan mengejar mimpi tersebut seperti anak- anak yang lain. Karena mereka terlahir istimewa selayaknya orang tua menerima dengan besar hati dan memberikan pola pengasuhan yang tepat untuk mereka. Support keberhasilan anak yang utama adalah keluarga.
Dari pertemanan Tegar dengan kawan kawan di sekolahnya bisa diambil pelajaran bahwa persahabatan akan terasa indah bila kita mau menerima perbedaan kita masing-masing.
Pendamping, dokumentasi Bu Fia
Film yang sarat pesan sekaligus mengharukan. Melalui film ini kita diajak memahami bahwa hakekatnya setiap orang dilahirkan berbeda. Adalah penting memahami kelebihan dan kekurangan masing- masing agar hidup terasa lebih indah dan harmonis.
Minggu sore itu saya berkesempatan untuk melihat Malang Flower Carnival. Sebuah event yang diadakan oleh Pemerintah Kota Malang dan bertempat di Kajoetangan Malang.
Malang Flower Carnival atau MFC adalah agenda kalender pariwisata Kota Malang dan diikutkan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
Salah satu peserta MFC, dokumentasi Bu MariaMFC 2023 berusaha menonjolkan sentuhan sejarah, dokumentasi Bu Maria
Tema Malang Flower Carnival pada tahun ini adalah ‘The Magnificent of Ken Arok’.
Melalui tema tersebut MFC berusaha menonjolkan sentuhan sejarah dalam kreativitas kostum bunga yang disajikan oleh para peserta.
Menurut rundown acara, MFC ini dimulai pukul 08.00 pagi hingga 22.00 malam. Ada berbagai acara di dalamnya, di antaranya meliputi lomba fashion flower, lomba kostum karnaval, lomba kostum karakter, tari kolosal, tari tradisi, devile kategori anak dan remaja juga dewasa.
Penonton sangat antusias, dokumentasi Bu Maria
Sebuah acara yang menarik. Penonton yang berjubel juga akses masuk Kajoetangan agak sulit karena padatnya kendaraan di parkiran, tidak menyurutkan niat penonton untuk datang ke MFC.
Sejak siang penonton Malang Carnival Flower sudah berdatangan. Akses jalan menuju Kajoetangan sudah ditutup sejak sehari sebelumnya.
Akses kendaraan ke Kajoetangan ditutup sejak sehari sebelumnya, dokumentasi pribadi
Dalam acara tersebut sekolah kami mengirimkan delegasi tari. Persiapan latihan delegasi tari ini sudah dilakukan selama beberapa hari menjelang pelaksanaan MFC.
Latihan tari sebelum tampil di MFC, dokumentasi pribadi
Di hari H, karena banyaknya peserta delegasi tari dari sekolah kami baru tampil pukul delapan malam.
Acara sangat menarik. Kreativitas peserta dalam merancang berbagai kostum yang diperagakan begitu luar biasa.
Siswa dan pendamping, dokumentasi Bintaraloka
Sambutan penonton juga demikian. Agar penonton bisa melihat pagelaran kostum dengan lebih jelas mereka duduk di trotoar sepanjang Kajoetangan.
Malam semakin larut, pertunjukan kian menarik. Penonton dan peserta semakin tenggelam dalam pesona meriahnya Malang Flower Carnival 2023 hingga acara usai.
Suasana penonton MFC, dokumentasi Bu Any
Harapannya, semoga dengan adanya event Malang Flower Carnival ini predikat Malang sebagai kota wisata tetap terjaga dan meningkatkan destinasi wisata ke kota Malang tercinta.
Sepuluh Muharam atau Asyura adalah hari istimewa yang selalu diperingati oleh umat muslim. Jika satu Muharam diperingati sebagai tahun baru Islam, maka tanggal sepuluh Muharam diperingati karena banyak peristiwa penting yang terjadi pada tanggal tersebut.
Beberapa peristiwa penting yang terjadi pada tanggal sepuluh Muharam adalah:
Satu : Diterimanya pertaubatan Nabi Adam AS Sebagai manusia yang diciptakan pertama, mula-mula nabi Adam ditempatkan di surga. Namun karena melanggar larangan Allah dengan memakan buah khuldi akhirnya beliau diturunkan ke bumi. Beliau terus bertaubat dan pada tanggal 10 Muharam taubat tersebut diterima oleh Allah SWT.
Dua : Berlabuhnya kapal Nabi Nuh berlabuh di bukit Zuhdi setelah melalui banjir bandang yang melanda negeri.
Tiga : Selamatnya Nabi Ibrahim dari siksa Raja Namrud. Karena menentang ajaran raja Namrud Nabi Ibrahim pernah dibakar hidup-hidup, tapi diselamatkan oleh Allah swt dengan menjadikan api tersebut dingin.
Bu Utien memandu Khotmil Qur’an di ruang guru, dokumentasi pribadi
Empat : Dibebaskannya Nabi Yusuf dari penjara Mesir. Karena fitnah keji yang menimpa, Nabi Yusuf fipenjara, dan pada tanggal 10 Muharam ini beliau dibebaskan.
Lima : Keluarnya Nabi Yunus keluar dari perut ikan paus yang telah memakannya hidup- hidup, dan akhirnya membuat Nabi Yunus hidup berhari hari dalam perut ikan paus.
Enam : Sembuhnya Nabi Ayyub dari penyakit yang menjijikkan. Ujian yang pernah menimpa Nabi Ayyub adalah menderita penyakit berupa borok di sekujur tubuhnya. Dengan kesabaran Nabi Ayyub akhirnya Allah memberikan kesembuhan di tanggal 10 Muharam ini.
Tujuh: Selamatnya Nabi Musa dari Firaun Pada tanggal 10 Muharramn Nabi Musa dan kaum Bani Israil diselamatkan Allah dari kejaran pasukan Firaun di Laut Merah.
Lalu bagaimana dengan perayaan peringatan 10 Muharam di Bumi Bintaraloka? Pagi ini perayaan ditandai dengan Khotmil Quran yang dilaksanakan oleh seluruh warga Bintaraloka.
Khotmil Qur an siswa, dokumentasi pribadi
Khotmil Quran siswa dilaksanakan di lapangan dengan dipandu oleh Pak Abid dan Pak Faqih, sedangkan khotmil Quran guru dilaksanakan di ruang guru dengan panduan Ibu Utien.
Khotmil Qur an Guru, dokumentasi pribadi
Sesudah khotmil Quran dilaksanakan doa bersama, dan berbagi kue untuk dinikmati bersama.
Menurut Ibu Utin, peringatan sepuluh Muharam tahun ini bertemakan Meningkatkan Kesalehan Sosial Melalui Peringatan 10 Muharam.
Menikmati kue di kelas masing-masing, dokumentasi pribadi
Akhirnya, banyak doa yang dipanjatkan pada peringatan 10 Muharam pada pagi hari itu. Harapannya, semoga dalam menjalani hari-hari ke depan, rahmat dan pertolongan Allah senantiasa menaungi kita semua.
Sabtu pagi itu suasana di SMP Negeri 6 Malang lebih ramai dari biasanya. Meski seharusnya Sabtu adalah hari libur, tampak kesibukan di masjid dan kelas-kelas sekitarnya. Ya, hari itu diselenggarakan Pentas PAI Tingkat SMP se Kota Malang.
Tentang Pentas PAI
Lomba cerdas cermat, dokumentasi pribadi
Pekan Ketrampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) adalah ajang unjuk keterampilan dalam bidang keagamaan, yang diadakan mulai tingkat kota, provinsi dan nasional.
Dari situs kemenag RI, tujuan Pentas PAI ini adalah:
a. Memberikan kesempatan kepada para siswa yang beragama Islam untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri, bakat, minat, kemampuan dan potensi pada aspek ketrampilan dan seni Pendidikan agama Islam.
b. Membangun aspek Emotional Quotien dan Spiritual Quotioen yang baik.
c. Membangun ukhuwah Islamiyah di kalangan guru, orang tua, siswa dan pengelola pendidikan.
Pelaksanaan Pentas PAI Kota Malang dibuka oleh Kepala kantor Kemeneterian Agama Kota Malang : H.Ahmad Shamton, S.Hi.
Lomba pidato PAI, dokumentasi pribadi
Sesudah pembukaan, kontingen masing-masing sekolah mulai berlaga di tempat-tempat yang sudah ditentukan.
Semua peserta berusaha menunjukkan performa terbaiknya. Adalah sebuah kebanggaan jika bisa membawa gelar juara yang bisa mengharumkan nama sekolah. Lebih-lebih, para juara akan mewakili kota Malang ke Pentas PAI di tingkat provinsi.
Lomba kaligrafi, dokumentasi Utien
Berbagai lomba yang diadakan dalam Pentas PAI adalah:
Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), dengan juri Ustad Sulaiman Fadli dan H.M. Sholeh
Pidato keagamaan, dengan juri Syamsul Arifin, M.Pd dan Drs. Nur Kholiq
Cerdas Cermat PAI, dengan juri Muhammad Alfash Mufassirin, Ahfa Daffa ‘Alian Tarif
Kaligrafi dengan juri Ust. Ony Setiawan dan Ust. Alvan Sujevri
Acara Pentas ditutup sore hari oleh Bapak Nur Wachid, S.Ag , selaku ketua MGMP PAI kota Malang.
Adapun juara-juara dalam Pentas PAI kota Malang tahun 2023 adalah sebagai berikut:
Hasil akhir Pentas PAI kota Malang 2023, dokumentasi Utien
Akhirnya selamat pada para peserta dan juara Pentas PAI. Semoga prestasi yang diperoleh bisa menjadi motivasi bagi para siswa yang lain untuk membuat prestasi yang membanggakan sekolah.