Bintaraloka Care, Jika Bukan Kita yang Peduli, Lalu Siapa Lagi?

Setelah enam minggu berjalan tak terasa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema satu telah berakhir. Ya, kegiatan yang dimulai sekitar pertengahan Agustus itu telah diakhiri di awal Oktober 2024.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema  satu ini. 

Tema satu lebih banyak menekankan pada kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar, utamanya kebersihan kelas dan penataan taman.

Bintaraloka Care, konsep besar P5 SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi pribadi Buz

Jika dihitung, dalam satu hari siswa berada di sekolah kira-kira delapan jam. Ini berarti sepertiga dari waktu mereka setiap hari  dihabiskan di sekolah. Berkaca dari hal tersebut, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, asri dan nyaman adalah hal yang harus dilakukan bersama..

Sebagai bagian dari Bintaraloka Care, Projek Tema 1 kelas 7, 8 dan 9 mengangkat judul yang berbeda.

Lalu apa saja judul projek tersebut?

Kelas tujuh mengambil tema  projek Bangunlah Jiwa dan Raganya dan judul projek Pribadi Hebat, Lingkungan sehat. 

Dengan lingkungan sehat diharapkan akan tercipta pribadi-pribadi hebat, atau sebaliknya pribadi-pribadi hebat adalah mereka yang mampu menciptakan lingkungan sehat.

Pembuatan video, dokumentasi Fabi

Berbagai aksi dari projek ini adalah mengenali diri sendiri, mengenali teman sebaya dan lingkungan diwujudkan dalam pelengkapan administrasi kelas, pembuatan keyakinan kelas, menjaga kebersihan dan keindahan kelas serta deklarasi pribadi hebat yang membentuk lingkungan nyaman dan kondusif untuk pembelajaran.

Kelengkapan kelas, dokumentasi Fabi
Kegiatan kelas 7 di aula saat P5, dokumentasi Fabi

Harapan ke depannya siswa bisa lebih mengenali diri dan lingkungan, menjadi pribadi yang hebat dan menjaga lingkungan sehat.

Projek kelas delapan mengambil judul Cool Green Class 

Penataan tanaman , dokumentasi Meiy

Tujuan kegiatan tema ini adalah untuk membuat siswa lebih peduli terhadap lingkungan dan tumbuhan dengan membuat taman di depan kelas.

Pembuatan taman kelas, dokumentasi Meiy

Sesuai namanya kegiatan utamanya adalah pembuatan taman kelas. Cool Green Class, dengan taman kelas yang terawat baik, maka suasana sejuk dan nyaman di kelas bisa diciptakan.

Salah satu bagian kegiatan pembuatan taman kelas, dokumentasi Meiy

Bagaimana dengan kelas sembilan? Judul projek kelas sembilan adalah Pupuk Organik untuk Bumi yang Lebih Baik.

Berbagai aksi dilaksanakan dalam tema ini seperti melakukan pemetaan sampah di kelas dan lingkungan sekitar, pembuatan kesepakatan kelas, membersihkan kelas, taman dan lingkungan sekitar, barcoding tanaman dan terakhir adalah pembuatan pupuk kompos.

Pengecatan rak, dokumentasi pribadi
Pengecatan rak, dokumentasi pribadi

Yang menarik dalam kegiatan pembuatan pupuk kompos ini sekolah bekerja sama dengan Kader Lingkungan PKK RW 02 Kelurahan Samaan Malang.

Pembuatan kompos dengan pendampingan kader lingkungan PKK, dokumentasi pribadi

Sungguh kegiatan yang patut diapresiasi. Semua kegiatan yang dilakukan oleh kelas 7, 8 dan 9 semua difokuskan pada kepedulian kita pada lingkungan dengan cara membersihkan dan merawat lingkungan sekitar kita.

Penataan tanaman dan barcoding , dokumentasi pribadi

Sesuai tema besar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 3 Malang yaitu Bintaraloka Care, mari kita tingkatkan kepedulian pada sekitar kita agar bumi semakin nyaman untuk kita tinggali.

Penataan tanaman dan barcoding, dokumentasi pribadi
Barcoding tanaman, dokumentasi pribadi
Barcoding tanaman, dokumentasi pribadi

Ya, kita adalah bagian dari lingkungan dan bumi adalah tempat tinggal kita satu- satunya. Jika bumi sudah tak nyaman untuk kita tinggali, kemana lagi kita akan pergi?

Museum Keliling, dari Mpu Purwa untuk Bintaraloka

Pada hari Jumat (20/9) , telah berlangsung kegiatan museum keliling yang diadakan oleh Museum Mpu Purwa di aula Bintaraloka satu.

Kegiatan museum keliling, dokumentasi Naufal

Perpustakaan keliling, puskesmas keliling sudah sering kita jumpai. Tapi museum keliling? Nah, menarik ini…

Tentang Museum Mpu Purwa

Belajar sejarah di Museum Mpu Purwa, dokumentasi pribadi

Museum Mpu Purwa terletak di Jalan Soekarno-Hatta No. 210, tepatnya di komplek Perum Griyashanta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

 Nama asli dari bangunan ini adalah Balai Penyelamatan Benda Purbakala “Mpu Purwa

Bangunan ini diresmikan pada tahun 2018 oleh Bapak Muhadjir Effendy dan  digunakan untuk menyimpan benda-benda cagar budaya yang ditemukan di berbagai wilayah di Malang Raya yang berasal dari  peninggalan  zaman Kerajaan Kanjuruhan abad VIII M, hingga masa akhir Kerajaan Majapahit abad XVI M.

Mengapa museum ini dinamakan Museum Mpu Purwa?   Mpu Purwa adalah seorang tokoh religius dalam masyarakat Jawa Kuno yang nasehatnya selalu diikuti oleh para pengikutnya  

Bagi sebagian orang berkunjung ke museum  adalah aktivitas yang membosankan karena museum identik dengan tempat untuk menyimpan barang kuno atau bersejarah yang memberikan kesan suram.

Melihat koleksi museum Mpu Purwa, dokumentasi pribadi

Namun tidak demikian halnya dengan salah satu museum kebanggaan kota Malang ini. Tata letak benda benda koleksi di dalamnya dibuat sedemikian rupa dengan konsep kekinian yang membuat museum ini menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, terutama oleh para generasi muda.

Jalannya Kegiatan Museum Keliling

Sesi tanya jawab di kegiatan Museum Keliling, dokumentasi Naufal

Dalam kegiatan museum keliling ini pihak museum menjelaskan tentang museum Mpu Purwa dan koleksinya, serta membawa beberapa barang koleksi untuk diterangkan pada siswa.

Penjelasan pada siswa berkisar pada dibuat sekitar tahun berapa, maknanya juga terbuat dari apa.

Peserta kegiatan museum keliling, dokumentasi Naufal

Tanggapan siswa terhadap acara ini sangat antusias. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk.

 Bahkan ketika acara selesai beberapa siswa mendekati narasumber dan bertanya lebih lanjut tentang jenis batu yang digunakan untuk membuat arca kecil yang dibawa narasumber. Dan kembali narasumber memberikan penjelasan tentang benda koleksi yang ditanyakan siswa tersebut.

Narasumber dari Mpu Purwa , Dokumentasi Naufal

Banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan museum keliling ini. Di antaranya lebih mendekatkan museum dengan masyarakat dengan memperkenalkan benda-benda koleksi di dalamnya, juga meningkatkan kecintaan generasi muda pada museum.

Banner museum Keliling , dokumentasi Naufal

Seperti yang dipesankan Bung Karno, “jasmerah”. Jangan sekali sekali melupakan sejarah. Lewat museum kita bisa belajar sejarah masa lampau agar lebih bijak dalam menentukan langkah kita ke depan. 

Temon (Telang Lemon), Sebuah Inovasi Benang Mass untuk Pembelajaran yang Lebih Bermakna

Fotografer : Ruth

Pembelajaran berdiferensiasi adalah satu ciri khas dari Kurikulum Merdeka.  Dengan pembelajaran ini anak akan mendapatkan layanan sesuai kebutuhan dan gaya belajarnya, sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan.

Untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di awal tahun pelajaran selalu dilaksanakan tes diagnostik baik akademik maupun non akademik.

Salah satu tes yang dilakukan dalam tes diagnostik non akademik di sekolah kami adalah tes psikologi. Nah, hasil tes psikologi bisa dipetakan siswa yang memiliki kemampuan kognitif tinggi rendah ataupun sedang.

Dari hasil tes psikologi yang sudah dilakukan, ada beberapa siswa yang memiliki kemampuan kognitif kurang tapi memiliki keunggulan dalam ketrampilan. 

Mading Benang Mass dan inovasinya, dokumentasi Bintaraloka

Untuk melayani siswa dengan berbagai karakteristik ini ada satu program sekolah yang bernama Benang Mass (Belajar Menyenangkan Bersama Anak Spesial).

Benang Mass selalu melakukan inovasi yang bisa digunakan untuk merangkul siswa ini agar mereka lebih bisa mempunyai rasa percaya diri, komunikatif dan bisa bergaul di antara teman temannya.

Salah satu inovasi yang dilakukan Benang Mass ini adalah dengan mengajak siswa membuat produk makanan dan minuman bersama. Produk ini dinamakan Temon (Telang dan Lemon). Sesuai namanya minuman atau makanan (puding) yang dibuat menggunakan perpaduan bunga telang dan buah lemon.

Tentang tanaman Telang (Clitoria ternatea).

Kembang Telang, sumber gambar: Alodokter

Telang adalah salah satu jenis tanama liar yang kini mulai banyak dibudidayakan . Tanaman ini  berasal dari daerah Ternate, Maluku, dan kini sudah mulai menyebar luas di seluruh daerah di Indonesia.

Bunga telang atau kembang Telang (Jawa) memiliki ciri khas pada warna bunganya yang bermacam macam yaitu merah, putih, serta ungu

Telang memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi kita. Menurut Budiasih (2017), bunga telang mengandung tanin, flobatanin, karbohidrat, saponin, triterpenoid, polifenol, flavanol glikosida, protein, alkaloid, antrakuinon, antosianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Bunga telang bermanfaat  sebagai antioksidan, antibakteri, antiparasit dan antisida, antidiabetes, dan anti-kanker.

Tentang tanaman Lemon (Citrus Limon (L.) Burm. F.)

Lemon, sumber gambar : Pixabay

Lemon memiliki warna kuning terang dan rasa buahnya masam dan berbentuk bulat lonjong.

Dalam lemon terkandung vitamin C, air, protein, serat, magnesium, kalium, dan kalsium.

Berbagai kandungan zat tersebut membuat buah yang tergolong dalam tanaman citrus ini mempunyai banyak manfaat seperti mencerahkan dan menghilangkan bekas jerawat serta komedo, menjaga kesehatan mulut hingga mencegah penyakit jantung.

Ada banyak manfaat dari bunga telang dan lemon. Karenanya makanan/minuman yang dibuat dengan kombinasi keduanya tidak hanya sedap namun mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita.

Pembuatan minuman berbahan dasar Telang dan lemon, dokumentasi Bintaraloka

Hal yang sangat membanggakan ternyata inovasi pembuatan makanan dan minuman dengan bahan baku Telang dan Lemon (Temon) ini telah membuat SMP Negeri 3 Malang menjadi juara tiga lomba inotek yang diadakan oleh Bappeda Malang.

Lomba diawali dengan pengajuan proposal, presentasi pada tanggal 8 September dan verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 13 September 2024.

Saat verifikasi lapangan, dokumentasi Bintaraloka

Dengan dimotori oleh Ibu Fathim, Ibu Happy,  Ibu Novi dan inisiasi dari guru BK Ibu Ami dan Ibu Lilik,  siswa begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa siswa mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan karena membuat mereka memiliki ketrampilan baru juga lebih akrab dan bisa bersosialisasi lebih baik dengan siswa yang lain.

Akhirnya semoga inovasi di Bintaraloka semakin berkembang sehingga bisa mendukung terlaksananya pembelajaran yang menyenangkan namun tetap bermakna di SMP Negeri 3 Malang.

Sinergi SMPN 3 Malang dengan Kader Lingkungan PKK RW 02 Kelurahan Samaan dalam Giat P5

Aula penuh dengan siswa kelas sembilan pagi itu. Semua siswa duduk sesuai kelas masing -masing. Mulai kelas 9.1, 9.2 hingga 9.9. Sementara itu Bapak ibu guru pendamping duduk di bagian belakang ataupun di depan siswa.

Para narasumber siap dengan berbagai peralatan, dokumentasi pribadi

Di meja depan lima orang narasumber dengan beberapa guru sudah siap dengan berbagai peralatan yang akan digunakan untuk mengajak semua siswa belajar tentang pembuatan kompos.

Menyanyikan lagu P5, dokumentasi pribadi

Hal yang istimewa semua narasumber adalah ibu-ibu. Ya, beliau semua adalah kader lingkungan Pokja 3 RW2 Kelurahan Samaan Malang. Sebuah Kelurahan yang lokasinya berdekatan dengan SMP Negeri 3 Malang .

Pengarahan dari Ibu Ari, dokumentasi pribadi

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars SMP Negeri 3, semua yang hadir di aula bersama menyanyikan lagu P5. Suasana terasa demikian meriah karena semangat yang tercipta.

Peserta antusias mendengarkan penjelasan narasumber, dokumentasi pribadi
Kuis dan tanya jawab, dokumentasi pribadi

Para narasumber pagi itu memaparkan sekaligus praktik bagaimana cara membuat pupuk kompos baik dari daun kering maupun limbah dapur.

Tentang Pupuk Kompos

Membuat kompos, dokumentasi pribadi

Kompos adalah sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan dan bentuknya pun berubah menjadi menyerupai tanah, tidak berbau serta banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman (Astuti, 2019).

Proses penguraian bahan organik menjadi kompos ini terjadi dengan adanya bantuan dari mikro-organisme aktif, bisa bakteri, jamur ataupun mikroba.

Kompos banyak memberikan manfaat pada lingkungan karena banyak mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman.

Proses pembuatan pupuk kompos secara umum sebagai berikut:

Menuang cairan EM4, dokumentasi pribadi

1. Cacah sampah organik atau daun menjadi bagian yang lebih kecil. Semakin kecil , ukuran, sampah akan lebih mudah terurai.

2. Tempatkan dalam ember yang bagian bawahnya diberi lubang dan tempat penampungan air lindi (air yang timbul dari hasil pengomposan)

Ember yang digunakan siswa pagi itu adalah komposter yang terbuat dari dua buah kaleng cat. 

Komposter, dokumentasi pribadi

Kaleng pertama mempunyai lubang untuk keluarnya air dari proses pengomposan. Kaleng kedua untuk menampung air tersebut yang bisa dikeluarkan lewat kran yang melekat di kaleng.

3. Campur sampah organik hasil pencacahan dengan tanah ke dalam ember tempat melarutkan sampah dengan aktivator EM4.

Tuangkan juga molase kurang lebih 250 cc ke dalam campuran sampah organik dengan tanah.

Praktik pembuatan kompos, dokumentasi Tyas

4. Aduk-aduk sampah dan tanah dengan merata, lalu tutup rapat, lalu simpan di tempat teduh. 

5. Aduk kompos setiap 1 minggu agar proses pengomposan berjalan dengan baik.

Pupuk kompos akan siap digunakan biasanya pada bulan ketiga.

6. Air lindi yang tertampung pun bisa menjadi pupuk cair yang bagus untuk tanaman.

Tidak ada kompos yang tidak jadi, demikian pesan narasumber. Jika kompos terlalu cair atau mengeluarkan magot (belatung), tinggal ditambah dengan tanah.

Sesudah mendapatkan penjelasan di aula, siswa langsung mempraktekkan pembuatan kompos di halaman sekolah deengan bimbingan  narasumber.

Sebelum praktik dilakukan siswa terlebih dahulu menyiapkan. komposter, sampah dapur yang sudah dibawa dari rumah  juga sampah daun yang sejak kemarin dikumpulkan dari halaman sekolah.

Lalu apa saja manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini? Banyak. 

Ibu Kepala Sekolah, guru dan narasumber, dokumentasi Tyas

Utamanya siswa menjadi lebih peduli pada lingkungan terutama bagaimana melakukan pemilahan dan pengolahan sampah untuk dijadikan sesuatu yang berguna.

Ya, tidak boleh kita lupakan bahwa Indonesia darurat sampah. Penuhnya kapasitas TPA di beberapa daerah menunjukkan bahwa sampah adalah masalah yang serius. Tanpa  pengolahan yang baik, masalah sampah bisa menjadi bencana bagi kita semua.

Lewat kegiatan ini siswa juga diajak peduli pada lingkungan dengan menjadikannya lebih hijau dan asri. 

Sesuai dengan tema P5 kali ini yaitu Revolusi Hijau Bintaraloka, pupuk kompos yang dihasilkan nantinya akan dipakai untuk taman sekolah supaya menjadi lebih subur dan indah.

Hal lain yang tak kalah penting adalah  lewat  kegiatan ini terwujud sinergi yang baik dari sekolah dengan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Ya, seperti yang diungkapkan Bapak Pendidikan Ki Hadjar Dewantara bahwa kemajuan pendidikan bergantung pada  tripusat pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat.

Semoga bermanfaat, Salam Kompasiana ..

Sarapan Sehat Sebagai Pelaksanaan Kegiatan Aksi Bergizi dan NGTS

Bubur ayam. Siapa yang tidak kenal hidangan ini? Makanan yang terbuat dari nasi yang dimasak hingga lembut, dengan diberi topping ayam, telur , abon , kacang dan juga kerupuk. Tambahan kuah bumbu kuning yang segar membuat bubur ayam ini semakin maknyus.

Sebagai hidangan sarapan bubur ayam mengandung banyak zat gizi yang diperlukan oleh tubuh kita.

Selain lezat, bubur ayam mengandung banyak serat dan mikronutrient yang sehat.

Bubur Ayam, Sumber gambar: detikFood

Dalam satu piring bubur ayam terkandung banyak kalori yang bisa mengahasilkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Pada hari Kamis minggu yang lalu kembali dilakukan giat sarapan sehat bersama di SMP Negeri 3 Malang.

Kali ini yang melaksanakan giat sarapan sehat adalah kelas 9.2.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Aksi Bergizi dan salah satu pilar NGTS ini dilaksanakan bergantian dengan menu yang bervariasi.

Untuk kelas 9.2 menu yang dipilih adalah bubur ayam dan segelas jus jambu.

Jus jambu? Mendengar namanya sudah terbayang dalam benak kita minuman segar berwarna merah, manis ,dingin dan penuh vitamin.

jus jambu, sumber gambar : detikFood

Dalam satu gelas jus jambu terkandung serat, vitamin C, vitamin B, vitamin A, kalsium, magnesium, dan kalium. Selain itu, jambu biji juga kaya akan kandungan antioksidan, khususnya quercetin. Karenanya jus jambu sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Bubur ayam dan jus jambu adalah kombinasi sarapan pagi yang lezat dan kaya manfaat.

Penjelasan dari Suster Ratna, dokumentasi 9.2

Sebelum sarapan pagi dilaksanakan Suster Ratna menerangkan tentang pentingnya sarapan, menu sarapan selain nasi, juga membiasakan sarapan bagi yang tidak terbiasa sarapan. 

Suster Ratna juga menjelaskan tentang komposisi gizi yang baik untuk sarapan kita.

Ya, kita tidak boleh mengabaikan sarapan karena sarapan menjadi bahan energi yang membuat kondisi otak segar sehingga menjadikan mood bagus.

Sebelum sarapan, dokumentasi 9.2

Akhirnya semoga kegiatan baik ini bisa terus dilakukan dan menginspirasi seluruh warga Bintaraloka untuk bergaya hidup sehat demi kualitas generasi yang lebih baik.

Salam Bintaraloka 😊