Cintai Budaya Indonesia Bersama Indahnya Harmoni Nusantara

Selasa pagi (25/02) adalah hari yang begitu istimewa. Meski langit mendung dan sesekali gerimis muncul, hal tersebut tidak mengurangi semangat siswa untuk datang ke sekolah lebih pagi daripada biasanya. Ya, hari itu akan dilaksanakan perayaan P5 yang akan melibatkan seluruh siswa dari kelas 7, 8 dan 9.

Penampilan siswa yang menyanyikan lagu dari Jawa Timur, dokumentasi pribadi

Perayaan Projek kali ini bertajuk Harmoni Nusantara. Perayaan dilaksanakan setelah semua siswa melaksanakan kegiatan projek sesuai tema masing masing.

Dalam semester genap ini tema yang diusung masing masing jenjang benar-benar bernuansa budaya. Kelas 7 mengambil tema Harmoni Nusantara, kelas 8 Batik Topeng Malangan Karya Cipta Bintaraloka sedangkan kelas sembilan bertema Membangun Seniman Muda Topeng Malangan.

Batik yang dipamerkan , dokumentasi pribadi
Topeng karya siswa, dokumentasi pribadi
Alat pembuat batik cap karya siswa, dokumentasi pribadi

Acara perayaan dibuka oleh Bapak Teguh Edy Purwanta, kepala SMP Negeri 3 Malang dan dihadiri oleh ketua komite dan perwakilan pengurus paguyuban. 

Bapak Kepala Sekolah dan para undangan, dokumentasi Bintaraloka

Dalam acara tersebut juga hadir  komite SMP Negeri 21 yang  sedang  melaksanakan studi banding ke komite SMP Negeri 3 Malang.

Aksi panggung siswa berupa lagu dan tari daerah Nusantara (kelas 7), juga parade batik dan topeng (kelas 8 dan 9) benar benar memukau.

MC Pak Ardillah dan Ibu Happy, dokumentasi Bintaraloka

Dengan MC Bapak Ardillah dan Ibu Happy, acara demi acara berjalan dengan lancar. Sesekali MC memberikan pertanyaan pertanyaan yang disambut dengan antusias oleh anak anak.

Parade batik siswa kelas 8, dokumentasi Bintaraloka
Parade Batik Topeng Malangan Karya Cipta Bintaraloka, dokumentasi Bintaraloka

Penampilan anak anak demikian memukau. Kerja keras mereka selama berminggu minggu tampak dalam harmoni lagu yang ditampilkan serta keindahan karya cipta batik maupun topeng yang diparadekan.

Lagu dan tari yang dibawakan oleh kelas tujuh tampak demikian selaras dengan baju adat yang mereka kenakan. Indah berwarna warni, seperti warna- warni budaya Nusantara kita tercinta.

Siswa dengan kostum dari Betawi, dokumentasi Ahfi
Cublak cublak suweng, dokumentasi pribadi

Demikian pula dengan batik topeng Malangan  karya cipta Bintaraloka tampak demikian cantik dan anggun dikenakan oleh para pemakainya.

Parade topeng Malangan, dokumentasi Bintaraloka

Topeng Malangan hasil karya cipta kelas sembilan pun tak kalah indah. Selain diparadekan, topeng tersebut juga dipasang di depan lobby SMP Negeri 3 Malang.

Parade topeng Malangan, dokumentasi Bintaraloka
Parade topeng Malangan, dokumentasi Bintaraloka

Sesudah parade topeng, penonton dihibur dengan tari topeng yang dibawakan oleh Aprilia, Tiffany dan Aurora. Baju yang menyala, gerakan yang demikian lugas namun tetap luwes membuat penampilan ketiganya demikian memikat.

Tari topeng, dokumentasi Aminullah

Acara hari itu juga dimeriahkan dengan menyanyikan lagu- lagu medley dengan iringan gitar dan sape artis SMP 3 Malang yaitu Bapak Vigil dan tim keroncong.

Pak Vigil dengan alat musik sape, dokumentasi Bintaraloka

Di akhir acara semua siswa dan guru melakukan senam pelajar Pancasila bersama- sama dengan dipandu Bapak Ardillah.

Sebagai catatan, dalam kegiatan ini bapak dan ibu fasilitator tetap melakukan penilaian terhadap aksi anak anak.

Fasilitator P5, dokumentasi pribadi
Fasilitator P5, dokumentasi pribadi

“Seru,” kata Elmo kelas 7.5, ketika ia diminta mengajukan kesannya tentang perayaan kali ini.

“Perayaan kali ini begitu meriah karena semua kelas terlibat di dalamnya,” ungkap Kamila (9.1) dan Dini (9.3)

Sungguh sebuah hari yang sangat mengesankan. Pagi itu, karya, gembira dan sukacita berpadu dalam indahnya budaya dan harmoni Nusantara.

Salam Bintaraloka

Giat Kemah Pramuka Blok, Latih Mental Kepramukaan pada Siswa Bintaraloka

Pada hari Jumat (21/02) telah dilaksanakan kegiatan Perjusa ( Perkemahan Jumat Sabtu) sebagai pelaksanaan  Pramuka  sistem  Blok di Bumi Pusdiklatcab Wita Raga Kota Malang. 

Perkemahan pramuka dengan sistem blok ini dilakukan untuk memenuhi jam pengganti ekstrakurikuler pramuka bagi kelas sembilan. Menurut Permendikbud nomor 63 tahun 2014, peserta didik wajib mengikuti kegiatan Pramuka dengan jumlah 36 jam dalam satu tahun.

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas sembilan ini  ini dilaksanakan mulai pukul 13.00 hari Jumat hingga sekitar pukul 14.00 keesokan harinya dengan didampingi oleh Bapak/Ibu Guru, dan dewan Galang sebagai panitia.

Menyanyikan lagu Hymne Pramuka dalam apel pembukaan, dokumentasi Naufal

Karena hujan turun tak henti-henti, apel pembukaan dilaksanakan di dalam aula dengan pembina apel Kak Herianto.

Dalam sambutannya Kak Herianto berpesan agar siswa melaksanakan kegiatan ini dengan gembira. Kegiatan Perkemahan Pramuka blok kali ini sangat bermanfaat untuk melatih mental, kerjasama juga disiplin para pesertanya sesuai isi Dasa Dharma Pramuka.

Sesudah pembukaan yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta, acara dilanjutkan dengan pengarahan dan pemberian materi oleh Kak Mubin. 

Pengalungan tanda peserta, dokumentasi Naufal
Suasana pemberian materi, dokumentasi pribadi
Kak Mubin, dokumentasi pribadi

Sesudah break sejenak untuk sholat Ashar, pendirian tenda dimulai. Meski medan terasa agak berat karena hujan, dengan semangat tinggi tenda-tenda pun berdiri memenuhi lapangan Pusdiklat di sore hari itu.

Mendirikan tenda, dokumentasi pribadi
Pendirian tenda, dokumentasi Naufal
Semangat walau hari hujan, dokumentasi Naufal

Berbagai lomba diikuti siswa dalam kegiatan dua hari itu, seperti paduan suara, lomba cerdas cermat, halang rintang, mini pionering, bivak juga morse.

Giat malam hari, dokumentasi Bintaraloka

Yang menarik, di pagi hari sebelum lomba memasak siswa harus belanja di pasar tradisional terdekat yaitu pasar Madyopuro. Aha, benar-benar Pramuka mengajak siswa untuk kembali mencintai dan mengenal pasar tradisional kita.

Berbelanja di pasar tradisional , dokumentasi Bu Utin

Dalam kegiatan tersebut Bapak Teguh, Kepala SMP Negeri 3 Malang juga mengunjungi anak-anak. Beliau berharap agar kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi semua peserta. Tak lupa Pak Teguh mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Kunjungan Bapak Kepala Sekolah saat lomba masak , dokumentasi Bintaraloka

Acara kemah blok ditutup dengan apel dan pengumuman juara masing masing lomba.

Salut setinggi tingginya pada panitia yang diketuai Pak Fabi, juga pendamping yang sejak jauh hari sudah melakukan berbagai persiapan sehingga acara berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.

Sebagian pendamping, dokumentasi Hertika

Harapannya semoga dari kegiatan ini terbentuk mental mental tangguh dari para pemuda harapan bangsa untuk kemajuan Indonesia kita tercinta.

Salam Pramuka…

Semangat Ujian Praktik di Bumi Bintaraloka

Bintaraloka benar-benar berbeda kali ini. Di depan kelas 9.1 anak-anak berkumpul dengan kelompoknya. Mereka tampak membaca lembaran leaflet dan berlatih mempresentasikannya.

Beberapa anak yang lain menyanyikan lagu bersama-sama. Gugur Bunga, Tanah Airku, Rayuan Pulau Kelapa satu demi satu disenandungkan.

Siap di depan ruang ujian, dokumentasi pribadi

Harapannya nanti di dalam ruang ujian mereka bisa membawakan lagu dengan baik. Ya, sesudah presentasi Topeng Malangan mereka harus menyanyikan satu buah lagi Nasional.

Sementara itu di tempat lain siswa  membawa booklet Topeng Malangan, dan siap menerangkan isi booklet tersebut.

Persiapan ujian PKN, dokumentasi pribadi
Persiapan menyanyi lagu nasional, dokumentasi pribadi

Di depan kelas 9.5 siswa siap menerangkan laporan hasil observasi mereka saat proses pembuatan Topeng Malangan yang sudah dilaksanakan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Persiapan presentasi , dokumentasi pribadi

Di atas adalah gambaran sekilas tentang pelaksanaan ujian praktik kelas sembilan yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 10 Februari kemarin.

Ujian praktik kali ini diikuti oleh sekitar 270 siswa yang tersebar dalam sembilan kelas.

Secara umum tujuan dari pelaksanaan ujian praktik adalah mengukur mutu dan pencapaian hasil belajar psikomotor, kecakapan dan keterampilan peserta didik pada akhir jenjang satuan pendidikan pada mata pelajaran yang telah ditentukan

Ujian praktik di SMP Negeri 3 Malang  dilakukan di seluruh pelajaran dengan durasi waktu 120 menit tiap mapel.

Ada yang menarik dari ujian praktik kali ini yaitu adanya kolaborasi beberapa mata pelajaran  dengan P5 yang mengambil tema Topeng Malangan. 

Mapel yang berkolaborasi adalah PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, IPS, Prakarya, dan Informatika. 

Empat mapel lainnya yaitu matematika, IPA, PJOK dan Agama mengusung tema sendiri.

Apa materi ujian dari masing masing mapel?

Mapel matematika mengambil tema bangun ruang dan statistika. Materi bangun ruang dikerjakan secara berkelompok, sedangkan statistika secara individu.

Uprak matematika , dokumentasi pribadi
Uprak Matematika, dokumentasi pribadi

Untuk mapel IPA materi ujiannya adalah uji asam basa dan getaran bandul ayun.

Uprak IPA, dokumentasi mister

PJOK mengujikan materi basket dan volley, sedangkan agama mengujikan sholat jenazah dan tajwid (agama Islam).

Uprak olah raga , dokumentasi pribadi
Uprak PAI, dokumentasi B.Utin
Uprak PAI, dokumentasi Utin

Bagaimana dengan mapel yang berkolaborasi dengan P5?

Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila siswa kelas sembilan sekarang sedang mengambil tema Membangun Seniman Muda Topeng Malangan. 

Dalam projek tersebut siswa diajak belajar tentang sejarah dan filosofi topeng Malangan sekaligus membuatnya.

Siswa karya topeng Malangan mereka, dokumentasi pribadi

Sudah hampir 1,5 bulan siswa berkutat dengan topeng Malangan, tentunya banyak pengetahuan juga pengalaman yang mereka dapatkan. Segala pengetahuan dan pengalaman tersebut yang akan dipakai sebagai bahan ujian praktik beberapa mapel tahun ini.

Untuk mapel PPKN siswa diminta untuk membuat pamflet dengan isi cara-cara melestarikan budaya Topeng Malangan. 

Uprak PKN, dokumentasi pribadi Yuliana

Tugas untuk mapel  Bahasa Indonesia , siswa diminta  membuat teks laporan tentang pembuatan Topeng Malangan. Laporan ditulis tangan, bukan diketik. Laporan dibuat dari hasil pengalaman mereka membuat topeng Malangan dalam P5 di minggu-minggu  sebelumnya.

Uprak Bahasa Jawa, dokumentasi Anna R

Mapel Bahasa Jawa meminta siswa membuat video tentang karakter dari Topeng Malangan. Ya, dalam Topeng Malangan bisa dijumpai karakter baik (karakter becik) dan karakter jahat (karakter olo). Dalam video siswa menjelaskan berbagai karakter tersebut dalam bahasa Jawa.

Uprak Bahasa Inggris , dokumentasi Buz

Tugas dari mapel Bahasa Inggris adalah membuat teks deskripsi, prosedur, dan dialog tentang Topeng Malangan dan cara membuat nya. 

Tugas dari mapel IPS adalah meminta siswa membuat booklet yang isinya sejarah dan filosofi dari tokoh Topeng Malangan.

Pamflet topeng Malangan karya siswa, dokumentasi pribadi

Mapel prakarya meminta siswa menjelaskan cara membuat Topeng Malangan, sedangkan mapel  Informatika meminta siswa  membuat video vlog berkelompok tentang perjalanan pembuatan Topeng Malangan.

Uprak TIK, dokumentasi pribadi

Sekilas tugas-tugas tersebut tampak berat, tapi jika siswa bisa mengatur waktu semua bisa terselesaikan karena proses pembuatan sudah dilakukan sejak seminggu sebelum ujian praktik dilaksanakan, include dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Uprak IPS, dokumentasi Bintaraloka

Penggunaan Topeng Malangan untuk materi ujian praktik dari berbagai mapel ini adalah sebagai wujud nyata dari pelaksanaan theme based learning di tingkat SMP.

Akhirnya selamat menjalankan ujian praktik bagi anak-anak kelas sembilan, semoga semua diberikan kemudahan dan kelancaran.

Selamat Bertugas di Tempat yang Baru Pak Zainal Aksan

Semua terus berubah, ada yang datang, ada yang pergi. Karena begitulah dunia. Seperti kata Heraclitus, “Tidak ada yang tidak berubah, selain perubahan itu sendiri.” 

Pada hari Selasa (04/01) kembali dilaksanakan perpisahan dengan salah satu guru SMP Negeri 3 Malang di ruang guru.

Kali ini Bapak Aksan akan meninggalkan SMP Negeri 3 Malang untuk selanjutnya melaksanakan tugas baru sebagai kepala SDN Arjosari 3 Malang.

Sungguh sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Dedikasi dan perjuangan beliau akhirnya membuahkan sebuah prestasi.

Ya, beliau adalah sosok yang penuh dedikasi. Selama 19 tahun mengajar di SMP Negeri 3 Malang beliau pernah menjabat sebagai  tim tatib, wali kelas, staf kurikulum, ketua staf Kesiswaan, tim SPMI dan terakhir sebagai waka Kurikulum (2019-2025).

Bergabung dalam tim kurikulum selama kurang lebih dua tahun, saya mempunyai catatan tersendiri tentang Pak Aksan. Beliau adalah sosok yang penuh semangat, cerdas dan sangat religius

Pak Aksan dalam sebuah kesempatan , dokumentasi Bintaraloka

Dalam pertemuan pagi itu Bapak Aksan mengucapkan terima kasih pada semua Bapak Ibu guru atas kerjasamanya selama ini, juga tak lupa meminta maaf jika selama berinteraksi di sekolah beliau pernah melakukan kesalahan.

Dalam pidato pagi itu Bapak Teguh Kepala SMP Negeri 3 Malang mengucapkan terima kasih pada Bapak Aksan atas dedikasinya selama ini, juga berharap agar Bapak Aksan bisa melaksanakan tugas di tempat yang baru dengan baik dan penuh dedikasi.

Penyerahan kenang-kenangan dari sekolah, dokumentasi pribadi
Penyerahan kenang-kenangan dari Dharma Wanita, dokumentasi pribadi

Tak lupa Pak Teguh juga berharap ke depan akan banyak guru guru Bintaraloka yang menjadi kepala sekolah , karena menjadi kepala sekolah adalah sebuah titik perjalanan karier dari seorang guru.

Sesudah perpisahan Bapak Aksan diantar menuju SDN Arjosari 3 oleh Bapak Kepala sekolah dan beberapa guru.

Di SDN Arjosari 3 Malang, dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya selamat bertugas di tempat yang baru, Pak Aksan. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan.

Salam Semangat…!

Tingkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Generasi Muda, Peringatan Isra’ Mi’raj di Bumi Bintaraloka

Hari Jumat (31/01) telah dilaksanakan peringatan Isrok Mi’roj Nabi Muhammad Saw di Bumi Bintaraloka.

Acara yang diikuti selluruh warga Bintaraloka ini berlangsung sejak pagi hari dengan dipandu pembawa acara Rajendra Davy Alvaro  kelas 7.3 dan Nazrul Resky Arreza 7.4

Pembawa acara dari kelas 7.3 dan 7.4, dokumentasi pribadi

Diawali dengan bacaan sholawat okeh grup Banjari SMP Negeri 3 Malang, acara dilanjutkan dengan khotmil Quran yang dipimpin oleh Bapak Aminullah.

Al banjari, dokumentasi pribadi

Sesudah khotmil Quran acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat ayat suci Al Qur’an dan terjemahannya oleh Al Fatih kelas 8.4 dan Kayla Safira putri setiawan kelas 8.1

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an , dokumentasi pribadi

Sambil menunggu kehadiran Bapak Ustad H. Sudirman Nachrowi, S.Ag, M.Ag, acara diisi dengan pembacaan sholawat dan tampilan lagu dari para anggota BDI.

Persembahan dari BDI, dokumentasi Bintaraloka

Sekitar pukul delapan lebih acara yang dinantikan pun tiba yaitu tausiyah hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1446 H.

Diterangkan oleh Bapak Sudirman bahwa Isra’  adalah  perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama malaikat Jibril  pada malam hari dari Masjidil Haram  menuju Masjidil Aqsha Palestina.

H. Sudirman Nachrowi, S.Ag, M.Ag, dokumentasi Bintaraloka

Sedangkan mi’raj adalah berjalanan nabi dari   Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah subhanahu wata’ala sang pencipta Alam semesta. 

Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat Isra’ ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Isra’: 1), 

Dari ayat tersebut bisa dipahami bahwa yang memperjalankan Nabi adalah Allah SWT.

Ada tiga akibat penting dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini bagi umat zaman nabi saat itu, yaitu bagi yang baru masuk Islam banyak yang murtad, bagi orang kafir, mereka semakin bertambah kebenciannya sementara bagi kaum beriman, mereka semakin tebal keimanannya.

Peserta kegiatan Isra’ Mi’raj, dokumentasi Bintaraloka

Peristiwa Israk Mi’raj juga menunjukkan bukti ke Maha Sucian Allah, yaitu suci dari kebohongan juga ketidak berdayaan.

Dalam acara pagi itu Ustad Sudirman juga berpesan agar di bulan Sya’ban ini kita banyak banyak bersholawat pada Nabi. Ya , Sya’ban adalah bulan yang istimewa.

 Hal itu berlandaskan hadis Rasulullah SAW yang diriwayat oleh Hasan:

عن الحسن مرسلًا أنه قال – صلى الله عليه وسلم -: رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي

Diriwayatkan dari Hasan Rasulullah bersabda: bulan Rajab merupakan bulannya Allah dan bulan Sya’ban adalah bulanku (Rasulullah), sedangkan bulan Ramadlan merupakan bulannya umatku (Nabi Muhammad)”.

Peserta Isra’ Mi’raj, dokumentasi Bintaraloka

Di akhir acara pagi ini Bapak Aksan memberikan sedikit sambutan yang berisi ucapan terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara Israk Mi’raj pagi itu berjalan dengan lancar.

Kerja keras BDI, OSIS dan panitia penyelenggara sungguh patut diapresiasi dalam hal ini.

Panitia dari BDI , dokumentasi pribadi
Panitia dari BDI, dokumentasi pribadi

Peringatan Israk Mi’raj hakekatnya adalah perayaan tentang turunnya perintah sholat, hal mana menunjukkan betapa pentingnya kedudukan sholat dalam keseharian umat Muslim.

Bapak Kepala SMP Negeri 3, staf dan Bapak Sudirman, dokumentasi Bintaraloka

Harapan Ibu Ida dan Ibu Utin dengan perayaan ini ke depan siswa bisa lebih menjaga dan memelihara sholat lima waktu,  dan selalu menerapkan karakter baik dalam kegiatan mereka sehari-hari. 

Sesuai tema perayaan kali ini yaitu Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Generasi Milenial di Era Digital.