Gerakan Merdeka Belajar, Transformasi untuk Memperkuat Sinergi Tripusat Pendidikan

Hari itu langit terasa lebih cerah dari biasanya. 2 Mei 2023. Hari pertama masuk sekolah bagi siswa sesudah libur lebaran tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Memperingati Hari Pendidikan Nasional berarti kita memperingati jasa- jasa Ki hadjar Dewantara.Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hadjar Dewantara lahir pada tanggal  2 Mei 1889 di Yogyakarta. Pada masa kolonial beliau sangat dikenal karena keberaniannya menentang kebijakan pendidikan saat itu.Saat itu hanya anak-anak keturunan Belanda yang diperbolehkan duduk di bangku pendidikan. 

Petugas upacara Hardiknas, dokumentasi pribadi

Kritik yang berulang kali membuat pemerintah kolonial gerah dan akhirnya beliau diasingkan sampai ke negeri Belanda.

Kembali dari pengasingan ternyata semangat beliau semakin menyala untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Terbukti beliau mendirikan Taman Siswa, sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang kurang mampu.

Prinsip yang diterapkan dalam pendidikan di Taman Siswa adalah  kebebasan, kemandirian, dan demokrasi. Ya, dasar dari prinsip Merdeka Belajar sudah diterapkan oleh Ki Hadjar Dewantara sejak berdirinya Taman Siswa pada tahun 1922.

Tentang Merdeka Belajar dan Transformasi Pendidikan

Merdeka belajar, dokumentasi pribadi

Sejak diluncurkannya episode-episode merdeka Belajar ( kini sudah sampai pada episode ke 24) nuansa belajar terasa demikian berbeda di dunia sekolah. Ya, sangat terasa adanya transformasi dalam dunia pendidikan kita.

Banyak perubahan yang terasa. Dalam pengamatan penulis  suasana perubahan sangat terasa dalam pembelajaran di sekolah, hubungan antar guru, juga hubungan antar sekolah dengan orang tua dan masyarakat sekitar.

Dalam kelas, siswa maupun guru kini lebih leluasa mengembangkan diri dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan .

Guru merancang proses pembelajaran yang menyenangkan sesuai kreativitasnya dengan selalu memperhatikan perbedaan dalam diri siswa, atau dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi.

Diharapkan dengan pembelajaran berdiferensiasi siswa akan lebih semangat belajar karena mereka merasa terlayani dengan baik.

Belajar dari narasumber Kominfo, dokumentasi pribadi

Ya, guru bisa diibaratkan petani. Jika petani bisa mengolah tanah dan merawat bibit tanaman dengan baik,  pada akhirnya nanti bibit akan tumbuh dan memberikan hasil yang baik pula.

Meski begitu petani tidak bisa mengubah bibit tersebut agar tumbuh menjadi tanaman lain. Jika petani menanam padi, maka akan tumbuh tanaman padi. Demikian juga jika petani  menanam jagung, maka akan tumbuh tanaman jagung.

Demikian juga siswa. Tiap anak bagaikan benih yang punya potensi berbeda. Karenanya ia butuh tangan trampil petani dalam hal ini guru agar bisa tumbuh maksimal sesuai kodratnya.

Lalu bagaimana guru bisa merancang berbagai proses pembelajaran yang menyenangkan? Selalu belajar dan berbagi, dan untuk ini disediakan sebuah platform yaitu Platform Merdeka Mengajar.

 Platform Merdeka Mengajar bisa membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka.

Platform ini juga disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya.

Indonesia kita yang terhampar dari Sabang sampai Merauke memiliki kondisi alam dan geografis yang sangat berbeda. Sehingga sangat mungkin terjadi kesenjangan dalam banyak hal antara satu daerah dengan daerah lain termasuk di antaranya kesenjangan mutu pendidikan.

Melalui platform ini harapan besar digantungkan agar kesenjangan mutu pendidikan antara satu daerah dengan daerah lain di Indonesia  perlahan mulai bisa diatasi.

Platform Merdeka Mengajar membuat guru satu dan yang lain terkoneksi dalam nafas selalu belajar dan berbagi agar bisa memberi layanan yang terbaik bagi para siswa.

Satu ciri yang membedakan Kurikulum Merdeka dengan yang lain adalah adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Belajar dari lingkungan, dokumentasi pribadi

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai  kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila

Melalui projek ini berbagai kegiatan dilakukan untuk memperkuat karakter pelajar Pancasila yang meliputi enam dimensi yaitu

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia

2.  Mandiri;

3.  Bergotong-royong;

4. Berkebinekaan global;

5.  Bernalar kritis;

6. Kreatif.

Dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diharapkan siswa tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tapi juga mengalami sendiri ilmu pengetahuan itu dengan cara mempelajari isu isu yang dekat dengan kehidupan mereka.

Seperti yang pernah dilakukan di sekolah penulis , berangkat dari keprihatinan pemakaian gadget yang berlebihan pada siswa,maka salah satu tema yang diambil dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah Bijak Berinternet.

Dalam tema tersebut siswa diajak untuk menggunakan gadgetnya secara lebih bijak. Pelaksanaan projek dilakukan dengan belajar dari guru dan berbagai narsum dari luar, misalnya kepolisian, dinas Kominfo, tokoh agama,  juga mengundang content creator agar siswa bisa menggunakan gadgetnya untuk hal hal yang bermanfaat.

Belajar menjadi konten kreator, dokumentasi pribadi

Dengan adanya kegiatan projek, siswa menjadi lebih berani berekspresi juga berinovasi dalam kelompok-kelompok kerjanya dengan kegiatan yang tetap difokuskan untuk penanaman karakter Profil Pelajar Pancasila.

Sejalan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah nasehat Ki hadjar Dewantara yang berbunyi:

“… perlulah anak-anak (Taman Siswa) kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri , dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.”

Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sekolah bisa memberikan kontribusi kepada komunitas dan masyarakat lingkungan sekitarnya, juga lebih  terbuka terhadap partisipasi masyarakat sekitarnya.

Sesuai tema  Hari Pendidikan Nasional 2023, mari  terus Bergerak Bersama Semarakkan  Merdeka Belajar, karena melalui gerakan ini transformasi pendidikan terus dilaksanakan secara masif.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila, Kemdikbud

Transformasi pendidikan yang sudah dilakukan diharapkan bisa semakin memperkuat sinergi sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar.

Ya, seperti yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara,  keberhasilan pendidikan bergantung pada sinergi yang baik antara Tripusat Pendidikan yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat.

Semoga bermanfaat, dan majulah pendidikan Indonesia.

Catatan: naskah diikutkan dalam lomba menulis di Kompasiana

#Semarak Merdeka Belajar

Galak Gampil [Sebuah Cerpen Lebaran]

Maghrib hampir menjelang. Tiga anak kecil masih berkutat dengan alat permainannya di serambi depan. Gadget. Apa lagi? Jika dulu permainan identik dengan berlarian ke sana kemari, sekarang bermain adalah duduk diam dengan gadget di tangan.

Permainan di layar tampak demikian seru. Mata ketiganya tak henti menatap layar yang menyajikan gambar berwarna-warni.

“Aku nyilih,” kata salah seorang di antara mereka.
Ya, ada tiga anak , tapi gadget cuma dua. Pastinya salah satu hanya jadi penonton atau syukur-syukur jika dipinjami.

“Nih..,” kata pemilik gadget pada temannya.
Dengan sigap si peminjam meraih gadget lalu memainkan permainan yang sama dengan gerakan jemari yang tak kalah lincah.

“Belum dibelikan HP, Yan?” tanya anak pertama.
Si peminjam tadi, Yayan, cuma menggeleng.
Sambil memusatkan konsentrasi pada koordinasi antara mata dan jemarinya. Permainan semakin seru.

Anak bermain game, sumber gambar: Manado Post

“Galak gampil mu dapat berapa?”
“Tujuh ratus lima puluh ribu.. ,” jawab Yayan
“Hah…? Banyak sekali? Mbok beli HP?” tanya temannya lagi heran.
Yayan menghela nafas. Matanya tak lepas dari layar permainannya.

“Belum boleh sama ibuk ku Don,..,”
“Lha kenapa?”
“Masih kurang katanya,”
“Iya sih, kata Masku kira – kira satu juta seratus sudah dapat HP bagus,” jawab Doni, si penanya sok tahu.

“Besok bulikku datang dari Surabaya..biasanya ngasih galak gampil banyak. Mudah-mudahan bisa untuk tambahan beli HP..,” tambah Yayan.

“Iya.. kalau kita main bertiga tambah asyik. Gak usah saling meminjam,” timpal Aris, anak ketiga yang dari tadi hanya jadi pendengar karena asyik dengan permainannya.

“Yayan…, Ayo maghriban,” sebuah teriakan membuyarkan konsentrasi ketiganya.

“Sedikit lagi, Buk..,” jawab Yayan malas. Duuh, kok cepat sekali sih Maghribnya. Heran, kemarin waktu puasa Maghrib terasa lama sekali datangnya sekarang puasanya habis, Maghrib seolah datang lebih cepat.

“Ayo..Ndang… Sudah qomat itu…,”tambah ibu Yayan yang sudah memakai atasan mukenah, siap berangkat ke langgar.

Dengan malas Yayan mengembalikan HP pada temannya, lalu ketiganya bergegas menuju ke langgar yang tak jauh dari rumah.

Malam semakin larut. Meski jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan ibuk belum menyuruh Yayan dan Sari untuk segera tidur. Maklumlah , liburan masih kurang empat hari lagi.

Yayan duduk di kelas lima sedangkan Sari masih duduk di TK. Keduanya sedang asyik menonton sebuah acara televisi.

“Pak.., Bulik Surti kapan ya ke Malang?” tanya Yayan mendekati bapaknya.
“Mungkin besok Le, kenapa?” tanya bapak balik.
“Kangen sama Bulikmu?”

Yayan tersenyum. Demikian juga ibuk yang sedang menyiapkan bumbu-bumbu untuk jualan besok pagi. Ya, ibuk adalah penjual pecel dan lontong sayur di depan rumah setiap pagi. Malam hari adalah saat ibuk menyiapkan bumbu dan membuat berbagai macam masakan.

Bulik Surti adalah adik bapak satu-satunya. Bulik Surti mempunyai usaha warung yang cukup besar di Surabaya. Karenanya uangnya banyak, dan yang paling disenangi Yayan, Bulik sangat ‘loman’. Apalagi pada Yayan yang begitu akrab dengan Dadik anak Bulik Surti satu satunya.

“Pak, kalau galak gampil ku itu buat beli HP kurang berapa ya?”tanya Yayan lagi.
Bapak menghela nafas . Diletakkannya obeng yang dari tadi dipakai untuk memperbaiki magic jar yang rusak.

“Kenapa harus beli HP? Pinjam punya ibuk atau bapak ‘kan bisa?” jawab bapak lagi.

Yayan mulai cemberut.
“Tidak enak Pak.. pinjam-pinjam terus.., lagipula HP bapak dan ibuk kurang support kalau buat nge-game..,”
“Halah, game-game terus ae.. sebentar lagi sudah masuk sekolah, Le…,” jawab bapak sambil kembali meneruskan pekerjaannya.

Wajah Yayan semakin mendung. Bapak selalu begitu, pikirnya.
“Yayan, ayo ndang tidur sana..,” kata ibuk sambil menggendong Sari yang tertidur di bangku menuju ke kamar. Yayan mengikuti ibuk dari belakang.

“Buk, aku jadi dibelikan HP atau tidak?” tanya Yayan sambil membaringkan tubuhnya di dipan. Ada dua dipan di kamar mereka. Satu buat Sari, satu buat Yayan.

Uang galak gampil, sumber gambar: Bareksa

“Jadi Le.., tapi kan masih kurang uangnya?” jawab ibuk sabar.
“Mudah-mudahan besok Bulik Surti datang ya Buk? Biasanya galak gampilnya banyak,” kata Yayan lagi.

“Hush, tidak boleh arep-arep begitu.. tidak baik,” kata ibuk mengingatkan.

Yayan tersenyum kecil. Guru agamanya juga bilang begitu. Tidak boleh mengharap bahkan minta uang saat lebaran. Mengurangi keikhlasan silaturahmi katanya.

Tapi dari lebaran ke lebaran tiap anak pasti hafal siapa saja saudara yang selalu memberi galak gampil. Utamanya yang jumlahnya banyak.

Ibuk keluar dari kamar anak-anak. Meninggalkan Yayan yang masih berkutat dengan bayangannya tentang HP baru.

“Belum selesai Pak?” tanya ibuk sambil mendekati bapak masih asyik dengan obeng , mur dan dan peralatan lainnya.
“Sedikit lagi..,” jawab bapak singkat.

“Pak, uang Yayan bagaimana?” bisik ibuk hati-hati.
Bapak menghela nafas panjang.
“Yang 300 kemarin dipakai bayar listrik sama air kan? Tapi minggu depan ada yang minta tolong membetulkan atap dapur. Nanti kita ganti,” jawab bapak tak kalah pelan.

Garapan bapak sebagai tukang serabutan memang sedang sepi. Tidak seperti biasanya, tidak ada yang minta tolong memperbaiki sesuatu pada bapak di sekitar Lebaran tahun ini. Garapan baru ada mulai minggu depan.

Ibuk mengangguk. Berarti uang yang dipercayakan padanya tinggal 450 ribu.
Ah, makin jauh dari HP impian Yayan, pikir ibuk.

Semua diam. Hanya televisi yang masih terus menyiarkan acara komedi yang makin lama terasa semakin tidak lucu.

Sambil mengupas bawang ibuk terus memutar otak memikirkan jawaban untuk pertanyaan tentang HP dari Yayan besok dan besok nya lagi.

Arti istilah:

Galak gampil : THR lebaran
Nyilih : pinjam
Arep arep : mengharapkan
Ndang : cepat

Senam Sehat dan Sarapan Bersama, Giat Pasca Libur Lebaran

Rungkad
Entek entek an
Kelangan kowe sing paling tak sayang
Stop mencintaimu
Gawe aku ngelu…

Lagu Rungkad berkumandang di halaman Bintaraloka hari Jumat pagi ini.

Di depan ada pemandu senam dan kami membuat barisan di belakang pemandu. Semua bergerak mengikuti arahan Pak Ardillah, Sang Pemandu senam.

Pak Ardillah pemandu senam, dokumentasi pribadi

Gerakan dilakukan sesuai irama lagu Rungkad dengan irama yang menghentak namun terasa gayeng.

Hari ini adalah hari ketiga masuk sekolah pasca Lebaran.
Tiga hari masuk sekolah pasca Lebaran memang tanpa kehadiran siswa, namun itu tak membuat para guru jadi mati gaya..😃

Senam sehat bersama, dokumentasi pribadi
Senam sehat bersama, dokumentasi pribadi

Banyak kegiatan yang kami lakukan di hari-hari itu. Di antaranya adalah halal bihalal dan penyusunan perangkat, persiapan akreditasi, pembuatan soal US, juga senam sehat sekaligus bersama seperti yang dilakukan pagi ini.

Hari ini senam sehat diikuti oleh para guru juga staf TU dan dimulai pukul 07.15 wib.

Berfoto bersama, dokumentasi pribadi

Gerakan senam begitu bersahabat dalam artian mulai dari gerakan pemanasan, inti dan pendinginan, mudah diikuti oleh semua guru.

Lebih-lebih di bagian akhir dimana kami bersenam sekaligus bergoyang. Selalu ada senyum di mana-mana tatkala mengikuti gerakan-gerakan lucu Sang Pemandu.

Senam diakhiri dengan acara wajib yaitu foto bersama. Di era seperti ini sebuah acara rasanya kurang afdhol tanpa berfoto ria.

Berfoto bersama, dokumentasi pribadi
Berfoto bersama, dokumentasi pribadi
Berfoto bersama, dokumentasi pribadi

Setelah senam, nasi jagung komplit sudah tersedia di meja ruang guru. Nasi jagung, sayur lodeh, sambal goreng ikan, bakwan, mendol, urap-urap, peyek dan kerupuk membuat makan pagi terasa ramai.

Nasi jagung komplit, dokumentasi Bu Utien
Sarapan pagi, dokumentasi pribadi

Ya, sarapan pagi bisa memulihkan kembali stamina yang terkuras karena senam sehat hari ini.

Sarapan pagi, dokumentasi pribadi
Ramainya sarapan pagi, dokumentasi pribadi

Pagi yang ceria sekaligus menyehatkan hari ini semoga semakin mempererat kebersamaan dan silaturahmi semua warga Bintaraloka.

Salam Bintaraloka:)

Giat Bintaraloka di Hari Pertama Sekolah Sesudah Cuti Lebaran

Jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Ruang guru sudah ‘berpenghuni’ kembali setelah sejak tanggal 19 -25 April kami cuti bersama.

Ya, di hari Rabu tanggal 26 April ini aktivitas sekolah mulai kami laksanakan meski siswa baru masuk nanti tanggal 2 Mei 2023.

Hawa Lebaran masih demikian terasa. Banyak cerita perjalanan mudik atau pengalaman berlebaran di rumah teman-teman. Berbagai kue juga tersedia di meja-meja. Ada tahu Sumbermanjing plus cabe dan petis, ganjel rel, tetel goreng juga yang lain.

Tahu Sumbermanjing, dokumentasi Bu Any

Yang jelas ada banyak makanan dan cerita di ruang guru pagi itu.

Sesuai dengan edaran pengumuman dari wakahumas sehari sebelumnya acara hari pertama sesudah libur Lebaran kali ini akan diisi dengan pembuatan perangkat dan kajian tentang Memaknai 30 Hari Puasa Ramadhan.

Kajian pagi ini, dokumentasi Bu Utien

Karena terdapat acara penyusunan perangkat itulah saya membawa laptop lengkap dengan kabelnya. Yap, sesudah berlebaran tidak ada alasan untuk bermalas-malasan. Semangat benar-benar terpancar dari wajah-wajah kami pagi itu.

Sekitar pukul sembilan kami menuju aula Bintaraloka satu, dan setengah jam kemudian narasumber kajian sudah hadir. Narasumber kali ini adalah Prof Assoc Dr.H. Zulfi Mubaroq, M.Ag dari UIN Malang.

Bertindak sebagai pembawa acara adalah Ibu Utien Kustianing.

Pembawa acara, dokumentasi Bu Any

Adapun susunan acara pada pagi itu adalah:

  1. Pembukaan
  2. Gema Wahyu Ilahi dan sari tilawah oleh Pak Abid dan Ibu Evy
  3. Sambutan dari Ibu Kepala Sekolah
  4. Kajian oleh Prof Assoc Dr.H. Zulfi Mubaroq, M.Ag
  5. Doa penutup.
Pembacaan ayat suci Al Qur’an dan sari tilawah, dokumentasi Bu Any

Melalui paparan yang santai namun sangat gamblang narasumber menjelaskan tentang makna apa saja yang bisa diambil dari kegiatan puasa Ramadhan.

Wakakur, narasumber dan Ibu Kepala Sekolah, dokumentasi Bu Any

Bahwasanya ada empat makna yang bisa diambil dari kegiatan puasa yang sudah kita jalani selama tiga puluh hari.
Empat makna tersebut adalah:

  1. Kedalaman spriritual.
    Sebulan penuh spiritual kita diasah dengan kegiatan puasa. Spiritual perlu selalu diasah agar jiwa kita tidak kering.
  2. Keluhuran akhlak
    Puasa mengajak kita untuk mencintai orang lain seperti dirinya sendiri. Melalui kegiatan puasa kita dilatih untuk memperbaiki akhlak terhadap Allah, sesama manusia dan juga lingkungan.
  3. Keluasan ilmu
    Ada banyak kuliah agama atau tausiyah saat puasa. Karenanya bulan puasa membuat ilmu kita semakin luas.
  4. Kematangan profesional
    Melalui puasa kematanga profesional kita senantiasa diasah. Dengan profesional yang semakin matang kita akan lebih disiplin, meningkatkan kebersamaan, bisa saling berbagi dan memiliki self controlling yang bagus.

Menjelang pukul setengah dua belas acara dilanjutkan dengan ramah tamah di ruang guru. Pak Muhaimin sebagai ketua panitia Kajian memandu jalannya acara.

Pak Muhaimin pemandu acara ramah tamah, dokumentasi pribadi

Berbagai macam hidangan sudah tersaji di meja. Lontong komplit, juga es buah sebagai penutup hidangan. Suasana semakin terasa akrab.

Lontong komplit dan es buah, dokumentasi Bu Any

Hidangan yang melimpah, kebersamaan yang hangat, diharapkan bisa memberikan semangat pada Bapak/Ibu guru yang harus menyelesaikan perangkat hari ini.

Semangat menyusun perangkat, dokumentasi pribadi

Tetap semangat…

Salam Bintaraloka..😁

Poetoek Soeko, Indahnya Lautan Bunga Berlatar Keperkasaan Gunung Penanggungan dan Welirang

Mobil kami terus melaju. Sinar matahari tidak terlalu panas. Sejuknya hawa pagi dan banyaknya pohonan di sekitar kami membuat suasana terasa demikian segar. Deretan pohon pisang, lamtoro gung juga pepohonan yang lain  menjadi pemandangan yang banyak kami temukan di sepanjang perjalanan.

Ya, di hari ke lima Lebaran ini kami akan mulai perjalanan ke Poetoek Soeko, sebuah tempat rekreasi yang berlokasi di kawasan dataran tinggi Kecamatan Trawas, Mojokerto

Poetoek Soeko, dokumentasi pribadi

Jalan yang kami lalui terus menanjak. Dari kejauhan gunung Penanggungan berdiri dengan begitu gagahnya. Setelah kurang lebih setengah jam perjalanan akhirnya sampailah kami di tempat yang dituju.

Tepat di sebelah kanan jalan terdapat sebuah tulisan berwarna warni dengan lokasi yang agak tinggi. Rainbow Garden.

Aha,mendengar namanya saja kami langsung penasaran. Terbayang sudah betapa di dalam lokasi di dalam pastinya akan penuh warna.

Mobil terus masuk melalui tempat penjagaan satpam. Setelah membeli karcis tanda masuk kamipun masuk. Oh ya, ada delapan orang dewasa dan dua anak kecil dalam rombongan kali ini. Wow, meriah sekali.

Tempat pembelian tiket, dokumentasi pribadi
Dekat pintu masuk, dokumentasi pribadi

Begitu memasuki lokasi mata kami langsung dimanjakan dengan deretan tanaman iler yang berwarna merah menyala. “Aih,cantik sekali,” seru saya.

Saya sering melihat  tanaman ini, tapi warnanya tidak seindah yang saya lihat kali ini. Mungkin karena di Poetok Soeko sinar mataharinya yang sangat cukup, dan tentunya juga karena perawatan yang bagus.

Bunga-bunga indah di Poetoek Soeko, dokumentasi pribadi

Iler atau juga disebut Miana mempunyai banyak khasiat . Di antaranya adalah sebagai obat wasir, obat bisul, obat demam nifas, obat radang telinga juga obat haid tidak teratur.

Semakin ke dalam, ada banyak keindahan yang bisa ditemukan. Lihatlah tanaman bunga matahari yang berjajar begitu banyak.

Di antara bunga- bunga matahari, dokumentasi pribadi

Bunganya yang besar dan berwarna kuning cerah seolah tersenyum melihat kedatangan kami. Atau berbagai bunga kertas yang tumbuh di lahan yang begitu luas. Berjalan di antara bunga kertas membuat kami seolah berjalan di tengah lautan yang berwarna-warni.

Hamparan bunga kertas, dokumentasi pribadi

Bunga kenikir yang berwarna oranye dan kuning muda menyambut kami dengan senyumnya yang genit. Sesekali ia bergoyang-goyang tertiup angin pagi.

Bunga kenikir, dokumentasi pribadi

Bunga yang lain juga tak kalah mempesona. Dengan kata lain di Poetoek Soeko kita akan selalu bertemu dengan bunga, bunga dan bunga. Semua indah, semua cantik.

Di tempat wisata ini juga disediakan  banyak spot foto yang begitu menarik. Ah ya, di Poetoek Soeko kita bisa berfoto di antara lautan bunga dengan keperkasaan Gunung Penanggungan dan Welirang sebagai latar belakangnya.

Spot foto menarik, dokumentasi pribadi
Spot foto menarik, dokumentasi pribadi

Selain pemandangannya yang indah, di sini pengunjung juga bisa berkuda atau naik ATV dengan menyewa di tempat yang disediakan. Harganya tidak terlalu mahal. Untuk kuda Rp25.000,00 dan APV  Rp20.000,00.

Jika lelah berkeliling, kita bisa beristirahat di cafeteria yang sudah tersedia. Aih, ngopi, makan singkong keju juga kentang goreng dengan pemandangan indah di sekitar kita sungguh membuat hati dan pikiran terasa fresh.

Beristirahat sambil ngopi, dokumentasi pribadi
Beristirahat sambil ngopi, dokumentasi pribadi

Hal lain yang juga menarik, di Poetoek Soeko  terdapat semacam tempat edukasi tentang berbagai tanaman. Saya katakan demikian karena di lokasi tersebut setiap tanaman diberi keterangan dalam bentuk QR Code yang diletakkan di dekat tanaman yang dimaksud.  

Meski masih sedikit, keberadaan taman dengan keterangannya ini sangat bermanfaat, terutama jika ke depannya Poetoek Soeko juga  akan dikembangkan menjadi tempat wisata edukasi.

Tanaman dan informasinya, dokumentasi pribadi

Poetoek Soeko terus berbenah. Banyak proses pembangunan yang masih terus berjalan , termasuk di antaranya pengadaan kolam pemeliharaan ikan dengan lokasinya yang cukup luas.

Kolam ikan, dokumentasi pribadi

Keberadaan Poetoek Soeko tentunya akan memacu laju pertumbuhan ekonomi terutama warga sekitarnya.

Semoga dengan pengelolaan dan penataan yang baik,  Poetoek Soeko akan bisa meraih banyak wisatawan sehingga keberadaannya semakin bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Salam Lebaran…:)