Temon (Telang Lemon), Sebuah Inovasi Benang Mass untuk Pembelajaran yang Lebih Bermakna

Fotografer : Ruth

Pembelajaran berdiferensiasi adalah satu ciri khas dari Kurikulum Merdeka.  Dengan pembelajaran ini anak akan mendapatkan layanan sesuai kebutuhan dan gaya belajarnya, sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan.

Untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di awal tahun pelajaran selalu dilaksanakan tes diagnostik baik akademik maupun non akademik.

Salah satu tes yang dilakukan dalam tes diagnostik non akademik di sekolah kami adalah tes psikologi. Nah, hasil tes psikologi bisa dipetakan siswa yang memiliki kemampuan kognitif tinggi rendah ataupun sedang.

Dari hasil tes psikologi yang sudah dilakukan, ada beberapa siswa yang memiliki kemampuan kognitif kurang tapi memiliki keunggulan dalam ketrampilan. 

Mading Benang Mass dan inovasinya, dokumentasi Bintaraloka

Untuk melayani siswa dengan berbagai karakteristik ini ada satu program sekolah yang bernama Benang Mass (Belajar Menyenangkan Bersama Anak Spesial).

Benang Mass selalu melakukan inovasi yang bisa digunakan untuk merangkul siswa ini agar mereka lebih bisa mempunyai rasa percaya diri, komunikatif dan bisa bergaul di antara teman temannya.

Salah satu inovasi yang dilakukan Benang Mass ini adalah dengan mengajak siswa membuat produk makanan dan minuman bersama. Produk ini dinamakan Temon (Telang dan Lemon). Sesuai namanya minuman atau makanan (puding) yang dibuat menggunakan perpaduan bunga telang dan buah lemon.

Tentang tanaman Telang (Clitoria ternatea).

Kembang Telang, sumber gambar: Alodokter

Telang adalah salah satu jenis tanama liar yang kini mulai banyak dibudidayakan . Tanaman ini  berasal dari daerah Ternate, Maluku, dan kini sudah mulai menyebar luas di seluruh daerah di Indonesia.

Bunga telang atau kembang Telang (Jawa) memiliki ciri khas pada warna bunganya yang bermacam macam yaitu merah, putih, serta ungu

Telang memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi kita. Menurut Budiasih (2017), bunga telang mengandung tanin, flobatanin, karbohidrat, saponin, triterpenoid, polifenol, flavanol glikosida, protein, alkaloid, antrakuinon, antosianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Bunga telang bermanfaat  sebagai antioksidan, antibakteri, antiparasit dan antisida, antidiabetes, dan anti-kanker.

Tentang tanaman Lemon (Citrus Limon (L.) Burm. F.)

Lemon, sumber gambar : Pixabay

Lemon memiliki warna kuning terang dan rasa buahnya masam dan berbentuk bulat lonjong.

Dalam lemon terkandung vitamin C, air, protein, serat, magnesium, kalium, dan kalsium.

Berbagai kandungan zat tersebut membuat buah yang tergolong dalam tanaman citrus ini mempunyai banyak manfaat seperti mencerahkan dan menghilangkan bekas jerawat serta komedo, menjaga kesehatan mulut hingga mencegah penyakit jantung.

Ada banyak manfaat dari bunga telang dan lemon. Karenanya makanan/minuman yang dibuat dengan kombinasi keduanya tidak hanya sedap namun mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita.

Pembuatan minuman berbahan dasar Telang dan lemon, dokumentasi Bintaraloka

Hal yang sangat membanggakan ternyata inovasi pembuatan makanan dan minuman dengan bahan baku Telang dan Lemon (Temon) ini telah membuat SMP Negeri 3 Malang menjadi juara tiga lomba inotek yang diadakan oleh Bappeda Malang.

Lomba diawali dengan pengajuan proposal, presentasi pada tanggal 8 September dan verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 13 September 2024.

Saat verifikasi lapangan, dokumentasi Bintaraloka

Dengan dimotori oleh Ibu Fathim, Ibu Happy,  Ibu Novi dan inisiasi dari guru BK Ibu Ami dan Ibu Lilik,  siswa begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa siswa mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan karena membuat mereka memiliki ketrampilan baru juga lebih akrab dan bisa bersosialisasi lebih baik dengan siswa yang lain.

Akhirnya semoga inovasi di Bintaraloka semakin berkembang sehingga bisa mendukung terlaksananya pembelajaran yang menyenangkan namun tetap bermakna di SMP Negeri 3 Malang.

Sinergi SMPN 3 Malang dengan Kader Lingkungan PKK RW 02 Kelurahan Samaan dalam Giat P5

Aula penuh dengan siswa kelas sembilan pagi itu. Semua siswa duduk sesuai kelas masing -masing. Mulai kelas 9.1, 9.2 hingga 9.9. Sementara itu Bapak ibu guru pendamping duduk di bagian belakang ataupun di depan siswa.

Para narasumber siap dengan berbagai peralatan, dokumentasi pribadi

Di meja depan lima orang narasumber dengan beberapa guru sudah siap dengan berbagai peralatan yang akan digunakan untuk mengajak semua siswa belajar tentang pembuatan kompos.

Menyanyikan lagu P5, dokumentasi pribadi

Hal yang istimewa semua narasumber adalah ibu-ibu. Ya, beliau semua adalah kader lingkungan Pokja 3 RW2 Kelurahan Samaan Malang. Sebuah Kelurahan yang lokasinya berdekatan dengan SMP Negeri 3 Malang .

Pengarahan dari Ibu Ari, dokumentasi pribadi

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars SMP Negeri 3, semua yang hadir di aula bersama menyanyikan lagu P5. Suasana terasa demikian meriah karena semangat yang tercipta.

Peserta antusias mendengarkan penjelasan narasumber, dokumentasi pribadi
Kuis dan tanya jawab, dokumentasi pribadi

Para narasumber pagi itu memaparkan sekaligus praktik bagaimana cara membuat pupuk kompos baik dari daun kering maupun limbah dapur.

Tentang Pupuk Kompos

Membuat kompos, dokumentasi pribadi

Kompos adalah sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan dan bentuknya pun berubah menjadi menyerupai tanah, tidak berbau serta banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman (Astuti, 2019).

Proses penguraian bahan organik menjadi kompos ini terjadi dengan adanya bantuan dari mikro-organisme aktif, bisa bakteri, jamur ataupun mikroba.

Kompos banyak memberikan manfaat pada lingkungan karena banyak mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman.

Proses pembuatan pupuk kompos secara umum sebagai berikut:

Menuang cairan EM4, dokumentasi pribadi

1. Cacah sampah organik atau daun menjadi bagian yang lebih kecil. Semakin kecil , ukuran, sampah akan lebih mudah terurai.

2. Tempatkan dalam ember yang bagian bawahnya diberi lubang dan tempat penampungan air lindi (air yang timbul dari hasil pengomposan)

Ember yang digunakan siswa pagi itu adalah komposter yang terbuat dari dua buah kaleng cat. 

Komposter, dokumentasi pribadi

Kaleng pertama mempunyai lubang untuk keluarnya air dari proses pengomposan. Kaleng kedua untuk menampung air tersebut yang bisa dikeluarkan lewat kran yang melekat di kaleng.

3. Campur sampah organik hasil pencacahan dengan tanah ke dalam ember tempat melarutkan sampah dengan aktivator EM4.

Tuangkan juga molase kurang lebih 250 cc ke dalam campuran sampah organik dengan tanah.

Praktik pembuatan kompos, dokumentasi Tyas

4. Aduk-aduk sampah dan tanah dengan merata, lalu tutup rapat, lalu simpan di tempat teduh. 

5. Aduk kompos setiap 1 minggu agar proses pengomposan berjalan dengan baik.

Pupuk kompos akan siap digunakan biasanya pada bulan ketiga.

6. Air lindi yang tertampung pun bisa menjadi pupuk cair yang bagus untuk tanaman.

Tidak ada kompos yang tidak jadi, demikian pesan narasumber. Jika kompos terlalu cair atau mengeluarkan magot (belatung), tinggal ditambah dengan tanah.

Sesudah mendapatkan penjelasan di aula, siswa langsung mempraktekkan pembuatan kompos di halaman sekolah deengan bimbingan  narasumber.

Sebelum praktik dilakukan siswa terlebih dahulu menyiapkan. komposter, sampah dapur yang sudah dibawa dari rumah  juga sampah daun yang sejak kemarin dikumpulkan dari halaman sekolah.

Lalu apa saja manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini? Banyak. 

Ibu Kepala Sekolah, guru dan narasumber, dokumentasi Tyas

Utamanya siswa menjadi lebih peduli pada lingkungan terutama bagaimana melakukan pemilahan dan pengolahan sampah untuk dijadikan sesuatu yang berguna.

Ya, tidak boleh kita lupakan bahwa Indonesia darurat sampah. Penuhnya kapasitas TPA di beberapa daerah menunjukkan bahwa sampah adalah masalah yang serius. Tanpa  pengolahan yang baik, masalah sampah bisa menjadi bencana bagi kita semua.

Lewat kegiatan ini siswa juga diajak peduli pada lingkungan dengan menjadikannya lebih hijau dan asri. 

Sesuai dengan tema P5 kali ini yaitu Revolusi Hijau Bintaraloka, pupuk kompos yang dihasilkan nantinya akan dipakai untuk taman sekolah supaya menjadi lebih subur dan indah.

Hal lain yang tak kalah penting adalah  lewat  kegiatan ini terwujud sinergi yang baik dari sekolah dengan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Ya, seperti yang diungkapkan Bapak Pendidikan Ki Hadjar Dewantara bahwa kemajuan pendidikan bergantung pada  tripusat pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat.

Semoga bermanfaat, Salam Kompasiana ..

Sarapan Sehat Sebagai Pelaksanaan Kegiatan Aksi Bergizi dan NGTS

Bubur ayam. Siapa yang tidak kenal hidangan ini? Makanan yang terbuat dari nasi yang dimasak hingga lembut, dengan diberi topping ayam, telur , abon , kacang dan juga kerupuk. Tambahan kuah bumbu kuning yang segar membuat bubur ayam ini semakin maknyus.

Sebagai hidangan sarapan bubur ayam mengandung banyak zat gizi yang diperlukan oleh tubuh kita.

Selain lezat, bubur ayam mengandung banyak serat dan mikronutrient yang sehat.

Bubur Ayam, Sumber gambar: detikFood

Dalam satu piring bubur ayam terkandung banyak kalori yang bisa mengahasilkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Pada hari Kamis minggu yang lalu kembali dilakukan giat sarapan sehat bersama di SMP Negeri 3 Malang.

Kali ini yang melaksanakan giat sarapan sehat adalah kelas 9.2.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Aksi Bergizi dan salah satu pilar NGTS ini dilaksanakan bergantian dengan menu yang bervariasi.

Untuk kelas 9.2 menu yang dipilih adalah bubur ayam dan segelas jus jambu.

Jus jambu? Mendengar namanya sudah terbayang dalam benak kita minuman segar berwarna merah, manis ,dingin dan penuh vitamin.

jus jambu, sumber gambar : detikFood

Dalam satu gelas jus jambu terkandung serat, vitamin C, vitamin B, vitamin A, kalsium, magnesium, dan kalium. Selain itu, jambu biji juga kaya akan kandungan antioksidan, khususnya quercetin. Karenanya jus jambu sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.

Bubur ayam dan jus jambu adalah kombinasi sarapan pagi yang lezat dan kaya manfaat.

Penjelasan dari Suster Ratna, dokumentasi 9.2

Sebelum sarapan pagi dilaksanakan Suster Ratna menerangkan tentang pentingnya sarapan, menu sarapan selain nasi, juga membiasakan sarapan bagi yang tidak terbiasa sarapan. 

Suster Ratna juga menjelaskan tentang komposisi gizi yang baik untuk sarapan kita.

Ya, kita tidak boleh mengabaikan sarapan karena sarapan menjadi bahan energi yang membuat kondisi otak segar sehingga menjadikan mood bagus.

Sebelum sarapan, dokumentasi 9.2

Akhirnya semoga kegiatan baik ini bisa terus dilakukan dan menginspirasi seluruh warga Bintaraloka untuk bergaya hidup sehat demi kualitas generasi yang lebih baik.

Salam Bintaraloka 😊

Barakuda Cempaka Raih Nomor Kejuaraan dalam Mitreka Satata Scout Competition 2024

Siang itu (24/08) saya berkesempatan untuk bertandang ke SMA Negeri 1 Malang guna melihat siswa yang sedang mengikuti ajang kejuaraan MISSION-5 (Mitreka Satata Scout Competition) 2024.

Wajah wajah ceria ada di mana mana. Baik peserta, panitia maupun supporter.

MISSION-5 adalah kompetisi Pramuka yang diadakan oleh SMA Negeri 1 Malang. Kegiatan ini diikuti berbagai pangkalan dari SMP/MTs kota dan kabupaten Malang, Batu hingga Sidoarjo.

Barakuda Cempaka, dokumentasi Pramuka Bintaraloka

Tema kegiatan MISSION 5 (Mitreka Satata Scout Competition) 2024 Tingkat 

SMP/MTs se-Malang Raya Terbuka adalah Jurassic: Jelajahi Ragam Alam melalui 

Petualangan. Berbagai nomor yang dilombakan adalah meliputi TTG (Teknologi Tepat Guna) Putra dan Putri, Morse Putra dan Putri, SS (Sandi-Semaphore) Putra dan Putri, CC (Cerdas Cermat) Putra dan Putri, Pioneering dan Yel-yel.

Pioneering, dokumentasi Pramuka Bintaraloka

Tujuan kegiatan MISSION-5 (Mitreka Satata Scout Competition) 2024 secara umum adalah membentuk karakter positif dan melatih jiwa kepemimpinan Pramuka penggalang, mempersiapkan generasi muda yang berjiwa nasionalisme dan menyalurkan minat dan bakat para Pramuka penggalang.

Penganugerahan juara, dokumentasi Pramuka Bintaraloka

Setelah perjuangan keras, akhirnya regu dari SMP Negeri 3 Malang mendapatkan juara satu untuk cerdas cermat putra, dan juara dua regu putra terbaik.

Ya, perjuangan yang keras, tanpa mengeluh apapun kondisinya membuat Pramuka Bintaraloka bisa mendapatkan kejuaraan tersebut.  

Foto bersama pembina Pramuka , dokumentasi Pramuka Bintaraloka

Support dari alumni dan pembina sangat besar peranannya sehingga Barakuda Cempaka bisa meraih kejuaraan dalam event ini.

Di depan Smansa, dokumentasi pribadi

Seperti yang diungkapkan Azalea dan Hanasta, pratama Pramuka SMP Negeri 3 Malang harapan ke depannya di ajang lomba pramuka selanjutnya SMP Negeri 3 Malang bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di banding kan sebelumnya.

Salam Pramuka..

Meneladani Akhlaq Rasulullah untuk Generasi yang Unggul dan Religius

Fotografer: Naufal dan Ruth

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” (QS. Alhamdulillah Ahzab 21)

Pembacaan sholawat dari Al Banjari, dokumentasi Bintaraloka

Rabiul Awal sudah tiba. Bulan yang identik dengan perayaan Maulid ini datang lagi. Bulan yang selalu ditunggu karena di bulan inilah lahir Sang Panutan Sejati Nabi Muhammad Saw.

Maulid adalah bulan istimewa. Datangnya Maulid selalu disambut dengan perayaan yang menunjukkan kebahagiaan kita atas kelahiran Rahmatan Lil ‘alamin. 

Manusia istimewa yang membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang.

Maulid Nabi Muhammad Saw kali ini dirayakan di Bumi Bintaraloka pada hari Jumat, 13 September 2024.

Membaca sholawat Nabi , dokumentasi Bintaraloka

Acara Maulid pagi itu diawali dengan pembacaan Sholawat Nabi oleh ekstrakurikuler Al Banjari. Sekitar pukul tujuh lebih tiga puluh acara dibuka oleh pembawa acara yaitu Maulidiyah dan Selvin Wiratama.

Pembawa acara Maulidya dan Shelvin, dokumentasi Bintaraloka

Setelah pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Nailah Aziska dan terjemah oleh Kayla, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang yang diwakili oleh Bapak Aksan Wakakur.

Pembacaan ayat suci Al Quran , dokumentasi Bintaraloka
Sambutan Pak Aksan, dokumentasi Bintaraloka

 Lewat sambutannya Pak Aksan menerangkan bahwa sudah selayaknya kita berbahagia atas kelahiran nabi Muhammad Saw, yang banyak memberikan suri tauladan bagi kita semua.

Menyimak Mauidhoh Hasanah, dokumentasi Bintaraloka

Sesudah sambutan bapak Aksan, acara  dilanjutkan kembali dengan pembacaan sholawat bersama lalu Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Usman, S.Pdi.

Dalam paparan pagi itu Ustadz Usman  mengajak semua siswa untuk selalu menjadikan Nabi Muhammad sebagai panutan kita, dengan selalu meniru teladan beliau.

Ustadx Usman, S.PdI, dokumentasi Bintaraloka

Acara Mauidhoh Hasanah berjalan khidmat dan menyenangkan karena juga ada kuis berhadiah yang disampaikan.

Setelah Mauidhoh Hasanah, maulid diakhiri  dengan makan buah bersama. Ya, buah buahan itu dibawa siswa dari rumah ke sekolah.  

Makan buah bersama, dokumentasi Jurnalistik

Jumat pagi yang penuh berkah. Harapannya sesuai tema kegiatan Maulid tahun ini ke depan kita bisa meneladani akhlaq Nabi Muhammad Saw untuk membangun karakter generasi muda yang unggul dan religius. 

Allahumma sholli ‘ala Muhammad.