Semangat Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

Sabtu yang istimewa. Jika biasanya di hari Sabtu kami menikmati libur di rumah, hari ini tidak. Tentu saja karena Sabtu ini bertepatan dengan tanggal 1 Oktober, berarti saat dilaksanakannya upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Menyanyikan lagu Mars Garuda Pancasila, dokumentasi Bu Maria

Ada yang tidak biasa dengan upacara hari ini yaitu kami melakukannya dua kali. Satu kali di sekolah, dan yang lain di Balai Kota.

Aha, bagaimana ceritanya? Ayo kita simak bersama..:)

Pagi ini sejak pukul setengah tujuh lapangan volly sudah penuh siswa.  Dengan berseragam pramuka, siswa sudah berbaris rapi di lapangan.  Tak lupa topi baret untuk siswa putra dan laken  untuk siswa putri ikut melengkapi penampilan mereka.

Mister Hery berkali-kali memberikan aba-aba untuk mengatur posisi siswa.  Di bagian depan,  bapak/ibu guru juga sudah berdiri berjajar rapi.

Tepat pukul 06.50 upacara dimulai.  Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang.

Pembina upacara Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Bu Any

Ada yang sedikit berbeda dibandingkan dengan upacara bendera setiap Senin.  Di upacara pagi ini tidak ada acara pengibaran bendera, jadi upacara dilakukan dengan bendera sudah dikibarkan. Perbedaan yang lain adalah di upacara kali ini dibacakan ikrar, sementara di upacara bendera tidak ada pembacaan ikrar.

Ikrar berisi tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai  Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan,menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikrar ditandatangani atas nama bangsa Indonesia oleh ketua DPR RI yaitu Dr (HC) Puan Maharani.

Pembacaan ikrar, dokumentasi Bu Any

Bertindak sebagai pembaca ikrar di upacara kali ini adalah Bapak Rahman Helmy.

Secara umum upacara berjalan khidmat.  Petugas maupun peserta melaksanakan kewajiban masing-masing dengan baik.  Dalam sambutannya Ibu Kepala Sekolah menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari, dan kesaktian Pancasila akan semakin tampak jika kita selalu mengamalkannya di manapun kita berada.

Upacaraberjalan khidmat, dokumentasi Bu Any

Sesudah sambutan acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Garuda Pancasila  dan doa. Sekitar pukul setengah delapan upacara berakhir dengan ditandai pembubaran peserta.

Kami pikir acara sudah berakhir hari itu.  Namun ketika semua bersiap-siap untuk pulang tiba-tiba ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang bahwa 31 guru diminta mengikuti upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota.

Tanpa menunggu lama, kamipun berangkat menuju Balai Kota.  Karena lokasi sekolah yang tidak begitu jauh dari Balai Kota banyak yang berboncengan sepeda motor ke sana.

Berbaris menuju tempat upacara, dokumentasi pribadi

Titik kumpul kami adalah di halaman gedung DPRD.  Sampai di halaman gedung DPRD kami berbaris tiga-tiga. Sesudah semua siap, kamipun dikomando untuk  menuju lokasi upacara di depan Balai Kota Malang.

Upacara berjalan demikian khidmat dan mengharukan.  Apalagi sebelum upacara disajikan lagu- lagu dari paduan suara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang dan musikalisasi puisi dari diswa SD Al Kautsar.

Paduan suara, dokumentasi pribadi

Dalam catatan saya ada tiga lagu yang ditampilkan yaitu Maju Tak Gentar,  Garuda Pancasila dan Syukur.

Bertindak selaku inspektur upacara pagi itu adalah Bapak Walikota Malang, sedangkan pembaca ikrar Bapak Ketua DPRD kota Malang.

Peserta upacara, dokumentasi pribadi

Dalam upacara kali ini tidak ada sambutan inspektur upacara sehingga sekitar pukul setengah sembilan upacara berakhir. Sebelum meninggalkan Balai Kota pagi ini kami menyempatkan untuk berfoto sejenak.  Ya,  berfoto adalah acara yang wajib ada apapun momennya.

Berfoto bersama sesudah upacara, dokumentasi Bu Any

Sesudahnya kami mengambil kendaraan dan segera meninggalkan Balai Kota Malang.

Semoga upacara pagi ini menjadi penyemangat bagi kita bersama untuk bangkit, bergerak dan tetap setia mempertahankan Pancasila sebagai idiologi negara, sesuai tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2022 yaitu Bangkit Bergerak Bersama Pancasila.

Salam semangat….:)

Giat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Membuat Aneka Kerajinan dari Bahan Bekas

Jumat yang benar-benar sibuk. Setelah berkegiatan pokja di pagi hari, menjelang pukul 08.00 seluruh siswa kelas tujuh segera berkumpul di aula. Ya, sekarang saatnya kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan yang selalu dinanti oleh para siswa.

Dalam kegiatan projek tema Aku Keren Dengan 4R ini sekolah menghadirkan narasumber istimewa. Tiga orang ibu yang merupakan orang tua dari alumni SMP Negeri 3 Malang.
Ibu Ratna, Bu Eka dan Bu Nopi, beliau bertiga adalah pengusaha, juga pelaku UMKM komunitas sulam di kota Malang.

Bu Ari memperkenalkan ketiga narasumber, dokumentasi P.Fabi

Siswa masuk aula dengan penuh semangat. Alat dan bahan yang diperlukan sudah pula dibawa. Sebelum acara dimulai, untuk meningkatkan semangat seperti biasa siswa diajak menyanyi dahulu oleh Ibu Ami dan Ibu Triana.

Wajah berseri tampak dimana-mana. Tergambar rasa penasaran pada siswa, mereka akan diajak membuat karya apa.

Membuat mangkuk kancing,dokumentasi P. Fabi

Sesudah menyanyi, doa dan sambutan Ibu Kepala Sekolah, acara intipun dimulai. Siswa dibagi menjadi empat kelompok besar. Tiap kelompok mendapatkan materi yang berbeda.

Menyiapkan bahan, dokumentasi P.Fabi

Adapun materi yang dipelajari siswa adalah:

  1. Membuat gantungan kunci bunga dari kain perca
  2. Memanfaatkan compact disc untuk membuat lukisan mozaik
  3. Membuat kipas lukis
  4. Membuat mangkuk kancing

Proses pembuatan karya berjalan lancar. Siswa tampak bersungguh sungguh mengikuti arahan dari ibu-ibu narasumber.

Guru pendamping, dokumentasi P.Fabi
Guru pendamping membagikan bahan, dokumentasi P.Fabi

Kelancaran acara hari ini juga tak luput dari kerja keras bapak/ibu guru pendamping projek yang selalu menemani siswa dan siap membantu jika ada yang mengalami kesulitan.

Sesudah mendapatkan ilmu tentang ketrampilan tersebut, diharapkan siswa bisa mentransfernya pada teman yang lain, sehingga dalam satu kelompok bisa membuat keempat jenis ketrampilan tersebut.

Kerajinan dari CD, dokumentasi P.Fabi

Sekitar pukul sepuluh acara di aula diakhiri dan nantinya akan dilanjutkan di kelas masing-masing pada jam ke 5 -6.

Melalui acara ini selain bisa belajar berkolaborasi, meningkatkan kreatifitas juga kesungguhan dalam menghasilkan suatu karya, siswa juga belajar menghargai benda-benda bekas di sekitar kita.

Gantungan kunci bunga, dokumentasi pribadi
Berfoto di akhir acara, dokumentasi P.Fabi

Begitu banyak barang bekas di sekitar kita. Dan ternyata dari barang tersebut bisa dihasilkan sebuah karya yang tidak hanya cantik namun juga bisa memiliki nilai ekonomi yang menarik.

Salam Bintaraloka.. 🙂

Aku Keren dengan 4R, Sebuah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Bintaraloka

Indonesia termasuk dalam sepuluh negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia.  Dengan jumlah penduduk yang demikian besar akhirnya muncul masalah yang harus benar benar diwaspadai yaitu sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan bahwa produksi sampah nasional mencapai 175.000 ton per hari. Rata-rata satu orang  Indonesia menyumbang sampah sebanyak 0.7kg per hari.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 21,88 juta ton pada 2021. Meski jumlah tersebut mengalami penurunan 33,33% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 32,82 juta ton, namun masih termasuk besar.

Poster karya siswa yang berisikan pentingnya 4R, dokumentasi pribadi

Ada beberapa fakta yang perlu diketahui tentang sampah:
1. Kota metropolitan dan kota besar adalah penghasil sampah terbesar di Indonesia.  Termasuk di dalamnya Jakarta,  Surabaya Bandung dan Jogjakarta. Menurut KLHK rata-rata produksi sampah harian di kota metropolitan adalah 1.300 ton dan kota besar  adalah 480 ton.

2. Jumlah sampah secara nasional banyak didominasi  oleh sampah rumah tangga.

3. Indonesia adalah penghasil sampah plastik terbesar nomor dua di dunia. Dari data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui bahwa 3,2 juta ton sampah yang dibuang ke laut adalah sampah plastik. Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

4. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah sampah plastik terus mengalami peningkatan.

Semakin memprihatinkannya isu sampah membuat kepedulian terhadap sampah dan pengelolaannya harus mulai ditanamkan sejak dini, jika kita masih peduli dengan kelestarian bumi.

Ada empat prinsip pengolahan sampah yang dikenal dengan 4R.  4R meliputi :

Presentasi tentang pentingnya 4R, dokumentasi pribadi

1. Reduce : reduksi atau mengurangi.  Sedapat mungkin kurangi penggunaan barang sekali pakai supaya tidak menghasilkan banyak sampah.  Contoh: menggunakan tas yang bisa dipakai berkali -kali untuk mengurangi kenggunaan kantong kresek sekali pakai.

2. Replace : Replace yaitu mengganti barang yang biasa kita digunakan dengan barang yang lebih ramah lingkungan.
Contohnya dengan mengganti penggunaan kantong plastik biasa dengan plastik biodegradable yang lebih  mudah diuraikan.

3. Recycle : recycle yaitu mendaur ulang kembali sampah-sampah atau bahan-bahan yang sudah tidak lagi berguna menjadi bahan lain dengan melalui beberapa proses pengolahan. Misal membuat pupuk kompos.

4. Reuse : Reuse artinya menggunakan kembali sampah, seperti bahan-bahan yang terbuang atau tidak terpakai. Banyak sampah yang dapat kita gunakan kembali, seperti kertas, kemasan plastik, dan botol bekas untuk dijadikan hiasan atau barang lain yang berguna.

Di Bintaraloka kesadaran untuk melaksanakan 4R  ditanamkan pada siswa salah satunya lewat kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Projek ini mengambil tema Aku Keren Dengan 4R dan merupakan tema kedua projek.

Sebelum pelaksanaan projek dilakukan perancangan kegiatan projek oleh tim, dan selanjutnya sosialisasi pada orang tua dan siswa  di aula.

Rapat merancang kegiatan projek oleh tim tema dua, dokumentasi pribadi

Dari sosialisasi tersebut dapat diketahui bahwa kegiatan projek meliputi pemberian materi dari berbagai narasumber, menonton film bersama,  membuat karya berupa poster atau bahan daur ulang juga yang tak kalah menarik adalah Outdoor Learning.

Di minggu pertama kegiatan yang dilakukan adalah menonton film bersama tentang sampah plastik. Sesudah menonton film siswa diminta membuat catatan penting berkaitan tentang sampah plastik.  Ya,  film berkisah tentang semakin banyaknya sampah plastik di lautan dan betapa sampah tersrbut sangat membahayakan kehidupan mahluk hidup di lautan. 

Bersama narsum Bapak Sulaiman Sulang, dokumentasi P. Fabi

Masih di minggu pertama di hari Jumat sekolah menghadirkan narasumber Bapak Sulaiman Sulang,S.S.,M.AP. Beliau adalah koordinator  Adiwiyata SMK Negeri 6 Malang. Dalam paparannya Bapak ‘Sule’ menyampaikan tentang segala hal berkaitan dengan sampah dan 4R.

Di minggu kedua  kegiatan siswa difokuskan pada pembuatan poster,  display poster juga presentasi. Poster dibuat di kertas A3 dengan menggambar manual. 

Mendisplay poster, dokumentasi P. Fabi
Mendisplay poster, dokumentasi P. Fabi

Bagaimana hasilnya? Wow, siswa mempunyai kreatifitas yang luar biasa.  Hal tersebut bisa dilihat dari foto-foto karya yang ditampilkan di sini.

Proses penilaian, dokumentasi pribadi

Sesudah didisplay di hari Rabu,  siswa secara bergantian melakukan presentasi di aula di hari Kamis dan Bapak /Ibu guru melakukan penilaian dengan memberikan pertanyaan berkisar pada ide, proses dan tahapan pembuatan poster.

Penilaian dititik beratkan pada karakter siswa saat mengerjakan tugas, seperti keterlibatan dalam pembuatan poster,  aktif dan sopan dalam presentasi,  kesesuaian gambar desain poster dengan tema yang diangkat.

Secara umum siswa mengatakan projek kedua ini sangat menyenangkan.  Tidak masalah meski di projek satu dan projek dua mereka tergabung dalam kelompok yang berbeda. Dengan teman yang bagaimanapun mereka harus bisa bekerja sama dan saling mengisi.  Untuk itu diperlukan gotong royong,  kreativitas,  integritas dan berbagai karakter baik lainnya.

Sesudah penilaian, dokumentasi pribadi
Sesudah penilaian, dokumentasi pribadi
Sebagian dari penilai dan tim projek tema dua, dokumentasi P. Dian

Ya,  hal yang sangat sesuai dengan tujuan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu membentuk karakter pelajar Pancasila dengan cara belajar memecahkan masalah tentang isu yang dekat dengan kehidupan  siswa sehari-hari.

Salam edukasi:)

Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air, Memperkuat Ukhuwah dan Mengasah Jiwa Kepemimpinan Lewat Kegiatan LDK- BDI

Azan Ashar baru saja berkumandang.  Bergegas kami segera menunaikan sholat dan segera bersiap-siap. Ya, hari Jumat sore itu keluarga Badan Dakwah Islam(BDI) Bintaraloka akan mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang bertempat di Pondok Pesantren Darul Hikmah Al Hasani – Merjosari.

Rombongan berangkat dari Bintaraloka sekitar pukul empat sore.  Setelah briefing sebentar oleh Ibu Utin Kustianing dan Bapak Muhaimin di masjid Bintaraloka, siswa langsung naik mikrolet yang sudah siap di halaman sekolah. 

Ada sekitar lima puluh siswa yang mengikuti LDK tahun ini.  Kegiatan ini disambut dengan antusias,  karena sudah dua tahun kegiatan serupa tidak bisa dilaksanakan karena pandemi. Kegiatan berlangsung mulai Jumat sore hingga Sabtu pagi dengan pendamping Ibu Utien,  Pak Muhaimin,  Pak Faqih dan Pak Abid.

Berangkat ke Pondok Pesantren, dokumentasi pribadi

Sore itu siswa putra maupun putri tampak rapi dengan busana muslim mereka. Tas ransel besar berisi baju, segala perlengkapan pribadi dan perlengkapan sholat juga siap menemani.

Perjalanan menuju pondok berjalan lancar.  Meski jalan menuju pondok beberapa masih berbatu dan naik turun, semua itu tak mengurangi semangat siswa untuk siap mengikuti kegiatan LDK.

Sekitar pukul setengah lima kami tiba di Pondok Pesantren Darul Hikmah Al Hasani. Rombongan diarahkan menuju lantai dua. 
Lagu Hubbul Wathon Minal iman langsung kami nyanyikan bersama begitu semua duduk bersama. 

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon
Hubbul Wathon minal Iman
Wala Takun minal Hirman
Inhadlu Alal Wathon
Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon
Hubbul Wathon minal Iman
Wala Takun minal Hirman
Inhadlu Alal Wathon
Indonesia Biladi
Anta ‘Unwanul Fakhoma
Kullu May Ya’tika Yauma
Thomihay Yalqo Himama
Kullu May Ya’tika Yauma
Thomihay Yalqo Himama

Tiba di Pondok Darul Hikmah Al Hasani, dokumentasi pribadi

Rasa lelah karena berdesak-desakan dalam mikrolet atau jalanan yang naik turun langsung terlupakan karena sambutan pengurus pondok yang begitu hangat. 

Semua menyanyi dengan semangat. Ya,  salah satu tujuan dari LDK ini adalah menanamkan rasa cinta tanah air, selain juga meningkatkan ukhuwah, jiwa kepemimpinan, dan meningkatkan rasa cinta terhadap alam semesta.

Acara pembukaan dilaksanakan sekitar lima belas menit kemudian.  Bertindak selaku pembawa acara adalah Ibu Utin Kustianing,  S. PdI, dan acara berisikan sambutan dari  pengurus pondok, sekolah dan pembina BDI. 

Melalui acara tersebut sekolah mengucapkan terima kasih pada pengurus pondok yang telah berkenan menerima siswa guna belajar tentang banyak hal.  Baik tentang kehidupan di pondok pesantren maupun materi LDK.

Pembina BDI juga berpesan kepada siswa supaya mengikuti kegiatan dengan baik.  Berada di pondok tentunya banyak hal baru yang dipelajari,  utamanya kemandirian.

Bapak Muhaimin, pembina BDI

Pembukaan berakhir tatkala azan Maghrib berkumandang.  Semua segera mengambil air wudhu dan sholat Maghrib berjamaah.  Sesudahnya acara dilanjutkan dengan pemberian materi pada siswa.

Adapun materi-materi yang diberikan pada siswa dalam acara LDK ini adalah:

Ustadz Dedi Novianto, dokumentasi Bu Utien

1. Kajian kitab tentang Cinta Tanah Air untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme oleh ustadz Khofi,M.Pd (dari Pesantren)
2. Materi kepemimpinan “Memimpin Diri Sendiri untuk menjadi muslim/muslimah sejati (Ustadz Dedi Noviyanto, S.Pd.I, M.Pd.I)
3. Materi “Muhasabah diri” (ustadz Drs. Junaedi, M.Pd/ Pengawas PAI kemenag Kota Malang).

Kebersamaan dan ukhuwah demikian terasa. Tentu saja, siswa harus makan bersama, sholat bersama dan mengikuti kajian bersama.

Makan malam bersama, dokumentasi Nesya

Keesokan harinya sesudah sholat Subuh berjamaah, siswa mengikuti kegiatan istighotsah yang diadakan oleh pondok dan kuliah subuh oleh Pak Muhaimin S. Ag.

Sesudahnya tibalah pada acara yang sangat menyenangkan.  Siswa diajak melakukan kegiatan tadabur alam dengan pemandu dari pesantren.

Tadabur alam merupakan sarana pembelajaran untuk lebih mengenal Allah swt yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya.

Tadabur alam, dokumentasi Nesya
Game saat tadabur alam, dokumentasi Nesya
Game saat tadabur alam, dokumentasi Nesya

Tadabur alam akan membersihkan diri dan jiwa kita dari energi-energi negatif yang mungkin telah bersemayam di hati dan fikiran kita dan sebagai rasa syukur atas karunia Allah yang maha luas.

Dalam kegiatan ini siswa diajak berjalan menuju lokasi terbuka dan diajak melakukan berbagai game di sana. 

Melalui game ini diharapkan bisa menumbuhkan karakter baik dan jiwa kepemimpinan pada siswa selain juga menguatkan rasa syukur atas keindahan karunia alam yang dianugerahkan Allah swt.

Setelah tadabbur alam, semua kembali ke pondok untuk melakukan giat pagi dan sarapan pagi. 

Sekitar pukul 9 pagi acara dilanjutkan dengan pemilihan dan pelantikan pengurus BDI tahun 2022/2023.
Pelantikan dilakukan oleh Ibu Utien dan Bapak Muhaimin, S. Ag selaku pembina BDI SMP Negeri 3 Malang. 

Pelantikan pengurus baru, dokumentasi Bu Utin

Harapannya semoga pengurus baru yang terpilih bisa amanah dalam menjalankan semua tugas yang dibebankan dan senantiasa dalam lindungan Allah swt.

Setelah penutupan, acara diakhiri dan siswa maupun guru mulai meninggalkan PP Darul Hikmah Al Hasani. 

Pembina BDI SMP Negeri 3 dan Pengurus Pondok Darul Hikmah Al Hasani, dokumentasi pribadi

Semoga kegiatan yang tidak terlalu lama ini bisa memberikan kesan yang manis dalam diri siswa,  utamanya bisa menumbuhkan jiwa-jiwa yang haus akan ghirah Islamiyah untuk selanjutnya bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Konser Pagi di Jumat Aksi

Jumat pagi selalu dinanti. Itu yang terjadi di Bintaraloka. Ada Jumat sehat, jumat bersih, Jumat literasi dan Jumat Aksi.

Aha, jika di Jumat kemarin kami senam dan bergoyang bersama, Jumat ini kami nonton konser bersama.

Acara yang dipandu Mister Heri ini benar benar menguras perhatian. Sejak pukul tujuh siswa sudah duduk di lapangan volly untuk menunggu aksi yang akan dimunculkan. Apalagi sekarang saatnya kelas sembilan beraksi. Pastinya mereka akan berusaha tampil dengan aksi terbaik supaya tidak kalah cetar dengan adik-adiknya.

Bersama Mister Hery pembawa acara, dokumentasi Apple

Jika kelas delapan di aksinya banyak menunjukkan aksi olah raga dan seni, kelas sembilan banyak menampilkan seni, khususnya tari dan nyanyi.

Tampilan tari kreasi dari kelas 3.5.1 dan 3.5.6 membuat suasana Jumat begitu semarak. Kostum putih-putih ataupun selendang orange yang berkilau tertimpa sinar matahari membuat tampilan tari dan dance demikian cantiknya.

Dance, dokumentasi Buz
Tari kreasi, dokumentasi Apple

Selain tari tampilan lagu-lagu membuat suasana lapangan volly Bintaraloka tak ubahnya lapangan konser. Lihat saja, penonton melambaikan tangan dan ikut menyanyi bersama saat lagu yang dibawakan sangat mereka kenal.

Ada yang menampilkan lagu Celengan Rindu, Jadi Kekasihku Saja , Asal Kau Bahagia , Cinta Terbaik juga Pupus. Sangat kekinian.

Kolaborasi 9.6 dan 9.3, dokumentasi Apple
Jadi Kekasihku Saja, tampilan 2.3.1, dokumentasi Apple
Duet 9.5, dokumentasi Apple
Cinta Terbaik, dokumentasi Apple

Tiap kali reffrain lagu, sontak satu lapangan ikut menyanyi.. Hmm, benar-benar lagu yang sangat mengena di hati penontonnya.

Berbeda dengan kelas 7 dan 8, pada tampilan kelas 9 ada kolaborasi antar kelas. Seperti antara kelas 9.7 dan 9.8, juga antara 9.7 dan 9.3.

Di samping aksi kelas 9, ada juga tampilan yel dari kelas 7. Yel yang ditampilkan adalah yel 7.2 yang seminggu sebelumnya ditampilkan di Perayaan Projek Tema Aku Bijak Berinternet.

Yel 7.2, dokumentasi Buz

Kelas 7.2 membawakan yelnya dengan penuh semangat dan percaya diri sehingga mendapat applaus meriah dari para penonton.

Pukul delapan pagi acara Jumat Aksi ditutup dengan penampilan lagu Pupus. Tampilan yang manis, dan sempat membawa penontonnya kembali ikut bersenandung.

Pupus, dokumentasi Apple

Bel berbunyi.., saatnya masuk kelas dan mengikuti pelajaran kembali.
Bagaimana kisah Jumat Aksi berikutnya? Tunggu ceritanya ya…

Bintaraloka Oke… 🙂