Halal bi Halal di Sekolah, Menabur Empati Memperkokoh Silaturahmi

Setelah satu bulan kita melaksanakan puasa Ramadhan dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT, maka sudah selayaknya kita juga meminta maaf atas dosa kita pada sesama manusia agar kita benar-benar terlahir kembali sebagai manusia yang fitri.

Sebagai seorang manusia kita tak bisa lepas dari kesalahan. Ya, dalam berinteraksi dengan sesama selalu terjadi gesekan di antara kita.

Satu tradisi yang selalu dilakukan di bulan Syawal adalah halal bi halal. Tradisi dimana kita bersalam-salaman untuk saling memaafkan. 

Halal bihalal di sekolah, dokumentasi Bintaraloka

Istilah halal bi halal berawal pada sekitar tahun 1948 di mana Presiden Sukarno sangat prihatin atas pertikaian antar para pemimpin politik di Indonesia saat itu. Indonesia yang baru saja merdeka  terancam mengalami desintegrasi jika masalah tersebut tidak segera diatasi.

Atas usul ulama NU, K.H. Abdul Wahab Hasbullah maka pada tahun itu  diadakan pertemuan para pimpinan partai politik dengan memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk saling bermaaf-maafan dan menghalalkan segala dosa. 

Sumber gambar: radar96

Kegiatan tersebut dilaksanakan di istana negara dan diberi nama halal bihalal, dan untuk selanjutnya tradisi tersebut terus dilakukan dari tahun ke tahun sampai sekarang.

Hingga kini halal bihalal menjadi acara rutin lembaga-lembaga, kantor ataupun sekolah setiap habis libur Lebaran.

Seperti yang dilaksanakan sekolah kami hari ini, di hari pertama masuk sekolah siswa diajak berhalal bihalal di lapangan sekolah. 

Apel pagi sebelum halal bihalal, dokumentasi pribadi

Halal bi halal pagi ini dilaksanakan seluruh warga sekolah sesudah dilaksanakannya apel pagi. Semua bersalam-salaman untuk melebur segala dosa dan kesalahan. Ya, sekian lama berinteraksi pasti pernah terjadi perbuatan salah baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Sebagai perwujudan dari moderasi beragama di sekolah, halal bihalal diikuti oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya yang beragama Islam saja.  Bukankah agama mengajarkan bahwa selain memperhatikan hubungan kita dengan Allah kita juga harus berbuat baik pada sesama manusia?

Siap bersalam-salaman, dokumentasi pribadi

Halal bihalal adalah sarana untuk menanamkan empati pada diri kita semua.

Mengapa demikian? 

Saling memaafkan dalam kegiatan halal bi halal, memposisikan antara orang yang pernah disakiti dengan orang yang pernah menyakiti dalam derajat yang sama untuk mendapatkan kemuliaan dan pengampunan, sehingga dapat mencairkan kembali hubungan kasih sayang atau silaturahmi antara sesama manusia. 

Halal bihalal sesama siswa, dokumentasi pribadi

Meski hakekatnya memaafkan lebih mulia daripada meminta maaf, saling memaafkan sangat dianjurkan untuk menabur rasa empati dan memperkokoh silaturahmi di antara sesama manusia.

Kemeriahan halal bihalal bisa dilihat di reels berikut ini:

https://www.instagram.com/reel/C6D7SD9rSed/?igsh=ZXdjeHFsaXF

Halal bi Halal Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang

Ikan tengiri di dalam rantang, ketupat dibelah lalu dimakan

Hari raya Idul Fitri telah datang, segala kesalahan mohon dimaafkan 

(Pantun PJ Walikota Malang)

Jumat pagi ini tanggal 19 April 2024 Islamic Center dipadati oleh guru PAUD , SD dan SMP se kota Malang. Ya, bertepatan dengan bulan Syawal hari ke 10 ini Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mengadakan acara Halal bi Halal.

Tidak ada manusia yang sempurna. Antar sesama kita pasti pernah terjadi saling gesekan dan di hari baik ini saatnya kita saling memaafkan. 

Acara yang diikuti kurang lebih 5172 guru ini langsung dipandu oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang dan dihadiri oleh PJ Walikota Malang Bapak Wahyu Hidayat.

Acara dimeriahkan dengan hiburan berupa lagu- lagu yang dinyanyikan oleh bapak dan ibu guru, bahkan Bapak Kadinas dan PJ Walikota Malang.

Sesudah doa yang dipimpin oleh Bapak Samsul, acara ditutup dengan bersalam-salaman. 

Harapan semuanya ke depan kota Malang akan senantiasa ‘berselaras untuk terus naik kelas’. 

Akhirnya Selamat Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. 

Calon Pemimpin Tangguh itu Bernama Pramuka (Catatan dari Pelaksanaan Dianpinru)

Sekelompok anak terus bekerja bersama mendirikan tenda. Hujan yang tiba-tiba turun di sore itu tidak mengurangi semangat mereka. Mereka bekerja dengan riang gembira. Tak berapa lama beberapa tenda berwarna kuning mirip cendawan berjajar rapi di lapangan sekolah.

Ya, hari itu pelaksanaan Dianpinru penggalang akan dimulai.

***

Tenda sudah berdiri di tengah hujan, dokumentasi pribadi

Sejak dulu kegiatan Pramuka selalu menarik perhatian saya, baik saat sekolah maupun  sekarang. Mengapa? Selain pernah aktif di pramuka, saya melihat siswa yang aktif dalam pramuka mempunyai karakteristik yang khas. Biasanya siswa saya yang aktif di kegiatan ini anaknya cenderung periang, tahan banting dan supel pada teman maupun guru.

Sebelum apel, dokumentasi pribadi

Nah, suatu saat saya mendapat kesempatan untuk mengamati pelaksanaan kegiatan Dianpinru di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di akhir semester gasal, pada hari Jumat sore sampai dengan Sabtu keesokan harinya.

Dianpinru adalah akronim dari Geladian Pimpinan Regu. Kegiatan ini  memiliki tujuan untuk melatih agar para pemimpin regu menjadi  pemimpin yang cakap, karenanya peserta Dianpinru adalah Pramuka Inti atau Dewan Galang sekolah.

Ada banyak kegiatan yang diikuti peserta Dianpinru, baik berupa teori maupun praktik.

Melalui berbagai kegiatan tersebut di antaranya peserta belajar tentang cara  mengelola regu, termasuk belajar untuk mengenal karakter, sifat, dan sikap seseorang. 

Pelaksanaan apel, dokumentasi pribadi

Pelajaran yang sangat penting, karena dengan mengetahui karakter, maka seorang pemimpin akan lebih mudah memahami anak buahnya dalam satu regu. 

Selain mengenal karakter, para peserta Dianpinru juga mendapat berbagai materi tentang kecakapan, keterampilan, dan kemampuan dalam teknik kepramukaan. 

Semua kegiatan dikemas dengan menarik dan praktis agar peserta tidak merasa bosan. Ya,  tantangan agar gerakan Pramuka tetap disuka adalah kegiatan yang disajikan harus menarik dan menyenangkan. 

Pelaksanaan apel, dokumentasi pribadi

Tak lupa dalam kegiatan ini juga ditanamkan kesadaran akan tugas dan kewajiban peserta sebagai pemimpin regu.

Ada satu hal yang menjadi catatan saya dalam kegiatan Dianpinru ini. Semangat peserta begitu luar biasa. Mulai dari persiapan apel, pelaksanaan apel , pendirian tenda juga saat mereka mendapatkan berbagai materi.

Seperti yang diceritakan di atas, hujan deras tidak mengurangi semangat dan keceriaan peserta saat mendirikan tenda. Ya, seperti lagu yang selalu mereka nyanyikan bersama:  di sini senang, di sana senang  dimana-mana  hatiku senang.

Tetap ceria dalam segala suasana, dokumentasi pribadi

Akhirnya banyak hal yang bisa dipelajari dari pramuka. Salah satu di antaranya adalah  belajar untuk menjadi seorang pemimpin.

Bahwasanya selain memahami karakter anggota yang dipimpin, seorang pemimpin juga harus cakap, terampil,  penuh semangat juga tangguh dalam menghadapi berbagai macam tantangan. 

Salam Pramuka..:) 

Catatan : artikel ini menjadi Headline di Kompasiana

https://www.kompasiana.com/yuli91129/661a87b4c57afb551220f322/calon-pemimpin-tangguh-itu-bernama-pramuka?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Break the Limit, Raih Prestasi dengan Semangat Tinggi

Break the Limit! Sebuah kalimat yang tidak begitu panjang namun sarat makna. Makna yang berkaitan dengan motivasi untuk maju.

Break the Limit bisa diterjemahkan dengan ‘menembus batas’. Ya, betapa sebenarnya kita mempunyai banyak potensi namun kita sering memberi batasan- batasan yang tak perlu pada diri sendiri sehingga pada akhirnya potensi itu tidak bisa berkembang. 

Pertandingan bola volley, dokumentasi pribadi

Tak jarang kita bahkan tidak tahu potensi yang kita miliki. Mengapa? Kurang eksplor! Akibatnya kita merasa tidak ‘bersinar’ seperti orang lain.

Siap memberikan semangat, dokumentasi pribadi
Semangat classmeeting , dokumentasi pribadi

Break the Limit ! dijadikan jargon utama dalam event classmeeting semester gasal 2023 ini. Tentu harapannya agar semua siswa tanpa ragu terus berjuang untuk menunjukkan usaha terbaiknya guna meraih prestasi .

Siap classmeeting , dokumentasi pribadi
Sebagian dari supporter , dokumentasi pribadi
Sebagian dari supporter , dokumentasi pribadi

Diselenggarakan dalam waktu empat hari, yaitu tanggal 13, 14, 15 dan 18 Desember, classmeeting berjalan demikian seru. Banyak nomor pertandingan yang diadakan, mulai dari volly, basket, bulutangkis, kasti, futsal, hingga lompat tali.

Pertandingan volly, dokumentasi pribadi
Volly, dokumentasi pribadi
Badminton, dokumentasi pribadi
Lompat tali, dokumentasi pribadi
Kasti, dokumentasi pribadi

Dalam classmeeting setiap kelas wajib mengirimkan kontingennya. Tidak ada siswa yang tidak mendapat tugas. Paling tidak jika mereka tidak ikut pertandingan, tugas sebagai supporter atau official sudah menanti.

Semangat para supporter , dokumentasi pribadi
Supporter di tepi lapangan, dokumentasi pribadi
Supporter di arena basket, dokumentasi pribadi

Gempita sorak terdengar dimana-mana. Sorak kegembiraan atau mungkin juga kecewa muncul sebagai reaksi atas serunya jalannya pertandingan. Gembira jika tim yang dijagokan menang dan kecewa ketika tim yang dijagokan kalah.

Break the Limit! , dokumentasi pribadi

Namun segala kekecewaan itu tak berlangsung lama. Karena masih ada pertandingan lain yang bisa diikuti. Dalam pertandingan selalu ada kalah atau menang, dan semua punya peluang. 

Ya, pada prinsipnya terus fight! Tidak ada kata sedih atau kecewa yang berlama-lama. Break the Limit!, mari kejar prestasi dengan usaha dan semangat tiada henti. 

Salam Bintaraloka 😊

Melangitkan Doa Jelang Pelaksanaan PAS dan SAS Gasal 2023/2024

Pagi terasa demikian sejuk. Siswa putra dan putri duduk dalam barisan masing-masing di lapangan volley. 

Di pangkuan mereka Al Quran dibuka, sambil dibaca dengan lagu dan tajwid sesuai arahan bapak /ibu guru pengajar Agama Islam. 

Siswa mengikuti semua kegiatan dengan khusyuk. Mulai dari membaca Al Quran bersama, Asmaul Husna dan doa. Doa untuk orang tua, juga doa selamat dunia dan akhirat .

Arahan dari Ibu Utien, dokumentasi Vina

Ya, doa-doa terbaik dilangitkan untuk kebaikan dan kelancaran seluruh siswa utamanya dalam menempuh PAS dan SAS semester gasal tahun pelajaran 2023/2024.

Mengapa harus ada doa bersama? Menurut Ibu Utien ada banyak manfaat membaca Alquran dan berdoa bersama-sama. Di antara manfaat tersebut adalah:

Doa pagi, dokumentasi Vina

1. Untuk ketenangan hati. Pernahkah pembaca merasakan bahwa setelah kita membaca Al Qur’an hati menjadi lebih tenang? 

Benyak penelitian yang menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an memberikan banyak manfaat, dan  salah satunya untuk ketenangan jiwa. 

Al-Qur’an memberikan ketenangan jiwa bagi siapapun yang membacanya, karena sejatinya, ia menjadi jalan untuk mengingat Tuhannya.

Sebuah studi di Universitas Salford, Inggris mengatakan bahwa orang-orang yang membaca dan melantunkan Al-Qur’an menjadi lebih rileks dan tenang dibanding mereka yang membaca buku biasa.

Seperti yang disebutkan dalam Surah Ar-R’ad ayat28 yang artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Ar-R’ad; 28).

2. Fokus. Hati yang tenang akan membuat kita lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu. Jika kita fokus mengerjakan sesuatu, diharapkan hasil sesuai yang diharapkan akan bisa diperoleh.

Doa pagi, dokumentasi Vina

Satu kebaikan akan menyimpan mutiara kebaikan-kebaikan yang lain. Ada satu catatan yang diperoleh dari kegiatan doa bersama ini, yaitu tidak adanya siswa yang terlambat mengikuti PAS di sesi pagi.

Akhirnya semoga kegiatan serupa akan lebih sering dilakukan di SMP Negeri 3 Malang.

Doa bersama, membaca Al Quran ataupun Asmaul Husna adalah satu cara untuk menjadikan sekolah sebagai ladang kebaikan, sehingga keberkahan tetap terlimpah pada seluruh warga Bintaraloka 😊.