Pasar Takjil, yang Kehadirannya Selalu Dinanti Saat Ramadhan

Kehadiran pasar takjil adalah sesuatu yang selalu dinantikan saat bulan Ramadhan. Pasar dadakan yang menjual berbagai macam makanan ini biasanya dimulai sesudah Ashar dan berakhir saat berbuka puasa tiba.

Dalam tulisan ini saya akan menuliskan tentang pasar takjil di sekitar Jl Lembang dan Jl. Setaman kelurahan Lowokwaru Malang.

Bagi satu orang dengan yang lain pasar takjil mempunyai manfaat yang berbeda. Ada yang memanfaatkannya sebagai tempat berjualan untuk mengais rezeki , berbelanja, cuci mata ataupun sebuah media ekspresi. 

Seperti yang ada di pasar takjil Ramadhan di kawasan Jalan Lembang kota Malang. 

Selain menjual berbagai makanan, di pasar ini kita bisa menikmati ‘konser musik’ yang dimainkan oleh anak anak muda. Ya, mereka memainkan musik sambil menjual martabak mini.

Konser musik di stand martabak mini, dokumentasi pribadi Utien

Kehadiran konser ini seolah magnet yang menarik pengunjung untuk selalu datang dan berbelanja ke pasar takjil ini.

Pasar takjil di Jl Lembang ini merupakan agenda rutin RW dan penjualnya tidak dikenakan biaya alias gratis. Penjual berasal dari warga sekitar dan UMKM. 

Tidak jauh dari pasar takjil tersebut terdapat  di pasar takjil lain di Jalan Setaman. 

Pasar takjil yang juga merupakan agenda rutin RW ini menyediakan berbagai macam makanan seperti aneka lauk, jajanan kekinian, bahkan jajanan tempo dulu seperti gulali.

Menurut Ibu Siti, seorang penjual di Setaman, untuk berjualan biaya kontrak tiap stand berkisar antara 125.000-150.000 selama satu bulan dan tiap hari dikenai iuran sampah Rp.5000,00.

Semakin sore suasana pasar takjil semakin ramai. Para pembeli juga  penjual tampak demikian ceria. Ya, pembeli dan penjual mayoritas sudah kenal satu sama yang lain. 

Kehadiran anak kecil meramaikan stand penjual jajanan membuat suasana terasa kian ‘meriah’

Ya, kehadiran pasar takjil membuat suasana  bulan Ramadhan demikian hangat. Kehadirannya tidak hanya menghidupkan ekonomi warga, tapi juga sebagai perekat kebersamaan antar sesama.

Suasana pasar takjil bisa dilihat di video berikut:

Suasana pasar takjil di Jl Lembang dan Jl.Setaman

Ramadhan Adalah Bulan Rindu

Ramadhan kembali menyapa. Hadirnya selalu disambut dengan penuh sukacita. Ya, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan dimana pahala amal kebaikan dilipat gandakan.

Bulan Ramadhan ketika anak-anak sudah besar jauh sekali rasanya dengan ketika mereka masih kecil. Ketika anak-anak sudah besar bahkan beberapa harus tinggal di luar kota, bulan Ramadhan terasa lebih sepi.

Di bandingkan saat ini, bulan Ramadhan saat mereka masih kecil  selalu penuh cerita heboh dan lucu, dan semua itu sungguh membuat rindu.

https://youtu.be/BmlhXUwfTuc?si=h9OWne9qLv9bXRcK
Lagu Ramadhan Tiba dari Opick, Gembira sambut datangnya bulan suci Ramadhan

Ramadhan adalah bulan rindu. Ya, rindu keramaian anak- anak yang selalu sibuk menghitung jam. “Buk, buka kurang berapa jam lagi?” Itu selalu yang mereka tanyakan.

Puasa adalah perjuangan. Benar, perjuangan mereka menahan lapar,  berkali-kali keluar masuk dapur untuk sekedar membaui aroma masakan sekaligus melihat apa saja makanan  yang disiapkan untuk berbuka nanti.

Ilustrasi anak kecil berpuasa, sumber gambar: NU Online

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu saat menantikan buka bersama sambil nonton acara TV yang selalu diselingi iklan sirup yang begitu legendaris.

Saat tertawa bersama melihat tingkah Pak RW cs dan ruwetnya komunikasi antara Azzam dan Aya di sinetron Para Pencari Tuhan. Dan semua kegiatan menonton sinetron langsung berhenti begitu azan Maghrib berkumandang.

Ilustrasi anak kecil shalat tarawih, sumber gambar: Fimela

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu saat melihat anak-anak pergi ke langgar untuk shalat tarawih, juga mendengarkan suara mereka taddarus lewat pengeras suara. Sementara para ibu sibuk bersih- bersih, cek nasi dan lauk untuk santap sahur seusai tarawih. 

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu perjuangan saat membangunkan mereka untuk makan sahur. Alarm disetel keras, tapi tidak juga mampu membangunkan mereka yang lelap, sampai satu demi satu didekati dan ditepuk- tepuk badannya.

Ilustrasi kebersamaan saat Ramadhan, sumber gambar: Suarakalbar

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu saat ibadah terasa demikian nikmat, suasana terasa demikian teduh, doa- doa terasa demikian khusyuk dan jalur langit serasa begitu dekat.

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu pada yang ada dan sudah tiada. Dan dimana pada saatnya semua kerinduan akhirnya tertumpah  dalam kata-kata juga ribuan doa dan harapan untuk kebaikan semua yang tercinta.

(Sekedar renungan menjelang Bulan Suci Ramadhan)

Selamat menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kelancaran pada kita semua dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

https://youtu.be/s_Kur0UNXUQ?si=3s7Uu5l-jgOiNzjs
Sinetron favorit saat Ramadhan, Para Pencari Tuhan

All We Need is Just A Little Patience

All we need is just a little patience

Lagu dari Guns ‘N Roses itu mengalun lembut lewat headset yang selalu setia menemani saya dalam berkegiatan. 

All we need is just a little patience. Lagu yang demikian manis. 

Saya sejenak berhenti. Bukan hanya karena suara penyanyinya yang demikian sedap, ataupun iringan gitarnya yang manis, namun karena makna yang ada terkandung dalam reffrain lagu itu. 

Ya, all we need is just a little patience, yang kita butuhkan adalah sedikit kesabaran.

Dalam hidup betapa sering kita menghadapi hal hal yang terjadi di luar kendali kita. Misalnya laptop tiba-tiba hang, pagi mau berangkat sekolah tiba-tiba ban sepeda gembos, mau memasak dan rencana sudah matang ..eh, tiba-tiba tukang sayur tidak datang.

Atau anak tiba- tiba minta uang untuk bayar sesuatu sementara yang ditunggu tidak juga cair, ditambah lagi gajian mundur.. ups.

Segala macam tiba-tiba yang membuat kita merasa bingung, bahkan marah yang akhirnya bisa membuat kita bereaksi negatif pada segala sesuatu.

Ya, segala macam tiba-tiba yang membuat kita jadi uring-uringan. Segala kejadian yang tidak diduga sering membuat kita tidak sabar. 

Ya, wajarlah, namanya kita juga manusia. Inginnya segala sesuatu berjalan manis sesuai rencana dan ekspektasi. Namun kita hanya bisa berharap. Ada pemilik skenario tertinggi yang maha mengatur segalanya. Dan ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, sabar, itu senjata kita.

Sebuah nasehat bijak mengatakan bahwa  hidup hakekatnya  berisi dua hal yaitu sabar dan syukur. Ketika ditimpa sesuatu yang kurang menyenangkan kita harus bersabar sementara syukur kita panjatkan ketika kita mendapat anugerah yang membahagiakan.

Ya, sabar dan syukur adalah dua senjata kita dalam menghadapi kehidupan karena susah dan senang selalu silih berganti menghiasi hari hari kita.

Sabar dalam menghadapi berbagai macam aplikasi, dokumentasi pribadi

Dalam tulisan ini saya ingin sedikit mengingatkan diri saya sendiri tentang sabar. Bukan hanya karena lagunya Guns ‘N Roses di atas, namun juga karena ada beberapa kejadian yang membuat saya harus mempertebal kesabaran beberapa hari ini, misalnya sabar dalam berurusan dengan berbagai aplikasi dalam administrasi.. ( untungnya ada teman yang berbaik hati mengajari saya sehingga semua bisa teratasi)

Tentang Kesabaran

Ilustrasi sabar, sumber gambar: cermin-dunia-githup.io

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian sabar ada dua. Pertama, sabar adalah tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah. Kedua, sabar adalah tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu.

Dalam Islam, sabar berasal dari bahasa Arab, yaitu “Ash-shabru”, yang berarti tahan. Dari kata tersebut sabar dapat diartikan sebagai sikap yang tidak lemah dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan Allah Swt.

Menurut Ali bin Abi Thalib ada dua macam sabar yaitu sabar atas sesuatu yang tidak kita inginkan dan sabar menahan diri dari segala sesuatu yang kita inginkan. 

Ya, betapa dalam hidup kita sering menghadapi hal yang tidak kita sukai ataupun menginginkan sesuatu yang belum bisa diraih. Dua hal tersebut adalah ujian bagi kesabaran kita.

Lalu sampai batas mana kita harus bersabar?

Menurut pengajian filsafat dari Fahruddin Faiz hakekatnya sabar itu tidak ada batasnya. Belum sabar namanya jika masih ada batasnya.

Hakekatnya sabar sangat diperlukan dalam menghadapi proses kehidupan, karena segalanya butuh waktu. Bukankah dari bulan sabit hingga menjadi purnama juga diperlukan kesabaran?

Kesabaran sangat penting untuk dijadikan pegangan dalam menghadapi segala masalah kehidupan karena dengan kesabaran kita bisa terhindar dari perbuatan emosional yang berakibat kurang baik bagi kita atau orang orang sekeliling kita.

Seperti nasehat Ali bin Abi Thalib yang berbunyi sabar sejenak akan menyelamatkanmu dari ribuan penyesalan. Ya, all we need is just a little patience...

Semoga kita semua senantiasa diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalani hari hari kita …Salam penuh kesabaran….😊🌹

Roemah Khatulistiwa, Ketika Bahagia Bukan Hanya Karena Rasa

Jumat sore selalu membuat hati terasa ringan. Ya, di hari yang menandai diawalinya libur akhir pekan itu, kami pulang satu jam agak awal. Jam 14.00 lebih kami sudah siap di parkiran.

Kemana sepulang sekolah hari itu? Setelah sedikit rapat tujuan pun ditentukan. Roemah Khatulistiwa. Itu hasil kesepakatan kilat kami. 

Tak berapa lama sepeda motor kami pun berjalan membelah keramaian kota Malang.

Hmm , bulan Januari dan Pebruari memang istimewa, langit yang mendung langsung mencurahkan air yang dikandungnya.

Sepeda motor kami berjalan semakin cepat. Di depan sebuah resto kami berhenti, dan sepedapun kami parkir. 

Pisang goreng, jeruk hangat dan kopi susu yang siap menemani

Hujan turun semakin deras. Beberapa pengemudi di jalan depan paviliun RSSA mempercepat jalan kendaraan mereka.

Kami segera masuk dan mencari tempat duduk yang ternyaman.

Ya, sebuah meja panjang dengan beberapa tempat duduk akhirnya menjadi pilihan kami. 

Seorang pegawai  mendatangi kami untuk menanyakan pesanan. Akhirnya pilihan kami jatuh pada jeruk hangat dan kopi susu. Tak lupa dua piring pisang goreng agar obrolan sore itu bertambah gayeng.

Sejarah Roemah Khatulistiwa, dokumentasi pribadi

Bertempat di sekitar RSSA dan SD Klojen,  Resto Roemah Khatulistiwa sangat mudah dijangkau. Resto yang merupakan bagian dari koperasi Kesdam Brawijaya ini menyediakan berbagai menu dengan harga terjangkau.

Roemah Khatulistiwa pertama kali berdiri tahun 2014 dengan nama Khatulistiwa dan menjual menu soto Solo saja.

Seiring dengan berjalannya waktu usaha semakin berkembang dan nama resto berubah menjadi Rumah Khatulistiwa pada tahun 2022.

Resto ini memperbanyak varian menu yang disediakan dengan berbagai makanan dari Sabang sampai Merauke. Berbagai macam makanan disediakan untuk mengobati kerinduan konsumen pada kampung halaman. Sebutlah gado-gado, rawon, aneka nasi bakar, aneka soto dan lainnya.

Aneka soto, dokumentasi pribadi
Makanan pengobat rindu, dokumentasi pribadi

Ya, betapa makanan sering menimbulkan kenangan akan indahnya kampung halaman tercinta.

Menurut Roemah Khatulistiwa, perkara makan bukan masalah sepele. Ia harus kita prioritaskan karena selain dibutuhkan oleh tubuh kita sebagai pemasok energi, lewat makan kita bisa menemukan kebahagiaan. 

Bahagia karena rasa, dokumentasi pribadi

Bukankah jika kita makan sesuatu, dan rasanya cocok di lidah, maka akan timbul rasa bahagia di hati kita? Seperti yang tertulis di sebuah gambar di Roemah Khatulistiwa yaitu “Bahagia Karena Rasa”.

Pesan untuk selalu memperhatikan waktu makan, dokumentasi pribadi

Obrolan terus berlanjut. Tentang sekolah, PMM, dunia nyata, dunia gaib dan banyak lagi.

Kopi susu , juga jeruk hangat sudah mulai tandas, demikian juga pisang goreng hangat sudah berpindah dengan manis ke perut kami.

Hari semakin sore. Ketika hujan sudah mulai reda, pembicaraan pun diakhiri. Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada pegawai resto kami menuju parkiran. 

Menjelang pulang, dokumentasi pribadi

Aha, meski hawa terasa dingin, tapi hati kami begitu hangat. Bagaimana tidak? Ada bahagia dalam hati kami semua. Bukan sekedar bahagia karena rasa, tapi juga bahagia karena kami bisa tertawa dan ngobrol bersama. He..he…

Jadi, kapan jalan-jalan lagi…?

Bawang Goreng, Salah Satu Kondimen Terenak di Dunia

Bawang gorengnya ditambah ya, Pak,”

Selalu kalimat itu yang saya ucapkan ketika membeli bakso, bakmi atau pangsit. Untung Pak Penjualnya baik. Dengan senyum pasti ditambah sedikit bawang goreng nya.  Gak apa apa.. untuk menyenangkan hati langganan, mungkin itu yang terlintas dalam benak Pak Penjual.

Kehadiran bawang goreng dalam berbagai masakan bagi yang suka membuat makanan terasa lebih sedap dan mantap. 

Mie goreng dan mie godhog lebih maknyus dengan kehadiran bawang goreng

Bakso, bakmi, nasi goreng, bahkan tahu telor yang ditaburi bawang goreng akan beberapa digit lebih sedap dibanding tanpa bawang goreng.

Rasa bawang goreng yang krenyes, gurih sedikit asin, baunya yang khas dan agak pahit membuat kehadirannya banyak disuka. Bahkan nasi hangat ditaburi bawang goreng saja rasanya juga sedap.

Ada berita gembira berkaitan dengan bawang ini. Ya, bawang goreng dinobatkan sebagai kondimen terlezat di dunia versi TasteAtlas.

Predikat tersebut didapat dari daftar Top 53 Condiments in the World yang dirilis oleh TasteAtlas.

TasteAtlas adalah sebuah platform online yang fokus pada makanan otentik dan tradisional dari seluruh dunia. 

Bihun terasa lebih lezat dengan kehadiran bawang goreng, dokumentasi pribadi Buz

TasteAtlas berhasil mengumpulkan informasi mengenai ribuan makanan khas dari berbagai negara.

Melalui TasteAtlas, pembaca atau traveller dapat menjelajahi ragam kuliner dari berbagai belahan dunia, mulai dari makanan jalanan hingga hidangan khas yang disajikan dalam acara-acara tradisional.

Kembali pada masalah kondimen terlezat di dunia, yang masuk dalam jajaran kondimen terlezat  kebanyakan berwujud saus atau pasta.

Nah, berikut adalah urutan sepuluh besar kondimen terlezat di dunia versi TasteAtlas:

1. Balsamic vinegar tradisional dari Modena, Italia

2. Bawang goreng dari Indonesia

3. Balsamic vinegar dari Modena, Italia

4. Garam laut dari Maldon, Inggris

5. Mustar dari Dusserldorfer, Jerman 

6. Kecap asin dari China

7. Sirup mapel dari Kanada

8. Gochujang dari Korea Selatan

9. Garam maras dari Cusco, Peru

10. Dijon mustar dari Dijon, Perancis

Penilaian dilakukan berdasarkan voting pembaca mereka yang memberikan peringkat pada setiap makanan. 

Nah, apakah kondimen itu?

Kondimen adalah  pelengkap makanan yang bisa meningkatkan rasa atau aroma jadi lebih sedap. Kehadiran kondimen membuat makanan menjadi lebih mantap atau bahkan punya penampilan yang lebih manis.

Ada banyak kondimen yang dikenal dalam kuliner kita. Dari laman TasteAtlas, berikut ini adalah lima kondimen yang paling populer di Indonesia:

1. Bawang goreng

Bawang goreng membuat sambal goreng kentang terasa lebih lezat, dokumentasi pribadi

Bawang goreng adalah kondimen yang paling disuka. Bawang goreng terbuat dari bawang yang diiris tipis-tipis, direndam sebentar dengan air garam lalu digoreng. 

Supaya awet dan tetap renyah biasanya bawang goreng diletakkan dalam toples atau wadah kedap udara. Supaya lebih praktis banyak yang lebih suka membeli bawang goreng kemasan dari pada membuat sendiri.

Bawang goreng dalam kemasan, dokumentasi pribadi

Bawang goreng yang enak adalah yang teksturnya garing, renyah dan tahan lama. Bawang bisa digoreng dengan tepung atau tanpa tepung.

2. Kecap manis

Kecap manis, sumber gambar: Kompas.com

Kondimen ini terbuat dari kedelai yang difermentasi, gula dan berbagai rempah-rempah. 

Teksturnya kental dengan rasa manis dan sedap cocok ditambahkan pada hidangan bakso, mie, soto, sop, semur atau yang lain. Di warung-warung biasanya kecap manis bersanding dengan saus lombok atau saus tomat 

3. Srundeng

Srundeng, sumber gambar: PergiKuliner.com

Srundeng terbuat dari kelapa dengan bumbu bumbu tertentu yang disangrai. Tambahan srundeng pada hidangan ketupat, soto, hingga ketan terasa lebih lezat.

4. Dabu-dabu

Dabu-dabu, sumber gambar: ResepKoki

Sambal khas Indonesia yang berasal dari Manado ini dibuat dari campuran tomat, cabai merah, bawang merah, cabai rawit, garam, gula, dan perasan jeruk nipis. 

Semua bahan diiris tipis lalu dimasukkan sebuah wadah dan dicampur bersama minyak.

Dabu-dabu sangat enak disajikan bersama ikan atau ayam bakar, plus nasi putih hangat.

5. Colo-colo

Colo-colo, sumber gambar: Travel Kompas 

Kondimen ini dibuat dari cabai, tomat, bawang merah, gula, garam, air perasan lemon, kacang kenari, kemangi, dan ampas minyak.

Jika tidak ada ampas minyak, bahan tersebut bisa diganti dengan  kecap manis dan margarin.

Colo-colo biasanya disajikan sebagai pelengkap seafood panggang dan goreng, 

Nah, demikian sedikit cerita tentang berbagai macam  kondimen dan bawang goreng yang telah dinobatkan sebagai salah satu kondimen terlezat di dunia. 

Nah, apa kondimen favorit pembaca?

Selamat berakhir pekan..