Sekolah Sadar Kependudukan, Matematika dan Pembelajaran Berdiferensiasi

Sekolah Sadar Kependudukan (SSK) adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran, pembiasaan atau juga penyelenggaraan pojok kependudukan.

Pembuatan podcast, dokumentasi Valent

Integrasi dalam pembelajaran bisa dilakukan lewat RPP yang dibuat, sehingga diupayakan pembelajaran di dalam kelas bisa memuat isu-isu kependudukan.

Ada banyak isu kependudukan yang bisa diangkat dalam pelaksanaan SSK misalnya tentang ledakan jumlah penduduk, masalah penduduk usia tua, meningkatnya usia produktif dan remaja, juga masalah urbanisasi dan pengembangan perkotaan.

Tentu saja integrasi masalah kependudukan dalam pembelajaran bisa dilakukan pada materi yang sesuai.

Proses pembuatan laporan kelas 2.4, dokumentasi pribadi

Seperti halnya dalam matematika, masalah kependudukan bisa dikaitkan dengan materi bilangan berpangkat, khususnya dalam penulisan notasi ilmiah.

Pelaksanaan pembelajaran di kelas dilakukan dengan tugas kelompok, dan tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Siswa diminta browsing tentang lima negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, menuliskan nama negara dan luas nya, dan dinyatakan dalam notasi ilmiah.
  2. Menentukan kepadatan penduduk dengan menggunakan rumus kepadatan penduduk.
    Kepadatan penduduk adalah hasil pembagian jumlah penduduk dan luas wilayah.
  3. Menentukan (browsing) pertumbuhan penduduk setiap tahun dari masing-masing negara dan mencatatnya.
  4. Memprediksi jumlah penduduk utamanya di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang dengan menggunakan rumus yang sudah ditentukan.
Contoh laporan siswa, tangkapan layar pribadi

Lalu apa tagihan tugas untuk siswa? Berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi , siswa diminta mengumpulkan tugas dalam berbagai bentuk, bisa artikel, power point, poster digital , podcast atau video.

Ya, pembelajaran berdiferensiasi memberikan wadah bagi siswa untuk belajar sesuai gaya masing-masing. Dan yang digunakan di sini adalah pembelajaran berdiferensiasi produk dimana siswa boleh memilih salah satu bentuk laporan tugasnya.

Proses pembuatan laporan 9.7, dokumentasi pribadi

Selain belajar menuliskan notasi ilmiah dan melakukan operasi hitung bilangan dalam bentuk notasi ilmiah, ada beberapa catatan menarik yang saya dapatkan dalam pembelajaran kali ini. Di antaranya adalah:

Satu : Kreativitas siswa yang luar biasa. Siswa belajar menggunakan gadget untuk hal hal yang bermanfaat. Laporan yang dikumpulkan ada dalam berbagai bentuk sesuai yang diminta. Ada yang berupa artikel, power point (paling banyak) , poster, video maupun podcast, dan semua bagus.

Yang unik, podcast yang dikumpulkan ada yang berupa dialog dalam bahasa Malangan.
Ketika saya tanya,” Kok bahasa Jawa?”
“Kan, tidak ada ketentuannya Bu..,” kata siswa. Ya benar juga sih..he..he.. . Berarti lain kali harus saya tegaskan bahwa podcast harus dalam bahasa Indonesia

Proses pembuatan laporan 9.6, dokumentasi pribadi

Dua : Siswa masih perlu bimbingan dalam mencari informasi dengan benar di internet. Ada yang mencari informasi cukup mengambil dari kalimat judul saja, tidak dibaca secara teliti.

Di akhir pembelajaran siswa diminta untuk presentasi dan memberikan pendapat ataupun komitmen tentang apa yang harus mereka lakukan sehubungan dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat dan persaingan di berbagai bidang yang pasti akan lebih ketat.

Pembuatan laporan, dokumentasi pribadi

Ternyata banyak jawaban yang muncul dari siswa, di antaranya adalah :

  1. Saya akan selalu meningkatkan potensi diri supaya bisa bersaing dalam dunia kerja
  2. Saya harus pandai mengolah informasi, bisa memilih informasi yang baik dan tidak baik sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat yang bisa merugikan diri sendiri.
  3. Bahkan ada juga yang berkomitmen untuk tidak menikah di usia yang terlalu muda agar bisa membina keluarga yang lebih baik , jasmani maupun rohani.

Aha, komitmen yang sangat menarik. Melalui pembelajaran matematika ternyata kita bisa mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap berbagai masalah kependudukan yang ada di sekitar mereka.

Presentasi, dokumentasi pribadi

Bagaimana komitmen kalian dalam menghadapi era mendatang yang lebih banyak tantangan?

Silakan komen di kolom komentar di bagian bawah halaman ini…😊

Salam matematika:)

Baca artikel yang lain:

The Greatest Love Of All, Sebuah Lagu Indah yang Sarat Makna Cinta

Yuli Anita

6 Comments

  1. Semangat untuk membuat artikelnya bu yuliii oh iyaa bu yulii muka saya ada disana

  2. Komitmen saya adalah tidak menikah di usia muda serta menerapkan sistem keluarga berencana apabila sudah menikah supaya tidak menambah pembeludakan angka kelahiran yang mana belum tentu menjadi generasi emas tetapi juga berpotensi menjadi generasi yang “cacat” akibat kerusakan moral yang sering terjadi. Tentu saja juga mempersiapkan diri agar dapat memiliki potensi dalam berkontribusi demi bisa menghadapi era yang semakin penuh tantangan terutama di era global dan digital.

  3. Setuju utk tdk menikah muda

Leave a Comment

Your email address will not be published.

212 views