Ciptakan Lingkungan Bersih, Hijau Lestari Melalui Kegiatan Pokja Adiwiyata

Sekelompok siswa tampak berkegiatan di area masjid. Mereka membersihkan bagian dalam juga sekitar masjid. 

Pokja Bank Sampah, dokumentasi pribadi

Demikian juga siswa di area yang lain, mereka tak mau kalah. Ada yang bersih-bersih, ada pula yang menyimak pengarahan dari koordinator pokja.

Pokja 3T, dokumentasi pribadi

Bintaraloka benar-benar sibuk pagi itu. Di setiap sudut sekolah semua bergerak. Di lantai bawah maupun atas. Tidak ada yang diam berpangku tangan.

***

Pokja Kolam dan IPAL, dokumentasi pribadi

Di atas adalah gambaran kegiatan pokja Adiwiyata yang telah dilakukan di sekolah pada hari Jumat (23/8) pagi dan siang hari.

Mengapa kegiatan ini dilaksanakan?

Delapan jam dalam satu hari, kita menghabiskan waktu di sekolah. Ya, hampir sepertiga hari-hari kita, kita gunakan untuk melakukan berbagai kegiatan di sekolah. 

Belajar, beribadah, bermain ataupun melakukan aktivitas yang lain. Sekolah bagaikan rumah kedua bagi kita. Karenanya kebersihan dan kenyamanan sekolah berperan penting untuk menjadikan kita krasan atau tidak di dalamnya.

Pembersihan taman, dokumentasi pribadi

Dalam rangka mewujudkan sekolah yang bersih, hijau sehat dan nyaman, Bintaraloka kembali menggiatkan pelaksanaan pokja- pokja Adiwiyata.

Pokja kompos, dokumentasi pribadi

Kegiatan yang sempat vakum ini digalakkan kembali dengan dipandu oleh Koordinator Adiwiyata Ibu Novi, S.Pd.

Koordinator Adiwiyata, dokumentasi pribadi

Ada 16 pokja (kelompok kerja) di SMP Negeri 3 Malang saat ini yaitu pokja pengelolaan sampah dan bank sampah, pokja daur ulang, pokja UKS, pokja hidroponik, pokja 3T (tanaman anggrek, tanaman hias dan tanaman keras), pokja biopori, pokja dokumentasi, pokja perpustakaan dan taman belajar, pokja sanitasi dan IPAL, pokja masjid, pokja kompos dan pupuk cair, pokja kantin, pokja energi dan inovasi, pokja kolam dan aquaponik dan pokja budidaya jamur.

Pokja sanitasi, dokumentasi pribadi
Pokja kantin , dokumentasi pribadi

Deskripsi kegiatan masing-masing pokja sudah dijabarkan dalam SK dan digunakan sebagai bahan koordinator dalam pengarahan pada siswa yang tergabung dalam masing-masing pokja.

Pokja TOGA, dokumentasi pribadi

Kegiatan hari ini diawali dengan koordinasi masing-masing pokja pada pagi hari dan aksi pokja yang diinclude kan dengan pelaksanaan projek P5 pada jam ke 5 dan 6. 

Pokja inovasi dan teknologi , dokumentasi pribadi
Pokja daur ulang, dokumentasi pribadi

Harapannya semoga kegiatan ini bisa menjadikan Bintaraloka lingkungan yang bersih, sehat, hijau lestari dan penuh inovasi.

Jalan jalan ke kota Jakarta, paling enak perginya bareng teman

Dengan berbagai kegiatan pokja, ayo ciptakan sekolah yang indah dan nyaman.

Salam Bintaraloka 

Hotel Pelangi, Saksi Sejarah yang Berulangkali Ganti Nama

Jam menunjukkan sekitar pukul 12 siang. Ruang makan hotel sudah mulai ramai oleh para peserta pelatihan. Saya segera mengambil piring. Saya pilih nasi, sop, ayam goreng, tempe dan jus jeruk sebagai minumannya.

Saya mengambil tempat duduk di meja makan yang berisi empat orang. Tiga orang teman  sudah duduk sambil menikmati hidangan. Teman yang mendadak kenal pas pelatihan. Sama sama guru dari SMP, SMA dan SMK di kabupaten dan kota Malang.

Suasana ruang makan, dokumentasi pribadi

Sambil menikmati hidangan kami ngobrol ringan. Tentang apa saja. Yang terbanyak adalah tentang daerah sekitar hotel tempat kami mendapatkan pelatihan.

Lagu diperdengarkan di ruang makan dengan suara yang tidak terlalu keras. Geef Mij Maar Nasi Goreng” (Beri Aku Nasi Goreng). Sebuah lagu yang digubah oleh Louisa Johanna Theodora “Wieteke” van Dort atau Tante Lien pada tahun 1977.

Lagu yang bercerita tentang kerinduan Wieteke pada makanan Indonesia.

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei

Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei

Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij..

Belum selesai. Selanjutnya suasana dihangatkan oleh lagu Bunga Anggrek (Als de Orchideen Bloeien) gubahan Ismail Marzuki.

Vibesnya benar-benar terasa…Kuno tapi menyenangkan.

*****

Hotel Pelangi di malam hari, dokumentasi pribadi

Sejak tanggal 18 Agustus kemarin saya mendapatkan tugas untuk mengikuti sebuah pelatihan menulis. Pelatihan ini diikuti oleh guru guru SD, SMP, SMA dan SMK yang ditunjuk.

Pelatihan yang dilaksanakan sampai tanggal 20 Agustus ini diadakan di Hotel Pelangi Jl. Merdeka Selatan sekitar Alun alun Merdeka Malang. 

Sangat menarik, karena hotel yang berjarak kira kira 10 menit perjalanan dengan sepeda motor dari rumah ini setiap hari saya lewati. Tapi tak pernah sekalipun saya menginap di sini.

Dulu sekali saya pernah masuk ke sini karena  mendapat undangan untuk halal bihalal, tapi itu sudah lebih dari 10 tahun yang lalu.

Tentang Hotel Pelangi

Hotel Pelangi termasuk salah satu bangunan kuno di Kota Malang, dokumentasi pribadi

Begitu mendengar kata Hotel Pelangi banyak di antara teman-teman saya yang memberi tanggapan menarik. Horor, singup, antik dan banyak lagi. Semua berintikan pada satu hal yaitu hotel ini termasuk bangunan kuno, dan seperti lazimnya bangunan kuno pasti ada cerita cerita ‘lain’ di baliknya.

Hotel ini memang sangat menarik. Nuansa lampau sangat terasa, hingga tak salah jika sejak tahun 2016 hotel ini dimasukkan sebagai cagar budaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Syarat sebuah bangunan dapat dijadikan cagar budaya di antaranya memiliki usia lebih dari 50 tahun, masa jaya juga lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai sejarah, dan Hotel Pelangi telah memenuhi semua itu.

Hotel Lapidoth, sumber gambar: ngalam Wearemania.net

Hotel yang dibangun pada tahun 1860 ini semula bernama Hotel Lapidoth, sesuai nama pendirinya yaitu Abraham Lapidoth, seorang pengusaha Belanda yang tinggal di Malang.

Lapidoth membangun hotel ini karena melihat prospek yang bagus dari Malang sebagai tempat wisata, dan benar saja di masa itu Hotel Lapidoth ternyata mendapat banyak kunjungan wisatawan.

Seiring berjalannya waktu di tahun 1870 dimana di Indonesia sedang dilakukan tanam paksa, di Malang sedang digalakkan penanaman kopi dan tebu. 

Malang semakin mendapat banyak kunjungan dari pengusaha dan pekerja, dan nama hotel berubah menjadi Hotel Malang.

Pada tahun 1908 setelah Abraham Lapidoth meninggal, hotel ini berpindah pengelolaannya pada pemerintah Hindia Belanda. Nama hotel berubah menjadi Hotel Palace.

Pada tahun 1942 ketika Jepang menduduki Indonesia, termasuk juga Kota Malang nama hotel berubah lagi menjadi Hotel Asoma.

Tiga tahun kemudian, yaitu tahun 1945 ketika Jepang kalah, hotel kembali beralih nama menjadi Hotel Palace. 

Tahun 1947 Hotel Pelangi dibumihanguskan Belanda, sumber gambar: Malang Tugu.id

Di masa agresi militer pertama tahun 1947 ketika Malang dibumi hanguskan, Hotel Palace mengalami imbasnya dan mengalami kerusakan di bagian menara kembarnya.

Akhirnya hotel ini dibeli oleh seorang pengusaha kontraktor dari Banjarmasin yang bernama H. Sjachran Hoesin. Tahun 1953 hotel ini diberi nama Hotel Pelangi. Arsitektur hotel tetap dipertahankan dengan nuansa kolonial yang demikian kental.

Berjalan dan menikmati interior hotel ini membawa kita seolah terlempar ke masa lalu. Di bagian pintu masuk ruang makan terdapat tulisan Lodji coffeeshop dengan angka tahun 1915.

Depan pintu masuk ruang makan, dokumentasi pribadi

Potret Malang Tempo Dulu yang bertebaran di mana mana membuat kita teringat pada masa lalu, seperti jalan kereta api di Embong Brantas, Kantor Pos, gambar bemo kendaraan bermotor di saat itu dan banyak lagi.

Foto Pasar Besar tempo dulu, dokumentasi pribadi
Kantor Pos tempo dulu, dokumentasi pribadi

Lukisan keramik yang ada di ruang makan juga tampak demikian cantik, menggambarkan suasana pedesaan Belanda di masa lalu.

Lukisan keramik suasana desa Belanda, dokumentasi pribadi

Balkon yang ada di ruang makan juga tampak unik. Saya langsung membayangkan film zaman dulu yang ada adegan pesta atau berdansa bersama, lalu sang pemilik pesta muncul di balkon. Aha…

Ada berbagai cerita yang mewarnai hotel ini sehingga hotel ini agak angker menurut sebagian orang. Tidak salah kalau sebelum berangkat pelatihan teman saya berkata dengan nada bergurau,” Nanti kabari kalau sudah ketemu dengan Noni Belanda ya…,” Waduh… .

Sejarah Hotel Pelangi, dokumentasi pribadi

Begitulah sedikit cerita tentang Hotel Pelangi. Dengan arsitektur dan nuansa yang demikian khas, hotel ini telah berulang kali ganti nama, sebagai penanda dan saksi sejarah berbagai peristiwa yang terjadi di Malang kota tercinta. 

Salam dari Kota Malang.

Serunya Berbagai Lomba dan Jalan Sehat Perayaan HUT RI ke 79

Kontributor foto : Naufal, Ruth

Dua hari jelang upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 79 adalah hari yang begitu sibuk di Bintaraloka. Betapa tidak? Pada hari-hari tersebut telah dilaksanakan lomba siswa, lomba guru, jalan sehat, sarapan sehat bersama. 

Balap karung, dokumentasi Bintaraloka
Balap karung, dokumentasi Bintaraloka

Pada tanggal 15 Agustus 2024 semua warga Bintaraloka merayakan ceria kemerdekaan dengan berbagai macam lomba. Bukan hanya antar siswa, guru juga tidak mau ketinggalan.

Lomba balap bola pingpong, dokumentasi Bintaraloka
Guru pendamping, dokumentasi pribadi
Peserta lomba, dokumentasi pribadi
Lomba memasukkan paku dalam botol, dokumentasi pribadi

Ya, lomba yang merupakan wujud kegembiraan karena nikmat kemerdekaan yang telah kita peroleh ini mendapatkan animo yang besar dari seluruh siswa.

Tarik tambang, dokumentasi Bintaraloka

Ada lomba balap bakiak, balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku dalam botol, estafet sarung, mengoper bola pingpong dan banyak lagi.

Estafet sarung, dokumentasi Bintaraloka
Tarik tambang, dokumentasi Bintaraloka
Supporter lomba, dokumentasi pribadi

Gempita sorak sorai , dan tawa ada di mana-mana. Di mana ada teriakan kegembiraan karena regu yang dijagokan menang, pasti ada yang kecewa karena kalah. Tapi itu biasa, kemenangan di satu sisi pasti diikuti dengan kekalahan pada sisi yang lain.

Tarik tambang, dokumentasi Bintaraloka
Tarik tambang, dokumentasi Bintaraloka

Selama berjalannya lomba, semua HP diletakkan di kotak dan disimpan di meja wali kelas, ja semua siswa fokus pada lomba yang berlangsung di lapangan volley, kelas , juga aula.

Lomba kebersihan , dokumentasi pribadi

Sementara para peserta lomba bertanding di lapangan ataupun aula, pembenahan terhadap kelas terus berjalan karena terhadap kebersihan dan kerapian kelas juga akan dilakukan penilaian.

Balap bakiak, dokumentasi Bintaraloka
Balap Bakiak, dokumentasi Bintaraloka

Berbagai macam lomba diadakan hingga pukul setengah tiga dan keesokan harinya acara dilanjutkan dengan jalan sehat bersama.

Panitia dari OSIS, dokumentasi Bintaraloka

Dalam jalan sehat pagi itu semua mengenakan dresscode merah putih dan membawa bendera kecil. 

Siap berangkat jalan sehat, dokumentasi pribadi
Siap berangkat jalan sehat, dokumentasi pribadi

Jalan sehat dilaksanakan pada pukul tujuh dengan rute sekitar SMP Negeri 3 Malang, yaitu Jl Dr Cipto, Jl Kartini, Jl.Pattimura, Pasar Klojen dan kembali ke SMP Negeri 3.

Peserta jalan sehat, dokumentasi pribadi

Sepanjang jalan siswa melambai lambaikan bendera merah putih kecil dan beberapa menyanyikan lagu-lagu nasional. 

Pengecekan peluit, dokumentasi pribadi
Siap berangkat jalan sehat , dokumentasi pribadi

Kembali ke sekolah, acara dilanjutkan dengan sarapan sehat bersama dengan menu ikan, dan pembagian zat besi. Acara ini merupakan pelaksanaan Aksi Bergizi yang juga merupakan salah satu pilar NGTS yaitu sarapan sehat.

Sarapan bersama , dokumentasi pribadi

Dua hari yang sangat menyenangkan. Bukan sekedar lomba. Lewat berbagai kegiatan yang diadakan, siswa belajar banyak tentang berbagai karakter baik,  seperti bersungguh-sungguh, setia kawan, disiplin juga gotong royong.

Semoga bermanfaat dan….Merdeka!

Gempita Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 79 di Bumi Bintaraloka

Keren. Sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 79 di  Bumi Bintaraloka.

Acara yang penyelenggaraannya dihandle oleh kesiswaan ini berjalan begitu khidmat. Kehadiran Paskibra Kradika dengan formasi 79 nya benar-benar mengagumkan. 

Pengibaran Bendera, dokumentasi Chiara

Kesungguhan aksi Paskibra Kradika  membuat haru dan bangga yang melihatnya. Tampilan ansamble , angklung dan keroncong juga begitu cantik, membuat suasana terasa gembira namun tetap khidmat.

Paskibra Kradika, dokumentasi pribadi

Upacara pagi ini dimulai pukul 06.45 dengan pembina upacara Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang dan Komandan upacara Atha dari kelas sembilan.

Ibu Kepala sekolah sebagai pembina, dokumentasi Chiara

Menurut catatan penulis ada sedikit yang berbeda dari upacara kali ini yaitu pada pembacaan naskah proklamasi juga proses pengibaran Sang Merah Putih.

Pada proses pengibaran bendera, jika upacara di tahun sebelumnya langsung dikibarkan oleh pasukan, kini harus diserahkan dulu oleh pembina upacara pada pasukan pengibar bendera, baru dilaksanakan pengibaran.

Ansamble, dokumentasi Chiara

Jika pada tahun- tahun sebelumnya pembacaan naskah proklamasi dilakukan oleh petugas upacara, sekarang langsung dibacakan pembina upacara. 

Dalam sambutan pagi ini pembina upacara membacakan sambutan dari Bapak PJ Walikota Malang. Salam sambutan tersebut disampaikan tentang perlunya kita bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah kita peroleh. Adalah tugas siswa mengisi kemerdekaan ini dengan belajar dan terus belajar.

Vigil Kristologous, dokumentasi Bintaraloka

Disampaikan pula ada tiga agenda penting yang kita laksanakan saat ini yaitu perpindahan ibukota negara dari Jakarta ke IKN, pergantian kepemimpinan dan persiapan Indonesia Emas tahun 2045. Karenanya penting bagi kita untuk menguatkan sinergi agar proses ketiganya berjalan dengan lancar.

Di akhir upacara semua peserta menyanyikan lagu Hari Merdeka, Syukur dan Berkibarlah Benderaku dengan iringan ansamble dan angklung yang dikomandani Bapak Vigil Kristologous.

Menyanyikan lagu-lagu nasional, dokumentasi Bintaraloka

Setelah upacara acara dilanjutkan dengan pengambilan foto dan pembuatan video  bersama di lapangan. Lagu- lagu kembali dikumandangkan, termasuk juga keroncong. 

Pagi yang luar biasa. 

Lagu keroncong, dokumentasi pribadi
Aksi angklung, dokumentasi pribadi
Lagu dari siswa, dokumentasi pribadi

Akhirnya Dirgahayu negeri tercinta Nusantara. Semoga ke depan Nusantara semakin berjaya seperti tema HUT Kemerdekaan tahun ini yaitu Nusantara Baru Indonesia Maju.

Salam Merdeka…!

Mengapa Kita Harus Makan Ikan? (Giat Sarapan Sehat Bersama Bintaraloka)

Pagi yang begitu istimewa di Bintaraloka. Setelah semua siswa melakukan jalan sehat sebagai bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 79, acara dilanjutkan dengan kegiatan aksi bergizi berupa sarapan bersama dengan menu ikan. 

Kegiatan Aksi Bergizi ini juga merupakan pelaksanaan dari salah satu pilar NGTS yaitu sarapan sehat bersama.

Sarapan bersama , dokumentasi pribadi

Kegiatan yang dilaksanakan seluruh siswa kelas tujuh, delapan dan sembilan ini mewajibkan setiap siswa membawa bekal berupa nasi dan lauk berupa ikan, baik digoreng ataupun dibakar, sedangkan minumnya adalah jus jeruk.

Setelah siswa duduk berhadap hadapan dalam barisan perkelas, merekapun makan bersama. 

Sarapan bersama, dokumentasi pribadi

Sebuah pemandangan yang menarik. Sebagian besar siswa makan dengan lahap bekal mereka, tapi ada juga yang tidak biasa makan ikan sehingga mereka makan dengan enggan.

Penjelasan tentang pentingnya konsumsi ikan dari Suster Ratna, dokumentasi pribadi

Saat makan, Suster Ratna memberikan penjelasan mengapa kegiatan ini dilakukan dan keutamaan memasukkan ikan dalam menu keseharian kita.

Mengapa kita harus makan ikan?

Ikan segar, sumber gambar: Bisnis.com

Sebagai salah satu bahan makanan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, ikan segar sangat kaya akan nutrisi dan lezat untuk dikonsumsi.

Salah satu alasan mengapa kita harus makan ikan adalah ikan kaya akan protein, vitamin dan asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi tubuh kita.

Asam amino tersebut sangat bermanfaat untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot, tulang, dan kulit.

Selain di atas, ikan segar juga rendah kolesterol dan lemak jenuh yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Sarapan bersama, dokumentasi pribadi

Kandungan ikan segar juga mengandung lemak tak jenuh, seperti lemak omega-3, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menjaga elastisitas pembuluh darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Betapa banyak manfaat ikan segar bagi tubuh kita. Konsumsi ikan segar bisa membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan fungsi otak, dan mendukung sistem kekebalan tubuh kita. Karenanya memasukkan ikan segar dalam menu keseharian kita adalah hal yang sangat dianjurkan.

Kegiatan aksi bergizi ini bisa terlaksana dengan baik karena peran serta pendamping, tim UKS dan NGTS serta orang tua yang menyediakan bekal anak-anak dari rumah ataupun mengkoordinir makan anak-anak bersama. 

Persiapan sebelum sarapan bersama, dokumentasi pribadi
Persiapan sebelum sarapan bersama, dokumentasi pribadi

Selain sarapan bersama, hari ini juga dilaksanakan pembagian tablet tambah darah bagi seluruh siswa putri.

Tablet tambah darah siap dibagikan, dokumentasi pribadi
Sebagian pendamping, dokumentasi Ruth
Foto bersama guru dan orang tua, dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya semoga aksi bergizi ini bisa memberikan inspirasi pada semua untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi, hingga akhirnya tercipta generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.