Macito, Berkeliling Sambil Sekilas Belajar Sejarah Bangunan di Kota Malang

Hari Sabtu siang itu saya berkesempatan untuk naik Malang City Tour atau Macito dari Taman Wisata Rakyat belakang Balai Kota Malang.

Sudah lama sekali saya ingin naik bus ini, tapi karena masih ada saja acara meski libur, akhirnya keinginan naik Macito baru bisa terpenuhi hari itu.

Macito adalah bus untuk your keliling kota Malang. Bus ini disediakan gratis oleh Pemkot untuk warga Malang.

Busnya yang bercat warna cerah dengan ornamen yang sangat menarik perhatian. Jendela jendela bus terbuka sehingga terasa sejuk saat menaikinya. Tapi karena hal itu juga Macito tidak beroperasi ketika hujan.

Macito setiap hari beroperasi dengan jadwal trip yang sudah ditentukan. Pada hari Senin sampai Jumat ada enam trip sedangkan Sabtu Minggu ada tujuh trip. Setiap trip memakan waktu sekitar 40 menit.

Pada hari Senin sampai Jumat start perjalanan adalah Stadion Gajayana sedangkan saat weekend di Tarekot (Taman Rekreasi Kota).

Karena siang itu saya datang ke Tarekot menjelang Dhuhur, maka nama saya didaftar dulu dan dipersilakan naik trip yang ke empat yaitu pukul 13.40 -14.20 wib.

Berfoto di depan Macito, dokumentasi pribadi

Sesudah didaftar saya pulang dulu untuk kembali sekitar dua jam kemudian.

Siang itu cuaca di Malang mendung, bahkan sempat turun hujan. Saat menunggu rasanya agak cemas juga, jangan jangan hujan turun sehingga Macito tidak beroperasi.

Setelah beberapa lama kami menunggu di halte, para penumpang dipanggil satu persatu sesuai dengan pendaftaran yang sudah dilakukan. 

Halte Macito , dokumentasi pribadi

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 13.40, taraaa, perjalanan pun dimulai.

Bus meluncur pelan dan guide mulai menerangkan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh penumpang selama perjalanan.

Rute perjalanan kami siang itu adalah: 

Macito akan berangkat , dokumentasi pribadi

Taman Rekreasi Kota (Tarekot)-Jalan Majapahit-Jalan MGR Sugiyopranoto-Jalan Merdeka Timur-Jalan Merdeka Selatan-Jalan Kauman-Jalan K.H Hasyim Ashari-Jalan Arif Rahman Hakim-Jalan Jenderal Basuki Rahmat-Jalan Semeru-Monumen T.G.P Malang-Jalan Semeru-Jalan Besar ljen-Jalan Sindiro Jalan Besar Ijen-Simpang Balapan-Jalan Besar ljen-Jalan Guntur-Jalan Brigend Slamet Riadi-Jalan Jenderal Basuki Rahmat-Jalan Kahuripan-J. Tugu-Jalan Kertanegara-Jalan Trunojoyo -Jalan Kertanegara-Jalan Tugu-Jalan Majapahit-Tarekot.

Sepanjang perjalanan kami melalui bangunan bangunan ikonik di kota Malang dan guide menerangkan bangunan tersebut. Misal tentang kampung Kauman. Diterangkan oleh guide bahwa Kauman singkatan dari Kaum Beriman. Kauman yang berlokasi di belakang Masjid Agung Jamik Kota Malang mempunyai warga yang rajin beribadah.

Menunggu di halte, dokumentasi pribadi

Ketika kami melalui Museum Brawijaya diterangkan singkat tentang tank- tank yang ada di bagian depan museum. 

Perjalanan terus dilanjutkan lewat samping Gereja Ijen , Hutan Malabar dan Oro Oro Dowo.

Oro Oro Dowo artinya rawa-rawa yang panjang. Jadi daerah tersebut dahulunya adalah rawa-rawa.

Di dalam Macito, dokumentasi pribadi

Bus terus melaju. Tak luput dari keterangan guide adalah Hotel Tugu juga Balaikota Malang.

Diterangkan bahwa Hotel Tugu adalah hotel favorit Ibu Megawati Sukarnoputri setiap berkunjung ke kota Malang.

Dari Balai Kota bus terus menuju  Jl Majapahit lalu masuk Tarekot. Perjalanan berakhir dan kamipun turun dengan iringan ucapan selamat jalan dari guide.

Akan naik Macito, dokumentasi pribadi

Perjalanan yang sangat mengasyikkan. Meski cuaca mendung, empat puluh menit jalan jalan bersama Macito membuat kami menjadi sedikit lebih memahami sejarah kota Malang dan bangunan bangunan ikoniknya.

Salam dari kota Malang.

Ekrafku Bintaraloka, Menanamkan Jiwa Wirausaha Melalui P5

Beberapa anak tampak menata asesoris dalam kemasan plastik yang cantik sementara temannya menata berbagai pernak pernik di meja agar tampilan mejanya semakin menarik.

Mempersiapkan stand jualan, dokumentasi pribadi

Sementara itu di meja yang lain siswa sibuk menata cookies yang dikemas dalam dos dos kecil yang diberi hiasan hati.

Menata makanan (cookies ) dalam kotak, dokumentasi pribadi

Semua tampak bersemangat. Ada yang menata bangku, menempel papan reklame termasuk juga menyiapkan gazebo untuk tempat para undangan.

Aha, siang itu di sekolah kami akan diselenggarakan acara Market Day.

Sesuai namanya Market Day ini diisi dengan acara  jual beli berbagai macam produk yang meliputi makanan, desain dan kerajinan termasuk juga sayuran.

Menawarkan dagangan, dokumentasi pribadi

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas 9 ini  merupakan rangkaian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mengambil tema Kewirausahaan dengan judul Ekrafku Bintaraloka.

Ekrafku Bintaraloka adalah kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berfokus pada penanaman jiwa kewirausahaan pada siswa.

Papan promosi, dokumentasi pribadi

Sesuai namanya kegiatan ini mengajak siswa untuk aktif dalam dunia ekonomi kreatif. Dimensi kegiatan P5 kali ini adalah tentang Kemandirian .

Mengapa ada sayuran juga? Pokcoi dan jamur yang dijual hari itu adalah hasil dari hidroponik dan budi daya jamur yang merupakan kegiatan dari siswa yang tergabung dalam kader NGTS (Nutrition Goes To School).

Stand sayuran dari NGTS, dokumentasi NGTS

Dalam kegiatan P5 ini siswa diajak untuk belajar tentang seluk beluk berwirausaha. Mulai dari merencanakan produk, membuat produk, mempromosikan sekaligus menjual.

Kreasi siswa begitu beraneka ragam. Barang- barang yang dijual sudah diproduksi selama dua atau tiga minggu dalam jam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Produk buatan siswa, dokumentasi pribadi

Untuk pembuatan produk kerajinan seperti gelang, kalung, bros, rajutan atau bunga siswa membuatnya di kelas , sedangkan makanan seperti berbagai macam kue mereka membuatnya di sekitar kantin.

Membuat produk, dokumentasi pribadi
Membuat produk, dokumentasi pribadi

Sekitar kantin tempatnya agak lapang sehingga siswa bisa mencetak, ataupun memanggang kue.

Sebelum Market Day dimulai, dalam upacara pembukaan Bapak Kepala Sekolah dan komite  menekankan tentang pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Pembukaan Market Day, dokumentasi pribadi

Apa manfaat dari menanamkan jiwa wirausaha sejak muda? Banyak. Di antaranya adalah:

1. Mengajak siswa menciptakan berbagai ide kreatif dan inovatif serta kritis dalam melihat sebuah peluang untuk memulai kegiatan wirausaha. 

2. Melatih kesungguhan, kejujuran dan tanggung jawab. Sifat sifat tersebut sangat diperlukan oleh para wirausahawan.

3. Mengurangi perilaku konsumtif sehingga siswa bisa lebih bijak dalam membelanjakan uang.

Melayani pengunjung, dokumentasi pribadi

Setelah pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya Market Day, para pengunjung mulai berkeliling ke stand-stand yang ada di depan tiap kelas.

Dengan penuh semangat siswa menawarkan barang dagangannya pada para pengunjung. Transaksi mulai dilakukan. Lapangan volley benar-benar berubah menjadi pasar siang itu.

Papan apresiasi, dokumentasi pribadi

Apresiasi positif bermunculan dari acara Market Day ini. Keren, menyenangkan, inspiratif dan banyak lagi . Apresiasi ini ditempelkan pengunjung di papan yang sudah disediakan.

Harapannya dengan acara ini pada diri siswa akan terbentuk jiwa wirausaha, dan ke depan akan tercipta para pengusaha handal, tangguh dan bisa dibanggakan.

Sarapan Sehat Bersama Sebagai Pendukung Kegiatan Aksi Bergizi

Pada hari Jumat, 15/11/2024, telah dilaksanakan kegiatan sarapan bersama dan minum tablet tambah darah bagi siswa putri dalam rangka mendukung kegiatan Aksi Bergizi serempak sekota Malang.

Selain kegiatan Aksi Bergizi kegiatan ini juga merupakan pelaksanaan satu pilar NGTS di SMP Negeri 3 Malang.

Sarapan bersama, dokumentasi pribadi

Sehubungan dengan hal tersebut siswa diminta untuk membawa bekal sarapan dengan menu bebas tapi harus disesuaikan  dengan pedoman ISI PIRINGKU.

Sarapan bersama, dokumentasi pribadi

Sesuai pedoman ISI PIRINGKU dalam sepiring makanan yang kita makan harus terdiri atas

1.        1/6 piring makan berupa buah berbagai jenis dan warna.

2.        1/6 piring berupa lauk pauk protein baik hewani maupun nabati.

3.        1/3 piring berupa makanan pokok yang terdiri dari karbohidrat kompleks (biji -bijian/beras), artinya membatasi karbohidrat simpleks (gula, tepung-tepungan dan produk turunan dari tepung).

4.        1/3 piring makan berupa berbagai jenis sayur-sayuran.

Ada kelas yang bekal makanannya membawa sendiri -sendiri, ada pula yang menunya sama karena dikoordinir oleh paguyuban.

Menu dikoordinir paguyuban, dokumentasi pribadi
Sesudah sarapan, dokumentasi pribadi

Siswa menikmati hidangan bersama dengan gembira. Di sela sela acara tersebut Pak Herianto menerangkan tentang perlunya sarapan dan memperhatikan zat gizi dari apa yang kita makan.

Pak Herianto memberikan nasehat tentang pentingnya makan makanan bergizi, dokumentasi pribadi
Pembagian tablet tambah darah, dokumentasi Bintaraloka

Kesan positif muncul dari siswa atas acara ini. Menurut Kyla (9.3), Maria (9.4) dan Septia(9.8) , acara ini sangat menyenangkan. Makan bersama teman dalam suasana yang guyub membuat mereka yang biasanya tidak sempat makan pagi  lebih bersemangat untuk Sarapan.

Semoga bermanfaat, sehat dimulai dari saya..😊

Kompos Belum Jadi? Tidak Masalah, Begini Solusinya!

Pagi itu sekitar 50 anak yang merupakan perwakilan kelas sembilan mengikuti pengarahan di lapangan volley.

Ada yang mengenakan kaos, ada pula yang berseragam pramuka. Pengarahan  diberikan oleh penanggung jawab Projek P5 bersama Ibu-Ibu Kader Lingkungan Kelurahan Samaan Malang.

Pengarahan pada siswa, dokumentasi pribadi

Pengarahan berisi hal apa saja yang harus dilakukan ketika kita membuka kaleng kompos dan memeriksa isinya.

Ya, sesuai yang dijanjikan hari itu kami akan membuka kompos yang sudah dibuat sekitar bulan September yang lalu.

Setelah pengarahan selesai, semua siswa mengenakan masker dan kaos tangan untuk selanjutnya menuju tempat penyimpanan kompos.

Setiap perwakilan kelas segera mengambil kaleng kompos masing-masing dan mulai membukanya. 

Mengangkat kaleng kompos, dokumentasi pribadi

Bau tidak sedap mulai menguar. Meski demikian hal tersebut tidak mengurangi semangat semuanya untuk melihat kompos yang sudah dibuat. Jadi atau tidak jadi? pikir kami penasaran.

 Diterangkan oleh ibu-ibu kader lingkungan bahwa tanda-tanda bahwa pupuk kompos sudah jadi adalah hilangnya bau, perubahan warna menjad coklat kehitaman, tekstur yang remah, dan tidak panas.

Kompos yang sudah jadi, dokumentasi pribadi

Dari kaleng-kaleng  kompos yang dibuka didapatkan ada kompos yang jadi sesuai dengan ciri di atas , ada pula yang belum jadi dimana tekstur masih lembek, berair , keluar belatung dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Untuk kompos yang sudah jadi, kompos diangin-anginkan untuk selanjutnya diayak,  dipakai memupuk tanaman sekolah ataupun dikemas lalu dijual dalam acara Market Day.

Kompos diangin-anginkan, dokumentasi pribadi

Untuk yang belum jadi (terlalu lembek dan berbau ) tidak masalah. Pada kompos ditambahkan tanah dan diaduk lalu disimpan kembali untuk beberapa minggu lagi.

Seperti yang pernah diungkapkan saat sosialisasi pembuatan kompos di awal projek, tidak ada kompos yang tidak jadi, hanya waktu matangnya saja yang berbeda.

Ada berbagai hal yang mempengaruhi lamanya pengomposan yaitu ukuran bahan, komposisi karbon dan nitrogen, mikroorganisme, suhu, kelembaban dan aerasi.

Mengaduk kompos yang terlalu lembek, dokumentasi pribadi
Memindahkan kompos yang sudah jadi, dokumentasi pribadi

Semua bekerja dengan penuh semangat. Para siswa tidak segan-segan bertanya pada guru pendamping ataupun pada ibu-ibu kader lingkungan. Demikian juga, ibu-ibu PKK dengan sabar membantu siswa menangani segala masalah yang ada.

Sungguh sebuah sinergi yang amat baik dalam edukasi pengelolaan sampah untuk pemeliharaan lingkungan sekitar.

Memeriksa kompos dengan bantuan Ibu Kader Lingkungan , dokumentasi pribadi
Memeriksa kompos dengan bantuan Ibu Kader Lingkungan , dokumentasi pribadi

Ya, sebagai salah satu negara dengan penghasil sampah terbanyak di dunia pengelolaan sampah adalah sebuah hal yang tidak bisa diabaikan dan pembuatan kompos adalah salah satu caranya.

Pengelolaan sampah, pembuatan kompos adalah sebuah usaha untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, sehingga bumi sebagai tempat tinggal kita satu satunya menjadi bersih, nyaman dan lestari.

Salam Hijau Lestari..😊

Istighotsah Bersama di Minggu Pertama November

وعن ثوبان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يرد القدر إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر

Artinya:Dari Tsauban berkata: Rasulullah bersabda: Tidak ada yang dapat mengelakkan takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa memperpanjang umur kecuali perbuatan baik. (HR Hakim dan Ahmad)

Kamis minggu pertama di Bintaraloka selalu ditandai dengan pembacaan istighotsah bersama. Kegiatan yang diikuti seluruh warga Bintaraloka ini dilaksanakan mulai pukul 06.45.

Ada yang terasa istimewa karena istighotsah dihadiri  oleh Bapak PLT Kepala SMP Negeri 3 Malang yaitu Drs Teguh Edy Purwanta. 

Bapak Teguh Edy Purwanta, dokumentasi Dinar

Dalam kesempatan tersebut sebelum istighotsah dimulai Bapak Teguh memberikan sambutan sebagai tanda perkenalan dengan seluruh siswa.

Sesudah berkenalan, acara istighotsah dimulai dengan dipandu oleh Bapak Aminullah.

Bapak ibu guru, dokumentasi pribadi

Di akhir istighotsah peserta  berdoa bersama dan acara disambung dengan sambutan dari Bapak Drs. Junaedi, M, Pd, pengawas Kemenag Kota Malang.

Disampaikan oleh Bapak Junaedi bahwa inti istighotsah adalah bacaan minta tolong pada Allah dengan wasilah kalimat thoyyibah.

Dengan istighotsah kita bermohon ampun dan pertolongan atas segala masalah dalam kehidupan kita.

Jamaah putri, dokumentasi pribadi

Doa adalah senjata ampuh orang mukmin, karena tidak ada yang bisa merubah ketentuan Allah kecuali doa.

Allah yang Yang Maha Kuasa, dan berkehendak akan memberikan pertolongan pada kita jika kita rajin meminta, karenanya mari kita kuatkan kegiatan keagamaan khususnya Istighotsah untuk bermohon pada Allah.

Sumber gambar:NU Online

Acara pagi itu ditutup dengan doa kafarotul majlis yang dipimpin oleh Ibu Utin sekitar pukul 07.30 wib dan dilanjutkan dengan pelajaran seperti biasa.