Konser Pagi Bintaraloka, Sebuah Cerita Tentang Jumat Aksi

Fotografer: Naufal

Luar biasa. Itu kesan yang bisa ditangkap ketika Jumat Aksi diselenggarakan hari Jumat 6 September 2024. 

Jumat aksi adalah salah satu dari kegiatan Jumat bertema di SMP Negeri 3 Malang. Ada berbagai macam Jumat bertema di SMP Negeri 3 Malang tiap hari Jumat seperti Jumat Sehat, Jumat Pokja, Jumat Bersih termasuk juga Jumat Aksi.

LDR by 9.7, dokumentasi pribadi
Tampilan kelas 9.3, dokumentasi pribadi

Sebagai pembuka kegiatan Jumat Aksi tahun pelajaran 2024/2025 adalah penampilan kelas 9. 

Luar biasa. Lapangan volley pagi itu seakan panggung konser dari para siswa kelas 9. 

Ada berbagai aksi yang ditampilkan, seperti akustik, band, juga duet. Tampilan vokal, gebukan drum, raungan gitar adalah semangat yang menghias ‘panggung ‘ Bintaraloka pagi itu.

Drummer kelas 9.3, dokumentasi pribadi
Vokalis 9.4, dokumentasi pribadi
Tampilan sang vokalis, dokumentasi pribadi

Penonton juga pemain tenggelam dalam euforia konser pagi. Berbagai lagu dinyanyikan. Semua tampak ceria dan penuh semangat. Hingga tak terasa jam setengah delapan sudah tiba dan pelajaran harus dimulai. 

Suksesnya konser pagi itu tidak lepas dari kerja keras sie acara juga tim sound system yang begitu solid.

Aksi para gitaris, dokumentasi pribadi
Alviano in action, dokumentasi pribadi

Setelah sedikit pengarahan dari Mister Hery, siswa segera menuju ke ruang kelas masing-masing. 

Petrichor Band, dokumentasi pribadi
Aksi akustik, dokumentasi pribadi

Dalam arahan pagi itu  Mister Heri mengungkap agar siswa Bintaraloka bisa menjadi siswa yang bertalenta, tidak hanya unggul di pelajaran namun juga talenta yang lain. 

Manusia di balik layar, tim sound system, dokumentasi pribadi

Ya, pada dasarnya manusia itu unik dan istimewa. Mereka dilahirkan dengan talentanya sendiri. Adalah tugas kita untuk mengeksplor dan mengembangkan talenta kita masing masing. 

Salam Bintaraloka 😃

Pramesti Suryaputri, Siswi Aktif yang Gemar Bereksplorasi

Pramesti Wikrama Cetta Suryaputri.

Nama yang panjang dan cukup unik ini pertama kali terdengar di telinga saya beberapa hari lalu, ketika tawaran untuk mewawancarai siswa berprestasi datang kembali. Ketika saya mulai melakukan research, saya cukup terkejut melihat segudang prestasi yang telah ia raih. Meskipun nama siswi yang akrab dipanggil Pramesti tersebut jarang terdengar di telinga orang awam, siswi SMP Negeri 3 Malang berusia 14 tahun ini telah meraih sejumlah penghargaan baik di lingkup kota Malang atau bahkan sampai provinsi Jawa Timur.

Mulai dari menyabet Poomsae Individual Cadet Putri Indonesia Super Fighting Taekwondo Championship yang diadakan pada bulan Desember tahun 2023 silam, juara 2 Poomsae grup 012 piala PJ Walikota Malang pada bulan Mei tahun ini, juara 1 F poomsae grup 87 Taekwondo Championship Jatim Reborn dua minggu kemudian, hingga yang terbaru, juara 1 F poomsae frup 055 kejuaraan taekwondo Jatim Open pada awal Agustus lalu, semua berhasil ia sabet, melejitkan namanya sebagai salah satu rising star di dunia taekwondo Jawa Timur.

Gambar 1. Pramesti ketika memenangkan kompetisi Taekwondo awal Agustus silam. Sumber: Dokumentasi Pribadi Pramesti.

Akan tetapi, prestasi Pramesti tidak hanya berhenti sampai di situ.

Di samping aktif di bidang taekwondo, ia juga kerap mengikuti perlombaan di bidang lainnya, seperti kala ia memenangkan kompetisi desain batik yang diadakan oleh DWP BMKG Jawa Timur pada tahun 2023 atau bahkan Olimpiade Pendidikan Agama Islam Tingkat Nasional yang berhasil Pramesti menangkan dua tahun silam. Selain itu, kini, ia juga masih aktif sebagai sekretaris 1 Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 3 Malang, menjadikan Pramesti sebagai salah satu atau bahkan mungkin siswi teraktif yang pernah saya temui sepanjang hidup saya.

Oleh karenanya, bertemu dengan Pramesti dan mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai siswi kelas 9 SMPN 3 Malang ini pada hari Jum’at silam (16/08) merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Segudang pertanyaan pun telah saya siapkan untuk menggali informasi terkait pribadi sang siswi.

Pewawancara (P): Pramesti adalah salah satu siswi paling serba bisa yang pernah saya temui. Taekwondo bisa, desain batik jago, bahkan akademis pun juga disabet. Pertanyaan pertama saya, dulu waktu Pramesti masih kecil, apa bidang yang paling ditekuni?

Pramesti (Pr): Saya pertama kali menekuni justru di bidang melukis, Kak.

P: Melukis?!

Pr: Iya, Kak. Karena dulu waktu masih kecil saya sering diberikan crayon dan kertas, jadi saya banyak menghabiskan waktu dengan mencorat-coret. Dan karena pengaruh kakak sepupu saya yang gemar melukis menggunakan media cat semprot, saya jadi merasa menggambar itu seru, bahkan hingga saat ini, hobi tersebut masih terbawa dalam diri saya.

Gambar 2. Pramesti dan desain batik karyanya, dokumentasi pribadi Pramesti

Hanya dari pertanyaan pertama, Pramesti berhasil membuat saya tercengang. Dari sederet prestasi yang ia dapat, jujur, saya membayangkan Pramesti menghabiskan masa kecilnya langsung di dunia taekwondo. Hal ini membuka mata saya bahwa siswi di depan saya kali ini adalah siswi multitalenta. Oleh karenanya, didorong rasa penasaran, saya menanyakan bakat apa lagi yang masih terpendam dalam diri Pramesti yang tidak banyak orang tahu.

Pr: Saya juga bermain piano dan gitar, kak.

P: Lalu, prestasi yang didapat mulai kecil hingga kini?

Pr: Justru Fashion show, Kak. Pertama waktu TK, kemudian mewakili sekolah dalam lomba desain dan model. Saya juga bermain piano solo dalam ajang FLS2N, dan saya juga sempat mengikuti kelas renang, dan ketika saya masuk SMPN 3 Malang ini, saya tergabung dalam ekstrakurikuler Olimpiade IPA, dan yang terbaru, saya juga sedang sibuk sebagai sekretaris 1 OSIS SMPN 3 Malang.

Dari semua daftar kegiatan yang ia ikuti, tentu ada satu potongan kecil yang hilang, yakni taekwondo.

P: Lalu, sejak kapan Pramesti mulai menekuni taekwondo?

Pr: Saya terjun di bidang taekwondo sejak kelas 8 SMP, Kak.

Gambar 3. Aksi Pramesti ketika berlaga di ajang Taekwondo. Sumber: Dokumentasi pribadi Pramesti

Dua tahun. Hanya dalam waktu dua tahun, Pramesti berhasil menyabet berbagai penghargaan bergengsi taekwondo di Tingkat kota Malang maupun provinsi Jawa Timur. Selain talenta, semua prestasi ini juga merupakan cerminan dari kerja keras yang ia jalani tiap hari.

P: Lantas dengan kegiatan sepadat itu, bagaimana cara Pramesti menyeimbangkannya dengan kewajiban di sekolah?

Pr: Untungnya, saya tidak pernah mengalami kesulitan dalam studi saya. Meskipun terkadang, karena waktu Latihan taekwondo jatuh pada malam hari, saya harus mengerjakan tugas dan mencicil belajar ketika waktu istirahat di sekolah, saya tidak merasa terlalu terbebani.

Mungkin bagi Pramesti, hal yang ia katakan bukanlah sebuah beban, akan tetapi bagi saya yang menjadi pendengar, saya dapat membayangkan seberapa melelahkan semua kegiatan yang ia tekuni. Mungkin, inilah yang sering disebut dalam berbagai cerita epos, bahwa untuk mendaki ke puncak, selalu dibutuhkan pengorbanan besar dalam perjalanannya.

P: Lantas, dengan kegiatan sebanyak itu, apa yang sebenarnya Pramesti ingin capai?

Pr: Karena saya tahu, setiap bertambah umur, bertambah dewasa pikiran, maka berubah pulla lah cita-cita tiap orang. Karena itu saya merasa saya membutuhkan banyak recana, untuk jikalau saya gagal di satu rencana, saya masih mempunyai opsi yang lain untuk menyiapkan masa depan saya. Boleh dibilang, saat ini, saya masih dalam masa eksplorasi, Kak.

Eksplorasi. Mungkin itulah kata kuncinya mengapa Pramesti masih bersemangat mengikuti berbagai kegiatan. Cara berpikir yang logis, tentu, tapi tak banyak dapat ditemui di kalangan remaja saat ini.

P: Lalu, apa yang sekarang Pramesti sedang fokuskan?

Pr: Mungkin saat ini, saya sedang terpaku di bidang olimpiade IPA, taekwondo, dan menggambar.

P: Bagaimana dengan rencana tahun ini?

Pr: Untuk bidang olimpiade, saya sempat melihat informasi yang beredar terkait kompetisi yang diadakan platform Ruang Guru, dan saya cukup tertarik untuk mengikutinya. Sedangkan untuk taekwondo, saat  ini, saya sedang menunggu turunnya informasi terkait kompetisi internasional yang diadakan di negara Korea Selatan dan mungkin saya akan mengikuti beberapa kompetisi antar pelajar juga.

Target yang tinggi telah dipatok oleh pramesti untuk dirinya sendiri. Tak akan mudah memang. Akan tetapi, saya dapat melihat keyakinan pada raut wajah Pramesti.

P: Mungkin ini akan jadi pertanyaan terakhir hari ini.Tadi, Pramesti menyinggung cita-cita yang akan berubah seiring bertambah usia. Lantas, apa cita-cita Pramesti saat ini?

Pr: Antara ingin menjadi dokter militer atau bekerja di Lembaga BMKG, karena orang tua saya bekerja di sana.

Sekali lagi, cita-cita yang tinggi dipatok oleh Pramesti terhadap dirinya sendiri. Jujur, ini adalah pertama kalinya saya bertemu dengan siswi SMP yang telah mengetahui apa yang diinginkannya sejak remaja dan telah berusaha keras sejak dini. Akan tetapi, rasa khawatir tentu tak bisa luput, mengingat pada akhirnya, ia hanyalah seorang pelajar biasa.

P: Apakah Pramesti pernah mengalami burn out? Tiba-tiba berpikir, kenapa sih Pramesti harus seaktif ini? Lalu, apa yang Pramesti lakukan untuk mengatasinya?

Pr: Tentu pernah, ya Kak. Biasanya, kalua masih di tahap bosan, mungkin keluar jalan-jalan sebentar atau main game bisa jadi solusi. Kemudian, saya juga sering cerita kepada orang tua saya dan meminta nasihat kepada mereka, dan syukurlah, mereka selalu mendukung saya dalam setiap kegiatan yang saya lakukan.

Mungkin di situlah semua kekuatan dalam diri Pramesti berasal. Tidak bermaksud mengerdilkan semua jerih payah yang telah ia lakukan, akan tetapi, keberadaan orang tua yang selalu mendukung dari belakang dapat dikatakan sebagai alasan terkuat kenapa Pramesti dapat terus melangkah ke depan.

Selain berbicara tentang kegiatannya, kami juga membicarakan banyak hal, terkait hobi, sekolah, dan terkait teman-teman sekitarnya. Dari percakapan tersebut, saya semakin yakin terhadap impresi pertama saya, bahwa Pramesti adalah seorang eksplorator sejati, dan masa depan yang luas akan selalu terbentang di hadapannya, buah dari investasi yang telah ia tanam sejak kini.

Penulis : Achmad Zulfikar

Editor : Yuli Anita

Ciptakan Lingkungan Bersih, Hijau Lestari Melalui Kegiatan Pokja Adiwiyata

Sekelompok siswa tampak berkegiatan di area masjid. Mereka membersihkan bagian dalam juga sekitar masjid. 

Pokja Bank Sampah, dokumentasi pribadi

Demikian juga siswa di area yang lain, mereka tak mau kalah. Ada yang bersih-bersih, ada pula yang menyimak pengarahan dari koordinator pokja.

Pokja 3T, dokumentasi pribadi

Bintaraloka benar-benar sibuk pagi itu. Di setiap sudut sekolah semua bergerak. Di lantai bawah maupun atas. Tidak ada yang diam berpangku tangan.

***

Pokja Kolam dan IPAL, dokumentasi pribadi

Di atas adalah gambaran kegiatan pokja Adiwiyata yang telah dilakukan di sekolah pada hari Jumat (23/8) pagi dan siang hari.

Mengapa kegiatan ini dilaksanakan?

Delapan jam dalam satu hari, kita menghabiskan waktu di sekolah. Ya, hampir sepertiga hari-hari kita, kita gunakan untuk melakukan berbagai kegiatan di sekolah. 

Belajar, beribadah, bermain ataupun melakukan aktivitas yang lain. Sekolah bagaikan rumah kedua bagi kita. Karenanya kebersihan dan kenyamanan sekolah berperan penting untuk menjadikan kita krasan atau tidak di dalamnya.

Pembersihan taman, dokumentasi pribadi

Dalam rangka mewujudkan sekolah yang bersih, hijau sehat dan nyaman, Bintaraloka kembali menggiatkan pelaksanaan pokja- pokja Adiwiyata.

Pokja kompos, dokumentasi pribadi

Kegiatan yang sempat vakum ini digalakkan kembali dengan dipandu oleh Koordinator Adiwiyata Ibu Novi, S.Pd.

Koordinator Adiwiyata, dokumentasi pribadi

Ada 16 pokja (kelompok kerja) di SMP Negeri 3 Malang saat ini yaitu pokja pengelolaan sampah dan bank sampah, pokja daur ulang, pokja UKS, pokja hidroponik, pokja 3T (tanaman anggrek, tanaman hias dan tanaman keras), pokja biopori, pokja dokumentasi, pokja perpustakaan dan taman belajar, pokja sanitasi dan IPAL, pokja masjid, pokja kompos dan pupuk cair, pokja kantin, pokja energi dan inovasi, pokja kolam dan aquaponik dan pokja budidaya jamur.

Pokja sanitasi, dokumentasi pribadi
Pokja kantin , dokumentasi pribadi

Deskripsi kegiatan masing-masing pokja sudah dijabarkan dalam SK dan digunakan sebagai bahan koordinator dalam pengarahan pada siswa yang tergabung dalam masing-masing pokja.

Pokja TOGA, dokumentasi pribadi

Kegiatan hari ini diawali dengan koordinasi masing-masing pokja pada pagi hari dan aksi pokja yang diinclude kan dengan pelaksanaan projek P5 pada jam ke 5 dan 6. 

Pokja inovasi dan teknologi , dokumentasi pribadi
Pokja daur ulang, dokumentasi pribadi

Harapannya semoga kegiatan ini bisa menjadikan Bintaraloka lingkungan yang bersih, sehat, hijau lestari dan penuh inovasi.

Jalan jalan ke kota Jakarta, paling enak perginya bareng teman

Dengan berbagai kegiatan pokja, ayo ciptakan sekolah yang indah dan nyaman.

Salam Bintaraloka 

Serunya Berbagai Lomba dan Jalan Sehat Perayaan HUT RI ke 79

Kontributor foto : Naufal, Ruth

Dua hari jelang upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 79 adalah hari yang begitu sibuk di Bintaraloka. Betapa tidak? Pada hari-hari tersebut telah dilaksanakan lomba siswa, lomba guru, jalan sehat, sarapan sehat bersama. 

Balap karung, dokumentasi Bintaraloka
Balap karung, dokumentasi Bintaraloka

Pada tanggal 15 Agustus 2024 semua warga Bintaraloka merayakan ceria kemerdekaan dengan berbagai macam lomba. Bukan hanya antar siswa, guru juga tidak mau ketinggalan.

Lomba balap bola pingpong, dokumentasi Bintaraloka
Guru pendamping, dokumentasi pribadi
Peserta lomba, dokumentasi pribadi
Lomba memasukkan paku dalam botol, dokumentasi pribadi

Ya, lomba yang merupakan wujud kegembiraan karena nikmat kemerdekaan yang telah kita peroleh ini mendapatkan animo yang besar dari seluruh siswa.

Tarik tambang, dokumentasi Bintaraloka

Ada lomba balap bakiak, balap karung, makan kerupuk, memasukkan paku dalam botol, estafet sarung, mengoper bola pingpong dan banyak lagi.

Estafet sarung, dokumentasi Bintaraloka
Tarik tambang, dokumentasi Bintaraloka
Supporter lomba, dokumentasi pribadi

Gempita sorak sorai , dan tawa ada di mana-mana. Di mana ada teriakan kegembiraan karena regu yang dijagokan menang, pasti ada yang kecewa karena kalah. Tapi itu biasa, kemenangan di satu sisi pasti diikuti dengan kekalahan pada sisi yang lain.

Tarik tambang, dokumentasi Bintaraloka
Tarik tambang, dokumentasi Bintaraloka

Selama berjalannya lomba, semua HP diletakkan di kotak dan disimpan di meja wali kelas, ja semua siswa fokus pada lomba yang berlangsung di lapangan volley, kelas , juga aula.

Lomba kebersihan , dokumentasi pribadi

Sementara para peserta lomba bertanding di lapangan ataupun aula, pembenahan terhadap kelas terus berjalan karena terhadap kebersihan dan kerapian kelas juga akan dilakukan penilaian.

Balap bakiak, dokumentasi Bintaraloka
Balap Bakiak, dokumentasi Bintaraloka

Berbagai macam lomba diadakan hingga pukul setengah tiga dan keesokan harinya acara dilanjutkan dengan jalan sehat bersama.

Panitia dari OSIS, dokumentasi Bintaraloka

Dalam jalan sehat pagi itu semua mengenakan dresscode merah putih dan membawa bendera kecil. 

Siap berangkat jalan sehat, dokumentasi pribadi
Siap berangkat jalan sehat, dokumentasi pribadi

Jalan sehat dilaksanakan pada pukul tujuh dengan rute sekitar SMP Negeri 3 Malang, yaitu Jl Dr Cipto, Jl Kartini, Jl.Pattimura, Pasar Klojen dan kembali ke SMP Negeri 3.

Peserta jalan sehat, dokumentasi pribadi

Sepanjang jalan siswa melambai lambaikan bendera merah putih kecil dan beberapa menyanyikan lagu-lagu nasional. 

Pengecekan peluit, dokumentasi pribadi
Siap berangkat jalan sehat , dokumentasi pribadi

Kembali ke sekolah, acara dilanjutkan dengan sarapan sehat bersama dengan menu ikan, dan pembagian zat besi. Acara ini merupakan pelaksanaan Aksi Bergizi yang juga merupakan salah satu pilar NGTS yaitu sarapan sehat.

Sarapan bersama , dokumentasi pribadi

Dua hari yang sangat menyenangkan. Bukan sekedar lomba. Lewat berbagai kegiatan yang diadakan, siswa belajar banyak tentang berbagai karakter baik,  seperti bersungguh-sungguh, setia kawan, disiplin juga gotong royong.

Semoga bermanfaat dan….Merdeka!

Gempita Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 79 di Bumi Bintaraloka

Keren. Sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 79 di  Bumi Bintaraloka.

Acara yang penyelenggaraannya dihandle oleh kesiswaan ini berjalan begitu khidmat. Kehadiran Paskibra Kradika dengan formasi 79 nya benar-benar mengagumkan. 

Pengibaran Bendera, dokumentasi Chiara

Kesungguhan aksi Paskibra Kradika  membuat haru dan bangga yang melihatnya. Tampilan ansamble , angklung dan keroncong juga begitu cantik, membuat suasana terasa gembira namun tetap khidmat.

Paskibra Kradika, dokumentasi pribadi

Upacara pagi ini dimulai pukul 06.45 dengan pembina upacara Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang dan Komandan upacara Atha dari kelas sembilan.

Ibu Kepala sekolah sebagai pembina, dokumentasi Chiara

Menurut catatan penulis ada sedikit yang berbeda dari upacara kali ini yaitu pada pembacaan naskah proklamasi juga proses pengibaran Sang Merah Putih.

Pada proses pengibaran bendera, jika upacara di tahun sebelumnya langsung dikibarkan oleh pasukan, kini harus diserahkan dulu oleh pembina upacara pada pasukan pengibar bendera, baru dilaksanakan pengibaran.

Ansamble, dokumentasi Chiara

Jika pada tahun- tahun sebelumnya pembacaan naskah proklamasi dilakukan oleh petugas upacara, sekarang langsung dibacakan pembina upacara. 

Dalam sambutan pagi ini pembina upacara membacakan sambutan dari Bapak PJ Walikota Malang. Salam sambutan tersebut disampaikan tentang perlunya kita bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah kita peroleh. Adalah tugas siswa mengisi kemerdekaan ini dengan belajar dan terus belajar.

Vigil Kristologous, dokumentasi Bintaraloka

Disampaikan pula ada tiga agenda penting yang kita laksanakan saat ini yaitu perpindahan ibukota negara dari Jakarta ke IKN, pergantian kepemimpinan dan persiapan Indonesia Emas tahun 2045. Karenanya penting bagi kita untuk menguatkan sinergi agar proses ketiganya berjalan dengan lancar.

Di akhir upacara semua peserta menyanyikan lagu Hari Merdeka, Syukur dan Berkibarlah Benderaku dengan iringan ansamble dan angklung yang dikomandani Bapak Vigil Kristologous.

Menyanyikan lagu-lagu nasional, dokumentasi Bintaraloka

Setelah upacara acara dilanjutkan dengan pengambilan foto dan pembuatan video  bersama di lapangan. Lagu- lagu kembali dikumandangkan, termasuk juga keroncong. 

Pagi yang luar biasa. 

Lagu keroncong, dokumentasi pribadi
Aksi angklung, dokumentasi pribadi
Lagu dari siswa, dokumentasi pribadi

Akhirnya Dirgahayu negeri tercinta Nusantara. Semoga ke depan Nusantara semakin berjaya seperti tema HUT Kemerdekaan tahun ini yaitu Nusantara Baru Indonesia Maju.

Salam Merdeka…!