Siang itu (24/08) saya berkesempatan untuk bertandang ke SMA Negeri 1 Malang guna melihat siswa yang sedang mengikuti ajang kejuaraan MISSION-5 (Mitreka Satata Scout Competition) 2024.
Wajah wajah ceria ada di mana mana. Baik peserta, panitia maupun supporter.
MISSION-5 adalah kompetisi Pramuka yang diadakan oleh SMA Negeri 1 Malang. Kegiatan ini diikuti berbagai pangkalan dari SMP/MTs kota dan kabupaten Malang, Batu hingga Sidoarjo.
Barakuda Cempaka, dokumentasi Pramuka Bintaraloka
Tema kegiatan MISSION 5 (Mitreka Satata Scout Competition) 2024 Tingkat
SMP/MTs se-Malang Raya Terbuka adalah Jurassic: Jelajahi Ragam Alam melalui
Petualangan. Berbagai nomor yang dilombakan adalah meliputi TTG (Teknologi Tepat Guna) Putra dan Putri, Morse Putra dan Putri, SS (Sandi-Semaphore) Putra dan Putri, CC (Cerdas Cermat) Putra dan Putri, Pioneering dan Yel-yel.
Pioneering, dokumentasi Pramuka Bintaraloka
Tujuan kegiatan MISSION-5 (Mitreka Satata Scout Competition) 2024 secara umum adalah membentuk karakter positif dan melatih jiwa kepemimpinan Pramuka penggalang, mempersiapkan generasi muda yang berjiwa nasionalisme dan menyalurkan minat dan bakat para Pramuka penggalang.
Setelah perjuangan keras, akhirnya regu dari SMP Negeri 3 Malang mendapatkan juara satu untuk cerdas cermat putra, dan juara dua regu putra terbaik.
Ya, perjuangan yang keras, tanpa mengeluh apapun kondisinya membuat Pramuka Bintaraloka bisa mendapatkan kejuaraan tersebut.
Foto bersama pembina Pramuka , dokumentasi Pramuka Bintaraloka
Support dari alumni dan pembina sangat besar peranannya sehingga Barakuda Cempaka bisa meraih kejuaraan dalam event ini.
Di depan Smansa, dokumentasi pribadi
Seperti yang diungkapkan Azalea dan Hanasta, pratama Pramuka SMP Negeri 3 Malang harapan ke depannya di ajang lomba pramuka selanjutnya SMP Negeri 3 Malang bisa mendapatkan hasil yang lebih baik di banding kan sebelumnya.
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” (QS. Alhamdulillah Ahzab 21)
Pembacaan sholawat dari Al Banjari, dokumentasi Bintaraloka
Rabiul Awal sudah tiba. Bulan yang identik dengan perayaan Maulid ini datang lagi. Bulan yang selalu ditunggu karena di bulan inilah lahir Sang Panutan Sejati Nabi Muhammad Saw.
Maulid adalah bulan istimewa. Datangnya Maulid selalu disambut dengan perayaan yang menunjukkan kebahagiaan kita atas kelahiran Rahmatan Lil ‘alamin.
Manusia istimewa yang membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang.
Maulid Nabi Muhammad Saw kali ini dirayakan di Bumi Bintaraloka pada hari Jumat, 13 September 2024.
Membaca sholawat Nabi , dokumentasi Bintaraloka
Acara Maulid pagi itu diawali dengan pembacaan Sholawat Nabi oleh ekstrakurikuler Al Banjari. Sekitar pukul tujuh lebih tiga puluh acara dibuka oleh pembawa acara yaitu Maulidiyah dan Selvin Wiratama.
Pembawa acara Maulidya dan Shelvin, dokumentasi Bintaraloka
Setelah pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Nailah Aziska dan terjemah oleh Kayla, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang yang diwakili oleh Bapak Aksan Wakakur.
Pembacaan ayat suci Al Quran , dokumentasi Bintaraloka Sambutan Pak Aksan, dokumentasi Bintaraloka
Lewat sambutannya Pak Aksan menerangkan bahwa sudah selayaknya kita berbahagia atas kelahiran nabi Muhammad Saw, yang banyak memberikan suri tauladan bagi kita semua.
Sesudah sambutan bapak Aksan, acara dilanjutkan kembali dengan pembacaan sholawat bersama lalu Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Usman, S.Pdi.
Dalam paparan pagi itu Ustadz Usman mengajak semua siswa untuk selalu menjadikan Nabi Muhammad sebagai panutan kita, dengan selalu meniru teladan beliau.
Ustadx Usman, S.PdI, dokumentasi Bintaraloka
Acara Mauidhoh Hasanah berjalan khidmat dan menyenangkan karena juga ada kuis berhadiah yang disampaikan.
Setelah Mauidhoh Hasanah, maulid diakhiri dengan makan buah bersama. Ya, buah buahan itu dibawa siswa dari rumah ke sekolah.
Makan buah bersama, dokumentasi Jurnalistik
Jumat pagi yang penuh berkah. Harapannya sesuai tema kegiatan Maulid tahun ini ke depan kita bisa meneladani akhlaq Nabi Muhammad Saw untuk membangun karakter generasi muda yang unggul dan religius.
Luar biasa. Itu kesan yang bisa ditangkap ketika Jumat Aksi diselenggarakan hari Jumat 6 September 2024.
Jumat aksi adalah salah satu dari kegiatan Jumat bertema di SMP Negeri 3 Malang. Ada berbagai macam Jumat bertema di SMP Negeri 3 Malang tiap hari Jumat seperti Jumat Sehat, Jumat Pokja, Jumat Bersih termasuk juga Jumat Aksi.
LDR by 9.7, dokumentasi pribadi Tampilan kelas 9.3, dokumentasi pribadi
Sebagai pembuka kegiatan Jumat Aksi tahun pelajaran 2024/2025 adalah penampilan kelas 9.
Luar biasa. Lapangan volley pagi itu seakan panggung konser dari para siswa kelas 9.
Ada berbagai aksi yang ditampilkan, seperti akustik, band, juga duet. Tampilan vokal, gebukan drum, raungan gitar adalah semangat yang menghias ‘panggung ‘ Bintaraloka pagi itu.
Drummer kelas 9.3, dokumentasi pribadiVokalis 9.4, dokumentasi pribadi Tampilan sang vokalis, dokumentasi pribadi
Penonton juga pemain tenggelam dalam euforia konser pagi. Berbagai lagu dinyanyikan. Semua tampak ceria dan penuh semangat. Hingga tak terasa jam setengah delapan sudah tiba dan pelajaran harus dimulai.
Suksesnya konser pagi itu tidak lepas dari kerja keras sie acara juga tim sound system yang begitu solid.
Aksi para gitaris, dokumentasi pribadi Alviano in action, dokumentasi pribadi
Setelah sedikit pengarahan dari Mister Hery, siswa segera menuju ke ruang kelas masing-masing.
Dalam arahan pagi itu Mister Heri mengungkap agar siswa Bintaraloka bisa menjadi siswa yang bertalenta, tidak hanya unggul di pelajaran namun juga talenta yang lain.
Manusia di balik layar, tim sound system, dokumentasi pribadi
Ya, pada dasarnya manusia itu unik dan istimewa. Mereka dilahirkan dengan talentanya sendiri. Adalah tugas kita untuk mengeksplor dan mengembangkan talenta kita masing masing.
Nama yang panjang dan cukup unik ini pertama kali terdengar di telinga saya beberapa hari lalu, ketika tawaran untuk mewawancarai siswa berprestasi datang kembali. Ketika saya mulai melakukan research, saya cukup terkejut melihat segudang prestasi yang telah ia raih. Meskipun nama siswi yang akrab dipanggil Pramesti tersebut jarang terdengar di telinga orang awam, siswi SMP Negeri 3 Malang berusia 14 tahun ini telah meraih sejumlah penghargaan baik di lingkup kota Malang atau bahkan sampai provinsi Jawa Timur.
Mulai dari menyabet Poomsae Individual Cadet Putri Indonesia Super Fighting Taekwondo Championship yang diadakan pada bulan Desember tahun 2023 silam, juara 2 Poomsae grup 012 piala PJ Walikota Malang pada bulan Mei tahun ini, juara 1 F poomsae grup 87 Taekwondo Championship Jatim Reborn dua minggu kemudian, hingga yang terbaru, juara 1 F poomsae frup 055 kejuaraan taekwondo Jatim Open pada awal Agustus lalu, semua berhasil ia sabet, melejitkan namanya sebagai salah satu rising star di dunia taekwondo Jawa Timur.
Gambar 1. Pramesti ketika memenangkan kompetisi Taekwondo awal Agustus silam. Sumber: Dokumentasi Pribadi Pramesti.
Akan tetapi, prestasi Pramesti tidak hanya berhenti sampai di situ.
Di samping aktif di bidang taekwondo, ia juga kerap mengikuti perlombaan di bidang lainnya, seperti kala ia memenangkan kompetisi desain batik yang diadakan oleh DWP BMKG Jawa Timur pada tahun 2023 atau bahkan Olimpiade Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional yang berhasil Pramesti menangkan dua tahun silam. Selain itu, kini, ia juga masih aktif sebagai sekretaris 1 Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 3 Malang, menjadikan Pramesti sebagai salah satu atau bahkan mungkin siswi teraktif yang pernah saya temui sepanjang hidup saya.
Oleh karenanya, bertemu dengan Pramesti dan mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai siswi kelas 9 SMPN 3 Malang ini pada hari Jum’at silam (16/08) merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Segudang pertanyaan pun telah saya siapkan untuk menggali informasi terkait pribadi sang siswi.
Pewawancara (P): Pramesti adalah salah satu siswi paling serba bisa yang pernah saya temui. Taekwondo bisa, desain batik jago, bahkan akademis pun juga disabet. Pertanyaan pertama saya, dulu waktu Pramesti masih kecil, apa bidang yang paling ditekuni?
Pramesti (Pr): Saya pertama kali menekuni justru di bidang melukis, Kak.
P: Melukis?!
Pr: Iya, Kak. Karena dulu waktu masih kecil saya sering diberikan crayon dan kertas, jadi saya banyak menghabiskan waktu dengan mencorat-coret. Dan karena pengaruh kakak sepupu saya yang gemar melukis menggunakan media cat semprot, saya jadi merasa menggambar itu seru, bahkan hingga saat ini, hobi tersebut masih terbawa dalam diri saya.
Gambar 2. Pramesti dan desain batik karyanya, dokumentasi pribadi Pramesti
Hanya dari pertanyaan pertama, Pramesti berhasil membuat saya tercengang. Dari sederet prestasi yang ia dapat, jujur, saya membayangkan Pramesti menghabiskan masa kecilnya langsung di dunia taekwondo. Hal ini membuka mata saya bahwa siswi di depan saya kali ini adalah siswi multitalenta. Oleh karenanya, didorong rasa penasaran, saya menanyakan bakat apa lagi yang masih terpendam dalam diri Pramesti yang tidak banyak orang tahu.
Pr: Saya juga bermain piano dan gitar, kak.
P: Lalu, prestasi yang didapat mulai kecil hingga kini?
Pr: Justru Fashion show, Kak. Pertama waktu TK, kemudian mewakili sekolah dalam lomba desain dan model. Saya juga bermain piano solo dalam ajang FLS2N, dan saya juga sempat mengikuti kelas renang, dan ketika saya masuk SMPN 3 Malang ini, saya tergabung dalam ekstrakurikuler Olimpiade IPA, dan yang terbaru, saya juga sedang sibuk sebagai sekretaris 1 OSIS SMPN 3 Malang.
Dari semua daftar kegiatan yang ia ikuti, tentu ada satu potongan kecil yang hilang, yakni taekwondo.
P: Lalu, sejak kapan Pramesti mulai menekuni taekwondo?
Pr: Saya terjun di bidang taekwondo sejak kelas 8 SMP, Kak.
Gambar 3. Aksi Pramesti ketika berlaga di ajang Taekwondo. Sumber: Dokumentasi pribadi Pramesti
Dua tahun. Hanya dalam waktu dua tahun, Pramesti berhasil menyabet berbagai penghargaan bergengsi taekwondo di Tingkat kota Malang maupun provinsi Jawa Timur. Selain talenta, semua prestasi ini juga merupakan cerminan dari kerja keras yang ia jalani tiap hari.
P: Lantas dengan kegiatan sepadat itu, bagaimana cara Pramesti menyeimbangkannya dengan kewajiban di sekolah?
Pr: Untungnya, saya tidak pernah mengalami kesulitan dalam studi saya. Meskipun terkadang, karena waktu Latihan taekwondo jatuh pada malam hari, saya harus mengerjakan tugas dan mencicil belajar ketika waktu istirahat di sekolah, saya tidak merasa terlalu terbebani.
Mungkin bagi Pramesti, hal yang ia katakan bukanlah sebuah beban, akan tetapi bagi saya yang menjadi pendengar, saya dapat membayangkan seberapa melelahkan semua kegiatan yang ia tekuni. Mungkin, inilah yang sering disebut dalam berbagai cerita epos, bahwa untuk mendaki ke puncak, selalu dibutuhkan pengorbanan besar dalam perjalanannya.
P: Lantas, dengan kegiatan sebanyak itu, apa yang sebenarnya Pramesti ingin capai?
Pr: Karena saya tahu, setiap bertambah umur, bertambah dewasa pikiran, maka berubah pulla lah cita-cita tiap orang. Karena itu saya merasa saya membutuhkan banyak recana, untuk jikalau saya gagal di satu rencana, saya masih mempunyai opsi yang lain untuk menyiapkan masa depan saya. Boleh dibilang, saat ini, saya masih dalam masa eksplorasi, Kak.
Eksplorasi. Mungkin itulah kata kuncinya mengapa Pramesti masih bersemangat mengikuti berbagai kegiatan. Cara berpikir yang logis, tentu, tapi tak banyak dapat ditemui di kalangan remaja saat ini.
P: Lalu, apa yang sekarang Pramesti sedang fokuskan?
Pr: Mungkin saat ini, saya sedang terpaku di bidang olimpiade IPA, taekwondo, dan menggambar.
P: Bagaimana dengan rencana tahun ini?
Pr: Untuk bidang olimpiade, saya sempat melihat informasi yang beredar terkait kompetisi yang diadakan platform Ruang Guru, dan saya cukup tertarik untuk mengikutinya. Sedangkan untuk taekwondo, saat ini, saya sedang menunggu turunnya informasi terkait kompetisi internasional yang diadakan di negara Korea Selatan dan mungkin saya akan mengikuti beberapa kompetisi antar pelajar juga.
Target yang tinggi telah dipatok oleh pramesti untuk dirinya sendiri. Tak akan mudah memang. Akan tetapi, saya dapat melihat keyakinan pada raut wajah Pramesti.
P: Mungkin ini akan jadi pertanyaan terakhir hari ini.Tadi, Pramesti menyinggung cita-cita yang akan berubah seiring bertambah usia. Lantas, apa cita-cita Pramesti saat ini?
Pr: Antara ingin menjadi dokter militer atau bekerja di Lembaga BMKG, karena orang tua saya bekerja di sana.
Sekali lagi, cita-cita yang tinggi dipatok oleh Pramesti terhadap dirinya sendiri. Jujur, ini adalah pertama kalinya saya bertemu dengan siswi SMP yang telah mengetahui apa yang diinginkannya sejak remaja dan telah berusaha keras sejak dini. Akan tetapi, rasa khawatir tentu tak bisa luput, mengingat pada akhirnya, ia hanyalah seorang pelajar biasa.
P: Apakah Pramesti pernah mengalami burn out? Tiba-tiba berpikir, kenapa sih Pramesti harus seaktif ini? Lalu, apa yang Pramesti lakukan untuk mengatasinya?
Pr: Tentu pernah, ya Kak. Biasanya, kalua masih di tahap bosan, mungkin keluar jalan-jalan sebentar atau main game bisa jadi solusi. Kemudian, saya juga sering cerita kepada orang tua saya dan meminta nasihat kepada mereka, dan syukurlah, mereka selalu mendukung saya dalam setiap kegiatan yang saya lakukan.
Mungkin di situlah semua kekuatan dalam diri Pramesti berasal. Tidak bermaksud mengerdilkan semua jerih payah yang telah ia lakukan, akan tetapi, keberadaan orang tua yang selalu mendukung dari belakang dapat dikatakan sebagai alasan terkuat kenapa Pramesti dapat terus melangkah ke depan.
Selain berbicara tentang kegiatannya, kami juga membicarakan banyak hal, terkait hobi, sekolah, dan terkait teman-teman sekitarnya. Dari percakapan tersebut, saya semakin yakin terhadap impresi pertama saya, bahwa Pramesti adalah seorang eksplorator sejati, dan masa depan yang luas akan selalu terbentang di hadapannya, buah dari investasi yang telah ia tanam sejak kini.
Sekelompok siswa tampak berkegiatan di area masjid. Mereka membersihkan bagian dalam juga sekitar masjid.
Pokja Bank Sampah, dokumentasi pribadi
Demikian juga siswa di area yang lain, mereka tak mau kalah. Ada yang bersih-bersih, ada pula yang menyimak pengarahan dari koordinator pokja.
Pokja 3T, dokumentasi pribadi
Bintaraloka benar-benar sibuk pagi itu. Di setiap sudut sekolah semua bergerak. Di lantai bawah maupun atas. Tidak ada yang diam berpangku tangan.
***
Pokja Kolam dan IPAL, dokumentasi pribadi
Di atas adalah gambaran kegiatan pokja Adiwiyata yang telah dilakukan di sekolah pada hari Jumat (23/8) pagi dan siang hari.
Mengapa kegiatan ini dilaksanakan?
Delapan jam dalam satu hari, kita menghabiskan waktu di sekolah. Ya, hampir sepertiga hari-hari kita, kita gunakan untuk melakukan berbagai kegiatan di sekolah.
Belajar, beribadah, bermain ataupun melakukan aktivitas yang lain. Sekolah bagaikan rumah kedua bagi kita. Karenanya kebersihan dan kenyamanan sekolah berperan penting untuk menjadikan kita krasan atau tidak di dalamnya.
Pembersihan taman, dokumentasi pribadi
Dalam rangka mewujudkan sekolah yang bersih, hijau sehat dan nyaman, Bintaraloka kembali menggiatkan pelaksanaan pokja- pokja Adiwiyata.
Pokja kompos, dokumentasi pribadi
Kegiatan yang sempat vakum ini digalakkan kembali dengan dipandu oleh Koordinator Adiwiyata Ibu Novi, S.Pd.
Koordinator Adiwiyata, dokumentasi pribadi
Ada 16 pokja (kelompok kerja) di SMP Negeri 3 Malang saat ini yaitu pokja pengelolaan sampah dan bank sampah, pokja daur ulang, pokja UKS, pokja hidroponik, pokja 3T (tanaman anggrek, tanaman hias dan tanaman keras), pokja biopori, pokja dokumentasi, pokja perpustakaan dan taman belajar, pokja sanitasi dan IPAL, pokja masjid, pokja kompos dan pupuk cair, pokja kantin, pokja energi dan inovasi, pokja kolam dan aquaponik dan pokja budidaya jamur.
Deskripsi kegiatan masing-masing pokja sudah dijabarkan dalam SK dan digunakan sebagai bahan koordinator dalam pengarahan pada siswa yang tergabung dalam masing-masing pokja.
Pokja TOGA, dokumentasi pribadi
Kegiatan hari ini diawali dengan koordinasi masing-masing pokja pada pagi hari dan aksi pokja yang diinclude kan dengan pelaksanaan projek P5 pada jam ke 5 dan 6.
Pokja inovasi dan teknologi , dokumentasi pribadi Pokja daur ulang, dokumentasi pribadi
Harapannya semoga kegiatan ini bisa menjadikan Bintaraloka lingkungan yang bersih, sehat, hijau lestari dan penuh inovasi.
Jalan jalan ke kota Jakarta, paling enak perginya bareng teman
Dengan berbagai kegiatan pokja, ayo ciptakan sekolah yang indah dan nyaman.