Es Talun, Ketika Rasa Dingin dan Hangat Berkolaborasi dengan Begitu Manis

Kamis Minggu ketiga Desember adalah hari terakhir pembagian rapor di Bintaraloka. Cuaca terasa begitu gerah. Mungkin karena rasa lelah persiapan rapor dipadu dengan berbagai kegiatan ‘menuntut ilmu’ yang dilakukan secara marathon akhir akhir ini.

Tak seperti biasanya jam setengah dua kami sudah ‘cabut’ dari sekolah. Es Talun itu tujuan utama, sebab ada satu teman yang sama sekali belum pernah ke Es Talun. 

Pembicaraan mengalir hangat, dokumentasi pribadi Ahfi

Masya Allah, ‘belum pernah’ lho… Makanya sebagai sesama teman kami punya kewajiban untuk memperkenalkan situs situs bersejarah seperti Depot Es Talun ini pada teman kami. Ya, masa Arema tidak kenal Es Talun? Apa kata dunia, coba?

Depot Es Talun berlokasi di Jl AR Hakim nomor 2 Malang. Sangat mudah dijangkau karena pas berdiri di dekat perempatan Jl. Kawi dan Jl. AR Hakim.

Di depan Depot Es Talun, dokumentasi pribadi Ahfi

Sampai di depan lokasi, kami segera masuk. Yang membedakan suasana Depot yang berdiri sejak tahun 1950 ini di masa sekarang dengan dahulu adalah sekarang lebih bernuansa rumahan dan heritage . 

Terakhir saya ke sana, sekitar sepuluh tahun yang lalu, nuansa depot atau rumah makan sangat terasa. Sekarang tidak. Kita sepertinya masuk rumah dengan dekorasi yang kuno. Ada banyak tape recorder, piring seng oval atau bahkan rantang susun ditata untuk menghidupkan suasana ‘kuno’ di sekitar kita.

Dekorasi dengan barang barang bernuansa heritage, dokumentasi pribadi

Tak lama pesanan kamipun datang. Empat es campur dan satu es teler. Semua diletakkan dalam gelas toast besar yang bentuknya sangat khas. 

Ah ya, saya baru ingat bahwa gelas ini adalah gelas yang khas dipakai Depot Es Talun sejak dulu.

Es campur dan es teler sudah siap untuk dinikmati. Tampilannya begitu menggoda. Ada paduan warna merah, kuning, coklat dan putih yang sangat menggoda.

Bau durian juga mulai menguar di antara kami. Harga per porsinya juga sangat terjangkau. Dari daftar menu yang ada ternyata ada banyak varian es yang disediakan dengan harga yang bersahabat.

Tapi eits, tahukah pembaca apa beda es campur dan es teler?

Es campur dan es teler, dokumentasi pribadi

Menurut sejarah es campur dikembangkan oleh para pedagang dari Tiongkok sementara es teler dikembangkan oleh pedagang dari Semarang.

Perbedaan lainnya adalah es campur mempunyai varian buah yang lebih bermacam-macam daripada es teler, juga sirup yang dipakai oleh es campur lebih encer daripada es teler. 

Pendeknya es teler satu tingkat lebih pekat, gurih dan manis. Benar-benar membuat teler. He..he…

Dinginnya es mulai memasuki tenggorokan kami. Rasa dingin menjalar ke kepala membuat kepala jadi dingin dan pikiran lebih jernih. Dinginnya kepala dan hati membuat diskusi terus mengalir hangat di antara kami. 

Diskusi tentang apa saja. Tentang siswa, balerina, bullying, branding, wuih banyak sekali.

Banyak varian es yang disediakan Depot Es Talun, dokumentasi pribadi

Ya, kehadiran es campur dan es teler ikut mewarnai manisnya pertemuan kami siang itu. Pertemuan untuk sekedar refreshing sejenak melupakan kesibukan kami akhir-akhir ini.

Duduk bersama di Depot Es Talun makin menyadarkan kami bahwa hidup penuh berisi hal-hal yang kadang kontradiktif namun tetap terasa indah.

Seperti hari ini.. ternyata rasa dingin dan hangat bisa berpadu dengan manis di ruang tengah Depot Es Talun.

LDK BDI, Sebuah Upaya untuk Mencetak Calon Pemimpin Islami di Masa Depan

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sabtu yang istimewa. Sesudah beberapa hari dilaksanakan kegiatan classmeeting di sekolah, ternyata ada kesibukan nyata di kalangan Badan Dakwah Islam (BDI) Bintaraloka. 

Ya, di hari Sabtu tanggal 16 Desember 2023 telah diadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Badan Dakwah Islam (LDK BDI) di SMP Negeri 3 Malang. 

Pengumpulan HP saat kegiatan dilaksanakan, dokumentasi Addin
Menjelang kegiatan , dokumentasi Addin

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 40 siswa ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan kesadaran pada peserta bahwa semua adalah pemimpin bagi diri sendiri dan akan dimintai pertanggungjawaban pada apa yang dipimpinnya.

Diskusi saat pemberian materi, dokumentasi Addin
Taddarus Al Qur an, dokumentasi Addin
Taddarus Al Qur’an , dokumentasi Addin

Acara LDK diisi dengan pemberian materi juga berbagai kegiatan meliputi shalat berjamaah, tadarus, belajar menyelesaikan permasalah dari studi kasus, juga outbound untuk melihat ketangkasan dan skill peserta.

Adapun pemateri hari itu adalah Pak Abidlah Salfada Batoga,S.Pd,  Pak A.Faqih Ramadhon, S.Pd dan Pak Muhaimin, S.Ag.

Pemateri, pendamping dan Kesiswaan, dokumentasi Addin

Kegiatan yang dimulai hari Sabtu pukul 15.30 hingga Minggu pukul 10.00 ini didampingi oleh Pak Abid, Pak Faqih, Ibu Ida Rohmawati dan Ibu Utien Kustianing.

Ya, meski harus melakukan kegiatan rangkap, yaitu sebagai panitia pelaksana Olimpiade PAI Nasional, hal tersebut tidak mengurangi semangat Ibu Utien untuk ikut mendampingi siswa dalam kegiatan ini.

Ibu Utin salah seorang pendamping, dokumentasi Bu Utien

Dalam acara ini juga dilakukan pelantikan pengurus BDI yg baru. Terpilih sebagai ketua BDI baru adalah  M. Gusti Ali kelas 8.4.

Pengumpulan HP sebelum kegiatan, dokumentasi Addin
Game, dokumentasi Addin
Game, dokumentasi Addin

Suasana gembira tampak di mana- mana. Para peserta tampak begitu bersemangat. 

Ya, melalui aneka kegiatan yang menyenangkan, hakekatnya sedang dilakukan penggemblengan iman, takwa, memperkuat ikatan, dan penanaman berbagai karakter baik pada diri siswa sebagai para calon pemimpin masa depan. 

Panitia pelaksana kegiatan LDK, dokumentasi Addin

Selaras dengan tema kegiatan ini yaitu Merajut Ikatan, Menyulut Semangat, Menggenggam Sukses bersama Kepemimpinan Islami.

Sebuah Catatan Guru Pamong

Bagian dari perjumpaan yang sangat menyedihkan adalah perpisahan.

Setelah kurang lebih tiga bulan membersamai para mahasiswa PPG Prajab dalam kegiatan PPL 1 di SMP Negeri 3 Malang, kini tiba saatnya kami harus berpisah.

Ya, PPL 1 telah habis masanya, dan para mahasiswa harus bersiap-siap menghadapi PPL 2.

Dalam sebuah refleksi , dokumentasi pribadi

Membersamai calon-calon guru juga guru yang masih berusia demikian muda selalu menyenangkan.

Mereka begitu giat dalam berbagai kegiatan sekolah. Mulai doa bersama, senam, projek, pembelajaran dan yang lain.

Dalam diri mereka bisa ditemukan semangat, ilmu baru, keberanian berinovasi dan keinginan untuk maju.

Bersama mahasiswa dan Pak Tjang, dokumentasi ppg

Lewat beberapa kali pengamatan saat pembelajaran ada banyak catatan unik yang bisa saya dapatkan. Ya, saya katakan unik karena hakekatnya tiap manusia adalah unik. Sangat spesial.

Ada yang tampak sudah sangat familiar mengajar, ada pula yang belum pernah.

Ada yang malu-malu karena bawaannya agak pendiam, ada pula yang saya pikir pendiam tapi ternyata sangat lincah, ada yang pintar dan luwes dalam ice breaking, ramah, tak ketinggalan juga yang pintar IT, sehingga dalam beberapa kali kesempatan saya banyak bertanya tentang hal tersebut.

Ya, dalam diri mahasiswa ada terlihat banyak potensi dan tinggal mewadahi untuk lebih improve lagi ke depannya.

Berfoto bersama di Hari Guru Nasional, dokumentasi ppg

Dalam beberapa bulan mereka di SMP Negeri 3 juga sudah kelihatan ada progress yang tentunya masih harus dikembangkan lagi ke depannya. 

Dalam catatan saya, progress yang tampak adalah mereka lebih komunikatif, lebih tenang dalam mengajar, lebih inovatif dengan memasukkan isu-isu di luar matematika untuk pembelajaran, berani mencoba menggunakan pembelajaran berdiferensiasi (yang lumayan ‘ribet’ namun untungnya semua bisa dihandle bersama), dan yang terakhir pantun… Aha…

Ice breaking, dokumentasi pribadi

Beberapa guru sudah pintar menggunakan pantun untuk menutup  pembelajaran mereka. Sebuah hal yang bagus, karena bisa membuat matematika mempunyai ‘rasa’ yang berbeda.

Penggunaan berbagai metode, ice breaking, pantun dan inovasi lainnya sangat penting dilakukan karena sebagai guru matematika, kita punya tanggung jawab  untuk menampilkan wajah matematika yang lebih ramah.

Mengapa? Mendengar kata ‘matematika’ saja, beberapa siswa sudah merasa serem. Sulit, pikir mereka.., dan salah satu tugas kita adalah mengubah mindset tersebut.

Akhirnya selamat berjuang semuanya.. Jalan masih panjang, masih banyak hal yang harus dilalui, dan banyak pula hal yang bisa dilakukan.

Terus belajar, mencoba hal baru, jangan takut berimprovisasi, karena anak didik kita selalu merindukan sentuhan kreativitas dan kasih sayang kita.

Tujuh tambah tiga sama dengan sepuluh Sepuluh dikali satu sama dengan sepuluh

Jangan pernah takut mencoba hal-hal yang baru , Ayo terus maju, dan jangan pernah ragu..

🤗😊

Break the Limit, Raih Prestasi dengan Semangat Tinggi

Break the Limit! Sebuah kalimat yang tidak begitu panjang namun sarat makna. Makna yang berkaitan dengan motivasi untuk maju.

Break the Limit bisa diterjemahkan dengan ‘menembus batas’. Ya, betapa sebenarnya kita mempunyai banyak potensi namun kita sering memberi batasan- batasan yang tak perlu pada diri sendiri sehingga pada akhirnya potensi itu tidak bisa berkembang. 

Pertandingan bola volley, dokumentasi pribadi

Tak jarang kita bahkan tidak tahu potensi yang kita miliki. Mengapa? Kurang eksplor! Akibatnya kita merasa tidak ‘bersinar’ seperti orang lain.

Siap memberikan semangat, dokumentasi pribadi
Semangat classmeeting , dokumentasi pribadi

Break the Limit ! dijadikan jargon utama dalam event classmeeting semester gasal 2023 ini. Tentu harapannya agar semua siswa tanpa ragu terus berjuang untuk menunjukkan usaha terbaiknya guna meraih prestasi .

Siap classmeeting , dokumentasi pribadi
Sebagian dari supporter , dokumentasi pribadi
Sebagian dari supporter , dokumentasi pribadi

Diselenggarakan dalam waktu empat hari, yaitu tanggal 13, 14, 15 dan 18 Desember, classmeeting berjalan demikian seru. Banyak nomor pertandingan yang diadakan, mulai dari volly, basket, bulutangkis, kasti, futsal, hingga lompat tali.

Pertandingan volly, dokumentasi pribadi
Volly, dokumentasi pribadi
Badminton, dokumentasi pribadi
Lompat tali, dokumentasi pribadi
Kasti, dokumentasi pribadi

Dalam classmeeting setiap kelas wajib mengirimkan kontingennya. Tidak ada siswa yang tidak mendapat tugas. Paling tidak jika mereka tidak ikut pertandingan, tugas sebagai supporter atau official sudah menanti.

Semangat para supporter , dokumentasi pribadi
Supporter di tepi lapangan, dokumentasi pribadi
Supporter di arena basket, dokumentasi pribadi

Gempita sorak terdengar dimana-mana. Sorak kegembiraan atau mungkin juga kecewa muncul sebagai reaksi atas serunya jalannya pertandingan. Gembira jika tim yang dijagokan menang dan kecewa ketika tim yang dijagokan kalah.

Break the Limit! , dokumentasi pribadi

Namun segala kekecewaan itu tak berlangsung lama. Karena masih ada pertandingan lain yang bisa diikuti. Dalam pertandingan selalu ada kalah atau menang, dan semua punya peluang. 

Ya, pada prinsipnya terus fight! Tidak ada kata sedih atau kecewa yang berlama-lama. Break the Limit!, mari kejar prestasi dengan usaha dan semangat tiada henti. 

Salam Bintaraloka 😊

Antara Molen dan Pisang Molen

Mobil yang kami tumpangi terus membelah keramaian lalu lintas kota Malang. Di kisaran jam satu siang kondisi lalu lintas lumayan ramai. Seramai diskusi kami di dalam mobil kali itu.

Ya, saat itu kami berada dalam perjalanan ke arah Bululawang. Biasalah, jika para ibu pergi bersama, materi diskusi seolah tak ada habisnya. Mulai diskusi tentang siswa, bak sampai molen

Nah, yang terakhir ini adalah topik yang paling menarik.

Bermula dari keinginan ibu-ibu untuk pesan molen Angkasa, akhirnya diskusi tentang molen dan pisang molenpun dimulai dan berjalan dengan seru.

Antara Molen dan Pisang Molen

Pisang molen dan kopi, hidangan pereda suasana ketika politik kian memanas dalam novel Putu Wijaya

Pisang molen adalah makanan yang memiliki cita rasa enak dan terdiri beragam tekstur. Paduan antara kelembutan pisang dan kulit molen yang renyah dan kriuk membuat sensasi yang berbeda dalam menikmatinya.

Kulitnya yang renyah mempunyai rasa gurih sedangkan pisang rasanya manis. Masih ditambah dengan kombinasi coklat atau keju yang membuat keseluruhan rasa kue ini begitu maknyus. ‘Kane lop’ pokoknya.

Pisang molen dibuat dalam berbagai ukuran. Ada yang kecil sekali, orang-orang mengatakannya sak emplokan (ukuran satu kali makan), ada yang agak panjang kira kira lima cm, ada pula yang agak besar lagi.

Pembuat kulit molen, sumber gambar: Tokopedia

Dinamakan pisang molen karena ada kaitannya dengan kata molen yang berarti berarti penggilingan, atau mill dalam bahasa Inggris. Ya, penganan ini dilapisi oleh adonan tepung yang ditipiskan dengan alat yang diputar atau molen.

Dari Historia.id, diperoleh informasi bahwa pisang molen hadir dalam dunia perkulineran sekitar tahun 90-an. Begitu terkenalnya, penganan ini dimasukkan dalam karya sastra novel ‘Perang” karya Putu Wijaya.

Dalam novel tersebut,diceritakan bahwa molen dan kopi adalah hidangan yang bisa mencairkan suasana politik yang sedang panas. 

Sebuah teori lain mengatakan bahwa kue ini dinamakan pisang molen karena bentuknya seperti molen.

Yup..kata molen mengingatkan kita juga pada alat yang sering ada di bangunan. Alat yang berbentuk serupa silinder yang gendut di bagian tengahnya, bisa diputar dan dipakai sebagai pengaduk pasir.

Campuran pasir, batu dan semen harus terus diaduk agar kondisinya stabil, sehingga tidak pecah saat dilakukan pengecoran.

Molen bangunan, sumber gambar: Truelogs Group

Dilihat sekilas memang pisang molen bentuknya seperti pengaduk pasir ini.😁

Ada benang merah yang menghubungkan pisang molen dan molen. Ya, adanya putaran atau adukan untuk menciptakan sesuatu yang berkualitas. Dalam hal ini hasilnya adalah kulit pisang molen dan adukan pasir, batu dan semen.

Apa pelajaran yang bisa diambil dari diskusi kali ini? Molen mengajarkan pada kita bahwasanya kita tak perlu takut dengan segala ‘putaran’ atau cobaan kehidupan karena kita sedang ditempa untuk menjadi manusia yang lebih baik atau lebih berkualitas. Aha..

Sst, karena molen pesanan kami sudah hampir datang yuk..cari posisi paling wenak, ambil kopi atau tehnya, dan come on bestie.. mari nikmati molen bersama sambil melanjutkan obrolan di antara kita..

Salam molen..😃