Bangun Ruang Sisi Lengkung

Dalam materi ini kalian akan mempelajari tentang unsur-unsur Tabung, Kerucut , Bola, serta cara menghitung luas permukaan dan volumenya.

Bangun Ruang Sisi Lengkung, Sumber gambar: Kompas.com

Tabung

Tabung adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki dua buah sisi yang berbentuk lingkaran dan satu buah sisi yang berbentuk persegi panjang yang melengkung.

Unsur-unsur tabung atau silinder meliputi alas dan tutup tabung, selimut tabung, jari-jari , diameter, dan tinggi tabung.

Unsur-unsur tabung. Tangkapan layar pribadi

Luas permukaan tabung adalah jumlah luas dari seluruh sisi tabung, termasuk sisi atas, sisi bawah, dan sisi samping.

Rumus Luas Permukaan Tabung

Luas permukaan tabung dapat dihitung menggunakan rumus:

L = 2πr(t + r)

Dimana:

– L = luas permukaan tabung

– π (pi) = 3,14 atau 22/7

– r = jari-jari tabung

– t = tinggi tabung

Volume tabung adalah jumlah ruang yang ditempati oleh tabung.

Rumus Volume Tabung

Volume tabung dapat dihitung menggunakan rumus:

V = πr²t

Dimana:

– V = volume tabung

– π (pi) =  3,14 atau 22/7

– r = jari-jari tabung

– t = tinggi tabung

Contoh benda berbentuk tabung, sumber gambar: Hendra Math Blog

Contoh Soal

Sebuah tabung memiliki jari-jari 4 cm dan tinggi 6 cm. Berapa luas permukaan dan volume tabung tersebut?

Jawab:

– Luas permukaan = 2πr(t + r) = 2 × 3,14 × 4(6 + 4) = 2 × 3,14 × 4 × 10 = 251,2 cm²

– Volume = πr²t = 3,14 × 4² × 6 = 3,14 × 16 × 6 = 301,44 cm³

Dengan demikian, luas permukaan tabung adalah 251,2 cm² dan volume tabung adalah 301,44 cm³

Kerucut 

Kerucut adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki satu buah sisi yang berbentuk lingkaran dan satu buah puncak.

Unsur-unsur kerucut meliputi: jari-jari, tinggi, selimut, alas kerucut dan  garis pelukis.

unsur unsur kerucut, tangkapan layar pribadi

Luas permukaan kerucut adalah jumlah luas dari seluruh sisi kerucut, termasuk sisi samping dan dasar.

Rumus Luas Permukaan Kerucut

Luas permukaan kerucut dapat dihitung menggunakan rumus:

L = πr(r+ s)

Dimana:

– L = luas permukaan kerucut

– π (pi) =  3,14 atau 22/7

– r = jari-jari kerucut

– s = garis pelukis

Volume kerucut adalah jumlah ruang yang ditempati oleh kerucut.

Rumus Volume Kerucut

Volume kerucut dapat dihitung menggunakan rumus:

V = (1/3)πr²t

Dimana:

– V = volume kerucut

– π (pi) = 3,14 atau 22/7

– r = jari-jari kerucut

– t = tinggi kerucut

Contoh Soal

Sebuah kerucut memiliki jari-jari 3 cm, tinggi 6 cm, dan garis pelukis 6,71 cm. Berapa luas permukaan dan volume kerucut tersebut?

Jawab:

– Luas permukaan = πr(s+ r) = 3,14 × 3(6,71 + 3) = 3,14 × 3 × 9,71 = 90,35 cm²

– Volume = (1/3)πr²t= (1/3) × 3,14 × 3² × 6 = (1/3) × 3,14 × 9 × 6 = 56,52 cm³

Dengan demikian, luas permukaan kerucut adalah 90,35 cm² dan volume kerucut adalah 56,52 cm³.

Contoh benda berbentuk kerucut, sumber gambar : website gambar

Bola

Sumber gambar : Shutterstock

Bola adalah bangun ruang yang dibatasi oleh bidang lengkung, yang jaraknya ke titik pusat selalu sama. Bola mempunyai selimut dan tidak memiliki sudut. Bola tidak memiliki rusuk dan titik sudut, memiliki bidang sisi lengkung, yang disebut sisi atau selimut bola.

Sumber gambar: Orami

Jika jari-jari bola adalah r, maka diperoleh rumus sebagai berikut:

Luas Bola = 4 πr²

Luas  bola benda berongga = 2πr

Luas  bola benda padat / pejal = 3πr²

Volume bola 4/3 πr3

Contoh soal:

Sebuah bola memiliki jari-jari 14 cm. Hitunglah (π = 22/7)

a. Luas permukaan bola

b. Volume bola

Pembahasan:

Diketahui:  r = 14  cm,  Pi = 22/7

a. Luas permukaan bola:

L = 4. pi. r^2

L = 4 .22/7.14.14= 2464 cm ^2

b. Volume bola:

V = 4/3. pi .r.r.r

V =4/3.22/7.14.14.14 = 11498,67 cm^3

Soal 2

Luas permukaan sebuah bola adalah 616 cm². Tentukan volume bola tersebut. (π = 22/7)

Pembahasan:

Diketahui:  L = 616  cm²,  Pi = 22/7

Rumus luas permukaan bola:

L = 4. pi. r^2

616 = 4. 22/7. r^2

616 = 88/7. r^2

r^2 = 616 . 7/88 = 49, jadi r =7

Volume bola:

V = 4/3. pi . r.r.r

V = 4/3. 22/7. 7.7.7 = 1437 cm^3

Untuk menguji pemahaman kalian, coba kerjakan soal berikut ini:

1. Sebuah tabung memiliki jari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm. Berapa luas permukaan dan volume tabung tersebut?

2. Sebuah kerucut memiliki jari-jari 3 cm dan tinggi 4 cm. Berapa luas permukaan dan volume kerucut tersebut?

3. Sebuah bola diameternya 40 cm, tentukan luas permukaan dan volumenya!

Rangkuman

Selamat belajar..😊

Latihan Soal PAT 2025/2026

Pembahasan

Tingkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Generasi Muda, Peringatan Isra’ Mi’raj di Bumi Bintaraloka

Hari Jumat (31/01) telah dilaksanakan peringatan Isrok Mi’roj Nabi Muhammad Saw di Bumi Bintaraloka.

Acara yang diikuti selluruh warga Bintaraloka ini berlangsung sejak pagi hari dengan dipandu pembawa acara Rajendra Davy Alvaro  kelas 7.3 dan Nazrul Resky Arreza 7.4

Pembawa acara dari kelas 7.3 dan 7.4, dokumentasi pribadi

Diawali dengan bacaan sholawat okeh grup Banjari SMP Negeri 3 Malang, acara dilanjutkan dengan khotmil Quran yang dipimpin oleh Bapak Aminullah.

Al banjari, dokumentasi pribadi

Sesudah khotmil Quran acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat ayat suci Al Qur’an dan terjemahannya oleh Al Fatih kelas 8.4 dan Kayla Safira putri setiawan kelas 8.1

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an , dokumentasi pribadi

Sambil menunggu kehadiran Bapak Ustad H. Sudirman Nachrowi, S.Ag, M.Ag, acara diisi dengan pembacaan sholawat dan tampilan lagu dari para anggota BDI.

Persembahan dari BDI, dokumentasi Bintaraloka

Sekitar pukul delapan lebih acara yang dinantikan pun tiba yaitu tausiyah hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1446 H.

Diterangkan oleh Bapak Sudirman bahwa Isra’  adalah  perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama malaikat Jibril  pada malam hari dari Masjidil Haram  menuju Masjidil Aqsha Palestina.

H. Sudirman Nachrowi, S.Ag, M.Ag, dokumentasi Bintaraloka

Sedangkan mi’raj adalah berjalanan nabi dari   Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah subhanahu wata’ala sang pencipta Alam semesta. 

Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat Isra’ ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Isra’: 1), 

Dari ayat tersebut bisa dipahami bahwa yang memperjalankan Nabi adalah Allah SWT.

Ada tiga akibat penting dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini bagi umat zaman nabi saat itu, yaitu bagi yang baru masuk Islam banyak yang murtad, bagi orang kafir, mereka semakin bertambah kebenciannya sementara bagi kaum beriman, mereka semakin tebal keimanannya.

Peserta kegiatan Isra’ Mi’raj, dokumentasi Bintaraloka

Peristiwa Israk Mi’raj juga menunjukkan bukti ke Maha Sucian Allah, yaitu suci dari kebohongan juga ketidak berdayaan.

Dalam acara pagi itu Ustad Sudirman juga berpesan agar di bulan Sya’ban ini kita banyak banyak bersholawat pada Nabi. Ya , Sya’ban adalah bulan yang istimewa.

 Hal itu berlandaskan hadis Rasulullah SAW yang diriwayat oleh Hasan:

عن الحسن مرسلًا أنه قال – صلى الله عليه وسلم -: رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي

Diriwayatkan dari Hasan Rasulullah bersabda: bulan Rajab merupakan bulannya Allah dan bulan Sya’ban adalah bulanku (Rasulullah), sedangkan bulan Ramadlan merupakan bulannya umatku (Nabi Muhammad)”.

Peserta Isra’ Mi’raj, dokumentasi Bintaraloka

Di akhir acara pagi ini Bapak Aksan memberikan sedikit sambutan yang berisi ucapan terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara Israk Mi’raj pagi itu berjalan dengan lancar.

Kerja keras BDI, OSIS dan panitia penyelenggara sungguh patut diapresiasi dalam hal ini.

Panitia dari BDI , dokumentasi pribadi
Panitia dari BDI, dokumentasi pribadi

Peringatan Israk Mi’raj hakekatnya adalah perayaan tentang turunnya perintah sholat, hal mana menunjukkan betapa pentingnya kedudukan sholat dalam keseharian umat Muslim.

Bapak Kepala SMP Negeri 3, staf dan Bapak Sudirman, dokumentasi Bintaraloka

Harapan Ibu Ida dan Ibu Utin dengan perayaan ini ke depan siswa bisa lebih menjaga dan memelihara sholat lima waktu,  dan selalu menerapkan karakter baik dalam kegiatan mereka sehari-hari. 

Sesuai tema perayaan kali ini yaitu Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Generasi Milenial di Era Digital.

Bersama Harmoni Nusantara, Mari Mengenal dan Mencintai Lagu-lagu Daerah Nusantara 

Siang itu saya mendapatkan dua buah majalah dari Bapak Fabi, salah satu anggota tim Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema tiga kelas tujuh. 

Majalah dengan ukuran kertas A5 dengan warna- warni yang cerah dengan kertas mengkilap agak tebal. Ada tulisan besar-besar di covernya “Harmoni Nusantara”.

Saya mulai menjelajah dari halaman pertama. Sesudah kata pengantar, diulas sebuah lagu dari Sumatera Barat yang berjudul  Ayam den Lapeh. 

Diterangkan dalam majalah bahwa lagu tersebut berasal dari Minangkabau, dan diciptakan oleh Nuskan Syarif. 

Lagu Ayam den Lapeh menggambarkan tentang kesedihan akibat kehilangan sesuatu yang berharga, yang diibaratkan seperti ayam yang lepas.

Ulasan mengenai lagu Ayam den Lapeh, dokumentasi pribadi

Menuju halaman berikutnya diulas lagu Sinanggar Tulo dari Batak. Di sini dipaparkan arti dan sejarah lagu Sinanggar Tulo, juga diterangkan bahwa lagu ini sering digunakan sebagai pengiring acara adat.

Sebuah majalah yang sangat istimewa. Betapa tidak? Majalah ini adalah karya siswa kelas tujuh sebagai salah satu tugas dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila semester ini benar-benar kental dengan nuansa budaya.

Jika kelas sembilan mengambil tema topeng Malangan, kelas delapan Batik Malangan, maka kelas tujuh mengambil tema Harmoni Musik Nusantara.

Ulasan lagu Bungong Jeumpa, dokumentasi pribadi

Menurut Bapak Mubin, ketua tim projek tema tiga, latar belakang pengambilan tema ini adalah karena banyak anak-anak yang tidak mengetahui tentang lagu daerah , baik karena  tidak hafal, tidak tahu dari daerah mana, lebih-lebih  cerita atau pesan apa yang ada di dalamnya. 

Anak anak lebih banyak mengenal lagu kekinian daripada lagu- lagu daerah Nusantara.

Dengan pengambilan tema ini diharapkan anak- anak lebih memahami lagu daerah dan dan budaya Nusantara sekaligus berusaha melestarikannya.

Diterangkan oleh Ibu Ahfi, koordinator projek bahwa membuat majalah adalah sebagai bentuk awal anak-anak memahami lagu daerah Nusantara.

Di dalam majalah ini dituliskan asal daerah, lirik lagu, pencipta dan tahunnya (jika ada), juga manfaat atau kegunaan lagu ( misal untuk dolanan, legenda, atau doa pemujaan).

Foto anggota kelompok penyusun majalah, dokumentasi pribadi

Selain membuat majalah, dalam P5 kali ini siswa juga mendapatkan paparan materi tentang tari daerah dan lagu Nusantara untuk memperdalam pemahaman mereka tentang kekayaan budaya Nusantara.

Pembuatan majalah sendiri dilakukan secara berkelompok dengan tema yang berbeda di setiap kelas. Ada sembilan tema yang berbeda sesuai dengan pulau-pulau yang ada di Indonesia. Ada kelas yang mendapatkan tema Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan sebagainya.

Materi lagu dan tari daerah, dokumentasi Bintaraloka

Hal yang luar biasa adalah anak- anak hanya memerlukan waktu selama 1-2 minggu untuk merancang majalah sekaligus mengumpulkannya dalam bentuk hard copy.

Nah, apa saja yang dipelajari siswa dari giat P5 khususnya pembuatan majalah ini? Dari kegiatan ini siswa bisa belajar ketrampilan jurnalistik utamanya bagaimana cara menulis artikel, mengedit, fotografi juga desain grafis. Selain hal tersebut, siswa juga belajar bagaimana bekerja dalam kelompok, meningkatkan kerjasama, dan meningkatkan rasa percaya diri.

Paparan materi lagu dan tari daerah, dokumentasi Bintaraloka

Sebuah kegiatan yang luar biasa. Lewat kegiatan P5 bisa didapatkan berbagai manfaat sekaligus meningkatkan rasa cinta siswa terhadap budaya terutama lagu Nusantara.

Ya, jika bukan kita, siapa lagi yang akan mencintai Budaya Nusantara?

Cerita Tentang Potong Rambut, Tazos dan Tabloid Bola

“Pendek rapi ya,” 

“Iya, Buk..,”

Bergegas, keempat laki- laki itu, ayah dan tiga orang anaknya yang masih kecil berangkat ke tukang cukur. 

Tukang cukur atau tukang potong rambut langganan anak-anak saya letaknya tak berapa jauh dari rumah. Berlokasi di kios kecil dekat masjid di bawah pohon besar dengan tulisan sederhana Potong Rambut Andri.

Tempatnya tak begitu luas, tapi cukup untuk antre beberapa orang yang akan potong rambut. 

Entah Andri itu nama siapa , yang jelas anak- anak dan ayahnya dulu selalu berkata ‘mau potong ke Andri’.

Dalam perjalanan waktu nama Andri semakin melekat pada tukang potongnya, dan anak anak saya memanggil nama tukang potongnya Pak Andri.

Ilustrasi anak sedang potong rambut, sumber gambar: Radar Bromo

Sebagai keluarga yang didominasi laki laki (dalam keluarga saya ada empat laki laki dan dua perempuan) pergi ke tukang potong rambut adalah sebuah hal wajib paling tidak 2-3 bulan sekali.

Jika rambut anak-anak sudah mulai agak panjang saya mulai ‘ramai’ mengingatkan untuk potong. Rambut yang agak gondrong membuat wajah mereka kelihatan lesu bahkan kurus, tidak segar.

“Ayo ndang potong..,” 

Jika saya sudah mengingatkan begitu biasanya mereka bertiga segera diajak ayah mereka potong rambut sepulang mengaji.

Mengapa memilih Andri? Disamping karena harganya murah, lokasinya dekat dari tempat mengaji, juga karena modelnya cocok. Ya, pulang dari tukang potong rambut penampilan anak-anak menjadi jauh lebih rapi.

Meski di dalam ruang potong rambut ada poster yang berisi gambar macam- macam model rambut , pendek rapi selalu menjadi pilihan terbanyak.

Menurut pengamatan saya saat itu, yang keluar masuk ke tukang potong itu kebanyakan anak- anak sekolah dan bapak-bapak, karenanya model yang dipilih hampir sama, pendek dan rapi.

Selalu ada sensasi tersendiri saat harus potong rambut ke Andri. Setidaknya itu menurut cerita anak saya. Mulai dari tukang cukurnya yang ramah, hingga karena pulangnya dibelikan snack berhadiah mainan ataupun membeli tabloid Bola.

Tukang cukur di sini memang sangat ramah. Pelanggan diajak ngobrol hingga waktu bercukur tak terasa lama. 

Hadirnya radio transistor kecil yang memperdengarkan lagu-lagu, ludruk Kartoloan atau ceramah juga membuat suasana bercukur terasa akrab.

Nah, sepulang cukur, biasanya anak-anak minta dibelikan snack berhadiah.

Tazos, sumber gambar: GRVN

Snack yang dimaksud adalah yang di dalamnya ada hadiah tazos, yaitu lempeng plastik bulat tipis yang ada gambar pokemonnya. Anak- anak saya sangat suka mengoleksi mainan ini.

Ada hal yang membuat snack ini istimewa yaitu karena saya sangat pelit untuk urusan snack. Hal tersebut sebenarnya ada alasannya. 

Batuk. Itu alasannya. Ya, mereka mudah batuk jika habis makan snack.

Satu-satunya orang yang mengizinkan mereka melanggar ‘peraturan’ ini adalah ayah mereka. Benar, ayah justru membelikan snack ini  saat mereka habis potong rambut.

Selain membeli snack, hal lain yang membuat potong rambut menjadi saat yang berkesan adalah karena sehabis potong mereka diajak membeli tabloid Bola di sebuah kios kecil yang lokasinya tak jauh dari masjid.

Sampai di rumah biasanya koran dibeber, dibaca bersama. Favorit mereka adalah Liga Italia. Sebuah rubrik yang banyak dihiasi foto- foto menarik aksi para pesepak bola Italia.

Tabloid Bola, sumber gambar : Acta Diurna WordPress 

Pernahkah anak-anak mencoba potong di barbershop? Pernah. Ketika itu sedang ada rezeki, sehingga ketiganya diajak ayahnya potong di barbershop. Ongkosnya tentunya sedikit lebih mahal daripada tukang cukur Andri.

Hasilnya lebih bagus, tapi entah mengapa modelnya kami kurang cocok. Memang lebih halus, dan bagus, tapi punya Andri lebih mengena di hati..he..he…

Sampai sekarang potong rambut Andri masih eksis. Kiosnya masih seperti dulu. Meski barbershop mulai bermunculan di mana- mana, potong rambut Andri tetap mempunyai pangsa pasar tersendiri .

Anak saya sendiri sesekali juga ke sana ketika ingin potong rambut, tapi sudah tak sesering dulu. 

Ya, mereka sudah tidak dikejar kewajiban potong rambut lagi dari sekolah. Apalagi anak saya yang bungsu lebih suka membiarkan rambutnya gondrong.

Potong Rambut Andri, sumber gambar: FB Tofa Ramadhan

Tiap hari saat berangkat sekolah pun saya selalu melewati kios potong rambut ini.  Potong Rambut Andri. Sebuah kios tukang cukur rambut yang sederhana, namun menyimpan banyak cerita.

Belajar Membuat Batik Topeng Malangan, Giat ODL Bintaraloka ke SMKN 7 Malang

Hari Kamis (23/01) pagi itu lapangan basket Bintaraloka sudah dipenuhi mikrolet. Ya, ada sekitar 24 mikrolet yang siap mengantar 281 siswa untuk melaksanakan Outdoor Learning (ODL).

ODL kali ini dilaksanakan dalam rangka belajar membuat batik topeng Malangan yang merupakan bagian dari rangkaian acara Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Batik Topeng Malangan Karya Cipta Bintaraloka.

Siap berangkat ODL, dokumentasi pribadi

Pemberangkatan siswa ke SMKN 7 Malang dilaksanakan di lapangan volley. Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang, Drs Teguh Purwanta memberikan nasehat agar siswa melaksanakan ODL dengan sungguh-sungguh.

Briefing dari Kepala Sekolah , Dokumentasi Naufal

Selain briefing pada siswa , Bapak Kepala Sekolah juga melaksanakan briefing pada para sopir angkot yang akan membawa anak- anak menuju lokasi ODL. 

Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang bersama para sopir angkot yang akan membawa siswa ODL, dokumentasi P.Dian
Berangkat ODL, dokumentasi Naufal

Sekitar pukul tujuh satu demi satu mikrolet meninggalkan halaman sekolah menuju SMKN7 Malang yang berlokasi di Jalan Satsui Tubun IV Kebonsari Malang.

Sesampai di lokasi ODL siswa disambut dengan hangat. Setelah sambutan dari  SMP Negeri 3 dan SMKN 7, siswa langsung mendapat materi sekaligus praktik cara membuat batik cap Malangan.

Penandatanganan MOU, dokumentasi Naufal

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MOU kerjasama antara SMP Negeri 3 Malang dan SMKN 7 Malang untuk pemberian pelatihan pembuatan batik pada siswa SMP Negeri 3 Malang.

Peserta ODL di SMKN 7 Malang, dokumentasi Naufal

Pelatihan pembuatan batik dilakukan secara bergantian pada kelompok kelompok siswa. Bau lilin menguar kemana mana. Siswa tampak sibuk memberi cap dan mengisi batiknya dengan warna yang sudah disiapkan.

Belajar membuat batik cap, dokumentasi Bintaraloka

Dengan sabar tim dari SMKN 7 Malang memberikan bimbingan pada masing masing kelompok.

Di akhir acara siswa berfoto dengan batik hasil karya mereka dengan didampingi wali kelas masing masing.

Berfoto bersama batik karya siswa, dokumentasi Bintaraloka

Ada wajah bangga ketika siswa menunjukkan batik-batik hasil karya mereka bersama.

Tanggapan positif dari siswa bermunculan. Rata rata mereka sangat menyukai acara ODL kali ini. Bapak Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang juga hadir untuk memberikan dukungan pelaksanaan ODL ini.

Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang, pendamping dan pemateri ODL, dokumentasi Naufal

“Sangat menyenangkan terutama saat membuat batik capnya,” demikian diungkapkan oleh Keysha dan Jihan, peserta ODL dari kelas 8.9.

Berfoto bersama, dokumentasi Bintaraloka

“Kegiatan yang sangat bermanfaat karena kita bisa melestarikan batik Malangan,” ungkap Ashraf siswa kelas 8.2.

“Harapannya semoga ke depan kerjasama antara SMPN 3 dan SMKN 7 Malang dalam pembelajaran batik ini bisa lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Pak Dian koordinator projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas 8.