Gempita perayaan Maulid Nabi Muhammad saw yang diadakan dua minggu yang lalu pada minggu ini mencapai puncaknya.
Acara puncak Maulid Nabi ditandai dengan final lomba cerdas cermat PAI juga penyerahan hadiah pada para pemenang lomba.
Suasana final lomba cerdas cermat PAI, dokumentasi Bu UtinSuasana final Lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Final lomba cerdas cermat PAI diadakan hari Kamis tanggal 20 Oktobet 2022. Seperti yang diharapkan pagi itu langit cerah, padahal penyelenggara sempat khawatir jangan-jangan pagi itu hujan turun seperti hari-hari sebelumnya.
Jumlah peserta lomba cerdas cermat PAI ada 130 siswa. Di babak penyisihan pada semua peserta diberikan 50 soal pilihan ganda lewat thatquiz untuk diambil 15 peserta dengan nilai terbaik dan waktu tercepat guna masuk semi final.
Di babak semi final, masing peserta diberi 3 soal tertulis dan membaca 3-4 ayat dari surah yang ditentukan oleh dewan juri. Dari 15 peserta itu akhirnya diambil 3 nilai terbaik yang akan masuk di babak final.
Di babak final masing-masing peserta diberi 3 soal yang sudah ditentukan pada sesi pertama dan di sesi berikutnya adalah adu cepat. Dalam babak adu cepat ada 10 soal rebutan.
Dalam final lomba cerdas cermat ini Ibu Utin, Pak Muhaimin, Pak Abid juga Bu Anggita terlibat langsung baik sebagai pemberi pertanyaan atau pengarah jalannya lomba.
Sesudah final berakhir ternyata diperoleh pemenangnya adalah Meysika kelas 9.7 Amira kelas 7.9 dan Althaf kelas 9.2. Pemberian hadiah dilakukan oleh Pak Herianto selaku wakasis SMP Negeri 3 Malang.
Juara 1 lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu UtinJuara 2 lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu UtinJuara 3 Lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Acara pagi itu demikian meriah. Wajah-wajah gembira tampak dimana-mana terutama dari para pemenang dan supporternya.
Selain pada pemenang cerdas cermat penyerahan hadiah juga dilakukan pada penenang lomba asmaul husna, azan, tartil juga kaligrafi di hari sebelumnya. Karena kondisi lapangan yang basah, penyerahan hadiah dilakukan di depan ruang guru
Pemenang lomba tartil, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba kaligrafi, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba adzan, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba asmaul husna, dokumentasi Bu utin
Akhirnya selamat bagi para pemenang. Semoga dengan peringatan Maulid ini siswa semakin giat dalam melaksanakan ajaran dan sunnah nabi, dan ke depannya mereka bisa menjadi generasi yang sholeh/ sholehah yang bermanfaat bagi sesama.
(Lagu Mars BDI, tempo : bersemangat, irama lagu: Hubbul Wathon)
Di balik lagu Mars BDI , dokumentasi pribadi
Dengan berjajar rapi dan mengenakan dresscode hitam putih siswa yang tergabung dalam kegiatan Badan Dakwah Islam menyanyikan lagu Mars BDI dengan penuh semangat. Lagu yang digubah oleh Bapak Muhaimin ini dinyanyikan dengan koreografi Ibu Utin Kustianing.
Wajah cerah tampak di mana mana. Tidak seperti yang kami khawatirkan ternyata hari itu matahari terang benderang seolah tidak menyisakan hujan yang begitu deras mengguyur kota Malang sehari sebelumnya.
Peserta Maulid, dokumentasi BDI
Seluruh siswa yang beragama Islam kelas 7,8 dan 9 berbusana muslim dan khidmat mengikuti acara perayaan Maulid Nabi Muhammad saw yang di gelar di lapangan sekolah.
Tentang Perayaan Maulid Nabi
Maulid Nabi hakekatnya adalah perayaan akan cinta kita pada Nabi Muhammad saw. Nabi akhir zaman yang membawa manusia dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang.
Pembacaan Maulid Diba’, dokumentasi Anggita
Nabi yang diutus Allah sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Nabi yang membawa contoh akhlak mulia.
Ya, siapa yang tak kenal akhlak nabi?
Beliau yang selalu berprasangka baik, tidak pernah berbuat keburukan, tidak berkata kasar dan tidak pernah marah. Bahkan, beliau selalu mendoakan kebaikan kepada orang yang berbuat keji kepadanya.
Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 21, bahwa Allah Swt berfirman:
Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Sebagai umat Islam kita wajib mencintai Rasulullah Muhammad saw. Seperti firman Allah dalam surat Ali Imron, ayat 31:
Artinya: Katakanlah wahai Muhammad (kepada ummatmu) jika kalian cinta kepada Allah, patuhlah kepadaku (Muhammad), maka Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, sebab Allah maha pengampun dan penyayang
Allah memerintahkan kita agar patuh dan mengikuti Rasulullah karena sesungguhnya Rasulullah tidak pernah melontarkan perkataan berdasarkan dari hawa nafsunya sendiri, sebab seluruh perintah dan larangan yang diucapkan adalah murni bersumber dari wahyu. Oleh karena itu cinta kepada Rasulullah sama halnya cinta kepada Allah.
Ada banyak cara kita mencintai Rasulullah, di antaranya adalah melakukan sunah-sunahnya, memperbanyak shalawat,mencintai keluarga, sahabat, dan umat muslim, mempelajari shirah nabawiyah, juga rajin berdoa
Dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad saw Bintaraloka mengadakan berbagai macam kegiatan. Kegiatan pagi itu diawali dengan pembacaan gema wahyu Ilahi oleh Ayra Firna Derlen dan sari tilawah oleh Zahra Rianty Derlen. Sesudahnya acara lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars BDI dan pembacaan sholawat Diba’ yang dimotori oleh siswa BDI.
Mahalul Qiyam, dokumentasi BDI
Sesudah pembacaan sholawat, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Kepala sekolah dan mauidhotul khasanah yang disampaikan oleh Ustad Abdul Wahid, S.PdI, M.PdI.
Melalui mauidhotul khasanahnya Ustad Abdul Wahid menyampaikan tentang perlunya kita mencintai Rasulullah.
Diriwayatkan bahwa begitu gembiranya Abu Lahab dalam menyambut kelahiran nabi Muhammad , dia memerdekakan seorang budak bernama Tsuwaibah di hari kelahiran Nabi.
Atas tindakannya ini meski Abu Lahab adalah seorang kafir dan selalu memusuhi nabi , dia mendapat keringanan siksa kubur di setiap hari Senin.
Sesudah mauidhotul khasanah siswa menuju kelas masing masing untuk makan bersama kue-kue yang sudah dibawa dari rumah.
Sekitar 30 menit kemudian acara lomba-lombapun dimulai. Berbagai acara lomba yang diadakan pagi itu adalah lomba:
Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Anggita
1. Adzan
2. Tartil
3. Pidato PAI
4. Desain infografis
5. Desain poster
6. Kaligrafi
7. Asmaul Husna
8. Cerdas cermat PAI
Dengan penilai atau juri tiap nomor lomba adalah dua orang bapak/ ibu guru yang bertugas.
Secara umum lomba-lomba berjalan lancar dan meriah. Ya, setiap kelas wajib mengirimkan perwakilannya untuk berlaga di setiap nomor lomba, sehingga tidak ada siswa yang tidak terlibat dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad saw.
Sekitar pukul 14.00 acara lomba berakhir, dan pengumuman nanti akan dijadwalkan oleh Bapak/Ibu guru PAI bersama BDI.
Sie konsumsi, dokumentasi pribadi
Kelancaran acara Maulid Nabi ini tidak luput dari kerja keras bapak/ibu guru termasuk sie konsumsi yang sudah sibuk di dapur menyiapkan hidangan sejak pagi.
Bersama sebagian anggota BDI, dokumentasi Aneira
Semoga perayaan Maulid kali ini semakin meningkatkan rasa cinta kita pada Nabi Muhammad saw sehingga di yaumil qiyamah nanti kita akan mendapatkan syafaat dan berkumpul bersama beliau .
Sesuai sabda Nabi Muhammad saw: ‘Sesungguhnya engkau akan bersama-sama orang yang engkau cintai’,” (Muttafaq ‘alaih).