Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh), Aritmatika Sosial 4

Saat kita berbelanja di supermarket maupun makan di restoran pasti akan mendapatkan struk pembayaran. Dalam struk pembayaran tersebut akan tertera tambahan biaya, salah satunya pungutan pajak yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 

Apa pajak itu dan bagaimana cara menghitung pajak? 

Pajak adalah nilai suatu barang atau jasa yang harus dibayarkan oleh masyarakat kepada pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. 

Selain memiliki fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan suatu negara, pajak juga memiliki manfaat untuk masyarakat umum dan juga bagi negara tersebut. 

Infrastruktur yang pembangunannya juga menggunakan pajak, sumber gambar: DJpB Kemenkeu

Bagi masyarakat sendiri pajak bermanfaat untuk : 

1. Membangun infrastruktur seperti RS, jalanan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya

2. Memberikan subsidi seperti subsidi bahan bakar minyak ataupun bantuan sosial

3. Menyediakan pelayanan transportasi umum

4. Melaksanakan hak-hal demokrasi seperti pemilu.

Besarnya pajak diatur oleh perundang-undangan sesuai dengan jenis pajaknya. Tentunya banyak jenis pajak yang diatur dalam undang-undang. Kali ini kita akan membahas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sering kita temui dalam transaksi jual beli dan PPh atau Pajak Penghasilan.

Sumber gambar : Facebook

PPh merupakan pajak yang harus dibayarkan untuk seseorang atau suatu badan atas penghasilan yang didapatkan selama satu tahun pajak. Sedangkan PPN merupakan pajak yang dikenakan pada suatu barang atau jasa yang diperjualbelikan.

Dalam menghitung pajak tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Dimana, cara menghitung pajak, baik PPh dan PPN tersebut dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

 PPh = %PPh x penghasilan kotor 

Penghasilan Bersih = Penghasilan Kotor – PPh 

PPN= (%PPN x Harga Barang Awal

Harga Barang Akhir = Harga Barang Awal + PPN 

Agar kalian lebih mengerti tentang potongan pajak ini, maka kita akan membahasnya dengan menggunakan contoh soal sebagai berikut : 

Pertanyaan 1 : Pak Sandy adalah seorang pegawai dengan gaji Rp4.500.000. Jika gaji tersebut dipotong PPh sebesar 10%. Maka tentukanlah besar gaji bersih Pak Sandy!

Sumber gambar: Tribunjatim

Penyelesaian:

Penghasilan Bersih = Penghasilan Kotor – PPh

= Penghasilan Kotor – (10% x Penghasilan Kotor)

= 4.500.000-( 10% x 4.500.000)

= 4.500.000-450.000 = 4.050.000

Jadi, gaji bersih Pak Sandy adalah sebesar Rp4.050.000

 Pertanyaan 2 : Rima bersama Irma pergi ke sebuah restoran. Restoran tersebut mengenakan biaya PPN sebesar 10% untuk setiap makanan dan minuman yang dipesan. Jika total pesanan mereka adalah Rp.385.000 maka berapakah total harga yang harus mereka bayar? 

Sumber gambar : Liputan 6

Penyelesaian:

PPN   = 10% x harga beli PPN  

= 10% x Rp.385.000 = Rp38.500

Total harga pembelian  = 385.000 + 38.500 = 423.500

Jadi, total harga yang harus mereka bayar adalah sebesar Rp423.500  

Agar lebih memahami materi di atas, mari mengerjakan soal berikut ini:

1.Suatu hari Nina pergi ke kedai Mie bersama temannya. Dalam acara makan hari , mereka menghabiskan dua porsi mie, dua minuman coklat panas dan satu piring kecil Snack. Jika satu porsi mie seharga Rp18.000,00, satu cangkir coklat panas Rp9000,00, satu piring Snack Rp11.000,00, dan PPn 10%,berapakah harga keseluruhan yang harus dibayar?

Kedai Mie, dokumentasi pribadi

2.Sebagai pegawai biro travel Sidohealing Pak Hanis mendapatkan gaji Rp3.500.000,00 dan uang transport Rp750.000,00. Jika pajak atas gaji adalah 5%, tentukan penghasilan bersih Pak Hanis setiap bulannya!

Sumber gambar: iStock

3. Pak Darus membeli sebuah kulkas seharga Rp4.500.000,00. Karena pelanggan khusus, ia mendapat diskon 15%.Ketika membayar ke kasir ia dikenai pajak 10% . Berapakah total harga yang harus dibayar Pak Darus?

Sumber gambar: Dongkrak Usaha

4. Bu Intan berbelanja buah di toko HARUM MANIS berupa mangga 2kg, apel 3kg dan pear 4kg. Jika harga masing masing untuk mangga , apel dan pear adalah Rp 15.000,00, Rp17.000,00 dan Rp16.000,00 per kg,dan setiap pembelian dikenai PPN 10%, maka harga yang harus dibayar Bu Intan adalah….

Sumber gambar: Tokopedia

Selamat belajar ..

Baca juga:

Aritmatika Sosial 3 (Soal Diskon, Bruto,Netto,Tarra)

Setelah memahami penjelasan tentang Diskon, Bruto, Netto dan Tarra, mari kita coba mengerjakan soal berikut ini. Diskusikan dengan teman, dan tanyakan pada guru jika ada yang belum dimengerti.

Untuk sementara hindari pemakaian kalkulator. Selamat mengerjakan..😊

Pilihlah Jawaban yang Paling Benar!

1. Di antara pernyataan di bawah ini, yang bernilai salah yaitu..

A. Jumlah neto dan tara sama dengan bruto

B. Neto adalah selisih bruto dan tara

C. Neto lebih berat dari tara

D. Bruto adalah berat benda tanpa tara

2. Pak Ridwan membeli sekarung beras seharga Rp150.000. Karung tersebut memiliki tulisan bruto = 15,5 kg dan tara = 0,5 kg. Konsumem tersebut rupanya menjual kembali beras tersebut dengan harga Rp9.000/kg. Jika beras tersebut terjual semua, maka yang dialami Pak Ridwan adalah…

Sumber gambar: Antara News

A. rugi Rp15.000

B. rugi Rp135.000

C. untung Rp15.000

D. untung Rp135.000

3. Pak Surya membeli sekarung tomat dengan bruto 25 kg dan tara 4%. Tomat tersebut dijual kembali dengan harga Rp5000/kg. Setelah terjual semuanya, Pak Anton mendapatkan keuntungan sebesar Rp40.000. Harga satu karung tomat yang dibeli Pak Surya yaitu..

Sumber gambar: Yesdok

A. Rp80.000

B. Rp120.000

C. Rp125.000

D. Rp200.000

4. Bu Trismi membeli satu keranjang mangga seharga Rp250.000. keranjang tersebut terdapat tulisan bruto = 51 kg dan tara = 1 kg. Bu Trismi menjual mangga tersebut dengan harga Rp10.000/kg. Jika mangga tersebut laku semua, maka keuntungan yang didapatkan Bu Trismi yaitu…

Sumber gambar: Endeus TV

A. Rp 10.000,00

B. Rp 50.000,00

C. Rp 250.000,00

D. Rp 500.000,00

5. Seorang pedagang membeli satu karung beras dengan neto 25 kg. Pedagang tersebut menimbang kembali beras dan karungnya. Ternyata berat dari beras di dalam karung tersebut 25,5 kg. Tara berasnya yaitu…

Sumber gambar : Kompas.com

A. 0,5 kg

B. 5 kg

C. 50,5 kg

D. 50 kg

6. Sebuah box kayu berisi mangga tertulis bruto 45 kg. Jika berat box kayu tersebut 2 kg, berapa berat buah mangganya?

Sumber gambar: Kompas.com

A. 25 kg

B. 24 kg

C. 43 kg

D. 47 kg

7. Pak Kasim membeli satu karung gula pasir seharga Rp100.000. Karung gula tersebut tertulis bruto = 20 kg dan tara 5%. Jika Pak Kasim menjual gula pasir dengan harga Rp8.000/kg, maka keuntungan yang diterima pedagang yaitu…

Sumber gambar : bisnis jabar

A. Rp52.000

B. Rp60.000

C. Rp64.000

D. Rp152.000

8. Satu kaleng cat dinding merk A mempunyai neto 1,8 kg. Setelah ditimbang, ternyata berat kaleng dan isinya 2 kg. Persentase neto dan tara dari cat tersebut yaitu…….

Sumber gambar : Kompas .com

A. 5%

B. 9%

C. 10%

D. 11%

9. Bu Asyanty membeli satu kardus apel dengan netto 15 kg dengan harga Rp 345.000. Ia menjual kembali apel tersebut dan ingin memperoleh keuntungan sebesar 20%.  Harga apel yang dijual oleh Bu Asyanty memiliki berat…….per kilogram

Sumber gambar : ASTRO

A. 26.700

B. 27.200

C. 27.100

D. 27.600

10. Ibu membeli sekaleng biskuit. Pada kaleng biskuit tertera tulisan berat bersih/net weight 1.600 gram. Setelah ditimbang kalengnya saja, diketahui bahwa berat kaleng biskuit tersebut adalah 400 gram. Berapakah berat kotornya?

Biskuit, sumber gambar:pixabay

A. 2.000 gram

B. 1.500 gram

C. 4.000 gram

D. 500 gram

11. Dua karung cabe keriting dengan berat bersih masing-masing 20 Kg dibeli oleh Pak Ogah dengan harga berbeda yaitu Rp 960.000 dan Rp 1.050.000. Jika kemudian Pak Ogah mencampur kedua karung Cabe tersebut menjadi satu untuk dijual dengan harga yang sama, maka harga jual cabe tersebut per kilogramnya agar Pak Ogah untuk sebesar 10% adalah……..

Sumber gambar: Pasar Aceh

A. 55.275

B. 55.625

C. 55.825

D. 56.015

Selamat Belajar….

Aritmatika Sosial 2 (Diskon, Bruto, Netto, Tara)

Diskon (Potongan)

Pada saat menjelang lebaran atau tahun baru tentunya kita sering menjumpai tulisan diskon atau potongan harga di berbagai toko. Kadang kita menjumpai tulisan diskon 10%, diskon 20%, diskon 50% ataupun diskon 50%+10%. Apa maksudnya?

Sumber gambar: DetikFinance.com

Secara umum, diskon atau rabat merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual terhadap suatu barang. 

Misal suatu barang bertuliskan harga Rp200.000,00 dengan diskon 15%. Ini berarti barang tersebut mendapatkan potongan sebesar 15% × 200.000 = 30.000. Sehingga harga barang tersebut setelah dipotong adalah 200.000 − 30.000 = 170.000.

Contoh soal:

Harga sebuah baju adalah Rp120.000,00. Karena menjelang lebaran, penjual memberikan diskon 20% pada para pembeli. Jika Anzar membeli baju tersebut, berapa rupiah ia harus membayar?

Diketahui harga sebelum diskon :120.000

Diskon : 20% x 120.000= 24.000

Harga sesudah diskon : 120.000-24.000 =96.000

Jadi Anzar harus membayar Rp96.000,00

Bruto, Neto, dan Tara

Sumber gambar : Lifestyle kontan

Pernahkah kalian membeli snack dalam kemasan? Pada bungkus snack tersebut selain tertulis keterangan komposisi pasti juga tertulis netto atau berat bersihnya.

Netto adalah berat snack saja tanpa bungkusnya. Berat bungkusnya adalah tara sedangkan gabungan antara berat isi dan bungkus dinamakan berat kotor atau bruto.

Makanan dalam kemasan selalu mencantumkan netto, sumber gambar: dinas perdagangan dan industri

Istilah bruto, neto, dan tara mungkin terasa asing bagi sebagian orang karena jarang menggunakan istilah ini dalam kehidupan sehari-hari. 

Sumber gambar: Kompas.com

 Misal diketahui pada bungkus snack tertuliskan bruto 350 gram, sedangkan netonya adalah 300 gram. Ini berarti bahwa taranya adalah 50 gram. Atau secara sederhana Tara adalah berat pembungkus dari snack tersebut tanpa isinya. 

Contoh soal 1.

Ibu membeli 100 kg beras dengan tara 10% dari nettonya. Berapakah brutonya?

Diketahui: Netto sebesar 100 kg dan tara 10 % dari netto

Ditanyakan: Bruto

Jawab:

Tara = 100 x 10% = 10 kg

Bruto = Tara + Netto = 10 kg + 110 kg = 110 kg

Jadi, bruto dari beras yang dibeli Ibu adalah 110 kg.

Contoh Soal 2.

Sumber gambar: Kompas.com

Ayah membeli beras dengan bruto seberat 60 kg dengan tara seberat 0,5 kg. Berapakah nettonya?

Diketahui: Bruto sebesar 60 kg dan tara sebesar 0,5 kg

Ditanyakan: Netto

Jawab:

Netto = Bruto – Tara = 60 kg – 0,5 kg = 59,5 kg

Jadi, netto dari beras yang Ayah beli adalah 59,5 kg.

Contoh Soal 3.

Ibu Tina membeli sebungkus kopi. Pada bungkus kopi itu tertera tulisan “Netto 185 gram”. Setelah ditimbang lagi tanpa mengeluarkan isinya, diperoleh berat 200 gram. Berapakah berat pembungkus kopi itu?

Diketahui: Netto sebesar 185 gram dan bruto sebesar 200 gram

Ditanyakan: Tara (berat pembungkus)

Jawab:

Tara = Bruto – Netto = 200 gram – 185 gram = 15 gram

Jadi, berat pembungkus kopi yang dibeli Ibu Tina adalah 15 gram.

Selamat Belajar…😊

Aritmatika Sosial 1 (Jual, Beli, Untung, Rugi)

Pernahkah kalian ke bazaar buku, supermarket, ataupun belanja baju di pertokoan menjelang Lebaran?

Di tempat tempat tersebut dilaksanakan berbagai aktivitas yang meliputi jual, beli, pemberian diskon, pengepakan barang tiap unit dan lain-lain.

Berbagai aktivitas yang dilakukan di atas ,melibatkan aritmatika sosial.

Apakah aritmatika sosial itu?

Sumber gambar: Fiqh Muamalah

Aritmatika sosial merupakan salah satu cabang matematika yang erat  kaitannya dengan perhitungan keuangan di ritel. Belajar aritmatika sosial sama dengan mempelajari bilangan dengan operasi sederhana.

Sebagaimana contoh di atas, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak mungkin terlepas dari kegiatan yang terkait dengan artimetika soal. 

Dalam artimetika sosial ini akan dibahas tentang kegiatan yang terkait dengan dunia perekonomian, antara lain: penjualan, pembelian, keuntungan, kerugian, bunga, pajak, bruto, neto, dan tara.

Yang kita pelajari dalam Aritmatika Sosial, sumber gambar: Flipbuilder

A.   Jual, Beli, Persentase Untung dan Rugi

Dalam proses perdagangan  selalu terjadi interaksi antara penjual dan pembeli tentang kecocokan harga. Pembeli menginginkan harga yang  murah dan terjangkau, sedangkan penjual menginginkan untung yang sebesar-besarnya.

 Besar untung atau rugi biasanya dinyatakan dengan nominal uang atau persentase. Dalam pembahasan ini, persentase untung dan rugi selalu dihitung dari harga beli barang.

1.    Persentase Keuntungan

Persentase Keuntungan dan Kerugian dirumuskan dengan :

Sumber gambar: Kompas.com

Contoh soal :

Pak Mas’ud membeli suatu motor bekas dengan harga Rp8.000.000,00. Dalam waktu satu minggu motor tersebut dijual kembali dengan harga Rp. 8.500.000,00. Tentukan persentase keuntungan Pak Mas’ud

Sumber gambar: Liputan 6.com

Alternatif Penyelesaian:

Misal : PU= Persentase Untung, HB = Harga beli (modal), HJ = Harga jual (total pemasukan). Sebelum menentukan persentase keuntungan, kita menentukan keuntungan (U) yang diperoleh Pak  Mas’ud lebih dulu.

U             = HJ − HB

= 8.500.000 − 8.000.000

= 500.000

ii) PU     = U/HB x 100%

= 500.000/8.000.000 x 100%

= 6,25 %

Jadi, persentase keuntungan yang diperoleh Pak Mas’ud adalah 6,25%.

2.    Persentase Kerugian

Persentase kerugian digunakan untuk mengetahui persentase kerugian dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.

Misal: PR = Persentase kerugian

HB = Harga beli (modal)

HJ = Harga jual (total pemasukan)

Karena yang dihitung adalah persentasenya,maka orang dengan keuntungan lebih besar belum tentu persentase keuntungannya juga lebih besar.

Contoh soal :

Pak Wayan  membeli sepetak tanah dengan harga Rp. 80.000.000,00. Karena terkendala masalah keluarga, Pak Wayan terpaksa menjual tanah tersebut dengan harga Rp76.000.000,00. Tentukan persentase kerugian yang ditanggung oleh Pak Wayan!

Sumber gambar: Carousel

Alternatif Penyelesaian:

Sebelum menentukan persentase kerugian, kita menentukan kerugian (R) yang diperoleh Pak Wayan lebih dulu.

i) R    = HJ − HB

= 80.000.000 − 76.000.000

= 4.000.000

ii) PR  = R/HB × 100%

= 4.000.000/80.000.000 x 100%

= 5%

Jadi, persentase kerugian yang diditanggung oleh Pak Wayan adalah 5%.

Rumus-rumus dalam aritmatika sosial, Sumber gambar : Kompas.com

Selamat Belajar….😊

Pinterest